cover
Contact Name
Muh Yaasiin Raya
Contact Email
yasin.raya@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285343981818
Journal Mail Official
iqtishaduna@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.63, Romangpolong, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : -     EISSN : 27146197     DOI : https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v3i1.21877
Core Subject : Economy, Social,
IQTISHADUNA: JURNAL ILMIAH MAHASISWA HUKUM EKONOMI SYARIAH, FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM IS TO PROVIDE A VENUE FOR ACADEMICIANS, RESEARCHERS, AND PRACTITIONERS FOR PUBLISHING THE ORIGINAL RESEARCH ARTICLES OR REVIEW ARTICLES. THE SCOPE OF THE ARTICLES PUBLISHED IN THIS JOURNAL DEALS WITH A BROAD RANGE OF TOPICS IN THE FIELDS: ECONOMIC LAW SHARIA ECONOMIC LAW / ISLAMIC ECONOMIC LAW ECONOMIC CRIMINAL LAW ECONOMIC CIVIL LAW INTERNATIONAL ECONOMIC LAW
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 474 Documents
DETERMINAN KINERJA SDM: KAJIAN TENTANG PENGALAMAN KERJA, RELIGIUSITAS, DAN KEPEMIMPINAN SPIRITUAL
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.66906

Abstract

Abstrak Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengalaman kerja sebagai aspek kuantitatif, religiusitas sebagai aspek personal, dan kepemimpinan spiritual sebagai aspek struktural dalam membentuk kinerja sumber daya manusia. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka kualitatif dengan pendekatan sintesis tematik mengikuti prosedur tinjauan literatur sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kerja memberikan dasar pengetahuan, keterampilan, dan kearifan praktis yang memungkinkan karyawan untuk melaksanakan tugas secara kompeten dan efisien. Religiusitas memberikan motivasi internal, kompas moral, dan kerangka makna yang membuat karyawan bekerja dengan integritas, dedikasi, dan etos kerja yang kuat. Kepemimpinan spiritual menciptakan lingkungan organisasi yang memungkinkan nilai-nilai keagamaan diwujudkan dan pengalaman kerja dimanfaatkan secara optimal, melalui penciptaan makna, pemupukan rasa memiliki, dan pembangunan budaya organisasi berdasarkan nilai-nilai luhur. Ketiga faktor ini saling memperkuat dan secara kolektif membentuk ekosistem yang kondusif untuk pertumbuhan kinerja yang unggul dan berkelanjutan. Karyawan berpengalaman dengan religiusitas tinggi yang dipimpin oleh pemimpin spiritual akan mencapai tingkat kinerja yang jauh lebih tinggi jika masing-masing faktor bekerja secara independen. Studi ini memberikan kontribusi teoritis untuk memperkaya literatur manajemen sumber daya manusia dengan mengintegrasikan dimensi kuantitatif, personal-spiritual, dan struktural, serta secara praktis memberikan landasan reflektif bagi organisasi dalam merancang kebijakan pengembangan SDM yang komprehensif.   Abstract This literature study aims to analyze the relationship between work experience as a quantitative aspect, religiosity as a personal aspect, and spiritual leadership as a structural aspect in shaping human resource performance. The method used is qualitative library research with a thematic synthesis approach following systematic literature review procedures. The results indicate that work experience provides the foundation of knowledge, skills, and practical wisdom enabling employees to perform tasks competently and efficiently. Religiosity provides internal motivation, moral compass, and meaning framework that makes employees work with integrity, dedication, and strong work ethic. Spiritual leadership creates an organizational environment that allows religious values to be actualized and work experience to be optimally utilized, through creating meaning, fostering belonging, and building organizational culture based on noble values. These three factors reinforce each other and collectively form a conducive ecosystem for the growth of superior and sustainable performance. Experienced employees with high religiosity led by spiritual leaders will achieve performance levels far beyond if each factor worked independently. This study contributes theoretically to enriching human resource management literature by integrating quantitative, personal-spiritual, and structural dimensions, and practically provides reflective foundations for organizations in designing comprehensive HR development policies. Keywords: work experience, religiosity, spiritual leadership, employee performance, human resources, organizational culture, value-based management
STUDI PUTUSAN No.9/Pdt.Sus-PHI/2024/PN BNA TENTANG KEABSAHAN HAK PEKERJA PASCA PHK PADA PT. BERSAMA SUKSES BAHAGIA MENURUT KONSEP IJĀRAH ‘ALA AL-‘AMĀL
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.66975

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji keabsahan serta pemenuhan hak pekerja setelah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di PT Bersama Sukses Bahagia berdasarkan Putusan Nomor 9/Pdt.Sus-PHI/2024/PN Bna, dengan pendekatan hukum ketenagakerjaan nasional dan konsep akad ijārah ‘alā al-‘amāl. Permasalahan PHK pada pekerja berstatus PKWT masih menjadi isu krusial, khususnya ketika hak normatif tidak dipenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penggunaan PKWT secara berulang untuk pekerjaan tetap menimbulkan ketidakpastian hukum serta melemahkan perlindungan pekerja pasca hubungan kerja. Hal ini tampak dalam kasus PT BSB, di mana pekerja yang telah lama bekerja tetap berstatus kontrak dan tidak memperoleh hak pasca PHK secara layak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif melalui analisis putusan, regulasi, dan literatur fikih muamalah. Hasilnya menunjukkan bahwa hakim menilai hubungan kerja berdasarkan fakta keberlanjutan, bukan sekadar kontrak formal, sehingga status PKWT berubah menjadi PKWTT. Putusan ini mencerminkan perlindungan melalui pemenuhan hak pekerja, baik finansial maupun non-finansial, sejalan dengan prinsip keadilan dan amanah dalam ijārah. Kata Kunci: Hak Pekerja, ijārah ‘ala  al-‘amāl, Pemutusan Hubungan Kerja, Perlindungan Hukum, Putusan Pengadilan Hubungan Industrial Abstract This study examines the validity and fulfillment of workers’ rights following termination of employment at PT Bersama Sukses Bahagia, based on Decision Number 9/Pdt.Sus-PHI/2024/PN Bna, using both national labor law and the concept of ijārah ‘alā al-‘amāl. Termination involving fixed-term contract workers (PKWT) remains a critical issue, particularly when statutory rights are not properly fulfilled. The repeated use of PKWT for permanent work creates legal uncertainty and weakens post-employment protection. This is reflected in the PT BSB case, where long-serving workers remained classified as contract employees and did not receive adequate post-termination rights. This research applies a qualitative method with a normative juridical approach, analyzing court decisions, regulations, and Islamic jurisprudence literature. The findings show that judges prioritized the factual continuity of the employment relationship over formal contractual status, resulting in the conversion of PKWT into permanent employment (PKWTT). The decision reflects the protection of workers through the fulfillment of both financial and non-financial rights, in line with the principles of justice and trustworthiness in ijārah. Keywords: Workers’ Rights, Ijārah ‘Alā Al-‘Amāl, Termination Of Employment, Legal Protection,  Industrial Relations Court Decisions
PENGELOLAAN TABUNGAN PADA BMT SYARIAH RIYAL (BSR) DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP AKAD WADIAH (STUDI KASUS DI BMT SYARIAH RIYAL)
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.67011

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif pengelolaan tabungan dengan menggunakan akad wadiah pada BMT Syariah Riyal (BSR) Kabupaten Bekasi. Fokus utama penelitian ini adalah menelaah implementasi akad wadiah setelah perubahan sistem keanggotaan pada tahun 2023, dari keanggotaan terbuka (open lub) menjadi keanggotaan tertutup (close lub). Perubahan kebijakan ini berdampak signifikan pada mekanisme operasional, tingkat partisipasi anggota, serta persepsi nasabah terhadap keamanan, kemudahan, dan kualitas layanan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumentasi sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akad wadiah di BSR telah berjalan efektif dan sesuai prinsip syariah, terutama dalam konteks penguatan nilai amanah dan pengelolaan dana titipan tanpa imbal hasil yang diperjanjikan. Kualitas layanan diukur melalui lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, dan terbukti bahwa masing-masing dimensi telah diterapkan dengan baik melalui sistem pelayanan yang proaktif serta infrastruktur yang memadai. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan beberapa kendala, seperti rendahnya partisipasi menabung, ketidakteraturan dalam penyetoran dana oleh siswa, serta kurang optimalnya layanan digital dan respon 24 jam. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi literasi keuangan, penguatan inovasi digital, serta pengembangan program motivasi menabung untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan produk tabungan wadiah. Kata Kunci: Akad Wadiah, BMT, Manajemen Tabungan, Layanan Syariah.   Abstract This study aims to comprehensively evaluate the management of savings using the wadiah contract at BMT Syariah Riyal (BSR) in Bekasi Regency. The research primarily examines the implementation of the wadiah contract following the institution’s policy change in 2023 from an open membership (open lub) to a closed membership (close lub) system. This transition significantly impacted operational mechanisms, customer participation rates, and clients’ perceptions regarding security, convenience, and service quality. A qualitative descriptive approach with a case study method was applied, using in-depth interviews, participatory observation, and document analysis as the main data sources. The results indicate that the implementation of the wadiah contract at BSR is effective and complies with Islamic principles, particularly in strengthening trust and ensuring the proper management of entrusted funds without predetermined returns. Service quality, measured through the SERVQUAL dimensions tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy is found to be properly fulfilled through proactive service systems and adequate infrastructure. However, several challenges remain, including low saving participation, irregular saving habits among students, and suboptimal digital service responsiveness. This study recommends improving financial literacy education, enhancing digital innovation, and developing saving motivation programs to strengthen the effectiveness of wadiah-based savings management. Keywords: Wadiah Contract, BMT, Savings Management, Islamic Financial Services.  
PENGARUH VIRALITAS PRODUK, INFLUENCER REVIEW, DAN CUSTOMER REVIEW TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SKINCARE (Studi Kasus pada Generasi Z: Teori Konsumsi Ekonomi Islam Sebagai Mediator)
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.67016

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh viralitas produk, influencer review, dan customer review terhadap keputusan pembelian produk skincare pada Generasi Z dengan teori konsumsi ekonomi Islam sebagai variabel mediator. Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah merevolusi cara pemasaran produk, terutama dalam industri skincare yang mengalami pertumbuhan signifikan. Generasi Z sebagai konsumen skincare   menunjukkan karakteristik yang sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan akses informasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal terhadap mahasiswa aktif UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu angkatan 2022-2024 yang menggunakan produk skincare   tertentu (Glad2Glow, Facetology, The Originote, Wardah, dan Azzarine) selama kurang lebih tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viralitas produk dan customer review memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk skincare, dengan teori konsumsi ekonomi Islam berperan sebagai mediator yang memediasi hubungan tersebut. Namun berbeda dengan influencer review yang telah ditemukan pengaruh negatif secara signifikan terhadap keputusan pembelian serta teori konsumsi ekonomi islam tidak berperan sebagai mediator yang memediasi hubungan tersebut. Temuan ini memberikan wawasan penting bahwa Generasi Z Muslim tidak hanya terpengaruh oleh tren viral atau ulasan positif, tetapi juga menerapkan filter nilai-nilai syariah seperti maṣlaḥah (kemaslahatan), menghindari israf (pemborosan), dan memastikan produk halal dan ṭayyib dalam proses pengambilan keputusan pembelian mereka. Kata Kunci: Viralitas Produk, Influencer Review, Customer Review, Keputusan Pembelian, Teori Konsumsi Ekonomi Islam.   Abstract This study aims to analyze the effect of product virality, influencer reviews, and customer reviews on Generation Z's decision to purchase skincare products, using Islamic economic consumption theory as a mediating variable. The development of digital technology and social media has revolutionized product marketing, especially in the skincare industry, which has experienced significant growth. Generation Z, as skincare consumers, exhibits characteristics that are highly influenced by technological advances and access to digital information. This study uses a quantitative method with a causal associative approach on active students at UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu from the 2022-2024 batch who have used certain skincare products (Glad2Glow, Facetology, The Originote, Wardah, and Azzarine) for approximately three months. The results show that product virality and customer reviews have a significant influence on skincare product purchase decisions, with Islamic economic consumption theory acting as a mediator that moderates this relationship. However, unlike influencer reviews, which have been found to have a significant negative influence on purchase decisions, Islamic economic consumption theory does not act as a mediator that moderates this relationship. These findings provide important insights that Muslim Generation Z is not only influenced by viral trends or positive reviews, but also applies Sharia values such as maṣlaḥah (benefit), avoids isrāf (wastefulness), and ensures that products are halal and tayyib in their purchasing decision-making process. Keywords: Product Virality, Influencer Review, Customer Review, Purchase Decision,, Islamic Economic Consumption Theory