cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
plusminus@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Pahlawan No 32, Sukagalih, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 27982904     EISSN : 27982920     DOI : -
Core Subject : Education,
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2798-2904 & e-ISSN: 2798-2798) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Plusminus terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Penerbit Plusminus adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2022)" : 15 Documents clear
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Video Dian Elyana; Andhika Ayu Wulandari; Ori Bandiningaih Tri Mulyani
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1540

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat dimanfaatkan untuk membuat suatu media pembelajaran yang lebih menarik selama pembelajaran jarak jauh. Media pembelajaran yang menarik seperti video sangat diperlukan dalam pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan meningkatkan prestasi belajar matematika dalam pembelajaran jarak jauh berbasis video. Subjek penelitian, yaitu siswa kelas XII IPS pada salah satu SMA di Tawangsari. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tugas sebelum dan sesudah tindakan. Tindakan terdiri dari dua siklus, yaitu siklus 1 dan siklus 2. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan Refleksi (reflecting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 diperoleh rata-rata skor 82,11 dan pada siklus 2 diperoleh rata-rata skor 87,51, sehingga terdapat peningkatan prestasi belajar dari siklus 1 ke siklus 2. Pembelajaran jarak jauh berbasis video terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.Information and Communication Technology can be used to create a more interesting learning media during distance learning. Interesting learning media such as videos are indispensable in distance learning. This study aims to improve mathematics learning achievement in video-based distance learning. The research subjects were students of class XII social studies at a high school in Tawangsari. This research method is classroom action research. Data collection techniques are carried out by giving tasks before and after the action. The action consists of two cycles, namely cycle 1 and cycle 2. Each cycle consists of four stages, namely planning (planning), implementing (acting), observing (observing), and reflecting (reflecting). The results showed that in cycle 1 the average score was 82.11 and in cycle 2 an average score was 87.51, so there was an increase in learning achievement from cycle 1 to cycle 2. Video-based distance learning was proven to improve learning achievement. student.
Stage of Cognitive Mathematics Students Development Based on Piaget's Theory Reviewing from Personality Type Rahmad Sugianto; Rani Darmayanti; Annisa Nurina Vidyastuti
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kesesuaian tahap perkembangan kognitif Piaget ditinjau dari tipe kepribadian terhadap siswa kelas X SMA Wachid Hasyim 2 Taman. Subjek dari penelitian ini adalah siswa sebanyak 25 orang dengan usia antara 12 sampai 16 tahun. Penelitian ini menggunakan instrumen Test of Logical Operations (TLO) dalam matematika dan Tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). TLO terdiri dari 14 soal dan siswa diberi waktu menjawab semua soal selama 45 menit sedangkan MBTI terdapat 60 pernyataan dan siswa diberi waktu 30 menit untuk memberikan pernyataan yang sesuai dengan kepribadiannya. Hasil penelitian menunjukkan 28,5% siswa ekstrovert pada tahap operasi konkrit awal dan 71,5% pada tahap operasi konkrit akhir. Sedangkan 27,2% siswa introvert pada tahap operasi konkrit awal dan 72,8% pada tahap operasi konkrit akhir. Skor rata-rata TOL Piaget memiliki nilai yang sama pada siswa ekstrovert dan introvert yakni 47 yang artinya rata-rata siswa cenderung pada tahap konkrit akhir. Perbedaan pemahaman antara rata-rata siswa ekstrovert dan introvert pada tipe seration, dimana rata – rata siswa ekstrovert pada pemahaman tinggi sedangkan siswa introvert pada pemahaman cukup.This study aims to examine the suitability of Piaget's stage of cognitive development in terms of personality type for class X students of SMA Wachid Hasyim 2 Taman. The subjects of this study were 25 students with ages between 12 to 16 years. This study uses the Test of Logical Operations (TLO) instrument in mathematics and the Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) test. The TLO consists of 14 questions and students are given 45 minutes to answer all questions, while the MBTI contains 60 statements and students are given 30 minutes to give statements that match their personality. The results showed that 28.5% of students were extroverted in the early concrete operations stage and 71.5% in the late concrete operations stage. While 27.2% of students were introverted at the initial concrete operation stage and 72.8% at the final concrete operation stage. The average score of Piaget's TOL has the same value for extroverted and introverted students, namely 47, which means that the average student tends to be in the final concrete stage. The difference in understanding between the average extroverted and introverted students in the compatible type, where the average extrovert student has high understanding while introverted students have sufficient understanding.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP ditinjau dari Self Confidence Rati Dalilan; Deddy Sofyan
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1585

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi atas rendahnya kemampuan berpikir kreatif yang dalah satunya disebabkan kurangnya self confidence siswa. Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana kemampuan berpikir kreatif matematis ditinjau dari self confidence. Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan lima orang siswa kelas VIII di Desa Simpang  Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan berbentuk soal tes tertulis, Wawancara, dan Observasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa self confidence siswa mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Siswa yang mempunyai  semua indikator self confidence cenderung memiliki satu indikator kemampuan berpikir kreatif yaitu elaboration atau menguraikan secara runtut langkah penyelesaian masalah.Sedangkan siswa yang hanya mempunyai satu indikator self confidence cenderung tidak memiliki indikator kemampuan berpikir kreatif. Dengan demikian self confidence merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif matematis.The background of this research is the low ability of creative thinking skills, one of which is the lack of student self-confidence. This study aims to analyze how mathematics creative thinking in terms of self-confidence. This qualitative descriptive study involved five eighth-grade students in Simpang Village, Cikajang District, Garut Regency as research subjects. The instruments used are in the form of written test questions, interviews, and observations. Based on the results of data analysis, it was concluded that students' self-confidence influenced students' mathematical creative thinking abilities. Students who have all indicators of self-confidence tend to have one indicator of creative thinking skills, namely elaboration or describing coherently the problem-solving steps. Meanwhile, students who only have one indicator of self-confidence tend not to have indicators of creative thinking skills. Thus self-confidence is one of the factors that affect to mathematics creative thinking.
Peran Disposisi Matematis terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Anita Febriyani; Arif Rahman Hakim; Nadun Nadun
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1546

Abstract

Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang sulit, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika serta mengalami dampak buruk bagi sikap dan motivasi belajar siswa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kompetensi yang dimiliki siswa dalam hal memahami konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika. Metode penelitiannya yaitu penelitian kuantitatif dengan metode survai korelasional analisis regresi sederhana. Populasi target yaitu seluruh siswa SMP Islam Malahayati. Populasi terjangkau hanya siswa kelas VIII SMP Islam Malahayati. Sampel penelitian berjumlah 26 responden dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket disposisi matematis dan soal essai kemampuan pemahaman konsep matematika. Teknik analisis data dilakukan dengan uji korelasi dan uji regresi sederhana. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif tidak signifikan disposisi matematis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Mathematics is one of the difficult subjects, many students have difficulty in learning mathematics and have a bad impact on students' attitudes and learning motivation. This is caused by the lack of competence that students have in understanding mathematical concepts. This study aims to determine the effect of mathematical disposition on the ability to understand mathematical concepts. The research method is quantitative research with correlational survey method with simple regression analysis. The target population, namely all students of the Malahayati Islamic Middle School. The population reached was only the VIII grade students of Malahayati Islamic Junior High School. The research sample amounted to 26 respondents with a simple random sampling technique. The research instrument was a mathematical disposition questionnaire and a question about the ability to understand mathematical concepts. The technique of data analysis was done by correlation test and simple regression test. Overall, it can be said that there is a positive and insignificant effect on students' ability to understand mathematical concepts.
Studi Etnomatematika Rumah Adat Kampung Pulo Desa Cangkuang Kabupaten Garut Wina Fitriani Nurhasanah; Nitta Puspitasari
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1587

Abstract

Etnomatematika adalah bentuk matematika yang dipengaruhi atau didasarkan budaya.Dalam aktivitas matematika terdapat konsep-konsep matematika yang bisa diungkap terutama di masyarakat Kampung Pulo, juga bertujuan agar dapat memperlihatkan hubungan timbal balik antara matematika dengan budaya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rumah adat  Kampung Pulo ke dalam pembelajaran matematika, data yang diperoleh berupa data kualitatif.Instrumen penelitian menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data pada penelitian ini dengan cara triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk atap rumah adat, ruangan di dalam  rumah adat, motif  dinding rumah adat, pondasi rumah adat dan bentuk tiang pada rumah adat Kampung Pulo  terdiri dari konsep geometri bangun ruang, bangun datar, sudut, dan garis. Maka dari itu, pembelajaran matematika berbasis budaya sangat dibutuhkan di sekolah karena tidak hanya untuk memahami konsep matematika tetapi peserta didik juga dikenalkan dan mencintai kebudayaan sendiri. Ethnomathematics is a form of mathematics that is influenced or based on culture. In mathematical activities there are mathematical concepts that can be revealed, especially in the Kampung Pulo community, also aiming to show the reciprocal relationship between mathematics and culture. This study aims to describe the traditional house of Kampung Pulo into mathematics learning, the data obtained in the form of qualitative data. The research instrument used the interview, observation, and documentation methods. The data validity technique in this study was triangulation. The results showed that the shape of the roof of the traditional house, the room in the traditional house, the motif of the walls of the traditional house, the foundation of the traditional house and the shape of the pillars in the traditional house of Kampung Pulo consisted of the geometric concepts of building space, flat shapes, angles, and lines. Therefore, culture-based mathematics learning is needed in schools because it is not only to understand mathematical concepts, but students are also introduced to and love their own culture.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP ditinjau dari Self-Efficacy pada Materi Perbandingan di Desa Karangpawitan Martha Wida Kusuma Dewi; Reni Nuraeni
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1586

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan untuk mengorganisasi pikiran matematika, mengomunikasikan gagasan matematika secara logis dan jelas kepada orang lain, menganalisis dan mengevaluasi pikiran matematika dan strategi yang digunakan orang lain, dan menggunakan bahasa matematika untuk menyatakan ide-ide secara tepat. Pentingnya kemampuan komunikasi matematis dalam pembelajaran matematika kenyataannya harus didukung pula oleh aspek afektif yang turut berperan memberikan kontribusi terhadap keberhasilan belajar seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari self-efficacy pada materi Perbandingan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah lima orang siswa kelas VII di Desa Karangpawitan. Teknik sampling yang digunakan, yaitu teknik simple random sampling dengan kriteria pengambilan subjek disesuaikan dengan ketersediaan siswa. Instrumen yang digunakan berupa soal tes tertulis, wawancara, dan angket. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa tingkat self-efficacy memengaruhi tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa. Mathematical communication skills are the ability to organize mathematical thoughts, communicate mathematical ideas logically and clearly to others, analyze and evaluate mathematical thoughts and strategies used by others, and use mathematical language to express ideas appropriately. The importance of mathematical communication skills in learning mathematics, in fact, must be supported also by affective aspects which also contribute to the success of one's learning. This study aims to analyze how mathematical communication skills in terms of self-efficacy in Comparative material. This research is a qualitative research. The research subjects were five seventh grade students in Karangpawitan Village. The sampling technique used is simple random sampling technique with the criteria for taking the subject according to the availability of students. The instruments used are written test questions, interviews, and questionnaires. From the results of the study, it was concluded that the level of self-efficacy affects the level of students' mathematical communication skills.
Kemampuan Komunikasi Matematis pada Materi Kubus dan Balok Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa Sufi Nur Hakiki; Rostina Sundayana
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1582

Abstract

Pada umumnya kemampuan komunikasi matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang masih kesulitan dalam mengerjakan soal-soal berupa gambar, grafik, dan lain-lain. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siwa adalah kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis pada materi kubus dan balok berdasarkan kemandirian belajar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX tahun ajaran 2020/2021 yang berada di Perumahan OMA Indah, yang berjumlah 3 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kemandirian belajar, tes kemampuan komunikasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemandirian tinggi memiliki kemampuan komunikasi matematis yang lebih baik daripada siswa dengan kemandirian sedang dan rendah. Selain itu, siswa dengan kemandirian sedang memiliki kemampuan komunikasi matematis lebih baik daripada siswa dengan kemandirian rendah.In general, the mathematical communication skills of students in Indonesia are still relatively low, this is indicated by the number of students who still have difficulty in working on problems in the form of images, graphs, and others. One of the factors that affect the ability of mathematical communication shiva is the independence of learning. This research aims to find out the mathematical communication skills on cube and beam materials based on learning independence. The type of research used in this research is qualitative research. The subjects in the study were class IX students of the 2020/2021 school year who were at OMA Indah Housing, which amounted to 3 people using purposive sampling techniques. The data collection techniques used are learning independence questionnaires, communication skills tests, interviews, and documentation. The results showed that students with high independence had better mathematical communication skills than students with moderate and low independence. In addition, students with moderate independence have better mathematical communication skills than students with low independence.
Pembelajaran Matematika Berbasis Aplikasi Google Classroom pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Risky Pitria Dewi; Ekasatya Aldila Afriansyah
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1580

Abstract

Pembelajaran daring menggunakan aplikasi Google Classroom tidak berpengaruh terhadap hasil nilai siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pembelajaran matematika berbasis keberanian menggunakan aplikasi Google Classroom pada materi Bangun Ruang Sisi Datar di SMPN 1 Bungbulang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode analisis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII di SMPN 1 Bungbulang tahun ajaran 2020/2021 yang berada di Desa Tegallega, Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut yang menemukan satu orang guru dan 5 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket terbuka, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang berani menggunakan aplikasi Google Classroom siswa SMP kelas VIII efektif diterapkan, ditunjukkan dengan nilai harian siswa mencapai KKM yang ditetapkan oleh sekolah dengan perolehan rata-rata nilai siswa 67,7 berada pada kategori cukup baik.Online learning using the Google Classroom application has no effect on student grades in learning mathematics. This study aims to determine the analysis of courage-based mathematics learning using the Google Classroom application on the material for Constructing Flat Sided Space at SMPN 1 Bungbulang. The type of research used in this research is qualitative research. The research method used is the descriptive analysis method. The subjects in this study were teachers and students of class VIII at SMPN 1 Bungbulang for the academic year 2020/2021 located in Tegallega Village, Bungbulang District, Garut Regency who found one teacher and 5 students. Data collection techniques used are interviews, open questionnaires, and documentation. Data analysis techniques in this study, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that learning that dared to use the Google Classroom application for SMP class VIII students were effectively implemented, as indicated by the daily scores of students reaching the KKM set by the school with an average student score of 67.7 in the fairly good category.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP terhadap Materi Segiempat Resa Khoerunnisa; Iyam Maryati
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1583

Abstract

Kemampuan representasi matematis dibutuhkan siswa dalam memahami materi dan menyelesaikan soal. Fakta menunjukkan diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa. Penelitian bertujuan menganalisis kemampuan representasi matematis siswa SMP kelas VIII pada materi segiempat. Metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, wawancara, dokumentasi, dan catatan peneliti. Teknik analisis data dillakukan dengan model analisis Milles dan Huberman. Subjek penelitian adalah enam orang siswa SMP kelas VIII. Hasil penelitian menunjukan representasi visual dikuasai siswa tetapi ketika diberikan kasus lain siswa tidak bisa menjawab, representasi gambar hanya dikuasai oleh beberapa siswa karena sebagian lainnya kurang percayaan diri, representasi persamaan atau ekspresi matematika hanya dikuasai oleh satu orang siswa karena sebagian besar siswa tidak memahami bagaimana pengerjaan materi yang terdapat pada soal, dan pada representasi kata dapat  dikuasai oleh semua siswa, tetapi ketika diberikan kasus lain siswa tidak bisa menjawab karena tidak tahu bagaimana pengerjaan soal yang digunakan.Mathematical representation skills are needed in understanding the material and solving problems. The facts show that efforts are needed to improve students' mathematical representation abilities. This research aims to analyze the mathematical representation ability of VIII grade junior high school students on quadrilateral material. The research method is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out through written tests, interviews, documentation, and researcher notes. The data analysis technique was carried out using the Milles and Huberman analysis model. The research subjects were six grade VIII junior high school students. The results showed that visual representations were mastered by students but when given other cases students could not answer, image representations were only mastered by some students because others lacked confidence, representations of equations or mathematical expressions were only mastered by one student because most students did not understand how to work. the material contained in the questions, and the word representation can be mastered by all students, but when given another case students cannot answer because they do not know how to work on the questions used.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Himpunan dan Kemandirian Belajar Arfah Al Addawiyah; Basuki Basuki
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1581

Abstract

Pada umumnya kemampuan representasi matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang masih kesulitan dalam mengerjakan soal-soal berupa gambar, simbol, dan verbal. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan representasi matematis siwa adalah kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal himpunan dan kemandirian belajar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII tahun ajaran 2020/2021 yang berada di Kelurahan Sukagalih, yang berjumlah 3 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kemandirian belajar, tes kemampuan representasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa dalam kemandirian belajar memiliki kategori sedang dan rendah. Dilihat dari kemampuan representasi matematis siswa pada indikator representasi gambar dan simbol siswa mampu menyelesaikan soal. Sebagian siswa hanya mampu menyelesaikan soal untuk menyampaikan ide matematisnya dengan bahasa sendiri. In general, the mathematical representation skills of students in Indonesia are still relatively low, this is indicated by the number of students who still have difficulty in working on problems in the form of images, symbol, and verbal. One of the factors that affect the ability of mathematical representation shiva is the independence of learning. This research aims to find out the mathematical representation skills in solving set problems and learning independence. The type of research used in this research is qualitative research. The subjects in the study were class VIII students of the 2020/2021 school year who were at Kelurahan Sukagalih, which amounted to 3 people using purposive sampling techniques. The data collection techniques used are learning independence questionnaires, representation skills tests, interviews, and documentation. The results showed that students mathematical representation abilities in learning independence had medium and low categories seen from students mathematical representation abilities on image and symbol, so that students are able to solve problems. Some students are only able to solve problems to convey their mathematical ideas in their own language.

Page 1 of 2 | Total Record : 15