cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
plusminus@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Pahlawan No 32, Sukagalih, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 27982904     EISSN : 27982920     DOI : -
Core Subject : Education,
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2798-2904 & e-ISSN: 2798-2798) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Plusminus terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Penerbit Plusminus adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022): Maret" : 14 Documents clear
Penyelesaian Soal Cerita pada Siswa Diskalkulia ditinjau dari Teori Bruner dengan Metode Drill Diva, Sadana Aura; Purwaningrum, Jayanti Putri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1081

Abstract

Beberapa siswa SD mengalami kesulitan belajar. Diskalkulia adalah ketidakmampuan siswa dalam berhitung. Dengan demikian, upaya yang dapat dilakukan guru ialah menggunakan teori dan metode belajar yang mengarah kepada penanaman konsep yang melibatkan keaktifan siswa. Adapun teori yang dimaksud yaitu Teori Bruner dengan Metode Drill. Belajar menurut Bruner merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk mengekplorasi hal yang dianggapnya baru. Sedangkan Metode Drill merupakan penyajian materi yang dilakukan secara berulang. Sehingga tujuan penulisan ini adalah menambah wawasan mengenai penerapan Teori Bruner berbantuan Drill untuk siswa diskalkulia. Adapun metode penulisan yang digunakan merupakan telaah pustaka mengenai diskalkulia, Teori Bruner, dan Metode Drill. Belajar yang dapat melibatkan keaktifan siswa, apalagi untuk siswa diskalkulia yang kesulitan dalam menghitung. Penggunaan teori Bruner berbantu benda konkret dengan metode Drill akan memudahkan siswa dalam belajar terutama penyelesaian soal cerita pada materi Perkalian. Some elementary school students have learning difficulties. Dyscalculia is a student's inability to count. Thus, efforts that can be made by teachers are to use theories and learning methods that lead to the cultivation of concepts that involve student activity. The theory in question is Bruner's Theory with the Drill Method. According to Bruner, learning is an active process that allows humans to explore things that they consider new. While the Drill Method is a presentation of material that is carried out repeatedly. So the purpose of this paper is to add insight into the application of Drill-assisted Bruner Theory for dyscalculia students. The writing method used is a literature review on dyscalculia, Bruner's theory, and the Drill Method. Learning that can involve student activity, especially for dyscalculia students who have difficulty in counting. The use of Bruner's theory with the help of concrete objects with the Drill method will make it easier for students to learn, especially solving story problems in the Multiplication material.
Stage of Cognitive Mathematics Students Development Based on Piaget's Theory Reviewing from Personality Type Sugianto, Rahmad; Darmayanti, Rani; Vidyastuti, Annisa Nurina
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kesesuaian tahap perkembangan kognitif Piaget ditinjau dari tipe kepribadian terhadap siswa kelas X SMA Wachid Hasyim 2 Taman. Subjek dari penelitian ini adalah siswa sebanyak 25 orang dengan usia antara 12 sampai 16 tahun. Penelitian ini menggunakan instrumen Test of Logical Operations (TLO) dalam matematika dan Tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). TLO terdiri dari 14 soal dan siswa diberi waktu menjawab semua soal selama 45 menit sedangkan MBTI terdapat 60 pernyataan dan siswa diberi waktu 30 menit untuk memberikan pernyataan yang sesuai dengan kepribadiannya. Hasil penelitian menunjukkan 28,5% siswa ekstrovert pada tahap operasi konkrit awal dan 71,5% pada tahap operasi konkrit akhir. Sedangkan 27,2% siswa introvert pada tahap operasi konkrit awal dan 72,8% pada tahap operasi konkrit akhir. Skor rata-rata TOL Piaget memiliki nilai yang sama pada siswa ekstrovert dan introvert yakni 47 yang artinya rata-rata siswa cenderung pada tahap konkrit akhir. Perbedaan pemahaman antara rata-rata siswa ekstrovert dan introvert pada tipe seration, dimana rata – rata siswa ekstrovert pada pemahaman tinggi sedangkan siswa introvert pada pemahaman cukup. This study aims to examine the suitability of Piaget's stage of cognitive development in terms of personality type for class X students of SMA Wachid Hasyim 2 Taman. The subjects of this study were 25 students with ages between 12 to 16 years. This study uses the Test of Logical Operations (TLO) instrument in mathematics and the Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) test. The TLO consists of 14 questions and students are given 45 minutes to answer all questions, while the MBTI contains 60 statements and students are given 30 minutes to give statements that match their personality. The results showed that 28.5% of students were extroverted in the early concrete operations stage and 71.5% in the late concrete operations stage. While 27.2% of students were introverted at the initial concrete operation stage and 72.8% at the final concrete operation stage. The average score of Piaget's TOL has the same value for extroverted and introverted students, namely 47, which means that the average student tends to be in the final concrete stage. The difference in understanding between the average extroverted and introverted students in the compatible type, where the average extrovert student has high understanding while introverted students have sufficient understanding.
Studi Etnomatematika Rumah Adat Kampung Pulo Desa Cangkuang Kabupaten Garut Nurhasanah, Wina Fitriani; Puspitasari, Nitta
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1083

Abstract

Etnomatematika adalah bentuk matematika yang dipengaruhi atau didasarkan budaya. Dalam aktivitas matematika terdapat konsep-konsep matematika yang bisa diungkap terutama di masyarakat Kampung Pulo, juga bertujuan agar dapat memperlihatkan hubungan timbal balik antara matematika dengan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rumah adat Kampung Pulo ke dalam pembelajaran matematika, data yang diperoleh berupa data kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data pada penelitian ini dengan cara triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk atap rumah adat, ruangan di dalam rumah adat, motif dinding rumah adat, pondasi rumah adat dan bentuk tiang pada rumah adat Kampung Pulo terdiri dari konsep geometri bangun ruang, bangun datar, sudut, dan garis. Maka dari itu, pembelajaran matematika berbasis budaya sangat dibutuhkan di sekolah karena tidak hanya untuk memahami konsep matematika tetapi peserta didik juga dikenalkan dan mencintai kebudayaan sendiri. Ethnomathematics is a form of mathematics that is influenced or based on culture. In mathematical activities there are mathematical concepts that can be revealed, especially in the Kampung Pulo community, also aiming to show the reciprocal relationship between mathematics and culture. This study aims to describe the traditional house of Kampung Pulo into mathematics learning, the data obtained in the form of qualitative data. The research instrument used the interview, observation, and documentation methods. The data validity technique in this study was triangulation. The results showed that the shape of the roof of the traditional house, the room in the traditional house, the motif of the walls of the traditional house, the foundation of the traditional house and the shape of the pillars in the traditional house of Kampung Pulo consisted of the geometric concepts of building space, flat shapes, angles, and lines. Therefore, culture-based mathematics learning is needed in schools because it is not only to understand mathematical concepts, but students are also introduced to and love their own culture.
Pembelajaran Matematika Berbasis Aplikasi Google Classroom pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Dewi, Risky Pitria; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1084

Abstract

Pembelajaran daring menggunakan aplikasi Google Classroom tidak berpengaruh terhadap hasil nilai siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pembelajaran matematika berbasis keberanian menggunakan aplikasi Google Classroom pada materi Bangun Ruang Sisi Datar di SMPN 1 Bungbulang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode analisis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII di SMPN 1 Bungbulang tahun ajaran 2020/2021 yang berada di Desa Tegallega, Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut yang menemukan satu orang guru dan 5 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket terbuka, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang berani menggunakan aplikasi Google Classroom siswa SMP kelas VIII efektif diterapkan, ditunjukkan dengan nilai harian siswa mencapai KKM yang ditetapkan oleh sekolah dengan perolehan rata-rata nilai siswa 67,7 berada pada kategori cukup baik. Online learning using the Google Classroom application has no effect on student grades in learning mathematics. This study aims to determine the analysis of courage-based mathematics learning using the Google Classroom application on the material for Quadrilateral at SMPN 1 Bungbulang. The type of research used in this research is qualitative research. The research method used is the descriptive analysis method. The subjects in this study were teachers and students of class VIII at SMPN 1 Bungbulang for the academic year 2020/2021 located in Tegallega Village, Bungbulang District, Garut Regency who found one teacher and 5 students. Data collection techniques used are interviews, open questionnaires, and documentation. Data analysis techniques in this study, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that learning that dared to use the Google Classroom application for SMP class VIII students were effectively implemented, as indicated by the daily scores of students reaching the KKM set by the school with an average student score of 67.7 in the fairly good category.
Eksplorasi Etnomatematika pada Cerita Rakyat Nova, Icmi Santry; Putra, Aan
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1085

Abstract

Pentingnya konteks kehidupan yang nyata dalam pembelajaran matematika yaitu karena sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan matematika pada kehidupan sehari-hari. Kebudayaan merapakan salah satu media dalam pembelajaran. Indonesia terkenal dengan keragaman Budaya yang dimiliki, salah satunya adalah cerita rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur terkait dengan Eksplorasi Etnomatematika pada cerita rakyat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode SLR (Systematic Literature Review). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan semua artikel yang memiliki penelitian serupa dengan laporan penelitian ini. Artikel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 7 artikel jurnal nasional terakreditasi yang di himpun dari google schoolar. Berdasarkan beberapa artikel yang direview diperoleh kesimpulan bahwa secara spesifik, hanya terdapat 1 artikel yang menggunakan cerita rakyat untuk menggali unsur matematika. Dapat dikatakan bahwa pengintegrasian cerita rakyat pada pembelajaran matematika masih sangat sedikit sekali, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk menambah kebaruan Etnomatematika pada cerita rakyat. The importance of real-life contexts in learning mathematics is because most students have difficulty in applying mathematics to everyday life. Culture is one of the media in learning. Indonesia is famous for its cultural diversity, one of which is folklore. This study aims to conduct a literature review related to Ethnomathematical Exploration in folklore. The research method used is the SLR (Systematic Literature Review) method. Data collection techniques were carried out by documenting all articles that had similar research to this research report. The articles used in this study were 7 articles of accredited national journals compiled from Google Schoolar. Based on several reviewed articles, it was concluded that specifically, there was only 1 article that used folklore to explore mathematical elements. It can be said that the integration of folklore in mathematics learning is still very little, so further research is needed to add the novelty of ethnomathematics to folklore.
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Video Elyana, Dian; Wulandari, Andhika Ayu; Mulyani, Ori Bandiningaih Tri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1086

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat dimanfaatkan untuk membuat suatu media pembelajaran yang lebih menarik selama pembelajaran jarak jauh. Media pembelajaran yang menarik seperti video sangat diperlukan dalam pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan meningkatkan prestasi belajar matematika dalam pembelajaran jarak jauh berbasis video. Subjek penelitian, yaitu siswa kelas XII IPS pada salah satu SMA di Tawangsari. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tugas sebelum dan sesudah tindakan. Tindakan terdiri dari dua siklus, yaitu siklus 1 dan siklus 2. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan Refleksi (reflecting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 diperoleh rata-rata skor 82,11 dan pada siklus 2 diperoleh rata-rata skor 87,51, sehingga terdapat peningkatan prestasi belajar dari siklus 1 ke siklus 2. Pembelajaran jarak jauh berbasis video terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Information and Communication Technology can be used to create a more interesting learning media during distance learning. Interesting learning media such as videos are indispensable in distance learning. This study aims to improve mathematics learning achievement in video-based distance learning. The research subjects were students of class XII social studies at a high school in Tawangsari. This research method is classroom action research. Data collection techniques are carried out by giving tasks before and after the action. The action consists of two cycles, namely cycle 1 and cycle 2. Each cycle consists of four stages, namely planning (planning), implementing (acting), observing (observing), and reflecting (reflecting). The results showed that in cycle 1 the average score was 82.11 and in cycle 2 an average score was 87.51, so there was an increase in learning achievement from cycle 1 to cycle 2. Video-based distance learning was proven to improve learning achievement. student.
Peran Disposisi Matematis terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Febriyani, Anita; Hakim, Arif Rahman; Hakim, Nadun
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1087

Abstract

Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang sulit, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika serta mengalami dampak buruk bagi sikap dan motivasi belajar siswa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kompetensi yang dimiliki siswa dalam hal memahami konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika. Metode penelitiannya yaitu penelitian kuantitatif dengan metode survai korelasional analisis regresi sederhana. Populasi target yaitu seluruh siswa SMP Islam Malahayati. Populasi terjangkau hanya siswa kelas VIII SMP Islam Malahayati. Sampel penelitian berjumlah 26 responden dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket disposisi matematis dan soal essai kemampuan pemahaman konsep matematika. Teknik analisis data dilakukan dengan uji korelasi dan uji regresi sederhana. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif tidak signifikan disposisi matematis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Mathematics is one of the difficult subjects, many students have difficulty in learning mathematics and have a bad impact on students' attitudes and learning motivation. This is caused by the lack of competence that students have in understanding mathematical concepts. This study aims to determine the effect of mathematical disposition on the ability to understand mathematical concepts. The research method is quantitative research with correlational survey method with simple regression analysis. The target population, namely all students of the Malahayati Islamic Middle School. The population reached was only the VIII grade students of Malahayati Islamic Junior High School. The research sample amounted to 26 respondents with a simple random sampling technique. The research instrument was a mathematical disposition questionnaire and a question about the ability to understand mathematical concepts. The technique of data analysis was done by correlation test and simple regression test. Overall, it can be said that there is a positive and insignificant effect on students' ability to understand mathematical concepts.
Kemampuan Komunikasi Matematis pada Materi Kubus dan Balok Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa Hakiki, Sufi Nur; Sundayana, Rostina
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1088

Abstract

Pada umumnya kemampuan komunikasi matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang masih kesulitan dalam mengerjakan soal-soal berupa gambar, grafik, dan lain-lain. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siwa adalah kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis pada materi kubus dan balok berdasarkan kemandirian belajar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX tahun ajaran 2020/2021 yang berada di Perumahan OMA Indah, yang berjumlah 3 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kemandirian belajar, tes kemampuan komunikasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemandirian tinggi memiliki kemampuan komunikasi matematis yang lebih baik daripada siswa dengan kemandirian sedang dan rendah. Selain itu, siswa dengan kemandirian sedang memiliki kemampuan komunikasi matematis lebih baik daripada siswa dengan kemandirian rendah. In general, the mathematical communication skills of students in Indonesia are still relatively low, this is indicated by the number of students who still have difficulty in working on problems in the form of images, graphs, and others. One of the factors that affect the ability of mathematical communication shiva is the independence of learning. This research aims to find out the mathematical communication skills on cube and beam materials based on learning independence. The type of research used in this research is qualitative research. The subjects in the study were class IX students of the 2020/2021 school year who were at OMA Indah Housing, which amounted to 3 people using purposive sampling techniques. The data collection techniques used are learning independence questionnaires, communication skills tests, interviews, and documentation. The results showed that students with high independence had better mathematical communication skills than students with moderate and low independence. In addition, students with moderate independence have better mathematical communication skills than students with low independence.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Himpunan dan Kemandirian Belajar Addawiyah, Arfah Al; Addawiyah, Basuki
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1089

Abstract

Pada umumnya kemampuan representasi matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang masih kesulitan dalam mengerjakan soal-soal berupa gambar, simbol, dan verbal. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan representasi matematis siwa adalah kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal himpunan dan kemandirian belajar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII tahun ajaran 2020/2021 yang berada di Kelurahan Sukagalih, yang berjumlah 3 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kemandirian belajar, tes kemampuan representasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa dalam kemandirian belajar memiliki kategori sedang dan rendah. Dilihat dari kemampuan representasi matematis siswa pada indikator representasi gambar dan simbol siswa mampu menyelesaikan soal. Sebagian siswa hanya mampu menyelesaikan soal untuk menyampaikan ide matematisnya dengan bahasa sendiri. In general, the mathematical representation skills of students in Indonesia are still relatively low, this is indicated by the number of students who still have difficulty in working on problems in the form of images, symbol, and verbal. One of the factors that affect the ability of mathematical representation shiva is the independence of learning. This research aims to find out the mathematical representation skills in solving set problems and learning independence. The type of research used in this research is qualitative research. The subjects in the study were class VIII students of the 2020/2021 school year who were at Kelurahan Sukagalih, which amounted to 3 people using purposive sampling techniques. The data collection techniques used are learning independence questionnaires, representation skills tests, interviews, and documentation. The results showed that students mathematical representation abilities in learning independence had medium and low categories seen from students' mathematical representation abilities on image and symbol, so that students are able to solve problems. Some students are only able to solve problems to convey their mathematical ideas in their own language.
Kemampuan Koneksi Matematis ditinjau dari Self Efficacy Siswa SMP pada Materi Pola Bilangan Indriani, Riri; Sritresna, Teni
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1090

Abstract

Kemampuan koneksi matematis siswa di indonesia masih tergolong rendah. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah self-efficacy siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan koneksi matematis siswa ditinjau dari self-efficacy siswa pada materi pola bilangan. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu siswa kelas IX beberapa SMP di Garut yang berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket self-efficacy, tes kemampuan koneksi matematis, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan self-efficacy rendah memiliki kemampuan koneksi matematis tinggi, siswa yang memiliki self-efficacy sedang memiliki kemampuan koneksi matematis sangat tinggi, dan siswa yang memiliki self efficacy tinggi memiliki kemampuan koneksi matematis sangat tinggi. Dengan demikian kemampuan koneksi matematis secara umum tergolong baik jika ditinjau dari self efficacy. The mathematical connection ability of students in Indonesia is still relatively low. One of the influencing factors is students' self-efficacy. This study aims to determine students' mathematical connection abilities in terms of students' self-efficacy in number pattern material. This type of research is qualitative with a descriptive analysis method. The research subjects were selected by purposive sampling technique, namely the 3rd-grade students of some of the junior high schools in Garut. Data collection techniques used are self-efficacy questionnaires, mathematical connection ability tests, interviews, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that students with low self-efficacy had high mathematical connection abilities, students with moderate self-efficacy had very high mathematical connection abilities, and students with high self-efficacy had very high mathematical connection abilities. Thus, the mathematical connection ability is generally classified as good in terms of self-efficacy.

Page 1 of 2 | Total Record : 14