cover
Contact Name
Muh Yaasiin Raya
Contact Email
yasin.raya@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285343981818
Journal Mail Official
iqtishaduna@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.63, Romangpolong, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : -     EISSN : 27146197     DOI : https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v3i1.21877
Core Subject : Economy, Social,
IQTISHADUNA: JURNAL ILMIAH MAHASISWA HUKUM EKONOMI SYARIAH, FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM IS TO PROVIDE A VENUE FOR ACADEMICIANS, RESEARCHERS, AND PRACTITIONERS FOR PUBLISHING THE ORIGINAL RESEARCH ARTICLES OR REVIEW ARTICLES. THE SCOPE OF THE ARTICLES PUBLISHED IN THIS JOURNAL DEALS WITH A BROAD RANGE OF TOPICS IN THE FIELDS: ECONOMIC LAW SHARIA ECONOMIC LAW / ISLAMIC ECONOMIC LAW ECONOMIC CRIMINAL LAW ECONOMIC CIVIL LAW INTERNATIONAL ECONOMIC LAW
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 467 Documents
PENYIMPANGAN SOSIAL DALAM KUALIFIKASI PEREKRUTAN TENAGA KERJA Samueli Daeli; Budiman N.P.D Sinaga
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65521

Abstract

Abstrak Pembahasan ini dilatarbelakangi oleh karena banyaknya kejadian dimana perusahaan yang kerap melakukan perekrutan pekerja dengan persyaratan tertentu yang diskriminatif dan tidak sesuai dengan hukum yang sudah ada. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kesenjangan sosial dan stratifikasi sosial yang masih berlaku di Indonesia. Kurangnya penegakan hukum dalam perekrutan dengan persyaratan tertentu ini dan kurangnya asas pemberlakuan perundang-undangan empiris sosiologis pada kalangan perusahaan pun menjadi penyebab penting dari kejadian yang seperti judul penulis ini. Penegakan hukum progresif sangat perlu dimana diskriminasi terhadap para calon pekerja tidak berlanjut kedepan. Pemerintah juga perlu mengawasi perusahaan dalam perekrutan tenaga kerja. Maka dari itu penelitian ini menggunakan teori penegakan hukum progresif dalam penulisannya, penulis ini menggunakan metode penulisan normative, agar tulisan ini dapat terstruktur dengan baik. Kata kunci: Diskriminasi: Perusahaan: Rekrutmen: Penegakan Hukum Progresif Abstract This discussion is motivated by the many incidents where companies often recruit workers with certain requirements that are discriminatory and not in accordance with existing laws. This can happen because of the social inequality and social stratification that still prevail in Indonesia. The lack of law enforcement in recruiting with certain requirements and the lack of principles for implementing sociological empirical legislation among companies are also important causes of incidents such as the author's title. Progressive law enforcement is very necessary so that discrimination against prospective workers does not continue in the future. The government also needs to supervise companies in recruiting workers. Therefore, this research uses progressive law enforcement theory in its writing. This author uses a normative writing method, so that this article can be well structured. Key words: Discrimination: Company: Recruitment: Progressive Law Enforcement
DAMPAK GREEN SUKUK TERHADAP PERKEMBANGAN PASAR MODAL SYARIAH DI INDONESIA Indra Saputra; Desi Isnaini; Yetti Afrida Indra
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65783

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerbitan green sukuk terhadap perkembangan pasar modal syariah di Indonesia. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya kebutuhan pembiayaan berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip syariah serta peran strategis green sukuk sebagai instrumen keuangan hijau sejak pertama kali diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2018. Kajian teori dalam penelitian ini meliputi teori pasar efisien, teori behavioral finance, teori investasi Keynes, dan teori portofolio Markowitz yang digunakan untuk menjelaskan respons pasar dan perilaku investor terhadap penerbitan green sukuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder periode 2018–2024 yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan Kementerian Keuangan. Metode analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier dengan pengujian hipotesis melalui uji F, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerbitan green sukuk berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan jumlah investor syariah, volume perdagangan, dan kapitalisasi pasar modal syariah di Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa green sukuk berperan penting dalam mendorong pendalaman dan keberlanjutan pasar modal syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa green sukuk merupakan instrumen strategis dalam mendukung pengembangan pasar modal syariah yang berkelanjutan di Indonesia. Kata Kunci: Green Sukuk, Pasar Modal Syariah, Investor Syariah, Volume Perdagangan, Kapitalisasi Pasar   Abstract This study aims to analyze the impact of green sukuk issuance on the development of the Islamic capital market in Indonesia. The research is motivated by the increasing demand for sustainable financing instruments that are aligned with Sharia principles, as well as the strategic role of green sukuk since its first issuance by the Indonesian government in 2018. The theoretical framework is based on the Efficient Market Hypothesis, Behavioral Finance Theory, Keynesian Investment Theory, and Markowitz’s Portfolio Theory, which explain market responses and investor behavior toward green sukuk issuance. This study employs a quantitative approach using secondary time-series data for the period 2018–2024 obtained from the Financial Services Authority, the Indonesia Stock Exchange, and the Ministry of Finance. Data analysis methods include validity and reliability tests, classical assumption tests, and linear regression analysis with hypothesis testing through F-test, t-test, and coefficient of determination. The results indicate that green sukuk issuance has a significant effect on the growth of Sharia-compliant investors, trading volume, and Islamic capital market capitalization in Indonesia. These findings suggest that green sukuk plays a crucial role in strengthening market depth and promoting sustainable development within the Islamic capital market. This study concludes that green sukuk is a strategic financial instrument in supporting the sustainable growth of the Islamic capital market in Indonesia. Keywords: Green Sukuk, Islamic Capital Market, Sharia Investors, Trading Volume, Market Capitalization
PENGARUH PENILAIAN PRODUK,SISTEM PEMBAYARAN CASH ON DELIVERY DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP MINAT BELI PRODUK ONLINE DI TIKTOK SHOP PADA KALANGAN MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Linda; Ferawati, Rofiqoh
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.65152

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 96 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penilaian Produk (X1) tidak berpengaruh terhadap Minat Beli (Y) dengan nilai Thitung 0,956 > Ttabel 1,661 dan nilai Sig 0,342 > 0,05 yang berarti Ho diterima  dan Ha ditolak. Sistem Pembayaran COD (X2) menunjukan terdapat pengaruh signifikan terhadap Minat Beli (Y) dengan nilai Thitung 4,009 > Ttabel 1,661 dan nilai Sig 0,000 < 0,05 yang berarti Ho ditolak  dan Ha diterima. Kepercayaan Konsumen (X3) menunjukan terdapat pengaruh signifikan terhadap Minat Beli (Y) dengan nilai Thitung 5,529 > Ttabel 1,661 dan nilai Sig 0,000 < 0,05 Jadi dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak. Secara bersamaan (X1), (X2), dan (X3) secara simultan menpengaruhi (Y) sebesar 0,000 < 0,005 dan nilai Fhitung > Ftabel 123,639  > 2,704. Kata Kunci: Penilaian Produk, Sistem Pembayaran COD , Kepercayaan  Konsumen, Minat Beli   Abstract This research aims to determine and analyze the influence of independent variables on the dependent variable. The method used in this research is quantitative. The sample consists of 96 students from the Faculty of Economics and Islamic Business at UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. The results show that Product Assessment (X1) has no significant effect on Purchase Intention (Y) with a T-count value of 0.956 < T-table 1.661 and a Sig value of 0.342 > 0.05, meaning Ho is accepted and Ha is rejected. The COD Payment System (X2) has a significant influence on Purchase Intention (Y) with a T-count value of 4.009 > T-table 1.661 and a Sig value of 0.000 < 0.05, meaning Ho is rejected and Ha is accepted. Consumer Trust (X3) has a significant influence on Purchase Intention (Y) with a T-count value of 5.529 > T-table 1.661 and a Sig value of 0.000 < 0.05, meaning Ha is accepted and Ho is rejected. Simultaneously, (X1), (X2), and (X3) significantly influence (Y) with a Sig value of 0.000 < 0.005 and an F-count value > F-table 123.639 > 2.704. Keywords: Product Assessment, COD Payment System, Consumer Trust, Purchase Intention.
REKONSTRUKSI REGULASI SELF DECLARE DALAM EKOSISTEM JAMINAN PRODUK HALAL 4.0 ANTARA KEMUDAHAN UMKM DAN KEPASTIAN HUKUM Ramadhani Alfin Habibie; Siti Asyiah; Citra Bunga Aulia
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.65628

Abstract

Abstrak Skema Self-Declare dalamkerangka Jaminan Produk Halal (JPH) dirancang sebagai instrumen untuk mempercepat sertifikasi halal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, implementasinya pada era Halal 4.0 menghadirkan tantangan baru dalam menyeimbangkan kemudahan akses dengan tuntutan kepastian hukum dan akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan dalam pelaksanaan regulasi Self-Declare serta menawarkan model rekonstruksi regulasi yang ideal dalam konteks sistem jaminan halal nasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif-empiris dengan pengumpulan data melalui studi regulasi dan wawancara mendalam dengan Pendamping Proses Produk Halal, pelaku UMKM, serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Kota Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Self-Declare masih menghadapi risiko hukum yang signifikan akibat adanya kesenjangan literasi digital di kalangan pendamping, lemahnya sistem verifikasi terintegrasi, serta mekanisme pengawasan pascasertifikasi yang belum optimal. Kondisi ini berpotensi mengurangi kekuatan pembuktian dan akuntabilitas hukum terhadap status kehalalan produk. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan rekonstruksi regulasi Self-Declare yang mengintegrasikan prinsip kepastian hukum, pemanfaatan teknologi digital, serta sistem pengawasan berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada usulan model rekonstruksi regulasi Self-Declare yang berbasis pada bukti empiris implementasi di tingkat lokal, sehingga menjembatani dilema antara kemudahan akses bagi UMKM dan penguatan pengawasan dalam kerangka Halal 4.0. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi para pembuat kebijakan dalam memperkuat tata kelola sistem jaminan produk halal di Indonesia. Kata kunci: Self-Declare, Jaminan Produk Halal, Rekonstruksi Regulasi.   Abstract The Self-Declare scheme within the Halal Product Assurance (JPH) framework was designed as an instrument to accelerate halal certification for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, its implementation in the Halal 4.0 era presents new challenges in balancing ease of access with demands for legal certainty and accountability. This study aims to analyze gaps in the implementation of Self-Declare regulations and offer an ideal regulatory reconstruction model within the context of the national halal assurance system. The method used is a normative-empirical legal approach with data collection through regulatory studies and in-depth interviews with Halal Product Process Facilitators, MSMEs, and the Halal Product Assurance Organizing Agency (BPJPH) in Palangka Raya City. The results show that the implementation of Self-Declare still faces significant legal risks due to disparities in digital literacy among facilitators, a weak integrated verification system, and a suboptimal post-certification oversight mechanism. These conditions have the potential to reduce the strength of evidence and legal accountability for product halal status. Therefore, this study recommends a reconstruction of Self-Declare regulations that integrates the principles of legal certainty, the use of digital technology, and a continuous monitoring system. The novelty of this research lies in its proposal of a Self-Declare regulatory reconstruction model based on empirical evidence of local implementation, which bridges the dilemma between facilitating access for MSMEs and strengthening oversight within the Halal 4.0 framework. These findings are expected to serve as a strategic reference for policymakers in strengthening the governance of the halal product assurance system in Indonesia. Keywords: Self-Declare, Halal Product Guarantee, Regulatory Reconstruction
ANALISIS PENERAPAN NILAI-NILAI ETIKA BISNIS ISLAM DALAM PELAYANAN HOTEL LATANSA NUANSA SYARIAH KOTA BENGKULU Lisa Triani; Desi Isnaini; Andi Cahyono
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.65978

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai etika bisnis Islam dalam pelayanan Hotel Latansa Nuansa Syariah Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap manajemen, karyawan, serta tamu hotel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hotel telah menerapkan beberapa nilai etika bisnis Islam, seperti keadilan dalam pelayanan, tanggung jawab dalam menjaga kualitas kebersihan dan kenyamanan tamu, serta penerapan prinsip ihsan melalui keramahan dan sikap profesional karyawan. Namun, terdapat beberapa aspek yang belum sepenuhnya sesuai prinsip syariah, seperti belum terpisahnya area wudhu laki-laki dan perempuan, serta belum tersedianya kantin halal di dalam lingkungan hotel. Faktor kendala lainnya adalah kurangnya pemahaman sebagian karyawan baru mengenai prinsip etika bisnis Islam. Meskipun demikian, pihak hotel melakukan pelatihan rutin untuk meningkatkan pemahaman karyawan terhadap nilai-nilai syariah. Secara keseluruhan, penerapan etika bisnis Islam di hotel ini sudah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan terutama pada aspek fasilitas dan sertifikasi halal. Kata Kunci: Etika Bisnis Islam, Pelayanan Hotel Syariah, Nilai-Nilai Syariah.   Abstract This study aims to analyze the implementation of Islamic business ethics values in the services of Hotel Latansa Nuansa Syariah in Bengkulu City. This research employs a qualitative descriptive method through observation, interviews, and documentation with hotel management, employees, and guests. The findings indicate that the hotel has implemented several Islamic business ethics values, such as fairness in service, responsibility in maintaining cleanliness and guest comfort, and the principle of ihsan through the hospitality and professionalism of its staff. However, several aspects have not fully met sharia principles, such as the non-separated ablution areas for men and women and the absence of an internal halal-certified canteen. Another challenge is the limited understanding of sharia-based ethics among newly employed staff. Nevertheless, the hotel regularly conducts training sessions to enhance employee competence regarding Islamic ethical values. Overall, the implementation of Islamic business ethics at the hotel is considered good, although improvements are still needed, particularly in the area of facilities and halal certification. Keywords: Islamic Business Ethics, Sharia Hotel Services, Sharia Values.
PERKEMBANGAN DAN POTENSI PASAR SAHAM SYARIAH INDONESIA PADA ERA DIGITAL Indra Saemona; Evan Stiawan; Kustin Hartini
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.66364

Abstract

Abstrak Perkembangan pasar saham syariah di Indonesia menunjukkan tren positif seiring kemajuan digitalisasi yang mempermudah akses investasi. Namun, pemanfaatan teknologi digital di daerah, termasuk Kota Bengkulu, masih menghadapi tantangan literasi dan partisipasi investor. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan, peran digitalisasi, serta peluang dan tantangan pasar saham syariah di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen kunci melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar saham syariah berkembang signifikan ditandai peningkatan kapitalisasi, jumlah saham syariah, volume transaksi, dan investor. Teknologi digital berperan sebagai katalis utama melalui aplikasi trading online yang meningkatkan akses dan partisipasi investor, khususnya generasi muda. Namun, masih terdapat kendala berupa rendahnya literasi keuangan syariah, kesulitan investor pemula, serta keterbatasan variasi saham syariah. Disarankan agar pemerintah, BEI, dan perusahaan sekuritas memperluas edukasi ke masyarakat umum, meningkatkan kualitas platform digital, serta menambah variasi saham syariah guna mendorong pertumbuhan pasar yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Pasar Saham Syariah, Perkembangan, Potensi.   Abstract The development of the Islamic stock market in Indonesia shows a positive trend, as digitalization advances, simplifying investment access. However, the use of digital technology in regional areas, including Bengkulu City, still faces challenges in terms of investor literacy and participation. This study aims to analyze the development, role of digitalization, and the opportunities and challenges of the Islamic stock market in Bengkulu City. The method used was descriptive qualitative with purposive sampling, with the researcher acting as the key instrument through observation and interviews. The results indicate that the Islamic stock market has grown significantly, indicated by increases in capitalization, the number of Islamic stocks, transaction volume, and investors. Digital technology acts as a key catalyst through online trading applications, increasing investor access and participation, particularly among the younger generation. However, obstacles remain, including low Islamic financial literacy, difficulties for novice investors, and a limited variety of Islamic stocks. It is recommended that the government, the Indonesia Stock Exchange (IDX), and securities companies expand public education, improve the quality of digital platforms, and increase the variety of Islamic stocks to encourage more inclusive and sustainable market growth. Keywords: Islamic Stock Market, Development, Potential.
Minat Adopsi Teknologi Keuangan: Tinjauan atas Kesadaran Riba, Persepsi Keamanan Data, dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.66363

Abstract

Abstrak Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran kesadaran riba, persepsi keamanan data, dan kemudahan penggunaan yang dirasakan dalam membentuk minat untuk mengadopsi teknologi keuangan. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka kualitatif dengan pendekatan sintesis tematik mengikuti prosedur tinjauan literatur sistematis. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran riba berfungsi sebagai filter keagamaan yang menentukan apakah suatu aplikasi dianggap halal dan layak digunakan, dengan tingkat pengaruh yang bervariasi tergantung pada pemahaman dan komitmen keagamaan individu. Persepsi keamanan data berfungsi sebagai prasyarat mendasar yang membangun kepercayaan pengguna pada penyedia aplikasi, yang dibentuk oleh reputasi, pengalaman masa lalu, dan fitur keamanan yang terlihat. Kemudahan penggunaan yang dirasakan bertindak sebagai katalis yang mempercepat adopsi melalui pengalaman positif dan kepuasan pengguna, berinteraksi dengan dua faktor lainnya dalam menciptakan evaluasi holistik terhadap aplikasi. Ketiga penentu ini saling memengaruhi dan secara kolektif membentuk keputusan individu untuk mengadopsi atau menolak teknologi keuangan tertentu. Pemahaman komprehensif tentang dinamika ini sangat penting bagi pengembang aplikasi, regulator, dan akademisi dalam mempromosikan adopsi teknologi keuangan yang sehat dan inklusif yang selaras dengan nilai-nilai masyarakat. Studi ini memberikan kontribusi teoritis untuk memperkaya model adopsi teknologi dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama dan dimensi kepercayaan, serta secara praktis memberikan landasan reflektif untuk mengembangkan aplikasi keuangan yang berpusat pada pengguna. Kata kunci: kesadaran riba, persepsi keamanan data, kemudahan penggunaan yang dirasakan, niat adopsi, teknologi keuangan, keuangan Islam, kepercayaan pengguna Abstract This literature study aims to analyze the role of riba awareness, data security perception, and perceived ease of use in shaping interest in adopting financial technology. The method used is qualitative library research with a thematic synthesis approach following systematic literature review procedures. The results indicate that riba awareness functions as a religious filter determining whether an application is considered halal and worthy of use, with varying influence levels depending on individual religious understanding and commitment. Data security perception serves as a fundamental prerequisite building user trust in application providers, shaped by reputation, past experiences, and visible security features. Perceived ease of use acts as a catalyst accelerating adoption through positive experiences and user satisfaction, interacting with the other two factors in creating a holistic evaluation of the application. These three determinants influence each other and collectively shape an individual's decision to adopt or reject a particular financial technology. A comprehensive understanding of these dynamics is essential for application developers, regulators, and academics in promoting healthy, inclusive financial technology adoption that aligns with societal values. This study contributes theoretically to enriching technology adoption models   by integrating religious values and trust dimensions, and practically provides reflective foundations for developing user-centered financial applications. Keywords:     riba awareness, data security perception, perceived ease of use, adoption intention, financial technology, Islamic finance, user trust