cover
Contact Name
suwarno
Contact Email
fauzansuwarno@gmail.com
Phone
+6281375800505
Journal Mail Official
asosiasiassalam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ganensa Baru, Kelurahan Kemili, Kecamatan Bebesen, Takengon, Aceh Tengah, Aceh.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Pendekatan Kebijakan Publik dalam Politik Pendidikan Islam
ISSN : ISSN2528     EISSN : ISSN2549     DOI : https://doi.org/10.37249/jas
Core Subject : Education, Social,
merupakan jurnal publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam di Provinsi Aceh, terbit secara paper-based pada tahun 2016 dan terbit secara online sejak tahun 2017. Jurnal As-Salam terbit 2 (dua) kali dalam setahun, periode pertama pada bulan Juni dan periode kedua pada bulan Desember. Jurnal As-Salam Bersifat open acsess dan Peer-Reviewed. Tujuan utama Jurnal As-Salam adalah untuk menyediakan platform bagi para cendekiawan, akademisi dan peneliti nasional maupun internasional untuk berbagi pemikiran dalam bidang Integrasi Sains–Islam (interdisciplinary) dan Pendidikan.
Articles 196 Documents
KOMPETENSI GURU MADRASAH TSANAWIYAH DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Rupiah Rupiah
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjawab empat permasalahan: (1) apakah guru-guru madrasah tsanawiyah Kabupaten Bengkulu Tengah yang telah lulus sertifikasi sudah melaksanakan tugas sesuai dengan standar kompetensi guru, (2) apakah faktor penyebab adanya guru yang belum memenuhi standar kompetensi guru, (3) apa usaha-usaha guru madrasah tsanawiyah dalam peningkatkan kompetensinya, dan (4) upaya-upaya apakah yang dilakukan pihak madrasah dalam rangka meningkatkan kompetensi gurugurunya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara, serta menggunakan analisa data melalui model interaktif yang terdiri atas empat komponen yang saling berinteraksi yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan/verifikasi serta memeriksa keabsahan data dengan teknk triangulasi. Adapun yang dijadikan objek penelitian ini adalah Madrasah Tsanawiyah yang berada di Kabupaten Bengkulu Tengah dengan subjek yang diteliti adalah guru-guru MTs yang sudah lulus serifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwakompetensi guru-guru Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Bengkulu Tengah cukup beragam. Secara umum mereka telah melaksanakan keempat standar kompetensi guru profesional yaitu, kompetensi kerpibadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Tetapi secara khusus mereka belum mampu melaksanakan standar sebagai seorang yang disebut profesional, seperti pada kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional, mereka menyatakan banyak mengalami kesulitan bahkan tidak melaksanakan. Faktor penyebabnya adalah karena kurangnya mengikuti pelatihan guru dan keterbatasan waktu serta sarana dan prasarana. Telah ada upaya yang signifikan dari guru-guru dan pihak madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru.
PENGGUNAAN GRUP FACEBOOK SEBAGAI VIRTUAL CLASS Awal Kurnia Putra Nasution
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan jaringan internet saat ini semakin pesat, salah satu kegiatan yang banyak dilakukan saat menggunakan internet adalah mengakses Facebook. Pembelajaran yang baik seharusnya tidak membelenggu dan menyenangkan. Berdasarkan observasi bahwa semua mahasiswa menggunakan Facebook dan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan maka penulis tertarik unutuk mengembangkan penggunaan grup Facebook sebagai virtual class. Rumusan masalah yang akan di ambil adalah: (1) bagaimana menggunakan grup Facebook sebagai Virtual Class?; dan (2) bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan grup Facebook sebagai Virtual Class?. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa kelas A, B, dan C semester 6 tahun ajaran 2016/2016 di STAIN Gajah Putih Takengon. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini: (a) penggunakan grup Facebook sebagai Virtual Class dilakukan dengan terlebih dahulu membuat grup Facebook dan dilanjutkan dengan tahapan pengelolaan pembelajaran. Tahapan pengelolaan pembelajaran terdiri dari empat tahapan: (1) tahap pertama membuat postingan materi; (2) tahap kedua me-like, menanggapi, dan bertanya; (3) tahap ketiga menjawab dan menanggapi pertanyaan;dan (4) tahap keempat tanggapan dari dosen, menonaktifkan kolom komentar, dan merekapitulasi perkuliahan; dan (b) tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan grup Facebook sebagai Virtual Class adalah baik dan layak untuk digunakan.
EPISTIMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF HASAN LANGGULUNG Muhammad Riza
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Signifikansi tulisan ini adalah pemikiran konsep pendidikan Islam Hasan Langgulung. Hasan Langgulung sendiri merupakan sosok pemikir modernis pendidikan Islam yang lahir pada abad 21. Sosok Hasan Langgulung memiliki concern tersendiri dalam upaya islamisasi ilmu pengetahuan. Islamisasi pendidikan yang ia harapkan juga merupakan wujud kegelisahannya melihat realita perkembangan peradaban umat Islam khususnya pada abad 21 ini. Dalam perspektif Hasan Langgulung konsep pendidikan Islam hendaknya berorientasi pada pengembangan fitrah manusi yang telah dianugerahkan oleh Allah Swt. Hal ini juga didasarkan pada tujuan besar (ultimate goal) pendidikan Islam itu sendiri yang mengkehendaki lahirnya sosok khalifah di permukaan bumi yang dapat memberikan dampak rahmatan lilialamin. Untuk melahirkan pola kehidupan madani dalam konteks pendidikan Islam, Hasan Langgulung menitikberatkan tujuan lain dari pendidikan Islam sebagai upaya melahirkan lulusan yang memiliki kategori insan saleh yang pada sisi lainnya juga akan mewujudkan masyarakat saleh. Untuk mewujudkan itu semua maka Hasan Langgulung mengkehendaki konsep pendidikan Islam yang mengacu pada prinsip integralistik, kesesuaian, keaslian, ilmiah, praktikal dan holistik sehingga tercermin distingsi dengan pendidikan lainnya secara umum.
ANALISIS STRUKTURISME DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM CERITA RAKYAT “SI PAHIT LIDAH” Eva Dahlia
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur cerita rakyat Si Pahit Lidah dan nilai edukatif yang terkandung di dalamnya. Penganalisisan ini diharapkan menambah bahan bacaan pembaca dan peneliti tentang struktur dan fungsi cerita rakyat. Penelitian ini diharapkan mampu memperkaya referensi ilmu sastra. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: (1) bagaimana struktur cerita rakyat si pahit lidah?; dan (2) apa nilai pendidikan yang terkandung di dalam cerita rakyat si pahit lidah? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: (1) struktur cerita rakyat Si Pahit Lidah yaitu: (a) tema cerita rakyat Si Pahit lidah adalah sifat iri hati; (b) alur yang digunakan dalam cerita rakyat Si Pahit Lidah adalah alur lurus atau alur maju; (c) tokoh utama cerita rakyat Si Pahit Lidah adalah Serunting; (d) latar yang menonjol dalam cerita rakyat Si Pahit Lidah adalah latar tempat; dan (e) amanat pada cerita rakyat Si Pahit Lidah yaitu: pertama, agar kita tidak memiliki sifat iri dan dengki, kedua, agar kita berbuat baik terhadap orang lain, (2) nilai pendidikan yang terkandung di dalam cerita rakyat Si Pahit Lidah yaitu: (a) nilai pendidikan moral; (b) nilai pendidikan budaya; (c) nilai pendidikan agama/religi; (d) nilai pendidikan sejarah/historis; dan (e) nilai pendidikan karakter.
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER TERPADU PADA MATA PELAJARAN SAINS Rini Yusmarti
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan pribadi yang berkarakter tidak terjadi dalam jangka waktu yang singkat tetapi memerlukan waktu yang lama dan untuk dapat mengaktualisasikan nilai-nilai karakter tersebut maka perlu adanya intervensi dan habituasi (pemberdayaan dan pembudayaan) dan juga adanya komponen pendukung lainnya. Pengembangan karakter dapat dilakukan secara makro (nasional) maupun secara mikro yaitu pada tingkatan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pada tingkatan satuan pendidikan pengembangan karakter dilakukan melalui integrasi dengan mata pelajaran, budaya sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler. Integrasi nilai karakter dalam pelaksanaan pembelajaran sains terjadi melalui kegiatan pendahuluan, inti (eksplorasi, elaborasi, konfirmasi), dan penutup. Integrasi pembelajaran sains dengan nilai karakter diharapkan agar peserta didik selain menunjukkan perilaku berkarakter sains juga menunjukkan perilaku berkarakter yang diterima secara universal.
MENELISIK MEKANISME PEMBENTUKAN BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA Ramdansyah Fitrah
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 3 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pembentukan Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia, adapun alternatif pembentukan BUS di Indonesia adalah (1) Pendirian BUS dari awal, (2) Spinoff Unit Usaha Syariah, (3) Konversi BUK menjadi BUS, (4) Merger, (5) Konsolidasi dan (6) Akuisisi. Objek dari penelitian ini adalah BUS di Indonesia yang berjumlah 13 dengan menggunakan laporan tahunan yang diakses melalui website masing-masing BUS. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 (delapan) BUS di Indonesia terbentuk melalui mekanisme akuisisi dan kemudian di konversi menjadi BUS. Khusus untuk BRI Syariah dan BTPN Syariah yang sebelumnya sudah memiliki Unit Usaha Syariah, maka UUS yang telah ada kemudian di merger ke BUS yang sudah terbentuk. Kemudian 2 (dua) BUS di Indonesia terbentuk melalui mekanisme Spin-Off, yaitu pemisahan UUS dari BUK. Dan 1 (satu) BUS terbentuk dengan pendirian dari awal yakni Bank Muamalat Indonesia yang merupakan BUS pertama di Indonesia. Dan sisanya 2 (dua) BUS dibentuk melalui mekanisme Konversi BUK menjadi BUS yaitu Maybank Syariah Indonesia dan Bank Aceh Syariah.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM DINAMIKA PERUBAHAN SOSIAL Rosdiani Nasution
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 3 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagasan Islamisasi ilmu merupakan program epistimologi dalam rangka membangun (kembali) peradaban Islam, yang selama ini terkungkung dalam dualisme pengetahuan. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan yang fundmental antara keilmuan dalam islam dengan peradaban barat pada tataran ontologi dan epistimologi. Pada sisi ontologi, barat hanya menjadikan nyata sebagai objek kajian, sehingga mereka membatasi akal dan pancaindra (empiris) sebagai epistimologinya.Epistimologi demikian tampak jelas pada logika positivisme, bahwa sumber pengetahuan hanya terdiri dari pancaindra bahwa sumber pengetahuamn hanya terdiri dari pancaindra (empiris ) serta akal, sehingga sesuatu dianggap (ilmu) dan mengandung “kebenaran” manakala bisa dibuktikan dengan menggunakan perivikasi logis dan verivikasi empiris. Sedangkan perspektif keilmuan dalam Islam mementungkan alam “alam ghayb” (methapisic) alam syahadah ,(physic), serta menerima sebagai penimbang kedua alam itu. Dengan demikian dalam keilmuan Islam berupaya memadukan antara unsur kosmologis,antropologis, dan teologis,yang masing masingberpusat pada penguatan tauhid.untuk itu, pembelajaran dalam pendidikan Islam di arahkan pada konsep tauhid sebagai ultimate goal pada setiap prosesnya.dalam tauhid,manusia bukan saja bebas dan merdeka, tetapi juga memiliki kedudukan sama tanpa adanya superioritas,secara langsung menunjukkan hilangnya penyekat kolektivitas manusia, baik dalam wujud suku bangsa, atau sekedar kelas sosial dalam konsepsi pendidikan Islam.
A COMPARATIVE STUDY ON ANGLO AND NON-ANGLO ACADEMIC DISCOURSE Imam Munandar
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 3 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article showed that Anglo dialogic academic discourse cannot be separated from several aspects such as linear, more personal, writer responsible and focus on form. This writing convention isunderpinned by cultural tradition. Anglo community is influenced by democratic thought pattern belong to Socrates, who stressed the writing as a medium of negotiating meaning and creating knowledge and truth.. Meanwhile, the monologic discourse is found to be produced in non-Anglo communities which have no long democracy tradition. This academic discourse is characterized by impersonal tone, digressiveness, reader responsible and focus on content.. It encourages writer to use writing as a medium of showing knowledge, in which reader do not necessarily need to be guided in explicit and direct way, and assuming that they are intelligent human whom there is nothing much to be directed, guided and explained.
AN ANALYSIS OF TEST VALIDITY OF SENIOR HIGH SCHOOL SEMESTER TEST AT GRADE XI Yulizar Yulizar
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 3 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tes merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembelajaran. Agar tes tersebut berdayaguna, maka tes harus memiliki beberapa criteria sebagai tes yang bagus. Diantaranya; validitas tes, reliabilitas tes, homogenitas tes, dan normalitas tes. Dalam pembahasan ini dilakukan analisa terhadap validitas tes. Dari hasil analisa ditemukan bahwa secara umum tes ini dikatgorikan bagus karena semua soal yang diujikan sudah pernah diajarkan. Dan perbedaan pertanyaan yang digunakan juga baik karena memuat beberapa unsure pertanyaan, diataranya; ungkapan, tata bahasa, teks bacaan (pemahaman teks, penguasaan kosa kata, dan tata bahasa), menuliskan pola kalimat, mengidentifikasi jenis teks, dan menemukan komposisi dari teks tersebut. Meskipun demikian, menciptakan sebuah teks yang sempurna bukanlah hal yang mudah.
THE ANALYSIS OF ELEMENTARY TEACHER EDUCATION DEPARTMENT OF STAIN GAJAH PUTIH STUDENTS’ ENGLISH PROFICIENCY Sungkawati Kardi Wahyuningsih
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 3 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research study is to describe the elementary teacher education department of STAIN Gajah Putih students’ English proficiency. The proficiency was in reading, writing, speaking, andlistening. The subjects of this study are 65 students of the elementary teacher education department students in the academic year 2015/2016. The research instrument was in the form of English proficiency test. The test consists of reading, listening, writing, and speaking tests. The quantitative data were obtained from the students’ answer sheet. The descriptive statistic was used to analyze the quantitative data. The results of the study are as follow. 41.75% of the students were in the level of knowledge. It was followed by comprehension with 28.75% of the students, application with 16.75% of the students, analysis with 8.5% of the students, synthesis with 3.75% of the students, and evaluation with 0.5% of the students.

Page 8 of 20 | Total Record : 196