cover
Contact Name
Ebni Sholikhah
Contact Email
ebnisholikhah@uny.ac.id
Phone
+6282220388720
Journal Mail Official
kebijakan_pendidikan@uny.ac.id
Editorial Address
Prodi Kebijakan Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Jln Colombo No 1, Karangmalang Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 2746007X     DOI : https://doi.org/10.21831/sakp.v10i2
Spectrum Analisis Kebijakan Pendidikan is an open access, and peer-reviewed journal. This journal focuses on publishing articles on student research results for undergraduate, postgraduate, and doctoral students. This journal is published every three months. The theme of this journal covers the results of research in the field of education and education policy.
Articles 314 Documents
EFEKTIVITAS JAMINAN PENDIDIKAN DAERAH (JPD) DALAM MENURUNKAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KOTA YOGYAKARTA Kusuma, Dwi Widiawati Wijaya
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v10i1.17342

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of the Regional Education Grant in reducing dropout rates in the City of Yogyakarta. The author explored the effectiveness of the Regional Education Grant on its role in reducing dropout rates, so the author explores Regional Education Grant rights in their role in reducing dropout rates for the last 5 years (2015-2019). This research adopted a descriptive quantitative research, this research described the situation that occurred, without testing the hypothesis with secondary data analysis methods which were complemented by the interview method. The population in this research were dropout rates in the city of Yogyakarta during the last 5 years. The data analyses used the regression coefficient analysis and the determination coefficient analysis. The result of this research is that the education security program can not be said to be effective, especially in reducing the dropout rates. The tendency causes were the problems of achievement program that were not maximized yet, especially due to the external factors such as the achievement of Regional Education Grant goals unsupport by public. For example, there was a missunderstanding information, which lead to the highest reason for dropping out rates in the City of Yogyakarta. It was actually triggered by a lack of motivation to learn so that the students were reluctant to go to school, with a percentage of 29.70%.
BUDAYA SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS 17 BANTUL Vitaria, Lia
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 6 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i6.10111

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya sekolah di Sekolah Menengah Atas 17Bantul dibidang akademik dan non akademik. Jenis penelitian ini kualitatif. Subjek penelitian inikepala sekolah, guru, staf sekolah dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi,wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, danpenarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.Hasil penelitian (1) Budaya di SMA 17 Bantul di bidang akademik meliputi nilai budaya membacadan nilai penghargaan/prestasi, non akademik meliputi nilai kreativitas, nilai penghargaan/prestasi,nilai kerjasama, nilai solidaritas, nilai kedisiplinan, dan nilai kesopanan. (2) Tantangan dalampengembangan budaya sekolah di SMA 17 Bantul siswa yang sulit dikendalikan dalam menanamkannilai-nilai sekolah dan minimnya pendidikan orang tua. (3) Upaya dalam pengembangan budayasekolah di SMA 17 Bantul melalui penerapan peraturan sekolah dan melakukan pembinaan dalampenanaman nilai yang diyakini dan dihayati oleh seluruh warga sekolah untuk menjadikan sekolahyang berkualitas dan guru memberikan contoh kepada siswa.Kata kunci: budaya akademik sekolah, non akademik, nilai-nilai budaya
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL DI SD NEGERI PURWOREJO Margilestanti, Eksanta Ade
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 2 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i2.5201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan berbasis keunggulan lokal (PBKL) di SD Negeri Purworejo.Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Subjek penelitian adalah Kepala Seksi Kurikulum dan Pengembangan Siswa, Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purworejo, Kepala Sekolah, tim pelaksana PBKL, guru dan siswa. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Purworejo. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan cara trianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan pendidikan berbasis keunggulan di SD Negeri Purworejo diintegrasikan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pembelajaran pengembangan diri, dengan mengunggulkan seni tari dan seni karawitan; Pelaksana dari pendidikan berbasiskeunggulan lokal adalah kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua serta komite sekolah turut serta mendukung pendidikan berbasis keunggulan lokal di SD Negeri Purworejo; Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal mempunyai tujuan turut serta dalam kebudayaan daerah, menerapkan cinta tanah air sejak kecil dan pembentukan kepribadian luhur bagi peserta didik; Evaluasi dan monitoring dilakukan setiap pembelajaran dan akhir evaluasi pada setiap akhir tahun dengan melalui pentas seni yang dilaksanakan di SD Negeri Purworejo; Hasil dari kebijakan ini dibuktikan dengan banyak prestasiyang diraih oelh peserta didik baik dibidang akademik maupun nonakademik khususnya bidang seni karawitan dan seni tari. 2)  Faktor Pendukung: Partisipasi semua warga sekolah yang berperan aktif; Sarana dan prasarana yang memadai; Memiliki pendidik yang berkompeten pada bidang kesenian meskipun tidak mempunyai latar belakang pendidikan seni; Komite dan orang tua yang berpartisipasi aktif terhadap pelaksanaan; Adanya kemitraan yang baik antar sekolah dengan masyarakat maupun pihak luar sehingga dapat memberikan kesempatan.3) Faktor Penghambat: kurangnya jumlah guru yang memiliki kompetensi khususnya di bidang seni karawitan, peserta didik yang kurang memiliki kesadaran berlatih secara kontinu, efektifitas waktu pelaksanaan pembelajaran seni karawitan.Kata kunci: Implementasi, Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal, Seni Tari, Seni Karawitan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMENUHAN JAM MENGAJAR GURU SERTIFIKASI DI SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA Nurdiansah, Wakit
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 7 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i7.5332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi kebijakan pemenuhan jam mengajar guru sertifikasi di SMK Negeri 2 Depok Sleman.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif kualitatif. Setting Penelitian di SMK Negeri 2 Depok Sleman. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kajian dokumen. Keabsahan data  menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Guru sertifikasi memenuhi jam mengajar di luar sekolah; (2) Selain memenuhi jam mengajar sekolah guru mendapat tugas tambahan khusus sesuai dengan ketentuan PP 74 tahun 2008 dan Permendiknas No. 30 tahun 2009; (3) Faktor pendukung jam mengajar adalah jumlah guru, jumlah rombongan belajar dan serta tugas tambahan khusus sesuai dengan ketentuan PP 74 tahun 2008 dan Permendiknas No. 30 tahun 2009; (4) Faktor penghambat berupa jumlah guru yang sedikit, jumlah rombongan belajar juga tidak memenuhi dan jarak satu sekolah satu dengan yang lain yang cukup jauh sehingga tenaga, waktu dan biaya yang lebih; (5) Solusi mengatasi pemenuhan jam mengajar dengan meningkatkan daya tampung guru serta memperbanyak jumlah rombongan belajar perkelasnya.Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Sertifikasi Guru, Pemenuhan Jam Mengajar Guru Sertifikasi
KEBIJAKAN PENINGKATAN MUTU MADRASAH ALIYAH ALI MAKSUM BERBASIS KULTUR PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA Faozi, Arif
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 2 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i2.8835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) Kebijakan peningkatan mutu MadrasahAliyah Ali Maksum yang berbasis kultur pondok pesantren Krapyak Yogyakarta 2) Faktor-faktor yangmendukung dan menghambat kebijakan peningkatan mutu Madrasah Aliyah Ali Maksum yang berbasiskultur pondok pesantren Krapyak Yogyakarta 3) Upaya yang dilakukan oleh Madrasah Aliyah AliMaksum dalam mengatasi hambatan-hambatan untuk peningkatan mutu madrasah yang berbasis pondokpesantren Krapyak Yogyakarta.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Penelitian ini menggunakan teknik purposive. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah MadrasahAliyah Ali maksum Krapyak Yogyakarta, guru-guru Madrasah Aliyah Ali Maksum KrapyakYogyakarta, pengelola Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Ali Maksum Krapyak Yogyakarta, siswasiswiMadrasah Aliyah Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakanwawancara, observasi, dan dokumentasi. Setting penelitian bertempat di Madrasah Aliyah AliMaksum Krapyak Yogyakarta. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan. Teknik keabsahan data dilakuakan dengan triangulasi sumber.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Madrasah Aliyah Ali Maksum Krapyak Yogyakartadalam kebijakan peningkaran mutu berdasarkan standar proses, standar kompetensi dan standar sarana danprasarana yaiitu dalam proses pembelajaran Madrasah Aliyah Ali Maksum menggunakankurikulum terpadu yang termasuk di dalamnya Kurikulum Terpadu Satuan Pendidikan (KTSP/ 2016) danKurikulum 2013 dengan kurikulum yang berbasis pada kurikulum pondok pesantren. Siswa baru yangberasal dari luar Pondok Peantren Ali Maksum wajib mengikuti kelas I’Dad. 2) Faktor pendukungdan penghambat dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu; a) Pembanguna fasilitas pendukung untukkegiatan belajar mengajar di Madrasah Aliyah Ali maksum semakin pesat sehingga fasilitas kegiatanbelajar mengajar sudah memadai. b) Kurangnya minat dan bakat para siswa serta kualitas dan kuantitasdari para guru. 3) Upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan peningkatan mutu madrasah yaitupelatihan secara rutin terhadap guru mengenai taknik pengajaran, diadakanya kelas I’Dad, peningkatanpengawasan dan pendampingan kepada santri oleh ustad dan pengurus pondok.
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN PEDULI SISWA (PERATURAN WALI KOTA NOMOR 57 TAHUN 2016) DI SMP NEGERI 1 MAGELANG Faridah, Umi
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 7 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i7.10295

Abstract

AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan implementasi program Gerakan Peduli Siswa (Peraturan Wali KotaNomor 57 Tahun 2016) di SMP Negeri 1 Magelang, faktor pendukung dan penghambat, dan strategi sekolahuntuk mengatasi faktor penghambat. Pendekatan penelitian yang digunakan: kualitatif dengan metodedeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi program didukung oleh komunikasi agenagenpelaksana melalui rapat kerja, rapat manajeman, surat pemberitahuan kepada orang tua. Sumber dayayang mendukung kegiatan yaitu sumber daya manusia, sumber dana, dan alokasi waktu. Komitmen dari paraagen pelaksana, serta struktur birokrasi dari pihak sekolah. Implementasi Program Gerakan Peduli Siswadidukung melalui empat bentuk kegiatan sebagai berikut: Gerakan Pencegahan Kenakalan Siswa/PesertaDidik, Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti, Gerakan Proses Belajar Mengajar yang Efektif dan Efisien, danGerakan Infaq dan Shodaqoh. (2) Faktor pendukung berupa ciri khas dari sekolah, sarana prasarana danpartisipasi dari seluruh warga sekolah. Faktor penghambat misalnya dalam pelaksanaan kegiatan osis pedulimasih ada siswa yang tidak berpartisispasi, pengadministrasian yang terlalu rinci dan tidak adanya danakhusus dari Dinas. (3) Upaya sekolah mengatasi faktor penghambat yaitu sosialisasi ditingkatkan dandiperjelas, saling mengingatkan dalam pengadministrasian, adanya dana dan bidang khusus dari Dinas.Kata kunci: implementasi program, gerakan peduli siswa
IMPLEMENTASI PROGRAM LAYANAN KONSULTASI BELAJAR SISWA (KBS) ONLINE DIKOTA YOGYAKARTA Muharroroh, Asa
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 3 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i3.5221

Abstract

Program layanan konsultasi belajar siswa online belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program layanan KBS Online SMP dan SMA di kota Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program layanan KBS Online SMP dan SMA ini diperoleh berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi.Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti, implementasi program layanan konsultasi belajar siswa online SMP dan SMA di kota Yogyakarta dapat diamati dalam level Dinas Pendidikan melalui aspek program itu sendiri, organisasi pelaksana, pemanfaat program, dan pada level sekolah diamati melalui aspek respon, efektivitas, mata pelajaran, jenis kelamin pemanfaat, dan kondisi pemanfaat.Kata kunci: Implementasi, Program, Belajar Online
PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN DALAM SEKOLAH YESUIT DI SMA KOLESE DE BRITTO YOGYAKARTA Widayanti, Elisabeth Sri
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 4 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i4.9258

Abstract

AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan pendidikan kepemimpinan dalam sekolah Yesuit di SMA Kolese DeBritto Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datamenggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dilakukan triangulasi sumber untuk memastikankeabsahan data. Hasil penelitian (1) Komponen pendidikan kepemimpinan terdiri dari tujuan pendidikan DeBritto dalam visi misi sekolah, peran pendidik menjadi teladan, dan menjadi fasilitator pendidikan danlingkungan sebagai sarana prasarana; (2) Proses pendidikan yaitu menginputkan value kepemimpinanIgnasian melalui pengalaman, refleksi, dan aksi dalam setiap pendidikan akademik dan non akademik yangmenekankan nilai 3C+1L; (3) Faktor pendukung yaitu dukungan dari setiap elemen sekolah yang memahamivisi sekolah dan melaksanakan program sekolah, dan faktor penghambat secara teknis seperti keluhanorangtua, dan kurangnya keselarasan program sekolah dan dinas; (4) Hasil pendidikan kepemimpinan diSMA Kolese De Britto yaitu perkembangan pola pikir untuk berbuat baik, keberanian mengemukakanpendapat, kebebasan yang bertanggungjawab, kepedulian dengan sesama, selalu refleksi diri.Kata kunci : Pendidikan Kepemimpinan, Pendidikan Ignasian, Leader of Service
ASPIRASI PENDIDIKAN DALAM KELUARGA TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DI DESA JANGKARAN KECAMATAN TEMON KABUPATEN KULON PROGO Lestari, Tri
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 1 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i1.1422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk aspirasi pendidikan dan faktor pendukung  serta  penghambat  aspirasi  pendidikan  keluarga  TKI  di  Desa  Jangkaran Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo.   Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kualitatif  deskriptif.  Subyek  penelitian  ini enam  keluarga  TKI  terdiri  dari  TKI,  pasangan  TKI  dan  anak  TKI  sehingga  informan berjumlah  18.  Teknik  pengumpulan  data  meliputi  observasi,  wawancara  dan    dokumentasi. Keabsahan  data  menggunakan  triangulasi  sumber  dan  triangulasi  teknik.  Analisis  data menggunakan beberapa tahap pengumpulan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.   Berdasarkan  data  penelitian  diperoleh  hasil:  1)  aspirasi  pendidikan  meliputi  aspirasi positif,  aspirasi  jangka  panjang  dan  pendek  serta  aspirasi  realistik  a)  TKI  beraspirasi  positif memberi pendidikan lebih baik, aspirasi jangka panjang yakni menyiapkan biaya pendidikan, aspirasi jangka pendek agar kegiatan pendidikan lancar serta aspirasi realistik adanya harapan anak  bergelar  sarjana,  b)  Pasangan  TKI,  aspirasi  positifnya  anak  berpendidikan  tinggi, aspirasi  jangka  panjangnya  menyiapkan  kebutuhan  sekolah,  aspirasi  jangka  pendek  yaitu mengawasi kegiatan sekolah dan aspirasi realistiknya anak tidak menjadi TKI, c) Anak TKI beraspirasi  positif  meningkatkan  prestasi,  aspirasi  jangka  panjangnya  memiliki  cita-cita, aspirasi  jangka  pendeknya  menekuni  kegiatan  yang  diikuti  dan  aspirasi  realistiknya  ingin jenis  pekerjaan  idaman.  2)  Faktor  pendukung  dan  penghambat  aspirasi  pendidikan  secara latar belakang, personal dan lingkungan. a) TKI, faktor pendukung dari latar belakang status sosial  ekonomi  yaitu  adanya  biaya  dan  fasilitas.  Penghambatnya  struktur  keluarga  TKI terpisah dengan anak. Personal yakni sikap positif terhadap pendidikan dan lingkungan yaitu orang tua mendukung pendidikan anak namun hambatannya sibuk bekerja dan minim waktu. b) Pasangan TKI, faktor pendukung dari latar belakang  yakni biaya pendidikan anak mudah namun kasih sayang kurang.  Faktor personal  yaitu persepsi pendidikan baik dan lingkungan orang  tua  terlibat  pada  kegiatan  belajar  anak.  c)  Anak  TKI  latar  belakang  ekonomi keluarganya  baik  namun  rindu  orang  tua  dan  merasa  kurang  perhatian,  ingin  melanjutkan pendidikan secara personal dan motivasi dari lingkungan sekitar.Kata kunci: Aspirasi Pendidikan, Keluarga TKI
MAKNA PENDIDIKAN ANAK BAGI MASYARAKAT PETANI DI DESA MUNGGU KECAMATAN PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN Salma, Nurul
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 5 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i5.5315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna pendidikan anak bagi masyarakat petani di Desa Munggu Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Pada penelitian ini berfokuskan pada (1) makna pendidikan anak bagi masyarakat petani dan (2) peranan orang tua dalam pendidikan anak.       Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Subjek penelitian adalah Kepala Desa, Petani Sejati, Petani Buruh, Ibu Rumah Tangga, Anak Usia Sekolah yang masih menempuh pendidikan dan Anak Usia Sekolah yang sudah tidak menempuh pendidikan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik.       Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) masyarakat petani di Desa Munggu memaknai pendidikan secara umum adalah sesuatu yang penting dan wajib dilakukan. Masyarakat petani di Desa     Munggu memaknai pendidikan anak sebagai hal yang pentinge pol (artinya pendidikan untuk anak sebagai sesuatu yang sangat penting). Pendidikan yang wajib ditempuh anak-anak masyarakat petani di Desa Munggu adalah pendidikan formal dan pendidikan agama. Pondok Pesantren dijadikan sebagai pendidikan alternatif pilihan masyarakat petani di Desa Munggu ketika orang tua sudah tidak mampu memberikan pendidikan formal yang lebih tinggi kepada anak-anak mereka. 2) orang tua memiliki peranan yang penting dalam pendidikan anak di Desa Munggu. Peranan orang tua dalam pendidikan anak berupa dorongan moral, pembentuk kepribadian, dan fasilitator.Kata Kunci: pendidikan anak, masyarakat petani, orang tua

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 4 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 3 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 2 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 1 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 4 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 3 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 2 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 1 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 4 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 3 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 2 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 1 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 4 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 3 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 1 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 4 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 3 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 2 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 3 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 2 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 8, No 4 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 3 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 2 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 1 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 6 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 5 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 4 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 3 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 2 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 1 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 8 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 7 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 6 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 5 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 4 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 3 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 2 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 1 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 7 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 6 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 5 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 4 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 3 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 2 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 1 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 4, No 2 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 4, No 1 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan More Issue