cover
Contact Name
Muhajir
Contact Email
qathruna@uinbanten.ac.id
Phone
+628121907168
Journal Mail Official
qathruna@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No. 30 Panancangan Cipocok Jaya, Sumurpecung, Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42118
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Qathrun Jurnal Keilmuan dan Pendidikan Islam
ISSN : 2406954X     EISSN : 27765563     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/qathruna
Core Subject : Education,
QATHRUNÂ: Jurnal Keilmuan dan Pendidikan Islam invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies in the areas of Islamic Education, which cover the following research focuses: Learning strategy of Islamic education Development of Islamic education curriculum Curriculum implementation of Islamic Education Development of learning media and resources of Islamic education Islamic education learning evaluation Practices of Islamic education learning in school Inclusive education in Islamic education Action research in Islamic education
Articles 121 Documents
KONSEP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MENURUT AL-GHAZALI Asep Hermawan
QATHRUNÂ Vol 1 No 01 (2014): Januari-Juni 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar dalam pandangan Islam memiliki arti yang sangat penting, sehingga hampir setiap manusia tak pernah lepas dari aktivitas belajar.Kegiatan belajar dan pembelajaran adalah tema sentral bagi pelaksanaan pendidikan, karena kegiatan ini merupakan aktivitas riil yang di dalamnya terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didik. Banyak ahli pendidik Islam yang telah memberikan perhatian serius dalam mengkaji aktivitas belajarpembelajaran antara lain imam al-Ghazali yang merupakan salah satu pemikir cendekiawan muslim dalam pendidikan yang kompeten dalam mengembangkan pemikiran pendidikan Islam pada zamannya. Ironisnya pada saat ini banyak dari kalangan para pemerhati pendidikan khususnya Pendidikan Agama Islam, mengambil konsep-konsep pendidikan hanya mengekor pada konsep pendidikan barat secara tidak kritis.Tidak hanya sampai di situ, selain mengekor pada pandangan barat juga memandang dengan sebelah mata bahkan meninggalkan kajian-kajian terhadap para pemikir pendidik Islam seperti imam al-Ghazali.Al-Ghazâlî merupakan tokoh pemikir Islam yang banyak memberikan karya monumental dalam berbagai kajian keislaman. Beliau dikenal luas sebagai seorang tokoh sufi, oleh karenanya tidak heran jika pemikirannya banyak diilhami oleh nilai-nilai tasawwuf, termasuk hasil pemikirannya dalam bidang pendidikan. Dalam hal belajar dan pembelajaran misalnya, al-Ghazâlî terinspirasi dengan pola kehidupan sufi, yaitu bagaimana seorang anak didik dan pendidik melaksanakan aktivitas belajar mengajarnya berdasarkan perspektif ajaran Islam. Sebagai titik tolak dari kedua aktivitas itu al-Ghazâlî menyatakan bahwa kegiatan belajar pembelajaran itu harus diniatkan sebagai aktivitas ibadah kepada Allah dan mencari keridhaan-Nya.Imam al-Ghazali berpandangan bahwa belajar itu adalah suatu proses jiwa untuk memahami makna sesuatu sebagai upaya pembentukan akhlakul karimah guna mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub) demi mencapai keselamatan di dunia dan di akherat.Konsep pembelajaran Imam al-Ghazali lebih menekankan pada persyaratan moral/ akhlak, akan tetapi pada pengajar saja sebagai al-Mu’allim (pengajar). Artinya; seorang pengajar itu harus memiliki peran/ akhlak yang baik dalam mengajar.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KISAH NABI YUSUF AS DAN IMPLIKASINYA PADA PENDIDIKAN AKHLAK DI SEKOLAH Elis Nur Hasanah; Hunainah Hunainah
QATHRUNÂ Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/qathruna.v6i2.4153

Abstract

This study aims to determine the values ​​of moral education contained in the story of the Prophet Yusuf AS and to know the implications of the values ​​of moral education in the story of the Prophet Yusuf As on moral education in schools. This is based on the fact that the story of the Prophet Yusuf AS in the Koran is one of the best stories that contain educational values. The method used in this research is library research on written texts in books related to moral education, and the story of the Prophet Yusuf AS and its implications for moral education in schools. Data collection was carried out with several literatures or books consisting of primary and secondary data, namely: 1) Primary data, taken from Al Quran and tafsir and Hadith, and books about the story of the prophet Yusuf AS. 2) Secondary data, taken from other than Al-Quran and Hadith regarding the stories of the prophet Yusuf AS, namely from dictionaries, books of education and morals, stories of the prophets and so on. The results of this study indicate that the values ​​of moral education in the story of the Prophet Yusuf As include: the value of honesty, the value of faith, the value of responsibility, moral values, and the value of patience, which these values ​​can be used as motivation for moral education in building a personal personality. have a noble character, and make a story not just a story but a lesson value that can be learned and a form of learning strategy in schools where it is not just a story but there are several methods, one of which is the method of preaching through stories.
HUBUNGAN METODE JIGSAW DAN SPIRITUAL QUOTIENT DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN Anis Fauzi; Tatu Latifah
QATHRUNÂ Vol 2 No 02 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Apakah terdapat hubungan antara metode jigsaw dengan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam; 2) Apakah terdapat hubungan antara spritual quotient dengan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam; 3) Apakah terdapat hubungan antara metode jigsaw dan spritual quotient dengan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti : 1) hubungan antara metode jigsaw dengan Efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam. 2) hubungan antara spritual quotient siswa dengan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam. 3) hubungan antara metode jigsaw dan spritual quotient dengan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data melalui variabel Metode jigsaw(X1), spritual quotient (X2) dan efektivitas pembelajaran PAI (Y) menggunakan skala likert. Teknik analisis yang digunakan adalah koefisien korelasi parsial, koefisien korelasi ganda dan regresi sederhana serta regresi korelasi ganda. Pengujian persyaratan statistik meliputi pengujian normalitas dengan chi kuadrat pada taraf signifikansi a = 0,05 Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa data ketiga variabel normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, terdapat hubungan antara metode jigsaw (X1) dengan efektivitas pembelajaran PAI dengan thitung 2,22178 > ttabel 1,687. Kedua, terdapat hubungan antara spritual quotient Siswa (X2) dengan efektivitas pembelajaran PAI dengan thitung 1,75186 > ttabel 1,687. Ketiga, terdapat hubungan antara Metode jigsaw (X1) dan spritual quotient Siswa (X2) dengan efektivitas pembelajaran PAI dengan Fhitung 227 > Ftabe 3,25.Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara Metode jigsaw (X1) dan spritual quotient (X2) dengan efektivitas pembelajaran PAI (Y) di kelas XI SMAN 1 Ciruas dan SMAN 1 Kramatwatu Kabupaten Serang Povinsi Banten.
FOKUS ORIENTASI PENDIDIKAN ISLAM Hafid Rustiawan
QATHRUNÂ Vol 1 No 01 (2014): Januari-Juni 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nafs berarti jiwa yaitu unsur psikhis manusia yang sangat potensial, menurut fithrohnya, nafs adalah suci, namun memiliki dua kekuatan yang seimbang, yakni yang membawa pada fujur dan yamg membawa kepada perbuatan-perbuatan taqwa, dan perbuatan yang dilakukan oleh manusia akan berdampak pada kondisi nafs, sehingga nafs yang menurut fithrohnya bersih, suci dapat berubah menjadi kotor atau tetap dalam kesuciannya.Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia, serta dinamika kehidupan manusia, nafs juga mengalami dinamika secara labil, terkadang kearah baik, terkadang kearah buruk, terkadang seimbang terkadang salah satunya memiliki kekuatan secara konsisten. Kondisi seperti itu berpengaruh terhadap arah prilaku manusia, sehingga prilaku manusia terkadang baik, terkadang buruk terkadang buruk, bahkan terkadang konsisten pada salah satunya.Kondisi nafs berpengaruh terhadap kepribadian manusia, sehingga kepribadian manusia dapat dikategorikan kepada kepribadian yang zolim li al-nafsih muqtashid serta kepribadian yang fastabiq al-khoirot. Kepribadian yang zolim li al-nafsih didorong oleh nafs sayyi’ah, kepribadian muqtashid didorong oleh nafs lawwamah, sedangkan kepribadian fastabiq al-khoirot didorong oleh nafs muthma’innah dan kepribadian fastabiq al-khoirot adalah kepribadian yang menjadikan nafs eksis dalam kesuciannya sehingga disebut nafs muthmainnah.Pendidian Islam adalah pendidikan yang berupaya Untuk membentuk kepribadian yang baik dan kepribadian yang baik adalah kepribadian yang fastabiq al-khoirot, yakni yang senantiasa melakukan kebajikan-kebajikan. Untuk mencapai kepribadian tersebut, pendidikan harus menguatkan potensi berbuat baik pada nafs, yakni dengan membiasakan melakukan kebaikan-kebaikan dan menghalngi peserta didik dari melakukan perbuatanperbuatan yang buruk, sebab akan menimbulkan kebiasaan dan akan menguatkan potensi berbuata jahat peserta didik, sehingga potensi berbuat jahat memilikidaya yang lebih kuat dan akan mendorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk.
PENGARUH KEGIATAN MUHADHARAH DAN MUDZAKARAH TERHADAP HASIL BELAJAR AQIDAH AKHLAK DI MTs NURUL ATHFAL CIKULUR Fikri Dzikrillah
QATHRUNÂ Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/qathruna.v6i2.4157

Abstract

The objectives of this study are: 1). To find out the level of student participation in participating in Muhammadiyah activities at MTs Nurul Athfal Cikulur. 2). To find out the level of student participation in participating in mudzakarah activities at MTs Nurul Athfal Cikulur. 3). Knowing the Effect of Muhadharah and Mudzakarah activities on the learning outcomes of aqidah morality of students at MTs Nurul Athfal Cikulur. This research method uses quantitative analysis methods to see the effect of variables with multiple linear regression testing using the T-test (Partial), F (Simultaneous) Test, Correlation Coefficient, and the coefficient of determination R2 (R Square), and consider the classical assumption test namely Normality. The results showed that a partial analysis (t test) of Muhadhrah activities and Mudzakarah activities, it was found that both of these variables had an influence on the learning outcomes of Aqidah Akhlah in MTs Nurul Athfal Cikulur, this is indicated by the value of t arithmetic> t table respectively of (2.184 )> (1,671) and (3,540)> (1,671). Simultaneously Muhadhrah activities and Mudzakarah activities, it was found that both of these variables had an influence on the learning outcomes of Aqidah Akhlah in MTs Nurul Athfal Cikulur as indicated by the calculated F value> F table = 13,671)> (3.16), the magnitude of the influence of Muhadhrah activities and Mudzakarah activities, found both of these variables have an influence on the learning outcomes of Aqidah Akhlah in MTs Nurul Athfal Cikulur Serang assistant at 56.9% indicated from the R Square value of 0.569.
FAMILY EDUCATION ACCORDING TO THE QUR’ANIC PERSPECTIVE Wawan Wahyuddin
QATHRUNÂ Vol 2 No 02 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims (1) to describe law educates family members according to the Qur'anic perspective, (2) to describe the process of family education from the perspective of the Qur'an, and (3) to describe the family of educational material according to the perspective of the Qur'an. The problem of this study are (1) how the law educates family members according to the perspective of the Qur'an ?, (2) how the process of family education from the perspective of the Qur'an? And (3) how the theory of the family according to the perspective of the Qur'an? This study used a qualitative method of content analysis techniques. The Review is using tarbawi interpretation or education. The data source of this research are the verses of the Quran that that tells Abraham, Jacob, Imran, and Luqman Al-Hakim in educating families, interpretation of these verses, and stories about their life story. The conclusion of this study is the Qur'an discuss many prominent educators. The statement includes their success in educating families. Their success made them into servants and family choices as stated in the Qur'an Surah, Luqman, Imran and letters on the above. Therefore, in order to educate family the way or pattern that they do need to be followed by every chief of Muslim family.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AL-QUR’AN SURAT AL-AN’AM AYAT 151-153 DAN IMPLEMENTASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SUHARTO SUHARTO
QATHRUNÂ Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/qathruna.v7i2.3146

Abstract

Character education has become an interesting issue to discuss among education practitioners lately. This is because the world of education has so far been seen as constrained by absolute interests. Only concerned with intellectual intelligence, reason and reasoning without being accompanied by an intensive development of intellect in the heart, feelings and emotions or what is often known as character education. This research was conducted at SMK Negeri 1 Cilegon. This type of research is a qualitative field research. Data collection techniques using observation, interviews, documentation. The methodical approach uses study analysis by examining all the data obtained by the author from various sources using semantic analysis and observation. This study uses theory According to D. Yahya Khan, "character education" teaches habits "ways of thinking and" behaviors that "help" individuals to "live and work together as" family, "society, and" nation. As well as' helping others to make 'responsible decisions'. In other words, "character education" teaches students "to think intelligently, activating the" middle brain "naturally. also analyzed the Al-quran Surat Al-An'am Verses 151-153. Then the theory and analysis results are implemented in the learning process of Islamic Religious Education and religious extracurricular activities. The results of this study indicate that (1) In the al-qur'an surah Al-An'am verses 151-153, it contains character values ​​such as religious values, honesty, responsibility, social care and courtesy and curiosity. - Partial character values ​​have also been implemented in religious extracurricular and learning activities including Islamic studies, Islamic Holidays (PHBI) activities.
PENDIDIKAN ISLAM TRANSFORMATIF-INTEGRATIF Zainullah Zainullah; Ali Muhtarom
QATHRUNÂ Vol 1 No 01 (2014): Januari-Juni 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam sangat mementingkan pendidikan. Pendidikan yang berkualitas, menghasilkan individu-individu yang beradab akan terbentuk dan akan menciptakan kehidupan sosial yang bermoral. Pendidikanislam bersifat transforamtif-integratif. Transformatif adalah proses transformasi pengetahuan untuk mendewasakan manusia menjadi insan paripurna. Integratif adalah internalisasi nilai-nilai religius dan pengetahuan. Pendidikan islam transformatif – integratif bukan khayalan utopis yang mengawang melainkan keniscayaan rasional yang menemukan pembenarannya dalam argumentasi filosofis maupun teologis.
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG METODE RESITASI DAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sumyati Sumyati; Eneng Muslihah
QATHRUNÂ Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/qathruna.v6i2.4150

Abstract

The purpose of this study was to analyze the correlation level of students' perceptions about the recitation method and project based learning with the independent learning of students in the subject of Islamic Religious Education. The method used is the mix method research. Data collection techniques are using questionnaires, observation and documentation. Questionnaire X1 for the recitation learning method consisted of 20 statement items, the X2 project based learning questionnaire consisted of 20 statement items, and the Y questionnaire on the learning independence of students in the Islamic Religious Education subject consisted of 20 statement items. Preliminary observations were carried out at SMP Negeri 3 Kota Serang in July 2019, at SMP Negeri 4 Kota Serag in September, at SMP Negeri 7 Kota Serang in October 2019. The sample in this study was 10%, namely 90 respondents from 901 populations. Based on the analysis using SPSS, the results showed that there was a relationship between students' perceptions about the recitation method (X1) and project based learning (X2) with student learning independence (Y) in the subject of Islamic Religious Education in State Junior High Schools in Serang City was 10.6%, while the remaining 89.4% is influenced by several other factors. In conclusion, from the results of this study, there is a relationship between student perceptions of low student perceptions of recitation methods and project based learning with student learning independence in the subject of Islamic Religious Education in State Junior High Schools in Serang City.
MEMBACA PERMULAAN UNTUK ANAK PAUD DAN SD/MI KELAS AWAL Fahmi Fahmi
QATHRUNÂ Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca permulaan merupakan sesuatu yang sangat penting sekali untuk anak usia dini yang baru mengenal membaca, baik anak di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) atau anak sekolah dasar (SD/MI) kelas awal yaitu kelas 1 dan 2. Membaca permulaan harus dikenalkan sebelum masuk sekolah dasar baik di lingkungan keluarga oleh kedua orang tuanya dan di lingkungan lembaga pendidikan anak usia dini oleh gurunya agar ketika anak memasuki belajar sekolah dasar telah mengenal dan memiliki pengalaman tentang pembelajaran membaca permulaan. Kemampuan membaca permulaan sebagai salah satu ukuran anak dapat mengikuti kegiatan belajar membaca di sekolah dasar di kelas 1. Jika anak belum memiliki kemampuan membaca permulaan maka kegiatan belajar membaca akan merasa kesulitan. Jika anak di semeseter kedua belum memiliki kemampuan membaca permulaan dengan baik maka bisa jadi anak tidak naik kelas 2 karena salah satu syarat untuk naik ke kelas 2 anak telah memiliki kemampuan membaca permulaan dengan baik. Jika dipaksakan anak naik ke kelas 2 maka anak akan merasa terbebani mengikuti kegiatan belajar.

Page 8 of 13 | Total Record : 121