cover
Contact Name
Ebni Sholikhah
Contact Email
ebnisholikhah@uny.ac.id
Phone
+6282220388720
Journal Mail Official
kebijakan_pendidikan@uny.ac.id
Editorial Address
Prodi Kebijakan Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Jln Colombo No 1, Karangmalang Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 2746007X     DOI : https://doi.org/10.21831/sakp.v10i2
Spectrum Analisis Kebijakan Pendidikan is an open access, and peer-reviewed journal. This journal focuses on publishing articles on student research results for undergraduate, postgraduate, and doctoral students. This journal is published every three months. The theme of this journal covers the results of research in the field of education and education policy.
Articles 314 Documents
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) di SDNEGERI BEKELAN, KULONPROGO Perdana, Saka
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 7 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i7.5341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengkaji lebih mendalam tentang implementasi kebijakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SD Negeri Bekelan, Kulonprogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek: Kepala sekolah dan guru SD Negeri Bekelan, Kulonprogo. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data melalui, pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan implementasi kebijakan dana bantuan operasional sekolah di SD Negeri Bekelan sudah sangat baik dan berjalan lancar. Dana dikelola dan digunakan sesuai dengan peraturan yang ada. Dana BOS digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa dan peneingkatan kompetensi guru. Dengan adanya dana BOS diharapkan tidak ada anak yang putus sekolah lagi dan dapat melanjutkan pendidikan minimal 9 tahun seperti yang telah diprogamkan oleh pemerintah.Kata kunci: implementasi kebijakan, dana BOS
PARTISIPASI SISWA DALAM IMPLEMENTASI PLH (PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP) di SMPN 7 YOGYAKARTA Laksana, Satya
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 5 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i5.10106

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang partisipasi siswa dalam implementasi PLH(Pendidikan Lingkungan Hidup) di SMPN 7 Yogyakarta. Mengidentifikasi faktor yang mendukung danmenghambat Implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di SMP N 7 Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa,guru dan kepala sekolah. Seting penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 7 Yogyakarta. Teknik pengumpulandata menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data,dan penyajian data. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) diamanatkan oleh BadanLingkungan Hidup (BLH). Partisipasi siswa dalam implementasi PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) diSMPN 7 Yogyakarta berada pada tangga tokeinisme, pada hierarki engagement. Pada 6 aspek menunjukkanbahwa pada yang sudah berjalan, badan pelaksana siswa, menularkan kepada teman temannya tentang PLH,sikap belum semuanya menyikapi tapi sudah lebih baik daripada sebelumhya, sumber daya fasilitas dari BLH,komunikasi sudah berjalan dan dibantu social media. Faktor pendukung yaitu kesadaran siswa dalam hidupbersih dalam kehidupan sehari-hari, dukungan dari sekolah yang memberikan reward kepada kelas yangterbersih agar memotivasi kelas lainnya untuk melakukan hal serupa, pemberian bantuan dari BadanLingkungan Hidup berupa, dukungan orang tua agar membawakan bekal kepada anaknya, dukungan sekolahmeskipun belum berjalan secara efektif. Lalu ditemukan juga bebrapa faktor penghambat yaitu, belummempunyai kesadaran agar berperilaku hidup bersih, pihak sekolah tidak mempunyai cadangan, kurangnyakomunikasi antara siswa dengan pihak sekolah.Kata Kunci: Partisipasi Siswa, Implementasi Kebijakan, PLH, Pendidikan Lingkungan Hidup
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF JENJANG SD SE-KOTA YOGYAKARTA Lubis, Efika Nurahmasari
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 2 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i2.5196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) proses dan hasil implementasi kebijakan penyelenggaraan pendidikan inklusif jenjang SD se-Kota Yogyakarta, yang dilihat dari Struktur Birokrasi, Komunikasi, Sumberdaya, Lingkungan Kebijakan, dan Karakteristik Masalah; (2) faktor pendukung dan faktor penghambat penyelenggaraan pendidikan inklusif jenjang SD se-Kota Yogyakarta; dan (3) pemanfaatan faktor pendukung dan solusi faktor penghambat penyelenggaraan pendidikan inklusif jenjang SD se-Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis dan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian berjumlah 17 Sekolah Dasar dan merupakan penelitian populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi dokumen. Uji validitas instrumen menggunakan pengujian validitas konstruk, yaitu pendapat dari ahli. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dalam bentuk tabulasi frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi kebijakan penyelenggaraan pendidikan inklusif jenjang SD se-Kota Yogyakarta, yaitu dilihat dari struktur birokrasi 12 sekolah (70,59%) memiliki program kerja dengan baik. Dilihat dari komunikasi, 10 sekolah (58,82%) menyediakan ‘quota’ bagi ABK dengan cukup baik dan 9 sekolah (52,94%) memberikan layanan tes psikologi dengan cukup baik. Dilihat dari sumberdaya, sekolah melakukan modifikasi yang disesuaikan kebutuhan ABK dalam aspek kurikulum cukup baik (41,18%), pembelajaran dengan kriteria kurang (29,41%), dan penilaian dengan baik (64,71%). Lingkungan Kebijakan terdiri dari bantuan dari orang tua murid, masyarakat, komite sekolah, dan Dinas Pendidikan dalam bentuk perhatian, kerjasama, motivasi, finansial, dan sosialisasi. Karakteristik Masalah, terdiri dari aspek masalah yang terkait dengan sarana prasarana, bahan ajar/buku, kurikulum, sistem pembelajaran, dan evaluasi. Aspek kendala berhubungan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif, seperti Kepala Sekolah, Guru, GPK, dan Orang tua murid. (2) Faktor pendukung terdiri dari adanya dukungan warga sekolah dan pihak luar sekolah dalam menyelenggarakan kebijakan penyelenggaraan pendidikan inklusif. Faktor penghambat diantarannya adalah Kepala Sekolah, Guru, dan Orang tua belum optimal dalam memahami konsep pendidikan inklusif, GPK kurang mencukupi, sarana prasarana dan bahan ajar/buku belum memadai, pemahaman modifikasi kurikulum, pembelajaran, dan evaluasi belum optimal. (3) Pemanfaatan faktor pendukung dijadikan untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan inklusif yang sesuai dengan kebijakan yang telah dirumuskan. Sedangkan solusi dari faktor penghambat yaitu dengan adanya rapat, sosialisasi, pelatihan, dan bantuan dari Dinas Pendidikan yang dapat memberikan perbaikan sekolah untuk selanjutnya. Kata kunci: Implementasi, Pendidikan Inklusif, Yogyakarta. 
PENDIDIKAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL PADA MASYARAKAT PENGRAJIN WAYANG DI DUSUN KARANGASEM WUKIRSARI IMOGIRI BANTUL Nugraheni, Galuh Retno
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 6 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i6.10117

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan pelestarian budaya lokal pada masyarakatpengrajin wayang di Dusun Karangasem-Wukirsari. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif.Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi teknik observasi (observation),wawancara (interview), dan dokumentasi (documentation). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitianini adalah analisa data kualitatif-naturalistik. Untuk menyajikan data tersebut agar lebih bermakna dan mudahdipahami, maka Miles dan Huberman membagi langkah analisis data menjadi tiga bagian yaitu: reduksi data (datareduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan dan verifikasi data (conclusions drawing andverifying).Dari hasil penelitian ini dapat dikrtahui bahwa latar belakang pendidikan pelestarian budaya lokalnyaberawal dari nenek moyangnya seorang Abdi Dalem Kraton Yogyakarta yang merupakan penduduk asliKarangasem yang kemudian disuruh membuat wayang oleh sang Raja, dan ternyata Abdi Dalem tersebut bisamelakukannya dengan hasil yang memuaskan. Proses pendidikan pelestarian budaya lokalnya melalui keluarga.Bentuk pendidikan pelestarian budaya lokalnya melalui bahasa Jawa dalam proses pembelajarannya dan senipertunjukan wayang dan gamelan. Upaya pendidikan pelestarian budaya lokalnya melalui pelatihan tatah sungging,pewarnaan dan pemasaran wayang di berbagai Sanggar Wayang yang ada di Dusun Karangasem. Faktorpendukungnya meliputi fasilitas sanggar, dukungan orangtua, generasi muda yang aktif berkegiatan, linkpemasaran, Sarana dan prasarana yang memadai, gazebo. Faktor penghambatnya yaitu masih banyak generasimuda yang terpengaruh budaya barat, sebagian kecil masyarakat memilih untuk tidak menekuni kerajinan wayang,dan masih ada masyarakat yang tidak mau untuk diberikan pelatihan di sanggar secara gratis.kata kunci : pelestarian, budaya lokal, wayang
PENDIDIKAN SADAR WISATA UNTUK MASYARAKAT DI SEKITAR OBYEK WISATA AIR TERJUN SRI GETUK DESA BLEBERAN PLAYEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL Restyanto, Arshad Reza
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 3 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i3.5216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan sadar wisata di masyarakat sekitar obyek wisata Air terjun Sri Getuk dan interaksi setiap komponen pendidikan sadar wisata itu sendiri dan beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam  pendidikan sadar wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  jenis deskrptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah kepala bagian pembangunan desa Bleberan, ketua Pokdarwis desa Bleberan, pengelola obyek wisata, masyarakat dan humas dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul dengan setting penelitian di desa Bleberan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknis analisis data yang digunakan adalah teknik analisis dari Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data, untuk keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.Hasil penellitian ini menunjukan : 1). Pendidikan sadar wisata untuk masyarakat sekitar obyek wisata Air terjun Sri Getuk bertujuan sebagai proses pembentukan kesadaran masyarakat dalam mengelola obyek wisata berlandaskan nilai sapta pesona dan lebih sadar tentang potensi dan peluang dari kegiatan pariwisata. 2). Komponen pendidikan sadar wisata yaitu : pendidik, peserta didik, tujuan pendidikan, metode pendidikan, sarana pendidikan, lingkungan pendidikan dan isi pendidikan. 3). Faktor pendukung dalam pendidikan sadar wisata adalah partisipasi dan dukungan dari masyarakat dan pihak swasta. 4). Faktor penghambat dalam pendidikan sadar wisata ialah kualitas sumber daya masyarakat dan kecemburuan sosial.Kata kunci : pendidikan sadar wisata, komponen pendidikan, masyarakat
KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA MUTU PADA SEKOLAH REGROUPING DI SD N UNGARAN 1 YOGYAKARTA Maharani, Nur Laila
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 3 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i3.9253

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses formulasi kebijakan pengembangan budayamutu yang pernah dilakukan oleh SD N Ungaran 1 Yogyakarta pasca regrouping. Pendekatan penelitianini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah SD N Ungaran 1 Yogyakarta. Teknikpengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Data dianalisis denganreduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasisumber dan teknik. Hasil penelitian adalah proses formulasi kebijakan dilakukan oleh Kepala Sekolah,guru, pegawai, Komite Sekolah, dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dalam 4 tahap yaitumerumuskan masalah, agenda kebijakan, alternatif kebijakan, dan penetapan kebijakan dengan membuatSurat Keputusan Kepala Sekolah tentang pengembangan budaya mutu sekolah, yaitu menyediakanfasilitas sekolah yang memadai, melaksanakan pendidikan lingkungan hidup, meningkatkan partisipasiorang tua, menciptakan pembelajaran berbasis budaya lokal (jogja), meningkatkan potensi non akademiksiswa, menciptakan suasana kerja yang kondusif, menciptakan keakraban siswa dan warga sekolah, sertameningkatkan kompetensi guru dan pegawai.Kata Kunci: kebijakan sekolah, formulasi kebijakan, budaya mutu, sekolah regrouping
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI) DI KELURAHAN GIRITIRTO, KECAMATAN WONOGIRI, KABUPATEN WONOGIRI SIWI, PRADHITYA IKA
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 4, No 1 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v4i1.1417

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bentuk partisipasi  masyarakat  dalam  implementasi Kebijakan  Rintisan  Sekolah  Bertaraf  Internasional  (RSBI),  faktor  pendukung  dan  penghambat  yang mempengaruhi  partisipasi  masyarakat,  serta  dampak  yang  dirasakan  masyarakat  pasca  pembubaran kebijakan  RSBI.  Penelitian ini  merupakan  penelitian  kualitatif  deskriptif.  Setting  penelitian  di Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Subjek penelitian ini adalah keluarga lapisan  sosial  atas,  menengah,  dan  bawah,  serta  didukung  data  dari  siswa  RSBI  dan  Bapak  Lurah. Teknik  pengumpulan  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  observasi,  wawancara  dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data (display data) dan  penarikan  kesimpulan.  Teknik  keabsahan  data  yang  digunakan  adalah  trianggulasi  data.  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa:  1) bentuk partisipasi  masyarakat Kelurahan  Giritirto,  Kecamatan Wonogiri,  Kabupaten  Wonogiri dalam  implementasi Kebijakan  RSBI meliputi  partisipasi  dalam pemilihan  sekolah,  partisipasi  dalam  program  sekolah,  partisipasi  dalam  pembiayaan  sekolah,  dan partisipasi  dalam  mengatasi  masalah  anak. Dalam  setiap bentuk partisipasi  masyarakat  diwujudkan dalam  bentuk  partisipasi  fisik  dan  non  fisik.  Bentuk  partisipasi  fisik  masyarakat  yaitu  berupa sumbangan  tenaga,  dana,  fasilitas,  dan  jasa.  Bentuk  partisipasi  non  fisik  masyarakat  yaitu  berupa sumbangan ide pemikiran, baik berupa masukan, saran, kritik maupun penolakan terhadap keputusan program  kegiatan  sekolah; 2)  Faktor  Pendukung  yaitu  adanya  keinginan  anak  untuk  belajar  dan bersekolah di sekolah RSBI, adanya pemberian bantuan bagi keluarga tidak mampu dan kemudahan dalam  mengangsur biaya,  adanya  harapan  yang  besar  orangtua  terhadap  anak,  adanya  kemampuan orangtua untuk memenuhi fasilitas yang dibutuhkan anak, adanya komunikasi yang baik dengan orang tua  sehingga  ada  waktu  pendampingan  belajar.  Faktor  Penghambat  khususnya  bagi  masyarakat lapisan atas berupa keterbatasan waktu bersama anak maupun dalam kegiatan rapat komite. Hambatan bagi keluarga lapisan bawah berupa keterbatasan biaya; 3) Dampak yang dirasakan masyarakat pasca pembubaran  kebijakan  RSBI  yaitu  masyarakat  tidak  merasakan  dampak  yang  ditimbulkan  pasca pembubaran Kebijakan RSBI. Masyarakat tetap menaruh kepercayaan pada sekolah eks-RSBI. Hal ini dapat  dibuktikan  masih  banyaknya  masyarakat  yang  mendaftarkan  anaknya  di  sekolah-sekolah  eks- RSBI.Kata kunci : partisipasi, masyarakat, implementasi Kebijakan RSBI
Profil Pendidikan Anak Usia Dini Pada Buruh Gendong Pasar Giwangan Yogyakarta Suryandari, Aryva
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 8 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i8.10309

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan anak usia dini pada buruh gendong diPasar Giwangan Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah buruhgendong Pasar Giwangan Yogyakarta dan anak-anak usia dini buruh gendong. Teknik pengumpulan datamenggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksidata, penyajian data dan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Buruh gendong memiliki peran ganda sebagai seorang ibusekaligus sebagai pencari nafkah. Hal ini terjadi karena tuntutan ekonomi yang semakin tinggi sementaraekonomi buruh gendong relatif rendah. 2) Pendidikan anak usia dini sangat dipengaruhi dengan peranorangtua, pada kehidupan buruh gendong di Pasar Giwangan ini, sangat minim sekali waktu yang dimilikioleh buruh gendong untuk mendampingi anak-anaknya dalam belajar dan dalam tumbuh kembang anak.Para buruh gendong jarang berada di rumah karena mereka menginap di wilayah Pasar sehingga tanggungjawab menjaga anak dilimpahkan kepada suami, nenek atau anak tertua dari buruh gendong. 3) Buruhgendong memiliki cara masing-masing untuk dapat tetap memantau anak-anaknya dirumah. Misalnya sajaIbu R yang sudah menggunakan handphone untuk tetap bisa memantau keadaan anak-anaknya dari jauh,kemudian ada Ibu T yang berusaha pulang 1 kali dalam seminggu karena Ibu T tidak memiliki alatkominikasi seperti Ibu R, maka Ibu T memilih untuk pulang lebih cepat yakni 1 kali dalam seminggu. Lainhalnya dengan Ibu Y, Ibu Y memilih untuk pulang setiap hari kerumah dengan berbagai pertimbangan, IbuY yang memiliki 2 anak ini tidak tega meninggalkan anak-anaknya yang masih berusia belia yakni 14 dan 3tahun. Ibu Y berangkat siang dan baru pulang subuh. Dirumahnya hanya tinggal neneknya yang sudah sakitsakitansehingga untuk tetap bisa bekerja maka Ibu Y memilih untuk “nglaju”.Kata kunci: Pendidikan, Pendidikan Anak Usia Dini, Buruh Gendong
PENDIDIKAN BERWAWASAN IMTAQ DI SMA N 1 PLERET Yuswardana, Farida
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 4 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i4.5244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan berwawasan Imtaq di SMA N 1 Pleret, dalam hal program dan pelaksanaannya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa SMA N 1 Pleret dan objek penelitian adalah pendidikan berwawasan Imtaq di SMA N 1 Pleret. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data pada penelitian ini menggunakan langkah penelitian menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menyimpulkan sebagai berikut: 1)Dasar pendidikan berwawasan Imtaq adalah UU nomor 2 tahun 1989 dan PP nomor 28 tahun 1990. 2) Program untuk pendidikan berwawasan Imtaq adalah penambahan jam pelajaran pendidikan agama, pemberantasan buta aksara Alquran, tadarus pagi, infak, praktik ceramah setelah zuhur, pengajian kelas, pesantren kilat, dan kegiatan ekstrakurikuler (hadrah, seni baca Alquran, nasyid). 3) Program-program tersebut dilaksanakan dengan mengintegrasikan ke dalam program intrakurikuler dan ekstrakurikuler. 4) Faktor pendukung pelaksanaan pendidikan berwawasan Imtaq di SMA N 1 Pleret yaitu partisipasi warga sekolah, pendidik yang berkompetensi, orang tua, dan masyarakat. Faktor penghambat ialah sarana dan prasarana, kurangnya guru di bidang agama khususnya agama Kristen, dan motivasi peserta didik. 5) Evaluasi program pendidikan berwawasan Imtaq dilakukan pada saat briefing pagi dan rapat.  Kata Kunci: pendidikan, berwawasan Imtaq, dan SMA N 1 Pleret
PENDIDIKAN KEMANDIRIAN SANTRI SEKOLAH DASAR DI PONDOK PESANTREN ASH-SHOLIHAH Nisa, Hastra Quroti Ayun
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 5 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i5.10097

Abstract

AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan mengenai pelaksanaan pendidikan kemandirian santri sekolah dasardi Pondok Pesantren Ash-Sholihah serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan cara observasi partisipant, wawancara, dandokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti yang dibantu dengan pedoman observasi, pedomanwawancara, dan pedoman dokumentasi. Analisis data menggunakan interactive model yang dikembangkanoleh Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Ujikeabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian menunjukanbahwa; Pendidikan Kemandirian di Pondok Pesantren Ash-Sholihah meliputi pendidikan kemandirianmerawat diri, pendidikan kemandiriaan merawat barang, dan kemandirian belajar. Pendidikan kemandiriandi Pondok Pesantren Ash-Sholihah melibatkan 5 unsur yaitu : a) Unsur tujuan; b) Unsur Pendidik; c) UnsurAnak; d) Unsur Metode; e) Unsur Lingkungan. Faktor Pendukung yaitu : 1) Lingkungan Pondok PesantrenAsh-Sholihah yang mandiri. 2) Santri yang tinggal bersama dalam satu lingkungan sehingga mudah dalampengawasan. 3) Sekolah yang menjadi satu dengan Pondok Pesantren. 4) Kerjasama dan kekeluargaan yangbaik antara pengurus, guru, pendamping, dan seluruh warga Pondok Pesantren. 5) Adanya keinginan daridiri santri sendiri untuk mandiri. 6) Orang tua yang sudah menjelaskan sebelum santri masuk PondokPesantren. Faktor penghambat antara lain : 1) Padatnya jadwal Pondok Pesantren sehingga saat di sekolahsantri kurang konsentrasi. 2) Adanya santri yang susah menyesuaikan diri dan susah diatur. 3) Pendampingkewalahan mengawasi santri. 4) Fasilitas yang seadanya dan terbatas. 5) Adanya jadwal sebulan sekaliketemu orang tua sehingga santri yang sudah terbiasa mandiri menjadi manja lagi.Kata kunci : Pendidikan Kemandirian, Santri Sekolah Dasar

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 4 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 3 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 2 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 1 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 4 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 3 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 2 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 1 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 4 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 3 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 2 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 1 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 4 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 3 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 1 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 4 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 3 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 2 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 3 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 2 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 8, No 4 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 3 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 2 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 1 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 6 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 5 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 4 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 3 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 2 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 1 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 8 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 7 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 6 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 5 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 4 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 3 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 2 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 1 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 7 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 6 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 5 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 4 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 3 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 2 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 1 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 4, No 2 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 4, No 1 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan More Issue