cover
Contact Name
Muhammad Zaeni
Contact Email
Muhammadzaeni1@gmail.com
Phone
+62331-412351
Journal Mail Official
stikes.bhaktialqodiri.jember@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manggar 139 A. kel. Gebang kec. Patrang kab. Jember Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Medical Journal of Al-Qodiri : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan
Core Subject : Health,
Medical Journal Of Al-Qodiri adalah jurnal yang di kelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan diterbitkan oleh STIKES Bhakti Al-Qodiri. Jurnal ini memuat tulisan bersifat ilmiah dalam bentuk hasil penelitian maupun pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh dosen yang mencakup semua bidang keilmuan.
Articles 164 Documents
Tingkat Stres Dan Kejadian Flour Albus Pada Remaja Ma Al-Qodiri Saat Menghadapi Ujian Aldi Febrian Wieminaty; Rifzi Devi Nurvitasari; Andriya Syahriyatul Masrifah
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.336

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupkan seseorang yang berada pada rentang umur10 hingga 18 tahun remaja memiliki peranan yang cukup penting dalam keberlangsungan masa depan bangsanya karena kedepannya remaja akan dipersiapakan secara mental maupun intelektual dalam menambah kecukupan SDM, oleh karenanya diperlukan sesuatu yang mendukung dalam mencapai hal tersebut, mencakup pendidikan maupun keterampilan tambahan. Kegiatan remaja yang padatnya akan memberikan dampak masalah kesehatan. Keputihan merupakan salah satu dari sekian banyaknya masalah kesehatan terutama pada perempuan, keputihan sering dialami oleh remaja, meskipun tak sedikit juga dialami oleh ibu hamil maupun ibu pasca persalinan. Pada studi pendahuluan peneliti mendapatkan 7 dari 10 siswa kelas 3 MA mengalami keputihan, dari 7 yang mengalami keputihan 5 diantaranya dikarnakan stress saat menghadapi ujian. Metode: Desain pada penelitian menggunakan analitik korelasi pendekatan cross sectional. Populasi penelitian semua remaja putri kelas 3 MA Al-Qodiri yang berjumlah 86, sampel dalam penelitian ini adalah siswi kelas 3 MA Al-Qodiri yaitu sebanyak 75 orang. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil: Pada Output uji SPSS dengan uji chi square dilihat nilai P Value (0,000) yakni lebih kecil dari tingkat signifikasnsi 0,005 sehingga H0 ditolak, dadisimpulkan bahwa ada hubungan tingkat stress remaja terhadap kejadian flour albus saat menghadapi ujian.
Efektifitas Terapi Komplementer terhadap Stress dan Ansietas Perawat: Literatur Review Nurul Arifah
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.337

Abstract

Pendahuluan: Tinginya tingkat stress pada perawat akan menimbulkan penurunan kinerja perawat di rumah sakit. Buruknya dampak yang ditimbulkan oleh stress kerja dan ansietas pada perawat, maka diperlukan adanya sebuah upaya yang harus dilakukan untuk mengurangi tingkat stress dan ansietas perawat. Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui terapi komplementer yang efektif untuk mengurangi tingkat stress dan ansietas perawat Metode: Literatur review dengan sumber data diambil dari 4 database elektronik yaitu Pubmed, SAGE, Google Scholar, dan Science Direct yang termasuk didalamnya adalah artikel penelitian yang terbit dari Januari 2020 sampai dnegan Februari 2024. Pencarian menggunakan Boolean operator AND dan OR. Analisis menggunakan panduan dari Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta Analyze (PRISMA) Hasil: Terdapat 7 studi yang menjelaskan tentang beberapa terapi komplementer yang dapat menurunkan tiglkat stress dan ansietas perawat yaitu Yoga tertawa, Aroma Terapi Rose Damascena, Comprehensive Ayurveda dan mindfullness-based Yoga (CAY), Emotion Freedom Tecniques (EFT), Hypno EFT, Yoga Pranayama, dan relaksasi otot progresif. Kesimpulan Terapi yang paling efektif dalam mengurangi tingkat stress dan ansietas perawat adalah terapi komplementer Emotional Freedom Tcnique (EFT). Rekomendasi: Perawat harus mampu menerapkan terapi yang dapat dilakukan secara mandiri agar stress kerja dapat diatasi secara mandiri oleh perawat.
Efektivitas Terapi Komplementer Akupresur terhadap Intensitas Dismenore Primer pada Remaja di MA Al-Qodiri Jember Rifzi Devi Nurvitasari; Andriya Syahriyatul Masrifah; Merissa Pramudita; Aldi Febrian Wieminaty
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.338

Abstract

Pendahuluan: Nyeri haid, juga dikenal sebagai dismenore, adalah masalah kesehatan wanita yang paling umum terjadi selama menstruasi. Untuk mengurangi nyeri dismenore, dapat menggunakan akupresur, terapi komplementer tradisional Tiongkok, dengan menekan jari pada titik meridian tertentu, juga dikenal sebagai titik akupunktur. Tujuan: mengetahui seberapa efektif terapi akupresur terhadap intensitas dismenore yang dialami remaja perempuan. Metode: Purposive sampling digunakan dan didapatkan 45 sampel yang memenuhi kriteria. Data dikumpulkan melalui kuesioner intensitas nyeri numerik VAS, yang memiliki skala intensitas 0-10. Saat mentruasi, terapi akupresur dilakukan sebanyak tiga puluh kali yang berada titikopenekanan LIp4 dan l ST36 secara l bilateral. Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data. Hasil:uji wilcoxon menunjukkan bahwa terapi lxakupresurupada l titik LI4 l dan ST36 l bilateral memberikan hasil yang efektif untuk mengurangi dismenore ltpadatremaja. l Intensitas dismenore l 0,24 pada menstuari hari pertama, 0,43 pada hari kedua, dan 0,87 pada hari ketiga, keduanya p-value <0,05.
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Merissa Pramudita; Putri Rizkiyah Salam; Rifzi Devi Nurvitasari
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.339

Abstract

Pendahuluan: Persalinan menjadi moment penantian seorang ibu hamil. Proses persalinan memiliki ketidaknyamanan yang mungkin terjadi saat pembukaan serviks. Tenaga kesehatan khususnya bidan berperan penting dalam pengurangan nyeri persalinan. Pemberian kompres hangat efektif menurunkan tingkat nyeri persalinan dengan memberikan efek vasodilatasi pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri persalinan. Metode: penelitian dengan kuantitatif menggunakan teknik random sampling. Sampel sebanyak 17 orang responden. Pengamatan intensitas nyeri sebelum dan setelah kompres air hangat menggunakan verbal descriptive scale(VDS). Uji analisis statistik menggunakan SPSS 20 dengan uji wilcoxon. Hasil: sebelum pemberian kompres hangat hasil skala nyeri pada kategori nyeri berat terkontrol(46,05%) dan setelah pemberian kompres hangat pada kategori nyeri sedang (58,83%). Kesimpulan: penelitian ini terdapat pengaruh pemberian kompres hangat terhadap pengurangan nyeri persalinan. Rekomendasi: sebagai terapi kompres hangat perlu diberikan bagi semua ibu bersalin sebagai salah satu intervensi penanganan secara nonfarmakologis.
Tingkat Pengetahuan dan Penerimaan Terapi Komplementer Berbasis Kearifan Lokal pada Ibu Postpartum Putri Rizkiyah Salam; Erisa Yuniardiningsih; Merissa Pramudita
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.340

Abstract

Pendahuluan: Saat ini, layanan asuhan kebidanan menggabungkan layanan tambahan dan konvensional, yang merupakan komponen penting dari praktik kebidanan [1]. Pengobatan yang dapat dimanfaatkan selain pengobatan tradisional dikenal dengan terapi komplementer [2]. Indonesia adalah negara dengan populasi sosiokultural yang beragam dan sejarah panjang dalam mendukung kesehatan, khususnya bagi ibu baru. Selain menawarkan layanan kebidanan berbasis bukti, ibu pascapersalinan juga menggunakan pengobatan alternatif untuk mengatasi kekhawatiran mereka sendiri. Misalnya saja penggunaan obat herbal untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat luka perinatal atau untuk meningkatkan produksi ASI. Selain itu, ada beberapa teknik penggunaan tapel, pilis, parem, atau bengkung untuk mempercepat pemulihan kesehatan ibu nifas. Metode: Penelitian jenis ini menggunakan strategi purposive sampling dan bersifat kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Kuesioner digunakan dalam proses pengumpulan data. Hasil: 52,8% ibu pasca melahirkan memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki pemahaman tentang pengobatan alternatif. Masyarakat kerap menawarkan pilis, tapel, parem, terapi herbal uyup-uyup, bengkung, atau gurita sebagai pengobatan pelengkap. Parem memiliki tingkat penerimaan terendah terhadap terapi tambahan sebesar 1,9%, sedangkan obat herbal uyup uyup memiliki tingkat penerimaan terbesar sebesar 71,7%. Kesimpulan: Pengobatan komplementer memiliki banyak manfaat untuk dapat digunakan, namun pemanfaatannya di masyarakat belum optimal karena belum banyak masyarakat yang menyadari manfaatnya. Selain itu, terapi komplementer belum dapat diakses secara luas dalam bentuk yang lebih praktis.
Penerapan Terapi Bekam Basah Terhadap Penurunan Kolestrol Dan Asam Urat Pada Lansia Di Di Desa Mrawan Kecamatan Mayang Jember Achmad Afifil Afton; Yuly Abdi Zainurridha
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.342

Abstract

Pendahuluan: Penyakit asam urat dan kolestrol merupakan penyakit yang tergolong familiar dan cukup banyak diderita oleh golongan lansia. Bila tidak di tangani secara dini akan menggaggu aktifitas sehari hari dan bila berlanjut akan mengakibatkan komplikasi penyumbatan pembuluh darah dan gangguan sendi juga dapat mngakibatkan gangguan kesehatan lainya terutama ginjal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penerapan terapi bekam basah terhadap penurunan kolestrol dan asam urat pada lansia di desa mrawan kecamatan mayang jember. Metode: Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian menggunakan Pra Eksperimen, dengan One- group pre-post test design. Sempeldalam penelitian ini adalah pasien dengan kondisi kadar kolesterol tinggi dan asam urat tinggi yang berjumlah 40 responden yang diambil dengan cara accidental sampling. Hasil penelitian yang sudah di dapat menunjukan bahwa nilai setelah dilakukan terapi bekam pada penderitakolesterol berjumlah 198,97 mg/dl dan adanya perubahan pada nilai kadar asam urat 95% terjadi penurunan setelah diberikan terapi bekam.Dengan demikian dalam hal ini penerapkan terapi bekam tersebut membutuhkan waktu yang signifikan untuk pemulihan yang cukup efektif. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian bekam terhadap penurunan kolesterol dan asam urat didesa mrawan kecamatan mayang jember dengan ρ = 0,000< α = 0,05.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Perkembangan Bayi (Kemampuan Motorik Dasar, Keterampilan Motorik Halus, Kemandirian Sosial Serta Bahasa) Pada Anak Usia 6 Sampai 7 Bulan Andriya Syahriyatul Masrifah; Rifzi Devi Nurvitasari; Aldi Febrian Wieminaty
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.343

Abstract

Pendahuluan: Stimulus yang digunakan lekas sehabis anak lahir sangat berarti untuk berkembang kembang anak. Keahlian motorik serta menyesuaikan diri social dari masa anak- anak sampai berusia. Pijat balita ialah bentuk kasih sayang orang tua serta anak lewat sentuhan pada kulit yang akibatnya sangat besar. Tujuan riset ini merupakan buat mengenali daya guna pijat anak terhadap pertumbuhan( motorik agresif, motorik halus, kemandirian sosial, serta bahasa) anak umur 6 hingga 7 bulan. Tata cara: Riset ini ialah riset quasi eksperimen dengan desain non- equivalent control group design. Posisi riset di Puskesmas Pakusari serta masa riset dikala ini bulan Januari 2024. Subyek riset ini meliputi bunda dari anak umur 6 sampai 7 bulan. Metode pengambilan ilustrasi yang digunakan merupakan berbentuk total populasi yang ialah jumlah populasi terbaru. Analisis informasi memakai tata cara uji- t dengan tingkatan keyakinan 95% sebesar serta tingkatan signifikansi(α) 0, 05. Hasil serta Ulasan: Hasil riset menampilkan bahwa pijat balita efisien buat meningkatkan motorik agresif( 0, 015), sebaliknya pijat balita efisien buat meningkatkan motorik halus( 0, 025) kali pijat balita efisien menolong meningkatkan motorik halus.. motorik halus( 0, 025), pijat balita efisien buat pengembangan motorik halus( 0, 025), menolong meningkatkan kemandirian sosial( 0, 032), efisien buat pertumbuhan bahasa( 0, 032)( 0, 019). Kesimpulan: Pijat balita teruji efisien dalam meningkatkan keahlian motorik agresif, motorik halus, kemandirian sosial serta bahasa pada anak umur 6 sampai 7 bulan.
Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang Aspia Lamana; Erma; Asmaurika Pramuwidya
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.352

Abstract

Pendahuluan: Di dunia, 38% wanita menyusui secara eksklusif, sedangkan 10% hingga 15% ibu gagal melakukannya. Namun, di Indonesia, hanya sekitar 90% ibu yang menyusui. Pada tahun 2022, 55,77% bayi akan disusui secara eksklusif, menurut profil Kesehatan Bengkayang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di wilayah Puskesmas Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang. Metode: Desain penelitian cross-sectional. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 72 sampel. Menggunakan uji Chi square untuk analisis data. Hasil: Ada hubungan antara Inisiasi Menyusu Dini (IMD), paritas, dan kesadaran dengan pemberian ASI eksklusif (P-Valuae <0.05) Kesimpulan: Di wilayah kerja Puskesmas Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, terdapat hubungan antara IMD, paritas, dan pengetahuan terhadap pemberian ASI eksklusif untuk bayi 0–6 bulan.
Hubungan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) Dengan Reflek Menyusu Pada Bayi Baru Lahir Di Rs Yasmin Banyuwangi Eka Suryaning Tyas; Ummul Fithriyati; Ratna Fatimah
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.354

Abstract

Pendahuluan: Ketika bayi baru dilahirkan maka harus segera diberikan kesempatan untuk meningkatkan refleks alami seperti refleks mencari, menghisap dan menelan dengan sendiri. Proses alami inilah yang disebut dengan inisiasi menyusu dini (IMD). proses IMD ini berlangsung pada saat 1 jam pertama awal ketika baru lahir. Tujuan: penelitini memiliki tujuan untuk mencari korelasi proses inisiaasi menyusu dini dengan refleks menyusui pada bayi yang baru dilahirkan di Rumah Sakit RS Yasmin Banyuwangi. Metode: Pendekatan cross sectional dalam penelitian ini digunakan dalam mendeskripsikan hasil penelitian, jumlah sampel yaitu sebanyak 30 yang diambil secara accidental sampling dan menggunakan alat ukur berupa kuesioner. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji statistik Kendal’s Tau didapatkan p value 0,001 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat Hubungan Inisiasi Menyusui Dini dengan Reflek Menyusu pada Bayi Baru Lahir di RS Yasmin Banyuwangi.
Meta-Analysis: Pengaruh Jumlah Anggota Keluarga dan Pendidikan Ibu terhadap Kejadian Stunting Siti Nur Hanifah; Revina Fiandany E; Liza Ulil Azmi
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.356

Abstract

Pendahuluan: Nutrisi yg baik adalah hal yang krusial bagi kelangsungan hidup, pertumbuhan, serta perkembangan anak. Anak dengan gizi baik akan mempunyai kemampuan lebih dalam belajar, bermain, berpartisipasi di lingkungan serta daya tahan tubuhnya lebih baik dan mencegah stunting. Stunting merupakan gagal tumbuh dan berkembang akibat kurang gizi ditandai tinggi badan kurang dibawah normal. Penelitian ini bertujuan menelaah efek jumlah anggota keluarga serta pendidikan ibu terhadap stunting menggunakan meta-analysis. Metode: Penelitian ini merupakan studi meta-analysis serta kajian sistematis. Populasi penelitian ini bayi usia 6-59 bulan. intervensi: jumlah anggota keluarga tinggi serta pendidikan ibu yang rendah. Perbandingan: jumlah anggota keluarga yang rendah serta pendidikan ibu yang tinggi. Artikel relevan diperoleh dari beberapa basis data elektronik antara lain Google Scholar, ScientDirect, serta PubMed menggunakan kata kunci sebagai berikut: Stunting OR malnutrition AND family siza AND mother education OR maternal education AND cross sectional AND aOR. Didapatkan 11 artikel yang diterbitkan dari tahun 2015-2022 yg memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan dengan RevMan 5.3. Hasil: Studi ini melaporkan bahwa jumlah anggota keluarga tinggi meningkatkan kemungkinan stunting lebih besar dibandingkan jumlah anggota keluarga kecil (aOR= 1.58; CI 95%= 1.27 sampai 1.98; p<0.001), selain itu pendidikan ibu yg rendah pula mempertinggi kemungkinan peristiwa stunting lebih besar dibandingkan pendidikan ibu yang tinggi (aOR= 1.67; CI 95%= 1.36 hingga 2.05; p<0.001). kesimpulan: Jumlah anggota keluarga yg tinggi dan rendahnya pendidikan ibu dapat meningkatkan kemungkinan insiden stunting dibandingkan dengan jumlah anggota keluarga yg rendah serta tingkat pendidikan ibu yg tinggi.