MANUSKRIP OPTIMALISASI PROGRAM SIM ONLINE DALAM PENINGKATAN PELAYANAN PEMBUATAN SIM DI POLRESTA BOGOR KOTA Muhammad Aditama Akademi Kepolisian Semarang Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50232 Email : adtaditama@gmail.com Latar belakang permasalahan adalah di era revolusi industri 4.0, teknologi menjadi gaya hidup yang mendasar bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejalan dengan program kerja Presiden dan Kapolri, Korlantas Polri membuat program berbasis teknologi yakni SIM (Surat Izin Mengemudi) Online. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan program pelayanan pembuatan SIM Online apakah sudah optimal di Polresta Bogor Kota, mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi program pelayanan pembuatan SIM Online di Polresta Bogor Kota terhadap masyarakat dan mendeskripsikan upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan program pelayanan pembuatan SIM Online di Polresta Bogor Kota. Konsep penelitian meliputi Konsep Service Excellence, Konsep SIM yang terdapat dalam Pasal 77 ayat 1 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Konsep Teknologi Informasi. Teori meliputi Teori Manajamen dan Teori Pelayanan Publik. Metode penelitian sistematis menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitiannya deskriptif analisis. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan Wawancara, Observasi dan Studi Dokumen. Lokasi penelitian di Satpas Online Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota. Validitas data triangulasi. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data serta kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian pelayanan pembuatan SIM Online dianalisis dengan Pasal 77 ayat 1 UU No. 22 Tahun 2009 dan teori manajemen sesuai dengan standar yang ditetapkan namun ada kekurangan seperti kurang tersosialisasinya syarat pendaftaran, kurang terampilnya masyarakat akan teknologi, hingga pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana. Faktor – faktor yang mempengaruhi dianalisis dengan unsur – unsur di teori manajemen. Perlu dioptimalkan di beberapa faktor seperti sumber daya manusia, uang, dan sarana. Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan antara lain penerapan One Gate System, First In First Out System, dan fasilitas tambahan pendukung lainnya. Simpulan pelaksanaan pelayanan pembuatan SIM Online di Polresta Bogor Kota berjalan dengan baik sesuai dengan SOP, namun ada hambatan. Saran untuk mengoptimalkan program SIM Online adalah adanya sosialisasi program SIM Online. Kata Kunci : Optimalisasi, Pelayanan, Peningkatan, SIM Online. ABSTRACT Research in background is in this revolution industry 4.0, technology become a lifestyle to fulfill society basic needs. In line with president’s and chief of national police officer’s work program, Korlantas Polri created a program based on technology called SIM (driver’s license) Online. The purpose of this research is to describe the implementations of SIM Online program, to know some factors that influence the implementations of SIM Online and to describe efforts that already made to optimalize the implementations of SIM Online in Polresta Bogor Kota. The research concepts are service excellence concept, driver’s license concept that contained in article 77 paragraph 1 of traffic law number 22 year 2009, and information technology concept. The theories are management theory and public service theory. This research use qualitative method with descriptive analytics techniques. Data source from primary and secondary data that obtained from interview, observation and document study. Research location in satpas online Polresta Bogor Kota. Data validity including data reduction, data present, and conclusion making and verification. The implementation of SIM Online is analyze with article 77 paragraph 1 of traffic law number 22 year 2009 and management theory and based on standard operational procedure. But there are still lacks in somethings. For example, lack of socialization, the society lack in technology skill, and the maintenance of materials and machines. Factors that influence is analyze with elements in management theory. Need to optimalize in some factors like in human resources, money, and machines. Efforts that already did are one gate system, first in first out system, and other facilities that support the service. Conclusion of the implementation of SIM Online is already good based on standard operational procedure, but there are still lacks in some factor. Suggestion to optimalize SIM Online is to socialize more about SIM Online Program. Key Words : Optimalization, Service, Increasing, SIM Online PENDAHULUAN Di era revolusi industri 4.0 ini, kita tidak bisa memungkiri perkembangan teknologi yang semakin maju dan menjadi kebutuhan bagi hampir setiap lini masyarakat. Banyak masyarakat yang menjadikan penggunaan teknologi sebagai gaya hidup atau bahkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan adanya kemajuan teknologi ini, masyarakat dipermudah untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari – hari. Dengan adanya kemudahan dalam penggunaan teknologi, masyarakat juga dipermudah dalam mendapatkan informasi – informasi terkini. Selain mendapatkan informasi, masyarakat juga lebih mudah dalam menyebarkan informasi yang terkadang tidak sedikit dan masih diragukan kebenarannya. Hal ini pun membuat masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, tepat, akurat dan yang terpenting transparan. Berdasarkan data survei litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Polri meningkat dari 63,2% dari tahun 2016, kemudian menjadi 70,2% pada 2017, hingga menjadi 82,9% pada tahun 2018 (Kompas, 2 Juli 2019, URL), masih saja ada oknum yang membuat nama Polri tercemar. Hal ini membuat Polri dinilai belum bisa memenuhi permintaan masyarakat yang menginginkan pelayanan publik yang baik, transparan, akuntabel, mudah, cepat dan efisien dalam prosesnya. Pelayanan publik di Polri harus terus ditingkatkan guna mendukung salah satu dari lima program kerja Presiden Jokowi periode 2019 – 2024. Program kerja nomor 4 yakni penyederhanaan birokrasi, merupakan salah satu hal yang menjadi prioritas Presiden untuk segera diwujudkan (Kompas, 20 Oktober 2019, URL). Sejalan dengan Program kerja yang di prioritaskan oleh Presiden Jokowi, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si., juga memiliki program prioritas kerja yang berguna untuk mendukung kinerja Presiden Jokowi. Berdasarkan program kerja nomor enam yakni penataan kelembagaan, realita yang terjadi saat ini di Polri adalah realitas regulasi yang tumpang tindih, belum mengakomodir perubahan, masih berbelit – belit, dan masih perlu dilakukan harmonisasi dan efisiensi. Selain itu masih terjadi penggunaan kekuatan yang berlebihan dan masih terdapat personil yang masih melaksanakan tugas secara business as usual (pekerjaan seperti biasanya), minim kreativitas dan larut dalam rutinitas. Sehingga Polri diharapkan dapat melakukan program penataan kelembagaan dengan cara penguatan sistem dan organisasi, penataan regulasi, dan perubahan kultur. Sehingga dengan program kerja berupa penataan kelembagaan, Polri diharapkan dapat memberikan pelayanan publik dengan baik dan sesuai dengan harapan masyarakat (Liputan6, 30 Oktober 2019, URL). SIM menjadi kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat. Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan yang memiliki tingkat mobilitas sosial yang cukup tinggi. Kota Bogor merupakan salah satu kota penyangga ibu kota yakni Jakarta, yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat nya yang cukup tinggi. Banyak masyarakat Kota Bogor yang setiap hari nya melakukan mobilitas ke luar Kota Bogor salah satunya ibu kota Jakarta untuk beraktivitas salah satunya bekerja. SIM sangat diperlukan untuk masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi untuk beraktivitas sebagai syarat kelengkapan dalam berkendara. Satpas Online Satlantas Polresta Bogor kota dapat melakukan pelayanan pembuatan dan penerbitan SIM A baru hingga 27.868 SIM sepanjang tahun 2019 (Urmintu Unit I Regident Satlantas Polresta Bogor Kota tahun 2020). Jika dibandingkan dengan Polresta lainnya yang memiliki karakteristik geografi dan demografi yang hampir sama dengan Kota Bogor sebagai wilayah penyangga ibu kota yaitu Polresta Depok, dalam tahun 2019 dapat melakukan pembuatan dan penerbitan SIM A baru hingga 52.740 SIM sepanjang tahun 2019 (Urmin Korlantas Polri 2020). Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan pembuatan SIM harus lebih di optimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebelum adanya program SIM Online ini, kerap ditemui beberapa masalah dalam pelayanan SIM. Adanya aduan atau keluhan dari masyarakat tentang pelayanan SIM di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota merupakan fakta yang menunjukkan bahwa perlu upaya perbaikan dalam mengoptimalkan program pelayanan pembuatan SIM Online untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan pelayanan yang prima. Tujuan penelitian untuk Untuk mendeskripsikan pelaksanaan program SIM Online, Untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhinya dan untuk mendeskripsikan upaya yang telah dilakukan untuk mengoptimalkan program SIM Online. Pada penelitian ini menggunakan dua teori dam tiga konsep. Yakni teori manajemen dan teori pelayanan publik. Lalu untuk konsepnya adalah konsep SIM, konsep service excellence dan konsep teknologi informasi. Teori manajemen POAC untuk menganalisa program SIM Online. Unsur – unsur manajemen 6M untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi. Dan teori pelayanan publik untuk menjadi penilaian dalam pelayanan. Konsep SIM digunakan untuk dasar dalam pelayanan SIM. Konsep service excellence untuk menganalisis upaya yang telah dilakukan. Dan konsep teknologi informasi merupakan sistem yang digunakan oleh program SIM Online itu sendiri. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menggambarkan objek yang diteliti secara alamiah dan menggunakan teknik deskriptif analisis untuk menggambarkan semua data secara mendalam tanpa membuat kesimpulan secara umum. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dari wawancara kepada anggota Polresta Bogor Kota, data sekunder berupa berkas dan arsip serta data tersier dari skripsi sebelumnya. Teknik analisis data meliputi reduksi data untuk mempertegas dan membuat fokus data yang diperoleh, sajian data untuk mendeskripsikan data yang didapat kedalam bentuk yang mudah dipahami, penarikan kesimpulan serta verifikasi atau pengecekan ulang terhadap data awal yang telah di dapat. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi pelaksanaan program SIM Online di Polresta Bogor Kota 1.1 Perencanaan (Planning) Berdasarkan konsep SIM, dalam Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 Pasal 76 Ayat 2 huruf A tentang SIM merupakan fungsi perencanaan dalam teori manajemen yaitu perencanaan dukungan sumber daya manusia, anggaran, material dan metode pelayanan. 1.1.1 Perencanaan Dukungan Sumber Daya Manusia Sebelum melakukan pelayanan SIM kepada masyarakat, Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota melakukan persiapan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) Pelayanan Penerbitan SIM di Satpas Polresta Bogor Kota dengan nomor dokumen SOP-BID REGIDENT yang dikeluarkan oleh Kapolresta Bogor Kota pada bulan Januari 2019 yang bertujuan untuk dapat digunakan sebagai acuan, pedoman dan dasar dalam pelaksanaan tugas di bidang pelayanan penerbitan SIM di Satpas, sehingga para petugas pelaksana penerbit atau penguji SIM memiliki persepsi dan cara tindak yang sama guna penerbitan SIM yang kredibel dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kasuibnit I Regident Satlantas Polresta Bogor Kota IPDA. Ziska Oktania Pratidina, S.Tr.K (wawancara 19 Februari 2020) bahwa: “Setiap petugas di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota selalu berpedoman kepada SOP yang telah ditetapkan dan dikeluarkan oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Hendri Fiuser, SIK, M.Hum dalam melaksanakan pelayanan pembuatan SIM. SOP ini juga bisa dijadikan untuk penyamaan persepsi terhadap semua petugas dalam pelayanan pembuatan SIM.†Dilihat dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di lapangan, program SIM Online sendiri sudah memiliki sistem perencanaan yang baik dan dapat dilihat dari prosedur dan mekanisme dalam pelayanan pembuatan SIM. Lalu untuk membuat perencanaan terkait jumlah personel juga sudah diatur setiap kelompok kerja nya secara rapih dan terstruktur. 1.1.2 Perencanaan Anggaran dan Material Untuk persiapan sarana dan prasarana sudah baik karena setiap kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam melaksanakan program SIM Online sudah dimiliki oleh Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota. Rencana anggaran masih menjadi hambatan dalam pelayanan SIM Online di Satlantas Online Satlantas Polresta Bogor Kota. Hal ini didukung oleh hasil wawancara dengan Kasubnit I Regident IPDA. Ziska Oktania Pratidina, S.Tr.K (wawancara 19 Februari 2020) sebagai berikut: “Masalah rencana anggaran masih menjadi kendala dalam pelaksanaan pelayanan program SIM Online di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota, karena DIPA untuk pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana masih dianggap kurang untuk mendukung program SIM Online itu sendiri†Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di lapangan, menemukan ada beberapa sarana dan prasarana dalam kondisi rusak ringan. Setelah melakukan wawancara dengan petugas Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota tentang kondisi sarana yang kondisinya rusak ringan, mengatakan bahwa untuk rencana anggaran pemeliharaan dan perawatannya belum ada di dalam rencana anggaran. 1.1.3 Perencanaan Metode Pelayanan Perencanaan metode pelayanan yang dilakukan di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota salah satunya adalah One Gate System (Sistem Satu Pintu) untuk mempersempit ruang gerak calo atau biro jasa yang dapat membuat suasana ruangan di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota menjadi terkesan tidak tertib. Jadi untuk masyarakat yang berada di dalam ruangan Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota hanya benar – benar masyarakat pemohon SIM yang akan melakukan baik pendaftara, pengujian maupun pengambilan SIM. 1.2 Organizing (Pengorganisasian) Secara sistem pengorganisasian, Satlantas Polresta Bogor Kota mempunyai SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) yang berpedoman dan mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 23 Tahun 2010, sehingga untuk sistem pengorganisasian di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota sudah dilaksanakan sesuai dengan unit yang diemban. Pengorganisasian di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota dibagi kedalam beberapa kelompok kerja. Dalam hal ini, Kasat Lantas Polresta Bogor Kota mengelompokkan berdasarkan tugas dan tanggung jawab yang diemban yakni, Kelompok Petugas Pendaftaran, Identifikasi, Input Data, Ujian Teori, Ujian Praktek, Penerbitan SIM, Administrasi SIM. Pengorganisasian di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota juga terdapat manager yang menjadi pemimpin dalam pelaksanaan tugas pelayanan pembuatan SIM Online. Dalam hal ini Kanit Regident sebagai pimpinan tertinggi di Unit Regident dibantu pelaksanannya oleh Kasubnit I Regident yang membawahi Sub Unit Regident Pengemudi atau SIM yang tugas nya mengawasi jalannya pelayanan pembuatan SIM Online dan bertanggung jawab kepada Kasat Lantas dalam mengatur dan laporan mengenai pelayanan pembuatan SIM. 1.3 Actuating (Pelaksanaan) Pelaksanaan dalam Konsep SIM di atur dalam Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM Pasal 76 ayat 2 huruf c yakni pengembangan penyelenggaraan pelayanan. Terwujud atau tidaknya tujuan yang ingin dicapai tergantung kepada pelaksanaan yang dilakukan oleh seluruh petugas baik dari tingkat pimpinannya hingga ke anggota sebagai petugas. Dalam pelaksanaan program SIM Online sendiri menggunakan konsep teknologi informasi yang menggunakan sistem CBIS (Computerized Based Information System) dimana semua sistem informasi disimpan di dalam komputer. Dengan sistem komputerisasi ini, membuat sistem manajemen menjadi lebih efektif dan efisien. Pelaksanaan pelayanan pembuatan SIM tidak dapat berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh perencanaan yang matang dan pengorganisasian yang baik. Sama hal nya apabila memiliki perencanaan yang matang dan pengorganisasian yang baik, tetapi untuk pelaksanaannya tidak berhasil atau dengan kata lain tidak sesuai dengan harapan, maka tujuan dari suatu organisasi belum tentu tercapai dalam hal ini pelayanan pembuatan SIM yang optimal. Hal ini sejalan dengan pendapat George R. Terry dimana semua instrument harus saling mendukung agar mencapat tujuan yang diharapkan. 1.4 Controlling (Pengawasan) Pengawasan dalam sistem manajemen di Konsep SIM diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM Pasal 76 ayat 2 huruf d yaitu pengawasan dan pengendalian. Pengawasan dapat menjadi suatu instrument yang membuat petugas melakukan pekerjaannya dengan baik secara konsisten. Di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota pengawasan dilakukan oleh unsur pimpinan Kasat Lantas, Kanit Regident dan Kasubnit I Regident. Selain itu ada pengawasan juga dari pihak internal yang bekerja sama dengan Sie Propam Polresta Bogor Kota dalam rangka melaksanakan penertiban kepada petugas pelaksana pelayanan SIM di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota. Hal ini dapat ditemukan oleh peneliti ketika melakukan observasi di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota. Terdapat dua anggota bintara dari Sie Propam Polresta Bogor Kota yang berada di area Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota untuk mengawasi jalannya pelayanan pembuatan SIM. Berdasarkan hasil wawancara yang didapat dengan anggota Sie Propam Polresta Bogor Kota Aipda Eko (wawancara 20 Februari 2020) sebagai berikut: “Anggota Sie Propam melakukan pengawasan dari pihak internal Polresta Bogor Kota untuk mendukung tercapainya pelayanan yang optimal untuk masyarakat dan membantu petugas SIM untuk pelayanan pembuatan SIM yang lebih optimal juga†Berdasarkan hasil wawancara tersebut, pengawasan yang dilakukan oleh anggota Sie Propam Polresta Bogor Kota adalah pengawasan yang dilakukan secara melekat kepada anggota seperti teguran kepada petugas yang melakukan kesalahan, memberikan petunjuk dan arahan dalam setiap pelaksanaan tugas, memberikan dukungan penuh kepada anggota yang memiliki inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kapolresta Bogor Kota Kombes. Pol. Hendri Fiuser, SIK, M.Hum (wawancara 24 Februari 2020) sebagai berikut: “Dengan adanya sistem pengawasan dari anggota Sie Propam Polresta Bogor Kota membuat petugas untuk bekerja dengan baik secara konsisten agar masyarakat tetap terlayani dengan prima. Selain dari petugas pelaksananya, dengan adanya anggota Sie Propam di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota juga membuat gentar calo yang akan melakukan pungutan liar terhadap masyarakat untuk melakukan aksinya membantu dalam proses pembuatan SIM. Karena dengan adanya pengawasan dari anggota Sie Propam Polresta Bogor Kota, calo tersebut akan berpikir dua kali untuk melakukan aksinya.†Untuk pengawasan di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota sudah baik karena selain terdapat pengawasan dari Sie Propam Polresta Bogor Kota, terdapat spanduk berisi himbauan dengan tercantum nomor telepon Kanit Regident Polresta Bogor Kota dan Kasat Lantas Polresta Bogor Kota agar bagi masyarakat yang menemukan keluhan atau masalah mengenai proses pelayanan pembuatan SIM agar melaporkan hal tersebut kepada Kanit Regident Polresta Bogor Kota atau Kasat Lantas Polresta Bogor Kota melalui pesan singkat ke nomor telepon yang dicantumkan di spanduk tersebut. Faktor – Faktor yang mempengaruhi program SIM Online Beberapa faktor yang kemudian akan penulis jelaskan berdasarkan unsur – unsur manajemen seperti yang disampaikan oleh George R. Terry dalam bukunya yang berjudul Prinsip – Prinsip Manajemen yaitu 6M Man, Money, Material, Machine, Method, Market. 2.1 Man (Sumber Daya Manusia) Sumber daya manusia atau dalam hal ini adalah petugas personel yang melaksanakan tugas untuk melakukan pelayanan pembuatan SIM Online, merupakan faktor internal yang penting sebagai penggerak utama untuk menciptakan pelayanan publik yang prima. Berdasarkan data yang diperoleh oleh penulis dilihat dari segi kuantitas personel dengan jumlah 31 orang, sudah cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan job description nya masing – masing. Hal ini didukung oleh Peraturan Kapolri Nomor 23 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja bahwa anggota Satuan Lalu Lintas di tingkat Polresta khususnya Unit Regident adalah 15 orang. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kasubnit I Regident IPDA. Ziska Oktania Pratidina, S.Tr.K (wawancara 19 Februari 2020) sebagai berikut: “sumber daya manusia di Unit I Regident sudah cukup memadai untuk menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawab nya masing – masing sesuai dengan kelompok kerjanya, sehingga tidak ada masalah yang berarti untuk kuantitas. Namun untuk personel Unit I Regident Satlantas Polresta Bogor Kota yang mengikuti pelatihan atau dikjur khususnya tentang unit regident pengemudi masih sedikit jumlahnya jika dibandingkan dengan yang belum pernah mengikuti dikjur atau pelatihan tentang regident pengemudi. Bahkan ada beberapa personel yang sudah mengikuti dikjur atau pelatihan, tetapi bukan di bidang regident pengemudi†Berdasarkan hasil wawancara tersebut, dapat disimpulkan dari segi kuantitas untuk jumlah personel sudah berlebih untuk mendukung program pelayanan SIM menjadi lebih optimal. Namun, untuk dari segi kualitasnya masih kurang karena masih sedikitnya jumlah personel anggota unit I Regident Satlantas Polresta Bogor Kota yang sudah mengikuti kejuruan di bidang Regident Pengemudi. 2.2 Money (Uang) Uang dalam konteks pelayanan pembuatan SIM di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota adalah anggaran yang diberikan oleh negara untuk Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota khususnya anggaran yang dialokasikan dan diberikan kepada Unit I Regident Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota. Berdasarkan Rencana Penarikan DIPA Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota T.A. 2020 terdapat anggaran untuk pemeliharaan perawatan peralatan fungsional seperti pemeliharaan aplikasi komputer penyetoran dan penerimaan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Polres dan pemeliharaan perawatan Satpas SIM. Berdasarkan hasil wawancara dengan anggota Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota AIPDA. Neneng Trisnawati (hasil wawancara 20 Februari 2020) sebagai berikut: “untuk anggaran pemeliharaan perawatan peralatan yang mendukung operasional SIM itu ada dan diserap tiap 3 bulan sekali, biasanya di bulan Maret, Juni, September dan Desember. Namun penyerapan dan penggunaan anggaran masih belum optimal†Dilihat dari hasil wawancara tersebut, dapat disimpulkan penyerapan anggaran untuk pemeliharaan perawatan untuk dukungan operasional SIM belum diserap dan digunakan secara optimal. Berdasarkan hasil observasi dilapangan, penulis juga menemukan ada beberapa alat pendukung dalam kondisi sedang dalam perbaikan seperti alat scanner E-KTP di bagian pendaftaran. Berikut data Rencana penarikan DIPA Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota T.A. 2020 di bidang Unit I Regident Satlantas Polresta Bogor Kota untuk menunjang dan mendukung kinerja Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawab yang diemban. Berdasarkan Rencana anggaran DIPA T.A. 2020 dan hasil penelitian yang didapatkan peneliti di lapangan melalui hasil observasi dan hasil wawancara, untuk penyerapan dan penggunaan anggaran di bidang pemeliharaan dan perawatan masih belum optimal dan terserap dengan baik. Tentu hal ini menghambat Satpas Online Polresta Bogor Kota dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya untuk menciptakan pelayanan prima dalam pembuatan SIM Online terhadap masyarakat pemohon SIM. Menurut George R. Terry untuk mendukung berjalannya sistem manajemen dengan baik, money harus diperhitungkan kebutuhannya dengan matang untuk mendukung berjalannya suatu organisasi dalam mencapai tujuan. Dalam hal ini berkaitan dengan anggaran yang kurang terserap dengan baik akan berdampak kepada proses pelayanan pembuatan SIM karena menjadi penghambat dari sistem manajemennya. 2.3 Material (Material / Bahan Baku) Material dalam faktor yang mempengaruhi pelayanan pembuatan SIM di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota adalah sistem Komputerisasi terpadu untuk operasional dalam pelayanan pembuatan SIM Online. Komputerisasi Administrasi SIM yang selanjutnya disebut dengan KA-SIM, adalah perangkat komputer yang digunakan dalam proses penerbitan SIM yang terintegrasi sejak proses pendaftaran, pengujian, sampai dengan penerbitan hingga ke pengarsipan dan server database. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di lapangan, selain sumber daya manusia nya yang unggul dan pandai dalam penggunaan sistem KA-SIM ini, material atau bahan baku nya dalam hal ini KA-SIM juga harus baik dan prima kondisinya. Selain kondisi KA-SIM yang harus baik dan prima, dibutuhkan juga jaringan koneksi internet yang cepat dan stabil dalam mendukung pelaksanaan pelayanan pembuatan SIM Online, karena untuk memasukkan data dan mengunggahnya ke database diperlukan jaringan internet yang cepat dan stabil. Untuk jaringan internet yang dimiliki oleh Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota sendiri sudah menggunakan teknologi modern jaringan internet nirkabel yang cepat dan stabil ketika digunakan. 2.4 Machine (Sarana) Dilihat dari data sarana pendukung berupa kendaraan dinas unit regident pengemudi Satlantas Polresta Bogor Kota, terdapat beberapa kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 dalam kondisi rusak ringan. Walaupun tidak memberikan pengaruh yang besar, tetap saja hal ini menjadi faktor penghambat dalam melakukan pelayanan pembuatan SIM Online di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota. Apabila tidak segera dilakukan tindakan berupa perbaikan, kendaraan dinas yang kondisinya rusak ringan bisa berubah menjadi rusak berat dan menjadi faktor penghambat yang lebih parah lagi dalam melakukan pelayanan pembuatan SIM Online di Satlantas Polresta Bogor Kota. 2.5 Method (Metode) Metode yang dimaksud adalah cara yang ditempuh untuk mewujudkan tujuan yang yang dicapai. Untuk metode pelayanan pembuatan SIM Online sudah penulis bahas beserta mekanisme nya di Gambar 4.4 Prosedur pelaksanaannya sudah rapih sesuai alur yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM dan SOP-BID REGIDENT yang dikeluarkan dan ditetapkan oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Hendri Fiuser, SIK, M.Hum pada bulan Januari 2019. Untuk meningkatkan pelayanan pembuatan SIM Online, Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota memliki inovasi untuk mendukung dan menyempurnakan metode yang telah digunakan, yakni One Gate System (Sistem Satu Pintu). Sistem ini dapat mempersempit ruang gerak dari calo atau biro jasa yang berusaha mencari keuntugan dengan melakukan pungutan liar kepada masyarakat pemohon SIM dengan iming – iming mempercepat dan membantu dalam proses pembuatan SIM Online. Hal ini tentu merupakan faktor pendukung yang dapat menyempurnakan metode yang telah baik dan teratur. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kasubnit I Regident IPDA. Ziska Oktania Pratidina, S.Tr.K (hasil wawancara 19 Februari 2020) sebagai berikut: “sistem satu pintu merupakan metode yang kita gunakan untuk mendukung metode telah ada yang ditetapkan oleh Perkap untuk meningkatkan pelayanan pembuatan SIM, agar masyarakat bisa terhindar dari calo atau biro jasa yang ingin melakukan pungutan liar sehingga dapat merugikan masyarakat†Sistem ini juga dibantu pengawasannya oleh anggota dari Sie Propam Polresta Bogor Kota yang berjaga di depan pintu masuk Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota agar dapat berjalan dengan baik pelaksanaannya. 2.6 Market (Pasar) Market yang dimaksud adalah pasar atau target sasaran yang dituju ketika suatu program dilakukan. Dalam hal ini target sasaran atau pasarnya adalah masyarakat pengguna kendaraan bermotor yang harus memiliki SIM untuk melengkapi dokumen dalam berkendaraan bermotor untuk terwujudnya Kamseltibcar Lantas. Untuk mencapai pasar atau target sasaran salah satunya adalah dengan melakukan pemasaran. Dalam hal ini adalah sosialisasi terhadap masyarakat pengguna kendaraan bermotor agar mau membuat SIM karena sekarang sudah mudah pembuatannya dengan adanya program SIM Online. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kasubnit I Regident IPDA. Ziska Oktania Pratidina, S.Tr.K (hasil wawancara 19 Februari 2020) sebagai berikut: “Untuk sosialisasi program SIM Online dari unit I Regident sendiri belum ada. Biasanya sosialisasi pembuatan SIM itu materinya digabung menjadi satu dengan materi safety riding. Dan materi SIM nya itu juga hanya dijelaskan secara garis besarnya saja dan belum keseluruhan. Pelaksanaan sosialisasinya sendiri itu pun dilakukan oleh unit dikyasa. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai program SIM Online dianggap masih kurang atau belum efektif dalam mencapai pasarnya, karena yang menyampaikan materinya bukan personel atau petugas yang terlibat langsung dalam program SIM Online†Dapat disimpulkan kurangnya sosialisasi dari unit I Regident mengenai program SIM Online dalam meraih target sasaran atau pasarnya belum maksimal. Tentu ini menjadi faktor penghambat dalam mengoptimalkan pelaksanaan program SIM Online karena belum tepatnya target sasaran atau pasar yang dituju karena kurang maksimal cara pemasarannya. Upaya Yang Dilakukan Untuk Mengoptimalkan Program Pelayanan Pembuatan SIM Online di Satlantas Polresta Bogor Kota Penerapan Sistem Satu Pintu Masuk/Keluar (One Gate System) Pada saat kondisi ramai atau lebih tepatnya terlihat kurang teratur, akan terlihat bahwa pelayanan Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota kurang baik. Kondisi yang ramai atau kurang teratur ini biasanya karena ruangan diisi oleh pemohon SIM yang banyak jumlahnya. Selain pemohon SIM itu sendiri terdapat pula masyarakat yang hanya sekedar ingin berkunjung, pengantar pemohon SIM atau yang lebih parahnya lagi adanya para biro jasa, perantara dan calo yang sifatnya berusaha mencari keuntungan pribadi sehingga kerap kali menimbulkan keresahan dan ketidak nyamanan masyarakat dalam melakukan proses pembuatan SIM. Oleh karena itu sistem satu pintu masuk/keluar diterapkan di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota sehingga tercipta suasana yang tertib dan tidak adanya biro jasa, perantara dan calo yang keluar masuk di area Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota. Berdasarkan hasil wawancara dengan Wakasatlantas Polresta Bogor Kota AKP. Dadang Supriadi, S.H., M.M. (hasil wawancara 27 Februari 2020) sebagai berikut: “Sistem satu pintu masuk dan keluar dinilai efektif dalam mengurangi suasana keramaian yang bisa berubah menjadi tidak tertib. Karena sistem ini juga mempersempit ruang gerak masyarakat selain pemohon SIM khususnya untuk biro jasa, perantara maupun calo yang melakukan pungutan liar untuk kepentingan pribadi†First In First Out System (Sistem Pertama Datang Pertama Keluar) Sistem ini merupakan sistem yang menggunakan alat mesin antrian elektronik ketika pemohon SIM hendak mengambil nomor antrian. Siapa yang mendapat nomor antrian terlebih dahulu, akan dilayani lebih dahulu dan mendapatkan hasil lebih dahulu pula sesuai dengan nomor urutan yang diambil. Sistem bertujuan untuk menghindari adanya diskriminasi dalam pelayanan yang diberikan oleh personel karena semua pemohon SIM mendapatkan pelayanan yang sama. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kasubnit I Regident IPDA. Ziska Oktania Pratidina, S.Tr.K (hasil wawancara 19 Februari 2020) sebagai berikut: “sistem ini membuat pelayanan menjadi lebih teratur dan tidak ada perbedaan diantara pemohon SIM. Sehingga membuat personel dapat lebih optimal dalam melaksanakan tugasnya†Fasilitas lainnya yang mendukung optimalisasi pelayanan pembuatan SIM Online Terdapat bebapa fasilitas tambahan yang dapat membuat nyaman masyarakat pemohon SIM. Misalnya terdapat ruang wahana bermain anak yang berfungsi sebagai tempat bermain anak kecil bagi masyarakat pemohon SIM yang membawa anak kecil agar anak kecil nya tidak jenuh selama menunggu proses pembuatan SIM. Selain ruang wahana bermain anak, tersedia air mineral dingin gratis untuk masyarakat pemohon SIM. Air mineral dingin ini dapat diambil oleh siapa saja tanpa terkecuali cuma – cuma untuk memenuhi kebutuhan dahaga masyarakat pemohon SIM selama melakukan proses pelayanan SIM. Dan untuk masyarakat dengan kebutuhan khusus, tersedia toilet khusus untuk lansia dan kaum difabel dalam rangka mengoptimalkan pelayanan pembuatan SIM Online di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota. Teori pelayanan publik selalu berkaitan dengan bagaimana kualitas pelayanan publik yang dilakukan oleh suatu organisasi dalam hal ini adalah Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota sebagai Lembaga yang menyelenggarakan pelayanan SIM di wilayah Kota Bogor. Menurut Evans dan Linday dalam buku Teori dan Konsep Pelayanan Publik Serta Implementasinya karangan Amin Ibrahim, penilaian kualitas pelayanan publik dilihat dari beberapa segi seperti dari segi pelanggan, dari sudut dasar produknya, dari sudut dasar pemakaiannya, dan dari sudur dasar nilainya. Akuntabilitas dari pelayanan SIM Online di Polresta Bogor Kota ini dilakukan dengan cara menampilkan daftar harga pembuatan SIM sesuai dengan peraturan yang berlaku dan di pasang di hampir tiap sisi dan sudut ruangan Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota. Terlebih lagi di sisi ruangan dekat dengan loket pembayaran bank. Selain adanya daftar harga yang ditampilkan. Terdapat juga maklumat dari Kementrian Pemberdayaan dan Aparatur Negara mengenai pelayanan publik yang dilakukan oleh Polri khusunya dalam proses pelayanan pembuatan SIM yang sesuai dan berhubungan dengan tujuan untuk mencapai pelayanan yang prima sesuai dengan teori pelayanan publik dan konsep service excellence. Sehingga setiap pihak yang terlibat dapat mengawasi dan menjalankannya bersama – sama. Berdasarkan sudut pelanggan tentu yang menjadi kriteria adalah kepuasan dalam pelayanannya. Oleh karena itu Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota berupaya meningkatkan pelayanan pembuatan SIM agar menjadi lebih optimal dengan melakukan beberapa inovasi seperti yang telah disebutkan di poin 4.4.1. Karena dari semua segi penilaian kualitas pelayanan, yang paling penting adalah pelayanan pada saat pelaksanaan pembuatan SIM. Karena terjadi kontak langsung antara masyarakat dengan petugas SIM. Oleh karena itu upaya untuk meningkatkan pelayanan publik harus diimbangi dengan kinerja dari petugas SIM itu sendiri dalam melakukan pelaksanaan pelayanan pembuatan SIM. Untuk menciptakan pelayanan publik yang prima, menurut Vincent Gespers menyatakan bahwa pelayanan prima meliputi beberapa dimensi, diantaranya adalah: Ketetapan waktu pelayanan berkaitan dengan waktu tunggu dan proses. Kualitas pelayanan berkaitan dengan kesopanan dan keramah tamahan pelaku pelayanan. Kualitas pelayanan berkaitan dengan akurasi atau ketepatan pelayanan. Kualitas pelayanan berkaitan dengan banyak sedikitnya petugas yang melayani serta fasilitas pendukung lainnya. Kualitas pelayanan berkaitan dengan tanggung jawab dalam penanganan keluhan pelanggan. Kualitas pelayanan berkaitan dengan lokasi, ruangan tempat pelayanan, tempat parkir, ketersediaan informasi dan petunjuk atau panduan lainnya. Kualitas pelayanan berhubungan dengan kondisi lingkungan, kebersihan, ruang tunggu, fasilitas, alat komunikasi dan lainnya Untuk menciptakan pelayanan publik yang prima berdasarkan tujuh dimensi diatas adalah dengan membuat SOP Pelayanan Prima Regident Pengemudi Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota yang ditetapkan dan dikeluarkan oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes. Pol. Hendri Fiuser, S.I.K, M.Hum pada bulan Januari 2019, sebagai pedoman dan acuan kerja personel Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota agar terciptanya pelayanan public yang prima. SIMPULAN DAN SARAN Pelaksanaan dalam pelayanan pembuatan SIM Online di Satpas Online Satlantas Polresta Bogor Kota sudah berjalan dengan baik sesuai SOP yang berlaku. Namun masih ditemukan beberapa faktor penghambat dalam pelaksanaanya. Seperti, kualitas sumber daya manusia yang kurang, anggaran yang kurang teserap secara maksimal, sarana dan prasarana dalam kondisi rusak ringan hingga ke kurangnya sosialisasi mengenai program SIM Online kepada masyarakat pemohon SIM. Upaya yang dilakukan Satlantas Polresta Bogor Kota untuk mengoptimalkan adalah dengan menerapkan metode One Gate Sytem dan First In First out System. Dalam proses perencanaan, perlunya di lakukan sosialisasi mengenai SOP pelayanan penerbitan SIM yang dikeluarkan oleh Kapolresta Bogor Kota. Karena ditemukan ada oknum petugas yang belum menjalankan tugasnya sesuai SOP misalnya dalam ujian simulator. Selain itu perencanaan anggaran yang matang sesuai kebutuhan juga penting untuk mendukung sarana dan prasarana yang telah ada agar tetap terawat dan dapat bekerja dengan baik sesuai fungsinya. Untuk meningkatkan Man, dibutuhkan peningkatan kualitas SDM dengan cara mengikuti Pendidikan pelatihan atau kejuruan tentang Regident pengemudi untuk memberikan wawasan pengetahuan dan keterampilan yang lebih yang mendukung dalam pelayanan pembuatan SIM. Faktor Money, agar penyerapan anggaran lebih maksimal, maka setiap kebutuhan baik honor, pemeliharaan perawatan dan biaya lainnya yang berhubungan dengan pelayanan pembuatan SIM agar diperhatikan dengan teliti kebutuhannya karena untuk mendukung faktor – faktor lainnya seperti material dan machine. Untuk mencapai market yang dituju, perlunya sosialisasi tersendiri mengenai program SIM Online agar masyarakat lebih terbuka dan bertambah wawasannya mengenai pembuatan SIM. Karena masih ditemukan masyarakat yang belum mengetahui tentang program SIM Online ini. Upaya yang dapat dilakukan adalah peningkatan fasilitas yang mendukung pelayanan program SIM Online, seperti pelatihan berkendara baik roda dua maupun roda empat bagi pemohon SIM yang gagal dalam ujian praktik, pelayanan sim keliling (SIMLING) di tempat keramaian pada hari libur. Misalnya, pada hari Jumat diadakan SIMLING di tempat ibadah umat muslim yakni masjid, khususnya setelah melaksanakan ibadah wajib sholat Jumat. Atau pada hari minggu diadakan di pusat hiburan seperti mall atau taman bermain. Bahkan untuk hari minggu, SIMLING juga bisa dilaksanakan di tempat ibadah umat Nasrani yakni gereja. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pembuatan SIM agar menjadi lebih optimal. DAFTAR PUSTAKA Moleong, Lexy J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Cara Kerja Pada Tingkat Kepolisian Resort dan Sektor. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi. Prihadini, Diana. 2018. “The Implementation Of Service Excellence In Public Sector: A Phenomenological Approach Of Public Services In Jakarta. European Journal Of Research And Reflection In Management Sciences, 6, 49-59. Terry, G dan Leslie W. Rue. 20008. Dasar – Dasar Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara. Terry, George. 2003. Prinsip – Prinsip Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara.