cover
Contact Name
Lailatus
Contact Email
ila@stie-mce.ac.id
Phone
+6281515065239
Journal Mail Official
jam@stie-mce.ac.id
Editorial Address
http://journal.stie-mce.ac.id/index.php/jam/index
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ABM Mengabdi
Published by STIE Malangkucecwara
ISSN : 24776432     EISSN : 2721141X     DOI : https://doi.org/10.31966/jam.v7i2
1. Industrial & Manufacturing Engineering ( Engineering ) 2. Social Sciences ( Social ) 3. Economics, Econometrics & Finance ( Economy ) 4. Education ( Education ) 5. Health Professions ( Health )
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 142 Documents
UPAYA PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DI RW 04 KELURAHAN TUNJUNGSEKAR KOTA MALANG Sudiro Sudiro; Candra Dwiratna; Anis Artiyani
Jurnal ABM Mengabdi Vol 5 (2018): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The handling of garbage settlements in urban areas is largely still conventional, that is, with a waste-pick-up system. On the one hand, the quantity of waste generated is quite large, so this handling pattern has the potential to cause problems. One of them is the provision of advice and infrastructure. Most of the people in Tunjungsekar Village, especially RW 04, manage their waste with conventional and even individual patterns. Understanding of economic value and the value of other benefits is still uneven. While it is known that most of the waste can still be reused, one of which is organic waste. Where organic waste has the potential to be reused as compost. The method used in community service is counseling and assistance on the use of simple technology for the utilization of organic waste. The goal to be achieved is the occurrence of knowledge transfer in the utilization of organic waste. The work partners in community service are people in the RW 04 area, especially environmental cadres. The results of this activity were that the target community: (1) began to understand the value of organic waste use, (2) began to understand about the existence of simple technology for the utilization of organic waste, (3) began to understand the procedures for composting. The next hope is that the community can independently manage organic waste with a simple composting method.
Pojok Budaya Untuk Menguatkan Karakter Peserta Didik Di Desa Sumbersari Kecamatan Moyu Dan Kabupaten Sleman Propinsi DIY Sowanya Ardi Prahara; Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto; Arita Witanti
Jurnal ABM Mengabdi Vol 6 No 2 (2019): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi Desa Sumbersari terhadap pendidikan anak sudah cukup baik, yaitu dengan adanya program jam belajar masyarakat (JBM). Program ini diupayakan untuk menumbuhkembangkan budaya belajar dengan menciptakan kondisi lingkungan yang ideal dan dapat mendorong proses belajar mengajar anak dalam suasana aman, nyaman, tertib dan menyenangkan. Namun kegiatan yang dilakukan JBM selama ini hanya sebatas oleh pikir yang menumbuhkan kecerdasaan akademik dan belum mengembangkan dimensi penting dalam Pendidikan yaitu Pendidikan karakter dengan muatan kearifan lokal. Berdasarkan potensi Desa Sumbersari dan hasil assesmen yang telah diuraikan tersebut, maka perlu diberikan pengetahuan dan ketrampilan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai materi-materi yang harus disampaikan kepada anak didik meliputi religiusitas, nasionalis, gotong royong, dan integritas, melalui Pendirian Pojok Budaya sebagai media penguatan pendidikan karakter. Pojok Budaya didirikan sebagai media pembelajaran dalam melakukan penyuluhan, pembinaan, dan konseling melalui pendidikan, pelatihan dan pendampingan pada pendidik di JBM. Pendirian Pojok Budaya dilakukan bersama dengan pendidik JMB dan didampingi oleh tim pengabdi. Pengadaan desktop berperangkat wifi dengan Aplikasi Pojok Budaya untuk memungkinkan pemustakaan anak didik dan pendidik JBM mengakses koleksi e-resource; pengadaan koleksi multimedia yang dapat membaca data dari flash disk dilengkapi dengan LCD sehingga koleksi cerita rakyat, permainan, dan lagu-lagu dolanan tradisional sebagai media penguatan Pendidikan karakter untuk peserta didik dapat diakses dan diputar sesuai dengan kebutuhan. Pojok Budaya dilengkapi dengan permainan tradisional (dakon, lompat tali, egrang batok, kelereng, dll.), buku cerita dongeng (kancil nyolong timun, timun emas, dll.) dan panggung wayang.
IbM Peternak Sapi Perah Dwi Danesty Deccasari; Marli Marli; Hedher Tuakia
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Government programs to manage local resources received from various parties, among others, in the world of banking, non-governmental organizations and business groups. One of the programs is the government's attention in order to save energy by making use of community resources, one of which is the use of waste cattle to replace kerosene or LPG substitute for everyday cooking. In rural areas Balesari Jambuwer District of Gunung Kawi Ngajum this is one area that has the advantage of dairy cows. Moreover in the area there is a milk processing plant Greenfield also supported geographic location is ideal for the breeding of dairy cows. The number of cattle in the area is quite high because of the obvious marketing milk distribution and the presence of banks and credit assistance Greenfied devoted to the procurement of cattle in the village Balesari. The development of this growing cattle in addition to an impact on the income of people increases also have a negative impact in the form of livestock waste that participate much. If this is allowed to pollute the environment and cause odor. To overcome this is to utilize the waste to substitute fuels LPG and kerosene prices have relatively more expensive. This waste can be processed into biogas which is very useful for day-to- day fuel. In devotion performed by the author in this Balesari village is to build three biogas dome for up to supply the necessary means or in other words to be used in the household . Our hope with the construction of the biogas will be able to infect other community members especially those living in rural Balesari Ngajum Subdistrict, Malang for both cattle utilizing waste.
PKM Usaha Mikro Camilan di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang Dyah Aruning Puspita; Marli Marli
Jurnal ABM Mengabdi Vol 5 (2018): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Donomulyo Subdistrict is one of the Districts in Malang Regency, it is more convenient to be close to quite famous tourism objects, namely Ngiyep Beach, Bajul Mati beach and Ngebros beach. This area has a population of almost 50%, which is poor and most of the people's livelihoods are planted on land that relies on rain. The partners in community service are 2 (two) micro-snack entrepreneurs whose production is processing bananas into banana chips, cassava chips, banana sake chips and processing various types of crackers and then spice them up and sell them in plastic packaging ready to be eaten. The production process of each partner still uses very simple equipment so that the increasing market opportunity still cannot be utilized maximally by micro entrepreneurs. The marketing area of ​​partner products is in schools and food stalls and in vegetable vendors who are traveling around the community every day, in shops in Malang City, and there are even people who sell online. It is hoped that the Community Entrepreneurship program will have an impact on the growing development of these micro-enterprises which can create greater employment opportunities so that they can absorb labor in the village, which the average population lives below the poverty line.
Peningkatan Kualitas Produk dan Pengembangan Ketrampilan Pengusaha Konveksi di Malang Rina Irawati; Nevi Danila
Jurnal ABM Mengabdi Vol 2 (2015): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Konveksi adalah termasuk salah satu usaha prospektif saat ini didukung dengan kemajuan tehnologi dan telekomunikasi. Gaya hidup manusia senantiasa berubah dari waktu ke waktu sehingga permintaan pasar senantiasa ada. Pengusaha konveksi yang menjadi mitra dalam program IbM ini adalah Farisa Collection dan Mutiara Collection. Produk yang dihasilkan mitra bermacam macam namun sebagian besar didominasi busana muslim, seragam dan aneka macam mukena. Beberapa produk di pesan dengan spesifikasi khusus sehingga perlu finishing lebih lanjut baik dalam bentuk bodir, payet dll) sehingga dengan demikian produk yang dihasilkan menjadi berbeda dengan produk yang lain di pasar. Target luaran yang akan dihasilkan dari program IbM ini adalah: (1) Penambahan perlengkapan dan peralatan yang lebih modern, (2) Peningkatan keterampilan dan pengetahuan tentang pencatatan keuangan dan penetapan harga jual yang tepat agar produknya mampu bersaing di pasar baik nasional maupun internasional, yang nantinya akan diwujudkan berupa kegiatan pelatihan dan pendampingan, dan (3) Hasil program ini akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional agar dapat disebarluaskan kepada masyarakat.
IPTEK bagi Masyarakat Dalam Pengelolaan Air Bersih Dusun Umbul Rejo Kabupaten Malang Hirijanto .; I Wayan Mundra; Bambang Wedyantadji
Jurnal ABM Mengabdi Vol 6 No 1 (2019): Juli
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usulan Pengabdian Kepada Masyarakat ini didasarkan atas hasil penelitian yang dilaksanakan oleh pengusul pada tahun 2016, yang berjudul Penyediaan Air Baku Untuk Pengembangan Budidaya Ikan Lele di Desa Pamotan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, berada di lokasi yang sama dan didanai dari ITN Malang. Berdasarkan penelitian tersebut sumber air yang melimpah belum termanfaatkan secara maksimal, karena masih dapat dipergunakan untuk: air bersih, air baku, pertanian, perikanan dan pariwisata di daerah setempat. Sebagai salah satu sektor kebutuhan pokok, air bersih merupakan hal yang penting dan mutlak dalam kehidupan manusia sehari-hari. Air bersih merupakan salah bagian dari air baku, dimana air baku meliputi; air bersih, air minum, air industry, air irigasi dan lainnya. Salah satu desa yang mempunyai sumber air di Kabupaten Malang Desa Pamotan Dusun Umbul Rejo, dimana sumber air bersih tersebut sebagian sudah dimanfaatkan dan dikelola oleh pemerintah melalui PDAM dipakai untuk air minum, tetapi dipakai konsumsi di Kecamatan Dampit untuk desa lain sedangkan sisanya sebagian untuk irigasi dan sebagian belum termanfaatkan dengan baik. Dusun Umbul Rejo Desa Pamotan sendiri belum menggunakan secara maksimal, dikarenakan kondisi topografi dari sumber air tersebut. Kelebihan sumber air yang dipakai PDAM, yang oleh penduduk setempat akan dimanfaatkan dan dipergunakan air baku sebagai kebutuhan sehari-hari dan mengembangkan usaha pertanian, perikanan, dan pengembangan usaha lainnya. Untuk menunjang usaha tersebut diperlukan air bersih yang layak dari segi kualitas dan kuantitas secara terus menerus kontinyu berkelanjutan. Kondisi topografi dari sumber air yang letaknya jauh dari pemukiman penduduk serta lokasinya dibawah, beda tinggi antara sumber dengan bak penampungan sekitar 10 meter maka perlu adanya pompa untuk menaikkan ke penampungan sementara yang selanjutnya akan didistribusikan ke unit usaha atau kerumah- rumah penduduk setempat, sehingga unit usaha dapat berjalan serta lingkungan kesehatan semakin membaik. Untuk menaikkan tersebut maka dipilihlah pompa, dengan pompa diharapkan bisa menaikkan air dari sumber air. Dengan musyawarah pejabat desa dan partisipasi masyarakat desa setempat, maka melalui program IPTEK bagi Masyarakat inilah dapat membantu pemikiran dan pembuatan perencanaan distribusi ke masing-masing unit usaha dan rumah penduduk sehingga kebutuhan air bersih terpenuhi serta alih teknologi dapat berjalan secara sinergi. Perencanaan ini akan disesuaikan dengan anggaran yang ada dan diharapkan peran aktif serta partisipasi dari masyarakat setempat berjalan dengan baik. The proposed Community Service was based on the results of a study conducted by proponents in 2016, entitled Provision of Raw Water for the Development of Catfish Cultivation in Pamotan Village, Dampit District, Malang Regency, in the same location and funded by ITN Malang. Based on the research, abundant water sources have not been utilized optimally, because it can still be used for: clean water, raw water, agriculture, fisheries and tourism in the local area. As one of the basic needs sectors, clean water is an important and absolute thing in everyday human life. Clean water is one part of raw water, where raw water includes; clean water, drinking water, water industry, irrigation water and others. One village that has a water source in Pamotan Malang Regency, Umbul Rejo Village, where the source of clean water has been partially utilized and managed by the government through PDAM used for drinking water, but used in Dampit Sub-District for other villages while the rest is partly for irrigation some have not been properly utilized. The Umbul Rejo hamlet in Pamotan Village itself has not been used optimally, due to the topography of the water source. The excess water resources used by PDAMs, which will be utilized by local residents and raw water as daily necessities and to develop agriculture, fisheries and other business development businesses. To support this business, clean water is needed in terms of quality and quantity continuously continuously. The topography of the water source is far from the settlement and the location is below, the height difference between the source and the reservoir is about 10 meters, it is necessary to have a pump to increase the temporary shelter which will then be distributed to the business units or houses business can run and the health environment improves. To increase the pump, a pump is chosen, with the pump expected to increase water from the water source. With village officials 'deliberations and local village community participation, through this science and technology program for the Community it can help thinking and making distribution plans to each business unit and residents' houses so that clean water needs are met and technology transfer can run in synergy. This plan will be adjusted to the existing budget and it is expected that the active role and participation of the local community will run well
Pengusaha Tahu Desa Sumberejo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Didik Priyo Sugiharto; Agussalim Ardiansyah
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Small industries out an activity hereditary in some areas, especially in the village of Sumberejo Kulon District of Ngunut which is one of the small industrial centers out in Tulungagung. Small industrial tahu is a source of community income Sumberejo Kulon. The resulting tahu partner is kind of tofu or called out a vegetable. Business establishment knew aims to meet the needs of everyday life partner and future to create jobs is more socially Sumberejo Kulon Tulungagung in particular and society in general.The problems faced by partners related to the production process is the milling equipment soybeans that currently use the services of milled soya in neighboring partners to have to spend the cost for the services of milling, cooking utensils soybeans that have been less feasible for cooking, where production is less clean, and excellent knowledge limited regarding bookkeeping and marketing management. IbM Program (science and technology to the Community) will be able to solve the problems faced by partners that will create greater business tahu and efficiently so that the future will be able to strengthen the national economy.
Cara Memilih Bisnis Sampingan Yang Tepat Bagi Guru-Guru SMP Al-Islah Surabaya Riyan Sisiawan Putra; Ubaidillah Zuhdi
Jurnal ABM Mengabdi Vol 7 No 2 (2020): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31966/jam.v7i2.723

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di gedung SMP Al-Islah Surabayadan peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dari Guru-guru SMP Al-Islah Surabaya. Guru-gurupada SMP Al-Islah Surabayakurang lebih30 Guru.Kita mengetahui gaji seorang Guru itu tidaklah besar oleh sebab itu bila memiliki bisnis sampingan akan sangat membantu sekali dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus bisa membimbing siswanya secara nyata. Sehingga tidak terpikirkan untuk melakukan perbuatan buruk ketika gaji Guru tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya.Selain memberikan inspirasi dan motivasi diharapkan Guru-guru bisa lebih bersemangat dalam mewujudkan ide-ide bisnisnya. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tiga tahap. Pertama tahap pesiapan, tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan program, dan tahap terakhiradalah pelaporan hasil kegiatan pengabdian kepadamasyarakat.Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat pada guru-guru SMP Al-Islah Surabaya yaitu meningkatnya pemahaman para Guru tentang bisnis sampingan dan manfaat-manfaatnya. Hal ini dapat dilihat ketika para gurusangat berantusias pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini Setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini selesai, Guru-guru bisa termotivasi untuk membuka/merintis usahasampingan,dan mewujudkan ide-idenya secara nyata.
Peningkatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di RW 3 Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang Andia Kusuma Damayanti; Lies Purnamasari; Azis Abdullah
Jurnal ABM Mengabdi Vol 4 (2017): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RW 3 community Madyopuro Village District of Kedungkandang totaled 18 918 people, made up of 7 RT with 524 heads of household and 81 houses declared still unhealthy. This area is still relatively poor with income families are still minimal. Habits are currently common as taking out the trash arbitrarily, bathing and washing clothes in the river, some people do not have toilets, so must the river , wash your hands in the river and do not use soap, still a lot of people smoking in the house, ventilation no / do not meet the standards of home healthy with free incoming air circulation so that the humidity can be maintained, the tiles are still on the ground , the lack of adequate lighting, home some still klenengan (½ walls, roofs of zinc). Efek happens some people often experience physical disorders such as: pressure high blood pressure, lung, ached, DB, infectious disease. To create a society that is healthy, they invited committed to healthy living through a clean and healthy lifestyle. Through the training program using LEARNING system of, by and with the community in accordance with the local culture and supported by sound public policy that health can also be done while the behavior modification techniques for ventilation and light can be overcome with minimum standards improvement program that is making a healthy home ventilation and lighting the way: the creation of a natural ventilation by means of which the sun.
Meningkatkan Nilai Tambah Botol dan Kaca Bekas Dengan Teknik Ukir dan Cat Supriyanto Supriyanto; Zainul Arifin
Jurnal ABM Mengabdi Vol 1 (2014): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gang 2 Brawijaya kelurahan Ketawang Gede lokasi dimana mitra usaha berada, merupakan daerah bantaran sungai brantas yang masyarakat disekitarnya adalah masyarakat yang kurang mampu. Mata pencaharian mereka antara lain sebagai pemulung, tukang kayu, tukang batu, pekerja kasar dan sektor informal yang lain. Keberadaan pengrajin botol kaca hias sangat berarti bagi masyarakat di sekitarnya. Terkait dengan kondisi tersebut kegiatan IbM ini dimaksudkan untuk mencari jalan keluar guna meningkatkan kualitas dan kuantitas dan tentunya juga meningkatkan daya saing dari pengrajin botol (kaca) hias. Jika program IPTEKS bagi masyarakat botol (kaca) hias ini terlaksana maka dampaknya adalah akan menampung lebih banyak pemulung (masyarakat sekitar), turunnya angka pengangguran dan kemiskinan, berkurangnya kesenjangan sosial dan pengrajin botol (kaca) hias ini bisa lebih eksis. Tersedianya lapangan pekerjaan akan berpengaruh pada terciptanya hubungan yang lebih harmonis diantara masyarakat, serta terciptanya keamanan dan ketentraman.

Page 6 of 15 | Total Record : 142