cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
plusminus@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Pahlawan No 32, Sukagalih, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 27982904     EISSN : 27982920     DOI : -
Core Subject : Education,
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2798-2904 & e-ISSN: 2798-2798) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Plusminus terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Penerbit Plusminus adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles 328 Documents
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP ditinjau dari Self-Efficacy pada Materi Perbandingan di Desa Karangpawitan Martha Wida Kusuma Dewi; Reni Nuraeni
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1586

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan untuk mengorganisasi pikiran matematika, mengomunikasikan gagasan matematika secara logis dan jelas kepada orang lain, menganalisis dan mengevaluasi pikiran matematika dan strategi yang digunakan orang lain, dan menggunakan bahasa matematika untuk menyatakan ide-ide secara tepat. Pentingnya kemampuan komunikasi matematis dalam pembelajaran matematika kenyataannya harus didukung pula oleh aspek afektif yang turut berperan memberikan kontribusi terhadap keberhasilan belajar seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari self-efficacy pada materi Perbandingan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah lima orang siswa kelas VII di Desa Karangpawitan. Teknik sampling yang digunakan, yaitu teknik simple random sampling dengan kriteria pengambilan subjek disesuaikan dengan ketersediaan siswa. Instrumen yang digunakan berupa soal tes tertulis, wawancara, dan angket. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa tingkat self-efficacy memengaruhi tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa. Mathematical communication skills are the ability to organize mathematical thoughts, communicate mathematical ideas logically and clearly to others, analyze and evaluate mathematical thoughts and strategies used by others, and use mathematical language to express ideas appropriately. The importance of mathematical communication skills in learning mathematics, in fact, must be supported also by affective aspects which also contribute to the success of one's learning. This study aims to analyze how mathematical communication skills in terms of self-efficacy in Comparative material. This research is a qualitative research. The research subjects were five seventh grade students in Karangpawitan Village. The sampling technique used is simple random sampling technique with the criteria for taking the subject according to the availability of students. The instruments used are written test questions, interviews, and questionnaires. From the results of the study, it was concluded that the level of self-efficacy affects the level of students' mathematical communication skills.
Kemampuan Komunikasi Matematis pada Materi Kubus dan Balok Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa Sufi Nur Hakiki; Rostina Sundayana
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1582

Abstract

Pada umumnya kemampuan komunikasi matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang masih kesulitan dalam mengerjakan soal-soal berupa gambar, grafik, dan lain-lain. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siwa adalah kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis pada materi kubus dan balok berdasarkan kemandirian belajar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX tahun ajaran 2020/2021 yang berada di Perumahan OMA Indah, yang berjumlah 3 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kemandirian belajar, tes kemampuan komunikasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemandirian tinggi memiliki kemampuan komunikasi matematis yang lebih baik daripada siswa dengan kemandirian sedang dan rendah. Selain itu, siswa dengan kemandirian sedang memiliki kemampuan komunikasi matematis lebih baik daripada siswa dengan kemandirian rendah.In general, the mathematical communication skills of students in Indonesia are still relatively low, this is indicated by the number of students who still have difficulty in working on problems in the form of images, graphs, and others. One of the factors that affect the ability of mathematical communication shiva is the independence of learning. This research aims to find out the mathematical communication skills on cube and beam materials based on learning independence. The type of research used in this research is qualitative research. The subjects in the study were class IX students of the 2020/2021 school year who were at OMA Indah Housing, which amounted to 3 people using purposive sampling techniques. The data collection techniques used are learning independence questionnaires, communication skills tests, interviews, and documentation. The results showed that students with high independence had better mathematical communication skills than students with moderate and low independence. In addition, students with moderate independence have better mathematical communication skills than students with low independence.
Pembelajaran Matematika Berbasis Aplikasi Google Classroom pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Risky Pitria Dewi; Ekasatya Aldila Afriansyah
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1580

Abstract

Pembelajaran daring menggunakan aplikasi Google Classroom tidak berpengaruh terhadap hasil nilai siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pembelajaran matematika berbasis keberanian menggunakan aplikasi Google Classroom pada materi Bangun Ruang Sisi Datar di SMPN 1 Bungbulang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode analisis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII di SMPN 1 Bungbulang tahun ajaran 2020/2021 yang berada di Desa Tegallega, Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut yang menemukan satu orang guru dan 5 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket terbuka, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang berani menggunakan aplikasi Google Classroom siswa SMP kelas VIII efektif diterapkan, ditunjukkan dengan nilai harian siswa mencapai KKM yang ditetapkan oleh sekolah dengan perolehan rata-rata nilai siswa 67,7 berada pada kategori cukup baik.Online learning using the Google Classroom application has no effect on student grades in learning mathematics. This study aims to determine the analysis of courage-based mathematics learning using the Google Classroom application on the material for Constructing Flat Sided Space at SMPN 1 Bungbulang. The type of research used in this research is qualitative research. The research method used is the descriptive analysis method. The subjects in this study were teachers and students of class VIII at SMPN 1 Bungbulang for the academic year 2020/2021 located in Tegallega Village, Bungbulang District, Garut Regency who found one teacher and 5 students. Data collection techniques used are interviews, open questionnaires, and documentation. Data analysis techniques in this study, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that learning that dared to use the Google Classroom application for SMP class VIII students were effectively implemented, as indicated by the daily scores of students reaching the KKM set by the school with an average student score of 67.7 in the fairly good category.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP terhadap Materi Segiempat Resa Khoerunnisa; Iyam Maryati
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1583

Abstract

Kemampuan representasi matematis dibutuhkan siswa dalam memahami materi dan menyelesaikan soal. Fakta menunjukkan diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa. Penelitian bertujuan menganalisis kemampuan representasi matematis siswa SMP kelas VIII pada materi segiempat. Metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, wawancara, dokumentasi, dan catatan peneliti. Teknik analisis data dillakukan dengan model analisis Milles dan Huberman. Subjek penelitian adalah enam orang siswa SMP kelas VIII. Hasil penelitian menunjukan representasi visual dikuasai siswa tetapi ketika diberikan kasus lain siswa tidak bisa menjawab, representasi gambar hanya dikuasai oleh beberapa siswa karena sebagian lainnya kurang percayaan diri, representasi persamaan atau ekspresi matematika hanya dikuasai oleh satu orang siswa karena sebagian besar siswa tidak memahami bagaimana pengerjaan materi yang terdapat pada soal, dan pada representasi kata dapat  dikuasai oleh semua siswa, tetapi ketika diberikan kasus lain siswa tidak bisa menjawab karena tidak tahu bagaimana pengerjaan soal yang digunakan.Mathematical representation skills are needed in understanding the material and solving problems. The facts show that efforts are needed to improve students' mathematical representation abilities. This research aims to analyze the mathematical representation ability of VIII grade junior high school students on quadrilateral material. The research method is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out through written tests, interviews, documentation, and researcher notes. The data analysis technique was carried out using the Milles and Huberman analysis model. The research subjects were six grade VIII junior high school students. The results showed that visual representations were mastered by students but when given other cases students could not answer, image representations were only mastered by some students because others lacked confidence, representations of equations or mathematical expressions were only mastered by one student because most students did not understand how to work. the material contained in the questions, and the word representation can be mastered by all students, but when given another case students cannot answer because they do not know how to work on the questions used.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Himpunan dan Kemandirian Belajar Arfah Al Addawiyah; Basuki Basuki
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1581

Abstract

Pada umumnya kemampuan representasi matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang masih kesulitan dalam mengerjakan soal-soal berupa gambar, simbol, dan verbal. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan representasi matematis siwa adalah kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal himpunan dan kemandirian belajar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII tahun ajaran 2020/2021 yang berada di Kelurahan Sukagalih, yang berjumlah 3 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kemandirian belajar, tes kemampuan representasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa dalam kemandirian belajar memiliki kategori sedang dan rendah. Dilihat dari kemampuan representasi matematis siswa pada indikator representasi gambar dan simbol siswa mampu menyelesaikan soal. Sebagian siswa hanya mampu menyelesaikan soal untuk menyampaikan ide matematisnya dengan bahasa sendiri. In general, the mathematical representation skills of students in Indonesia are still relatively low, this is indicated by the number of students who still have difficulty in working on problems in the form of images, symbol, and verbal. One of the factors that affect the ability of mathematical representation shiva is the independence of learning. This research aims to find out the mathematical representation skills in solving set problems and learning independence. The type of research used in this research is qualitative research. The subjects in the study were class VIII students of the 2020/2021 school year who were at Kelurahan Sukagalih, which amounted to 3 people using purposive sampling techniques. The data collection techniques used are learning independence questionnaires, representation skills tests, interviews, and documentation. The results showed that students mathematical representation abilities in learning independence had medium and low categories seen from students mathematical representation abilities on image and symbol, so that students are able to solve problems. Some students are only able to solve problems to convey their mathematical ideas in their own language.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi pada Materi Penyajian Data Cici Farida; Destiniar Destiniar; Nyiayu Fahriza Fuadiah
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk Media Pembelajaran berbasis Video Animasi pada materi penyajian data yang valid, praktis dan memiliki efektifitas yang baik terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan model Penelitian dan Pengembangan dengan 10 tahapan yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk dan produksi masal. Objek penelitian adalah media pembelajaran berbasis video animasi pada materi penyajian data kelas VII. Hasil penelitian ini berupa media pembelajaran berbasis video animasi yang memiliki kelebihan seperti penyajian materi yang ditampilkan menggunakan media animasi sehingga selain mudah dibaca juga lebih menarik untuk membantu proses pembelajaran daring maupun tatap muka. Berdasarkan analisis media pembelajaran berbasis video animasi pada materi penyajian data kelas VII diperoleh hasil dari aspek kevalidan, aspek kepraktisan dan aspek efektifitas. a) aspek kevalidan diperoleh kriteria sangat valid berdasarkan penilaian validator dengan total skor rata-rata sebesar 93%; b) aspek kepraktisan diperoleh kriteria praktis berdasarkan angket respon peserta didik dengan skor rata-rata sebesar 86%; c) aspek efektifitas terhadap hasil belajar peserta didik dengan kriteria baik berdasarkan tes hasil belajar dengan persentase ketuntasan sebesar 81,8%.This study aims to produce an Animation Video-based Learning Media product on data presentation material that is valid, practical and has good effectiveness on student learning outcomes. This study uses the Research and Development model with 10 stages, namely potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, product revision, usage trial, product revision and mass production. The object of research is an animated video-based learning media in class VII data presentation material. The results of this study are in the form of animated video-based learning media which have advantages such as presenting the material displayed using animated media so that in addition to being easy to read, it is also more interesting to help the online and face-to-face learning process. Based on the analysis of animated video-based learning media on the data presentation material for class VII, the results obtained from aspects of validity, aspects of practicality and aspects of effectiveness. a) aspects of validity obtained very valid criteria based on the assessment of the validator with a total average score of 93%; b) practical aspects obtained practical criteria based on student response questionnaires with an average score of 86%; c) aspects of effectiveness on student learning outcomes with good criteria based on learning outcomes tests with a percentage of completeness of 81.8%.
Kemampuan Koneksi Matematis ditinjau dari Self Efficacy Siswa SMP pada Materi Pola Bilangan Riri Indriani; Teni Sritresna
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1584

Abstract

Kemampuan koneksi matematis siswa di indonesia masih tergolong rendah. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah self efficacy siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan koneksi matematis siswa ditinjau dari self efficacy siswa pada materi pola bilangan. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu siswa kelas IX beberapa SMP di Garut yang berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket self efficacy, tes kemampuan koneksi matematis, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan self efficacy rendah memiliki kemampuan koneksi matematis tinggi, siswa yang memiliki self efficacy sedang memiliki kemampuan koneksi matematis sangat tinggi, dan siswa yang memiliki self efficacy tinggi memiliki kemampuan koneksi matematis sangat tinggi. Dengan demikian kemampuan koneksi matematis secara umum tergolong baik jika ditinjau dari self efficacy.The mathematical connection ability of students in Indonesia is still relatively low. One of the influencing factors is students' self-efficacy. This study aims to determine students' mathematical connection abilities in terms of students' self-efficacy in number pattern material. This type of research is qualitative with a descriptive analysis method. The research subjects were selected by purposive sampling technique, namely the 3rd-grade students of some of the junior high schools in Garut. Data collection techniques used are self-efficacy questionnaires, mathematical connection ability tests, interviews, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that students with low self-efficacy had high mathematical connection abilities, students with moderate self-efficacy had very high mathematical connection abilities, and students with high self-efficacy had very high mathematical connection abilities. Thus, the mathematical connection ability is generally classified as good in terms of self-efficacy.
Eksplorasi Etnomatematika pada Cerita Rakyat Icmi Santry Nova; Aan Putra
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1497

Abstract

Pentingnya konteks kehidupan yang nyata dalam pembelajaran matematika yaitu karena sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan matematika pada kehidupan sehari-hari.Kebudayaan merapakan salah satu media dalam pembelajaran. Indonesia terkenal dengan keragaman Budaya yang dimiliki, salah satunya adalah cerita rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur terkait dengan Eksplorasi Etnomatematika pada cerita rakyat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode SLR (Systematic Literature Review). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan semua artikel yang memiliki penelitian serupa dengan laporan penelitian ini. Artikel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 7 artikel jurnal nasional terakreditasi yang di himpun dari google schoolar. Berdasarkan beberapa artikel yang direview diperoleh kesimpulan bahwa secara spesifik, hanya terdapat 1 artikel yang menggunakan cerita rakyat untuk menggali unsur matematika. Dapat dikatakan bahwa pengintegrasian cerita rakyat pada pembelajaran matematika masih sangat sedikit sekali, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk menambah kebaruan Etnomatematika pada cerita rakyat. The importance of real-life contexts in learning mathematics is because most students have difficulty in applying mathematics to everyday life. Culture is one of the media in learning. Indonesia is famous for its cultural diversity, one of which is folklore. This study aims to conduct a literature review related to Ethnomathematical Exploration in folklore. The research method used is the SLR (Systematic Literature Review) method. Data collection techniques were carried out by documenting all articles that had similar research to this research report. The articles used in this study were 7 articles of accredited national journals compiled from Google Schoolar. Based on several reviewed articles, it was concluded that specifically, there was only 1 article that used folklore to explore mathematical elements. It can be said that the integration of folklore in mathematics learning is still very little, so further research is needed to add the novelty of ethnomathematics to folklore.
Penyelesaian Soal Cerita pada Siswa Diskalkulia ditinjau dari Teori Bruner dengan Metode Drill Sadana Aura Diva; Jayanti Putri Purwaningrum
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1520

Abstract

Beberapa siswa SD mengalami kesulitan belajar. Diskalkulia adalah ketidakmampuan siswa dalam berhitung. Dengan demikian, upaya yang dapat dilakukan guru ialah menggunakan teori dan metode belajar yang mengarah kepada penanaman konsep yang melibatkan keaktifan siswa. Adapun teori yang dimaksud yaitu Teori Bruner dengan Metode Drill. Belajar menurut Bruner merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk mengekplorasi hal yang dianggapnya baru. Sedangkan Metode Drill merupakan penyajian materi yang dilakukan secara berulang. Sehingga tujuan penulisan ini adalah menambah wawasan mengenai penerapan Teori Bruner berbantuan Drill untuk siswa diskalkulia. Adapun metode penulisan yang digunakan merupakan telaah pustaka mengenai diskalkulia, Teori Bruner, dan Metode Drill. Belajar yang dapat melibatkan keaktifan siswa, apalagi untuk siswa diskalkulia yang kesulitan dalam menghitung. Penggunaan teori Bruner berbantu benda konkret dengan metode Drill akan memudahkan siswa dalam belajar terutama penyelesaian soal cerita pada materi Perkalian.Some elementary school students have learning difficulties. Dyscalculia is a student's inability to count. Thus, efforts that can be made by teachers are to use theories and learning methods that lead to the cultivation of concepts that involve student activity. The theory in question is Bruner's Theory with the Drill Method. According to Bruner, learning is an active process that allows humans to explore things that they consider new. While the Drill Method is a presentation of material that is carried out repeatedly. So the purpose of this paper is to add insight into the application of Drill-assisted Bruner Theory for dyscalculia students. The writing method used is a literature review on dyscalculia, Bruner's theory, and the Drill Method. Learning that can involve student activity, especially for dyscalculia students who have difficulty in counting. The use of Bruner's theory with the help of concrete objects with the Drill method will make it easier for students to learn, especially solving story problems in the Multiplication material. 
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Materi Penyajian Data di Desa Bojong Hanisah Hanisah; Mega Achdisty Noordyana
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1588

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis akan membuat seseorang bisa menggunakan matematika untuk kepentingan sendiri maupun orang lain sehingga akan meningkatkan sikap positif terhadap matematika. Kemampuan komunikasi matematis siswa pada umumya masih rendah, baik secara lisan maupun tulisan. Rendahnya komunikasi matematis terlihat karena siswa sangat jarang mengemukakan ide-ide matematikanya secara lisan dengan bahasa matematika yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa MTs kelas VIII pada materi Penyajian Data. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, tes, wawancara, instrumen pengumpulan data dan dokumentasi, dengan teknik analisis data menggunakan model analisis  Milles dan Huberman. Subjek penelitian adalah lima orang siswa MTs kelas VIII tahun ajaran 2020/2021. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian belum menguasai semua indikator kemampuan komunikasi matematis. Hal ini terlihat dari hasil jawaban subjek penelitian yang masih banyak melakukan kesalahan ketika menjawab soal yang diberikan.Mathematical communication skills will enable someone to use mathematics for their own benefit and for others so that it will increase positive attitudes towards mathematics. In general, students' mathematical communication skills are still low, both orally and in writing. The low level of mathematical communication can be seen because students rarely express their mathematical ideas orally with the right mathematical language. The purpose of this study was to obtain a description of the mathematical communication skills of class VIII MTs students on data presentation material. The research method is descriptive qualitative. Data collection techniques include observation, tests, interviews, data collection instruments and documentation, with data analysis techniques using Milles and Huberman analysis models. The research subjects were five MTs grade VIII students for the 2020/2021 academic year. Based on the results of the study showed that the research subjects had not mastered all indicators of mathematical communication skills. This can be seen from the results of the answers of research subjects who still make many mistakes when answering the questions given.

Page 6 of 33 | Total Record : 328