cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,633 Documents
Hubungan Antara Karakteristik Sosiodemografi dengan Kondisi Kesehatan Rumah di Desa Sukamulya Zahra, Nida Nabilatuz; Rahayuwati, Laili; Kosim, Kosim; Pramukti, Iqbal; Lukman, Mamat
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23116

Abstract

ABSTRACT Housing health conditions contribute to the improvement of health status. Unhealthy housing conditions can increase the risk of various health problems. Sociodemographic characteristics are among the factors influencing this. Identifying the relationship between sociodemographic characteristics and housing health condition is the primary purpose of this research. The study employs a quantitative strategy using a cross-sectional correlational design for analysis. The study population and sample consisted of households residing in rural areas, totaling 207 households. The Chi-Square statistical test and Spearman’s rank correlation were used for data analysis. The study found a significant relationship between sociodemographic characteristics and housing health conditions, specifically age (p= 0,001), education level (p= 0,000), occupation (p= 0,000), and income (p= 0,044). No significant association was observed with gender (p= 0,115). This could result from the majority of respondents being in the early adulthood age group, who typically have limited experience in maintaining housing health conditions. While the majority employed as agricultural or factory laborers may contribute to household economic limitations in maintaining housing health conditions. In addition, relatively low levels of education tend to hinder understanding and access to information related to housing health conditions. Most respondents also have low income, which may limit the availability of resources to achieve adequate housing health conditions. Meanwhile, the predominance of female respondents indicates greater concern for maintaining housing health conditions. The overall housing health conditions are generally good. Sociodemographic characteristics that show a significant relationship are age, education level, occupation, and income. However, continuous improvement efforts are still needed to support the improvement of public health. Keywords: Housing health, Rural areas, Sociodemographic.  ABSTRAK Kondisi kesehatan rumah berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan. Kondisi kesehatan rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan. Faktor yang mempengaruhinya adalah karakteristik sosiodemografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan kondisi kesehatan rumah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik kuantitatif korelasional cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian ini adalah rumah tangga yang tinggal di rumah tersebut di wilayah pedesaan, berjumlah 207 rumah tangga. Data dianalisis melalui Uji Chi Square dan Rank-Spearman. Dari hasil penelitian, terdapat hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan kondisi kesehatan rumah, yaitu usia (p= 0,001), tingkat pendidikan (p= 0,000), pekerjaan (p= 0,000), dan pendapatan (p= 0,044). Akan tetapi, tidak ada hubungan dengan jenis kelamin (p= 0,115). Hal ini dimungkinkan karena mayoritas berada pada kelompok usia dewasa awal, yang umumnya memiliki pengalaman terbatas dalam menjaga kondisi kesehatan rumah, tingkat pendidikan yang rendah cenderung kurang mendukung pemahaman dan akses informasi terkait kondisi kesehatan rumah. Sebagian besar responden bekerja sebagai buruh tani/buruh pabrik yang dapat berkontribusi pada keterbatasan ekonomi rumah tangga dalam memenuhi kondisi kesehatan rumah. Mayoritas responden juga memiliki pendapatan rendah sehingga dapat membatasi sumber daya dalam mewujudkan kondisi kesehatan rumah. Sementara itu, jenis kelamin yang didominasi oleh perempuan menunjukkan lebih peduli dalam menjaga kondisi kesehatan rumah. Kondisi kesehatan rumah secara umum tergolong baik. Karakteristik sosiodemografi yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kondisi kesehatan rumah adalah usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Meskipun demikian, upaya perbaikan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Kesehatan Rumah, Pedesaan, Sosiodemografi.
Pengaruh Edukasi Kesehatan melalui Media Audio Visual Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang Tua tentang Faktor Resiko Stunting Pada Batita di Wilayah Kecamatan Kedung Waringin Putri, Dhea Natasha; Pertiwi, Nafiza Dewi; Elizabeth, Beatrix; Setianingsih, Triseu
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23469

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition that indicates failure of physical growth and brain development due to prolonged malnutrition. This study aims to determine the effect of health education delivered through audio-visual media on parental knowledge of stunting risk factors in toddlers in Kedung Waringin District. The method applied is quantitative with a pre-experimental one group pretest-posttest design. The study sample consisted of 63 parents who had children aged 1 to 3 years, taken using a saturated sample technique. Measurement of knowledge levels was carried out with a questionnaire before and after the intervention. The results showed that the average knowledge score increased from 46.0% to 71.4% after education. The Wilcoxon Signed-Rank test showed a p value 0.001, which indicated a significant increase in parental knowledge after participating in health education. The conclusion of this study is that health education through audio-visual media has proven effective in increasing parental knowledge of stunting risk factors. Keywords: Health Education, Audio Visual Media, Parental Knowledge, Stunting.  ABSTRAK Stunting merupakan suatu kondisi yang menunjukkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor resiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental onegroup pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor resiko stunting. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan Orang Tua, Stunting.
Studi Komparatif: Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Minum Obat dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Waluya Cikarang Utara Azizah, Diana Nur; Nurrahma, Indrianada Zahra; Kadang, Yulta; Padaallah, Ananda Patuh
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23376

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus menyebabkan masalah kecacatan fisik dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Kulaitas hidup pasien DM dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dukungan keluarga, kepatuhan minum obat dan tingkat stres. Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis yang jika tidak dikendalikan dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius dan berdampak pada kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup penderita DMT2 di Puskesmas Waluya Cikarang Utara. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien DM Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Waluya Cikarang Utara sebanyak 56 orang, dengan jumlah sampel 49 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner HDFSS (dukungan keluarga), MARS-5 (kepatuhan minum obat), dan DQOL (kualitas hidup). Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p = 0,000; PR = 2,602; CI = 1,062–6,373) serta antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup (p = 0,004; PR = 3,733; CI = 0,683–20,419). Pasien dengan dukungan keluarga rendah memiliki risiko 2,6 kali lebih besar mengalami kualitas hidup rendah dibandingkan pasien dengan dukungan keluarga tinggi, sedangkan pasien dengan tingkat kepatuhan rendah memiliki peluang 3,7 kali lebih besar mengalami kualitas hidup rendah dibandingkan pasien yang patuh. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat, semakin baik pula kualitas hidup penderita DMT2. Oleh karena itu, temuan penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan intervensi berbasis keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 melalui peningkatan dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap pengobatan. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Kualitas Hidup.   ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease that affects the quality of life of sufferers, where family support and medication adherence play an important role for its improvement. This study aims to analyse the relationship between family support and medication adherence with the quality of life of patients with T2DM at Puskesmas Waluya Cikarang Utara. This study design uses a correlational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all Type II DM patients in the working area of the Waluya Cikarang Utara Community Health Centre, totalling 56 people, with a sample size of 49 respondents selected using purposive sampling. Data collection was conducted using the HDFSS (family support) questionnaire, MARS-5 (medication adherence), and DQOL (quality of life). Data analysis was performed using the chi-square statistical test with a significance level of 0.05. The results showed a significant relationship between family support and quality of life (p = 0.000; PR = 2.602; CI = 1.062–6.373) and between medication adherence and quality of life (p = 0.004; PR = 3.733; CI = 0.683–20.419). Patients with low family support had a 2.6 times greater risk of experiencing low quality of life compared to patients with high family support, while patients with low adherence had a 3.7 times greater chance of experiencing low quality of life compared to patients who were compliant. These results indicate that the higher the family support and medication adherence, the better the quality of life of DMT2 patients. Therefore, the findings of this study can be used as a basis for healthcare professionals in developing family-based interventions to improve the quality of life of Type 2 Diabetes patients through increased family support and adherence to treatment. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Family Support, Medication Adherence, Quality of Life. 

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026) Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026) Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue