cover
Contact Name
Diena Juliana
Contact Email
knj@ejournalyarsi.ac.id
Phone
+6281225795630
Journal Mail Official
knj@ejournalyarsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Panglima Aim No.1, Dalam Bugis, Kec. Pontianak Tim., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78232
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Khatulistiwa Nursing Journal
ISSN : 2655772X     EISSN : 27983897     DOI : 10.53399
Core Subject : Health,
Khatulistiwa Nursing Journal is a peer-reviewed Indonesian journal dedicated to all nursing areas published by The School of Nursing and Graduate School of Nursing at STIKES Yarsi Pontianak. The aim of this journal is to contribute to the growing field of nursing practice and provide a platform for researchers, physicians and healthcare professionals. This journal presents contemporary research on the issue such as basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing and family nursing education nursing. Khatulistiwa nursing journal welcomes original research publications that employ the quantitative, qualitative, or mixed-method approach as well as scholarly works on advanced practice nursing. The target audiences of this journal are nursing students' managers, senior members of the nursing professions, practicing nurses, nurse educators, and researchers at all levels who are committed to advancing practice and professional growth on the basis of fresh information and evidence.
Articles 79 Documents
Edukasi Metode Demonstrasi dan Role Play Terhadap Pengetahuan Polisi Lalu Lintas (Polantas) Tentang Pertolongan Pertama Gawat Darurat Kecelakaan Lalu Lintas Fauzan Alfikrie; Uti Rusdian Hidayat; Eka Putri Wahyuningtyas
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 1, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v1i2.12

Abstract

Pertolongan pertama penting diberikan kepada korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas untuk memberikan keselamatan dan mencegah timbulnya kecacatan. Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dan role play diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan polantas dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dan role play terhadap pengetahuan polantas tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Penelitian quasi experiment dengan menggunakan one group pretest dan post test without control group design. Besar sampel yaitu 15 orang dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh edukasi dengan metode demonstrasi dan roleplay terhadap pengetahuan pada polantas (a 0,001). Pendidikan kesehatan merupakan upaya peningkatan pengetahuan polisi lalu lintas tentang pertolongan pertama gawat darurat pada korban kecelakaan.
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Relawan Medis Selama Memberikan Pelayanan Di Lokasi Bencana Nurul Hidayah
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v3i1.61

Abstract

Bencana merupakan sebuah kondisi yang sangat serius dan memerlukan penanggulangan yang cepat dan tepat sasaran. Bencana dapat mempengaruhi berbagai aspek meliputi material (ekonomi, hilangnya pendapatan masyarakat,infrastruktur)  dan lingkungan (alam). Selain menimbulkan dampak yang merugikan dari segi material dan lingkungan, bencana juga memiliki dampak yang sangat besar  terhadap kesehatan jiwa seseorang yakni berupa perasaan takut (cemas). Namun kecemasn yang muncul pada saat bencana merupakan hal normal dan  bersifat subyektif memiliki perasaan takut akan kondisi di lingkungan sekitar,  pada saat individu mengalami kecemasan individu tersebut akan merasa sulit dalam membedakan  hal yang realistis maupun tidak realistis dan hal ini merupakan perasaan yang tidak menyenangkan bagi individu tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada relawan medis saat memberikan pelayanan kesehatan di lokasi bencana. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sample menggunakan tehnik total sampling. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua relawan medis yang pernah memberikan pelayanan kesehatan pada 6 bulan terakhir terhitung dari bulan Juli sampia dengan Desember 2019 yang berjumlah 14 orang relawan medis. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecemasan dalam penelitian ini menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HAR-S).  Hasil penelitian diperoleh bahwa  5 orang (36 persen) mengalami kecemasan tingkat berat, 2 orang (14 persen) mengalami kecemasan tingkat sedang, dan 7 orang (50 persen) tidak memiliki kecemasan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Pengendalian Hipertensi dan Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan dengan Terjadinya Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Kakap Wandira Wandira; Uti Rusdian Hidayat; Aryanto Purnomo
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 2, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v2i1.25

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi disebut sebagai silent killer karena sebagian besar kasus hipertensi dimasyarakat akibat dari penderita tidak menyadari bahwa dia menderita hipertensi karena tidak mendapat gejala, pengontrolan yang kurang dan tidak rutin serta tidak minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.Tujuan: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang pengendalian hipertensi dan pemanfaatan fasilitas kesehatan dengan terjadinya hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sungai Kakap.Metode: penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian observasional analitik korelatif dengan desain penelitian case control. Besar sampel yaitu 68 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square, dengan nilai P lebih kecil dari 0,05.Hasil: hubungan tingkat pengetahuan tentang pengendalian hipertensi dengan terjadinya hipertensi (p value=0,000) dan pemanfaatan fasilitas kesehatan dengan dengan terjadinya hipertensi (p value=0,002).Kesimpulan: Terdapat Hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan tentang pengendalian hipertensi dan tingkat pemanfaatan fasilitas kesehatan dengan terjadinya hipertensi.
Faktor yang Mempengaruhi Ketidaknyamanan Kerja (Job Insecurity) pada Perawat di RSUD Datu Sanggul Rantau dan RSUD H. Badaruddin Tanjung Yuhansyah Yuhansyah; Yati Afiyanti; Machli Riyadi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 1, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v1i2.10

Abstract

Ketidakamanan kerja (job insecurity) merupakan suatu persepsi subyektif terhadap pentingnya aspek-aspek pekerjaan, ancaman terhadap aspek pekerjaan, pentingnya keseluruhan pekerjaan, ancaman terhadap keseluruhan pekerjaan dan ketidakberdayaan terhadap masalah pekerjaan. Faktor yang mempengaruhi ketidakamanan kerja diantaranya adalah karakteristik individu (usia, jenis kelamin, masa kerja, tingkat pendidikan, status perkawinan, pendapatan dan status kepegawaian). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi ketidakamanan kerja  pada perawat di RSUD Datu Sanggul Rantau dan RSUD.H. Badaruddin Tanjung.Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Variabel independen faktor yang mepengaruhi dan variabel dependen  ketidakamanan kerja. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 256 responden terdiri dari 151 PNS dan 105 Non PNS. Instrument penelitian berupa kuesioner skala ketidakamnan kerja, uji statistik menggunakan regresi logistik ganda.Hasil penelitian ini menunjukkan ada faktor yang mempengaruhi ketidakamanan kerja yaitu masa kerja dan tingkat pendidikan dengan odds ratio 6,005. Hal ini dikarenakan perawat mengganggap perlindungan kerja, pembagian imbalan jasa pelayanan,  kualitas pengawasan (supervisi) keperawatan dan pengembangan kompetensi sebagai salah satu aspek pekerjaan yang penting.
Pengaruh Metode Murottal Ar-Rahman Terhadap Kesehatan Spiritual Lanjut Usia di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma Daryani Daryani; Wahyu Kirana; Ardi Wahyudi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 2, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v2i1.43

Abstract

Latar Belakang : Lanjut usia merupakan seseorang yang mengalami perubahan biologis, fisik, kejiwaan, dan sosial. Perubahan ini akan memberikan pengaruh pada seluruh aspek kehidupan, termasuk kesehatannya. Salah satu pelayanan kesehatan yaitu pemenuhan kesehatan spiritual, dengan terpenuhinya kesehatan spiritual akan meningkatkan produktifitas lanjut usia. Telah berkembang banyak terapi-terapi yang dapat meningkatkan energy dalam tubuh salah satunya dengan terapi murottal, yaitu mendengarkan rekaman bacaan Alquran dari seorang Qori. Belum adanya penelitian tentang murottal Alquran terhadap kesehatan spiritual menjadi keterbaruan.Metode : Penelitian ini menggunakan desain pre and post test without control.Sampel pada penelitian ini sebanyak 16 orang lanjut usia yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dengan metode quasi ekperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan lembar observasi dan diolah serta dianalisa menggunakan Shapiro Wilk.Hasil : Hasil uji statistik Shapiro Wilk untuk mengetahui adanya pengaruh metode murottal Ar-Rahman terhadap kesehatan spiritual lanjut usia di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma dengan tingkat kepercayaan 95 persen (a = 0,005). Hasil uji Shapiro Wilk didapatkan nilai p pretest dan posttest di atas 0,005 yang dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Hasil uji Shapiro Wilk yang normal maka uji bivariate pada penelitian ini menggunakan uji paired sample T test dengan hasil nilai p lebih kecil dari 0,005 Kesimpulan : Ada pengaruh signifikan metode murottal Ar-Rahman terhadap kesehatan spiritual lanjut usia di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma
Hubungan Pemberian ASI dan MP ASI dengan Kejadian Stunting pada Baduta (Balita Bawah 2 Tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Dalam Sri Hasanah; Masmuri Masmuri; Aryanto Purnomo
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 2, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v2i1.18

Abstract

Balita pendek masih menjadi masalah generasi diindonesia. Terjadinya stunting pada baduta sering kali tidak disadari, dan setelah dua tahun baru terlihat ternyata balita tersebut pendek.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI dan makanan pendamping ASI terhadap kejadian balita pendek pada baduta (balita bawah 2 tahun) diwilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam. Jenis penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian observasional analitik korelatif dengan desain penelitian case control. Besar sampel yaitu 44 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square, dengan nilai P lebih kecil dari 0,05. Ada hubungan pemberian ASI dengan kejadian stunting (p value=0,000) dan pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting (p value=0,002). Terdapat Hubungan yang signifikan antara ASI dan makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting diwilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam.
Rendam Kaki Air Hangat Jahe Dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Nurpratiwi Nurpratiwi; Uti Rusdian Hidayat; Sri Bintang Putri
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v3i1.55

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kompleks yang menurunkan kualitas hidup pasien dengan akibat terjadinya komplikasi. Penangganan dapat diberikan rendam kaki air hangat jahe. Kandungan jahe yaitu minyak atsiri dapat memperlebar pembuluh darah yang nantinya berefek menurunkan tekanan darah. Sudah banyak yang menggunakan rendam kaki untuk menurunkan tekanan darah di Wilayah Puskesmas Tanjung Hulu Pontianak Timur. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana pengalaman rendam kaki air hangat jahe dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah Puskesmas Tanjung Hulu Pontianak Timur. Metode: Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan 5 orang yang diambil dengan teknik snowball sampling pengumpulan data diperoleh melalui teknik wawancara terstruktur. Hasil: Pengalaman partisipan yaitu perasaan yang dirasakan oleh partisipan memberikan rasa enak dan nyaman, manfaat dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi nyeri, waktu melakukan pada pagi hari dan waktu yang dilakukan sekitar 10-20 menit, prosedur dalam melakukan rendam kaki air hangat jahe dengan jahe diiris-iris ditumbuk digeprek, jenis jahe yang sering digunakan yaitu jahe putih dan jahe kuning, tidak ada efek samping yang muncul setelah melakukan rendam kaki air hangat jahe. Kesimpulan: Didapatkan 6 tema yaitu perasaan setelah melakukan rendam kaki air hangat jahe, manfaat rendam kaki air hangat jahe dalam menurunkan tekanan darah, waktu melakukan rendam kaki air hangat jahe, prosedur dalam melakukan rendam kaki air hangat jahe, jenis jahe yang digunakan, efek samping yang muncul setelah melakukan rendam kaki air hangat jahe. Rekomendasi : Diharapkan bagi penderita hipertensi dapat memanfaatkan terapi rendam kaki air hangat jahe sebagai terapi alternatif dalam menurunkan tekanan darah.
Gambaran Pengetahuan Perawat Terhadap Undang-Undang No.38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan Di RS X Pontianak Mimi Amaludin; Raihan Raihan; Hajimi Hajimi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v1i1.44

Abstract

Latar belakang : Undang-undang keperawatan dibuat untuk memberikan pelindungan dan kepastian hukum kepada perawat dan pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan pengetahuan perawat mengenai Undang-Undang No 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan. Metode : Desain penelitian ini mengunakan cross-sectional dengan jumlah sampel 56 responden. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa bahwa 23 persen perawat memiliki pengetahuan baik, 43 persen perawat memiliki pengetahuan cukup dan 34 persen perawat memiliki pengetahuan kurang. Sehingga di sarankan kepada organisasi perawat (PPNI) untuk melakukan sosialisasi kepada perawat baik yang ada di kota maupun desa.
Hubungan Paparan Gadget dengan Perkembangan Emosional pada Anak Usia Remaja Kelas VII dan VIII SMP Negeri 04 Pontianak Timur Lintang Sari; Ai Yeni Susanti; Hajimi Hajimi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 1, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v1i2.14

Abstract

Perkembangan mental emosional merupakan proses perkembangan individu dalam usaha menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pengalamannya. Masalah mental emosional dapat timbul jika terdapat suatu konflik dalam proses penyesuaian diri dengan lingkungan dan pengalaman pengalamannya. Pertukaran informasi yang begitu cepat dari penjuru dunia ikut membawa budaya luar yang berbeda dengan budaya Indonesia, sehingga dapat menggeser nilai-nilai budaya yang ada. Nilai-nilai budaya asing tersebut dirasakan oleh remaja begitu berbeda dengan nilai spiritual yang telah didapatkan. Situasi ini dapat menimbulkan kebingungan dalam diri remaja sehingga memicu konflik nilai yang berakibat terjadinya penyimpangan perilaku. Tujuan penelitian ini yaitu untuk Menganalisis hubungan paparan gadget dengan perkembangan emosional pada anak kelas VII dan VIII SMP Negeri 04 Pontianak Timur. Rancangan penelitian ini menggunakan uji kolerasi pearson product moment.  Disimpulkan bahwa  bahwa paparan gadget lebih besar dari 4 jam dengan interpretasi nilai abnormal yaitu sebanyak 71,1 persen yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara paparan gadget dengan perkembangan emosional dibuktikan dengan nilai p value 0,000 kurang dari  a 0,05.
Hubungan Pemberian Imunisasi Dasar dengan Pertumbuhan pada Balita (1-5 Tahun) di Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe Roslina wati
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 2, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v2i2.49

Abstract

Imunisasi dasar sangat penting diberikan pada bayi berusia 0-12 bulan untuk memberikan kekebalan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Berdasarkan estimasi global yang dilakukan WHO (World Health Organization) pelaksanaan imunisasi dapat mencegah kurang lebih 25 juta kematian balita tiap tahun. Untuk mengetahui hubungan pemberian imunisasi dasar dengan pertumbuhan pada balita (1-5 tahun)  Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain studi cross sectional dengan jumlah 104 yang didapatkan dengan metode Slovin. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita memiliki riwayat imunisasi tidak lengkap yaitu 69 persen. pertumbuhan balita (1-5 tahun) pada kategori gizi kurang 61 persen, dari hasil uji bifariat ada hubungan secara signifikan terhadap pertumbuhan pada balita (1-5 tahun) dengan nilai signifikan (p) sebesar 0.002. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk memberikan penyuluhan secara optimal kepada ibu untuk membawa anaknya ke posyandu untuk imunisasi.