cover
Contact Name
Marchelia Gupita Sari
Contact Email
marchelia.gupita@pradita.ac.id
Phone
+6281226503586
Journal Mail Official
redaksijurnaltendes@pradita.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.pradita.ac.id/index.php/jtd/about/editorialTeam
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Desain
Published by Universitas Pradita
ISSN : 26850222     EISSN : 27981975     DOI : https://doi.org/10.51170/jtd.v2i2.136
Jurnal Teknologi dan Desain (JTD) published twice in a year. The articles can be product of researches, scientific thoughts or case study, in engineering scope and design scope. The articles do not representate politics, commercialism, and subjectivity unsure. This journal contains articles of thought and research results in Engineering and Design scope which never been published in scientific journals or other media. 1. Architecture 2. Civil Engineering 3. Visual Communication Design with technology approach 4. Interior Design 5. Urban Planning and Urban Design Any matters relating to the use of the softwares used, citations, quotations, and copyright permissions made by the author of the article, and the legal consequences it causes, are the responsibility of the article author. The format of writing scientific articles for publication in scientific journals should follow the guidelines of scientific article writing, which is informed on the website or back of scientific journal.
Articles 31 Documents
Strategi Pembelajaran dalam Kelas Pemrograman Arsitektur Bangun Indrakusumo Radityo Harsritanto; Hermin Werdiningsih; Satrio Nugroho
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Pradita University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i1.48

Abstract

Proses pembelajaran kelas dalam pendidikan arsitektur mengalami perubahan dan perkembangan pada tiap semesternya. Perkembangan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan perubahan yang sedang terjadi di dunia. Pendekatan afektif, kognitif, psikomotorik pada proses pembelajaran memerlukan pemrograman berupa rencana pembelajaran semester maupun rencana pengembangan kurikulum ke depannya. Tidak terkecuali mata kuliah yang mengajarkan tentang pemrograman dalam dunia arsitektur itu sendiri. Riset tentang proses pembelajaran kelas ini bertujuan untuk memaparkan tentang strategi pembelajaran kelas (berupa harapan kuliah, metode pembelajaran dan tindakan penilaian) yang dilakukan selama 2 (dua) tahun oleh penulis sehingga temuan dan hasil riset ini dapat digunakan untuk perbaikan dan model pembelajaran dalam kelas pendidikan arsitektur. Metode pembahasan deskriptif dari hasil kuesioner dan wawancara digunakan pada penelitian ini. Hasil riset ini menemukan bahwa adanya ketidaksiapan mahasiswa untuk menjalani pendidikan arsitektur dan rendahnya standar penulis dalam memprogram perkuliahan selama ini.
Analisis Ciri Buta Warna Parsial pada Karya Desain Komunikasi Visual Vania Gabriella Nuralim; Richi Fenus Yoselinus; Gabriell Amarice; Greysia Susilo
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Pradita University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i1.49

Abstract

Buta warna adalah kondisi di mana kualitas penglihatan terhadap warna berkurang. Buta warna parsial adalah kondisi di mana mata penderita tidak dapat mengidentifikasi sejumlah warna tertentu dengan akurat. Pada perguruan tinggi yang memiliki program studi desain, (calon) mahasiswa diharuskan tidak memiliki kondisi buta warna. Namun begitu, di beberapa perguruan tinggi terdapat mahasiswa buta warna yang dapat masuk ke program studi desain. Ada beberapa cara supaya mahasiswa buta warna dapat memasuki program studi desain, baik legal maupun ilegal. Banyak kesulitan yang dihadapi mahasiswa desain yang buta warna, karena banyaknya tugas yang membutuhkan kepekaan terhadap warna. Permasalahan juga dialami ketika melihat contoh yang diberikan dosen, instruksi, dan memilih warna yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karya desainer dan mahasiswa buta warna dibandingkan dengan mahasiswa normal. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan penelitian kualitatif dengan menganalisis karya.
Analisis Limbah Konstruksi pada Real Estate Jason Lim; Agni Trian Bawono; Muhammad Nurul Afla; Vincentius Hartanto; Goldy Krisniren
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Pradita University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i1.58

Abstract

Usaha minimalisasi sisa material konstruksi penting dilihat dari 2 (dua) sudut pandang. Pertama: untuk efisiensi dan penghematan biaya konstruksi, makin sedikit sisa material konstruksi terjadi maka makin sedikit terjadi ekonomi biaya tinggi (over cost) dan keuntungan proyek dapat lebih terjaga berkelanjutan (sustainable). Kedua, untuk konservasi atau penghematan dari sisi sumber daya alam dan mengurangi dampak lingkungan. Sumber daya alam yang diolah dan digunakan sebagai material bangunan adalah terbatas jumlahnya. Sisa material konstruksi tidak boleh dibiarkan menjadi sampah kota yang dapat merusak kesehatan. Penelitian ini dikhususkan 6 (enam) jenis material yang sebelumnya sudah diindikasikan terjadi pemborosan. Lokasi penelitian dilakukan pada proyek perumahan pengembang X di kawasan Serpong dan Bandung. Adapun tujan penelitian ini adalah mengetahui jenis material yang paling berpotensi menjadi waste dengan mengukur waste level dan menghitung waste cost 6 (enam) jenis material studi, dan menentukan standar waste level (minimum waste index) proyek untuk enam (6) jenis material studi pada proyek pengembang X tersebut. Berdasarkan pengalaman pihak pengembang X selama ini bahwa indikasi 6 (enam)  jenis material tersebut adalah kategori material dengan waste cukup besar, sudah dirasakan pada beberapa proyek, namun belum diketahui angka pastinya. Jenis material tersebut adalah: Besi Beton, Bata Merah, Bata Ringan, Spasi Mortar Instan, Keramik dan Genteng. Hasil penelitian membuktikan bahwa 6 (enam) jenis material memiliki waste cost cukup signifikan. Sementara untuk 3 (tiga) jenis dengan ranking tertinggi (top three) untuk kawasan Serpong yaitu: material Besi Beton, Mortar Instan dan Keramik, dengan angka rupiah masing-masing sesuai urutan adalah Rp. 4,711,15,-/unit terbangun (besi beton), Rp. 4,339,889,-/unit terbangun (mortar instan) dan Rp. 3,330,669,- /unit terbangun (keramik). Dan untuk kawasan Bandung urutan material sebagai berikut: Besi Beton, Bata Merah dan Keramik, dengan angka rupiah masing-masing sesuai urutan adalah: Rp. 6,007,133,-/unit terbangun, Rp. 2,835,778,-/unit terbangun dan Rp. 2,525,802,-/unit terbangun. Dari hasil dan angka penelitian yang didapat nanti akan menentukan waste level yang akan diusulkan menjadi standar di pengembang X.
Implementasi Sejarah Perjuangan dalam Perencanaan Museum Muhammad Rizal; Endah Tisnawati
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Pradita University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i2.87

Abstract

Museum telah jamak diartikan sebagai suatu lembaga, atau juga bisa sebagai suatu tempat, yang menyajikan suatu informasi terbuka kepada publik, mudah diakses, bergerak dalam bidang konservasi, penelitian dan publikasi warisan bersejarah, serta berkotribusi untuk pendidikan, penelitian serta rekreasi (ICOM (2007) dalam Brown & Mairesse (2018)). Saat ini museum di beberapa negara digunakan sebagai etalase, yang menyajikan informasi tertentu yang diinginkan oleh rezim yang sedang berkuasa (Denton, 2014). Irian Barat atau saat ini lebih dikenal dengan nama Papua merupakan wilayah NKRI yang dulunya berada dalam kekuasaan Belanda. Irian Jaya Barat masuk bergabung menjadi bagian NKRI sejak tahun 1963. Perjuangan yang dilakukan pemerintah Indonesia demi membebaskan Irian Jaya Barat dilakukan dengan berbagai upaya, yakni dalam bentuk diplomasi, politik, ekonomi bahkan dengan menggunakan senjata. Naskah illmiah ini akan menguraikan bagaimana bahasan mengenai proses sejarah sebuah kawasan dapat menjadi dasar perencanaan museum yang berada di Kota Sorong, Papua. Tahapan yang dilakukan dalam penulisan naskah ilmiah ini meliputi (1) studi pustaka mengenai museum dan memorabilia; (2) studi pustaka mengenai proses perjuangan pembebasan Irian Jaya Barat; (3) melakukan analisis mengenai elemen konsep dasar perancangan museum perjuangan pembebasan Irian Jaya Barat berdasar memorabilia dan visualisasi desain; (4) rumusan kesimpulan. Pembahasan penerapan konsep melalui pemaknaan lokasi sebagai lansekap sejarah, ruang museum sebagai media penceritaan sejarah dan gubahan massa bangunan museum sebagai media penceritaan sejarah. Kata Kunci : museum, memorabilia, perjuangan pembebasan Irian Jaya Barat, dasar perancangan
Citra Arsitektur Regionalisme dalam Redesain Bandar Udara Frans Seda Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur Salfatoris Milano Yuneks Resy; Suparno Sastra
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Pradita University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i2.90

Abstract

Penyebaran informasi secara umum seharusnya menjadi media untuk menginformasikan kekayaan budaya dari suatu daerah ke daerah lainnnya. Penerapan Arsitektur Regionalisme sebagai identitas lokal pada wajah Kota, khususnya Bandar Udara Frans Seda kabupaten Sikka sebagai salah satu gerbang pintu masuk di wilayah pulau Flores ditujukan menjadi penyambut dan memperkenalkan sebagian dari keseluruhan identitas daerah yang dimiliki dalam bentuk arsitektural. Kunjungan wisatawan mengalami peningkatan sekitar 6% pada tahun 2017. Jika diproyeksikan sampai dengan tahun 2030, jumlah kunjungan wisatawan akan terus mengalami peningkatan sampai dengan 10%. Dengan pelaksanaan otonomi khusus bagi Propinsi Nusa Tenggara Timur terutama rencana pengembangan Kabupaten Sikka menjadi kota madya, dan Bandar udara Frans Seda menjadi Bandar udara alternative bagi Bandar udara Internasional El-Tari Kupang, maka dapat dipastikan jumlah pesawat, jenis pesawat, penumpang dan barang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahapan yang dilakukan dalam penulisan naskah ilmiah ini meliputi (1) studi pustaka mengenai Transportasi Udara; (2) studi pustaka mengenai manajemen transportasi dan peningkatan fluktuasi lalu lintas udara; (3) melakukan analisis mengenai konsep dasar pengembangan Bandar Udara Frans Seda Kabupaten Sikka berdasarkan Regionalisme sebagai identitas lokal dan visualisasi desain; (4) rumusan dan kesimpulan. Permasalahan yang di hadapi Bandar udara Frans Seda Kabupaten Sikka juga semakin kompleks. Total keseluruhan lalu lintas Bandar udara Frans Seda Kabupaten Sikka mengalami peningkatan 3% dari 5 tahun sebelumnya, dan proyeksi untuk jangka panjang sampai dengan tahun 2030, data di Bandar Udara Frans Seda secara keseluruhan mengalami peningkatan sekitar 9%. Terbatasnya sarana dan prasarana transportasi, baik secara fisik maupun manajemen transportasinya dan peningkatan fluktuasi lalu lintas udara, maka faktor yang paling mempengaruhi adalah pengembangan, peningkatan pelayanan, serta sarana dan prasarana yang harus disediakan. Pembahasan penerapan konsep melalui pemaknaan lokasi sebagai identitas lokal kedaerahan, ruang Bandar udara sebagai citra Tipologi-Morfologi dari identitas lokal kedaerahan, dan gubahan massa bangunan sebagai kosmologi hubungan ruang dari identitas lokal kedaerahan. Kata Kunci : Arsitektur Regionalisme, Bandar Udara, Pengembangan
Pemanfaatan Limbah Batik Sisa Fashion di Cirebon berupa Perlengkapan Makan Individu: Veila Venisia,Afifa Karamina Awanys,Siti Inayah Veila Venisia; Afifa Karamina Awanys; Siti Inayah; Rizki Kurniawan; Oktavianus Marti Nangoy
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Pradita University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i2.113

Abstract

Cirebon merupakan sebuah kota di Provinsi Jawa Barat dengan lokasi strategis yakni di jalur Pantura yang menghubungkan Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya. Hal ini membuat Cirebon menjadi salah satu kawasan industri yang sibuk dan salah satunya bergerak pada industri batik. Batik mulai ramai diperbincangkan setelah UNESCO mempatenkan batik menjadi warisan budaya Indonesia. Mulai diterimanya batik secara umum membuat perekonomian meningkat, namun juga menimbulkan masalah baru dari olahan batik itu sendiri yakni sisa limbah batik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengolah kembali sisa limbah batik menjadi produk daur ulang yang siap dipasarkan dengan melalui metode observasi,dan eksperimental melalui “Design Thinking” dimana adanya proses pendekatan terhadap permasalahan yang ada dan mencari solusi yang mungkin bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut berupa set perlengkapan makan individu untuk pelancong, sehingga secara bersamaan dapat meningkatkan perekonomian pengrajin juga mengurangi limbah.
Redesign Tas Hand Sanitizer dari Limbah Kain Batik Cirebon Nathya Arum; Gerardo Harisson Setianto; Sally Malinda; Widasapta Sutapa; Nida Daniyatul Muhdirah
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Pradita University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i2.116

Abstract

Abstract Cirebon is one of big city in Java island that develops and preserves Batik handicraft. Batik maker in Cirebon mostly producing only in primary textiles or basic clothing, while many derivative products from residual shred pieces sere less developed. Actually big portions of good residual pieces can still be used for handicrafts, especially handicraft and handmade souvenir for local and international tourists. Cirebon also the oldest batik center which influences various batik patterns at the north coast of Java Island. The research team is Interior Design students tried to solving this problem through research methods . It aim to utilize existing batik waste and develop a recycle handicraft model so that it is beneficial to the surrounding community. The research method is carried out by conducting observations, interviews and experiments online so as to produce hand sanitizer bag products. Keywords: handicraft, Cirebon batik, recycling, hand sanitizer bag
Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Karakteristik Sampah Padat pada Kawasan Summarecon Serpong Rachmat Taufick Hardi; Rendy Akbar
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Pradita University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i2.134

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menjadi pandemi global dan memberikan dampak bagi sektor – sektor kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Dengan penyebaran Covid-19 yang bersifat masif menyebabkan negara – negara yang ada di seluruh belahan dunia mengambil kebijakan lockdown berupa pembatasan sosial agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan hanya beraktivitas didalam rumah. Adanya penerapan pembatasan sosial berskala besar menyebabkan masyarakat akan lebih banyak memproduksi limbah sampah padat rumah tangga dengan berbagai jenis sampah padat berbahaya yang berkaitan dengan perlindungan diri terhadap wabah Covid-19, seperti masker, sarung tangan, pelindung muka dan peralatan perlindungan lainnya. Dengan kebijakan tersebut, tentu saja sebagian besar penghuni Kawasan Summarecon Serpong akan berdiam diri di rumah dan apabila harus keluar rumah tentunya akan menggunakan perlengkapan perlindungan. Berdasarkan hal ini tentu saja akan berdampak pada jenis dan volume sampah yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu kegiatan yang terdapat pada obyek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakteristik sampah seperti jumlah dan jenis sampah dihasilkan Kawasan Summarecon Serpong. Dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka mengurangi dampak Covid-19 menyebabkan produksi sampah anorganik meningkat sekitar 5% yang berasal dari sampah komersial. Sementara itu, pada Kawasan Non Komersial terjadi pergesaran distribusi jenis yang saat ini didominasi oleh sampah anorganik. Produksi sampah total Kawasan Summarecon Serpong pada saat Pandemi Covid-19 pada bulan April 2020 mengalami penurunan sebesar 55%. Penurunan drastis ini lebih disebabkan dengan adanya kebijakan PSBB yang dilaksanakan pada wilayah Jakarta dan distribusi produksi sampah Kawasan Summarecon Serpong yang dominan berasal dari Sampah Komersial. Karakteristik sampah meliputi jenis dan volume sampah pada sebelum Pandemi Covid-19 dan saat pandemi Covid-19 terjadi. Dengan adanya kebijakan PSBB yang dilaksanakan pemerintah daerah dalam mengurangi penyebaran virus Covid 19 di wilayah Sekitar Kawasan Summarecon Serpong sangat berdampak dalam perubahan karakteristik jenis dan volume sampah.
Faktor yang Mempengaruhi Penegasan Privasi pada Transformasi Ruang Huntap Dongkelsari Desy Candramaya; Ardhya Nareswari
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Pradita University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i2.136

Abstract

Huntap is designed as a house that can be improved from time to time until it becomes permanent settlement in accordance with the wishes of its inhabitants. People who live in huntap initially lived in large houses with large yards with a spread pattern of settlements and at the time of relocation of these communities had to be moved and lived in settlements with limited land area with cluster-shaped settlement patterns. This study aims to determine the factors and elements that influence the privacy affirmation in the space transformation of the Huntap Dongkelsari. Factors affecting privacy affirmation can be divided into territorial, security, and personal factors. Elements of privacy affirmation can be elements that explicitly mark boundaries and privacy (such as boxes, fences, and partition walls in the form of brick or plywood) and elements that implicitly mark boundaries and privacy (such as wooden cabinets, chicken coops, fish ponds, and drilled wells). The use of these elements is influenced by the need for privacy, the need for security, occupant’s experience and habits conducted in the previous house.
Kajian Evakuasi dan Sarana Kebakaran Gedung Istora Senayan Berbasis Standar Nasional dan Simulasi Pathfinder Aji Sumantri, Fajar; Darmawan, Yoga; Rahayu, Ditya A.; Mona Anggiani
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 1 No. 01 (2025): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : LPPM bekerja sama dengan Prodi Teknik Sipil, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, Desain Interior, dan Desain Komunikasi Visual Universitas Pradita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v1i01.92

Abstract

Istora Gelora Bung Karno (sebelumnya dikenal sebagai Istora Senayan) merupakan sebuah stadion indoor dengan kapasitas 7.180 kursi yang digunakan untuk berbagai acara olahraga dan kegiatan publik lainnya. Sebagai fasilitas dengan kapasitas besar, sistem evakuasi yang efektif sangat penting untuk memastikan keselamatan pengunjung, terutama dalam kondisi darurat. Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menyebabkan banyaknya korban jiwa akibat kekacauan dalam proses evakuasi, menyoroti pentingnya perencanaan evakuasi yang tepat di fasilitas olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jalur dan waktu evakuasi penonton di Gedung Istora Senayan, Jakarta, dengan menggunakan metode observasi lapangan dan simulasi aplikasi Pathfinder. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar sarana evakuasi telah memenuhi standar yang berlaku, meskipun masih ada beberapa isu terkait perawatan material. Sementara itu, hasil simulasi menunjukkan bahwa waktu evakuasi di Gedung Istora belum memenuhi standar waktu evakuasi yang ditetapkan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif naratif untuk menggambarkan hasil simulasi dan observasi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan sistem evakuasi yang lebih efektif, guna mengurangi risiko korban jiwa dalam kondisi darurat pada fasilitas olahraga dan gedung publik lainnya.

Page 2 of 4 | Total Record : 31