cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ursj.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ubpostgradjournal@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Urban and Regional Studies Journal
Published by Universitas Bosowa
ISSN : -     EISSN : 26568705     DOI : https://doi.org/10.35965/ursj.v3i2
Urban and Regional Studies Journal menerbitkan artikel yang pada bidang perencanaan pengembangan wilayah, perencanaan kota, perkotaan, infrastruktur, transportasi, dan kawasan perdesaan.
Articles 193 Documents
Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terhadap Akses Layanan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Arta, Baso; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7686

Abstract

Sanitasi yang aman dan layak merupakan salah satu indikator penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama tujuan ke-6, yaitu menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi untuk semua. Salah satu komponen penting dalam sistem sanitasi terdesentralisasi adalah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Namun, tingkat pemanfaatan IPLT di berbagai daerah di Indonesia masih rendah, termasuk di Kabupaten Barru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat terhadap akses layanan IPLT serta merumuskan strategi peningkatan partisipasi masyarakat di Kelurahan Sumpang Binangae. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan 99 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan antar faktor partisipasi (kesempatan, kemauan, dan kemampuan), serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kesempatan, kemauan, dan kemampuan berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam mengakses layanan IPLT. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan edukasi masyarakat, penerapan sistem penyedotan terjadwal, kemitraan publik–swasta, pemberian insentif, serta pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pemeliharaan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat terhadap layanan IPLT harus dilakukan secara kolaboratif, dengan pendekatan berbasis komunitas dan dukungan kelembagaan pemerintah daerah. Safe and adequate sanitation is one of the important indicators in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), especially goal number 6, which is to ensure the availability of clean water and sanitation for all. One important component in a decentralized sanitation system is the Fecal Sludge Treatment Plant (FSTP). However, the utilization rate of IPLT in various regions of Indonesia is still low, including in Barru Regency. This research aims to analyze the factors influencing low community participation in accessing IPLT services and to formulate strategies for increasing community participation in Sumpang Binangae Village. The research method uses a mixed methods approach with 99 respondents determined using Slovin's formula. Data analysis was conducted using the Chi-square test to examine the relationship between participation factors (opportunity, willingness, and ability), and SWAT analysis to formulate improvement strategies. The research findings indicate that the factors of opportunity, willingness, and ability significantly influence the level of community participation in accessing IPLT services. Recommended strategies include strengthening public education, implementing a scheduled pumping system, public-private partnerships, providing incentives, and involving the community from the planning stage thru maintenance. This research confirms that increasing community participation in IPLT services must be done collaboratively, with a community-based approach and the support of local government institutions.
Analisis Faktor Sosial Penyebab Permukiman Kumuh Dengan Metode Principal Component Analysis (PCA): Studi Kasus Di Kawasan Sodoha Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari Hasrizal, Hasrizal; Nasrullah, Nasrullah; Latief, Rudi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor sosial yang menyebabkan kekumuhan permukiman di Kawasan Sodoha, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA). Permukiman kumuh merupakan masalah global dan lokal, dengan Kota Kendari mengalami urbanisasi pesat tanpa diimbangi peningkatan infrastruktur, menjadikan Kawasan Sodoha sebagai studi kasus yang relevan. Pendekatan PCA dipilih karena mampu mengidentifikasi pola-pola utama dari sekumpulan variabel yang saling berhubungan, mengatasi keterbatasan penelitian sebelumnya yang umumnya terfokus pada faktor fisik dan bersifat deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi lapangan pada 93 sampel rumah tangga yang dipilih dengan simple random sampling. Variabel yang dianalisis meliputi kemiskinan, pengangguran, pendapatan per kapita, dan kepadatan penduduk. Hasil uji kelayakan data menunjukkan nilai Kaiser- Meyer-Olkin (KMO) sebesar 0.718 (kategori "cukup baik") dan uji Bartlett yang signifikan (p < 0.001), mengindikasikan data layak untuk PCA. Analisis PCA dengan kriteria eigenvalue > 1 mengidentifikasi tiga komponen utama yang secara kumulatif menjelaskan 65.24% dari total varians. Ketiga faktor tersebut adalah Faktor Masalah Sosial-Ekonomi (mencakup kemiskinan dan pengangguran), Faktor Pendapatan (spesifik pada kesejahteraan finansial individu), dan Faktor Kepadatan Penduduk. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif bahwa kekumuhan permukiman di Sodoha dipengaruhi oleh interaksi faktor ekonomi yang mendasar, kesejahteraan finansial personal, dan tantangan demografis. This study aims to identify and analyze the social factors that cause slum settlements in the Sodoha Area, West Kendari District, Kendari City, using the Principal Component Analysis (PCA) method. Slum settlements are a global and local problem, with Kendari City experiencing rapid urbanization without a corresponding increase in infrastructure, making the Sodoha Area a relevant case study. The PCA approach was chosen because it is capable of identifying the main patterns from a set of interrelated variables, overcoming the limitations of previous studies which generally focused on physical factors and were descriptive in nature. The PCA approach was chosen because it is capable of identifying the main patterns from a set of interrelated variables, overcoming the limitations of previous studies which generally focused on physical factors and were descriptive in nature. Data were collected through questionnaires and field observations on 93 household samples selected using simple random sampling. The variables analyzed included poverty, unemployment, per capita income, and population density. The data feasibility test results showed a Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) value of 0.718 (category “fairly good”) and a significant Bartlett test (p < 0.001), indicating that the data was feasible for PCA. PCA analysis with an eigenvalue criterion > 1 identified three main components that cumulatively explained 65.24% of the total variance. The three factors were the Socioeconomic Problems Factor (covering poverty and unemployment), the Income Factor (specific to individual financial welfare), and the Population Density Factor. These findings provide a comprehensive picture that slum conditions in Sodoha are influenced by the interaction of fundamental economic factors, personal financial welfare, and demographic challenges.
Evaluasi Ketersediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Pada Perumahan Subsidi: Studi Kasus Kawasan Moncongloe Indonesia Sayyidatul Lutfiyah; Syafri Syafri; Ridwan Ridwan
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan efektivitas pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan perumahan subsidi Moncongloe, Kabupaten Maros, dengan pendekatan campuran yang menggabungkan analisis spasial dan wawancara partisipatif. Penelitian dilakukan pada dua lokasi utama: Perumahan Subsidi A dan Perumahan Subsidi B, untuk membandingkan pola penyediaan dan pemanfaatan RTH. Data diperoleh melalui interpretasi citra satelit, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan warga, pengembang, dan aparat pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi RTH masih jauh dari standar nasional 30%, dengan Perumahan Subsidi A memiliki 9% RTH dan Perumahan Subsidi B mencapai 20%. Minimnya vegetasi dan fasilitas pendukung mengakibatkan rendahnya pemanfaatan sosial dan fungsi ekologis RTH. Warga cenderung menggunakan RTH secara terbatas karena kurangnya kenyamanan, sementara pengembang lebih berfokus pada efisiensi lahan. Namun, Perumahan Subsidi B menunjukkan tata ruang yang lebih baik dengan taman di tengah jalan dan area hijau di setiap blok. Diskusi menyoroti perlunya kebijakan tata ruang yang lebih kuat, penerapan insentif bagi pengembang yang menerapkan konsep green infrastructure, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan RTH. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan warga untuk menciptakan RTH yang fungsional dan berkelanjutan. Implikasi praktis dari studi ini adalah perlunya integrasi pendekatan spasial dan partisipatif dalam perencanaan lingkungan perumahan subsidi di kawasan suburban. This study aims to evaluate the availability and effectiveness of green open space (GOS) utilization in the subsidized housing area of Moncongloe, Maros Regency, using a mixed-method approach that combines spatial analysis and participatory interviews. The research was conducted in two main locations Subsidized Housing A and Subsidized Housing B to compare the patterns of GOS provision and utilization. Data were collected through satellite imagery interpretation, field observations, and in-depth interviews with residents, developers, and government officials. The results show that the proportion of GOS remains far below the national standard of 30%, with Subsidized Housing A having only 9% GOS and Subsidized Housing B reaching 20%. The lack of vegetation and supporting facilities has led to low social and ecological functionality of the GOS. Residents tend to use the GOS minimally due to a lack of comfort, while developers focus more on land-use efficiency. However, Subsidized Housing B demonstrates better spatial planning, with green areas along road medians and small parks in each block. The discussion highlights the need for stronger spatial planning policies, the implementation of incentives for developers who adopt green infrastructure concepts, and greater community participation in GOS maintenance. This study emphasizes the importance of collaboration among the government, developers, and residents to create functional and sustainable GOS. The practical implication of this research lies in the necessity of integrating spatial and participatory approaches in the environmental planning of subsidized housing areas in suburban regions.