cover
Contact Name
Muhajir
Contact Email
qathruna@uinbanten.ac.id
Phone
+628121907168
Journal Mail Official
qathruna@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No. 30 Panancangan Cipocok Jaya, Sumurpecung, Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42118
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Qathrun Jurnal Keilmuan dan Pendidikan Islam
ISSN : 2406954X     EISSN : 27765563     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/qathruna
Core Subject : Education,
QATHRUNÂ: Jurnal Keilmuan dan Pendidikan Islam invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies in the areas of Islamic Education, which cover the following research focuses: Learning strategy of Islamic education Development of Islamic education curriculum Curriculum implementation of Islamic Education Development of learning media and resources of Islamic education Islamic education learning evaluation Practices of Islamic education learning in school Inclusive education in Islamic education Action research in Islamic education
Articles 121 Documents
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER Oji Fahroji
QATHRUNÂ Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/qathruna.v7i1.3030

Abstract

This study aims to: (1) describe the value of integrated character education at SMP Islam Al-Azhar 11 Serang City and SMP IT Rahaudatul Jannah Cilegon (2) describe the implementation of character education (3) reveal the results of the implementation of character education.This type of research is descriptive qualitative with normative, pedagogical, and psychological theological approaches. In connection with the data sources in this study are two data sources, primary data namely the principal, vice principal, teachers, and students and school members, while secondary data is a document on the condition of teachers, school facilities, profiles and lesson plans related to the object researched. The data is obtained through observation, interviews and documentation. The results showed that the value of character education that is integrated in the learning process is religious, disciplined, diligent, curiosity, caring, and responsibility. Meanwhile, the implementation of character education values ​​is also obtained through extracurricular activities which are carried out through dance, sports, religious, vocal and scientific works of youth, as well as the clean culture instilled in the two schools. The findings obtained were that imposing sanctions on students would explicitly provide a deterrent effect and this became respected by students, not to do it again.
PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN KELUARGA Fahmi Fahmi
QATHRUNÂ Vol 3 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi anak. Lingkungan keluarga sebagai lingkungan untuk mengenalkan atau mengajarkan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai akhlak kepada anak usia dini termasuk salah satunya yaitu mengenalkan pendidikan seks (pendidikan biologis) kepada anak usia dini. Orang tua di dalam lingkungan keluarga memiliki kewajiban untuk mengenalkan pendidikan seks karena mau, tidak mau dan siap, tidak siap bagi orang tua suatu saat anak di lingkungan keluarga akan mempertanyakan hal-hal yang berkaitan tentang seks kepada orang tuanya maka orang tua perlu menyiapkan pendidikan seks anak usia dini di lingkungan keluarga. Teknologi dan informasi terus berkembang seiring berkembangnya perubahan zaman. Teknologi dan informasi berkembang sangat cepat, tembus ruang dan waktu hadir setiap lingkungan keluarga melalui TV, radio, komputer, internet dan handphone. Peran kedua orang tua sangat penting sekali dalam mendidik dan mengajarkan pendidikan seks anak usia dini. Lebih baik orang tua menerima pertanyaan seks dari anak sendiri dari pada anak sendiri menanyakan kepada orang lain karena belum tentu jawabannya itu baik dan benar bagi anak. Orang tua adalah orang yang pertama dan utama yang mengenalkan pendidikan seks kepada anak usia dini di lingkungan rumah sebelum orang lain yang mengenalakannya karena orang tua sebagai orang yang terdekat dengan anak dan orang yang paling mempengaruhi perkembangan dan masa depan anak.
KONTRIBUSI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA UNTUK PENGUATAN MENTAL DAN KETERAMPILAN PESERTA DIDIK Ridwan Ridwan
QATHRUNÂ Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/qathruna.v6i1.3945

Abstract

The objectives of this study were to: 1) describe the Contribution of Scout Extracurricular Activities to Mental Strengthening Students at SMKN 1 Anyer; 2) Scout Extracurricular Contribution to Students' Skills Improvement; 3) explain the Constraints for the coaches and trainers on extracurricular activities at SMKN 1 Anyer. This research method is descriptive qualitative, namely research that attempts to describe a symptom, event, event that is happening now. The data for the three variables were obtained through interviews, observation, and document checking. The research sites are SMK Negeri 1 Anyer which is located on Jalan Raya Anyer-Mancak Km 02, Grogol Indah Village, Anyar District, Serang Regency and Al-Khairiyah 1 Cilegon High School which is located on Jalan Sunan Bonang, Kubangsari, Ciwandan District, Cilegon City, Banten Province, while The research took place from 10 July 2019 to 10 January 2020. Respondents taken by the researcher were 2 school principals, 2 deputy school principals, 2 scout coaches, 3 trainers, homeroom teachers, PKN teachers, PAI teachers, BP / BK teachers, and several students who actively participated in the scout movement extracurricular activities, totaling 78 students. The results of the research on extracurricular activities contribute to mental strengthening, especially spiritual, emotional, and social aspects; 2) extracurricular activities contribute to improving skills, especially managerial, physical, and knowing nature; 3) Obstacles in scout extracurricular activities at SMA Negeri Anyer, namely the limited number of coaches in both numbers and abilities; low interest in students; lack of parental support.
PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ORANG TUA DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWATERHADAP PRESTASI BELAJAR PAI Hunainah Hunainah; Dede Fatchuroji
QATHRUNÂ Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ditemukan beberapa siswa yang memperoleh prestasi belajar yang baik, sementara latar belakang pendidikan dan kecerdasan emosionalnya kurang, sebaliknya ada siswa yang memiliki orang tua dengan kecerdasan emosional yang baik, dimana orang tuanya juga memiliki latar belakang tingkat pendidikan yang tinggi, tetapi hasil belajarnya rendah. Selain itu terdapat suatu kenyataan bahwa siswa yang memiliki orang tua yang berlatar belakng penidikan rendah atau tidak berpendidikan ternyata siswa tersebut mampu meraih prestasi belajar yang baik. Sebaliknya keluarga yang berpendidikan tinggi ternyata kurang berhasil dalam mendidik anaknya sehngga mendapatkan prestasi belajar yang rendah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah terdapat pengaruh latar belakang pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar PAI siswa Kelas XI di SMKN 1 Kragilan? (2) Apakah terdapat pengaruh kecerdasan emosinal siswa terhadap prestasi belajar PAI siswa Kelas XI di SMKN 1 Kragilan? (3) Apakah latar belakang pendidikan orang tua dan kecerdasan emosional siswa secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar PAI siswa Kelas XI di SMKN 1 Kragilan? Penelitian ini bertujuan: Untuk Mengetahui adanya pengaruh latar belakng pendidikan orang tuadan kecerdasan siswa terhadap prestasi belajar PAI. Metode yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi 440 siswa kelas XI dari 13 rombel kemudian diambil sampel secara acak 44 siswa, dengan sumber data primer diperoleh dari tes dan koesioner sebanyak 20 soal, Pengolahan data menggunakan SPSS 16.0. Hasil penelitian terdapat pengaruh latar belakang pendidikan orang tua X1 dan kecerdasan emosional X2 terhadap prestasi belajar PAI siswa Y secara sendiri-sendiri X1 terhadap Y sebesar 12,9% dalam katagori sangat rendah, X2 terhadap Y sebesar 40,6% dalam katagori sedang. Sedangkan secara bersama-sama X1 dan X2 terhadap Y sebesar 50,6% masuk dalam sedang, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dari pengolahan data diperoleh persamaan regresi yang terbentuk anatar X1, X2 dan Y adalah = 11.562 + 1.038 X1 + 0, 557 X2 artinya jika X1, dan X2 diabaikan maka Y sebesar 11.562 Dan setiap penambahan 1 point pada X1 akan memberikan tambahan Y sebesar 1.038 dan setiap penambahan 1 point pada X2 akan memberikan tambahan Y sebesar 0,557 Persamaan regresi ini signifikan pada X1 dengn nilai signifikansi 0,00 < 0,05, dan signifikan pada X2 dengan nilai sig 0,00 < 0,05.
Hubungan Bimbingan Keagamaan Orang Tua dan Penguatan Guru Dalam Pembelajaran dengan Perilaku Ibadah Siswa Eni Sri Mulyani
QATHRUNÂ Vol 5 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bimbingan keagamaan orang tua dengan perilaku ibadah siswa, hubungan penguatan guru dalam pembelajaran dengan perilaku ibadah siswa, serta hubungan antara bimbingan keagamaan orang tua dan penguatan guru dalam pembelajaran di Kelas V SDN segugus 2 Kecamatan Kibin Kabupaten Serang. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dan analisis statistik. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan observasi, angket dan studi dokumentasi. Adapun responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 46 orang. Teknik pengolahan datanya ialah uji validitas, uji reliabilitas dan uji hipotesis. Teknik analisis data pada dasarnya merupakan suatu metode yang mengkaji pengaruh langsung dan tidak langsung, serta variabel yang disajikan sebagai sebab akibat, alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah dengan angket yang disusun dengan teknik selfreport dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh antara bimbingan keagamaan orang tua dan penguatan guru dalam pembelajaran dengan perilaku ibadah siswa, diperoleh thitung = 3,951 dan ttabel = 2,410, karena thitung > ttabel , Oleh karenanya H0 di tolak dan H1 diterima, artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara bimbingan keagamaan orang tua dan penguatan guru dalam pembelajaran dengan perilaku ibadah siswa dengan pengaruh langsung (Rsquare) sebesar 0,655 atau 65,5% dan sisanya 34,5% dipengaruhi faktor lain.
KONSEP DASAR, KOMPONEN DAN FILOSOFI KURIKULUM PAI Tb. Asep Subhi
QATHRUNÂ Vol 3 No 01 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan kurikulum pendidikan ditinjau dari segi manapun sangatlah urgen. Hal ini terkait dengan proses transformasi keilmuan dari generasi tua ke generasi muda. Sudah sepatutnya kurikulum selalu dievaluasi untuk dapat menyesuaikan dengan tuntutan zaman yang terus melangkah ke era kemajuan baik secara saintific maupun kreatifitas berbagai pemikiran yang kerapkali berbenturan dengan nilai religi. komponen kurikulum setidaknya harus terdiri dari empat komponen yaitu tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Hal lain yang harus diperhatikan lagi bahwa dari tahun ke tahun kurikulum akan terus berubah sesuai dengan perubahan dan perkembangan pemikiran manusia. Namun bagaimana cara mengatasi perubahan tersebut, hal ini sangat tergantung kepada kecermatan pengembang kurikulum itu sendiri. Satu hal yang harus dan mesti diperhatikan adalah bagaimana lembaga pendidikan Islam dapat mengantisipasi masalah ini, tanpa melupakan esensi ajaran-ajaran agama Islam itu sendiri
AL-QUR’AN DAN PENDIDIKAN ANAK Muhajir Muhajir
QATHRUNÂ Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesimpulan besar tulisan ini adalah bahwa pendidikan anak perspektif al-Qur’an sangat ideal konsepnya. Karena mempunyai fungsi dan tujuan yang memandang manusia secara utuh baik jasmani, rohani, akal pikiran maupun perannya di masyarakat. Keutuhan ini akan memanifestasikan ketauhidan yang luhur, budi pekerti yang mulia, rasa hormat yang tinggi, serta ketunduk dan patuhan kepada Allah yang sangat pada diri anak. Sehingga menjadi makhluk yang memenuhi kriteria abdun dan khalifah yang sempurna di muka bumi ini. Kesimpulan besar ini didukung oleh teori-teori yang kuat, yakni teori secara internal dari al-Qur’an sebagai sumber ajaran, dan teori dari para ahli pendidikan anak, seperti Abdullah Nashih Ulwan, Fadhil al-Jamali, dan Al-Ghazali. Pembahasan al-Qur’an dan Pendidikan Anak ini menggunakan metode content analysis dan komparasi teori dari para ahli pendidikan Islam. Content analysis digunakan dalam menganalisis isi dari ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan pendidikan anak. Dalam menganalisis ayat-ayat tadi menggunakan pendekatan edukatif, teologis dan filosofis. Ketiga pendeatan ini, merupakan keharusan adalah dalam konteks tafsir, karena memahami ayat-ayat al-Qur’an. Metode komparasi, berfungsi membandingkan antar konsep menurut para ahli pendidikan Islam dalam menganalisis pendidikan anak. Adapun referensi utama dalam pembahasan tulisan ini merujuk pada Ahmad Mustafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, Muhammad Jalaludin al-Qoshimi, Tafsir al-Qoshimi, Imam Jalaludin bin Abi Bakar as-Syutuhi, al-Jami’ush Shaghir, dan Abdullah Nashih Ulwan, Pendidikan Anak Menurut Islam (Pendidikan Sosial Anak) (tarbiatul-aulad’Islam), dan referensi-referensi penunjang lainnya.
TEORI BELAJAR PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Subri Subri
QATHRUNÂ Vol 1 No 01 (2014): Januari-Juni 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Long life education” belajar sepanjang hayat, sejak dari buaian sampai ke liang lahat. Istilah tersebut adalah sang motivator bagi pembelajar untuk memperbaikikehidupan dan untuk mencapai derajat yang mulia. Namun belajar yang baik harus mengikuti teori-teori belajar yang baik pula. Ada beberapa aspek teori belajar menurut Islam yang layak untuk dijadikan sebagai lentera bagi pembelajar dalam menekuni ilmu pengetahuan, diantranya adalah Taqlid (Imitasi/Peniruan), Tajribah wa Khatha’ (Trial dan Error), Ta’wid (Pembiasaan), Tafakkur (Berpikir), Ijtihad, Hurriyyah (Kebebasan). Proses belajar akan berjalan dengan lancar dan mudah apabila prinsipprinsipnyaditerapkan dengan benar. Al-Qur’an dan al-Sunah empat belas abad yang lalu telah mempraktekkan prinsip-prinsip untuk meluruskan perilaku manusia, mendidik jiwa dan membangun kepribadian mereka. Diantara prinsip-prinsip tersebut adalah Niat, Hatstsu (Motivasi), Tsawab (Reward), Takhawwulu Al-Auqot Li Al-Ta’allum (Pembagian Waktu Belajar), Takrir (Repetisi/ Pengulangan), Al-Nasyith Wa Al-’Amaliyyah Al ’Ilmiyyah (Partisipasi Aktif dan Praktek Ilmiah), Tarkiz (Konsentrasi), Tadrij (Belajar secara Gradual), Ihtimam (Perhatian).
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA WAYANG GOLEK DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL PAI MATERI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM Sohibul Bahri
QATHRUNÂ Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/qathruna.v6i2.4158

Abstract

The main objectives in this study were to determine: (1) The effect of learning the use of wayang golek media on student learning outcomes in the SKI subject; (2) The effect of learning motivation on the results of PAI on the SKI material; (3) The influence of the interaction between the learning method using wayang golek media and learning motivation on the results of the Islamic Education Science material. The approach taken in this research is a quantitative approach. The method used is the Quasy Experiment method. The number of samples in this study is in accordance with the total population of 29 students at each school, so the research is called a population study. Data collection techniques were carried out through observation, questionnaires and tests. The data analysis technique used in this study was a two-way Vactorial analysis technique (ANAVA). The results and conclusion of this study indicate that the contribution of the learning effect of the wayang golek media usage model in influencing learning outcomes is 23,354. While the influence of learning motivation on learning outcomes is 10,779. The influence of the learning model using the wayang golek media and learning motivation together on learning outcomes is 5.203.
PSIKOLOGI NEO BEHAVIOR DALAM PEMBELAJARAN Hunainah Hunainah; Nur Hidayati
QATHRUNÂ Vol 5 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar yang dialami siswa, baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan keluarganya, menjadi penentu berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karena itu berbagai teori belajar dikembangkan oleh para ahli untuk mencapai keberhasilan dalam belajar. Salah satu dari beberapa teori belajar yang berkembang adalah teori neobehaviorisme. Teori belajar yang dikemukakan Robert M. Gagne ini merupakan perpaduan yang seimbang antara behaviorisme dan kognitivisme, yang berpangkal pada teori pemrosesan informasi. Belajar merupakan sesuatu yang terjadi dalam benak seseorang, di dalam otaknya. Belajar terjadi ketika seseorang merespon dan menerima rangsangan dari lingkungan eksternalnya. Dalam belajar, pengamat akan mengetahui tentang terjadinya proses belajar pada orang yang diamati bila pengamat itu memperhatikan terjadinya perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku yang tetap sebagai hasil belajar harus terjadi bila orang tersebut berinteraksi dengan lingkungan. Ide Gagne yang sangat penting adalah pengetahuan dari kemampuan baru membutuhkan pengetahuan sebelumnya dari kemampuan yang lebih rendah yang terlibat dalam kemampuan baru tersebut. Oleh karena itu, seseorang yang pada tingkat kemampuan yang lebih tinggi, membutuhkan pengetahuan sebelumnya dari kemampuan yang lebih sederhana. Gagne menanamkan gerak maju dari belajar itu dengan istilah tingkatan belajar (learning hierarchy). Tingkatan belajar menurut Gagne dimulai dari informasi verbal (Verbal Information) sampai keterampilan motorik (Motor Skills). Gagne juga menemukan delapan tahapan pengolahan yang esensial bagi belajar dan harus dilaksanakan secara berurutan. Diawali dari fase mengarahkan perhatian (attending phase) hingga fase umpan balik ( Feedback phase). Sebagai aplikasi dari teori ini, tingkah laku individu pada dasarnya dikontrol oleh delapan tipe belajar dan hasi-hasilnya dimana tipe belajar yang satu menjadi landasan bagi tipe belajar yang berikutnya.

Page 9 of 13 | Total Record : 121