cover
Contact Name
Fu'ad Kautsar
Contact Email
fuad.kautsar@unmer.ac.id
Phone
+6281805098762
Journal Mail Official
jiv@unmer.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Teknik Lantai 2 Jalan Taman Agung 1 Pisang Candi Kecamatan Sukun Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Industrial View
ISSN : 27230414     EISSN : 26853159     DOI : https://doi.org/10.26905/jiv.v2i1.4209
Journal of Industrial View (JIV),is a scientific periodical of the Faculty of Engineering, University of Merdeka Malang, which includes a variety of research in the field of industrial engineering, or the analysis of actual case studies. Journal of Industrial View (JIV) is formed since 2019 and many of manuscript published until recent days. A Scientific periodical is intended as a means of scientific communication and a means of fostering, developing and strengthening knowledge in the field of industrial engineering. Academics, practitioners may submit his papers to the editor with the guidelines in writing. Coverage includes, but is not limited to manufacturing systems, management system, operation research, quality engineering and human factors engineering. Researchers in all industrial engineering fields are encouraged to contribute articles based on recent research.
Articles 66 Documents
Identifikasi Risiko Cidera pada Operator Gudang Barang Jadi Menggunakan Metode BRIEF Survey pada PT.X Malang Ika Anggraeni Khusnul Khotimah; Elsa Nufelia Phio Fanani; Digitha Oktaviani Putri
Journal of Industrial View Vol 4, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v4i2.8517

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi obat – obatan. PT. X memiliki dua divisi diantaranya divisi farma dan divisi herbal. Dengan adanya proses produksi di perusahaan tidak bisa terlepas dari Gudang barang jadi. Gudang barang jadi digunakan untuk menyimpan barang jadi produksi. Rak yang ada di dalam gudang barang jadi pada PT. X ini kurang ergonomis bagi operator yang bekerja di tempat tersebut sehingga dapat menyebabkan cidera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi anggota tubuh pekerja pada bagian mana yang memiliki risiko cidera tertinggi dengan menggunakan metode BRIEF Survey serta menentukan rekomendasi pengendalian risiko untuk meminimalkan risiko cidera yang dialami pekerja pada gudang barang jadi PT. X. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diidentifikasi anggota tubuh pekerja pada bagian bahu kanan dan kiri merupakan anggota tubuh yang memiliki risiko cidera tertinggi. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil rekapitulasi antara kuisioner dan form BRIEF Survey dengan hasil score total sebesar 5 yang memiliki risk rating high. Usulan solusi pengendalian risiko yang dapat direkomendasikan untuk permasalahan tersebut adalah dengan melakukan rekayasa teknik. Rekayasa Teknik yang dapat dilakukan adalah dengan perancangan ulang rak barang jadi yang ergonomis serta merancang tangga portable yang dapat dipasang pada rak serta pergerakan tangga tersebut dapat mudah digeser disesuaikan dengan posisi pengambilan barang.
Analisis Pengendalian Bahan Baku Utama untuk Meminimalkan Biaya Persediaan pada Rebana Nurul Maulidiyatur Rahmah; Istantyo Yuwono
Journal of Industrial View Vol 4, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v4i2.8069

Abstract

UD XZ merupakan industri rumahan yang berlokasi di Kabupaten Gresik. Perusahaan ini memproduksi alat musik tradisional. Bahan baku utama yang dibutuhkan untuk proses produksi rebana adalah kayu dan kulit kambing.Sistem perusahaan dalam mengolah bahan baku yaitu melakukan pembelian secara terus menurus tidak memperkiraan bahan baku yang dibutuhkan, sehingga mengakibatkan kualitas bahan baku kayu menurun karena kayu mudah dibentuk sehingga menimbulkan banyak biaya penyimpanan. Hasil penelitian terhadap metode peramalan yang dipilih adalah Wighted Moving Average untuk uji normalitas data berdistribusi normal. Perhitungan Economic Order Quantity Probabilistik menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp. 108.803.275 dan Rp. 102.260.550. Sedangkan total biaya persediaan perusahaan adalah Rp. 129.580.000 dan 113.220. 000 sehingga perusahaan dapat melakukan penghematan sebesar 16% untuk bahan baku kayu dan 9,6% serta untuk perhitungan harga pokok produksi rebana tanpa motif sebesar Rp. 106.536 dengan harga jual Rp. 140.000 per unit, sedangkan rebana berukir Rp. 121.536 per unit dengan harga jual Rp. 160.000 per unit.
Analisa Pengendalian Kualitas Produk Guna Meminimalkan Defect pada CV. Cipta Mandiri Sukses Dwiki Prawita; Erni Puspanantasari Putri
Journal of Industrial View Vol 4, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v4i2.7990

Abstract

CV. Cipta Mandiri Sukses adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang jasa percetakan  kalender, pamflet, brosur, fleyer, poster, kemasan produk makanan, dan masih banyak lagi lainnya. Dalam memproduksi pamflet, perusahaan ini sering kali menemui kendala berupa banyaknya produk cacat berupa ukuran yang sesuai dengan standart, adanya bercak tinta, tinta blur, dan tinta luntur. Dengan adanya permasalahan tersebut maka dalam kegiatan penelitian kali ini akan dilakukan analisa mengenai penyebab terjadinya produk cacat dan memberikan rekomendasi usulan perbaikan kepada perusahaan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Analisa dilakukan dengan menggunakan alat pengendalian kualitas yakni ’seven tools of quality’ yang terdiri dari check sheet, histogram, scatter diagram, peta kendali (control chart), diagram pareto, dan diagram sebab akibat (fishbone). Faktor penyebab dari kecacatan tersebut juga bermacam-macam mulai dari faktor manusia, mesin, material, metode, dan lingkungan kerja. Dengan demikian rekomendasi yang dapat diberikan adalah melakukan perawatan mesin secara teratur, apabila terdapat komponen atau bagian dari mesin yang perlu diganti maka pergantian komponen tersebut harus segera dilakukan. Selanjutnya memberikan arahan dan pelatihan terhadap para pekerja mengenai mesin, metode produksi produk, dan karakteristik dari bahan baku yang digunakan. Dan memperhatikan penempatan bahan baku atau material pada tempat yang baik, lalu meperhatikan kelembaban lingkungan kerja karena material yang digunakan cukup sensitif terhadap udara lembab.
Analisis Perencanaan Persediaan Bahan Baku dengan Metode Material Requirement Planning di UD. Karya Logam Steel Ilham Mahendra Damayoki; Asmungi Asmungi
Journal of Industrial View Vol 4, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v4i2.7995

Abstract

UD. Karya Logam Steel merupakan perusahaan dibidang pembuatan mesin perajang singkong, perajang bawang dan perajang srawut. Berdasarkan informasi data permintaan yang naik turun menyebabkan perusahaan hanya mengira-ngira dalam melakukan jumlah pembelian untuk persediaan bahan baku, karena perusahaan belum menerapkan perencanaan bahan baku untuk proses produksi selanjutnya, akibatnya sering terjadi kekurangan bahan baku yang bisa menghambat proses produksi. Selain itu bahan baku yang berlebihan juga menjadi pemborosan biaya modal dalam bentuk bahan baku yang belum diproduksi. Dengan begitu, diperlukan perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku secara akurat agar biaya persediaan bisa ditekan seminimal mungkin dan proses produksi bisa berjalan dengan lancar. Dalam penelitian ini, metode peramalan yang digunakan yaitu Metode Naif, Exponential Smoothing, dan Moving Average. Didapatkan nilai error terendah pada metode Exponential Smoothing, pada perajang singkong nilai error rata rata MAD sebesar 7,824, untuk perajang bawang nilai error MAD sebesar 6,981 dan untuk perajang srawut nilai error MAD sebesar 5,94. Teknik lot sizing yang digunakan pada sistem Material Requirement Planning (MRP) yaitu LFL (Lot For Lot),  POQ (Period Order Quantity) dan FPR (Fixed Period Requirement). Metode LFL yang dipilih dikarenakan total biaya yang dihasilkan paling minimum.
Identifikasi Cacat Produk Botol Plastik 500 ML dengan Pendekatan Metode FTA (Fault Tree Analysis) di PT. X Pasuruan Abdul Wahid; Nuriyanto Nuriyanto; Misbach Munir; Adimas Syarifuddin
Journal of Industrial View Vol 5, No 1 (2023): Publikasi Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i1.9413

Abstract

  PT. X Pasuruan is a company engaged in the manufacture of plastic packaging. This industry is a job order industry that manages plastic pellets through the production process into a product that the customer wants. The formation of plastic products is carried out in two ways, namely blow molding, which is the process of processing plastic pellets into a product by blowing air into the plastic to be printed here. disabled. So that in this study the aim was to identify the factors that cause the biggest defects in 500 ml Plastic Bottle products using the FTA (Fault Tree Analysis) method so that 3 types of defects were produced with a total percentage, namely the Gross Material defect with a weight of 30%, the Gross Oil defect with a weight of 18%, and Folding defects with a weight of 15%, so that the main improvements are focused on these three types of defects and result in tighter material control, starting from the supplier until before the material enters the production process and is ready to stand by in cleaning the machine area regularly. PT. X Pasuruan merupakan industri yang bergerak di bidang manufaktur pembuatan kemasan plastik. Industri ini ialah industri job order yang mengelolah biji plastik lewat proses penciptaan jadi suatu produk di mau customer. Pembetukan produk plastik dicoba dengan 2 metode ialah blow moulding ialah proses pengolahan biji plastik jadi suatu produk dengan metode meniupkan hawa dalam plastik yang hendak di cetak di mari masih terjalin banyak hambatan salah satunya produk cacat yang menggapai 2% sehingga dibutuhkan identifiasi kasus yang terjalin pada produk cacat. Sehingga dalam riset ini tujuannya merupakan Mengenali aspek pemicu terbentuknya cacat terbanyak pada produk Botol Plastik 500 ml dengan tata cara FTA( Fault Tree Analysis) sehigga dihasilkan 3 tipe defect dengan total persentase ialah defect Kotor Material dengan bobot sebesar 30%, defect Kotor Oli dengan bobot sebesar 18%, serta defect Melipat dengan bobot sebesar 15%, sehingga revisi utama difokuskan pada ketiga tipe defect tersebut serta dihasilkan pengendalian material di perketat, mulai dari supplier hingga saat sebelum material tersebut masuk proses penciptaan serta siap siaga dalam mensterilkan zona mesin secara berkala.
Analisis Keluhan Karyawan dan Evaluasi Postur Tubuh dengan Metode Reba di CV.Allwooden Woodworking Much. Riza Fauzi; Muhammad Yunus Slamet Wahyudi
Journal of Industrial View Vol 5, No 1 (2023): Publikasi Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i1.10014

Abstract

CV. Allwooden Woodworking is a furniture company that has been established since November 2017, with a product ordering system, namely Make To Order (MTO). In carrying out work, many employees still complain about discomfort at work such as complaints of pain in certain body parts, this is evidenced by the Nordic Body Map (NBM) questionnaire. To solve these problems the researcher used the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method. From the processing, it is known that the REBA score of CV employees. There are 5 Allwooden Woodworking workstations for measuring, 5 assembly workstations, 5 sanding workstations, 6 finishing workstations, and 3 cutting workstations. Recommendations for improvement offered by researchers are work desks and rest time schedule.Abstrak CV. Allwooden Woodworking merupakan perusahaan furniture yang sudah berdiri sejak November 2017, dengan sistem pemesanan produk yaitu Make To Order (MTO). Dalam melakukan pekerjaan karyawan masih banyak mengeluhkan ketidaknyamanan saat bekerja seperti keluhan rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu, hal ini dibuktikan dari kuisoner Nordic Body Map (NBM). Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut peneliti menggunakan metode Rapid Entire Body Assissment (REBA). Dari pengolahan diketahui skor REBA karyawan CV. Allwooden Woodworking di stasiun kerja pengukuran berjumlah 5, stasiun kerja perakitan berjumlah 5, stasiun kerja pengamplasan berjumlah 5, stasiun kerja finishing berjumlah 6, dan stasiun kerja pemotongan berjumlah 3. Rekomendasi perbaikan yang ditawarkan peneliti adalah meja kerja dan penjadwalan jam istirahat.
Analisis Risiko Cidera pada Pekerja Pengisian Ulang Air Galon menggunakan Baseline Risk Identification of Ergonomic Factors Survey Ika anggraeni khusnul khotimah; Digitha Oktaviani Putri; Ken Erliana; Fuad Kautsar; Samsudin Hariyanto; Aang Fajar Passa Putra; Hairul Anwar
Journal of Industrial View Vol 5, No 1 (2023): Publikasi Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i1.9785

Abstract

AbstractWater is one of the basic daily needs for humans, because many activities are needed with water such as drinking, bathing, cooking, washing, and even doing production also requires water. One of the needs of modern humans is refill gallons of water, because it is practical and fast when needed. The activity involved in buying and selling refill gallon water is lifting. In filling gallon refill water located in the Pisang Candi sub-district, Sukun, Malang, East Java, in a day it can sell 50 to 100 gallons per day. Workers lift gallons with a frequency of 50-100/day, which can cause musculoskeletal disorders which are symptoms that occur in muscle tissue, the nervous system, bone structure and blood vessels with pain, numbness and sleep disturbances. Using the Recommended Weighted Limit (RWL) analysis, after calculating it is known that the lifting index for origin is 7.88 and the destination is 13.49 so it is very risky and needs to be identified using the Baseline Risk Identification of Ergonomic Factors (BRIEF) survey method and a complaint questionnaire to identify risks in the activities carried out by workers. Based on the recapitulation results using the Baseline Risk Identification of Ergonomic Factors Survey and worker complaints, the total highest score is 4 which means that a high risk rating is found in the limbs on the right and left arms, right and left shoulders, neck and back. The recommendations recommended to minimize the risk of injury to the workers' limbs are to provide education to workers filling water refills in the form of videos and posters about stretching the upper and lower body, how to lift a gallon safely and correctly.AbstrakAir merupakan salah satu kebutuhan pokok sehari-hari bagi manusia, karena banyak aktivitas yang dibutuhkan dengan air seperti minum, mandi, memasak, mencuci, bahkan melakukan produksi juga memerlukan air. Salah satu kebutuhan pada manusia modern yaitu air galon isi ulang, karena praktis dan cepat ketika diperlukan. Kegiatan yang dalam jual beli air galon isi ulang yaitu mengangkat. Pada pengisian air isi ulang galon yang berlokasi di kelurahan Pisang Candi, Sukun, Malang Jawa Timur, dalam sehari dapat menjual 50 sampai 100 galon per harinya. Pekerja mengangkat galon dengan frekuensi 50-100/hari, sehingga dapat menyebabkan gangguan musculoskeletal disorders yang merupakan gejala yang terjadi karena pada jaringan otot, sistem syaraf, struktur tulang, dan pembuluh darah dengan rasa nyeri, mati rasa serta gangguan tidur. Menggunakan analisis Recommended Weighted Limit (RWL), setelah dilakukan perhitungan diketahui lifting index origin sebesar 7,88 dan destination 13,49 sehingga sangat berisiko dan perlu dilakukan identifikasi menggunakan metode BRIEF survey dan kuisioner keluhan untuk mengidentifikasi risiko dalam aktivitas yang dilakukan pekerja. Berdasarkan hasil rekapitulasi dengan menggunakan Baseline Risk Identification of Ergonomic Factors (BRIEF) Survey dan keluhan pekerja menunjukkan total nilai tertinggi sebesar 4 yang berarti memiliki risk rating high terdapat pada anggota tubuh di bagian lengan kanan dan kiri, bahu kanan dan kiri, leher, dan punggung. Usulan yang direkomendasikan untuk meminimalkan risiko cidera pada anggota tubuh pekerja tersebut yaitu memberikan edukasi kepada pekerja pengisian air isi ulang berupa video dan poster mengenai peregangan tubuh bagian atas dan bawah, cara mengangkat galon yang aman dan benar.
Penjadwalan Waktu Preventive Maintenance untuk Meningkatkan Kinerja Mesin Frais dan Bubut di PT. Isumi Willy Widyaswara Pradana; Wiwin Widiasih
Journal of Industrial View Vol 5, No 1 (2023): Publikasi Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i1.9317

Abstract

PT Industri Sumber Mesin Indonesia (ISUMI) is a company engaged in manufacturing services for vehicle and engine spare parts, The company is located at Jalan Raya Mastrip Kedurus No. 44A Karang Subdistrict, Pilang, Surabaya City, in the production system using manual Frais and Lathe machines with old types. In order for the machine to function properly, routine maintenance is needed, The need for periodic checks every day also affects the performance of the machine and to reduce the occurrence of downtime that is too long so as not to affect production activities in the factory. PT Industri Sumber Mesin Indonesia (ISUMI) uses a series production system, if a problem occurs on one machine, the production process will be disrupted as a whole resulting in not achieving the company's production targets. Therefore, research is made using the Failure Mode Effect Analysis (FMEA) method to determine the Risk Priority Number Value or the total risk priority number value of all components of milling machine No.1 amounting to (601), the total of all components of lathe machine No. 2 amounting to (490). The proposal determines the maintenance interval time for milling machine component No. 1 fanbelt 68 days, spindle pin 61 days, cutter tool 74 days, dynamo 163 days, gear box 57 days. Lathe machine component No. 2 chuck 79 days, tool blade 74 days, fead shaft 110 days, tail stock 69 days. Calculation of costs before and after the proposed maintenance of milling machine No. 1, which amounted to Rp. 15,930,000 and carried out proposed maintenance of the machine with a reliability value of 50% the cost decreased to Rp. 10,824,117 the difference in costs decreased by Rp. 5,105,883, lathe No. 2, which amounted to Rp. 10,287,000 and carried out proposed maintenance of the machine with a reliability value of 50% the cost decreased to Rp. 5,737,542.11 the difference in costs decreased by Rp. 5,086,574.89. Keywords: Preventive maintenance, Failure Mode Effect Analysis (FMEA), Proposed machine maintenance, maintenance costs.
Usulan Strategi Peningkatan Kualitas Layanan dengan Pendekatan Metode Quality Function Deployment Ni Made Wiati; Dani Yuniawan; Vetty Kartikasari; Primahasmi Dalulia; Mochammad Rofieq; Agus Yudi Asmoro; Dzulfikar Al Haq
Journal of Industrial View Vol 5, No 1 (2023): Publikasi Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i1.9943

Abstract

Universitas Merdeka Malang’s Employee Cooperative (Kopkar Unmer) has permanent members of all Lecturers, Employees and Cooperative Workers of the Universitas Merdeka Malang. Besides serving the needs of permanent members, Kopkar Unmer also serves the needs of thousands of students with several business units such as shops, savings and loans, photocopying, canteens and parking. With the large market potential that exists, Kopkar Unmer should continue to strive to improve service quality. Quality and appropriate services are needed by Kopkar Unmer to maintain customer satisfaction amidst intense competition in similar businesses around the Unmer campus. Based on the results of Real Work Practices at Kopkar Unmer for shop, savings and loan and photocopying business units, there are several service qualities that have very high gaps. If this is allowed then the longer the consumer satisfaction will be lower. For this reason, it is very important to conduct research to determine the appropriate Technical Response to be carried out in an effort to improve the quality of Unmer's Kopkar services. By using the Quality Function Deployment (QFD) approach, 10 priority Technical Responses were obtained, namely fast service response time, updating photocopiers, updating printing presses, conducting briefings before starting work, maintaining standard quality of goods, maximizing work time efficiency, changing layout in the shop and photocopy units, changes to the arrangement of stock items, tidying up unused items, adding jobdesk employees to each unit for a cleaning schedule. AbstrakKoperasi Karyawan Universitas Merdeka Malang (Kopkar Unmer) mempunyai anggota tetap seluruh Dosen, Karyawan dan Pekerja Koperasi Universitas Merdeka Malang. Disamping melayani kebutuhan anggota tetap, Kopkar Unmer juga melayani kebutuhan ribuan Mahasiswa dengan beberapa unit bidang usaha seperti pertokoan, simpan pinjam, fotocopy, kantin dan parkir. Dengan besarnya potensi market yang ada Kopkar Unmer hendaknya terus berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan. Layanan yang berkualitas dan tepat sangat dibutuhkan oleh Kopkar Unmer untuk menjaga kepuasan pelanggan  ditengah ketatnya persaingan pada usaha sejenis disekitar kampus Unmer. Berdasarkan hasil Praktek Kerja Nyata pada Kopkar Unmer untuk unit usaha pertokoan, simpan pinjam dan fotocopy terdapat beberapa kualitas layanan yang memiliki Gap sangat tinggi. Jika hal ini dibiarkan maka kepuasan konsumen semakin lama akan semakin rendah. Untuk itu sangat penting dilakukan penelitian untuk menentukan Respon Teknis yang tepat dilakukan dalam upaya meningkatkan mutu layanan Kopkar Unmer. Dengan menggunakan pendekatan metode Quality Function Deployment (QFD) diperoleh 10 Respon Teknis prioritas yaitu respon time pelayanan yang cepat, pembaruan  mesin fotocopy, pembaruan mesin cetak print, melakukan briefing sebelum memulai kerja, menjaga standart kualitas barang, memaksimalkan efisiensi waktu kerja, perubahan tata letak di unit pertokoan dan fotocopy, perubahan penataan pada stok barang, merapikan barang yang sudah tidak terpakai, menambahkan jobdesk karyawan pada tiap unit untuk jadwal berbenah.
Analisis HIRARC pada Pekerjaan Boiler di Unit Utilities PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan Endra Yuafanedi Arifianto; Ahmad Safii; Syarip Hidayat
Journal of Industrial View Vol 5, No 1 (2023): Publikasi Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i1.9349

Abstract

Boiler merupakan perangkat untuk menghasilkan uap.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja pada proses pengoperasian boiler di PT. Kilang Pertamina Indonesia (KPI) RU VI Balongan. Penelitian ini termasuk penelitian observasional. Penelitian menghasilkan informasi yaitu boiler pada  PT KPI RU VI Balongan berjumlah 19 unit dengan rincian 4 unit pada utilities I, 6 unit pada utilities II/IIA, 4 unit pada utilities RFCC, dan 5 unit Waste Heat Boiler. Hasil setelah melakukan identifikasi bahaya didapatkan 15 potensi bahaya pada 8 aktivitas pengoperasian boiler di PT KPI RU VI Balongan. Temuan bahaya di pengoperasian boiler adalah suhu ekstrim, terdapat step firing yang terlewat, tekanan tinggi, kebisingan, pipa uap air panas, aris listrik, terjepit, percikan api, terkena Trisodium phosphate atau disodium hydrogen phosphate,  terkena Morpholine. Terkena Hydrazine, terkena  caustic soda (NaOH), bocoran uap air, terbentur, dan terjatuh dari ketinggian. Dari 15 potensi bahaya terdapat 23 risiko dengan 4 risiko tinggi, 4 risiko moderat ke tinggi, 13 risiko moderat, dan  2 risiko rendah ke moderat. Setelah dilakukan pengendalian risiko risiko untuk pengoperasian boiler menjadi  3 risiko moderat ke tinggi, 6 risiko moderat, 12 risiko rendah ke moderat dan 2 risiko rendah.