cover
Contact Name
Musyaddad
Contact Email
musyaddadbdkplg@gmail.com
Phone
+6281368672369
Journal Mail Official
jurnalbdkpalembang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Demang Lebar Daun No.4436, Demang Lebar Daun, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Perspektif
ISSN : 19799624     EISSN : 27763900     DOI : https://doi.org/10.53746/perspektif.v14i2
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Perspektif 0n 2020 (p-ISSN: 1979-9624, e-ISSN: 2776-3900) the official scientific journal of Balai Diklat Keagamaan Palembang is entering its 13th year.The printed version was firstly published in 2007.From 2019 onwards, the electronic version was available two times (in june and December). The e-journal version accepts research and scientific papers from widyaiswara, researches, academics, teachers and other.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
EFEKTIVITAS E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MASA COVID 19 TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV MIN 2 PALEMBANG Fitria Gunawan
Jurnal Perspektif Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v14i1.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pembelajaran jarak jauh dalam menggunakan aplikasi E-Learning madrasah terhadap minat belajar siswa kelas IV MIN 2 Palembang. Responden yang diambil adalah siswa kelas IV, guru kelas dan guru bidang studi, dan orang tua siswa di lingkungan MIN 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ini bersifat deskriptif menggunakan analisis  kualitatif sehingga menjadi paparan informasi yang mudah di mengerti. Pembelajaran pada sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidayah (MI) dalam penelitian ini menggunakan pembelajaran formidable atau biasa disebut dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan bimbingan orang tua dari rumah dan guru di sekolah. Siswa melakukan pembelajaran online dan berinteraksi dengan guru menggunakan aplikasi, salah satu aplikasi yang di pakai seperti e-Learning, zoom, whatsapp group dan telegram. Hasil penelitian menujukkan bahwa pembelajaran formidable secara online pada masa Covid-19 sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa, yaitu siswa merasa jenuh dan bosan karena tidak bertemu dengan teman dan gurunya secara langsung.
LATAR BELAKANG DAN DAMPAK PERCERAIAN (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA KELAS 1A PALEMBANG) mukmin mukri
Jurnal Perspektif Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v14i1.37

Abstract

Membentuk keluarga yang kekal, bahagia dan sejahtera merupakan tujuan pokok dalam rumah tangga. Untuk mencapai rumah tangga yang bahagia dan sejahtera diperlukan adanya kerja sama dan saling pengertian antara suami-isteri, dan menghindari segala macam perselisihan dalam rumah tangga. Tujuan suci tersebut sering kandas di tengah jalan, karena pasangan tidak dapat mempertahankan hubungan keluarga secara harmonis dan berakhir dengan perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian disebabkan karena beberapa faktor, antara lain:Faktor moral meliputi poligami tidak sehat, krisis akhlak, cemburu, Faktor meninggalkan kewajiban meliputi kawin paksa, ekonomi, tidak ada tanggung jawab, Faktor kawin di bawah umur, Faktor penganiayaan, Faktor perselisihan meliputi gangguan pihak ketiga, dan keharmonisan. saran yang dapat peneliti berikan adalah Bagi orang tua tidak menikahkan anaknya dengan cara paksa, yaitu menikahkan anaknya dengan orang yang tidak dicintainya. Karena perkawinan harus ada kesepakatan antara kedua calon mempelai, Bagi pasangan suami-isteri hendaknya saling memahami, saling terbuka dalam rumah tangga untuk memecahkan masalah yang dihadapi, sehingga tidak terjadi disharmonis dalam keluarga. Langkah yang ditempuh adalah dengan cara mengemukakan permasalahan yang ada, kemudian permasalahan tersebut dibicarakan bersama dan dicari jalan keluarnya bersama-sama, salah satunya adalah harus ada yang mengalah dan saling menyadari satu sama lain, sehingga perselisihan cepat terselesaikan dengan damai, Bagi masyarakat hendaknya dilakukan penyuluhan hukum perceraian dengan segala aspeknya, guna merangsang kokohnya ikatan perkawinan dan mengurangi angka perceraian.
EVALUASI PELATIHAN PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS: IMPLEMENTASI, HAMBATAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KOMPETENSI ALUMNI Agustina Agustina
Jurnal Perspektif Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v14i1.38

Abstract

Penyuluh Agama adalah corong pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan agama, namun saat ini seringkali dipandang belum menyesuaikan kompetensinya dengan perubahan zaman sehingga perlu mengikuti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian tujuan pelatihan dan kebutuhan penyuluh, input, implementasi dan dampak pelatihan terhadap peningkatan kompetensi penyuluh. Penelitian ini melibatkan 1209 (seribu dua ratus sembilan) alumni pelatihan Penyuluh Agama Islam non PNS dari 28 propinsi sebagai responden survey daring, dan 32 alumni pelatihan dari 6 kabupaten di dua propinsi yaitu Sumatera Selatan dan Lampung sebagai responden wawancara sehingga total responden 1241 (seribu dua ratus empat puluh satu) orang. Data dikumpulkan melalui tiga teknik yaitu mendistribusikan angket daring, melakukan in depth interview untuk mengelaborasi hasil angket sebagai teknik triangulasi metode, dan telaah dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat relevansi tujuan pelatihan dan kebutuhan Penyuluh Agama Islam Non PNS; aspek kurikulum dan silabus pelatihan perlu mendapat perhatian untuk perbaikan kualitas kedepan; aspek pengelolaan kelas dan penggunaan strategi widyaiswara perlu lebih baik; dan analisis dampak menunjukkan bahwa mayoritas peserta pelatihan telah memiliki peningkatan kompetensi ilmu agama dan Kompetensi Komunikasi sangat baik, dan peningkatan Kompetensi Sosial dan kompetensi moral cukup baik, namun masih kurang baik dalam aspek keterampilan menjalankan fungsi advokatif.
INEFISIENSI PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN UNIT-UNIT KERJA DI IAIN CURUP Riswat Riswat
Jurnal Perspektif Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v14i1.39

Abstract

Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaranyang di lakukan secara optimal akan terlihat dengan indikator minimnya revisi, kegiatan di lakukan sesuaidengan rencanadan menghasilkan output yang jelas dan transparan.Fokus penelitian adalah mencari penyebab inefisiensi atau belum optimalnyapenyusunan Rencana Kerja dan Anggarandi IAIN Curup yang diindikasikan dengan revisi berulang.Metode penelitian yang di gunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan dan angket. Untuk meningkatkan keabsahan jawaban juga dilakukan tanyajawab dan dokumentasi. Populasi meliputi para kepala unit dan staf yang terlibat langsung dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran di IAIN Curup berjumlah 52 (lima puluh dua) orang yang semuanya menjadi sampel penelitian. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitianmenemukan hal-hal yang menyebabkan penyusunanRencana Kerja dan Anggaranunit-unit kerja di IAIN Curup belum optimal adalah: 1) Petunjuk Teknis Penyusunan Anggaran belum tersosialisasikan dengan baik; 2) Dokumen Standar Biaya belum tersosialisasikan dengan baik; 3) Rencana strategis belum tersosialisasikan dengan baik; 4) PenyusunanRencana Kerja dan Anggarankurang inovatif; 5) Penelaahan usulan di tingkat leadingsector belum seluruhnya melibatkan Tim Satuan Pengawas Internal dan Tim Lembaga Penjamin Mutu IAIN Curup.
IMPLEMENTASI PELATIHAN E-LEARNING ERA PANDEMIK Elsy Zuriyani
Jurnal Perspektif Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v14i1.42

Abstract

Dengan adanya Pandemik COVID-19 ini maka semua aktifitas yang ada di perkantoran negeri maupun swasta berubah.Pandemik ini bukan saja terjadi di Indonesia tetapi seluruh negara.Pandemik ini mengharuskan setiap orang harus menjaga jarak agar tidak bersentuhan dengan orang yang bisa menyebabkan virus COVID-19 menular. Oleh karena itu Balai Diklat Keagamaan Palembang juga menyesuaikan sistem pelatihannya dari konvensional dirubah menjadi pelatihan secara e-learning. Penelitian implementasi pelatihan e-learning ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pelatihan e-learning dibalai diklat keagaman Palembang dan juga mengetahui apa faktor penghambat dan pendukung pelatihan secara e-learning. Dalam penelitian kali ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.Dan hasil yang diperoleh balai diklat keagamaan Palembang telah melaksanakan pelatihan berbasis e-learning dengan tahapan sebagai berikut perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi pelatihan secara e-learning.Untuk faktor penghambat ada tiga faktor yaitu pengetahuan peserta pelatihan tentang IT, jaringan internet dan motivasi dan komitmen peserta pelatihan. Sedangkan faktor pendukung adalah adanya persiapan yang dilakukan Balai Diklat Keagamaan Palembang terhadap panitia dengan widyaiswaranya terhadap pelaksanaan pelatihan e-learning, tersedianya jaringan Wifi di Balai Diklat Keagamaan Palembang, adanya uang penggantian kuota untuk peserta pelatihan, widyaiswara dan panitia serta perkembangan zaman yang mendukung pelaksanaan pelatihan berbasis e-learning. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Balai Diklat Keagaman Palembang telah melaksanakan pelatihan e-learning dengan adanya beberapa faktor penghambat dan pendukung kesuksesan pelaksanaan pelatihan berbasis e-learning.
MERAWAT KEMAJEMUKAN AGAMA DI INDONESIA; UPAYA MEREKATKAN RASA NASIONALISME DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI Mardiansyah
Jurnal Perspektif Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v14i1.43

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemajemukan agama di Indonesia, nasionalisme berbasis nilai-nilai agama, dan dinamika menjaga keutuhan NKRI. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan tinjauan literatur. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa merawat dan mempertahankan eksistensi NKRI dari segala tantangan dan masalahnya, bukanlah perihal yang mudah diatasi, tapi bukan berarti harus diganti dengan model selain NKRI. Sekalipun sulit dilaksanakan, asalkan prinsip-prinsip penting bisa direalisasikan, maka bukan tidak mungkin negara ini bisa melewati segala tantangan yang dihadapinya.
MEMETAKAN URUSAN AGAMA DI DAERAH PASKA OMNIBUS LAW Jorawati Simarmata
Jurnal Perspektif Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v14i1.44

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis urusan agama di daerah dengan menggunakan metode  penelitian library riset. Pertama, urusan agama di daerah berdasarkan asas dekonsentrasi  bercabang menjadi dua urusan yaitu urusan absolut dilaksanakan oleh instansi vertikal di daerah, dalam hal ini Kanwil Kementerian Agama; dan urusan pemerintahan umum dilaksanakan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota. Dalam konteks dekonsentrasi, daerah menjadi wilayah administrasi yang notabene adalah kewenangan pemerintah pusat. Kedua, beberapa urusan agama  dimungkinkan dilakukan oleh Gubernur dan/atau Bupati/ Walikota sebagai penanggung jawab urusan pemerintahan umum antara lain (1). Pendirian rumah ibadat; (2).Pemberdayaan Badan Amil Zakat dan Infak (BAZIS); (3).Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ); (4).Dukungan bagi penyelenggaraan haji; dan (5).Dukungan untuk pendidikan agama dan pondok pesantren; (6).Pembentukan Peraturan daerah dan Peraturan Gubernur/Bupati/walikota terkait keagamaan; dan (7).Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial untuk kelompok masyarakat yang bersifat keagamaan dan organisasi kemasyarakatan bidang keagamaan. Ketiga, Omnibuslaw  memperkuat UU No. 23 Tahun 2014 bahwa agama adalah urusan pemerintah pusat.
MENILAI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENGANTAR BAHASA INGGRIS MATERI LOGARITMA KELAS X BILINGUAL MA NEGERI 3 PALEMBANG sri wahyuni
Jurnal Perspektif Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v14i1.45

Abstract

Adanya kesulitan peserta didik dalam belajar matematika dengan pengantar bahasa Inggris pada materi Logaritma,sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kesulitan-kesulitan apa yang dialami peserta didik dan guru dalam belajar Matematika matei logaritma dengan pengantar bahasa Inggris pada program kelas bilingual, (2) Faktor-faktor apa yang menyebabkan peserta didik dan guru mengalami kesulitan dalam belajar Matematika dengan pengantar bahasa Inggris pada materi logaritma, (3) Upaya apa yang dilakukan untuk meminimalisasikan kesulitan yang dialami dalam belajar Matematika materi Logaritma dengan pengantar bahasa Inggris pada program kelas bilingual (CB). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yang dimaksud untuk mendescripsikan tentang kesulitan siswa dan guru dalam belajar Matematika materi logaritma dengan pengantar bahasa Inggris. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas X bilingual (cambridge) MA Negeri 3 Palembang. Sebagai sumber data adalah peserta didik dan guru yang diobservasi. Sebagai informan sumber data penelitian ini dipilih 10 orang peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan 3 cara yaitu metode observasi, tesdan wawancara. Validasi data dilakukan dengan mengunakan triangulasi data yaitu dengan cara membandingkan 3 data yang ada; data hasil observasi, hasil tes dan data hasil wawancara.Dalam menganalisis data penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan beberapa faktor kesalahan yang menyebabkan kesulitan peserta didik dan guru dalam belajar Matematika materi logaritma dengan pengantar bahasa Inggris pada kelas bilingual. Kesulitan-kesulitan itu adalah ketidakbenaran dalam menerima informasi yang disebabkan oleh kurang teliti, kegagalan dalam konsep Logaritma hal ini terjadi karena siswa lebih suka menghafal rumus, motivasi belajar Matematika peserta didik yang umumnya rendah, pengetahuan dan kemampuan prasyarat peserta didik yang cendrung kurang, kurangnya buku referensi matematika berbahasa Inggris, kemampuan berbahasa Inggris perserta didik yang menyebabkan guru sulit berkomunikasi. Diharapkan guru pelajaran Matematika lebih menekankan pemahaman konsep dan pengetahuan prasyarat, serta adanya peningkatan kemampuan berbahasa inggris yang dimiliki guru dan peserta didik.
PEMETAAN TREN BELAJAR AGAMA MELALUI MEDIA SOSIAL Suci Ramadhanti Febriani; Ayu Desrani
Jurnal Perspektif Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v14i2.49

Abstract

Pembelajaran agama menjadi salah satu prinsip kehidupan yang tidak terlepas dari aktivitas manusia. Pada umumnya pembelajaran agama memiliki berbagai strategi untuk mendalami ajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemetaan tren pembelajaran agama melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif pada responden yang berusia 19-25 tahun. Responden berjumlah 39 orang untuk mendapatkan informasi pemetaan tren pembelajaran agama masa kini dengan teknik analisis data menggunakan teknik analisis berbasis triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren belajar agama melalui media sosial tersebar pada penggunaan media yang bervariasi yaitu; 87,2% menggunakan YouTube, 30,8% menggunakan instagram dan artikel online, 15,4% menggunakan facebook, selebihnya menggunakan media yang lainnya seperti WhatsApp dan Tiktok. Berdasarkan temuan, maka tren belajar agama telah beralih dari sistem tradisional pada sistem digital. Hal itu menunjukkan bahwa peran media sosial sangat mempengaruhi konsep berpikir dan bertindak dalam memperdalam pembelajaran agama. Atas dasar itu, penelitian ini merekomendasikan penelitian lanjutan bagi para pemangku kebijakan di Pendidikan Islam Kementerian agama maupun pada masyarakat umum untuk menguji efektivitas media sosial sebagai media belajar agama.
LEARNING EFFECTIVENESS ON TRAINING BASED ON TEAMS LEARNING TOURNAMENT MODEL AND GOOGLE CLASSROOM APPLICATION Firdos Mujahidin
Jurnal Perspektif Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v14i2.51

Abstract

The study aims to determine learning effectiveness on training based on the Teams Learning Tournament (TLT) model combined with Google Classroom application. The research method used is descriptive qualitative collected through observation and qualitative analysis. The research was conducted in 2020 held in Teachers’ Training of Basic Islamic School (MI) Pangandaran. The results showed that TLT learning model combined with Google Classroom application can manage learning effectively. The results showed that TLT learning models supported by the Google Classroom app can effectively manage learning, which can be seen from an increase in attitudes in liveliness of up to 100%, an average knowledge increase of 80.75% and the skills of participants can skillfully compose a predetermined learning product with an average skill score of 85.86. TraineesTLT learning model and Google Classroom application can also be separated to manage learning, but it will be more effective if those two are combined in learning.