cover
Contact Name
Edy Suryono
Contact Email
qwedys12@gmail.com
Phone
+6281567893460
Journal Mail Official
abdimasya59@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Solo Baki Km.2 Kwarasan, Solo Baru,Sukoharjo. Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdi Masya
ISSN : 27742881     EISSN : 27742849     DOI : 10.52561/abma
Abdi Masya merupakan jurnal pengabdian pada masyarakat tingkat nasional yang memfokuskan pada aplikasi dan pengembangan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat luas yang dilakukan oleh para sivitas akademi internal dan eksternal STTW Surakarta. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, proses produksi, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, diseminasi teknologi (pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan). Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 136 Documents
Peningkatan Kompetensi Desain Bagi Guru SMK Menggunakan Software Solidworks Jamaldi, Agus; Supriyanto, Agung; Andriyansyah, Deni; Wicaksono, Muh. Tsaqila; Savidaprima, Albert Yunatan; Riyadi, Tri Widodo Besar
Abdi Masya Vol 1 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i2.131

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMK khususnya dalam bidang desain menggunakan software Solidworks. Guru yang merupakan subjek utama dalam transfer pengetahuan ini harus memiliki kompetensi yang memadahi, sehingga ilmu yang ditransfer kepada para siswa dapat dimengerti dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan mengingat adanya tuntutan perkembangan zaman dalam bidang desain, di mana desain saat ini diharapkan mampu dikerjakan secara efisien, hasil yang akurat, dan mampu dilakukan perbaikan dalam waktu singkat jika terjadi kesalahan. Metode pelatihan dengan cara para peserta mengikuti langkah-langkah tutorial dari instruktur. Materi pelatihan dirangkum dalam modul pelatihan yang diberikan kepada setiap peserta serta diakhir sesi, semua peserta wajib mengisi form post-test yang telah disediakan. Hasil dari pelatihan dan analisis terhadap jawaban post-test peserta didapatkan bahwa kemampuan para peserta dalam menggunakan Solidworks meningkat sebesar 33%. Pelatihan ini juga sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi/kemampuan para guru SMK khususnya di bidang desain menggunakan software SolidWorks serta diharapkan kompetensi yang sudah diperoleh dapat ditransfer ke para siswanya.
Rancang Bangun Mesin Pencacah Rumput Untuk Peningkatan Efektivitas Konsumsi Pakan Ternak Di Sukoharjo Margono, Margono; Atmoko, Nugroho Tri; Priyambodo, Bambang Hari; Suhartoyo, Suhartoyo; Awan, Sang Alang
Abdi Masya Vol 1 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i2.132

Abstract

Kebutuhan akan rumput gajah untuk pakan ternak di desa Curidan, Sukoharjo terus meningkat, hal tersebut berbanding lurus dengan populasi sapi yang juga meningkat. Rumput harus disediakan peternak sebagai pakan utama ternak setiap harinya, akan tetapi tingkat efektivitas konsumsi pakan ternak masih kurang. Kebanyakan peternak masih menggunakan proses pencacah rumput secara konvensional. Sehingga apabila rumput dalam jumlah yang cukup banyak maka dibutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat dengan menciptakan mesin tepat guna untuk membantu peran manusia dalam proses pencacah rumput dengan menggunakan mesin Pencacah. Mesin ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi pakan ternak. Hasil program menunjukkan bahwa rata-rata kapasitas produksi mengalami peningkatan sebesar 250% dari 200 kg/jam menjadi 500 kg/jam. Penggunaan mesin baru tetap bisa menjaga kualitas pada rumput  sebagai sumber protein. Singkatnya, program pengabdian masyarakat telah memberikan perubahan positif dalam hal peningkatan efektivitas proses pencacahan pakan ternak bagi peternak sapi di desa Curidan, Parangjoro, Grogol, Sukoharjo
Pembelajaran Cara Cepat Belajar Matematika Di SDN 01 Dan 05 Jepon Kecamatan Jepon Kabupaten Blora Mariyani, Anna; Arrosyad, M Iqbal; Utomo, Slamet; Sumarmi
Abdi Masya Vol 1 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i2.134

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk melatih guru SD dalam pembelajaran matematika kepada siswa dengan menggunakan cara cepat belajar Matematika. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yakni pelatihan selama 8 jam dengan materi matematika kelas dasar dengan teknik cepat. Dari hasil pengabdian didapati bahwa dalam mengerjakan soal pretest dan posttest terdapat perbedaan yang signifikan dalam waktu. Pretest rata-rata membutuhkan 1 jam proses pengerjaan 50 soal berhitung sedangkan posttest rata-rata hanya membutuhkan waktu 30 menit pengerjaan. Menjadi fokus bahasan.dapat bersifat generalisasi temuan sesuai permasalahan pengabdian, dapat pula berupa rekomendatif untuk langkah selanjutnya.  
Pelatihan Dasar Gambar Teknik Dengan Perangkat Lunak CAD Dalam Proses Perancangan cahyono, Sukmaji Indro; Triyono
Abdi Masya Vol 1 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i2.135

Abstract

Usaha bengkel las di Wilayah Jaten Karanganyar sebagian besar mengerjakan kontruksi kecil hingga sedang dan belum mampu mendapatkan proyek besar. Permasalahan utama yang dihadapi adalah desain yang diinginkan konsumen hanya dibuat sket gambar manual seadanya tanpa mengukuti kaidah gambar teknik standar ISO dan tanpa melalui proses perancangan, sehingga estimasi biaya dan kebutuhan bahan hanya perkiraan saja dengan kata lain tidak standar. Selain itu dalam proses pembuatan produk, terjadi banyak kesalahan pengukuran sehingga pemotongan dan penggunaan bahan tidak effesien. Tujuan menjadi fokus utama PKM ini adalah pengenalan proses perancangan, pelatihan dan pendampingan penggunaan perangkat lunak CAD dalam mendesain dan merancang produk yang dikerjakan dengan proses pengelasan. Mitra utama program pengabdian ini adalah juru las dan warga sekitar terutama warga lulusan sekolah vokasi/SMK untuk berkolaborasi dengan mengangkat studi kasus merancang dan mendesain pembuatan Gazebo masjid Fatimah Ar-Royyan Jaten karanganyar. Metode yang dipilih pada proses pengabdian demi tercapainya tujuan pengabdian adalah kolaborasi interaktif, yang dibantu dengan media animasi manufaktur dan detail gambar Teknik standar ISO.  Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tumbuhnya minat warga yang ingin mempelajari dan menguasai pengoperasian perangkat lunak desain CAD. Evaluasi secara keseluruhan terjadi peningkatan interaksi antara mitra pembuat (juru las dengan Mitra konsumen) dengan adanya peresentasi visual gambar 3D maupun gambar teknik, dan terjadi efesiensi penggunaan bahan dan proses yang lebih baik sehingga keuntungan proses jasa manufaktur proses las meningkat.
Peningkatan Kualitas Juru Las Bengkel Las Rumah Tangga Melalui Pelatihan Dan Sertifikasi Triyono; Cahyono, Sukmaji Indro; Muhayat, Nurul
Abdi Masya Vol 1 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i2.136

Abstract

Banyak juru las industri rumah tangga yang bisa mengelas secara otodikdak namun tidak menguasai teknik pengelasan yang sesuai standard yang ditetapkan oleh asosiasi pengelasan. Untuk itu, tim pengabdian kepada masyarakat Jurusan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta bekerja sama dengan Inlastek Welding Institute Surakarta malaksanakan pelatihan juru las untuk meningkatkan mutu produk bengkel las rumah tangga. Pelaksanaan pelatihan pengelasan ini dilakukan dengan standard ISO 9606-1-2013. Pelatihan pengelasan ini dilakukan selama 2 hari di mana materi pelatihan teori diajarkan oleh tim pengabdi UNS karena mempunyai sertifikat Welding Engineer sedangkan materi pelatihan praktek dan uji sertifikasi dilakukan di Inlastek Welding Institute. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan pengelasan terutama pengelasan dalam mengelas pelat yang tebal. Selain itu, juru las juga menjadi mengenal jenis-jenis teknik pengelasan yang lebih canggih daripada teknik pengelasan yang ada di bengkelnya.
Gergaji Selendang Untuk Pengrajin Mebel Di Kampung Ngemplak Mojosongo Surakarta Kustanto, Heri; Lestari, Tri Rahayu Kuat
Abdi Masya Vol 1 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i2.138

Abstract

Pengrajin mebel banyak sekali dijumpai didaerah, dikampung, dipinggir jalan dan pasar mebel diwilayah Surakarta dan sekitarnya ,dengan melihat dan memperhatikan para pengrajin mebel tersebut pada saat mengerjakan pekerjaan dengan menggunakan gergaji tangan kecil untuk membuat suatu pola yang berbentuk lengkungan, berbentuk sudut dan tegak lurus dan membutuhkan tenaga cukup banyak, tangan harus bergerak terus naik turunkan gergaji tangan sengkangmya berbentuk huruf C. Salah satu cara yang lebih efektif dan efisien dibuatlah suatu alat atau mesin untuk membantu memecahkan permasalahan yang ada yaitu dengan cara membuat Inovasi mesin gergaji selendang yang mampu mengerjakan bentuk lengkung, bentuk sudut dan juga berbentuk tegak lurus, bilah  gergaji  berbentuk selendang sehingga gerakannya berputar terus, tidak perlu memakai tangan untuk menggerakkan gergaji, bilah gergaji selendang dilas dipasang pada bantalan yg dihubungkan dengan poros dan poros diputar oleh motor listrik sehingga akan menjadi gerakan berputar,perputan bilah gergaji selendang ini sebagai pengganti gerakan tangan saat naik turun, tangan tinggal menggerakan bahan yang akan dikerjakan atau yang akan dipotong sesuai dengan pola. Dengan adanya inovasi mesin gergaji selendang tersebut akan dapat membantu proses produksi para pengarajin mebel didaerah Ngemplak Mojosongo khususnya dan Surakarta pada umumnya, hasil produksi lancar, dapat menambah penghasilan dan menambah kesejahteraan kehidupan para pengrajin mebel, dikarenakan produksi bertambah sampai 50%.
Perancangan Dan Pembuatan Mesin 3D Printer Tipe Cantilever Andriyansyah, Deni; Sriyanto; Jamaldi, Agus
Abdi Masya Vol 1 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i2.139

Abstract

Teknologi 3D printing termasuk dalam metode manufaktu rbaru yang disebut dengan metode additive manufacturing. Metode ini mempunyai cara kerja menumpuk material untuk membuat sebuah objek 3 dimensi. Penelitian dalam bidang desain dan assembly mesin 3D printer masih belum banya kdilakukan. Pada umumnya, mesin-mesin 3D printer yang digunakan memiliki paling tidak 5 motor stepper, yaitu sumbu X 1 buah, sumbu Y 1 buah, sumbu Z 2 buah serta motor ekstruder 1 buah. Paper ini akan membahas mengenai alternative desain mesin 3D printer FFF dengan model cantilever yang menggunakan 4 motor stepper sehingga lebih hemat komponen. Proses desain dan assembly 3D printer tipe cantilever menghasilkan mesin dengan area kerja 200 x 200 x 200 mm dan ketelitian 0,1 mm. Mesin 3D printer yang didesain memiliki komponen utama berupa komponen mekanik dan elektrik. Komponen mekanik terdiri dari frame, linear guide, bracket, leadscrew, pulley dan timing belt. Komponen elektrik terdiri dari controller, lcd, motor stepper, limit switch, soket serta power supply. Dengan meminimalisir jumlah motor stepper yang digunakan, maka desain 3D printer tipe cantilever dinilai lebih ekonomis dengan desain yang minimalis. Mesin seperti ini cocok digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat mobile. 3D printer ini kedepan akan dimanfaatkan untuk melakukan pelatihan kepada masyarakat untuk memperkenalkan teknologi manufaktur baru, yaitu proses cetak 3 dimensi.
Pemberdayaan UKM Pengrajin Rumah Tangga Guna Meningkatkan Produktivitas Melalui Teknologi Tepat Guna Kabupaten Boyolali Jawa Tengah Siswanto; Jalil, Abdul; Mustaqomah, Erniyawati
Abdi Masya Vol 1 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i2.140

Abstract

Pemberdayaan industri kecil dan rumah tangga merupakan  kebijakan pemerintah yang berbasis ekonomi kerakyatan. Hal ini merupakan suatu bentuk kepercayaan kepada kemandirian masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonominya. Pada kenyataanya industri kecil dan rumah tangga merupakan industri yang tahan banting terhadap keadaan ekonomi yang tidak menentu seperti saat ini. Dukuh Dawar Desa Manggis Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Di desa tersebut masyarakatnya sebagian besar berwira usaha kerajinan rumah tangga. Usaha berjenis home industry ini telah lama ditekuni oleh masyarakat di desa itu. Pekerjaan kreatif ini sudah menjadi salah satu simbol desa tersebut dan ikut membesarkan nama Boyolali sebagai salah satu kabupaten penghasil kerajinan rumah tangga di Jawa Tengah. Produk dari usaha rumah tangga tersebut banyak macamnya dan bervariasi. Kerajinan  rumah tangga termasuk usaha yang sudah berkembang sejak lama dan kini semakin ramai dan menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM saat ini adalah mesin yang digunakan untuk membuat kerajinan rumah tangga sangat sederhana, sehingga jumlah produksinya terbatas, padahal pemesanan kerajinan rumah tangga tersebut tiap bulannya meningkat pesanan datang dari luar daerah dan luar pulau. Program Penerapan Teknologi Tepat Guna bagi masyarakat dari Kementrian Riset dan Teknologi /Badan Riset dan Inovasi Nasional  ini membantu mengatasi permasalahan yang ada di UKM tersebut dengan mendanai pembuatan mesin serta pelatihan-pelatihannya. Diharapkan dengan program TTG ini para pengrajin rumah tangga dapat menularkan maupun membina masyarakat sekitarnya, sehingga masyarakat disekitarnya mempunyai motivasi untuk berwirausaha baru dan dapat menambah wawasan sehingga dapat mengurangi urbanisasi bagi generasi mudanya.Terlaksananya program TTG kepada Masyarakat ini secara khusus meningkatkan ketrampilan yang mendukung produktifitas serta dapat meningkatkan pendapatan para pengrajin rumah tangga dan kelompoknya di Kampung Dawar Desa manggis Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Dan diharapkan dengan program ini dalam skala Nasional akan meningkatkan pendapatan perkapita daerah.
RANCANGAN PENGABDIAN DALAM PEMBUATAN TEMPAT TIDUR TINGKAT TERINTEGRASI MEJA BELAJAR DI PONDOK PESANTREN Surojo, Eko; Triyono, Teguh; Muhayat, Nurul; Chamim, Moch; Margono, Bambang; Triyono
Abdi Masya Vol 1 No 3
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i3.143

Abstract

Pondok Pesantren adalah salah satu jenis tempat pendidikan formal maupun non formal yang selain memberi materi pelajaran agama juga mengajarkan adab hidup sehari-hari sehingga siswa/santri harus menginap di asrama selama proses pendidikan. Untuk itu, selain sarana prasarana pendidikan, pondok pesantren juga harus menyediakan sarana prasarana kehidupan sehari-hari seperti kamar dan tempat tidur, dapur, sarana olah raga dan lain sebagainya. Karena keterbatasan lahan dan bangunan, satu ruang asrama biasanya dihuni oleh 30-40 santri dengan menggunakan tempat tidur bertingkat. Karena ruang kamar asrama yang kurang memadai, santri biasanya belajar, membaca, mengerjakan Tugas Sekolah di atas tempat tidur. Untuk memberi kenyamanan dalam belajar santri, maka meja belajar yang dirancang terintegrasi dengan tempat tidur untuk menghemat ruang sangat penting untuk dilakukan. Rancangan tempat tidur tingkat terintegrasi dengan meja belajar berbahan dasar baja siku yang bisa dibongkar pasang dengan mudah karena system sambungannya dengan mur-baut. Alas tidur bagian bawah bisa dipisah setengah, lalu dilipat ke arah tiang tempat tidur dan meja belajar bisa didapatkan dengan membuka lipatan berikutnya. Desain ini digunakan untuk program pengabdian yang melibatkan kerjasama bengkel las Sumber Rejeki desa Sawahan, Jaten dan Pondok Pesantren Wirausaha Masjid Fatimah Ar Royyan desa Jongkang, Buran, Karanganyar.
PELATIHAN ROBOT PENGIKUT GARIS (LINE FOLLOWER) UNTUK SISWA SMK BATIK 2 SURAKARTA DI PRODI TEKNIK ELEKTRONIKA STT “WARGA” SURAKARTA Marwanto, S.; Suharjanto, Suharjanto; S. W., Pius; Raharjo, Aris Teguh
Abdi Masya Vol 1 No 3
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i3.148

Abstract

Pembelajaran robotik mendukung siswa untuk mendapatkan materi yang saling terintegrasi antara subyek pelajaran Science (sains), Technology (teknologi), Engineering (teknik), dan Mathematics (matematika). Robotika adalah perpaduan berbagai disiplin ilmu, khususnya mekanik, elektronik dan komputer. Jenis robot yang dipilih untuk pelatihan adalah robot Line Follower karena pembuatan robot ini tidak terlalu rumit sehingga diharapkan siswa dapat menguasai dengan cepat teknik pembuatannya. Sasaran dari program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah siswa-siswi SMK Batik 2 Surakarta dan telah terlaksana dengan baik dan lancar pada hari Kamis, 11 Februari 2021, bertempat di Laboratorium Komputer dan Laboratorium Digital, Prodi Teknik Elektronika, Kampus Sekolah Tinggi Teknologi “Warga” Surakarta. Peserta pelatihan berjumlah 10 orang siswa-siswi SMK Batik 2 Surakarta dengan didampingi dua orang guru pendamping. Hasil dari pelatihan ini, semua peserta dapat merakit dan memprogram sendiri robot line follower.

Page 2 of 14 | Total Record : 136