cover
Contact Name
Nurul Rochmah
Contact Email
nurul-rochmah@untag-sby.ac.id
Phone
+6285964020699
Journal Mail Official
jurnalextrapolasi@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru 45
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Extrapolasi
ISSN : 16938259     EISSN : 2721978X     DOI : https://doi.org/10.30996/ep.v20i02
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Extrapolasi is published by Department of Civil Engineering Faculty of Technology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The Extrapolasi editorial is very open in accepting articles related to : Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Management, Road and Bridge Engineering Earthquake Engineering, Geotechnical Engineering, Hydraulic Structures and Drainage Structural Engineering, Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 2 (2021)" : 7 Documents clear
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI PADA PERMEABILITAS BETON Irma, Tri Tini; Lubis, Zulfikar
EXTRAPOLASI Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/extrapolasi.v18i2.6016

Abstract

AbstrakBeton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air. Penerapan beton ini sebagai trotoar, lahan parkir, drainase lapangan dan taman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai permeabilitas pada beton saat ditambahkan abu sekam padi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium, dengan menambahkan bahan tambahan abu sekam padi sebagai campuran beton dengan varian tambahan 0%, 5%, 10%, dan 25%, dengan umur beton 28 hari. Benda uji yang digunakan pada masing-masing varian adalah 3 benda uji beton silinder berukuran 15x30 cm.Hasil percobaan menunjukkan nilai permeabilitas beton tembus air dengan varian0%, 5%, 10%, dan 25%, pada pengujian 28 hari berturut-turut 0,1685 mm/detik,0,1679 mm/detik, 0,1692 mm/detik. , 0,1676 mm / dtk. Hasil percobaan menunjukkan bahwa beton tembus air mencapai permeabilitas yang ditargetkan hanya pada varian 25%, dan penggunaannya direkomendasikan untuk perkerasan normal dan memenuhi syarat sebagai struktur ringan seperti trotoar, tempat parkir, lapangandan drainase taman.AbstractConcrete is a composite building material made from a combination of aggregate and cement binder. The most common form of concrete is Portland cement concrete, which consists of mineral aggregate (usually gravel and sand), cement and water. The application of this concrete as sidewalks, parking lots, field drainage and gardens. This study aims to determine the value of permeability in concrete when rice husk ash is added. The research was conducted using experimental methods in the laboratory, by adding additional material of rice husk ash as a concrete mixture with additional variants of 0%, 5%, 10%, and 25%, with a concrete age of 28 days. The specimens used in each variant were 3 cylindrical concrete specimens measuring 15x30 cm.The experimental results show the permeability of water-permeable concrete with variants of 0%, 5%, 10%, and 25%, on 28 consecutive days of testing 0.1685 mm/second, 0.1679 mm/second, 0.1692 mm/second . , 0.1676 mm/s. The experimental results show that the permeable concrete reaches the targeted permeability only at the 25% variant, and its use is recommended for normal pavements and qualifies as light structures such as sidewalks, parking lots, fields and garden drainage.
NILAI RASIO GESEK PERMUKAAN TANAH-GEOTEKSTIL Fitriansyah, Muhammad; Muzaidi, Irwandy; Anggraini, Elia
EXTRAPOLASI Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/extrapolasi.v18i2.6017

Abstract

AbstrakPemakaian geotekstil dalam konstruksi ada pertimbangan yang perlu di perhatikan, yaitu salah satunya jenis tanah yang akan di gunakan sebagai bahan urugan  pada permukaan geotekstil , karena peggunaan jenis geotekstil dan jenis tanah akan memberikan pengaruh trehadap gaya gesek permukaan tanah-geotekstil. Kontak permukaan tanah-geotekstil akan menghasilkan nilai rasio gesekan permukaan antara tanah dengan geotekstil yang disebut dengan gaya gesek interface (d). Nilai gesek interface sangat di pengaruhi oleh nilai sudut Gesek (f) dan kohesi (c) tanah. sedangkan geotekstil akan memberikan daya dukung gesekan permukaan tergantung dari jenis geotektil. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen skala labratorium. Dari hasil pengujian sifat fisis tanah, diketahui jenis tanah yang digunakan adalah tanah Gambut berjenis Hemic (gambut matang sedang) dan tanah lempung yang mengandung pasir (lempung berpasir). Berdasarkan dari hasil pengujian di laboratorium nilai sudut Gesek tanah lebih tinggi jika kondisi tidak terendam air dibandingkan dengan kondisi terendam air  AbstractThe use of geotextiles in construction has considerations that need to be considered, namely one of the types of soil that will be used as backfill material on the geotextile surface, because the use of geotextile types and soil types will have an influence on the frictional forces of the geotextile-soil surface. The contact of the soil-geotextile surface will produce a value of the surface friction ratio between the soil and the geotextile which is called the interface friction force (d). The interface friction value is strongly influenced by the friction angle (f) and soil cohesion (c) values. while geotextile will provide surface friction bearing capacity depending on the type of geotextile. The method used in this study is a laboratory scale experimental method. From the results of testing the physical properties of the soil, it is known that the type of soil used is Hemic peat soil (medium mature peat) and clay soil containing sand (sandy loam). Based on the results of testing in the laboratory, the value of the friction angle of the soil is higher if the condition is not submerged in water compared to the condition under water.
STUDI PERENCANAAN GEDUNG TINGKAT TINGGI DAN GEDUNG TINGKAT RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN BRESING KONSENTRIK Rochmah, Nurul; Beatrix, Michella; Sutriono, Bantot
EXTRAPOLASI Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/extrapolasi.v18i2.6019

Abstract

AbstrakKonstruksi Bangunan yang menggunakan material baja sangat cocok untuk daerah yang rawan gempa karena sifat baja yang daktail dan Letak geografis Indonesia berada di pertemuan lempeng benua dan lempeng samudera, menjadi salah satu penyebab frekuensi gempa di Indonesia tinggi sehingga permukaan tanah dan bangunan diatas tanah ikut bergetar dan timbul gaya-gaya pada struktur bangunan akibat dari adanya kecendrungan massa bangunan untuk bertahan dari gerakan, sehingga gempa bumi mempunyai kecendrungan menimbulkan gaya lateral pada struktur bangunan yang menyebabkan adanya suatu simpangan horizontal. Adanya suatu simpangan horizontal ini tidak boleh melebihi batas yang ada pada SNI 1726 2019 tentang besarnya simpangan ijin.Terlepas dari frekuensi gempa yang sering terjadi di Indonesia, tentu perlu untuk tetap membangun guna memenuhi kebutuhan akan gedung-gedung baik gedung tingkat tinggi maupun gedung tingkat rendah yang bisa tahan terhadap gempa. Salah satu yang bisa dilakukan sehingga bangunan gedung yang ada baik tingkat tinggi maupun tingkat  rendah aman terhadap gempa bumi yaitu dengan penambahan bresing tipe konsentrik pada suatu struktur bangunan. Sistem ini mempunyai sifat yang daktail tetapi juga bersifat kaku, dimana dalam penelitian ini bresing diletakkan secara konsentris terhadap hubungan balok-kolom.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan simpangan gedung bertingkat Tinggi dan bertingkat rendah yang menggunakan bresing konsentrik. Berdasarkan hasil simpangan yang diperoleh simpangan pada gedung bertingkat rendah lebih kecil dibanding bertingkat tinggi. Simpangan  yang diperoleh dari gedung bertingkat rendah yaitu Simpangan Konsentrik arah X, Y rerata berturut-turut 13,53 mm dan 13,11 mm. Sedangkan Simpangan  yang diperoleh dari gedung bertingkat tinggi yaitu Simpangan Konsentrik arah X, Y rerata berturut-turut 15,47 mm dan 16,87 mm.Abstract  Construction of buildings using steel materials is very suitable for earthquake-prone areas because of the ductile nature of steel and Indonesia's geographical location is at the confluence of the continental plate and oceanic plate, which is one of the causes of the high frequency of earthquakes in Indonesia so that the ground surface and buildings on the ground also vibrate and Forces arise in the building structure as a result of the tendency of the building mass to withstand movement, so that earthquakes have a tendency to cause lateral forces on the building structure which cause a horizontal displacement. The existence of this horizontal deviation must not exceed the limit in SNI 1726 2019 regarding the amount of permit displacemenet.Regardless of the frequency of earthquakes that often occur in Indonesia, of course it is necessary to continue to build to meet the need for buildings, both high-rise buildings and low-rise buildings that can withstand earthquakes. One thing that can be done so that the existing high-level and low-level buildings are safe against earthquakes, namely by adding concentric type braces to a building structure. This system has a ductile but also rigid nature, where in this study the braces are placed concentrically to the beam-column relationship.This study aims to determine the ratio of the displacement of high-rise and low-rise buildings using concentric braces. Based on the displacement results obtained, the displacement in low-rise buildings is smaller than in high-rise buildings. The displacements obtained from low-rise buildings are Concentric displacements in the X, Y directions with an average of 13.53 mm and 13.11 mm, respectively. Meanwhile, the d displacements obtained from high-rise buildings are Concentric displacements in the X, Y directions, with an average of 15.47 mm and 16.87 mm, respectively.
STUDI KOMPARASI PENGARUH GEMPA TERHADAP GEDUNG BETON BERTULANG BERDASARKAN SNI 03-1726-2012 DAN SNI 03-1726-2019 Sarya, Gede; Trimurtiningrum, Retno; Hartatik, Nurani; Rochman, Ahmad Ainur
EXTRAPOLASI Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/extrapolasi.v18i2.6020

Abstract

AbstrakPerencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa sangat penting di Indonesia, mengingat sebagian besar wilayahnya terletak dalam wilayah gempa dengan intensitas moderat hingga tinggi. SNI gempa telah mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu. Semenjak diterbitkannya peraturan gempa Indonesia SNI 03-1726-2012, Indonesia telah mengalami beberapa kejadian gempa yang amat besar antara lain seperti gempa Mentawai pada tahun 2016 dengan kekuatan 7,8 magnitudo, gempa Lombok 2018 dengan kekuatan 7,0 magnitudo, gempa Palu 2018 dengan kekuatan 7,4 Magnitudo, dan gempa-gempa lainnya, sehingga standar peraturan gempa di Indonesia mengalami pembaharuan menjadi SNI 03-1726-2019. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh gaya gempa berdasarkan peraturan SNI 03-1726-2012 dan SNI 03-1726-2019 dengan meninjau besar gaya geser dasar, simpangan dan simpangan antar lantai. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbandingan gaya geser dasar yang terjadi adalah sebesar 47% untuk arah Y dan 69% untuk arah X, perbandingan simpangan maksimum yang terjadi sebesar 1.17% untuk arah X dan 0.92% untuk arah Y, serta peningkatan simpangan antar lantai maksimum terjadi sebesar 0.6-1.2%. AbstractThe design of earthquake resistant building structure is very important in Indonesia, considering that most of the area is located in eartquakes areas with moderate to high intensity. Indonesian Code for earthquake has undergone many changes from time to time. Since Indonesian earthquake code SNI 03-1726-2013 has been published, Indonesia has experienced several large earthquakes, such as Mentawai eatchquake with magnitude of 7.8 in 2016, Lombok earthquake with magnitude of 7.0 in 2018, Palu earhquake with magnitude of 7.0 and 7.4 in 2018 and others, so that the earthquake code in Indonesia has been updated to SNI 03-1726-2019. This study aims to determine the effect of earthquake load based on SNI 03-1726-2019 and SNI 03-1726-2012 by observing the base-shear forces, drift and story drift. The result show that the differences of base shear forces are 47% for Y direction and 69% for X-direction, the maximum drift differences are 1.17% for X direction and 0.92% for Y direction, the increase percentage of story drift is 0.6-1.2%.
ANALISIS PENILAIAN KONDISI KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX DAN PAVEMENT CONDITION INDEX PADA RUAS JALAN PANGLIMA SUDIRMAN KABUPATEN TUBAN Prasetyo, Yudi Dwi; Isradi, Muhammad; Hartatik, Nurani
EXTRAPOLASI Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/extrapolasi.v18i2.6021

Abstract

AbstrakPenilaian kondisi jalan perlu dilakukan secara periodic baik untuk untuk bangunan strukturalnya ataupun bangunan pelengkap jalannya. Penelitian ini dilakukan di Jalan Nasional Bulu - Tuban - Sadang pada ruas Jalan panglima Sudirman yang berada di wilayah perkotaan Kabupaten Tuban dengan panjang jalan 3,248 km.  Pada beberapa bagian jalannya sudah banyak mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan menurunnya kenyamanan berkendaraan. Penelitian ini untuk mengetahui nilai IRI dan PCI yang akan digunakan untuk jenis penanganan yang tepat. Berdasarkan hasil survei dan analisis diperoleh nilai IRI sebesar 4,90 dan nilai PCI  sebesar 67,65. Hasil kedua metode tersebut diperoleh kondisi yang berbeda, hal ini sangatlah mungkin terjadi. Secara umum dari hasil yang diperoleh adalah kondisi sedang berdasarkan prosentase nilai tertinggi. Sehingga jenis penanganan yang tepat adalah pemeliharaan rutin dan preventative untuk kondisi jalan baik atau sedang, sedangkan rehabilitasi minor untuk kondisi jalan rusak ringan.AbstractThe evaluation on road condition in needed periodically for both structural building or complementary building. This research was applied on Jalan Nasional Bulu – Tuban - Sadang especially on Jalan Pangliman Sudirman which is located in city area Kabupaten Tuban (Length 3,248 km). Crack road occurred on some locations affected to road safety. This research was conducted  to evaluate the value of IRI and PCI which will be used to get the right solvents. Based on the survey and analysis, IRI value was found on 4.90 and PCI values was 67.65. Both obtained result were commonly happened. Generally, the highest percentage condition are obtained. Therefore, the right action was routine maintenance and prevention for good and midle condition, which minor rehabilitation was preferred for unheavy road crack
PENILAIAN KETIDAKRATAAN JALAN DENGAN ALAT UKUR NAASRA PADA RUAS JALAN BULU – BATAS KOTA TUBAN, KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR Prasetyo, Yudi Dwi; Sukamta, Christanto Yudha Saputra; Maria CA, Theresia
EXTRAPOLASI Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/extrapolasi.v18i2.6022

Abstract

AbstrakTingkat ketidakrataan jalan merupakan parameter awal yang biasa digunakan untuk mengukur kondisi jalan. Alat dan metode yang digunakan adalah alat NAASRA  atau biasa disebut dengan Roughometer NAASRA. Penggunaan metode dan alat ini berdasarkan SNI 03-3426-1994 untuk mendapatkan keseragaman dalam memperoleh nilai kerataan permukaan perkerasan jalan yang digunakan sebagai salah satu masukan dalam pemyusunan rencana dan program pembinaan jaringan jalan. Dari hasil pengukuran nilai IRI pada ruas jalan Bulu – Batas Kota Tuban, Kabupaten Tuban diperoleh 46,73% jalan dalam kondisi baik, 52,12% jalan dalam kondisi sedang dan 1,15% jalan dalam kondisi rusak ringan. Sehingga jenis penangan yang dilakukan pada ruas jalan tersebut adalah pemeliharaan rutin untuk kondisi jalan baik dan sedang sepanjang 42,943 km dan rehabilitasi mayor dan minir sepanjang 0,500 km.AbstractThe initial parameter commonly used to measure road conditions is the level of road unevenness. The tools and methods that used are NAASRA tools or commonly referred to as NAASRA Roughometers. The use of this method and tool was based on SNI 03-3426-1994 to acquire uniformity in obtaining the value of the surface flatness of the road pavement that used as one of the inputs in the preparation of plans and road network development programs. From the results of the measurement of the IRI value on the Bulu - Tuban City boundary road, Tuban Regency, it was found that 46.73% of the road was in good condition, 52.12% of the road was in moderate condition and 1.15% of the road was in a lightly damaged condition. So that the types of handling carried out on these roads were routine maintenance for good and moderate road conditions along 42,943 km and major and minor rehabilitation along 0.500 km
PERENCANAAN POLA TANAM PADA JARINGAN IRIGASI GANGSIRAN KABUPATEN JOMBANG Saves, Faradlillah; Widhiarto, Herry; Fatmawati, Laily Endah
EXTRAPOLASI Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/extrapolasi.v18i2.6023

Abstract

AbstrakKondisi musim di Kabupaten jombang yaitu musim hujan dan kemarau membuat ketersediaan air didaerah tersebut tidak merata. Hal ini tentu diperlukan perencanaan pola tata tanam yang tepat pada jaringan irigasi gangsiran Desa Tebel Kecamatan Bareng agar terjadi kestabilan antara ketersediaan dan kebutuhan. Untuk mengetahui curah hujan rata-rata menggunakan metode rata-rata aljabar dengan data curah hujan 10 tahun yaitu 2009 - 2018, lalu untuk mengetahui evapotranspirasi dihitung menggunakan metode penman dan perhitungan debit andalan diperoleh dengan menggunakan metode FJ. Mock. Dari hasil analisis pada daerah irigasi desa Tebel diperoleh nilai debit andalan sebesar 0,017 m³/detik.Berdasarkan debit andalan tersebut diperoleh nilai NFR sebesar 88,29 mm/hari dengan perencanaan pola tata tanam padi-padi-palawija.AbstractSeasonal conditions in Jombang Regency, namely the rainy and dry seasons make the availability of water in the area uneven. This certainly requires planning the right cropping pattern on the gangsiran irrigation network in Tebel Village, Bareng District so that there is stability between availability and demand. To find out the average rainfall using the algebraic average method with rainfall data for 10 years, namely 2009 - 2018, then to find out evapotranspiration is calculated using the Penman method and the reliable discharge calculation is obtained using the FJ method. mock. From the analysis results in the irrigation area of Tebel village, the mainstay discharge value is 0.017 m³/second

Page 1 of 1 | Total Record : 7