cover
Contact Name
Mawardi
Contact Email
mawardibio@unsam.ac.id
Phone
+6285277516900
Journal Mail Official
bioeducation@unsam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra Jalan Meurandeh, Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh - 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Jeumpa
Published by Universitas Samudra
ISSN : 2356069X     EISSN : 27154343     DOI : https://doi.org/10.33059/jj
Jurnal Jeumpa merupakan artikel kajian bidang biologi baik yang bersifat Pendidikan Biologi dan Biologi Sains, yang diterbitkan secara berkala dua kali setiap tahun pada bulan Januari dan juni dengan 10 artikel/Nomor atau 20 artikel/Volume oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Samudra. Jurnal Jeumpa ini berisikan artikel-artikel hasil penelitian dari Peneliti, Dosen, Guru, dan Mahasiswa seluruh Indonesia. Reviewer berasal dari dalam dan luar Universitas Samudra
Articles 217 Documents
KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN SUNGAI MINYAK KECAMATAN SEI LEPAN KABUPATEN LANGKAT Daniaty; Marjanah; Setyoko; Ayu Wulandari
Jurnal Jeumpa Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v7i1.3076

Abstract

Plankton merupakan organisme (tumbuhan atau hewan) yang hidupnya melayang-layang di perairan dan berperan untuk menentukan kualitas suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan zooplankton di Perairan Sungai Minyak Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode survei dilapangan dan pengambilan sampel menggunakan metode Purvosive sampling yaitu sampel bertujuan. Pengambilan sampel terdiri dari tiga stasiun. Hasil penelitian di Perairan sungai minyak menunjukkan terdapat 48 jenis zooplankton dengan nilai indeks kelimpahan 70,4ind/L dengan kriteria kelimpahan plankton rendah sedangkan nilai Kelimpahan Relatif (KR) menunjukkan 1 % sehingga dinyatakan habitat tidak cocok untuk pertumbuhan plankton.
PERBANDINGAN FREKUENSI DENYUT JANTUNG BURUNG MERPATI (Columba livia) DENGAN HAMSTER (Tscherskia triton) BERDASARKAN RUANG JANTUNG Nilawati Putri
Jurnal Jeumpa Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v7i2.3624

Abstract

Jantung bekerja melalui beberapa mekanisme secara berulang-ulang dan berlangsung secara terus-menerus. Dengan adanya mekanisme yang secara terus-menerus berulang-ulang maka dapat terlihat denyut jantung tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui frekuensi denyut jantung pada burung merpati dan hamster. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2021 di laboratorium lanjutan Universitas Samudra.Penelitian ini menggunakan penelitian komparatif. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa frekuensi denyut jantung hamster lebih tinggi dibandingkan dengan denyut jantung pada burung merpati. Kata Kunci : Jantung, burung merpati, hamster, komperatif.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH AMPAS MINUMAN BERKAFEIN SEBAGAI MEDIA TUMBUH HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa) handayani, sari
Jurnal Jeumpa Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v7i1.3656

Abstract

Selada (Lactuca sativa) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki prospek dan nilai komersial yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas teh dan ampas kopi terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa) dan perlakuan manakah yang paling optimum terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa) dengan media hidroponik. Metode penelitian eksperimen, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu media tanam hidroponik + air sebagai kontrol (P0), media tanam hidroponik + ampas teh (4gr) + air (P1), media tanam hidroponik + ampas kopi (4gr) + air (P2), media tanam hidroponik + ampas teh (2gr) + ampas kopi (2gr) + air (P3), dengan 6 kali ulangan. Parameter yang diamati berupa pertumbuhan tinggi tanaman (cm/minggu), jumlah daun (helaian/minggu), dan lebar daun (cm/minggu) tanaman selada (Lactuca sativa). Analisis data menggunakan Analysis Of Varians (ANOVA) 5% dan Uji Kruskal Wallis. Hasil analisis yang diperoleh tidak didapatkannya perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan. Data pertumbuhan tinggi tanaman selada diperoleh nilai Asymp. Sig. sebesar 0,206 > 0,05, jumlah helaian daun tanaman selada diperoleh nilai Asymp. Sig. sebesar 0,637 > 0,05, dan lebar helaian daun tanaman selada diperoleh nilai F hitung < F tabel yaitu 0,45 < 3,1 pada taraf 5%. Perlakuan yang paling tinggi untuk tinggi daun (4,53 cm/bulan) dan lebar daun (1,77 cm/bulan) tanaman selada yaitu ada perlakuan P1, sedangkan jumlah daun (3,24 helai/bulan) yang paling banyak adalah pada perlakuan P3.
KARAKTERISTIK SPORA PTERIDOPHYTA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MASYARAKAT DESA BUKIT SELAMAT, KECAMATAN BESITANG, SUMATERA UTARA Rahayu, Miranda
Jurnal Jeumpa Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v8i1.3690

Abstract

Karakteristik morfologi spora dapat diidentifikasi melalui bentuk, ukuran dan tipe laesura spora. Karakteristik spora tumbuhan yang telah di identifikasi bisa menentukan spesies tumbuhan paku yang nantinya berfungsi untuk pengklasifikasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk spora dan tipe leasura spora pada tumbuhan Pterydophyta yang terdapat pada perkebunan kelapa sawit masyarakat di desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan di perkebunan kelapa sawit masyarakat desa Bukit Selamat. Metode yang digunakan yaitu eksplorasi dengan teknik area sampling. Peneliti menemukan 11 spesies tumbuhan Pterydophyta dengan bentuk membulat, ginjal, ellips dan segitiga serta 2 tipe laesura yaitu monolete dan trilete. Perlu dilakukan Penelitian lanjutan dengan metode yang berbeda di perkebunan kelapa sawit masyarakat di desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Sumatera Utara dan pengamatan spora sebaiknya menggunakan SEM (Scanning electron microscope). Kata Kunci: Pteridophyta, Karakteristik Spora.
Differences Respiration Rates in Grasshoppers (Oxya serville) and Crickets (Archeta domesticus) After the addition of Insecticides Melisa, Putri
Jurnal Jeumpa Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v7i2.3764

Abstract

Laju metabolisme umumnya diperkirakan dengan mengukur banyaknya oksigen yang disantap dengan persatuan waktu. Belalang merupakan serangga herbivor yang tercantum dalam Ordo Orthoptera dengan jumlah spesies 20.000. belalang bisa ditemui nyaris di seluruh ekosistem terestrial. Jangkrik terkategori serangga yang dalam kehidupannya hadapi metamorfosis tidak sempurna. Insektisida merupakan salah satu tipe pestisida tidak hanya tipe fungisida, rodentisida, herbisida, bakterisida, akorisida lamprisida serta lain- lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui laju respirasi pada Belalang (Oxya serville) dan Jangkrik (Archeta domesticus) sebelum dan sesudah penambahan insektisida. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua perlakuan (ditambah insektisida dan tidak ditambah insektisida) dan 3 ulangan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa berat tubuh pada hewan uji sangat mempengaruhi laju respirasi dari hewan tersebut, semakin berat tubuh suatu organisme, maka semakin banyak oksigen yang dibutuhkan dan Pemberian insektisida dapat mempengaruhi laju repirasi hewan, karena insektisida dapat meghambat proses respirasi sel.
IDENTIFIKASI TIPE KERUSAKAN POHON DI WISATA HUTAN LINDUNG KOTA LANGSA Makhfirah, Nurul; Utami, Dea; Sena, Fairuz; Mardina, Vivi; Rimadeni , Yeni
Jurnal Jeumpa Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v8i1.3788

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara megabiodiversitas yang memiliki variasi jenis hutan. Peran hutan sebagai paru-paru kota untuk masyarakat diwujudkan pemerintah melalui hutan kota. Salah satunya adalah Taman Wisata Hutan Lindung kota Langsa, Aceh yang memiliki sekitar 62 jenis pohon atau berjumlah 1273 pohon dengan luas ±10Ha. Peranan hutan kota dipengaruhi oleh kesehatan hutan dalam bentuk kondisi kerusakan pohon. Penelitian ini merupakan langkah awal untuk mengetahui jenis penyakit pohon yang terdapat di Taman Wisata Hutan Lindung Kota Langsa sebagai langkah awal pemeliharaan hutan kota. Metode yang digunakan adalah metode jelajah (Cruise method) dengan observasi langsung terhadap objek yang diteliti. Hasil yang diperoleh ialah terdapat enam tipe kerusakan pohon yaitu (1) kanker yang terdapat pada pohon kayu alim (Lepidium sativum L.), (2) Luka terbuka yang terdapat pada pohon tempinis (Sloetia elongata), (3) gerowong yang terdapat pada pohon sumatra (Taxus baccata L.), (4) Brum yang terdapat pada pohon jati (Tectona grandis L.f.), (5) keropos akibat serangan rayap yang terdapat pada pohon puring (Croton laevigatus Vahl), dan (6) serangan jamur pada pohon pasak bumi (Eurycoma longifolia).
POLA MAKAN DAN GEJALA ANEMIA PADA MAHASISWA PERANTAUAN DI UNIVERSITAS SAMUDRA Mufa, Nurul Aulia
Jurnal Jeumpa Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v7i2.3796

Abstract

ABSTRACT Diet is a behavior that affects nutrition. The quality and quantity of food and beverages consumed will affect health. This causes nutritional deficiencies, a healthy and balanced diet is needed to support the smooth running of busy daily activities, such as overseas students. The purpose of this study was to examine the effect of diet with symptoms of anemia in overseas students. The method used is descriptive, namely by filling out a questionnaire on google form which contains 70 respondents. The results of this study 50 people 74.3% felt the symptoms of anemia 20 or 25.7% did not feel the symptoms of anemia. The thing that must be done so that anemia does not occur must be a change in diet. Keywords : Dietary habit, student of overseas and Anemi symtoms.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING PADA MATERI BIOLOGI DI SMA SE KECAMATAN AIR JOMAN, KABUPATEN ASAHAN Rohima, Siti
Jurnal Jeumpa Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v7i2.3808

Abstract

Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap semua bidang kehidupan, temasuk kehidupan pendidikan. Selama pandemi pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran daring menjadi salah satu solusi bagi permasalahan di bidang pendidikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan pembelajaran daring pada materi biologi efektif di laksanakan di SMA se Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan dan untuk mengetahui seberapa efektif penerapan pembelajaran daring pada materi biologi dilaksanakan di SMA se Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan. Metode penelitian adalah metode Survei dan wawancara merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian yaitu seluruh SMA se Kecamatan Air Joman yang terdiri dari 5 sekolah. Sedangkan Sampel pada penelitian yaitu seluruh guru biologi di SMA se Kecamatan Air Joman dan siswa yang setiap sekolah berjumlah 10 siswa yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data merupakan instrument non tes berupa angket berisi pertanyaan yang akan dibagikan ke responden. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nilai biologi secara luring lebih tinggi dibandingkan secara daring. Penerapan pembelajaran daring pada materi biologi “kurang efektif” di laksanakan di SMA Se Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan dan penerapan pembelajaran daring pada materi biologi di SMA Se Kecamatan Air Joman secara keseluruhan sebesar 39% dengan kategori “kurang efektif”.
KUALITAS DADIH SUSU SAPI DAN SUSU KAMBING DENGAN FERMENTER TABUNG BAMBU Pinem, Sariati; Damayanti, Ervina
Jurnal Jeumpa Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v7i1.3813

Abstract

Dadih merupakan yogurt tradisional khas Sumatera Barat. Dadih merupakan makanan fermentasi turun temurun masyarakat Sumatera barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi dadih serta rasa dadih yang dihasilkan dengan menggunakan varian susu sapi dan susu kambing. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lama Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan variabel lamanya waktu fermentasi yaitu 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk dadih yang dihasilkan dengan lama fermentasi 24 jam pada susu sapi dan susu kambing yaitu dadih ini masih seperti susu, dadih pun masih cair, rasa yang masih hambar dengan warna putih dan teksturnya masih kasar karena masih ada seperti gumpalan – gumpalan, serta 4 dari 5 panelis yang mencoba dadih tersebut menyatakan tidak suka dan 1 diantaranya menjawab suka. Pada dadih yang dihasilkan dengan lama fermentasi 48 jam yaitu aroma dadih 5 orang panelis menjawab tengik dan 3 dari 5 orang panelis menjawab dadih sudah kental dan 2 orang menjawab masih cair. Rasa dan warna pada dadih masih sama dengan data pada pengamatan pertama, tektur pada dadih sudah lembut dan ke 5 panelis menyatakan suka pada dadih dari pengamatan kedua ini. Sedangkan pada dadih yang dihasilkan dengan lama fermentasi 72 jam yaitu dadih masih beraroma susu, dadih pun sudah sangat kental dan rasanya sudah sangat asam dadihnya masih bewarna putih dan teksturnya sangat lembut dan 3 dari 5 panelis mejawab kurang suka dan 2 diantaranya menjawab suka terhadap dadih pada bambu ketiga. Proses pembuatan dadih dari susu kambing dan sapi menggunakan bambu betung yang dimana bambu tersebut mengandung bakteri Lactobacillus plantarum memiliki struktur baik dari rasa, aroma, warna, tekstur semakin lama difermentasi maka menghasilkan produk dadih yang standart pada umunya.
Kepadatan populasi POPULATION DENSITY OF EARTHWORMS IN A RUBBER PLANTATION IN THE SOUTHERN SECURAI VILLAGE, BATANG REJO SUB-VILLAGE, LANGKAT DISTRICT Rahayu, Sri
Jurnal Jeumpa Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v8i1.3820

Abstract

Cacing tanah merupakan salah satu kelompok dari makrofauna yang memainkan peranan penting diberbagai proses fisika, kimia ataupun biologi tanah. Keberadaan cacing tanah menjadi salah satu indikator dari keseburuan suatu tanah, karena melalui aktivitas dari cacing tanah tersebut dapat memperbaiki sifat fisik maupun kimia tanah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepadatan populasi cacing tanah(Lumbricus terrestris) dalam dua perlakuan, yang pertama yaitu pada jenis tanah organik dan jenis tanah non organik di perkebunan karet. Pengambilan sampel cacing tanah dengan metode hand sorting, dengan jumlah plot untuk pengambilan sampel yaitu 10 plot dengan ukuran 1x1m. Dari hasil penelitian diperoleh jumlah kepadatan populasi cacing tanah(Lumbricus terrestris) 13,00 individu/m2, yang dimana kepadatan populasi pada stasiun I (tanah organik) lebih tinggi yaitu 7,8 individu/m2 dibandingkan dengan stasiun II (tanah non organik) hanya memperoleh 5,8 individu/m2.

Page 8 of 22 | Total Record : 217