cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ursj.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ubpostgradjournal@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Urban and Regional Studies Journal
Published by Universitas Bosowa
ISSN : -     EISSN : 26568705     DOI : https://doi.org/10.35965/ursj.v3i2
Urban and Regional Studies Journal menerbitkan artikel yang pada bidang perencanaan pengembangan wilayah, perencanaan kota, perkotaan, infrastruktur, transportasi, dan kawasan perdesaan.
Articles 193 Documents
Model Hubungan Ketersediaan, Kualitas, Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Perkotaan Dengan Pendekatan SEM-PLS Di Alun-Alun Konasara, Wanggudu Hadi Kurniawan; Murshal Manaf; Baso Jaya
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9040

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) merupakan elemen penting dalam sistem perkotaan yang tidak hanya berfungsi ekologis, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketersediaan RTH, kualitas RTH, dan pemanfaatan RTH terhadap kualitas hidup masyarakat di kawasan Alun-Alun Konasara, Perkotaan Wanggudu, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Data diperoleh melalui survei terhadap 108 responden valid yang pernah mengunjungi dan memanfaatkan Alun-Alun Konasara. Variabel yang dianalisis meliputi ketersediaan RTH, kualitas RTH, pemanfaatan RTH sebagai variabel mediasi, dan kualitas hidup masyarakat. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan RTH berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemanfaatan RTH (B=0,325; p<0,001) dan kualitas hidup (B=0,336; p=0,001). Kualitas RTH berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemanfaatan RTH (B=0,533; p<0,001), tetapi tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kualitas hidup (B=-0,004; p=0,963). Pemanfaatan RTH berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hidup (B=0,600; p<0,001). Uji mediasi menunjukkan bahwa pemanfaatan RTH memediasi secara parsial pengaruh ketersediaan RTH terhadap kualitas hidup (B=0,195; p<0,001) dan memediasi secara penuh pengaruh kualitas RTH terhadap kualitas hidup (B=0,320; p<0,001). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan dan kualitas fisik ruang hijau, tetapi juga oleh sejauh mana ruang tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Green open space (GOS) is an important element of urban systems that contributes not only to ecological quality but also to people’s quality of life. This study examines the relationship between GOS availability, GOS quality, and GOS utilization and the quality of life of the community in the Alun-Alun Konasara area, Wanggudu Urban Area, North Konawe Regency. The study employed an explanatory quantitative approach. Data were collected through a survey of 108 valid respondents who had visited and used Alun-Alun Konasara. The analyzed variables consisted of GOS availability, GOS quality, GOS utilization as a mediating variable, and community quality of life. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS). The results indicate that GOS availability has a positive and significant effect on GOS utilization (B=0.325; p<0.001) and quality of life (B=0.336; p=0.001). GOS quality has a positive and significant effect on GOS utilization (B=0.533; p<0.001), but it does not have a significant direct effect on quality of life (B=-0.004; p=0.963). GOS utilization has a positive and significant effect on quality of life (B = 0.600; p < 0.001). The mediation test shows that GOS utilization partially mediates the effect of GOS availability on quality of life (B=0.195; p<0.001) and fully mediates the effect of GOS quality on quality of life (B=0.320; p<0.001). These findings confirm that improvements in urban quality of life are shaped not only by the existence and physical quality of green open space but also by the extent to which the community actively utilizes the space.
Dampak Kegiatan Legalisasi Asset Oleh Kementerian ATR/BPN Terhadap Pertumbuhan Perekonomian Pada Masyarakat di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar Dyah Faizal; Haeruddin Saleh; Iqbal Suhaeb
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kegiatan legalisasi aset yang dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat melalui kepastian hukum aset di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Populasi penelitian adalah masyarakat Kelurahan Barombong sebanyak 13.027 jiwa. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga diperoleh 99 responden, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, survei lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legalisasi aset berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat dengan nilai R Square sebesar 0,659 atau 65,9%. Selanjutnya, legalisasi aset dan pertumbuhan perekonomian masyarakat berpengaruh signifikan terhadap kepastian hukum aset dengan nilai R Square sebesar 0,832 atau 83,2%. Temuan ini membuktikan bahwa program legalisasi aset mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kepastian hukum atas kepemilikan aset tanah. This study aims to analyze the impact of asset legalization activities conducted by the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency (ATR/BPN) on community economic growth through legal certainty of assets in Barombong Subdistrict, Tamalate District, Makassar City. The research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of 13,027 residents of Barombong Subdistrict. The sample size was determined using the Slovin formula with a 10% margin of error, resulting in the selection of 99 respondents through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, field surveys, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using path analysis with SPSS 25.0. The results indicate that asset legalization has a significant effect on community economic growth, with an R-squared value of 0.659 (65.9%). Furthermore, asset legalization and community economic growth significantly influence the legal certainty of assets, with an R-squared value of 0.832 (83.2%). These findings confirm that the asset legalization program contributes to improving community economic conditions and strengthening legal certainty of land ownership.
Implikasi Keberadaan Kampus Universitas Sulawesi Barat Terhadap Perubahan Lahan Di Sekitarnya Ainul Bashirah; Batara Surya; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi keberadaan kampus Universitas Sulawesi Barat terhadap dinamika perubahan penggunaan lahan di kawasan sekitarnya. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods yang mengombinasikan analisis kualitatif dan kuantitatif melalui survei serta pemetaan perubahan penggunaan lahan dalam kurun waktu sepuluh tahun (2015–2025). Teknik analisis meliputi analisis peta penggunaan lahan untuk mengidentifikasi tingkat dan pola perubahan, serta analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh perubahan lahan dan karakteristik spasial terhadap penggunaan lahan. Selain itu, digunakan analisis SWOT sebagai alat untuk menyusun strategi pengembangan kawasan secara terarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberadaan Universitas Sulawesi Barat menjadi faktor penentu utama dalam terbentuknya sistem aktivitas perkotaan di wilayah sekitarnya. Perubahan penggunaan lahan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap dinamika pemanfaatan ruang, sementara karakteristik spasial yang kompleks cenderung berpengaruh negatif sebagai faktor pembatas. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan terpadu antara perubahan lahan dan karakteristik spasial untuk mewujudkan pemanfaatan ruang yang optimal, efisien, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan kawasan yang agresif namun tetap terarah untuk mengoptimalkan potensi wilayah secara berkelanjutan. This research examines the impact of the presence of Universitas Sulawesi Barat on land-use changes in the surrounding area. A mixed-methods approach was employed, integrating both qualitative and quantitative analyses, including survey-based research and land-use change mapping over ten years (2015–2025). The study employs several analytical approaches, including land-use mapping to determine the magnitude and spatial patterns of change; multiple linear regression to assess the influence of land-use transformation and spatial characteristics on land utilization; and SWOT analysis to develop strategic directions for the development of areas surrounding the campus. The results indicate that the presence of Universitas Sulawesi Barat is a primary determinant of the urban activity system in its vicinity. Land-use change has a positive and significant effect on land utilization dynamics, while complex spatial characteristics exhibit a negative influence as a limiting factor. These findings highlight the importance of integrated management of land-use change and spatial characteristics to achieve optimal, efficient, and sustainable land utilization. Therefore, an aggressive yet well-directed development strategy is required to sustainably maximize the existing potential.
Pengaruh Interaksi Dan Aksesibilitas Terhadap Pertumbuhan Wilayah Antar Kecamatan Di Kabupaten Halmahera Barat Fachlis Fachlis; Agus Salim; Haeruddin Saleh
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9049

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh interaksi wilayah dan aksesibilitas terhadap pertumbuhan wilayah antara Kecamatan Loloda dan Kecamatan Loloda Tengah di Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan mixed methods melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan telaah data sekunder. Analisis kuantitatif menggunakan model gravitasi untuk mengukur interaksi, indeks aksesibilitas untuk melihat keterjangkauan antarkecamatan, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan wilayah. Penelitian ini melibatkan 164 responden dan berfokus pada hubungan antara infrastruktur transportasi, mobilitas, pertukaran ekonomi, dan fungsi pelayanan wilayah. Hasil model gravitasi menghasilkan nilai interaksi sebesar 26,665 yang menunjukkan bahwa hubungan fungsional antara kedua kecamatan sudah terbentuk, tetapi masih relatif rendah karena hambatan jarak dan keterbatasan infrastruktur transportasi. Analisis aksesibilitas juga menunjukkan ketimpangan keterjangkauan, di mana Kecamatan Loloda memiliki nilai aksesibilitas yang relatif lebih tinggi (5,74) dibandingkan dengan Loloda Tengah (2,90). Analisis SWOT menghasilkan nilai IFAS 2,66 dan EFAS 2,81 sehingga wilayah penelitian berada pada Kuadran I atau strategi pertumbuhan. Dengan demikian, arah prioritas pengembangan meliputi peningkatan infrastruktur jalan dan transportasi laut, penguatan pusat ekonomi lokal, pengembangan fasilitas pasar dan distribusi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan aksesibilitas akan meningkatkan intensitas interaksi dan mendukung pertumbuhan wilayah yang lebih merata di Kabupaten Halmahera Barat. This study examines the effect of inter-regional interaction and accessibility on regional growth between Loloda District and Central Loloda District in West Halmahera Regency. The research was designed using a mixed-methods approach, combining field observations, interviews, questionnaires, and a review of secondary data. Quantitative analysis employed a gravity model to measure interaction, an accessibility index to capture inter-district reachability, and SWOT analysis to formulate a development strategy. The study involved 164 respondents and focused on the relationship between transport infrastructure, mobility, economic exchange, and regional service functions. The gravity model produced an interaction value of 26,665, indicating that the functional relationship between the two districts exists but remains relatively low due to distance barriers and limited transport infrastructure. Accessibility analysis also shows unequal accessibility, where Loloda has a higher relative accessibility score (5.74) than Central Loloda (2.90). SWOT analysis yielded an IFAS score of 2.66 and an EFAS score of 2.81, placing the area in Quadrant I, indicating a growth strategy. The priority directions therefore include improving road and sea transport infrastructure, strengthening local economic centers, expanding market and distribution facilities, enhancing human resources, and reinforcing collaboration among government and community actors. These findings confirm that stronger accessibility will intensify interaction and support more balanced regional growth in West Halmahera Regency.
Strategi Penanganan Permukiman Kumuh Dengan Konsep Eco-Settlement Berbasis Partisipasi Masyarakat di Kawasan Perkotaan Kabupaten Pinrang Syarif, Edy Siswanto; Latief, Rudi; Hamdy, Muh. Awaluddin
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanganan permukiman kumuh di kawasan perkotaan Kabupaten Pinrang melalui pendekatan eco-settlement berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan survei. Analisis data dilakukan menggunakan SWOT melalui pendekatan IFAS dan EFAS untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam penanganan kawasan kumuh. Selain itu, analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk menggambarkan kondisi dan persebaran permukiman kumuh secara keruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan kumuh di Kabupaten Pinrang umumnya tergolong kumuh ringan yang dipengaruhi oleh urbanisasi, pertumbuhan penduduk, keterbatasan akses terhadap hunian layak, rendahnya kualitas sarana dan prasarana, faktor sosial ekonomi masyarakat, serta lemahnya koordinasi tata ruang dan kelembagaan. Konsep eco-settlement terbukti relevan sebagai strategi penanganan karena mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, ekonomi, dan kelembagaan secara berkelanjutan. Keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi para pemangku kepentingan. This study aims to analyze alternative strategies for addressing slum settlements in the urban areas of Pinrang Regency through an eco-settlement approach based on community participation. The research employed a qualitative descriptive method, with data collected through field observations, interviews, documentation, and surveys. Data analysis was conducted using SWOT analysis, with the Internal Factors Analysis Summary (IFAS) and External Factors Analysis Summary (EFAS) frameworks, to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats associated with slum settlement management. In addition, spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS) was used to examine the spatial distribution and characteristics of slum areas. The findings indicate that slum settlements in Pinrang Regency are generally classified as light slums, influenced by urbanization, population growth, limited access to adequate housing, insufficient infrastructure and public facilities, socio-economic constraints, and weak coordination in spatial planning and institutional governance. The eco-settlement concept was found to be highly relevant as a sustainable strategy because it integrates ecological, social, economic, and institutional dimensions. The successful implementation of this approach largely depends on active community participation and strong collaboration among stakeholders.
Strategi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Di Sekitar Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Luwu Timur Fitriani Fitriani; Murshal Manaf; Erwin Amri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting pemanfaatan ruang di sekitar Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Kabupaten Luwu Timur, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penyimpangan pemanfaatan ruang, serta merumuskan strategi pengendalian pemanfaatan ruang yang efektif dan implementatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan jenis penelitian deskriptif-analitis dan pendekatan studi kasus. Analisis dilakukan melalui analisis spasial untuk menilai kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap rencana tata ruang, analisis kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi faktor penyebab penyimpangan, serta analisis SWOT-AHP untuk merumuskan dan menentukan prioritas strategi pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang di sekitar KPI Kabupaten Luwu Timur bersifat dinamis dan kompleks, ditandai oleh tingginya tekanan pertambangan dan industri, pertumbuhan aktivitas pendukung kawasan, serta ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan RTRW, termasuk tumpang tindih PKKPR/RKKPR. Faktor penyebab utama meliputi tekanan ekonomi dan investasi, ketidaksinkronan tata ruang dan perizinan, lemahnya pengawasan, keterbatasan kelembagaan, serta konflik penguasaan lahan. Strategi pengendalian yang diprioritaskan meliputi percepatan penyusunan RDTR, penguatan koordinasi dan integrasi data, peningkatan pengawasan, serta penguatan sosialisasi dan penegakan hukum. This study aims to analyze the existing condition of spatial utilization around the Industrial Allocation Area (KPI) in Luwu Timur Regency, identify the factors causing spatial utilization deviation, and formulate effective and implementable control strategies. The study employed a mixed-method approach with a descriptive-analytical design and a case study strategy. The analysis included spatial analysis to assess conformity between actual land use and the spatial plan, descriptive qualitative analysis to identify the causes of deviation, and SWOT-AHP analysis to formulate and prioritize control strategies. The findings show that spatial utilization around the KPI in Luwu Timur is dynamic and complex, characterized by strong mining and industrial pressures, the growth of supporting activities, and inconsistencies with the spatial plan, including overlapping PKKPR/RKKPR permits. The main causal factors include economic and investment pressure, lack of synchronization between spatial planning and licensing, weak supervision, limited institutional capacity, and land tenure conflicts. The priority control strategies include accelerating RDTR preparation, strengthening coordination and data integration, improving supervision, and reinforcing public outreach and law enforcement.
Strategi Pembangunan Kawasan Industri PT. Conch North Sulawesi Cement Terhadap Transformasi Penggunaan Lahan Di Kabupaten Bolaang Mongondow Mokoginta, Sucipto; Latief, Rudi; Aksa, Kamran
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan spasial yang mendorong terjadinya transformasi penggunaan lahan di sekitar kawasan industri PT. Conch North Sulawesi Cement di Kabupaten Bolaang Mongondow, serta merumuskan arah strategi pembangunan kawasan industri yang berkelanjutan. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui integrasi observasi lapangan dan penyebaran kuesioner terstruktur kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas industri. Analisis Chi-Kuadrat digunakan untuk menguji hubungan antara delapan faktor penyebab, yaitu pertumbuhan penduduk, harga tanah, fasilitas ekonomi, karakter tempat, kebijakan tata ruang, tekanan ekonomi, investasi eksternal, dan kondisi fisik wilayah terhadap perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh dari delapan variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap transformasi lahan, dengan pertumbuhan penduduk dan harga tanah sebagai faktor dominan. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi yang menekankan pentingnya optimalisasi karakter spasial lokal, penguatan kebijakan tata ruang, dan pengelolaan lahan adaptif berbasis masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola lahan yang berkelanjutan dapat dicapai apabila dinamika spasial dikembangkan secara selaras dengan kapasitas sosial dan lingkungan lokal, sehingga menjadi dasar empiris bagi perencanaan wilayah di daerah berkembang. This study investigates the socio-spatial factors driving land use transformation around the PT. Conch North Sulawesi Cement industrial estate in Bolaang Mongondow Regency and formulates strategic directions for sustainable industrial development. A quantitative approach was applied, integrating field observations and structured questionnaires distributed to local communities directly affected by industrial expansion. The Chi-Square test was used to identify the significance of relationships among demographic growth, land price escalation, economic facilities, place character, spatial policy, economic pressure, external investment, and physical conditions. The results reveal that seven of the eight variables significantly influence land transformation, with population growth and land price being the most dominant. SWOT analysis was subsequently employed to derive strategic directions emphasizing the optimization of local spatial characteristics, strengthening spatial policy enforcement, and promoting community-based adaptive land management. The findings highlight that sustainable land governance in developing regions can be achieved when industrial expansion aligns with local socio-spatial capacities and environmental balance.
Efektivitas Pemetaan Terintegrasi Dengan Pemanfaatan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone Pada Program Strategis Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Di Kabupaten Bantaeng Andi Musdar Ruskin; Andi Muhibuddin; Baso Jaya
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemetaan terintegrasi dengan pemanfaatan Peta Foto UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone  (Citra Satelit Resolusi Tinggi) dalam mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Bantaeng. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya cakupan pendaftaran tanah di wilayah tersebut dan perlunya inovasi metode pemetaan yang lebih efisien dan akurat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan mixed method, dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran lapangan. Sampel yang digunakan dalam studi ini terdiri dari 94 bidang tanah yang mewakili populasi 1.344 bidang. Analisis dilakukan untuk membandingkan efektivitas metode pemetaan konvensional dengan metode fotogrametri berbasis Peta Foto UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone  dari segi waktu pelaksanaan, efisiensi tenaga kerja, biaya operasional, serta jumlah bidang tanah yang berhasil dipetakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Peta Foto UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone  secara signifikan meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil pemetaan dalam pelaksanaan PTSL. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis terhadap percepatan program PTSL serta menjadi acuan pengembangan kebijakan teknis pemetaan tanah berbasis teknologi modern. Penerapan teknologi geospasial seperti UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone  menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi digital pertanahan nasional. Kajian ini juga memberi gambaran konkret tentang optimalisasi sumber daya dalam pelaksanaan PTSL di daerah dengan keterbatasan akses dan SDM. This study aims to examine the effectiveness of integrated mapping through the utilization of UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone Photo Maps (High-Resolution Satellite Imagery) in supporting the implementation of the National Strategic Program for Complete Systematic Land Registration (PTSL) in Bantaeng Regency. The background of this research is based on the still low coverage of land registration in the region and the need for innovative mapping methods that are more efficient and accurate. The research employs a mixed-method approach, with primary data collected through observation, interviews, documentation, and field measurements. The sample used in this study consists of 94 land parcels representing a population of 1,344 parcels. The analysis was conducted to compare the effectiveness of conventional mapping methods with UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone-based photogrammetric mapping in terms of implementation time, labor efficiency, operational costs, and the number of land parcels successfully mapped. The results indicate that the use of UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone Photo Maps significantly enhances the efficiency and quality of mapping results in the implementation of PTSL. This study is expected to provide practical contributions to accelerating the PTSL program and to serve as a reference for the development of technical policies on modern technology-based land mapping. The application of geospatial technology such as UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone s represents an important step in supporting the digital transformation of national land administration. This study also provides a concrete overview of resource optimization in the implementation of PTSL in areas with limited access and human resources.
Penanganan Permukiman Kumuh Dengan Pendekatan Karateristik Dan Faktor Penyebab Kekumuhan Di Kelurahan Wandaka, Kabupaten Buton Utara Agit Djatmiko; Nasrullah Nasrullah; Rudi Latief
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7493

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor dominan penyebab kekumuhan permukiman di Kawasan Wandaka, Kabupaten Buton Utara, menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi lapangan terhadap 87 rumah tangga yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Hasil uji Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) sebesar 0,782 dan Bartlett’s Test signifikan (p < 0,05) menunjukkan data layak untuk PCA. Analisis menghasilkan dua komponen utama dengan total varian 74,32%. Komponen pertama adalah faktor sosial-ekonomi yang mencakup pendapatan, pendidikan, mata pencaharian, dan kepemilikan lahan, sedangkan komponen kedua adalah faktor demografi keluarga yang diwakili oleh jumlah anggota keluarga. Temuan menunjukkan bahwa kekumuhan di Wandaka dipengaruhi terutama oleh keterbatasan ekonomi dan tekanan demografis. Oleh karena itu, strategi penanganan perlu mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengendalian kepadatan penduduk, dan perbaikan akses terhadap layanan dasar. This study aims to identify the dominant factors causing slum conditions in the Wandaka area, North Buton Regency, using the Principal Component Analysis (PCA) method. Data were collected through questionnaires and field observations of 87 households selected using proportionate stratified random sampling. The Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) test result of 0.782 and Bartlett's Test significance (p < 0.05) indicate that the data is suitable for PCA. The analysis produced two main components with a total variance of 74.32%. The first component was the socioeconomic factor, which included income, education, livelihood, and land ownership, while the second component was the family demographic factor, represented by the number of family members. The findings indicate that slum conditions in Wandaka are mainly influenced by economic constraints and demographic pressures. Therefore, mitigation strategies need to include improving community welfare, controlling population density, and improving access to basic services.
Arahan Perencanaan Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu Berbasis Agro-Technopark Untuk Meningkatkan Daya Saing Wilayah Iskariyanto, Iskariyanto; Aksa, Kamran; Salim, Agus
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7628

Abstract

Pengembangan sektor pertanian berbasis inovasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing wilayah, terutama di kawasan dengan potensi agraris tinggi seperti Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor-faktor kendala dalam perencanaan kawasan pertanian terpadu berbasis Agro-Technopark, dan (2) menyusun strategi pengembangan kawasan yang berdaya saing dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak AMOS 24 untuk menguji hubungan kausal antar variabel. Data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik dan diperkuat dengan analisis SWOT untuk merumuskan strategi. Hasil analisis SEM mengidentifikasi lima faktor penghambat utama yang berpengaruh signifikan, yaitu: (1) Pemahaman dan Kapasitas SDM Pertanian (X1), (2) Persepsi terhadap Produktivitas Sistem (X2), (3) Kesesuaian Model dengan Ekosistem Lokal (X3), (4) Pendekatan Komprehensif dan Integralistik (X6), dan (5) Dukungan Kebijakan Pembangunan Pertanian (X7). Sementara itu, dua faktor, yaitu Integrasi Potensi Lokal (X4) dan Kelembagaan dan Integrator Sistem (X5), memiliki pengaruh yang lemah. Model SEM dinyatakan good fit yang menunjukkan bahwa strategi utama yang harus diambil adalah strategi ofensif. Strategi inti yang dirumuskan meliputi: (1) Mengembangkan Agro-Technopark sebagai pusat inovasi daerah berbasis komoditas unggulan (padi, kakao, hortikultura) dengan memanfaatkan dukungan kebijakan nasional (SIDa) dan daerah (RPJMD); (2) Meningkatkan riset dan penerapan smart farming melalui kolaborasi Triple Helix; (3) Mendorong investasi hijau dan hilirisasi produk pertanian lokal; serta (4) Menjadikan kawasan sebagai model sustainable agroecosystem yang mendukung agenda ekonomi hijau.Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa penguatan faktor internal, khususnya kapasitas SDM dan dukungan kebijakan, serta pemanfaatan peluang eksternal berupa kebijakan nasional dan potensi pasar, merupakan kunci sukses pengembangan kawasan. Implementasi strategi yang diusulkan diharapkan dapat mentransformasi Kecamatan Andowia menjadi kawasan pertanian modern, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi model pengembangan Agro-Technopark di wilayah timur Indonesia. Developing an innovation-based agricultural sector is key to enhancing regional competitiveness, especially in areas with high agricultural potential like Andowia District, North Konawe Regency. This research aims to (1) identify the limiting factors in integrated agricultural area planning based on Agro-Technopark, and (2) develop competitive and sustainable area development strategies. This research uses a mixed methods approach that integrates quantitative and qualitative analysis. Quantitative data was collected thru questionnaires administered to 100 respondents and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 24 software to test causal relationships between variables. Qualitative data was obtained from in-depth interviews, field observations, and document studies, which were then analyzed thematically and strengthened with SWAT analysis to formulate strategies. The results of the SEM analysis identified five major inhibiting factors that had a significant impact, namely: (1) Understanding and Capacity of Agricultural Human Resources (X1), (2) Perception of System Productivity (X2), (3) Model Suitability with the Local Ecosystem (X3), (4) Comprehensive and Integralistic Approach (X6), and (5) Support for Agricultural Development Policies (X7). Meanwhile, two factors, namely Local Potential Integration (X4) and System Institutions and Integrators (X5), had a weak influence. The SEM model is considered a good fit indicating that the main strategy to be adopted is an offensive strategy. The core strategies formulated include: (1) Developing an Agro-Technopark as a regional innovation center based on superior commodities (rice, cocoa, horticulture) by leveraging national (SIDa) and regional (RPJMD) policy support; (2) Enhancing research and the application of smart farming thru Triple Helix collaboration; (3) Promoting green investment and downstream processing of local agricultural products; and (4) Establishing the area as a model sustainable agroecosystem that supports the green economy agenda. The conclusion of this study emphasizes that strengthening internal factors, particularly human resource capacity and policy support, as well as capitalizing on external opportunities such as national policies and market potential, are key to the successful development of the region. The implementation of the proposed strategy is expected to transform Andowia District into a modern, competitive, and sustainable agricultural area, while also serving as a model for the development of Agro-Technoparks in eastern Indonesia.