cover
Contact Name
Fu'ad Kautsar
Contact Email
fuad.kautsar@unmer.ac.id
Phone
+6281805098762
Journal Mail Official
jiv@unmer.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Teknik Lantai 2 Jalan Taman Agung 1 Pisang Candi Kecamatan Sukun Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Industrial View
ISSN : 27230414     EISSN : 26853159     DOI : https://doi.org/10.26905/jiv.v2i1.4209
Journal of Industrial View (JIV),is a scientific periodical of the Faculty of Engineering, University of Merdeka Malang, which includes a variety of research in the field of industrial engineering, or the analysis of actual case studies. Journal of Industrial View (JIV) is formed since 2019 and many of manuscript published until recent days. A Scientific periodical is intended as a means of scientific communication and a means of fostering, developing and strengthening knowledge in the field of industrial engineering. Academics, practitioners may submit his papers to the editor with the guidelines in writing. Coverage includes, but is not limited to manufacturing systems, management system, operation research, quality engineering and human factors engineering. Researchers in all industrial engineering fields are encouraged to contribute articles based on recent research.
Articles 85 Documents
Pemanfaatan Serbuk Kayu menjadi Souvenir menggunakan Konsep Pohon Tujuan dan Morfologi Diagram Mochammad Rofieq; Immanuel Felix Ondang; Ken Erliana; Primahasmi Dalulia; Samsudin Hariyanto
Journal of Industrial View Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i2.11399

Abstract

 Abstract  PT. Berdikari Meubel Nusantara is a furniture manufacturing company that uses three types of wood, namely mahogany, pine, and teak. Handling and processing sawdust waste is a challenge that needs to be overcome effectively so that the waste can become a product that has added value. The value-added product in question is souvenir craft. The utilization of coarse sawdust can be mixed with epoxy resin to form composite materials, which can be used as the basic material for souvenir crafts. It is known that the strength of composite materials increases with the increasing composition of the resin in composite materials, and the character of composite materials If the composition of sawdust is higher, the resulting composite material will be opaque and lighter. Then the manufacture of composite materials will use a ratio of 1:1. Regional attributes, cultural elements, innovation in form, design, and ease of application are important factors to consider when designing a product for souvenirs. The collected data is needed to be translated into the interpretation of product requirements to be used in making the Objective Tree and Morphological Diagrams. Evaluation of alternative product designs is carried out by considering the minimum risks. Abstrak PT. Berdikari Meubel Nusantara merupakan perusahaan manufaktur furniture yang menggunakan 3 jenis kayu yakni mahoni, pinus, dan jati. Penanganan dan pengolahan limbah serbuk kayu menjadi sebuah tantangan yang perlu diatasi secara efektif, sehingga limbah tersebut dapat menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Produk bernilai tambah yang dimaksud adalah kerajinan souvenir. Pemanfaatan serbuk kayu kasar dapat dicampur dengan resin epoxy untuk membentuk bahan komposit digunakan sebagai bahan dasar kerajinan souvenir. Diketahui bahwa kekuatan bahan komposit meningkat seiring dengan bertambahnya komposisi dari resin dalam bahan komposit dan karakter dari bahan kompositnya. Jika komposisi serbuk kayu semakin tinggi maka bahan komposit yang dihasilkan cenderung tidak tembus pandang dan semakin ringan. Maka pembuatan bahan komposit digunakan perbandingan 1 : 1. Hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan souvenir adalah atribut daerah, unsur budaya, inovasi dalam bentuk, desain, dan mudah dalam pengaplikasiannya. Dari data yang terkumpul diterjemahkan ke dalam interpretasi kebutuhan produk yang akan digunakan dalam pembuatan Pohon Tujuan serta Morfologi Diagram. Evaluasi alternatif desain produk dilakukan dengan mempertimbangkan resiko yang paling minimal
Pengendalian Resiko K3 pada Industri Kecil Keripik TWM dengan Metode Job Safety Analysis Nyoman Sri Widari; Lilis Nurhayati
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i1.12027

Abstract

Abstract The TWM chip industry produces banana and cassava chips which are in great demand among the public. In this industry, most of the work is still done manually so that labor is the most important component in the production process. The problem encountered is that work accidents still occur quite frequently, where from the results of observations from May to October 2023, an average of 4,166 work accidents occurred. The aim of the research is to identify the risk of work accidents and provide control recommendations so as to reduce work accidents using the Job Safety Analysis method. Based on the results of data analysis, 14 potential dangers were found which were divided into 4 categories, namely the Low risk category 50%, Moderate risk 35.7% and the High risk category 14.3%, while the Extreme risk category did not exist. To reduce the number of accidents that occur, several recommendations that are recommended are the use of trolleys to move heavy loads, the need to use safety gloves when peeling and frying, the use of safety shoes, installing signs in places where accidents often occur, installing fire extinguishers and always checking the condition of the stove, gas cylinder and regulator before and after the frying process.  Abstrak Industri keci keripik TWM merupakan yang memproduksi keripik pisang dan keripik ketela yang banyak diminati oleh kalangan masyarakat. Di industri ini sebagian besar pekerjaannya masih dikerjakan secara manual sehingga tenaga kerja merupakan komponen terpenting dalam proses produksi. Permasalahan yang ditemui  adalah masih cukup sering terjadi kecelakaan kerja dimana dari hasil observasi selama bulan Mei sampai bulan Oktober 2023 terjadi kecelakaan kerja rata-rata 4,166 kasus.  Tujuan dari penelitian  adalah untuk melakukan identifikasi resiko kecelakaan kerja serta memberikan rekomendasi pengendalian sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja dengan menggunakan metode Job Safety Analysis. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan 14 potensi bahaya yang terbagi dalam 4 katagori yaitu katagori Low risk 50% , Moderate risk 35,7% dan berkatagori High risk 14,3% sedangkan katagori Extreme risk tidak ada. Untuk menurunkan jumlah kecelakaan yang terjadi beberapa rekomendasi yang dianjurkan adalah pemakaian troli untuk memindahkan beban yang berat, perlunya pemakaian safety gloves pada saat pengupasan dan penggorengan, pemakaian safety shoes , memasang rambu rambu ditempat tempat yang sering timbul kecelakaan, pemasangan APAR dan selalu mengecek keadaan kompor , tabung gas dan regulator sebelum dan selesai melakukan proses penggorengan.
Analisis Potensi Bahaya K3 Confined Space PT.X pada Perawatan Groundtank menggunakan Metode Job Safety Analysis Ika Anggraeni khusnul khotimah; Anggun Ragil Pramesti; Aang Fajar Passa Putra; Fuad Kautsar; Vetty Kartikasari; Dani Yuniawan
Journal of Industrial View Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i2.11422

Abstract

AbstractThe Potential hazards that are poorly understood by workers but have a large risk of work accidents are the hazards of working in confined space. Based on the findings of researchers that work in confined spaces found unsafe conditions on the access stairs leading to the groundtank, the access ladder was not tied or not held, causing the stairs to move and workers who went down the stairs fell from a height. PT. X is a contractor (vendor) who usually does groundtank maintenance work. This study aims to identify the overall potential hazards of each stage or sequence in the work process carried out by workers during the maintenance of PT's A1 groundtank confined space. X in 2023 in order to prevent work accidents and occupational diseases (PAK). The method used in this study is the Job Safety Analysis (JSA) method. the results of identifying potential hazards related to occupational health and safety using the Job Safety Analysis (JSA) method on groundtank maintenance which includes the confined space area at Plant A1 PT. X, obtained 8 stages of the work process and 18 potential hazards including chemical hazards exposed to toxic gases and lack of oxygen, electrical hazards of electric shock, biological hazards from animal hazards, physical hazards of falling and slipping. From the potential hazards that exist, then recommendations for control efforts are carried out such as the provision and use of Personal Protective Equipment (PPE), the use of appropriate equipment and always check equipment before use, blower the groundtank area within 1 work shift, which is for 8 hours, atmospheric measurements in the groundtank to remove toxic gases.AbstrakPotensi bahaya yang kurang dipahami oleh pekerja namun memiliki risiko kecelakaan kerja yang besar adalah bahaya bekerja di ruang terbatas (confined space). Berdasarkan hasil temuan peneliti bahwa pekerjaan di confined space ditemukan adanya kondisi tidak aman atau unsafe condition pada tangga akses menuju dalam groundtank, tangga akses tersebut tidak diikat maupun tidak dipegangi sehingga menyebabkan tangga bergerak dan pekerja yang menuruni tangga tersebut terjatuh dari ketinggian. PT. X adalah sebuah kontraktor (vendor) yang biasa melakukan pekerjaan perawatan groundtank. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya secara keseluruhan dari setiap tahapan atau urutan pada proses pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja saat perawatan confined space groundtank A1 PT. X tahun 2023 agar dapat mencegah kecelakan kerja maupun penyakit akibat kerja (PAK). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Job Safety Analysis (JSA). hasil identifikasi potensi bahaya yang terkait dengan Kesehatan dan keselamatan kerja dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) pada perawatan groundtank yang termasuk area confined space di Plant A1 PT.X, didapatkan 8 tahapan proses pekerjaan dan 18 potensi bahaya diantaranya bahaya kimia terpapar gas beracun dan kekurangan oksigen, bahaya electrical tersengat arus listrik, bahaya biologi dari animal hazard, bahaya fisik terjatuh dan terpleset. Dari potensi bahaya yang ada, berikutnya dilakukan rekomendasi upaya pengendalian seperti penyediaan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penggunaan peralatan yang layak dan selalu dilakukan pemeriksaan peralatan sebelum digunakan, melakukan pembloweran pada area groundtank dalam jangka waktu 1 shift kerja yaitu selama 8 jam, pengukuran atmosfer dalam groundtank untuk menghilangkan gas beracun.
Analisis Sistem Antrian Gudang Cross-dock dengan menggunakan Sistem Antrian (M/M/S) Pada Industri Perakitan Mobil Adi Fitra; Suhendra Suhendra; Tri Ngudi
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i1.12326

Abstract

AbstractThe car assembly industry continues to grow, especially in Indonesia. Logistics is one of the fields that supports the car assembly industry such as the Cross-dock warehouse. The Cross-dock warehouse itself has a capacity limit in receiving queues of containers received in the truck unloading waiting area. Queue analysis was carried out at the Cross-dock company in the car assembly industry in Cikarang using the Queue method (M/M/S). Where the current container receiving capacity is obtained at a maximum of 12 containers per hour and the unloading capacity of 2 containers per hour will not exceed the waiting capacity for container unloading as many as 8 containers, if it is found that the arrival of containers exceeds 12 containers, it will result in the container being outside the Cross-dock system and must be outside the Cross-dock warehouse. AbstrakIndustri perakitan mobil terus berkembang khususnnya di Indonesia. Logistik adalah salah satu bidang yang mensupport industri perakitan mobil seperti adanya gudang Cross-dock. Gudang Cross-dock sendiri mempunyai batasan kapasitas dalam menerima antrian container yang diterima di area tunggu bongkarang truk. Analisa antrian dilakukan pada perusahaan Cross-dock di Industri perakitan mobil di Cikarang dengan menggunakan metode Antrian (M/M/S). Dimana didapatkan kapasitas penerimaan container saat ini sudah maksimal dengan 12 container perjam dan kapasitas bongkaran 2 kontainer perjam tidak akan melebihi dari kapasitas tunggu bongkaran kontainer sebanyak 8 kontainer jika didapati kedatangan kontainer melebihi dari 12 kontainer maka akan mengakibatkan container berada diluar dari system Cross-dock dan harus berada di luar dari gudang Cross-dock.
Peran Harga, Kualitas Produk dan Citra Merek dalam Mendorong Keputusan Pembelian Sabun Pencuci Piring Merek “Sama Cling” Masrur Amin; Digitha Oktaviani Putri; Aang Fajar Passa Putra; Ni Made Wiati; Agus Yudi Asmoro
Journal of Industrial View Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i2.11808

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to ascertain and evaluate how brand image, price, and product quality affect consumers' decisions to buy dishwashing soap under the "sama cling" brand. This study approach makes use of quantitative methodologies. This particular research methodology employs the techniques of statistik and data gathering via questionnaire distribution to participants. In this study, a sample of 60 respondents was selected using the purposive sampling approach in order to assess the impact of variable X on variable Y. The multiple liner regression equation, coefficient of determination, and hypothesis testing were utilized, partially and simultaneously. The findings indicated that the purchase of "Sama Cling" dish soap is influenced by the inert variables of price, product quality, and brand image. The most dominant factor that influencing purchasing decisions is product quality. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi bagaimana citra merek, harga, dan kualitas produk mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli sabun pencuci piring dengan merek "Sama Cling". Teknik metode kuantitatif digunakan dalam proses penelitian ini. Metodologi penelitian ini menggunakan teknik statistik dan mengumpulkan data dengan cara mengirimkan kuesioner kepada partisipan. Penelitian ini menggunakan strategi pemilihan purposif untuk memilih sampel sebanyak 60 responden untuk menilai dampak dari variabel X terhadap variabel Y dengan menggunakan persamaan regresi liner berganda, koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis secara parsial dan simultan. Temuan menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti citra merek, harga, dan kualitas produk memiliki pengaruh terhadap keputusan orang untuk membeli sabun cuci piring "Sama Cling". Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian adalah kualitas produk.
Supply Chain Pengiriman Buah Pinang Kering dari Kelompok Tani Ke Pabrik (Studi Kasus: Desa Kelagian) Muhammad Ikbal; Imam Bayhaqi; Corry Handayani
Journal of Industrial View Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i2.10589

Abstract

AbstractAreca nut is a commodity that has high economic value. The areca nut produced by Jambi Province in 2020 is 320,260 tons per year. West Tanjung Jabung Regency produces ± 12,266 tons of areca nut per year. There are obstacles in the distribution of dried betel nuts to the factories, namely in terms of inadequate transportation facilities such as roads from the plantations to the factories which are damaged and some of the land has to pass through the river. Delivery is made to factories that have collaborated with farmer groups, so farmer groups must fulfill requests in accordance with factory requests. Due to the varying number of requests from factories and varying amounts of inventory, farmer groups must choose the optimal delivery route for the transportation costs that will be incurred. The transportation method is a method for solving distribution problems optimally so that the distribution costs incurred can be minimized. This research will use a transportation method, namely the Vogel Approximation Method (VAM) to optimize the cost of shipping areca nut to the factory. Furthermore, it is optimized again using the Stepping Stone method. Transportation costs for sending betel nut from the location of the farmer group to the factory have been optimal at a cost of IDR 4,558,000 per month, with the shipping route from Teluk Perupuk Hamlet sending 8 tons of areca nut to PT Bintang Selatan. Kayu Aro Village sent 7 tonnesof areca nuts to PT Ruby Privatindo. Sungai Rambai Village sent 2 tons to PT Ruby Privatindo, 1 ton to PT Bintang Selatan, and 2 tons of areca nut to PT Asnap Group.AbstrakBuah pinang merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Buah pinang yang dihasilkan daerah Provinsi Jambi di tahun 2020 sebanyak 320.260 ton pertahun. Kabupaten Tanjung Jabung Barat menghasilkan buah pinang ± 12.266 ton per tahunnya. Ada kendala dalam pendistribusian buah pinang kering ke pabrik, yaitu dari segi fasilitas transportasi yang belum memadai seperti jalan dari kebun menuju pabrik yang rusak dan sebagian lahan harus melewati sungai. Pengiriman dilakukan ke pabrik-pabrik yang telah kerjasama dengan kelompok tani, sehingga kelompok tani harus memenuhi permintaan sesuai dengan permintaan pabrik. Dengan adanya jumlah permintaan yang beragam dari pabrik dan jumlah persediaan yang beragam pula menyebabkan kelompok tani harus memilih rute pengiriman yang optimal terhadap biaya transportasi yang akan dikeluarkan. Metode transportasi adalah suatu metode untuk memecahkan masalah pendistribusian secara optimal sehingga biaya distribusi yang dikeluarkan dapat diminimalkan. Dalam penelitian ini akan menggunakan metode transportasi yaitu Vogel Approximation Method (VAM) untuk mengoptimalkan biaya pengiriman buah pinang ke pabrik. Selanjutnya di optimalkan lagi dengan menggunakan metode Stepping Stone. Biaya transportasi pengiriman buah pinang dari lokasi kelompok tani menuju ke pabrik telah optimal dengan biaya sebesar Rp 4.558.000 per bulan, dengan rute pengiriman dari Dusun teluk perupuk mengirim ke PT bintang selatan sebanyak 8 Ton pinang. Desa Kayu Aro mengirim ke PT Ruby Privatindo sebanyak 7 Ton pinang. Desa sungai rambai mengirim ke PT Ruby Privatindo sebanyak 2 Ton,mengirim ke PT Bintang Selatan sebanyak 1 Ton, dan mengirim ke PT Asnap Group sebanyak 2 Ton pinang
Analytical Hierarchy Process pada Pemilihan Pemasok Mata Gerinda Flap Disk 100 Arif Budi Sulistyo; Anita Dyah Juniarti; Imron Rosyadi
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i2.12387

Abstract

AbstractPT Teknik Manunggal Perkasa is a company operating in the fields of general contractor and supplier (welding equipment, safety equipment, pipe fitting, and flange). The company need sustainable or permanent suppliers to guarantee availability of goods, on-time delivery, appropriate quality, and price certainty. Recently, the company does not have a permanent supplier for spare parts of 100-flap disc grinding wheel. The aim of this research is determining order of factors to consider supplier selection and choose the best supplier for the grinding wheel. This research uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The data collection technique is using questionnaire about criteria, sub-criteria, and alternative suppliers from various divisions that are directly related to purchasing process. The results of research shows that the most influential criteria in selecting a grinding wheel supplier are quality criteria with weighting 0,376; followed by the price criterion with weighting 0,355; quantity accuracy with weighting 0,113; delivery with a weighting 0,097; and finally service criteria with weighting of 0,059. Meanwhile, the best supplier is PT ST, shows highest weighting 0,419; following by PT JM with weighting 0,215; PT SM with weighting 0,202; and the last rank is PT CJ with weighting 0,164.AbstrakPT Teknik Manunggal Perkasa adalah perusahaan yang bergerak di bidang general contractor dan supplier (welding equipment, safety equipment, pipe fitting and flange). Perusahaan sangat memerlukan pemasok barang yang continue atau tetap untuk menjamin ketersediaan barang, ketepatan waktu pengiriman, kualitas yang sesuai dan kepastian harga. Saat ini perusahaan belum memiliki pemasok tetap untuk spare part mata gerinda flap disk 100. Penelitian ini bertujuanh untuk menentukan urutan faktor yang mempengaruhi pemilihan pemasok dan memilih pemasok terbaik untuk mata gerinda tersebut dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner mengenai kriteria, sub kriteria dan alternatif pemasok dari berbagai divisi yang berhubungan langsung pada proses pembelian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria yang paling berpengaruh dalam pemilihan pemasok mata gerinda adalah kriteria kualitas dengan bobot 0,376; kemudian diikuti oleh kriteria harga dengan bobot 0,355; ketepatan jumlah dengan bobot 0,113; pengiriman dengan bobot 0,097 dan terakhir adalah kriteria pelayanan dengan bobot 0,059. Sedangkan pemasok terbaik adalah PT ST dengan bobot paling tinggi yaitu 0,419; selanjutnya. PT JM dengan bobot 0,215; PT SM dengan bobot 0,202 dan peringkat terakhir adalah PT CJ dengan bobot 0,164.
Statistical Quality Control Produksi PT Masscom Yohandika Tri Apriliyanto
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i2.12470

Abstract

PT. Masscom Graphy adalah organisasi yang bekerja di bidang pencetakan dalam lingkungan Suara Merdeka Grup. Perusahaan ini dapat mengirimkan dalam jumlah besar dan menyelesaikannya sesuai jadwal dengan harga jual yang kompetitif. Masalah yang terkait dengan kegagalan produksi terus menjadi ancaman bagi suatu perusahaan . Pemanfaatan penerapan metode statistical quality control terbukti mampu membedakan jenis-jenis cacat produksi dan penyebabnya. Mengingat keberagaman dan penanganan informasi ditinjau dari teknik yang digunakan untuk pengendalian kualitas produksi, maka diketahui bahwa total produksi cetak umum pada periode Juli-September sebanyak 4808 lembar dengan jumlah repair yang terjadi berjumlah 386 lembar. Pemanfaatan alat ukur dengan grafik kendali p dalam kendali mutu barang berguna untuk membedakan bahwa kualitas barang sudah berada pada batas yang seharusnya, karena rata-rata perbaikan barang adalah 8%.
Six Sigma sebagai Usaha Meminimasi Cacat Produk Galon Air Minum dalam Kemasan William Christian Loesi Pangalinan; Dutho Suh Utomo; La Ode Ahmad Safar
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i2.12647

Abstract

Abstract PT XYZ is one of the Bottled Drinking Water (AMDK) producers that offers gallon packaging as one of its products. During the gallon production process, several types of product defects occur. This study aims to control the quality of gallon products by reducing the causes of gallon product defects. The Six Sigma method is employed in this study, utilizing the four DMAI phases: define, measure, analyze, and improve. During the five production periods, there were 22,980 defective products out of a total of 503,272 products. The DPO value calculation resulted in a value of 0.0152, corresponding to a DPMO value of 15,220 per million opportunities. The sigma value obtained for this gallon production is 3.664, which is still relatively high compared to the desired target of 3.4 per million opportunities. Based on the conducted research, it was found that there are three types of defects occurring. Among these three defects, cracked gallons have the highest percentage. By identifying the root causes using fishbone diagrams and FMEA analysis, it was determined that the primary cause of cracked gallons is the lack of an appropriate raw material selection method, leading to defective gallons. The recommended improvement based on the 40 Inventive Principle TRIZ is the establishment of a Standard Operating Procedure (SOP) for raw material selection before it is incorporated into the gallon production process.Abstrak PT XYZ merupakan salah satu produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang salah satu produknya adalah kemasan galon. Selama proses produksi galon terjadi beberapa jenis kecacatan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan kualitas produk galon dengan mengurangi penyebab cacat produk galon. Pada penelitian ini digunakan metode six sigma dengan melakukan empat tahap, yaitu DMAI (define, measure, analyze, dan improve). Pada produksi tersebut terdapat jumlah produk cacat sebanyak 22.980 produk dari total 503.272 produk selama lima periode, hasil perhitungan nilai DPO didapatkan senilai 0,0152 sehingga nilai DPMO 15.220 dalam satu juta kesempatan, nilai sigma yang didapatkan pada produksi galon ini adalah 3,664 dan masih cukup besar karena target yang diinginkan yaitu nilai sigma sebesar 3,4 dalam satu juta kesempatan.Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa terdapat 3 jenis cacat yang terjadi. Dari 3 jenis cacat tersebut diketahui jenis cacat yang memiliki persentase terbesar, yaitu cacat galon pecah. Berdasarkan identifikasi penyebab dengan menggunakan diagram fishbone dan analisis FMEA, diketahui faktor penyebab terbesar dari cacat galon pecah adalah belum adanya metode pemilihanbahan baku yang tepat sehingga menyebabkan galon menjadi cacat. Rekomendasi perbaikan yang diberikan berdasar kepada 40 Inventive Principle TRIZ adalah pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pemilihan bahan baku sebelum dimasukkan ke dalam proses produksi galon
Rough Cut Capacity Planning Produk Refined Carrageenan M Arif Kamal
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i2.12651

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari perencanaan kapasitas produksi karagenan dari rumput laut euchemma cottonii dengan menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP). Pada tahap pertama dilakukan peramalan permintaan untuk menyusun Master Production Schedule (MPS). Selanjutnya perhitungan RCCP dilakukan dengan teknik CPOF (Capacity Planning of Overall Factors) untuk merencanakan kapasitas produksi. Hasil dari peramalan permintaan yang terbaik digunakan untuk peramalan adalah dengan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) yang terkecil yaitu pada metode peramalan Simple Seasonal. Hasil peramalan ini digunakan untuk menyusun MP. Hasil perhitungan CPOF menunjukkan bahwa nilai kapasitas waktu proses yang dibutuhkan perusahaan untuk melakukan produksi dan nilai kapasitas waktu proses yang tersedia adalah 1.267,5 jam atau setara dengan 84,24 kwintal setiap bulan. Hasil perhitungan kapasitas waktu proses yang dibutuhkan selama Bulan Januari - Desember 2023 tidak melebihi kapasitas waktu proses yang tersedia, maka nilai waktu proses yang dibutuhkan dapat dikatakan valid.