Journal of Industrial View
Journal of Industrial View (JIV),is a scientific periodical of the Faculty of Engineering, University of Merdeka Malang, which includes a variety of research in the field of industrial engineering, or the analysis of actual case studies. Journal of Industrial View (JIV) is formed since 2019 and many of manuscript published until recent days. A Scientific periodical is intended as a means of scientific communication and a means of fostering, developing and strengthening knowledge in the field of industrial engineering. Academics, practitioners may submit his papers to the editor with the guidelines in writing. Coverage includes, but is not limited to manufacturing systems, management system, operation research, quality engineering and human factors engineering. Researchers in all industrial engineering fields are encouraged to contribute articles based on recent research.
Articles
66 Documents
Pengendalian Proses Produksi Makanan Ringan Mini Jelly
Samsudin Hariyanto
Journal of Industrial View Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.341 KB)
|
DOI: 10.26905/4208
Produk mini jelly, spesifikasi produk yang diperhatikan adalah berat produk atau netto. Berat atau netto produk tersebut merupakan salah satu data variabel yang digunakan dalam pengendalian proses produksi. Untuk memastikan bahwa produk sesuai dengan kualitas yang ditentukan hingga berada di tangan konsumen, maka digunakanlah salah satu metode dalam mengendalikan atau mengolah kualitas yaitu statistical process control. Pengendalian proses produksi makanan ringan mini jelly dapat dianalisis dengan menggunakan peta kendali dan menghitung kapabilitas proses nya. Berdasarkan analisis dengan peta kendali rata-rata dan peta kendali jarak (peta kendali X dan peta kendali R) didapatkan hasil semua data berada dalam batas kendali setelah dua kali revisi karena masih terdapat data yang berada di luar batas kendali pada analisis sebelumnya. Setelah semua data dinyatakan berada pada batas kendali, kemudian dihitung kapabilitas prosesnya. Hasil kapabilitas proses menunjukkan bahwa proses memiliki kapabilitas yang rendah dan kurangnya akurasi proses sehingga diperlukan perbaikan kualitas agar produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh perusahaan dan agar konsumen mendapatkan produk yang berkualitas bai
Kajian Finansial Industri Pengalengan Ikan di Papua Barat
Vetty Kartikasari
Journal of Industrial View Vol 3, No 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1369.373 KB)
|
DOI: 10.26905/jiv.v3i1.5836
Ditengah ketidakpastian ekonomi global dan fenomena perlambatan ekonomi yang nyata, investasi diharapkan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional jangka panjang. Saat ini pemerintah terus berupaya menarik investasi dalam rangka industrialisasi terintegrasi dari hulu ke hilir dan berbasis hilirisasi sumber daya alam melalui pengembangan Kawasan Industri (KI) diberbagai wilayah di Indonesia. KEK Sorong memiliki potensi peluang investasi yang dapat dikembangkan disektor perikanan dimana Papua Barat merupakan salah satu daerah penghasil komoditas perikanan tangkap terbesar di Indonesia dengan total nilai produksi IDR. 121, 5 Miliar. Kajian finansial terhadap peluang investasi pembangunan industri pengalengan ikan di KEK Sorong bertujuan memberikan informasi dan rekomendasi bagi investor untuk melakukan keputusan investasi. Dengan Total Project Investment IDR 1.674.384.378.239 selama horizon perencanaan 10 tahun dengan struktur modal 60% hutang jangka panjang dan 40% modal sendiri serta MARR 12,70%. Maka hasil perhitungan kelayakan investasi pendirian industri pengalengan ikan di papua barat dengan skenario optimis dan moderat menghasilkan NPV (net Present value) masing-masing sebesar 1.896.291.808.106 dan 321.438.026.504, tingkat pengembalian investasi (payback period) selama 3,3 tahun dan 6,7 tahun, sedangkan untuk perhitungan IRR ( Internal rate return ) mencapai 68,66 %, dan 27.58% sementara hasil analisa biaya atas manfaat diperoleh angka 3.3 dan 1,26. Dari hasil kajian finansial berdasarkan 4 parameter kriteria investasi t diatas maka pembangunan proyek pengalengan ikan di Papua barat layak dilaksanakan.
Pengukuran Metode Kerja Pelintingan Rokok dengan Method Time Measurement (MTM-1)
Much. Riza Fauzi
Journal of Industrial View Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/3989
Proses pelintingan rokok merupakan proses yang cukup sulit untuk dilakukan pengukuran waktu kerja dikarenakan proses pelintingan rokok melakukan gerakan-gerakan dasar dalam bekerja. Salah satu pengukuran waktu kerja yang bisa digunakan dalam pelintingan rokok adalah Method Time Measurement-1 (MTM-1). Metode ini masuk dalam kategori pengukuran kerja tidak langsung. Melalui penelitian ini bisa mengetahui waktu standar dalam proses pelintingan rokok. Selain itu penelitian ini menyajikan gerakan yang produktif dan gerakan non-produktif.
Kursi Kerja Ergonomis PT XYZ
Fuad Kautsar;
Novira Kathrina Dewi
Journal of Industrial View Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (542.131 KB)
|
DOI: 10.26905/5040
Posisi kerja yang kurang baik dapat menyebabkan kelelahan kerja dan berakibat timbulnya dampak tidak langsung berupa keluhan sakit pada bagian tubuh seperti pegal-pegal, nyeri punggung, leher kaku, cepat lelah, dan lain sebagainya sehingga mempengaruhi kinerja dan hasil produksi. Dampak tidak langsung tersebut telah dirasakan oleh beberapa karyawan PT XYZ. . Terdapat tiga bentuk kursi kerja yang berada di ruangan departemen non proses. Ergonomi merupakan suatu ilmu, seni dan teknologi yang berupaya untuk menyerasikan alat, cara dan lingkungan kerja terhadap kemampuan, kebolehan dan segala keterbatasan manusia, sehingga manusia dapat berkarya secara optimal tanpa pengaruh buruk dari pekerjaannya. Data antropometri dapat digunakan untuk mendesain pakaian, tempat kerja, lingkungan kerja, mesin, alat dan sarana kerja serta produk-produk untuk konsumen. hasil perhitungan melalui REBA ( Rapid Entire Body Assessment ) worksheet dapat diketahui kursi jenis 2 dan 3 memiliki nilai REBA yang tinggi yaitu 9 yang berarti High Risk dan perlu untuk investigasi khusus dan perubahan posisi duduk / jenis kursi yang digunakan.. Hasil perhitungan dimensi kursi yang sudah diuji distribusi dan normalitasnya, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pekerja dan mengurangi resiko kecelakaan bagi pekerja. Dengan adanya penelitian ini mengharapkan kewaspadaan bagi pekerja untuk lebih memperhatikan ergonomi ditempat kerja terutama posisi duduk dalam bekerja.
Analisa Pengendalian dan Perbaikan Kualitas Proses Pengalengan Ikan Tuna menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) Studi Kasus Di PT XXX Jawa Timur
Vetty Kartikasari;
Hanna Romadhon
Journal of Industrial View Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (413.862 KB)
|
DOI: 10.26905/2999
Ditengah persaingan bisnis yang sangat ketat, PT XXX senantiasa berupaya menciptakan produk yang aman dan berkualitas untuk mempertahankan eksistensinya serta menjawab tuntutan konsumen akan produk berkualitas. Pada tahun 2018 data kecacatan produk yang dihasilkan PT XXX Jawa Timur rata-rata 4.62% diatas toleransi yang diperbolehkan yaitu 2%. Sehingga perlu dilakukan perbaikan kualitas pada proses pengalengan ikan tuna di PT XXX dengan mengindentifikasi faktor -faktor penyebab kecacatan. Berdasarkan hasil pengolahan data di PT XXX diperoleh 4 atribut kecacatan dengan nilai RPN tertinggi yaitu kadar histamin tinggi (306.67), honeycomb (204.44), dent body and seam kaleng (195.56) dan pastymeat (119.76) yang dirangking dengan perisip pareto. Dengan fault tree analysis (FTA) dapat diidentifikasi bahwa faktor penyebab terjadinya kecacatan pada produk tuna kaleng dipengaruhi faktor material, man (human error), machine, methods dan environment (sanitasi) meski demikian probabilitas terjadinya kecacatan pada tuna kaleng tergolong rendah. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan adalah memperhatikan kesiapan mesin melalui penjadwalan preventive maintenance secara berkala, mempersiapkan mesin manual sebagai antisipasi bila mesin utama rusak, training dan briefing rutin tentang SOP, meningkatkan motivasi dan menumbuhkan kesadaran pegawai melalui program reward and punishment, memperbaiki mekanisme dan metode penerimaan material serta meningkatkan kesadaran karyawan terhadap kebersihan sanitasi lingkungan terutama yang bersinggungan langsung dengan media.
Perancangan Key Performance Indicators sebagai Sistem Penilaian Kinerja Di PT Inti Sawit Subur
Imam Bayhaqi
Journal of Industrial View Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (564.128 KB)
|
DOI: 10.26905/4826
Perkembangan dunia industri yang pesat mendorong perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat bertahan dan berkembang. Sistem penilaian kinerja merupakan alat untuk melakukan evaluasi internal dan penilaian strategis. PT. Inti Isawit Subur mengukur kinerja perusahaannya hanya berdasarkan aspek keuangan saja sehingga tidak menggambarkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Metode yang akan digunakan dalam merancang sistem penilaian kinerja di PT Inti Isawit Subur adalah Balanced Scorecard, karena metode ini menetapkan kriteria yang diukur menjadi empat perspektif yaitu Keuangan, Pelanggan, Proses Internal, dan Pembelajaran dan Pertumbuhan. Hasil perancangan sistem penilaian kinerja diperoleh 11 Key Performance Indicators kinerja utama. Perspektif keuangan terdiri dari 2 indikator, perspektif pelanggan terdiri dari 3 indikator, perspektif proses internal terdiri dari 3 indikator, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan terdiri dari 3 indikator. Untuk melihat keterkaitan masing-masing perspektif, perusahaan dapat melihat peta strategi yang dapat memberikan gambaran untuk meningkatkan laba perusahaan.
Analisis dan Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi dengan Metode Systematic Layout Planning
Ni Made Wiati;
Fu'ad Kautsar;
Mohammad Zuheruz Zaman
Journal of Industrial View Vol 3, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (778.671 KB)
|
DOI: 10.26905/jiv.v3i2.6678
Home industry cetakan kue Fandy adalah perusahaan rumahan yang memproduksi cetakan kue menggunakan teknik cor dengan bahan baku alumunium. Permasalahan yang terjadi pada Tata letak pada Home industry cetakan kue Fandy adalah adanya waste (pemborosan) yang terjadi. Seperti waste gerakan bolak-balik seperti pada stasiun percetakan menuju stasiun pemotongan dan pengikiran yang harus melewati stasiun bahan baku terlebih dahulu Waste transportasi berlebihan seperti Proses perpindahan bahan baku menuju stasiun peleburan yang cukup jauh yang seharusnya berdekatan. Permasalahan tersebut dapat menyebabkan ongkos material handling menjadi lebih besar hal ini yang nantinya berpengaruh pada besarnya biayaproduksi dan waktu proses produksi. Perancangan ulang tata letak fasilitas pada stasiun kerja dan perbaikan layout usulan dengan menggunakan pendekatan metode Systematic Layout Planning (SLP). Ada beberapa tahapan dari SLP yaitu tahap analisis, tahap penyesuaian dan tahap evaluasi. Tahap analisis seperti analisis aliran material, activity relationship chart (ARC) dan activity relationship diagram (ARD). Tahap analisis seperti perencanaan hubungan diagram ruangan dan perancangan alternatif layout. Dan pada tahap evaluasi dilakukan perhitungan untuk mendapatkan ongkos material handling yang minimum.Berdasarkan hasil perancangan dengan metode Systematic Layout Planning (SLP) perhitungan jarak material handling layout awal jarak total yang ditempuh pada proses produksi adalah sebesar 1981,8 meter dalam priode satu minggu. Sedangkan jarak total yang di tempuh untuk proses produksi pada layout usulan adalah sebesar 1732,05 meter dalam satu minggu. Dengan ongkos material handling (OMH) perminggu layout awal sebesar Rp 777.238,00 setelahdilakukan perbaikan usulan menjadi Rp 691.006,82 dengan penghematan sebesar 11%.
Material Handling Terpendek Dengan Blocplan90 dan Value Stream Mapping (VSM)
Ni Made Wiati
Journal of Industrial View Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (535.239 KB)
|
DOI: 10.26905/4209
Air Mineral UNMER merupakan produk untuk memenuhi kebutuhan air minum di lingkungan internal Universitas Merdeka Malang. Pada proses produksinya masih terdapat aliran backtracking. Beberapa mesin yang aliran prosesnya berurutan masih diletakkan berjauhan. Hal ini menyebabkan jarak material handling menjadi lebih panjang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perbaikan ulang tata letak guna memperpendek jarak material handling dengan menggunakan Software Blocplan90 dan metode Value Stream Mapping (VSM). Berdasarkan hasil analisa dari desain tata letak usulan terjadi pengurangan jarak material handling dari 15,79 meter menjadi 12,17 meter dengan persentase pengurangan yaitu 22,9% dan tidak ada aliran bolak balik (backtracking) dibandingkan dengan tata letak awal. Dengan metode VSM juga menyebabkan pengurangan jarak antara stasiun kerja penyimpanan botol kosong (PB) ke stasiun kerja filling sebesar 1,99 meter (27,98%) ,sedangkan pengurangan jarak antara stasiun kerja filling ke tempat penyimpanan sementara (PS) sebesar 2,28 meter (51,82%).
Analisis Beban Kerja Operator Mesin Pengaduk Adonan Kerupuk sebagai Upaya Meningkatkan Produktivitas
Diana Chandra Dewi
Journal of Industrial View Vol 3, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (881.547 KB)
|
DOI: 10.26905/jiv.v3i2.6662
Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan sumber ekonomi potensial masyarakat yang mampu menggerakkan roda ekonomi sampai pada tingkat masyarakat bawah. Berbagai keunggulan yang ada di UKM terdapat juga hal-hal yang perlu ditingkatkan salah satunya produktivitas dan produksi. UKM Bu De Ira yang memproduski kerupuk jengkol juga merupakan UKM yang perlu mendapatkan perbaikan yang di tujukan untuk operator pada posisi kerjanya. Standard Nordic Questionnairre (SNQ) merupakan alat yang dapat mengetahui bagian-bagian otot yang mengalami keluhan dengan tingkat keluhan mulai dari Tidak Sakit (1), Agak Sakit (2), Sakit (3) dan Sangat Sakit (4). Perbaikan diawali dengan mengidentifikasi keluhan operator melalui penyebaran kuisioner Standard NordicQuestionnaire (SNQ). Hasil dari indentifikasi ini diketahui para operator mengalami kelelahan setelah bekerja. Kondisi ini dikarenakan seringnya pekerja bekerja dengan posisi kerja yang tidak ergonomis, yaitu postur membungkuk, duduk dan jongkok. Posisi kerja ini memicu timbulnya gangguan pada otot, dan sakit pada sendi sehingga menimbulkan kelelahan operator. Keadaan mengindikasikan bahwa aktivitas tersebut tergolong kedalam kategori berbahaya dan dapat menyebabkan risiko kecelakaan kerja. Melihat kondisi UKM ini dilakukanlah penelitian untuk mengetahui keluhan yang dirasakan para operator dan selanjutnya dilakukan analisis dan perbaikan posisi kerja juga perbaikan alur proses produksi. Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi kelelahan kerja yang dirasakn oleh para operator selama bekerja dan untuk peningkatan produktivitas
VOICE OF CUSTOMER SEBAGAI SARANA IDENTIFIKASI KEINGINAN CUSTOMER SOUVENIR PERNIKAHAN
Fenda Ramadhani;
Aldian Hendardi Nugroho;
Aang Fajar Passa Putra
Journal of Industrial View Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/4021
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi kebutuhan pelanggan melalui skema Voice of Customer. Dengan adanya hasil identifikasi kebutuhan pelanggan ini, diharapkan pelaku usaha dapat melakukan forecast yang lebih akurat terhadap permintaan pasar akan souvenir pernikahan. Identifikasi kebutuhan pelanggan dilakukan dengan menggunakan Voice of customer. Voice of customer diidentifikasi dengan melakukan wawancara dengan responden dengan rentang usia 23-30 tahun. Setelah melakukan wawancara dengan responden dengan rentang usia siap menikah, hasil dari wawancara tersebut dipetakan dalam customer statement dan need statement. Dari customer statement dan need statement, dibangun hierarki dimensi kualitas dari produk, yaitu primary, secondary dan dimensi produk. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis need statement dan membangun dimensi produk adalah elaborasi hasil wawancara. Variabel yang berpengaruh terhadap keinginan konsumen terhadap desain dari souvenir pernikahan gantungan kunci antara lain performance, conformance, relialbility dan aesthetics.