cover
Contact Name
Lailatus
Contact Email
ila@stie-mce.ac.id
Phone
+6281515065239
Journal Mail Official
jam@stie-mce.ac.id
Editorial Address
http://journal.stie-mce.ac.id/index.php/jam/index
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ABM Mengabdi
Published by STIE Malangkucecwara
ISSN : 24776432     EISSN : 2721141X     DOI : https://doi.org/10.31966/jam.v7i2
1. Industrial & Manufacturing Engineering ( Engineering ) 2. Social Sciences ( Social ) 3. Economics, Econometrics & Finance ( Economy ) 4. Education ( Education ) 5. Health Professions ( Health )
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 142 Documents
Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Pengusaha Kecil-Menengah untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Melalui Bantuan Sarana Produksi, Teknologi Informasi dan Pendampingan Pembuatan Laporan Keuangan Anang Amir Kusnanto; Supriyanto Supriyanto
Jurnal ABM Mengabdi Vol 2 (2015): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia suka menikmati kripik sejak lama, tetapi saat ini inovasi pembuatan kriik berkembang sangat pesat. Kripik yang tadinya hanya dibuat dari ketela, singkong, pisang, talas, sukun, berkembang menjadi aneka kripik yang dibuat dari kulit ikan, tulang ikan, jamur dan masih banyak bahan yang lain dengan berbagai macam rasa. Pengusaha mitra 1 berinovasi dengan bahan baku jamur tiram menjadi kripik jamur dan burger jamur. Sedangkan mitra 2 membuat inovasi dari limbah tulang ikan dan kulit ikan menjadi kripik tulang ikan dan kripik kulit ikan (rambak ikan). Kendala yang dihadapi para mitra adalah: (1) Sealer yang dimiliki sederhana dan kecil; (2) Terbatasnya alat pengering bahan baku yang dapat menyebabkan bahan baku rusak; (3) Terbatasnya alat untuk menggoreng kripik tulang ikan dengan kompor LPG; dan (4) belum melakukan pencatatan keuangan dengan baik. Solusi yang ditawarkan ke mitra-1 yaitu fasilitas produksi berupa continue sealer untuk mengemas hasil produksi, oven elpiji besar, kompor gas, slang, dan regulator gas. Sedangkan untuk produksi mitra-2 diberikan vacuum sealer, presto, timbangan digital dan oven listrik. Serta diberikan pelatihan program akuntansi dan pendampingan akuntansi. Masyarakat Indonesia suka menikmati kripik sejak lama, tetapi saat ini inovasi pembuatan kriik berkembang sangat pesat. Kripik yang tadinya hanya dibuat dari ketela, singkong, pisang, talas, sukun, berkembang menjadi aneka kripik yang dibuat dari kulit ikan, tulang ikan, jamur dan masih banyak bahan yang lain dengan berbagai macam rasa. Pengusaha mitra 1 berinovasi dengan bahan baku jamur tiram menjadi kripik jamur dan burger jamur. Sedangkan mitra 2 membuat inovasi dari limbah tulang ikan dan kulit ikan menjadi kripik tulang ikan dan kripik kulit ikan (rambak ikan). Kendala yang dihadapi para mitra adalah: (1) Sealer yang dimiliki sederhana dan kecil; (2) Terbatasnya alat pengering bahan baku yang dapat menyebabkan bahan baku rusak; (3) Terbatasnya alat untuk menggoreng kripik tulang ikan dengan kompor LPG; dan (4) belum melakukan pencatatan keuangan dengan baik. Solusi yang ditawarkan ke mitra-1 yaitu fasilitas produksi berupa continue sealer untuk mengemas hasil produksi, oven elpiji besar, kompor gas, slang, dan regulator gas. Sedangkan untuk produksi mitra-2 diberikan vacuum sealer, presto, timbangan digital dan oven listrik. Serta diberikan pelatihan program akuntansi dan pendampingan akuntansi.
Usaha Kreatif Siomay Ikan di Desa Randuagung Kabupaten Gresik Nur Mufarokhah
Jurnal ABM Mengabdi Vol 7 No 1 (2020): Juli
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Gresik adalah daerah pesisir daerah penghasil ikan. Sebagai salah satu sumber bahan makanan yang kaya gizi, ikan selalu menjadi primadona untuk dikonsumsi baik untuk lauk dalam makanan sehari-hari, ikan juga bias digunakan sebagai bahan camilan, contohnya adalah camilan siomay. Tujuan pengusaha dalam mendirikan usaha tersebut adalah : (1) Untuk menambah pendapatan keluarga dan untuk menambah kebutuahan sehari-hari (2) Memanfaatkan potensi lokal, khususnya udang yang banyak tersedia di daerah pesisir. Mitra dalam pengabdian ini adalah seorang ibu rumah tangga pembuat siomay. Siomay yang diproduksi ada 2 (dua) varian rasa yaitu, siomay rasa ayam udang dan ayam jamur. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah (1) Alat untuk mengolah bahan baku tidak memadai (2) Tidak adanya pencatatan yang rapi barang yang dijual, sehingga tidak ada perhitungan yang jelas mengenai jumlah keuntungan yang didapat sesungguhnya, karena kurangnya pengetahuan tentang pembukuan yang masih rendah. (3) Pengetahuan terhadap manajemen pemasaran dan masalah kemasan yang masih rendah. Adapun solusi untuk memecahkan masalahnya adalah : (1) Penyediaan alat pengolahan bahan baku (blender) (2) Pelatihan pembukuan dan (3) Pelatihan manajemen pemasaran dan (4) Pelatihan packaging.
Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi bagi Petugas Perpustakaan SD Negeri Menuju Pembentukan Karakter Gemar Baca Pebelajar di Kota Malang Purwati, Titik; Ahmad, Harun
Jurnal ABM Mengabdi Vol 4 (2017): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research results, in some primary school (elementary school) in Malang found conditions in the handling of corporate governance of the library is still not running properly. Because the officers library in SD in Malang/it isnot education background-capable of managing libraries, on average they still haven't been training the management library especially technology-based information. The way out is a need to provide training as needed. So training can meet his needs, then conducted the activities of pre test and post test training to participants and the now responsi given to the principal officer and library. Outline of training methods based on need by way of grant of lectures, assignments and practice directly. The results of the training activities, understanding of the theory and management of the library be increased. Mastery of the officer in managing books become proficient, school party responsi very nice and understanding of program implementation application management library. The officers have felt their effectiveness in dealing with library services.
Teknologi Tepat Guna Bagi Kelompok Penjual Bunga Segar Sandra Oktaviana Pinaraswati; Totok Hendarto
Jurnal ABM Mengabdi Vol 5 (2018): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The business of selling fresh flowers is a quite profitable business, because interest is needed for many events. Flower selling business problems include the fields of production, management and marketing. The solution to problem solving from priority scale is: Creating appropriate technology design in the form of adequate sales window. Manfaan and purpose of making this flower display or tool: able to maintain the freshness of flowers, slow down the fading color of flowers, able to maintain the original scent of flowers and minimize the level of damage and loss of interest due to wind. Conclusion in the production field. and the brightness of the flowers and the level of damage has decreased. The management field has had a positive impact on the fresh flower sales program. The marketing sector as a whole also has a positive impact on the fresh flower sales program.
Pengelolaan Bank Sampah APE PAUD dari Black Gold untuk Pendidikan Anak Usia Dini Wahyu Wiyani; Andi Poerwanto; Endang S
Jurnal ABM Mengabdi Vol 2 (2015): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia dini adalah usia emas yang akan membentuk seorang anak mejadi anak cerdas/smart, diperlukan alat peraga yang bisa melatih motorik, afektif dan kognitif mereka, untuk itulah diperlukan para pengkreasi alat peraga edukatif bagi anak usia dini. Pengkreasi alat peraga edukatif bagi Anak Usia Dini adalah penggiat sampah yang ada di BSM Mergosono dan BSM Polehan Kota Malang.Dalam kegiatan pelatihan ini bahan dasar yang dipergunakan sangat mudah untuk diperoleh disekitar kita seperti kertas koran, kain perca, botol aqua, botol susu, kardus mie instan yang notabene merupakan sampah (Black Gold), sementara produk yang dihasilkan adalah produk-produk bermanfaat yang mendorong aspek psikomotorik, afektif maupun kognitif bagi anak didik seperti kardus pintar, bowling botol, puzzle cerdas dan lain-lain yang mampu mencerdaskan anak-anak. Hasil pelatihan pembuatan APE PAUD tidak hanya berhenti sampai disini, peserta pelatihan, terutama pengelola BSM setelah mendapat pelatihan, mentransfer ilmunya dengan melatih bunda PAUD disekitarnya untuk membuat APE PAUD, dari peserta pelatihan 10 orang saat ini telah mencapai 46 orang yang aktif membuat APE PAUD terutama para bunda PAUD diwilayah binaan, sehingga para pengelola PAUD tidak tergantung pada pihak luar untuk pengadaan bahan pembelajaran mereka.
Pendampingan Peningkatan Kualitas Produksi Bata Merah Desa Umbulrejo Kabupaten Malang Hirijanto .; I Wayan Mundra; Neny Roostrianawaty
Jurnal ABM Mengabdi Vol 6 No 2 (2019): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari program kerja pemerintah, memberikan peluang yang sangat bagus untuk usaha penyediaan bahan material termasuk bata merah. Desa Umbulrejo Kecamatan Dampit Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra penghasil bata merah di wilayah Malang Raya dimana dukungan keberlanjutan produksi dapat diandalkan karena kondisi wilayah desa ini meliputi perbukitan dan hutan sehingga ketersediaan bahan baku dan bahan bakar untuk produksi bata merah cukup melimpah. Berkat kegiatan pendampingan teknis yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya, kegiatan produksi bata merah di Desa Umbulrejo juga dapat ditingkatkan dengan otomatisasi sistem produksi sehingga jumlah produksi dapat meningkat jika dibandingkan dengan proses konvensional. Pada saat kuantitas produksi telah dapat ditingkatkan, maka permasalahan baru yang dihadapi dalam produksi bata merah di desa Umbulrejo adalah diperlukannya peningkatan kualitas produksi bata merah serta pemasaran hasil produksinya sehingga produksi bata merah di Desa Umbulrejo dapat bersaing dengan produk sejenis dan terjaga keberlangsungan proses produksinya. Berdasarkan pada analisis situasi, survey dan diskusi dengan para pengrajin bata merah yang ada di desa Umbulrejo serta pengkajian permasalahan yang ada, maka dapat diberikan rekomendasi bagi pengrajin bata merah di Desa Umbulrejo Kecamatan Dampit Kabupaten Malang dengan pendampingan produksi bata merah berupa diversifikasi produk bata merah dengan pemanfaatan bahan tambah/aditif abu sisa pembakaran produksi sebagai campuran bahan baku pembuatan bata merah serta pendampingan dalam strategi pemasaran produk secara online menggunakan media sosial. Hasil rekomendasi dari kegiatan pendampingan yang dilaksanakan, diharapkan dapat memberikan solusi bagi permasalahan kualitas produksi dan pemasaran hasil produksi bata merah. Dengan produkivitas yang tinggi dan didukung dengan kualitas produk yang baik, maka diharapkan keberlangsungan proses produksi bata merah di desa Umbulrejo dapat tetap berlangsung sehingga perekonomian warga setempat dapat lebih meningkat karena peluang usaha produksi bata merah yang menjanjikan.
Pengembangan Usaha Mikro Industri Kreatif "Kerupuk Ikan" Judi Suharsono; Hosnol Wafa
Jurnal ABM Mengabdi Vol 4 (2017): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Some communities in Coastal Probolinggo have a business in making fish crackers. Fish crackers as home business (home industry) is a reliable livelihood to support everyday life. The problems faced by partners are the absence of equipment mixer and semi-automatic fish crackers and the condition is still manual, the use of unstructured accounting records and management has not been well ordered. The goal in this IbM activity is to improve the quality and quantity of fish crackers in order to meet the growing market demand. The method used in IbM activities is the substance of science and technology and training. The outputs generated in IbM activities are dough mixer machine, fish cracker cutting machine, management training and accounting
Program Kemitraan Wilayah (PKW) Kecamatan Kedungkandang: Peningkatan Pendapatan Keluarga Melalui Budi Daya Tanaman Nanas Eko Yuni Prihantono; Agus Suprapto; Noermijati Noermijati
Jurnal ABM Mengabdi Vol 5 (2018): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The socio-economic conditions of Kedungkandang Subdistrict especially Kedungkandang Sub-District and Buring Sub-District as relatively disadvantaged areas in Malang City become relevant as a target area to be developed into a more developed area of awareness about their education, health and environment as well as their social economy When agriculture is still the economic foundation of the community but still fails to improve welfare, efforts to increase added value for agricultural commodities are one of the solutions that need to be tried. Pineapple cultivation is chosen because these plants do not require intensive care and pineapple processed products in semi-finished and finished goods are common in the community so they can be marketed and increase family income.
Pengelolaan Usaha Peternakan Melalui Manajemen Operasional Dan Feasibility Studi Sederhana Dan Modern Tutus Rully; Eka Patra; Sri Hidajati Ramdani
Jurnal ABM Mengabdi Vol 6 No 1 (2019): Juli
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadikan sektor peternakan sebagai salah satu tumpuan perekonomian masyarakat. Sebagai salah satu sektor yang menjadi adalan perekonomian bagi masyarakat, sektor peternakan harus mampu menjadi sandaran ekonomi dan memiliki kontribusi yang cukup besar dalam pencapaian tujuan pembangunan perekonomian. Salah satu komoditi sub sektor peternakan yang sangat potensial dan sedang gandrung diusahakan oleh masyarakat di Jawa Barat khususnya masyarakat di kabupaten Bogor adalah peternakan puyuh. Puyuh adalah salah satu sub sektor peternakan yang saat ini mulai digemari, dimana yang diternakan adalah puyuh petelur, karena tingginya permintaan Indonesia is one of the countries that makes the livestock sector one of the cornerstones of the people's economy. As one of the sectors that is the mainstay of the economy for the community, the livestock sector must be able to become an economic backrest and have a considerable contribution in achieving economic development goals. One of the livestock sub-sector commodities that is very potential and is being infatuated by people in West Java, especially people in Bogor regency is quail farming. Quail is one of the livestock sub-sectors that is currently starting to be popular, where what is cultivated is quail laying due to high demand
IbM Pengusaha Jamu Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Fera Tjahyani; Nevi Danila
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui program IbM Pengusaha Jamu ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui peningkatkan produktivitas produk dan variasi produk yang akan dihasilkan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah: (1) Keterbatasan mesin penggilingan yang berkapasitas kecil sehingga hasil produksi tidak dapat memenuhi permintaan dari consume; (2) Penyediaan meja, kompor, panci dan saringan dan ember; (3) Pengusaha jamu tidak melakukan pencatatan keluar masuknya uang hasil usaha karena mereka tidak mengerti dan memahami betapa pentingnya melakukan pencatatan tersebut; (4) Pelatihan Pengemasan produk dan pemberian label belum dilakukan sehingga tampilan dari botol jamu tersebut menjadi kurang menarik. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah adalah: (1) Dengan melakukan penambahan peralatan mesin penggilingan jamu, meja, penambahan peralatan berupa kompor gas dengan 2 tungku, tabung gas 3 kg, panci stainless dengan ukuran yang besar, saringan stenless dan ember plastik; (2) Melakukan pemberian pelatihan cara pencatatan keuangan serta pelatihan packaging produk; (3) Hasil Program IbM ini nanti akan disebarluaskan ke masyarakat melaui artikel dan dipublikasi pada jurnal/majalah Nasional; dan (4) Pembuatan laporan. Dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan maka sudah dilakukan: (1) Penyerahan mesin penggilingan jamu; (2) Penyerahan meja, kompor, panci dan saringan dan ember; dan (3) Pelatihan akuntansi untuk mencatat keluar masuknya uang hasil usaha serta pelatihan pengemasan dan pemberian label.

Page 7 of 15 | Total Record : 142