cover
Contact Name
Ebni Sholikhah
Contact Email
ebnisholikhah@uny.ac.id
Phone
+6282220388720
Journal Mail Official
kebijakan_pendidikan@uny.ac.id
Editorial Address
Prodi Kebijakan Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Jln Colombo No 1, Karangmalang Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 2746007X     DOI : https://doi.org/10.21831/sakp.v10i2
Spectrum Analisis Kebijakan Pendidikan is an open access, and peer-reviewed journal. This journal focuses on publishing articles on student research results for undergraduate, postgraduate, and doctoral students. This journal is published every three months. The theme of this journal covers the results of research in the field of education and education policy.
Articles 314 Documents
EVALUASI KEBIJAKAN JAMINAN PENDIDIKAN DAERAH (JPD) DALAM PENUNTASAN WAJIB BELAJAR 12 (DUA BELAS) TAHUN DI SD NEGERI LEMPUNYANGAN 1 YOGYAKARTA, SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA, DAN SMA NEGERI 11 YOGYAKARTA Puspitasari, Ratri
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 4 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i4.5238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kebijakan Jaminan Pendidikan Daerah di SD Negeri Lempuyangan 1 Yogyakarta, SMP Negeri 15 Yogyakarta, dan SMA Negeri 11 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Model evaluasi yang digunakan ada model CIPP. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa, guru pengelola JPD di sekolah, staff UPT JPD, dan Kepala UPT JPD Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase.  Hasil penelitian menunjukkan tujuan kebijakan sudah tercapai yaitu untuk peningkatan kesempatan memperoleh pendidikan bagi penduduk Daerah dan penuntasan wajib belajar 12 (dua belas) tahun, serta dukungan guru dan orang tua terhadap kebijakan termasuk dalam kategori tinggi, tanggapan siswa dan guru termasuk dalam kategori tinggi, prestasi yang diraih siswa termasuk dalam kategori cukup, pelaksanaan kebijakan sudah cukup memenuhi petunjuk teknis, jumlah pengelola JPD dirasa masih kurang, sarana prasarana yang kurang dapat dimanfaatkan secara maksimal, dan motivasi siswa untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kata kunci : keefektifan, evaluasi, kebijakan jaminan pendidikan daerah (jpd)
TREN ANGKA PUTUS SEKOLAH PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Qoniah Ariyani, Siti Nur
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 7, No 4 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v7i4.13142

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui tren angka putus sekolah tingkat SMP di DIY; 2. Mengetahui Kebijakan dan program yang dilakukan Pemerintah DIY dalam mengurangi dan memberdayakan angka putus sekolah; Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif data sekunder. Data berasal dari Dinas Pendidikan DIY dan Seluruh Dinas Pendidikan Kab/Kota yang ada di DIY. Analisis data menggunakan Analisis Tren dengan persamaan Y’ = a +bX. Hasil penelitian adalah: 1. APtS Tingkat SMP untuk 5 Kabupaten/Kota di DIY sebagai berikut : APtS Tingkat Sekolah Menengah Pertama Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo sudah mencapai 0,00% pada tahun 2018. APtS Tingkat SMP Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul angka putus sekolah tingkat SMP belum mencapai angka 0% pada tahun 2018; 2. Pemerintah Kabupaten/Kota menjalankan kebijakan dan program yaitu Jaminan Pendidikan Daerah KMS, Beasiswa Retrieval, BOS, PIP, kerjasama dengan kemitraan lembaga, penguatan pemberdayaan anak putus sekolah melalui pendidikan non formal.Kata Kunci : Tren, Angka Putus Sekolah, SMP, DIYAbstractThis research aims to : 1. Knowing the trend of Junior High School dropout rates in DIY; 2. Knowing the policies and programs undertaken by the DIY government in reducing the dropout rates. This research used a descriptive quantitative method of secondary data. The data were collected from the DIY education service and the education service of districts in DIY. The data analysis used trend analysis with the equation Y’ = a +bX. The results are : 1. The junior high school drop out rate of Yogyakarta, Sleman district, and Kulon Progo district has reached 0% in 2018. Junior high school drop out rates of Gunungkidul and Bantul districts have not reached the 0% figure in 2018; 2. The local governments implement policies and programs that include KMS Regional Education Guarantees, Retrieval Scholarships, BOS, PIP, cooperation with institutional partnerships, reinforcement of the empowerment through non formal education.Keywords: Trend, Drop Out Rate, Junior High School, DIY
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN SEKOLAH MENYENANGKAN (GSM) DALAM MENGATASI BULLYING DI SMPN 2 SLEMAN Pratiwi, Lustianti Anggita Yuni
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 2 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v9i2.17045

Abstract

Abstrak Pelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dalam mengatasi bullying di SMP N 2 Sleman. Aspek yang diteliti meliputi impementasi program GSM secara umum, kegiatan program GSM dan faktor pendukung dan penghambat impementasi program tersebut dalam mengatasi bullying. Penelitian ini mengacu konsep impementasi kebijakan Van Metter dan Van HornPenelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripstif. Subjek penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru bimbingan konseling, guru tim GSM dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data , reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tersebut sesuai dengan teori van metter dan van horn yang terdiri dari standar dan sasaran, sumber daya, karakteristik organisasi, disposisi, hubungan antar organisasi dan kondisi lingkungan berjalan dengan baik dan semestinya. Kegiatan program GSM dalam mengatasi bullying adalah kegiatan sosialisasi, circle time, pagi berbagi, hearing, dan beberapa penerapan zona kelas. Faktor yang mendukung keberhasilan GSM di SMP N 2 Sleman adalah dukungan dari semua elemen sekolah dan faktor penghambat program GSM adalah masih ada beberapa guru dan siswa yang belum beradaptasi dengan adanya program tersebut. Kata kunci : program, Gerakan sekolah Menyenangkan (GSM), bullying Abstract This research aims to describe the implementation of the Fun School Movement (GSM) program in dealing with bullying in SMP N 2 Sleman. Aspects studied in the implementation of fun school movement program activities and supporting and inhibiting factors for the implementation of this program. this research to the concept of Van Metter and Van Horn policy implementation.This research uses descriptive qualitative method. The subjects of this study include the principal, counseling guidance teacher, GSM team teacher and students. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Data analysis techniques, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the implementation was in accordance with the van metter and van horn theory which consisted of standards and targets, resources, organizational characteristics, dispositions, relations between organizations and environmental conditions running well and properly. GSM program activities in dealing with bullying are socialization activities, circle time, morning sharing, hearing, and some class zone applications. The factors that support the success of GSM in SMP N 2 Sleman are the support of all elements of the school and the inhibiting factors of the GSM program are there are still some teachers and students who have not adapted to the existence of the program. Keywords: programs, Fun school movements (GSM), bullying
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) DI KANTOR URUSAN INTERNASIONAL DAN KEMITRAAN (KUIK) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Reno, Reno
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 4 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i4.9279

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode dan strategi pendidikan multikultural dalampembelajaran Bahasa Indonesiaa bagi Penutur Asing (BIPA), serta faktor pendukung dan penghambat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitan studi kasus. Subjek penelitianini adalah mahasiswa BIPA, dosen BIPA, tutor BIPA, dan staf Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan(KUIK) UNY. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Uji keabsahandata menggunakan trianggulasi sumber dan teknik. Analisis data menggunakan teknik analisis model Miles danHaberman yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitan menunjukan bahwa: (1) Pendidikan multikultural dalam pembelajaran Bahasa Indonesiabagi Penutur Asing (BIPA) di KUIK UNY menggunakan metode dan strategi yang beragam, yaitu: perkuliahan,tutorial, ekskursi, workshop, dan mini projek. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah strategipembelajaran langsung, pembelajaran tidak langsung, pembelajaran interaktif, pembelajaran empirik, danpembelajaran mandiri. Strategi pendidikan multikulkultural yang diaplikasikan adalah pendekatan kontribusi,pendekatan aditif, pendekatan tranformasi, dan pendekatan aksi sosial. Nilai yang dibangun adalah nilai salingmenghargai, toleransi, kekeluargaan, dan berpikiran terbuka, (2) Faktor pendukung meliputi: pengajar yangberkualitas dan memiliki pemahaman lintas budaya, mahasiswa berpikiran terbuka, tujuan mahasiswa belajarbahasa Indonesia, mahasiswa yang berasal dari negara multikultural, mahasiswa BIPA yang beragam,komunikasi yang baik antara pengajar dan mahasiswa, media dan materi pembelajaran yang menarik, sertasarana dan prasarana yang menunjang. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi: gaya belajar mahasiswa,kurikulum yang masih baru, latar belakang pendidikan tutor, sikap superior mahasiswa, kemampuan bahasaInggris mahasiswa yang kurang dan tujuan mahasiswa belajar bahasa Indonesia.Kata kunci: pendidikan multikultural, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN GENDER (PUG) DALAM PENDIDIKAN DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH Dewi, Firdaus Malaya
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 4, No 2 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v4i2.1428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan pengarusutamaan gender di Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah yang meliputi implementasi PUG pada pendidikan formal dan non  formal.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  kualitatif.  Subjek  penelitian  adalah  staf  bidang  pendidikan  non formal yang bertanggung jawab terkait gender, kepala sekolah dan koordinator PKBM pada pendidikan non formal, teknik  penentuan  subjek  ditentukan  dengan  teknik  snowball  sampling.  Teknik  pengumpulan  data  menggunakan wawancara  dan  pencermatan  dokumen.  Analisis  data  menggunakan  model  interaktif  Miles  dan  Huberman  yang meliputi  reduksi  data,  penyajian  data,  dan  penarikan  kesimpulan.  Teknik  keabsahan  data  dilakukan  dengan triangulasi  sumber  dan  triangulasi  teknik.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa:  (1)  Implementasi  kebijakan pengarusutamaan gender di Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten dilihat dari proses implementasi kebijakan bahwa dari  aspek  komunikasi  sudah  jelas,  sumber  daya  staf  yang  masih  kurang,  anggaran  dan  fasilitas  sudah  terpenuhi, disposisi  yang  baik  dari  pelaksana,  penyebaran  tanggung  jawab  jelas  serta  kerjasama  yang  baik  antar  pelaksana kebijakan.  (2)  Pelaksanaan  sosialisasi  PUG  dilaksanakan  pada  jenjang  pendidikan  formal  dan  non  formal  oleh Dinas  pendidikan  Kabupaten  Klaten  sebagai  langkah  awal  implementasi  PUG  yakni  pada  13  sekolah/lembaga  di Kecamatan  Prambanan.  Sosialisasi  diberikan  kepada  kepala  sekolah  tiap  jenjang  pendidikan  formal  dan  ketua PKBM  pada  pendidikan  non  formal.  Dari  kegiatan  sosialisasi  PUG  ada  peningkatan  wawasan  gender  dan pengarusutamaannya. (3) Hambatan yang terdapat dalam  implementasi  kebijakan pengarusutamaan gender  dalam pendidikan  adalah  dana  yang  hanya  bersumber  dari  APBD  serta  sumber  daya  staf  yang  kurang  memadai.  Pada sekolah,  hambatan  dalam  implementasi  PUG  adalah  alokasi  waktu  khusus  dalam  pelaksanaan  kegiatan  responsif gender, sehingga PUG dilaksanakan dengan mengintegrasikan dalam pembelajaran. Kata kunci: gender, pengarusutamaan gender, pendidikan
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KETERAMPILAN (VOKASIONAL) MELALUI PROGRAM LIFE SKILL DI SMA MUHAMMADIYAH 1 MUNTILAN Fajarina, Lailatul
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 7, No 1 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v7i1.13064

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Implementasi Pendidikan Keterampilan (Vokasional) melalui Program Life Skill di SMA Muhammadiyah 1 Muntilan, 2) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan keterampilan (vokasional) melalui program life skill di SMA Muhammadiyah 1 Muntilan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyeknya yaitu kepala sekolah, koordinator life skill dan pendidik, peserta didik. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja implementasi pendidikan life skill ditentukan melalui; (a) Standar pelaksanaan sesuai dengan bakat dan minat peserta didik; (b) Sumberdaya terdiri dari peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana yang memadai; (c) Hubungan organisasi yang terjalin yaitu antara sekolah dengan Yayasan Muhammadiyah dan SMA N 11 Yogyakarta; (d) Karakteristik agen pelaksana adanya pendidik yang kompeten (e) Kondisi sosial berupa interaksi yang baik antar agen pelaksana, kondisi ekonomi yaitu adanya Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah; (f) Disposisi implementor berupa respon, pemahaman dan nilai yang positif. Faktor pendukung implementasi pendidikan keterampilan yaitu dukungan dari yayasan, fasilitas yang memadai, pengampu yang kompeten dan antusiasme peserta didik. Faktor penghambatnya yaitu kurangnya waktu pembelajaranyang hanya 3 jam perminggu dan keterbatasan dana.Kata Kunci: implementasi, pendidikan keterampialn (vokasional), Sekolah Menengah AtasAbstractThis research aims to desribe: 1) Implementation of Skill Education (Vocational) through Life Skill Programin SMA Muhammadiyah 1 Muntilan, 2) Supporting factors and inhibiting the implementation of Skill Education (Vocational) through Life Skill Program in SMA Muhammadiyah 1 Muntilan. This research ia a qualitative descriptive research. The subject is the principal, life skill coordinator or teacher, and student. Technique of collecting data is using observation, interview, and documentation. Data analsys is done by data condensation, data presentation, and conclusion. Test data validity using triangulation of sources and techniques. The result showed that the performance of educational life skill implementionis determined through ; (a) Standards implementation is talents and interests the student; (b) resources consist of student, teacher, education personel, and facilities and infrastructures; (c) Organizational relationship that exists between schools with Muhammadiyah Foundation and SMA N 11 Yogyakarta; (d) the characteristics of the implementing agents of competent educators; (e) social condition of good interaction between implementing agencies, the economic condition is the existence of the budget plan of income and expenditure of school (f)Disposition of the implementor in the form of response, understanding and positive value. Supporting factors the implementation of life skill education is the support of the foundation, adequate facilities, competent and enthusiastic students. Inhibiting factors are lack of learning time and limited funds.Keywords: implementation, vocational skill, high school.
ASPIRASI KAUM LESBIAN YOGYAKARTA TERHADAP PENDIDIKAN Gentasari, Afra
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 8, No 3 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v8i3.15859

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspirasi kaum lesbian Yogyakarta terhadap pendidikan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di salah satu kafe di daerah Seturan, Yogyakarta. Subjek dari penelitian ini adalah kaum lesbian Yogyakarta yang terdiri dari 6 orang informan. Terkait keabsahan data peneliti menggunakan metode triangulasi teknik. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Penyebab utama perempuan Yogyakarta menjadi lesbian adalah kondisi bawaan sejak kecil, latar belakang keluarga yang bercerai/ orang tua tunggal, pengalaman seksual yang buruk waktu kecil, dan pengaruh lingkungan pertemanan. (2) Kemauan kaum lesbian Yogyakarta terhadap pendidikan, yaitu: tidak adanya diskriminasi dalam dunia pendidikan, pendidikan dapat merata kualitasnya, dan pendidikan dapat menjadi pegangan hidup. (3) Harapan kaum lesbian Yogyakarta terhadap pendidikan, yaitu dapat bersekolah tinggi, pendidikan mudah untuk diraih, dan dapat memberikan wawasan yang luas bagi siapa saja yang ingin meraihnya. (4)Faktor pendukung kaum lesbian Yogyakarta dalam memperoleh pendidikan, yaitu: kemampuan akademik dan dorongan orang tua. (5) Faktor penghambat kaum lesbian Yogyakarta dalam memperoleh pendidikan, yaitu: media massa, nilai sosial, pengalaman masa lampau.Kata kunci: aspirasi, pendidikan, lesbianAbstractThis research aims to find out the aspirations of Yogyakarta lesbians towards education. This study used a qualitative approach with the type of descriptive research. This research took place in a cafe in Seturan, Yogyakarta. The subjects of this research were six members of Yogyakarta’s lesbian. Data Triangulation was conducted to validate the data sources. The results showed that : (1) The main cause of Yogyakarta women being lesbians is congenital conditions since childhood, divorced family backgrounds/ single parents, poor sexsual experience as a child, and environmental influences. (2) Yogyakarta’s lesbian wilingness to education is that thre is no discrimination in the world of education, education can be evenly distributed in quality, and education can be handle. (3) Yogyakarta’s lesbian hopes for education, which can be high school, education is easy to achieve, and can provide broad insight for anyone who wants to. (4) Supporting factors for the lesbian of Yogyakarta in obtaining education of academic performance and parental factors. (5) The factors that hindered the lesbian community in Yogyakarta to get proper education were mass media,social values, and past experiences.Keywords: aspiration, education, lesbian.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH INKLUSI SD TAMAN MUDA IBU PAWIYATAN TAMANSISWA YOGYAKARTA Palipung, Nuhraini
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 5 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i5.5320

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendidikan multikultural, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya mengatasi hambatan dalam implementasi pendidikan multikultural di sekolah inklusi SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa. Metode penelitian menggunakan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan implementasi pendidikan multikultural di sekolah melalui, (1) integrasi kedalam kegiatan pengembangan diri secara terprogram dan tidak terprogram. (2) integrasi kedalam mata pelajaran PKn, IPS dan Ketamansiswaan. Faktor pendukung yaitu iklim sekolah, kurikulum, sarana dan prasarana, peran guru, program dan kegiatan sekolah, serta peserta didik. Faktor penghambat yaitu sikap individu, kurangnya media dan poster-poster tentang keberagaman dan nilai-nilai multikultural, kurangnya sosialisasi. Upaya untuk mengatasi hambatan dengan menekankan tentang nilai-nilai menghargai, menghormati dan toleransi. Didukung dengan kebijakan sekolah yang melaksanakan pendidikan budi pekerti luhur, menambah poster-poster keberagaman, sosialisasi.Kata kunci : implementasi, pendidikan, multikultural 
KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MENERAPKAN NILAI-NILAI BUDAYA JAWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SD TAMAN MUDA IBU PAWIYATAN YOGYAKARTA Puspitasari, Chandra
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 1 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i1.8824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kebijakan sekolah, (2) memahami kebijakan sekolah, (3) memahami faktor penghambat dan pendukung kebijakan sekolah, dan (4) memahami strategi yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam menanggulangi hambatan yang ditemui saat menerapkan nilai-nilai budaya Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan beberapa peserta didik di SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Yogyakarta. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, disajikan, dan verifikasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bentuk nilai-nilai budaya jawa yang diterapkan meliputi penggunaan bahasa Jawa dalam berkomunikasi, penerapan sikap sopan santun dan menghormati terhadap semua warga sekolah, berbaris sebelum masuk kelas dan salim kepada Kepala sekolah dan guru setiap pagi dan pulang sekolah, serta wajib menyanyikan tembang dan lagu nasional; 2) cara menanamkan nilai-nilai budaya jawa meliputi menyanyikan tembang jawa sebelum memulai pelajaran dan melalui kegiatan ekstrakurikuler tari, gamelan, karawitan, pramuka, membatik, dolanan anak, dan nembang Jawa; 3) faktor pendukung adalah pemerintah, sekolah, guru, orangtua, siswa dan seluruh komunitas sekolah. Sedangkan, faktor penghambat adalah kebiasaan sehari-hari siswa di rumah yang sering menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa jawa, keterbatasan dana sekolah, keterbatasan alat, kurangnya pelatih pada kegiatan ekstrakurikuler karawitan sehingga sekolah menggunakan pelatih dari luar dengan menggunakan pendanaan dari sekolah, sekolah belum memiliki sanksi yang tegas, kurangnya kontrol dan pengawasan pada saat program dilaksanakan; dan 4) upaya pihak sekolah dalam mengatasi setiap hambatan berupa melakukan kerjasama dengan seluruh komunitas sekolah dan orangtua, dalam hal pendanaan sekolah bekerjasama dengan pemerintah dan orangtua, sekolah berupaya mengumpulkan dana untuk pembelian alat musik, sekolah mendatangkan pelatih dari luar, sekolah memberikan tanggung jawab kepada guru kelas untuk bertanggung jawab kepada masing-masing kelas dan memberikan sanksi tegas bagi siswa yang melanggar.
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP PROGRAM SEKOLAH BERBASIS BUDAYA DI SD NEGERI MENDIRO Pratiwi, Mifta Rizki
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 7, No 6 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v7i6.13160

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru dan siswa terhadap program sekolah berbasis budaya di SD N Mendiro Kabupaten Kulon Progo. Hal-hal yang dikaji dalam penelitian ini meliputi: (1) konteks program sekolah berbasis budaya (visi,misi, tujuan, manfaat dan sasaran program); (2) input program sekolah berbasis budaya (sumber daya manusia, sarana dan prasarana, prosedur dalam pelaksanaan program); (3) proses program sekolah berbasis budaya (jadwal dan materi kegiatan ekstrakurikuler membatik dan karawitan); (4) produk program sekolah berbasis budaya (hasil dari program). Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket/kuesioner, sementara itu uji keabsahan data menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi guru dan siswa terhadap program sekolah berbasis budaya pada aspek konteks termasuk kategori sangat baik; (2) Persepsi guru dan siswa terhadap program sekolah berbasis budaya pada aspek input termasuk kategori sangat baik; (3) Persepsi guru dan siswa terhadap program sekolah berbasis budaya pada aspek proses termasuk kategori baik; (4) Persepsi guru dan siswa terhadap program sekolah berbasis budaya pada aspek produk termasuk kategori baik.Kata kunci: persepsi, CIPP, sekolah berbasis budayaAbstractThis study aims to known the the perceptions of teachers and students on school program based on culture in SD N Mendiro Kulon Progo Regency. Things that were examined in the research include: (1) the context-based school culture program (vision, mission, objectives, benefits and objectives of the program); (2) input-based cultural school program (human resources and infrastructure, procedures in the execution of the program); (3) process of the program of the school-based cultural (material and extracurricular activities schedule here and musicians); (4) product’s program of the school-based culture (the result of a program). This research is quantitative. Engineering data collection method using question form/questionnaire, while the validity of test data using the test validity and reliability. Technique of data analysis using descriptive quantitative. The results showed that: (1) perceptions of teachers and students context-based school culture programme include in very well catgeory;(2) perceptions of teachers and students input-based school culture programme include in very well catgeory; (3) perceptions of teachers and studentsof the process of cultural-based school programs include inwell catgeory;; (4) perceptions of teachers and students product’s program of the school-based culture include in very well catgeory. Keywords: perceptions, CIPP, school-based culture.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 4 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 3 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 2 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 1 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 4 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 3 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 2 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 1 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 4 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 3 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 2 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 1 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 4 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 3 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 1 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 4 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 3 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 2 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 3 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 2 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 8, No 4 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 3 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 2 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 1 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 6 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 5 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 4 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 3 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 2 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 1 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 8 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 7 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 6 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 5 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 4 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 3 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 2 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 1 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 7 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 6 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 5 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 4 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 3 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 2 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 1 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 4, No 2 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 4, No 1 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan More Issue