cover
Contact Name
Diena Juliana
Contact Email
knj@ejournalyarsi.ac.id
Phone
+6281225795630
Journal Mail Official
knj@ejournalyarsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Panglima Aim No.1, Dalam Bugis, Kec. Pontianak Tim., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78232
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Khatulistiwa Nursing Journal
ISSN : 2655772X     EISSN : 27983897     DOI : 10.53399
Core Subject : Health,
Khatulistiwa Nursing Journal is a peer-reviewed Indonesian journal dedicated to all nursing areas published by The School of Nursing and Graduate School of Nursing at STIKES Yarsi Pontianak. The aim of this journal is to contribute to the growing field of nursing practice and provide a platform for researchers, physicians and healthcare professionals. This journal presents contemporary research on the issue such as basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing and family nursing education nursing. Khatulistiwa nursing journal welcomes original research publications that employ the quantitative, qualitative, or mixed-method approach as well as scholarly works on advanced practice nursing. The target audiences of this journal are nursing students' managers, senior members of the nursing professions, practicing nurses, nurse educators, and researchers at all levels who are committed to advancing practice and professional growth on the basis of fresh information and evidence.
Articles 105 Documents
Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Tentang Penanganan Anak Tersedak Melalui Edukasi Audiovisual (Video) Novianti, Erika Ratna; suyanto, Suyanto; Khadijah, Siti Khadijah Khadijah
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v5i2.217

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia masih terdapat kasus tersedak pada anak, hal ini merupakan hal yang mengkhawatirkan karena kecepatan dan ketepatan dalam penanganan tersedak diperlukan untuk mencegah terjadinya kematian, ditambah dengan kurangnya pengetahuan orang tua tentang penanganan tersedak, sehingga diperlukan upaya pencegahan dengan diberikan edukasi yang tepat seperti menggunakan media Audiovisual yang terbukti efektif dan efisien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang penanganan tersedak menggunakan audiovisual (video).Metode: Penelitian ini menggunakan desain penellitian pre eksperimental. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan yang memeneuhi kriteriasebanyak 99 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang penanganan dan pencegahan tersedak, tools keterampilan penanganan tersedak dan video. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dengan p value <0,05.Hasil: Berdasarkan hasil uji wilcoxon didapatkan pendidikan kesehatan tentang penanganan tersedak menggunakan audiovisual (video) berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan dan tingkat keterampilan pada ibu dengan p value 0,000. Kesimpulan :Pendidikan kesehatan tentang penanganan tersedak menggunakan audiovisual (video) dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada ibu.
Penerapan CERDIK Hipertensi Dalam Keluarga Di Kota Pontianak Lautan, Lidya Moji; Goretik, Maria; Andri, Florensius
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v5i2.230

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena termasuk penyakit yang mematikan. Penyakit hipertensi ini menyerang siapa saja baik kalangan muda maupun tua. Tindakan untuk mengontrol tekanan darah dengan mengubah pola hidup seperti mempertahankan berat badan ideal, kurangi asupan garam berlebih, batasi konsumsi alkohol, menghindari rokok, dan selalu cek Kesehatan secara rutin. Program Cerdik merupakan salah satu upaya yang dilakukan pada masyarakat dalam mendeteksi dini dan memonitor faktor resiko terjadinya hipertensi. Dukungan keluarga dalam melakukan perawatan penderita Hipertensi menjadi satu hal yang penting sebagai bentuk dari upaya mencegah atau menghindari faktor yang memperberat terjadinya Hipertensi dalam keluarga. Tujuan: penelitian ini adalah untuk  mengetahui pengalaman keluarga dalam menerapkan program CERDIK dalam keluarga dengan anggota keluarga menderita hipertensi. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Hasil: Penerapan program CERDIK berdampak positif bagi keluarga yang mengalami anggota keluarga menderita Hipertensi dibuktikan dengan keluarga mengetahui serangkaian isi dan mampu melaksanakan program tersebut. Kesimpulan: Program CERDIK memberikan pengalaman yang baik bagi keluarga untuk dapat hidup sehat dengan Hipertensi yang ada dalam keluarga.
Analisis Problematika Ibu Pekerja dalam Mendidik Anak Tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Dimasa Pandemi Covid-19 Masmuri, Masmuri; Juliana, Diena; Sari, Lintang
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v5i2.234

Abstract

Latar Belakang: Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini telah mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang luar biasa masif. Orangtua dituntut mendampingi anak-anak mereka dalam menerapkan PHBS. Tetapi ini jelas menjadi kendala bagi ibu-ibu pekerja. Tujuan: untuk melihat problematika yang dihadapi ibu-ibu pekerja dalam memberikan pemahaman pentingnya PHBS pada anak-anak mereka di masa pandemi covid-19. Metode: menggunakan desain kualitatif dengan analisis tematik yang mengeksplorasi secara mendalam beragam problematika yang dihadapi ibu-ibu pekerja melalui pengamatan secara langsung keadaan masyarakat, melakukan wawancara mendalam, dan mendokumentasikan apa-apa yang relevan terkait penelitian ini. Hasil: Berdasarkan hasil analisis tematik dapat diidentifikasi lima tema utama yaitu: Partisipan mengungkapkan pandemi Covid-19 berdampak pada kehidupan mereka, kecemasan akan kesehatan anak-anak, menyeimbangkan pekerjaan dengan kewajibannya melindungi anak-anak dari Covid-19, mengajarkan PHBS pada anak, kesulitan beradaptasi proses belajar mengajar secara daring. Kesimpulan: Meskipun semula banyak problematika yang harus dialami oleh ibu-ibu, namun dengan pendidikan PHBS yang terus menerus diberikan oleh orang tua dapat menanamkan perilaku yang diharapkan.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Early Psychosis Pada Remaja Awal di SMPN X Kota Pontianak Andriani, Dessy; Florensa, Florensa; Amaludin, Mimi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v6i2.253

Abstract

Latar Belakang: Remaja akan dihadapkan dengan berbagai macam perubahan, meliputi perubahan biologis, fisik, kognitif, sosial serta emosional, juga berbagai tugas perkembangan. Perubahan ini mengakibatkan remaja rentan terhadap masalah kesehatan mental. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian early psychosis pada remaja awal di SMP Negeri Kota Pontianak. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh siswa di 6 SMP Negeri yang ada di Kota Pontianak, yaitu 1.138 orang siswa dan sampel sebanyak 140 orang dengan teknik probability sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi statistik non parametrik Spearman Rank. Hasil: Responden yang mengalami prodromal early psychosis dalam kategori tidak prodromal 20 orang (14,3%), prodromal ringan 49 orang (35%), prodromal sedang 51 orang (36,4%) dan prodromal berat 20 orang (14,3%). Responden yang mengalami resiliensi pada kategori tinggi sebanyak 131 orang (93,6%) dan rendah sebanyak 9 orang (6,4%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan prodromal early psychosis.
Hubungan Kejenuhan Belajar (Learning Burn Out) Dengan Prodromal Early Psychosis Pada Remaja Kota Pontianak Islamiati, Islamiati; Florensa, Florensa; Yousriatin, Fajar
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v5i2.254

Abstract

Latar Belakang: Gangguan psikosis merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa, yang dapat mengganggu banyak fungsi seperti kejiwaan, perkembangan saraf, neorologis dan medis. Psikosis ini sudah timbul pada masa kanak-kanak atau remaja yang menderita psikosis awal terjadi pada usia 15-20 tahun. Meningkatnya kejenuhan belajar (learning burnout) di kalangan remaja Kota Pontianak seperti yang sudah dipaparkan diatas, yang berpotensi menjadi faktor risiko munculnya gejala prodromal early psychosis. Kondisi ini, jika tidak diidentifikasi dan ditangani sejak dini, dapat mengarah pada gangguan mental yang lebih serius, sehingga memerlukan perhatian mendesak untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan mental dan perkembangan remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran antara kejenuhan belajar dengan prodromal early psychosis pada remaja Kota Pontianak. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 111 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode angket. Hasil: Remaja yang mengalami prodromal early psychosis dalam kategori tidak prodromal sebanyak 14 orang persentase (12,6%) dan prodromal sebanyak 97 orang persentase (87,4%). Kejenuhan belajar remaja dengan kategori rendah sebaganyak 89 orang persentase (80,2%), dan tinggi sebanyak 22 orang (19,8%). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin responden yang terbanyak yaitu perempuan sebanyak 104 orang (94.6%). Dan karakteristik usia menunjukan usia rata-rata responden usia 15 tahun (100%). Hasil analisis univariat kejenuhan belajar dan prodroma early psychosis, pada variabel kejenuhan belajar dengan kategori rendah sebanyak 89 orang (80,2%), Sedangkan variabel prodroma early psychosis diketahui sebanyak 97 orang (87,4%) memperlihatkan adanya prodromal early psychosis. Saran: berdasarkan hasil dari penelitian ini agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan terhadap learning burn out yang mungkin memicu gejala prodromal psikosis pada remaja, serta dilakukan penelitian yang lebih mendalam untuk memahami hubungan sebab-akibat antara learning burn out dan perkembangan psikosis di masa depan.
Hubungan Karakteristik Responden Budaya Dan Pemberian MPASI Dini Dengan Kejadian Stunting Di Desa Padi Jaya Kecamatan Kuala Mandor B Nadia, Nadia; Juliana, Diena; Yousriatin, Fajar
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v5i2.255

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan pada anak yang harus mendapat perhatian. Stunting ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata usia anak yang seharusnya. Stunting dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak dan anak mudah mengalami resiko penyakit seperti obesitas. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara karakteristik responden, budaya dan pemberian MPASI dini dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross Sectional, serta menggunakan kuesioner ataupun angket sebagai instrumen. Tehnik sampling yang digunakan merupakan tehnik non probalility sampling dengan jenis purposive sampling dengan jumlah sampel 62 responden. Analisis menggunakan chi square dengan nilai p Value < 0.05. Hasil: Tidak ada hubungan pedidikan ibu dengn kejadian stunting dengan hasil nilai analisis yang diperoleh p value= 0,094. Ada hubunan pekejaan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0,007. Tidak ada hubungan usia ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0.953. Ada hubungan budaya dengan kejadian stunting dengan nilai p value yang peroleh 0,000. Ada hubungan pemberian MPASI dini dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0,000. Kesimpulan: tidak ada hubungan pendidikan ibu dan usia ibu dengan kejadian stunting. Ada hubungan pekerjaan ibu, budaya dan pemberian MPASI dini dengan kejadian stunting.
Hubungan Tingkat Kecemasan dan Kebutuhan Informasi Preoperatif dengan Derajat Nyeri pada Pasien Sectio Caesarea dengan Anastesi Spinal Yusmadiah, Yusmadiah; Juliana, Diena; Yousriatin, Fajar
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v6i2.261

Abstract

Latar Belakang: Proses persalinan dengan Sectio Caesarea, fenomena yang dijumpai adalah masih ditemukan pasien yang merasa kurang informasi tentang pembedahan dan proses pembiusan serta merasakan kecemasan sebelum tindakan operasi, serta pasien juga masih merasakan nyeri pada saat intra operatif, walaupun sudah dilakukan pembiusan dengan Anastesi Spinal. Tujuan: penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dan kebutuhan informasi preoperatif dengan derajat nyeri pada pasien Sectio Caesarea dengan anastesi Spinal. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dan desain penelitian dengan menggunakan cross sectional study dengan sampel sebanyak 30 di Instalasi Bedah Sentral RSUD Sambas, teknik pengambilan sampel yang digunakan berupa purposif sampling. Pengukuran tingkat kecemasan dan kebutuhan informasi menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) dan derajat nyeri menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Hasil uji statistik dengan Rank Spearman untuk tingkat informasi dengan derajat nyeri diperoleh nilai α= 0,047 dan untuk tingkat kecemasan dengan derajat nyeri diperoleh nilai α= 0,021, yang artinya ada hubungan antara tingkat kecemasan dan kebutuhan informasi dengan derajat nyeri. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan ada hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kebutuhan informasi preoperatif dengan derajat nyeri pada pasien Sectio Caesarea dengan Anastesi Spinal di Rumah Sakit Umum Daerah Sambas.
Gambaran Karakteristik Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) pada Pasien Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) di Siloam Hospital Lippo Village Dengga, Jenovan R; Ginting, Laditri Br; Selvia, Selvia; Veronica Gultom, Eva Chris; Panjaitan, Tirolyn
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v6i2.266

Abstract

Latar Belakang: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan pembesaran prostat pada pria yang bersifat jinak dengan keluhan utama yang sering dirasakan adalah Lower Urinary Tract Symptom (LUTS) di mana hal tersebut akan menganggu kualitas hidup penderita. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik dari gejala LUTS pada pasien BPH di satu rumah sakit Indonesia Bagian Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisa data univariat. Populasi dari penelitian ini adalah pasien BPH rawat inap di satu rumah sakit Indonesia Bagian Barat pada September 2021-September 2022 dengan jumlah 73 rekam medis. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah tekniktotal sampling. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien BPH di satu rumah sakit swasta Indonesia Bagian Barat sebagian besar mengalami LUTS dengan karakteristik gejala LUTS Obstruksi sebanyak 74.0 % (54 pasien), keluhan terbanyak adalah hesitancy sebanyak 56.3 % dan gejala LUTS Iritasi sebanyak 65.8 % (48 pasien), keluhan terbanyak adalah dysuria sebanyak 66.7 %. Berdasarkan faktor risiko dari 73 rekam medis 54.8 % berusia 60-70 tahun, 52.1 % tidak obesitas, 37.6% tidak merokok, 30.1 % tidak konsumsi alkohol dan 78.1 % memiliki penyakit komorbid. Kesimpulan: Gejala LUTS merupakan karakteristik sebagian besar pasien BPH.
Hubungan Beban Kerja dan Kinerja Perawat Unit Gawat Darurat Weslly, Petrus; Maryanie, Lidya; Sinaga, Herwinda
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v6i2.268

Abstract

Latar Belakang: Perawat UGD umumnya memiliki beban kerja berlebih baik secara fisik mapun tingkat usaha dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien. Hal ini dikaitkan dengan tugas perawat di UGD mulai dari observasi pasien yang memiliki tingkat kegawatdaruratan yang berbeda dan banyaknya jumlah pasien yang datang ke UGD. Beban kerja yang berlebih dapat berdampak pada kinerja perawat UGD dalam memberikan asuhan keperawatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan beban kerja dengan kinerja perawat unit gawat darurat. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan analitik korelasional untuk mencari hubungan antara beban kerja dengan kinerja perawat di UGD. Sebanyak 30 responden terlibat dalam penelitian ini dipilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi Sampel dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil: Hasil penelitian menjelaskan bahwa distribusi beban kerja perawat UGD pada kategori berat yaitu 63,3%, sangat berat yaitu 20% dan beban kerja sedang yaitu 16,7%. Sedangkan pada distrubusi penilaian kinerja perawat diperoleh kategori 50% memiliki kinerja baik, dan 50% perawat memiliki kinerja kurang. Analisis lebih lanjut dengan uji spearman rank menunjukkan tidak ada hubungan antara beban kerja dengan kinerja perawat UGD dengan nilai p=0,380 (>0,05). Kesimpulan: Kebijakan pemberian Promosi jabatan bagi perawat yang memiliki kinerja baik, sedangkan bagi perawat dengan kinerja kurang dilakuakan bimbingan teknis khusus pada perawat ruang UGD. 
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Perilaku Cyberbullying di Sekolah Anugrahwati, Ria; Silitonga, Junita
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.331

Abstract

Latar Belakang: Fenomena cyberbullying dan hubungannya dengan penggunaan media sosial pada anak usia sekolah merupakan topik yang semakin relevan dalam era digital saat ini dan di luar negeri banyak dijumpai kasus-kasus cyberbullying yang membawa dampak sangat serius bagi korbannya seperti bunuh diri. Tujuan: Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku cyberbullying di sekolah Metode: Jenis penelitian ini adalah survey cross sectional. Populasi adalah murid sekolah dasar yang berjumlah 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling yang dianalisa menggunakan uji chi square. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dari penelitian sebelumnya. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 100 responden sebagian besar (55%) berjenis kelamin perempuan. Sebagian besar (33%) kelas 5, sebagian besar penggunaan media sosial (61%) secara positif. Dan Sebagian besar tidak berperilaku cyberbullying (62%). Kesimpulan: Hasil uji chi-square didapatkan p value = 0,016 yang artinya ada hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku cyberbullying dengan kata lain ada pengaruh dampak negatif terhadap penggunaan teknologi informasi dalam bentuk cyberbullying di lingkungan. Rekomendasi untuk mengurangi perilaku cyberbullying yaitu anak usia sekolah perlu dibatasi penggunaan media sosial, termasuk diperlukan pengawasan oleh orangtua dan guru terhadap penggunaan media sosial di sekolah ataupun di rumah.

Page 8 of 11 | Total Record : 105