cover
Contact Name
Tonni Limbong
Contact Email
tonni.budidarma@gmial.com
Phone
+6281267058001
Journal Mail Official
alexander_naununu@ust.ac.id
Editorial Address
Jl. Setiabudi No. 479 F Tanjungsari, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20132
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Logos
ISSN : 14125943     EISSN : 27767485     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Logos memuat artikel hasil penelitian tentang ilmu Filsafat dan Teologi yang dikaji secara empiris dan sesuai kaidah ilmiah sebagai refleksi kritis yang sistematis atas iman khususnya iman Katolik dengan fokus kajian Teologi, Filsafat, Kajian Sosial, Naluri dan Iman, Teknologi pada Teologi dan Filsafat, Pendidikan Agama dan kepercayaan tentang kebenaran pokok-pokok iman Katolik dalam terang wahyu Ilahi, yaitu tradisi dan Kitab Suci, selanjutnya mengenai pelaksanaan iman dalam hidup sehari-hari.
Articles 230 Documents
KEBUDAYAAN BUKAN HANYA SEKEDAR ADAT-ISTIADAT Antono, Yustinus Slamet
LOGOS Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i1.869

Abstract

Dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang kebudayaan sering dimengerti sebagai adat-istiadat suku bangsa tertentu atau kesenian daerah suku bangsa tertentu.  Di sisi lain jika membaca tulisan-tulisan tentang kebudayaan, kita akan menemukan bermacam-macam definisi kebudayaan dan argumentasi-argumentasinya mengapa kebudayaan didefinisikan seperti itu. Tulisan ini mengangkat beberapa aspek yang biasanya dibicarakan para ahli jika mereka melukiskan kebudayaan.
TEOLOGI PATRISTIK (Para Bapak Gereja) Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i1.870

Abstract

Para bapak Gereja adalah orang-orang yang berperi hidup saleh, memiliki wawasan yang asali dan berkekuatan doktrinal mengenai ajaran Gereja serta kukuh membela dan mempertahankan iman Gereja. Keutamaan yang terpancar dari peri hidup dan kandungan doktrinal dalam ajaran mereka ini lahir dari keakraban mereka dengan Sabda Allah yang tertuang dalam Kitab Suci: Mereka merenungkan Sabda Allah dan menjelaskannya ke dalam bahasa yang dimengerti untuk memperkaya dan mematangkan iman umat kepada Allah yang mewahyukan diri-Nya dalam Putera-Nya, Yesus Kristus.
PERTOBATAN SEBAGAI SARANA MENJADI MANUSIA BARU SUATU URAIAN SPIRITUALITAS-BELAJAR DARI PENGALAMAN HIDUP PAULUS Donobakti, Yohanes Anjar; Atmaja, Stanislaus Kotska B.D.
LOGOS Vol 15 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v15i2.1480

Abstract

Sepanjang sejarah keselamatan, Allah tak henti-hentinya mewartakaan pertobatan. Puncak karya keselamatan itu ada dalam diri Yesus yang datang dalam dunia. Yesus telah berkata, ”Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Mrk 1:15). Gereja terus-menerus menyerukan dan melayani pertobatan kepada semua orang supaya mereka memperoleh keselamatan kekal. Namun, kerapuhan seringkali menjadi alasan manusia jatuh dalam dosa, jauh dari Allah, dan berada dalam ketidakkudusan. Tetapi Allah tetap setia pada manusia dan menghendaki agar manusia menjadi kudus melalui pertobatan. Pertobatan merupakan sarana untuk memulihkan relasi antara manusia dengan Allah. Santo Paulus melalui pengalaman pertobatannya yang luar biasa menjadi teladan dan model bagi setiap orang Kristen untuk bertobat, berbalik kepada Allah, dan hidup baru yang sesuai dengan kehendak Allah
KESETIAAN DALAM PERKARA KECIL SEBAGAI JALAN KEKUDUSAN Donobakti , Yohanes Anjar; Sinurat, Rafael C.
LOGOS Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i1.1481

Abstract

Orang-orang beriman kristiani, sejak menerima baptisan, sudah mengarahkan hidupnya menuju kepada kekudusan. Mereka dipanggil untuk bertumbuh dalam kekudusan, yaitu mengalami persatuan dengan Allah sumber kekudusan. Banyak jalan kekudusan, salah satunya bisa dicapai dengan cara melakukan perkara-perkara kecil. Jalan ini menuntut semua orang beriman untuk melakukan rutinitas harian dengan setia seturut nasihat Injil. Ketika seseorang melakukan perkara dan pekerjaan kecil dan sederhana dengan setia, pada saat itulah Kristus hadir, melimpahkan rahmat-Nya, dan memberikan cinta-Nya yang besar. Ketika orang-orang beriman melakukan perkara-perkara kecil dan sederhana dengan setia, ciinta, dan sukacita yang besar, mereka berada dalam jalan menuju kekudusan. Santa Theresia Lisieux melalui “jalan kecilnya” terutama dalam kesetiaannya melakukan perkara-perkara kecil memberikan suatu teladan bagi setiap orang beriman dapat sampai kepada kekudusan itu.
PENYELESAIAN MASALAH MODEL ANIMISTIS Antono, Yustinus Slamet
LOGOS Vol 11 No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v11i1.1525

Abstract

Pemberian hadiah merupakan fenomena yang mudah dijumpai di berbagai kebudayaan yang ada di muka bumi. Melalui cara itu relasi antar sesama manusia dipererat dan dipelihara. Praktek pemberian hadiah dalam berbagai bentuknya dan juga istilah-istilahnya kepada para pejabat ataupun yang memiliki kewenangan juga telah lama ada. Istilah yang sering digunakan untuk praktek tersebut adalah suap. Suap merupakan model penyelesaian masalah-masalah profan yaitu masalah-masalah yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Terkait dengan fenomena suap-menyuap, apakah religiositas tradisional berkontribusi dalam menyediakan model penyelesaian masalah seperti itu? Dalam artikel ini akan dibahas cara pandang masyarakat terhadap dunianya serta sikap-sikap yang diperlukan baik pada saat dalam keadaan biasa-biasa saja maupun ketika berhadapan dengan masalah-masalah kehidupan serta cara penyelesiannya. Melalui pendapat para ahli Jawa, masyarakat Jawa akan dijadikan sebagai bahan analisa untuk menjawab pertanyaan di atas.
KONTRIBUSI RELIGIOSITAS JAWA PADA PERKEMBANGAN SITUS-SITUS ZIARAH KATOLIK Antono, Yustinus Slamet
LOGOS Vol 12 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v12i1.1526

Abstract

Di Indonesia kita mudah menjumpai tempat-tempat yang dianggap sakral oleh masyarakatnya. Mengapa tempat-tempat tersebut dianggap sakral, jawabannya bisa dicari melalui ceritera-ceritera rakyat baik berupa mite maupun legenda. Tempat-tempat yang dianggap sakral ataupun ceritera-ceritera rakyat yang menyertainya merupakan bagian dari religiositas. Dalam tulisan singkat ini akan dipaparkan kontribusi religiositas pada berkembangan situs-situs ziarah Katolik dengan mengambil contoh masyarakat Jawa dari sisi religiositasnya.
DAMPAK POSITIF HARI KAUM MUDA SEDUNIA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN DAMPAK POSITIF ITU Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 11 No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v11i2.1532

Abstract

Hari Kaum Muda Sedunia (HKMS) telah terselenggara 29 kali antara kaum muda dengan Paus dengan agenda yang meliputi: prosesi dengan membawa Salib Tahun Penebusan dan ikon Bunda Maria, adorasi, katekese, sakramen reskonsiliasi dan misa penutupan. HKMS membutuhkan banyak biaya dan orang-orang yang berkehendak baik dan sukarela. HKMS tidak terlepas dari protes dan kritik berkaitan dengan biaya dan sikap Gereja Katolik terhadap isu-isu tertentu seperti alat kontrasepsi dan perkawinan sejenis. Menghadapi protes dan kritik itu, kaum muda yang terlibat dalam HKMS menunjukkan perilaku baik dengan tidak bertindak kasar dan arogan. Mereka menahan diri bahkan berdoa di tengah-tengah orang-orang yang menghina dan mencemoohkan mereka.
MARTYRIA SEBAGAI WUJUD KEBEBASAN MORAL Sembiring, Lesta
LOGOS Vol 11 No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v11i2.1533

Abstract

Kebebasan adalah lambang yang unggul citra ilahi dalam diri manusia (GS 17). Dengan kebebasannya manusia diarahkan kepada Allah untuk mencapai kesempurnaan dan kebahagian abadi, karena ia dilengkapi akal budi dan kehendak (KGK 1711), untuk mencari/mencintai kebenaran dan kebaikan (GS 15,2). Mencari/mencintai kebenaran dan kebaikan sudah merupakan kewajiban dan tanggungjawab orang kristen (optio fundamentalis), sebab ia harus tumbuh dan matang di dalamnya (KGK 1731), serta memberi kesaksian (martyria) tentang kebenaran dan kebaikan itu (minimal dalam optio particularis).
MELIHAT DAN MEMBERI KESAKSIAN DALAM YOHANES 19:35 Marmidi, Fransiskus Saverius
LOGOS Vol 11 No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v11i2.1534

Abstract

INTRODUKSI TEOLOGI Ara, Alfonsus
LOGOS Vol 11 No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v11i2.1535

Abstract

Teologi adalah ilmu tentang Allah. Sebagai sebuah displin ilmu, teologi memiliki sumber yang otentik, daya kritik, metode dan sistem yang padu. perangkat-perangkat ini sangat dibutuhkan agar inti kebenaran iman kepada Wahyu Allah dalam diri Yesus Kristus bisa dijelaskan dan dipertanggungjawabkan dengan akal manusia