cover
Contact Name
Muh Yaasiin Raya
Contact Email
yasin.raya@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285343981818
Journal Mail Official
iqtishaduna@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.63, Romangpolong, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : -     EISSN : 27146197     DOI : https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v3i1.21877
Core Subject : Economy, Social,
IQTISHADUNA: JURNAL ILMIAH MAHASISWA HUKUM EKONOMI SYARIAH, FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM IS TO PROVIDE A VENUE FOR ACADEMICIANS, RESEARCHERS, AND PRACTITIONERS FOR PUBLISHING THE ORIGINAL RESEARCH ARTICLES OR REVIEW ARTICLES. THE SCOPE OF THE ARTICLES PUBLISHED IN THIS JOURNAL DEALS WITH A BROAD RANGE OF TOPICS IN THE FIELDS: ECONOMIC LAW SHARIA ECONOMIC LAW / ISLAMIC ECONOMIC LAW ECONOMIC CRIMINAL LAW ECONOMIC CIVIL LAW INTERNATIONAL ECONOMIC LAW
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 467 Documents
PENANGANAN PENIPUAN BERMODUS DUKUN DALAM KESADARAN MASYARAKAT MASA KINI Formansyah Gea; Budiman Sinaga
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65014

Abstract

Abstrak Praktik perdukunan merupakan fenomena sosial yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di wilayah pedesaan. Dalam perkembangannya, praktik ini menimbulkan perdebatan hukum karena sering kali dikaitkan dengan penipuan, penyalahgunaan kepercayaan, serta potensi pelanggaran terhadap ketertiban umum. Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) maupun Rancangan KUHP (RKUHP), praktik perdukunan dapat dijerat melalui ketentuan mengenai perbuatan yang menyesatkan masyarakat atau pernyataan memiliki kekuatan gaib yang dapat merugikan orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan, doktrin, dan asas-asas hukum pidana terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa belum terdapat pengaturan eksplisit mengenai perdukunan dalam KUHP yang berlaku, sehingga penegakan hukum terhadap praktik ini bergantung pada pembuktian unsur penipuan atau pembohongan publik. Namun, RKUHP telah memberikan landasan normatif yang lebih tegas dengan memasukkan ketentuan mengenai klaim memiliki kekuatan gaib sebagai tindak pidana. Dengan demikian, pembaharuan hukum pidana nasional diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus memperhatikan nilai-nilai hukum yang hidup (living law) dalam masyarakat Indonesia. Kata kunci: Perdukunan, Hukum Pidana, Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Rancangan Kitab Undang-undnag Hukum Pidana, Living Law.   Abstract The practice of shamanism (perdukunan) is a social phenomenon deeply rooted in Indonesian society, particularly within rural communities. Over time, this practice has raised legal debates as it is often associated with fraud, abuse of trust, and potential violations of public order. Based on the Indonesian Criminal Code (KUHP) and the Draft Criminal Code (RKUHP), shamanistic practices may be prosecuted under provisions concerning acts that mislead the public or claims of possessing supernatural powers that cause harm to others. This study employs a normative juridical approach by examining statutory regulations, legal doctrines, and relevant principles of criminal law. The analysis reveals that there is currently no explicit regulation regarding shamanism in the existing Criminal Code, resulting in law enforcement depending on the proof of elements of fraud or public deception. However, the Draft Criminal Code provides a clearer normative foundation by explicitly criminalizing claims of possessing supernatural powers. Therefore, the reform of national criminal law is expected to ensure legal certainty while accommodating the living law and social values inherent in Indonesian society. Keywords: Shamanism, Criminal Law, KUHP, RKUHP, Living Law.
RELEVANSI ASBABUL NUZUL SEBAGAI KONSEP HISTORIS AYAT-AYAT AL-QUR’AN Retri Dwi Puspita; Achmad Abubakar; Halimah Basri
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65108

Abstract

Abstrak Studi tentang relevansi asbābul nuzūl sebagai konsep historis dalam ayat-ayat Al-Qur'an tetap menjadi topik krusial dalam bidang studi tafsir modern, karena membantu menjaga validitas interpretasi dan mencegah penyederhanaan berlebihan makna di tengah perubahan sosial dan kemajuan digital. Artikel ini berusaha mengungkap bagaimana asbābul nuzūl sebagai landasan historis ayat-ayat Al-Qur'an dapat menjadi dasar untuk penafsiran yang fleksibel dan kontekstual, dengan menganalisis peran konteks wahyu ayat-ayat dalam memahami pesan ilahi. Studi ini menerapkan metode kualitatif-deskriptif melalui analisis tafsir tematik (tafsīr maudhū‘ī) dan pendekatan hermeneutika historis, yang menekankan interaksi timbal balik antara teks, konteks, dan realitas sosial. Temuan menunjukkan bahwa pemahaman asbābul nuzūl tidak hanya meningkatkan akurasi tafsir ayat, tetapi juga berfungsi sebagai alat penting untuk mempromosikan moderasi agama, literasi Islam, dan pembentukan nilai-nilai spiritual yang dapat beradaptasi dengan era digital. Dari perspektif akademik, peneliti merekomendasikan penguatan pendidikan tafsir berbasis konteks di lembaga-lembaga Islam agar nilai-nilai Al-Qur'an dapat diterapkan secara relevan terhadap isu-isu kontemporer seperti radikalisme, etika sosial, dan transformasi teknologi informasi. Kata Kunci: Asbābul Nuzūl, Tafsir Kontekstual, Hermeneutika, Literasi Islam, Relevansi Historis Abstract This study aims to analyze the implementation of amanah (trustworthiness) and mas’uliyyah (responsibility) values in Human Resource Management based on Islamic principles (MSDI) and their impact on employee performance at Khochi Kendari retail company. The background of this research lies in the urgency to develop Islamic work ethics amidst current challenges in workplace professionalism. This research uses a qualitative approach with in-depth interviews and participatory observation techniques targeting employees with more than two years of experience. The results show that amanah strengthens employee integrity and trust, while mas’uliyyah cultivates accountability and a strong sense of responsibility. The simultaneous application of both values leads to a productive and ethical work environment. It is recommended that Islamic values be continuously integrated into MSDI systems through structured training, spiritual development, and ethical-based performance evaluations to support sustainable employee performance. Keywords: Accountability, Amanah, Employee, MSDI, Responsibility
STUDI KRITIS TERHADAP PROSES NUZULUL QUR’AN PENDEKATAN HISTORIS DAN TEOLOGIS Rizki Ananda; Achmad Abubakar; Halimah Basri
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65109

Abstract

Abstrak Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa sentral dalam sejarah pewahyuan Islam yang menandai turunnya wahyu ilahi kepada Nabi Muhammad saw., sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Kajian terhadap proses nuzulul Qur’an selama ini terbagi menjadi dua pendekatan utama: historis, yang menekankan konteks sosial, budaya, dan kronologi pewahyuan, serta teologis, yang menegaskan sifat transendental dan keilahian wahyu. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses nuzulul Qur’an secara kritis dengan mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut untuk membangun pemahaman yang utuh tentang dinamika pewahyuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan kepustakaan (library research) dengan analisis hermeneutik terhadap literatur klasik dan kontemporer seperti karya al-Zarkasyi, al-Suyuthi, Fazlur Rahman, dan Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nuzulul Qur’an bersifat gradual (tanzīl), progresif, dan dialogis antara wahyu dan realitas sosial. Pendekatan historis teologis menegaskan bahwa wahyu bukan hanya teks yang diturunkan, tetapi juga proses pedagogis yang membentuk kesadaran moral dan spiritual manusia. Dengan demikian, integrasi kedua perspektif ini menghadirkan paradigma tafsir yang lebih komprehensif, kontekstual, dan tetap berakar pada nilai-nilai transendental wahyu. Kata Kunci: Nuzulul Qur’an, Pendekatan, Pendekatan Teologis Abstract Nuzulul Qur'an is a central event in the history of Islamic revelation, marking the descent of divine revelation to the Prophet Muhammad (peace be upon him) as a guide for humanity. Studies of the process of nuzulul Qur'an have been divided into two main approaches: historical, which emphasizes the social, cultural, and chronological context of revelation, and theological, which emphasizes the transcendental and divinity of revelation. This study aims to critically analyze the process of nuzulul Qur'an by integrating both approaches to build a complete understanding of the dynamics of revelation. This study uses a descriptive qualitative method through a library research approach with a hermeneutic analysis of classical and contemporary literature such as the works of al-Zarkasyi, al-Suyuthi, Fazlur Rahman, and Quraish Shihab. The results show that nuzulul Qur'an is gradual (tanzīl), progressive, and dialogical between revelation and social reality. The historical-theological approach emphasizes that revelation is not only a revealed text, but also a pedagogical process that shapes human moral and spiritual awareness. Thus, the integration of these two perspectives presents a more comprehensive, contextual interpretation paradigm, while remaining rooted in the transcendental values ​​of revelation. Keywords: Nuzulul Qur'an, Approach, Theological Approach
PERAN POLITIK SEBAGAI FAKTOR PENENTU KEBIJAKAN EKONOMI : STUDI LITERATUR DALAM PEMERINTAHAN MODERN Mutia Annisa; Agnes Monica Sianipar; Enjel Widia Sari Gea; Nakita; Respa Mellia Sirait; Albi Sutandi
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65139

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran politik dalam pembentukan kebijakan ekonomi di Indonesia melalui metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan meliputi jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku teks teori ekonomi politik, serta artikel akademik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi tidak hanya dipengaruhi oleh pertimbangan teknis dan rasionalitas ekonomi, tetapi juga oleh dinamika politik, ideologi pemerintah, stabilitas institusi, dan kepentingan aktor tertentu. Kata Kunci: Ekonomi Politik, Kebijakan Ekonomi, Pengambilan Keputusan.   Abstract This study aims to analyze the role of politics in economic policy-making in Indonesia through a literature review using a qualitative approach. The data sources used include national and international scientific journals, political economy theory textbooks, and academic articles. The results of this study indicate that economic policy is not only influenced by technical considerations and economic rationality, but also by political dynamics, government ideology, institutional stability, and the interests of certain actors. Keywords: Political Economy, Economic Policy, Decision Making.
Politik Hukum Arbitrase Dalam Sistem Hukum Indonesia: Analisis Kritis Terhadap Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Diding Jalaludin; Muhamad Kholid; Tatang Astarudin; Asep Rozali
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65142

Abstract

Abstrak          Penelitian ini mengeksplorasi dan mengkaji secara kritis politik hukum RUU tentang perubahan UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa dengan menelaah naskah akademik RUU dan membandingkannya dengan kondisi normatif dan praktik penyelesaian sengketa melalui arbitrase di Indonesia guna memberikan kontribusi terhadap RUU tersebut dalam mengatasi problematika aktual. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan analisis kualitatif terhadap berbagai literatur mutakhir dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian ini menunjukan politik hukum dalam RUU perubahan UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa merupakan peluang strategis untuk memperbaiki sistem arbitrase Indonesia, namun harus dilakukan secara cermat dengan mengakomodir berbagai aspek seperti keadilan, kepastian hukum, konflik norma, arbitrase syariah, arbitrase internasional, dan penyelarasan dengan disrupsi teknologi (e-arbitration). Kata kunci: Politik Hukum, Arbitrase, Naskah Akademik RUU Arbitrase dan APS   Abstract This research explores and critically examines the legal policy of the draft bill on amendments to Law No. 30 of 1999 on Arbitration and Alternative Dispute Resolution by reviewing the academic text of the draft bill and comparing it with the normative conditions and practices of dispute resolution through arbitration in Indonesia in order to contribute to the draft bill in addressing current issues. This research uses a normative juridical approach and qualitative analysis of various recent literature from primary, secondary, and tertiary legal sources. The results of this study indicate that the legal policy in the draft amendment to Law No. 30 of 1999 on Arbitration and Alternative Dispute Resolution is a strategic opportunity to improve the Indonesian arbitration system. but it must be done carefully by accommodating various aspects such as fairness, legal certainty, conflict of norms, sharia arbitration, international arbitration, and alignment with technological disruption (e-arbitration). Keywords: Legal Policy, Arbitration, Academic Papers on Arbitration Bill and APS
TINJAUAN HUKUM PERDATA INDONESIA TERHADAP PEMBAGIAN HARTA BERSAMA BERBENTUK ASET DIGITAL Yofriko Sundalangi
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65184

Abstract

Abstrak Perkembangan ekonomi digital menghadirkan bentuk harta bersama baru yang menimbulkan tantangan dalam pembagian harta bersama pasca perceraian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan dan penerapan hukum perdata Indonesia terhadap pembagian harta bersama yang berbentuk aset digital, serta mengidentifikasi problematika yuridis yang muncul dalam praktik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, didukung analisis doktrin hukum, peraturan perundang-undangan, dan putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum perdata Indonesia belum secara eksplisit mengatur klasifikasi, pembuktian, dan mekanisme valuasi aset digital sebagai objek harta bersama, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum. Penelitian ini menemukan adanya kebutuhan konstruksi hukum yang adaptif untuk menjamin keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum dalam pembagian harta bersama berbasis aset digital. Kata kunci: aset digital; harta bersama; hukum perdata Indonesia; kepastian hukum.   Abstract The development of the digital economy has introduced new forms of marital property, posing challenges in the division of community property following divorce. This study aims to analyze the regulation and application of Indonesian civil law concerning the division of community property in the form of digital assets, as well as to identify juridical issues arising in practice. The research employs a qualitative method with a normative juridical approach, supported by analysis of legal doctrines, statutory regulations, and relevant court decisions. The findings indicate that Indonesian civil law has not explicitly regulated the classification, evidentiary standards, and valuation mechanisms of digital assets as objects of community property, resulting in legal uncertainty. This study finds the need for an adaptive legal construction to ensure justice, legal certainty, and utility in the division of community property involving digital assets. Keywords: digital assets; community property; Indonesian civil law; legal certainty.
TINJAUAN HUKUM PIDANA ISLAM TERHADAP PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN RINGAN Umar Laila; Kurniati; Zulhas’Ari Mustafa
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65196

Abstract

Abstrak Keadilan restoratif telah menjadi alternatif dalam penanganan tindak pidana penganiayaan ringan di Indonesia, khususnya di institusi seperti kepolisian dan kejaksaan. Studi empiris menunjukkan bahwa mekanisme ini pada umumnya melibatkan mediasi antara pelaku, korban, dan tokoh masyarakat melalui forum seperti Rumah Restorative Justice, serta menawarkan keadilan yang lebih manusiawi dibandingkan proses litigasi formal. Di sisi hukum Islam, konsep ini sejalan dengan prinsip al‑‘afwu (pemaafan), al‑islah (perdamaian), dan diyat (kompensasi) sebagai bentuk restorative justice sejak sejarah awal syariah. Namun, implementasi di lapangan masih terkendala oleh ketidakjelasan standar biaya dan durasi mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian restorative justice dalam penganiayaan ringan dengan hukum pidana Islam, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan rekomendasi normatif agar praktik tersebut lebih adil, konsisten, dan sesuai koridor syariah. Menggunakan metode yuridis-normatif dan studi kasus, hasil studi ini menunjukkan bahwa restorative justice modern memiliki basis teologis yang kuat dalam Islam dan memberikan peluang untuk integrasi yang harmonis dalam sistem hukum nasional. Kata kunci: keadilan restoratif; hukum pidana Islam; penganiayaan ringan; al-‘afwu; diyat. Abstract Restorative justice has emerged as an alternative approach to handling minor assault cases in Indonesia, particularly within police and prosecutor institutions. Empirical studies indicate that this mechanism typically involves mediation among the perpetrator, victim, and community figures via platforms such as Restorative Justice Houses, offering a more humane form of justice compared to formal litigation. From the perspective of Islamic criminal law, this approach aligns with the principles of al-‘afwu (forgiveness), al-islah (reconciliation), and diyat (compensation) as core elements of restorative justice since the early era of Sharia. However, practical implementation faces obstacles such as unclear compensation standards and limited mediation duration. This study aims to analyze the compatibility of restorative justice in minor assault cases with Islamic criminal law, identify challenges, and formulate normative recommendations to ensure a more equitable, consistent practice within the framework of Sharia. Through a combined normative legal and case-based methodology, the findings indicate that modern restorative justice is grounded in Islamic theological principles and presents a promising avenue for harmonious integration within the national legal system. Keywords: restorative justice; Islamic criminal law; minor assault; al-‘afwu; diyat.
ANALISIS IMPLEMENTASI DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL DALAM PRESPEKTIF BISNIS SYARIAH (STUDI KASUS KERIPIK KELAPA BULIAN) Azzril Arya Hidayat; Lucky Enggrani Fitri; Heni Pratiwi
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65198

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi digital marketing pada Usaha Mikro Kecil Keripik Kelapa Bulian (KEBUL), mengkaji kesesuaian praktik pemasaran dengan prinsip-prinsip bisnis syariah, serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam penerapannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KEBUL telah menerapkan strategi pemasaran digital melalui penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp, serta partisipasi dalam bazar UMKM. Implementasi marketing mix syariah (7P) tampak pada kualitas produk yang halal dan tahan lama, penetapan harga yang adil, distribusi melalui pusat oleh-oleh, promosi yang jujur, proses transaksi yang transparan, serta bukti fisik berupa kemasan modern dan sertifikat halal. Praktik usaha ini juga mencerminkan nilai- nilai etika bisnis Nabi Muhammad SAW, yaitu shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Namun, penelitian menemukan beberapa hambatan yang memengaruhi efektivitas pemasaran digital, antara lain tingginya ongkos kirim, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya peralatan pendukung, serta persaingan produk sejenis di media sosial. Meskipun demikian, KEBUL tetap berupaya menjaga prinsip-prinsip syariah dalam setiap aktivitas pemasaran. Dengan demikian, strategi digital marketing yang diterapkan sudah sesuai dengan nilai pemasaran Islami, namun masih memerlukan optimalisasi agar mampu meningkatkan daya saing dan penjualan secara lebih signifikan. Kata Kunci: Digital Marketing, UMK, Pemasaran Syariah, Etika Bisnis Islam, KEBUL Abstract This study aims to analyze the implementation of digital marketing in the Micro and Small Enterprise Keripik Kelapa Bulian (KEBUL), examine the alignment of its marketing practices with Islamic business principles, and identify the challenges and obstacles encountered in its application. The research employs a qualitative method through in- depth interviews. The findings indicate that KEBUL has implemented digital marketing strategies through the use of social media platforms such as Instagram, TikTok, and WhatsApp, as well as participation in local MSME bazaars. The application of the Islamic marketing mix (7P) is reflected in the halal and long-lasting product quality, fair pricing, distribution through souvenir centers, honest promotional practices, transparent transaction processes, and physical evidence in the form of modern packaging and halal certification. The business practices also demonstrate the ethical values exemplified by Prophet Muhammad SAW, namely shiddiq (truthfulness), amanah (trustworthiness), tabligh (clear communication), and fathonah (wisdom). However, several challenges were identified that affect the effectiveness of digital marketing, including high shipping costs, limited human resources, insufficient supporting equipment, and competition with similar products on social media. Despite these obstacles, KEBUL continues to uphold Islamic principles in all marketing activities. Thus, the digital marketing strategies implemented are aligned with Islamic marketing values, although further optimization is needed to enhance competitiveness and increase sales more significantly. Keywords: Digital Marketing, Micro and Small Enterprises, Islamic Marketing, Islamic Business Ethics, KEBUL.
IMPLEMENTASI STRATEGI MARKETING DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN BISNIS DI ERA DIGITAL (STUDI KASUS UMKM DISTRO MUSLIM MAKASSAR) Sultan, Zulfadli; Amalia Nur Rahman; Sudirman
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65201

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam strategi pemasaran dan pengembangan bisnis, termasuk pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang fashion muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pemasaran digital dalam pengembangan bisnis distro muslim di era digitalisasi dengan studi kasus pada Distro Muslim Makassar. Fokus kajian meliputi bentuk penerapan strategi pemasaran digital, media dan platform yang digunakan, peran pemasaran digital dalam meningkatkan penjualan, jangkauan pasar, dan citra merek, serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan analisis deskriptif terhadap praktik pemasaran digital yang diterapkan oleh Distro Muslim Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial, marketplace, dan platform komunikasi digital berperan penting dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, serta memperkuat identitas merek distro muslim. Namun, penerapan strategi pemasaran digital juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, tingginya persaingan digital, serta cepatnya perubahan tren dan algoritma platform. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital, inovasi konten, dan perencanaan pemasaran yang berkelanjutan agar distro muslim mampu meningkatkan daya saing dan mencapai keinginan usaha di era digitalisasi. Kata kunci : pemasaran digital, pengembangan bisnis, UMKM, era digitalisasi. Abstract The rapid development of digital technology has brought significant changes to marketing strategies and business development, particularly for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the Muslim fashion sector. This study aims to analyze the implementation of digital marketing strategies in business development in the era of digitalization through a case study of Distro Muslim Makassar. The focus of this study includes the forms of digital marketing implementation, the media and digital platforms utilized, the role of digital marketing in increasing sales, market reach, and brand image, as well as the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employs a qualitative approach using descriptive analysis based on literature review and observation of digital marketing practices applied by Distro Muslim Makassar. The results indicate that the use of social media, marketplaces, and digital communication platforms plays a crucial role in expanding market reach, increasing sales, and strengthening the brand identity of Muslim fashion retailers. However, the implementation of digital marketing strategies also faces challenges such as limited digital competencies of human resources, intense competition in digital spaces, and rapid changes in trends and platform algorithms. Therefore, enhancing digital literacy, content innovation, and sustainable marketing planning is essential for Muslim fashion businesses to improve competitiveness and achieve business sustainability in the digital era. Keywords: digital marketing, Mubusiness development, UMKM, digital era.
OPTIMALISASI INDUSTRI MAKANAN HALAL DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA MAKASSAR (KASUS DI KAWASAN BTP) Juanda Zulqadri; Darnayanti; Imaniar Nur Fajriany S
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65399

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi industri makanan halal dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Makassar, khususnya di Kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Makanan halal memiliki potensi besar dalam perekonomian daerah, mengingat permintaan yang tinggi dari pasar domestik maupun internasional, terutama di daerah dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Kota Makassar. Namun, sektor industri makanan halal di Kawasan BTP masih menghadapi berbagai kendala, seperti terbatasnya fasilitas produksi, rendahnya kapasitas produksi, dan kurangnya kebijakan yang mendukung pengembangan industri ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemerintah daerah, pelaku industri makanan halal, dan ahli ekonomi. Selain itu, penelitian ini juga melakukan observasi langsung di Kawasan BTP untuk mengidentifikasi potensi dan kendala yang dihadapi oleh pelaku industri makanan halal. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa meskipun terdapat potensi besar di Kawasan BTP, kontribusi sektor ini terhadap PAD Kota Makassar masih terbatas. Beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan untuk pengoptimalan sektor ini antara lain peningkatan infrastruktur, dukungan kebijakan yang lebih kuat, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran dan distribusi produk halal. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah meningkatkan fasilitas produksi, mempercepat proses sertifikasi halal, memberikan insentif kepada pelaku industri makanan halal, serta menyediakan pelatihan untuk UMKM di sektor ini. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan industri makanan halal di Kawasan BTP dapat berkontribusi lebih besar terhadap PAD dan mendorong perekonomian daerah secara berkelanjutan. Kata kunci: Industri makanan halal, Pendapatan Asli Daerah (PAD), UMKM   Abstract This study aims to analyze the optimization of the halal food industry in supporting the increase of Regional Original Revenue (PAD) in Makassar City, especially in the Bumi Tamalanrea Permai (BTP) area. Halal food has great potential in the regional economy, given the high demand from both domestic and international markets, especially in areas with a Muslim majority population such as Makassar City. However, the halal food industry sector in the BTP Area still faces various obstacles, such as limited production facilities, low production capacity, and lack of policies that support the development of this industry. This research uses a qualitative approach with a case study method, where data is collected through in-depth interviews with local governments, halal food industry players, and economists. In addition, this study also conducts direct observations in the BTP Area to identify the potentials and obstacles faced by halal food industry players. Based on the results of the analysis, it was found that although there is great potential in the BTP Area, the contribution of this sector to the Makassar City PAD is still limited. Some of the opportunities that can be used to optimize this sector include improving infrastructure, stronger policy support, and utilizing digital technology in the marketing and distribution of halal products. This study recommends that local governments improve production facilities, accelerate the halal certification process, provide incentives to halal food industry players, and provide training for SMEs in this sector. With these steps, it is hoped that the halal food industry in the BTP Area can contribute more to PAD and encourage the regional economy in a sustainable manner. Keywords: Halal food industry, Regional Original Revenue, SMEs