cover
Contact Name
Diena Juliana
Contact Email
knj@ejournalyarsi.ac.id
Phone
+6281225795630
Journal Mail Official
knj@ejournalyarsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Panglima Aim No.1, Dalam Bugis, Kec. Pontianak Tim., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78232
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Khatulistiwa Nursing Journal
ISSN : 2655772X     EISSN : 27983897     DOI : 10.53399
Core Subject : Health,
Khatulistiwa Nursing Journal is a peer-reviewed Indonesian journal dedicated to all nursing areas published by The School of Nursing and Graduate School of Nursing at STIKES Yarsi Pontianak. The aim of this journal is to contribute to the growing field of nursing practice and provide a platform for researchers, physicians and healthcare professionals. This journal presents contemporary research on the issue such as basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing and family nursing education nursing. Khatulistiwa nursing journal welcomes original research publications that employ the quantitative, qualitative, or mixed-method approach as well as scholarly works on advanced practice nursing. The target audiences of this journal are nursing students' managers, senior members of the nursing professions, practicing nurses, nurse educators, and researchers at all levels who are committed to advancing practice and professional growth on the basis of fresh information and evidence.
Articles 108 Documents
Ketika Anak Sulit Makan: Hubungan Perilaku Makan Selektif dan Status Gizi Anak Prasekolah Nusa Taruna Putra; Milasari, Milasari; Wulan, Diah Retno; Suwandewi, Alit
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.433

Abstract

Latar Belakang: Gizi buruk merupakan masalah yang sering terjadi pada anak. Apabila tidak ditangani, maka akan berdampak terhadap proses tumbuh kembang anak. Penyebab dari gizi buruk adalah hal yang harus digali untuk mencari akar masalahnya, salah satu penyebabnya adalah perilaku makan selektif. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku makan selektif dengan status gizi pada anak prasekolah. Metode: Penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian dilakukan di PAUD kecamatan Tabukan. Populasi dalam penelitian ini adalah PAUD di Kec. Tabukam sebanyak 13 PAUD dengan 409 murid, Sampel adalah orang tua/wali murid Sebanyak 137 responden, pemilihan sampel menggunakan Cluster Random Sampling yang dilakukan pengundian pada 13 PAUD yang berada di kecamatan Tabukan didapatkan 2 sekolah yaitu PAUD Nusa Indah dan PAUD Kuncup Mekar. Pengumpulan data menggunakan 2 instrumen penelitian yaitu kuesioner Childern’s Eating Behavior Questionnaire dan pengukuran antrompometri. Hasil: Hasil analisa dengan (sperman rank) mendapati bahwa terdapat hubungan dengan nilai p=0,000 (p<0,05) dengan Correlation Coefficient didapatkan nilai 0.799 yang berarti arah hubungan pada penelitian ini “kuat”, hasil Probability 70,15% anak yang masuk kedalam kategori tidak selektif berpeluang masuk ke dalam kategori gizi baik dan 27,14% anak yang masuk kedalam kategori selektif berpeluang masuk kedalam kategori gizi buruk. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku makan selektif dengan status gizi pada anak prasekolah.
Pengaruh NurseTheraCom Berbasis Microlearning terhadap Keterampilan Komunikasi Terapeutik Mahasiswa Keperawatan Priyatnanto, Hendra; Yunita Dwi Anggreini
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.355

Abstract

Background: Therapeutic communication is a mandatory skill for nurses. This study examines the microlearning method "NurseTheraCom," a web platform containing materials, quizzes, and videos designed to improve the competency of nursing students. Objective: This study aims to examine the effect of the NurseTheraCom micro-learning method on improving students' knowledge and therapeutic communication skills. Method: This research is a quasi-experimental study with a pretest and posttest nonequivalent control group design. The respondents in this study were nursing students from STIKes YARSI Pontianak, selected using purposive sampling technique. The inclusion criteria for respondents are active nursing students at STIKes YARSI Pontianak who have already taken the nursing communication course. A total of 60 nursing students participated in a microlearning intervention, with skills assessed thru questionnaires before and after the intervention and analyzed using a paired t-test. Results: There was a significant increase in knowledge (high category from 23.3% to 81.67%) and skills (high category from 15.0% to 78.33%). The average skill score increased from 20.00 to 32.67 (p=0.002). Conclusion: The NurseTheraCom microlearning method is effective in improving nursing students' knowledge and therapeutic communication skills, potentially serving as a tool for continuous training to enhance service quality.
Hubungan Paparan Asap Batu Bata dan Karakteristik Individu Pekerja Terhadap Kapasitas Paru Aditama, Aditya Yudhi; Nur Isnaini
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.375

Abstract

Latar Belakang: Industri batu bata menghasilkan asap pembakaran yang mengandung zat berbahaya dan dapat mengganggu kesehatan pernapasan pekerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan asap dan keluhan pernapasan dengan kapasitas paru pada pekerja industri batu bata di Kecamatan Kemangkon. Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada Juli 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran kapasitas paru menggunakan Peak Flow Meter. Hasil: penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja terpapar asap selama 5–8 jam per hari (79,2%), dengan mayoritas mengalami gangguan kapasitas paru berat (67,5%). Uji Chi-square menunjukkan bahwa lama paparan asap tidak berhubungan signifikan dengan kapasitas paru (p=0,895), sedangkan keluhan pernapasan seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, dan dahak berlebih berhubungan signifikan dengan penurunan kapasitas paru (p<0,05). Kesimpulan: bahwa keluhan pernapasan memiliki hubungan bermakna dengan kapasitas paru pekerja batu bata, sementara lama paparan asap tidak berpengaruh signifikan.
Pengembangan Learning Management System First Aid Berbasis Mnemonic SAMBAS untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Pertolongan Pertama Hatmalyakin, Debby; Hidayat, Uti Rusdian; Nurpratiwi, Nurpratiwi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.406

Abstract

Latar Belakang: Kasus kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu permasalahan di dunia dengan angka kematian yang tinggi. Tingginya angka kematian korban kecelakaan lalu lintas berkaitan dengan lambatnya dan rendahnya kualitas pertolongan pertama yang dilakukan oleh penolong pertama. Oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan penolong pertama dalam melakukan penanganan awal. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan learning management system First Aid dengan pendekatan mnemonic SAMBAS yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan. Metode: merupakan penelitian quasy experiment dengan pendekatan pretest-posttest without control group dengan kuota sampling. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji wilcoxon test didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) pada pengetahuan maupun keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus kecelakaan dengan learning management system First Aid. Kesimpulan: Learning management system First Aid dapat dengan mnemonic SAMBAS dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus kecelakaan.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi Tumbuh Kembang terhadap Perkembangan Anak Usia di Bawah Dua Tahun Listiya, Meta Aldila; Nisma, Nisma; Popy, Popy
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.430

Abstract

Background: Children under two years old are in a golden age, a time of rapid development. Efforts to achieve optimal development must be balanced with optimal growth and developmental stimulation. However, many mothers still do not know how to stimulate growth and development in children. The role of a mother in providing stimulation to children has a significant influence, so it’s very importand to have a good knownledge to encourage children growth optimally. Objective: The purpose of this study was to analyze the relationship between maternal knowledge about growth and development with the developmental status of children under two years old. Method: The study design used a cross-sectional. The study was conducted at the Banjar Serasan Community Health Center with a sample of 77 mothers who had children under two years old selected accidental sampling with the inclusion criteria of this study, namely with the inclusion criteria of mothers who had children aged 0-24 months, mothers who attended posyandu activities and were willing to be respondents, while the exclusion criteria were mothers with children with special needs. Data collection used research instruments consisting of a maternal knowledge questionnaire and KPSP. Result: The results of statistical tests using the Spearman Rank test showed that there was a positive relationship between maternal knowledge about growth and development stimulation and the development of children under two years of age with a p value of 0.010 (p<0.05) and a correlation coefficient (R) of 0.292. Conclusion: There was a significant relationship between maternal knowledge and the development of children under two years old.
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Terhadap Penurunan Ansietas pada Remaja yang Mengalami Kekerasan Verbal di SMA X Jakarta Sutanto, Olivia Regina; Astrianti, Yunita; Suprapti, Fitriana
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.358

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada remaja yang terus meningkat setiap tahunnya, dapat mengganggu proses pencarian jati diri pada remaja. Permasalahan yang sering muncul yaitu kekerasan verbal dari perlakuan baik orang tua maupun lingkungan sekitarnya, kekerasan pada anak inilah yang dapat menjadi risiko peningkatan kesehatan mental yang buruk pada remaja terutama kecemasan. Salah satu terapi komplementer yang dapat membantu mempengaruhi situasi tegang maupun santai pada seseorang ada terapi musik. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap penurunan ansietas pada remaja yang mengalami kekerasan verbal di SMA X Jakarta. Metode: Desain penelitian menggunakan quasi experimental pre test and post test with control group, kemudian dianalisis dengan uji wilcoxon signed ranked test. Penelitian dilakukan di SMA X Jakarta, dengan 76 responden siswa dari kelas 10 dipilih secara nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling.  Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang terdiri dari kuesioner HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety) yang telah dialih bahasa oleh peneliti sebelumnya. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terapi musik dapat menurunkan tingkat ansietas secara signifikan (p<0.05). Kesimpulan: Hal tersebut menunjukkan bahwa terapi musik klasik dapat diterapkan untuk menurunkan tingkat ansietas pada remaja.    
Hubungan Pola Pemberian Makan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Kedungwungu Salsabila, Fadilah; Siti Arifah
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.383

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan yang kompleks dan memiliki dampak jangka panjang, ditandai oleh tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usia akibat kekurangan gizi kronis serta paparan infeksi berulang. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah kurangnya efektivitas orang tua dalam melaksanakan praktik pemberian makanan kepada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengidentifikasi keterkaitan antara pola pemberian makanan oleh orang tua dengan insiden stunting pada balita. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik serta melibatkan 30 responden, yaitu ibu dari balita yang mengalami stunting, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa Child Feeding Questionnaire (CFQ), yang dikembangkan berdasarkan pedoman dari American Academy of Pediatrics (AAP). Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner serta pengukuran tinggi badan balita dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Berdasarkan analisis diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,015 dengan tingkat signifikansi 0,939 (p>0,05), yang menandakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dan kejadian stunting pada balita. Pola pemberian makan belum menjadi faktor utama dalam upaya pencegahan stunting sehingga upaya pencegahan stunting perlu mempertimbangkan faktor lain di antaranya kualitas konsumsi zat gizi, kesehatan lingkungan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Kesimpulan: Pola pemberian makan belum dapat dikatakan sebagai faktor yang dapat berdampak langsung terhadap status gizi anak, sehingga upaya pencegahan stunting perlu mempertimbangkan faktor lain seperti kualitas konsumsi zat gizi, kesehatan lingkungan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Burnout pada Perawat Intensive Care Di RSUD X Nur Azis, Aulya; Haryeti, Popon; Prameswari Kusuma Astuti, Ayu
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.423

Abstract

Latar Belakang: Perawat yang bekerja di unit Intensive Care memiliki tuntutan kerja tinggi dan tekanan emosional yang berkelanjutan, sehingga rentan mengalami burnout. Dukungan sosial sendiri diyakini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan psikologis perawat, karena dapat memberikan rasa aman, dihargai, serta meningkatkan motivasi sehingga mampu mengurangi dampak stres kerja yang berlebihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan burnout pada perawat Intensive Care di RSUD X. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 60 perawat yang bekerja di ruang ICU, NICU, dan HCCU, dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey (MBI-HSS) untuk mengukur tingkat burnout yang telah dialih bahasa oleh peneliti sebelumnya. Hasil: Hasil uji Spearman’s Rank Correlation memperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan nilai korelasi Spearman ρ (rho) = –0,767, menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara dukungan sosial dan burnout. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima perawat, semakin rendah tingkat burnout yang dialami. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan burnout pada perawat Intensive Care.

Page 11 of 11 | Total Record : 108