cover
Contact Name
Mawardi
Contact Email
mawardibio@unsam.ac.id
Phone
+6285277516900
Journal Mail Official
bioeducation@unsam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra Jalan Meurandeh, Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh - 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Jeumpa
Published by Universitas Samudra
ISSN : 2356069X     EISSN : 27154343     DOI : https://doi.org/10.33059/jj
Jurnal Jeumpa merupakan artikel kajian bidang biologi baik yang bersifat Pendidikan Biologi dan Biologi Sains, yang diterbitkan secara berkala dua kali setiap tahun pada bulan Januari dan juni dengan 10 artikel/Nomor atau 20 artikel/Volume oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Samudra. Jurnal Jeumpa ini berisikan artikel-artikel hasil penelitian dari Peneliti, Dosen, Guru, dan Mahasiswa seluruh Indonesia. Reviewer berasal dari dalam dan luar Universitas Samudra
Articles 217 Documents
KEANEKARAGAMAN JENIS JAMUR MAKROSKOPIS DI TAMAN HUTAN RAYA BUKIT BARISAN KECAMATAN DOLAT RAKYAT KABUPATEN KARO Situmorang, Esron; Jayanthi, Sri; Elfrida
Jurnal Jeumpa Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v6i2.1780

Abstract

Jamur makroskopis merupakan organisme eukariota (sel-selnya mempunyai inti sejati) yang digolongkan ke dalam kelompok cendawan sejati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jamur makroskopis dan jenis-jenis jamur makroskopis di Taman Hutan Raya Bukit Barisan Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode garis berpetak. Penelitian dilakukan di 3 tempat yang berbeda ketinggian : stasiun pengamatan pertama 1275 m dpl, stasiun pengamatan kedua 1352 m dpl dan stasiun pengamatan ketiga 1507 mdpl. Dalam setiap ketinggian terdiri dari 5 plot pengamatan. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian yang didapat bahwa keanekaragaman jenis jamur makroskopis di Taman Hutan Raya tergolong tinggi dengan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener H’= 3, 125. Jenis jamur makroskopis yang didapat terdiri dari 2 divisi yaitu divisi ascomycota dan basidiomycota, 4 kelas, 8 ordo, 20 famili dan 50 spesies. Faktor lingkungan yang diamati berupa temperatur lingkungan yang berkisar antara 21 - 21,7° C, kelembapan udara yang berkisar antara 74% - 82%, kelembapan tanah berkisar anatara 5,5 - 6,1% dan pH tanah yang berkisar antara 5-6,7. Jamur makroskopis yang ditemukan hidup di substrat yang berbeda-beda seperti di batang pohon yang masih hidup, kayu lapuk, serasah serta tanah berhumus.
ANALISIS KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN PADI YANG DIAPLIKASIKAN DENGAN SILIKA DAN KALIUM ORGANIK fitriani, fitriani
Jurnal Jeumpa Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v6i2.1794

Abstract

Padi sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Namun, akhir-akhir produktivitas tanaman padi mengalami penurunan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produktivitas tanaman padi disebabkan karena penyusutan luas areal pertanian dan kandungan unsur hara yang tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi salah satunya yaitu dengan silika organik dari alang-alang dan kalium organik dari limbah sabut kelapa. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh aplikasi silika dan kalium organik terhadapa morfologi tanaman padi (Oryzae sativa) dan untuk mengetahui berapa volume silika dan kalium organik yang efektif dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi (Oryzae sativa) .Adapun rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) pola faktorial, dengan 2 faktor perlakuan yaitu volume kalium dan volume silika organik. Untuk masing-masing kombinasi perlakuan digunakan 5 ulangan, sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 96 sampel tanaman padi. Analisis data menggunakan ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kombinasi silika dan kalium organik (200 mL/pot) meningkatkan tinggi batang berturut-turut yaitu 48,9 cm, 135,1 cm dan 162 cm, jumlah daun berturut-turut yaitu 4, 38 dan 113, jumlah anakan berturut-turut yaitu 5, 28 dan 37, serta panjang malai yaitu 22,7 cm pada umur 4 minggu, 8 minggu dan 12 minggu setelah perlakuan. Semakin besar volume silika dan kalium organik yang diberikan pada tanaman padi, maka rerata tinggi batang, jumlah daun, jumlah anakan, dan panjang malai semakin meningkat.
The KEMAMPUAN BAKTERI ASAM LAKTAT DALAM MENGHAMBAT Salmonella thypii Rahmiati, Rahmiati; Anjelina Simanjuntak, Helen
Jurnal Jeumpa Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v6i2.1898

Abstract

Bakteri asam laktat diketahui memiliki kemampuan menghasilkan senyawa antimikroba yang dikenal sebagai bakteriosin. Bakteriosin diketahui memiliki kemampuan bakteriosidal dan bakteriostatik yaitu kemampuan untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. Bakteri asam laktat tersebar luas di alam diantaranya di dalam produk fermentasi dan saluran pencernaan hewan. Penelitian ini difokuskan unutuk melihat kemamouan bakteri asam laktat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella thypii. Pada penelitian ini, bakteri asam laktat yang digunakan merupakan koleksi Laboratorium Biologi Universitas Medan Area. Delapan jenis isolat bakteri asam laktat yang digunakan antara lain IN01, IN02, SF01, SF02, NN01, NN02 SPU01 dan SPU04. Dilakukan uji konfirmasi terhadap pertumbuhan bakteri asam laktat dan Salmonella thypii dengan melakukan konfrmasi secara visual dan mikrokopis melalui pewarnaan diferensial. Keseluruhan bakteri asam laktat merupakan kelompok bakteri gram positif berbentuk basil. Kemampuan hidup isolat bakteri asam laktat pada media dengan variasi pH dan kadar garam ditandai dengan jumlah total koloni yang tumbuh setelah masa inkubasi. Kemampuan antagonis bakteri asam laktat dalam menghambat bakteri patogen ditunjukkan dengan adanya zona hambat yang terbentuk berupa daerah jernih di sekitar koloni patogen. Isolat bakteri SPU01 dan SF01 diketahui memiliki nilai zona hambat terbesar yaitu 29,79 mm dan 28,13 mm.
Infestasi Lalat Buah (Bactrocera spp.) Pada Buah Jambu Air Madu (Syzygium samarangense) di Sumatera Utara Putri, Kartika Aprilia
Jurnal Jeumpa Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v6i2.2097

Abstract

Cultivation of wax apple (Syzygium samarangense) is one source of livelihoods in North Sumatra, Indonesia. However, the obstacles encountered in harvesting period are fruit fly infestation which decreases the economic value. The purpose of this study was to identify the species of fruit fly infested on wax apple S. samarangense and its parasitoid . Thirty kilos of infested wax apple was collected from the field (at Stabat regency : North Sumatera) by purposive sampling and bring to the laboratory, stored in a bucket for the periods of 7 to 10days. All the pupae place individually in plastic tube until emergence. Adult flies and its parasitoid were collected for further identification in separate cages. Identification was done using morphological characters such as the T shape of the abdomen, the wings, the shape of the thorax, the length of cell dm and aedeagus length. From 30 kilos of wax apple found 427 pupae which consist of 250 pupae emerge as fruit flies and 20 pupae emerge as parasitoid. Based on morphological character of fruit flies there were 4 species of Bactrocera spp (B.albistrigata, B.dorsalis, B.papayae and B.carambolae). The number of individuals for B.albistrigata was 50, B. dorsalis was 56, B. papaya was 73 and B. carambolae was 71. Measurement of aedeagus and cell dm length was varied between species. Aedeagus and cell dm length of B.dorsalis were 2.69 ± 0.5 mm and 2.28 ± 0.35 mm, B. papayae were 2.64 ± 0.49 mm and 2.23 ± 2.23 mm, and B. carambolae were 2.43 ± 0.28 and 1.9 ± 0.26 mm. The parasitoids found from infested fruit were Fopius vandenboschi, Psyttalia sp. and Diachasmimorpha longicaudata.
IDENTIFIKASI LETAK DAN BENTUK SORUS PADA TANAMAN PAKU (PTERYDOPHYTA)DI TAMAN HUTAN RAYA BUKIT BARISAN KECAMATAN DOLATRAKYAT KABUPATEN KARO Nafili, Laily; Sarjani, Tri Mustika; , Elfrida
Jurnal Jeumpa Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v6i2.2125

Abstract

Sorus merupakan bagian dari alat perkembangbiakan tumbuhan paku (Pterydophyta) yang memiliki peranan penting untuk melindungi kotak-kotak spora tumbuhan paku sampai spora itu siap untuk dilepaskan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana letak dan bentuk sorus serta perbedaan diantara letak dan bentuk sorus tanaman paku (Pterydophytha) yang ada di Taman Hutan Raya Bukit Barisan Kecamatan Dolat Rakyat Kabupaten Karo. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Eksploratif (jelajah). Hasil penelitian menunjukkan Terdapat perbedaan letak dan bentuk sorus dari tumbuhan paku (Pterydophytha) di Taman Hutan Raya Bukit Barisan Kecamatan Dolat Rakyat Kabupaten Karo. Letak sorus tumbuhan paku (Pterydophytha) yang ditemukan di Taman Hutan Raya Bukit Barisan Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo berada di ujung batang antara tulang daun, urat-urat daun, dekat tepi daun serta di tepi daun. Bentuk sorus tumbuhan paku (Pterydophytha) yang ditemukan di Taman Hutan Raya Bukit Barisan Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo ada tiga yaitu bulat, memanjang dan garis.
PERBANDINGAN MODEL TAKE AND GIVE DAN INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN HEWAN DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 5 LANGSA TAHUN PELAJARAN 2019/ 2020 Satuan siregar, Titin tanjung; Jayanthi, Sri
Jurnal Jeumpa Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v6i2.2188

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilaksanakan oleh peneliti di SMANegeri. 5 Langsa hasil belajar siswa tergolong rendah siswa dikatakan lulus apabila mencapai nilai KKM 73, dalam kenyataan persentasi kelulusan sangat kecil. Siswa yang dapat lulus dalam pelajaran biologi hanya 65-68% saja. Sedangkan persentase kelulusan siswa diharapkan mencapai 90-99%. Agar tujuan dari proses pembelajaran dapat tercapai, atas dasar dari tujuan pembelajaran, maka peneliti mengembangkan model pembelajaran tipe Take and Give dan Index Card Match. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dan seberapa besar hasil belajar siswa dengan menerapkan cara pembelajaran Take and Give dan Index Card Match pada materi Fungsi Jaringan Hewan di kelas XI IPA SMA Negeri 5 Langsa Tahun Pembelajaran 2019/2020. pengamatan ini menerapkan mode eksperimen. Dimana pengamatan ini diambil dari seluruh siswa kelas XI IPA SMAN. 5 Langsa yang terdiri 3 kelas yaitu sebanyak 81 siswa. Contoh ini didapatkan secara acak dan diperoleh contoh untuk kelas Take and Give (XI IPA 2) sejumblah 25 orang dan untuk kelas Index Card Match (XI IPA 3) sejumblah 25 orang. Instrumen yang diterapkan dalam hasil tes belajar siswa dalam bentuk pilihan multicois yang berjumlah 20 soal yang sudah divalidasi dan reliabilitas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbandingan cara pembelajaran Take and Give dan Index Card Match tentang perolehan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMANegeri. 5 Langsa Tahun Pelajaran 2019/2020, dibuktikan dengan nilai dengan kriteria pengujian , -t_(1-1/2) α<t<t_(1-) 1/2 α, dengan nilai 2,03 < 4,76< 1,99. Besar Perbandingan hasil belajar siswa kelas XI IPA pada materi fungsi jaringan hewan yang menerapkan model pembelajaran Take and Give dan Index Card Match yaitu sebesar 4,76. Kata Kunci : Index Card Match, Hasil Belajar Siswa, Take And Give.
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK KCL TERHADAP PRODUKTIVITAS GETAH (Hevea brasiliensis) DI DESA LENGKONG TAHUN 2017 Nurhalim, Nurhalim
Jurnal Jeumpa Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v6i2.2453

Abstract

Pupuk KCl adalah suatu pupuk yang dapat meningkatkan hasil tanaman melalui fungsinya, membantu pertumbuhan organ-organ generatif seperti biji, buah, bunga dan batang. Menurut Semangun (2000:23) “Pupuk merupakan suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara bagi tanaman, bahan tersebut berupa mineral atau organik, dihasilkan oleh kegiatan alam atau diolah oleh manusia di pabrik”. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan pupuk KCL terhadap produktivitas getah (Hevea brasiliensis) di Desa Lengkong Tahun 2017 dan seberapa besar dosis penggunaan pupuk KCL yang paling baik terhadap produktivitas getah (Hevea brasiliensis) di Desa Lengkong Tahun 2017. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai dengan Januari 2017 di perkebunan karet milik pribadi di desa Lengkong. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap non factorial. Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non factorial dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga total sampel sebanyak 25 sampel. Analisis data dalam eksperimen ini menggunakan Analysis Of Variance (Anova) dan uji lanjut dengan Duncans Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penggunaan pupuk KCL terhadap produktivitas getah (Hevea brasiliensis) di Desa Lengkong dan Besar dosis penggunaan pupuk KCL yang paling baik terhadap produktivitas getah (Hevea brasiliensis) di Desa Lengkong Tahun 2017 adalah 400 gr. Adapun saran pada penelitian ini adalah adanya penelitian lanjut untuk menentukan dosis pupuk KCl yang sangat tepat untuk produktivitas getah pada tanaman karet Kata kunci : Desa Lengkong, Getah karet (Hevea brasiliensis), Produktivitas, Pupuk KCl.
The IDENTIFIKASI JAMUR PADA ROTI YANG DIJUAL DI KOTA LANGSA BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN Lestari, Ayu Dinda Lestari
Jurnal Jeumpa Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v6i2.2491

Abstract

Mushroom growth in food is very difficult to prevent. Some types of mushrooms that grow starched are Rhizopus stonolifer, mucor sp, Penicillium sp, Geotrichum sp and Aspergillus sp. The purpose of this study was to determine the growth of mushrooms on Bhoi bread based on storage time and determine what types of mushrooms that grow on Bhoi bread sold in Langsa City based on storage time. The study used Bhoi bread samples which were given 3 treatments namely P1 (left in the open room) P2 (Mushrooms wrapped in plastic mica). The results of this study showed that it began to grow on day 34 and on P3 treatment the fungus began to grow on day 39. The percentage of the amount of mushroom growing on each treatment in P1 was approximately 75%, in P2 treatment it grew approximately 45% and in the treatment, P3 grows approximately 10% of the types of mushrooms that grow on Bhoi bread are Penicillium requantum, Rhizopus stonolifer, Aspergillus fumigatus, Aspergillus niger, Penicillium citrinum and Aspergillis flavus. Bhoi bread storage needs to be done to inhibit the growth of mold using mica plastic.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) Rahmah, Fati
Jurnal Jeumpa Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v6i2.2517

Abstract

Abstrak Cabai rawit (Capsicum frutesecens L) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang mempunyai banyak manfaat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutesecens L) dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) yang paling efektif bagi pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutesecens L). Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode eksperimen, dengan rancangan acak lengkap (RAL) sebanyak 4 perlakuan dan 6 pengulangan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah P0 (kontrol), P1 (konsentrasi 15%), P2 (konsentrasi 25%) dan P3 (konsentrasi 35%). Kemudian dianalisis menggunakan uji Anova. Diperoleh data anova pertumbuhan tinggi tanaman cabai rawit pada setiap perlakuan dengan hasil yang berpengaruh nyata pada taraf 5% dan berpengaruh sangat nyata pada taraf 1% yaitu ditunjukkan pada hasil Fhitung ≥ Ftabel (5%) dan Fhitung ≥ Ftabel (1%). Hasil Fhitung yaitu 44,5607 ≥ 3,10 (5%) dan 44,5607 ≥ 4,94 (1%), dan untuk jumlah daun tanaman cabai rawit setiap perlakuan diperoleh dengan hasil yang berpengaruh nyata pada taraf 5% dan berpengaruh sangat nyata pada taraf 1% yaitu ditunjukkan pada hasil Fhitung ≥ Ftabel (5%) dan Fhitung ≥ Ftabel (1%). Hasil Fhitung yaitu 6,310 ≥ 3,10 (5%) dan 6,310 ≥ 4,94 (1%). Dosis penggunaan ekstrak daun kelor yang paling efektif yaitu perlakuan P3 dengan konsentrasi 35%. Karena ekstrak daun kelor mengandung senyawa zeatin, dihydrozeatin dan isopentiladenine yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman terutama pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutesecens L). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang nyata dari pemberian ekstrak daun kelor terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada tanaman cabai rawit. Kata Kunci : Kelor (Moringa oleifera), Ekstrak, Cabai rawit (Capsicum frutesecens L), Pertumbuhan
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN LIDAH MERTUA (Sansevieria masoniana Chahin) DENGAN METODE DPPH(1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) Siregar, Anita Rasuna Sari Siregar
Jurnal Jeumpa Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v7i1.2552

Abstract

Sansevieria adalah salah satu tanaman hias yang memiliki aktivitas antioksidan. Salah satu spesies dari genus sansevieria adalah Sansevieria masoniana Chahin yang diduga memiliki aktivitas antioksidan . Aktivitas antioksidan speies sansevieria ini masih belum diketahui sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak daun lidah mertua (Sansevieria masoniana Chahin). Ekstrak daun lidah mertua (Sansevieria masoniana Chahin) diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% . Ekstrak yang telah diuapkan pelarutya hingga menjadi ekstrak kental kemudian dilakukan skrining fitokimia, hasil skrining ekstrak menunjukkan positif mengandung flavonoid dan saponin. Kemampuan ekstrak sebagai antioksidan ditentukan melalui peredaman radikal DPPH (1,1- difenil-2-pikrihidrazil) terhadap variasi konsentrasi ekstrak 12,5 ppm, 25 ppm, 50 ppm, 100 ppm, dan 200 ppm. Hasil akhir dari uji DPPH tersebut ialah radikal berubah warna dari ungu menjadi kuning dan serapannya diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan yang dilakukan menghasilkan nilai IC50 sebesar 97,902 ppm yang menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak Sansevieria masoniana Chahin memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.

Page 6 of 22 | Total Record : 217