Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN SUNGAI MINYAK KECAMATAN SEI LEPAN KABUPATEN LANGKAT Daniaty; Marjanah; Setyoko; Ayu Wulandari
Jurnal Jeumpa Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v7i1.3076

Abstract

Plankton merupakan organisme (tumbuhan atau hewan) yang hidupnya melayang-layang di perairan dan berperan untuk menentukan kualitas suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan zooplankton di Perairan Sungai Minyak Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode survei dilapangan dan pengambilan sampel menggunakan metode Purvosive sampling yaitu sampel bertujuan. Pengambilan sampel terdiri dari tiga stasiun. Hasil penelitian di Perairan sungai minyak menunjukkan terdapat 48 jenis zooplankton dengan nilai indeks kelimpahan 70,4ind/L dengan kriteria kelimpahan plankton rendah sedangkan nilai Kelimpahan Relatif (KR) menunjukkan 1 % sehingga dinyatakan habitat tidak cocok untuk pertumbuhan plankton.
Sistem Pakan Ikan Berbasis Internet of Things Pada Jurusan Vokasional Setyoko; Nur Rohmani, Mayda; Pramono
BINER : Jurnal Ilmu Komputer, Teknik dan Multimedia Vol. 2 No. 2 (2024): BINER : Jurnal Ilmu Komputer, Teknik dan Multimedia
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fisheries industry continues to evolve, requiring innovative approaches to enhance production efficiency. Fish feeding management is a key aspect of cultivation that requires careful supervision and control. In this context, the use of Internet of Things (IoT) technology promises intelligent solutions that can efficiently monitor and control fish feeding. This research aims to design and implement an IoT-based Fish Feeding System at the Vocational Fisheries Department. Using qualitative methods involving surveys and direct observations, we developed a system consisting of integrated architecture with main components and appropriate control algorithms. With the adoption of IoT technology, fish feeding management can become more automated and measurable, improving feed efficiency and reducing waste. The implementation of this system also makes a positive contribution to vocational education in fisheries, providing practical experience to students. The results of this research indicate that the IoT-based Fish Feeding System has great potential to enhance fisheries production efficiency and provide an innovative approach to fish feeding management that can be widely adopted by the fisheries industry.
HUBUNGAN KADAR D-DIMER DAN NEUTROFIL LYMPHOCYTE RATIO DENGAN TINGKAT KEPARAHAN COVID-19 DI RS TUGUREJO SEMARANG Shinta Anjani Putri, Ni Wayan; Wahab, Zulfachmi; Setyoko; Diatri, Devita
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.227

Abstract

ABSTRACT Treatment and management of blood clotting disorders in Covid-19 patients when they have just been admitted to the hospital must be considered even if no bad manifestations are found due to increased D-dimer levels. Initial indications obtained from the hemostasis laboratory, D-dimer levels are very important to use to calculate the degree of risk and survival of Covid-19 patients. Therefore, this research was carried out with the aim of assessing the relationship between D-dimer levels and Neutrophil lymphocyte ratio with the severity level in Covid-19 patients at Tugurejo Hospital, Semarang. The type of research used in this research is analytical observational with a cross sectional design. This approach was carried out to determine the relationship between D-dimer levels and Neutrophil lymphocyte ratio with the severity of Covid-19 patients at Tugurejo Hospital, Semarang, Central Java. The majority of Covid-19 patients at Tugurejo Hospital Semarang had increased D-Dimer levels, which could indicate a potential disturbance in the blood clotting system. the majority of patients, 95.5%, showed a risky NLR (≥3.3). Most of the patients treated at Tugurejo Hospital Semarang experienced severe levels of severity. There is a significant pattern between the severity of Covid-19 patients and D-Dimer levels, where higher levels of severity tend to be associated with higher D-Dimer levels. There is a significant relationship between NLR and patient severity, with a significance value of 0.000. Research findings show that the majority of Covid-19 patients at Tugurejo Hospital Semarang experienced increased D-Dimer levels, reaching 93.2%. Elevated NLR reflects high levels of inflammation and an active immune system response. serious impact of this disease on the hospital. There is a significant relationship between D-Dimer levels and the severity of Covid-19 patients at Tugurejo Hospital Semarang with a significance of 0.000 or P<0.05 and there is a significant relationship between NLR and the severity of Covid-19 patients with a significance of 0.000 or P< 0.05
Keanekaragaman Flora Mangrove pada Tingkat Pohon di Cagar Alam Pulau Dua Banten Novi Ramadani Pratiwi; Futihatun Nur Amalia; Indah Fitri Rahmawati; Setyoko
Bionature Vol. 23 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara yang memiliki hutan mangrove yang terluas salah satunyaadalah Indonesia, luas hutan mangrove di Indonesia mencapai 3,1 juta ha.Mangrove dapat hidup di tempat yang beriklim tropik dan subtropik,mangrove memiliki begitu banyak manfaat salah satunya untuk mencegahbencana seperti tsunami dan melindungi pantai dari erosi. Penelitian inidilakukan di Cagar Alam Pulau Dua daerah Banten. Penelitian inimenggunakan metode transek linear kuadrat dengan menetapkan lokasipenelitian sebanyak 2 titik stasiun. Analisis data dilakukan secara kuantitatifmenggunakan analisis vegetasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukanmenunjukkan bahwa nilai indeks keankeragaman flora mangrove yangtergolong rendah yaitu H’<1. Adapun spesies flora mangrove ditemukanseperti Avicennia germinans, Avicennia marina, Avicennia officinalis,Bruguiera parviflora, dan Rhizophora apiculata. Keadaan hutan mangrove diCagar Alam Pulau Dua Banten masih tergolong alami, karena masih sangatterjaga dan keragaman jenis flora faunanya masih tinggi.
KAJIAN ETNOZOOLOGI MASYARAKAT DI KECAMATAN RANTOE PEUREULAK DALAM KONSERVASI GAJAH SUMATRA (Elephas maximus sumatranus) Junaidi, Muhammad; Zuhra, Dwi Adrisa; Setyoko; Pandia, Ekariana S.
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3740

Abstract

Konservasi satwa liar adalah tindakan melindungi spesies yang terancam punah dan hampir punah dengan melestarikan habitat aslinya. Konservasi ini dapat berhubungan langsung dengan etnozoologi. Etnozoloogi merupakan bagian dari bidang etnobiologi yang mempelajari tentang pengetahuan, pemanfaatan satwa berkaitan dengan budaya masyarakat. Etnozoologi juga dapat ditemukan pada tipe masyarakat tertentu akan menggambarkan persepsi, pengetahuan, perlindungan, dan partisipasi masyarakat dalam konservasi satwa. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) merupakan satwa yang termasu dalam spesies mamalia darat terbesar di Pulau Sumatra, yang saat ini telah berstatus terancam punah. Hal ini disebabkan oleh faktor masyarakat yang belum paham akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai tempat tinggal dari Gajah Sumatra yang mengakibatkan gajah datang kedalam permukiman masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Etnozoologi masyarakat dan upaya masyarakat dalam pelestarian Gajah Sumatra yang berada di Desa Seumanah Jaya Kecamatan Rantoe Peureulak. Hasil penelitian didasarkan dari survei di 6 dusun di kabupaten Aceh Timur kecamatan Rantoe Peureulak tepatnya di desa Seumanah Jaya dengan sampel 90 responden yang diberikan kuesioner dan wawancara dengan teknik purposive sampling. Data etnis masyarakat terdiri dari; Aceh, Gayo, Jawa, dan Batak. Etnozoologi masyarakat diambil dari tingkat kesadaran masyarakat akan perlindungan satwa antara lain; pengetahuan, konflik, pelestarian dan partisipasi dengan persentase pengetahuan berada pada pesersentase 52,83%, Konflik 58,88%, Pelestarian 61,66%, Partisipasi 58,02%. Dari hasil tersebut diharapkan masyarakat untuk mengurangi kegiatan yang bersinggungan dengan Gajah Sumatra agar populasi Gajah terjaga dan masyarakat mendapatkan hasil yang baik pula.
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN INVERTEBRATA DI KAWASAN PANTAI BERAWE KABUPATEN LANGKAT parliansyah, m rizky; Indriaty; Fitria, Dini; Setyoko
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3796

Abstract

Pantai Berawe merupakan salah satu pantai yang terletak di Pulau Kampai. Kondisi pantai yang masih lumayan baik dan tergolong belum rusak menjadikan sepanjang pantai pulau kampai memiliki sumber daya alam kekayaan spesies hewan Filum invertebrata yang sangat banyak Tujuan penelitian ini untuk menjadi informasi mengenai kualitas dan kelimpahan fauna Pantai Berawe ditinjau dari keberadaan komunitas invertebrata. Peneltian ini dilaksanakan pada bulan desember 2023 di kawasan Pantai Berawe Kabupaten Langkat. Pengambilan data hewan invertebrata dilakukan dengan metode jelajah. Sampel hewan invertebrata pada setiap stasiun kemudian dihitung indeks keanekaragaman dan indeks kemerataan. ditemukan 7 spesies hewan invertebrata yaitu Donax cuenatus, Anadara granosa, Coenobita perlatus, Clibanarius vittatus, Scylla serrata, Lingula unguis, dan Harpiosquilla raphidea. Keanekaragaman pada ketiga stasiun berada pada kategori sedang karena bisa dibuktikan dari nilai H' yang lebih dari 1 yaitu 1,3750916 dan indeks kemerataan di dapatkan pada kategori komunitas tidak stabil karena nilai E lebih kecil dari 0,75 yaitu 0,7066573.
The Influence of the Guided Inquiry Learning Model on Students Ecoliteracy Attitudes on Waste Recycling Materials Sentosa, Zill Sekar Gading Fawwaz; Marjanah; Setyoko
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i1.6261

Abstract

Ecoliteracy is the concept of a comprehensive understanding of ecosystems and their environment. The low ecological intelligence or ecoliteracy of students is the background of this study. This study aims to test whether the guided inquiry learning model affects students' ecoliteracy attitudes and how students' ecoliteracy attitudes through guided inquiry learning models on waste recycling materials. The research method used is an experiment with a quantitative approach. The population in this study was the entire class X MIPA SMA Negeri 1 Stabat, which amounted to 216 students. The sample used was random sampling, namely class X MIPA-1 students as an experimental class and class X MIPA-3 as a control class with 72 students. The research only focuses on attitudinal aspects of ecoliteracy competence. Research data were collected through the distribution of questionnaire sheets and observations. The results showed that the average ecoliteracy attitude of students taught using the guided inquiry learning model reached 87.2% in the good category. Meanwhile, the average ecoliteracy attitude of students taught with conventional learning models is 62.7% with sufficient categories. Hypothesis testing is done manually. Experimental class students have a higher percentage of ecoliteracy than control class students. Guided inquiry learning in waste recycling materials is more efficiently used to determine the improvement of students' ecoliteracy attitudes.