PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL
Professional health journal is an open access journal with a wide range (Scope) of fields of nursing including basic research in nursing, management nursing, emergencies, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, maternity nursing, child nursing, nursing care , community nursing, family nursing education nursing, complementary, alternative medicine (CAM) in nursing, midwifery, medicine, and pharmacist
Articles
938 Documents
EFEKTIVITAS FOTOTERAPI DAN SINAR MATAHARI TERHADAP KADAR BILIRUBIN PADA NEONATUS
Sri Dinengsih;
Arima Chairunnisa
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/phj.v5i2.666
Latar Belakang :Hiperbilirubin merupakan suatu keadaan yang sering terjadi pada neonatus. Ikterus merupakan gambaran klinis berupa pewarnaan kuning pada kulit dan mukosa karena unconjugated bilirubin yang tinggi. Tingginya kasus ikterus neonatorum yang dirawat di rumah sakit kartinidengan persentase (15,09%) menyebabkan perlunya penanganan yang lebih intensif untuk menurunkan kadar bilirubin pada neonates.Tujuan: Untuk mengetahui Efektivitas fototerapi dan sinar matahari terhadap penurunan kadar bilirubin derajat III pada neonatus di Rumah Sakit Kartini Jakarta Tahun 2020. Metodologi :Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan melakukan pretest sebelum dan posttest setelah diberikan perlakuan.Populasinya yaitu neonatus dipoli anak RS Kartini Jakarta tahun 2020 pada bulan Januari sebanyak 30 neonatus. Pengambilan sampel menggunakan teknik qouta sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel semuanya sebanyak 30 neonatus dengan nilai kadar bilirubin >11 mg/dl. Sampel dalam penelitian ini yaitu 15 neonatus dilakukan fototerapi dan 15 neonatus dilakukan terapi sinar matahari. Hasil : Bahwa rata-rata kadar bilirubin pada kelompok intervensi fototerapi dari 13,107 turun sebesar 3,2 menjadi 9,900. Sedangkan kelompok intervensi terapi sinar matahari dari 12,213 turun sebesar 0,74 menjadi 11,473. Kesimpulan:Bahwa teknik fototerapi lebih efektif jika dibandingkan sinar matahari terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi. Saran :Diharapkan rumah sakit dapat memberikan pendidikan kesehatan yang diberikan kepada orang tua bayi baru lahir untuk mengetahui ciri-ciri bayi hiperbilirubin. Serta memberikan bimbingan kepada ibu tentang cara pencegahan atau meminimalisir kejadian ikterik pada bayi baru lahir
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu
Sri Dinengsih;
Riznawati Agusty
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/phj.v5i2.667
Kabupaten Garut pada tahun 2018 cakupan kunjungan balita ke posyandu hanya mencapai 48.446 dari 132.739 atau hanya mencapai 36,5% dari target yang ditetapkan yaitu 80%. Desa Sukasenang pada tahun 2018 jumlah sasaran balita sebanyak 2.333 yang datang ke posyandu sebanyak 373 atau hanya mencapai 16% dari target yang ditentukan yaitu 80%, artinya terdapat kesenjangan sebesar 64% Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kunjungan ibu balita ke posyandu di Desa Sukasenang Wilayah Kerja Puskesmas Sukasenang Kabupaten Garut Tahun 2019. Metodologi: penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita sebanyak 411 orang dan pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan model pertanyaan tertutup dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis menggunakan uji chi-square. Terdapat hubungan antara motivasi dengan nilai p-value 0,016, dukungan petugas kesehatan dengan nilai p-value 0,002 dan dukungan keluarga dengan nilai p-value 0,003 dengan perilaku kunjungan ibu balita ke posyandu. Ada hubungan antara motivasi tinggi, dukungan petugas kesehatan yang baik dan dukungan keluarga yang baik dengan perilaku kunjungan ibu balita ke posyandu. Diharapkan pihak puskesmas meningkatkan pelayanan di posyandu sebagai bentuk dukungan nyata kepada ibu balita.
The HUBUNGAN KOMPENSASI DAN PENGETAHUAN KADER DENGAN KEAKTIFAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU SIAGA MATERNAL PERINATAL
Elis Megalia;
Sri Dinengsih
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/phj.v5i2.668
Latar Beakang: Berdasarkan evaluasi Sustainable Development Goal’s (SDG’s) pada tahun 2015 angka kematian ibu di Indonesia mencapai 305/100.000 KH sedangkan angka kematian neonatal pada tahun 2017 mencapai 15/1000 KH. Salah satu upaya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi adalah dengan melakukan pemeliharaan kesehatannya. Mendasari permasalahan dalam bidang kesehatan, berbagai upaya telah di lakukan pemerintah, termasuk dengan penyelenggaraan posyandu, sebagai organisasi kesehatan yang melayani layanan kesehatan di tengah masyarakat. Posyandu dengan konsep siaga maternal dan perinatal mefokuskan pada layanan kesehatan ibu dan anak. Khususnya pada layanan pemeriksaan kehamilan dan persalinan.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kompensasi dan pengetahuan kader dengan keaktifan dalam pelaksanaan posyandu siaga maternal perinatal di Desa Mekarsari Kabupaten Garut tahun 2019. Metodologi: penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu seluruh kader posyandu di Desa Mekarsari Kabupaten Garut sebanyak 35 orang. Instrument yang digunakan berupa kuesioner dengan model pertanyaan tertutup. Kuesioner ini telah di uji validitas dan reliabilitas dengan hasil uji dinyatakan valid dan reliabel dengan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa terdapat hubungan anatar variabel pengetahuan dengan niali p-value sebesar 0,009 dan variabel kompensasi dengan nilai p-value sebesar 0,003 terhadap Keaktifan dalam pelaksanaan posyandu siaga maternal perinatal. Kesimpulan dan saran: bahwa terdapat hubungan kompensasi dan pengetahuan kader dengan keaktifan dalam pelaksanaan posyandu siaga maternal perinatal. Diharapkan masyarakat khususnya ketua PKK agar terlibat dalam pengajuan anggaran dana desa pada waktu musrembangdes untuk pengajuan insentif atau kompensasi bagi kader sehingga kesejahteraannya meningkat
HUBUNGAN PERAN KADER DAN PERAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMANFAATAN KELAS IBU HAMIL
Sri Dinengsih;
Nia Dewi Kania
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/phj.v5i2.669
Latar Beakang: Kabupaten Garut tahun 2018 jumlah kelas ibu hamil 1939 dari 67 puskesmas, jumlah peserta sebanyak 49.677 (79,5%) orang dari sasaran 62.514 dan jumlah fasilitator sebanyak 825 orang. Puskesmas Malangbong tahun 2017 jumlah kelas ibu hamil sebanyak 51 kelas, jumlah peserta sebanyak 234 dari sasaran 1447 orang dengan jumlah fasilitator sebanyak 11 orang. Sedangkan pada tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 56 kelas, jumlah peserta sebanyak 451 dari sasaran 1624 orang dengan jumlah fasilitator sebanyak 11, namun hal ini baru mencapai 27,8% dan masih dibawah target yaitu sebanyak 100%.Tujuan; untuk mengetahui hubungan peran kader dan peran suami dengan perilaku pemanfaatan kelas ibu hamil di Desa Cisitu Wilayah Kerja Puskesmas Malangbong Kabupaten Garut tahun 2019. Metodologi: penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang hamil sebanyak 46 orang pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner dengan model pertanyaan tertutup dan telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data bersifat univariat dan bivariat. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: bahwa terdapat hubungan antara peran kader dengan niali p-value sebesar 0,013 dengan perilaku pemanfaatan kelas ibu hamil sedangkan peran suami tidak berhubungan dengan nilai p-value sebesar 0,503.Simpulan dan saran: bahwa peran kader memiliki hubungan dengan perilaku pemanfaatan kelas ibu hamil. Diharapkan petugas kesehatan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dalam pemanfaatan kelas ibu hamil supaya ibu lebih mengetahui manfaatnya sehingga ibu lebih termotivasi
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI
Dila Gunarti;
Sri Dinengsih
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/phj.v5i2.670
Latar Beakang: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada bayi merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. PMT pada bayi di Kabupaten Garut tahun 2016 dengan sasaran 69.662 orang yang diberikan PMT dini sebanyak 66,72%, PMT pada bayi adalah pemberian makanan atau minuman yang mengandung zat gizi pada bayi uisa 6-12 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi setelah pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Tujuan; untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian makanan tambahan pada bayi di Desa Mulyajaya Kabupaten Garut tahun 2019. Metodologi: dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu yang memiliki bayi usia lebih dari 6 bulan sampai 11 bulan sebanyak 124 orang, teknik sampel menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data bersifat univariat yaitu mendeskripsikan karakteristik setiap variable dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara independent dengan variabel dependen. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan dengan niali p-value 0,000, peran bidan dengan nilai p-value 0,023, motivasi dengan nilai p-value 0,000 dan dukungan keluarga dengan nilai p-value 0,024 terhadap PMT pada bayi. Kesimpulan dan saran: bahwa ada hubungan antara pengetahuan, peran bidan, dukungan keluarga dan motivasi dengan PMT pada bayi. Diharapkan puskesmas lebih giat lagi memberikan PMT penyuluhan dalam kegiatan pelaksanaan posyandu dengan melibatkan ibu bayi sehingga pengalaman tersebut dapat meningkatkan motivasi ibu untuk mempraktekkan dan memberikan PMT
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KONSEP DIRI PADA PASIEN REMAJA YANG MENERIMA KEMOTERAPI DI RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG
Reza Andi Adma Wijaya;
Reny Tri Febriani;
Puguh Raharjo
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 4 No 2sp (2023): Special Issue June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/phj.v4i2sp.672
Cancer can attack anyone, including teenagers. Cancer treatment in adolescents will go through a series of chemotherapy treatment processes. Adolescent patients who receive chemotherapy are at risk of experiencing side effects both physically and psychologically which are feared to affect their self-concept. One thing that influences teenagers' self-concept is family support. The design of this research is an observational analytical method with a cross sectional approach which aims to analyze the relationship between two variables at one time, namely the relationship between family support and self-concept in adolescents receiving chemotherapy. The sampling technique used was total sampling, namely all teenage patients who received chemotherapy at RSUD Dr Saiful Anwar, Malang as the sample. The research instruments were a family support questionnaire and a self-concept questionnaire which were filled in by adolescent patients. The research results showed that the majority of teenage patient respondents received high family support, namely 37 respondents (66.1%), and it was found that almost all respondents had a high self-concept, namely 50 respondents (89.3%). Based on the Pearson statistical test, it shows an r value of 0.608 (p value <0.05), so the results of this research show that there is a positive and strong relationship, the higher the family support, the higher the patient's self-concept. Therefore, families must be involved in providing support during chemotherapy with the hope that teenagers' self-concept will improve, they will have high self-confidence so that it will also have a positive impact during treatment.
Pengaruh Endorphin Massage Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Menyusui
Ana Rofika
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.676
Pendahuluan: World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) merekomendasikan pemberian nutrisi yang optimal bagi bayi baru lahir melalui strategi global pemberian ASI eksklusif selama enam bulan. Tidak semua ibu post partum langsung mengeluarkan ASI karena pengeluaran ASI merupakan suatu interaksi yang sangat komplek antara rangsangan mekanik, saraf dan bermacam-macam hormon yang berpengaruh terhadap pengeluaran oksitosin. Penurunan produksi ASI pada hari – hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang sangat berperan dalam kelancaran ASI, sehingga menyebabkan ASI tidak segera keluar setelah melahirkan. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh pijat endorphin terhadap kelancaran ASI pada ibu menyusui di desa sinomwidodo. Jenis penelitian ini menggunakan metode pre-experimental, dengan desain yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design. Penelitian ini terdiri dari 1 kelompok perlakuan yaitu kelompok pijat endorphin. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 ibu nifas di Desa Sinomwidodo. Adapun untuk teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden. Hasil: Dapat disimpulkan berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan nilai sig = 0,001 <0,05 sehingga terdapat pengaruh yang signifikan endorphin massage terhadap kelancaran ASI pada ibu menyusui. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi profesi bidan dalam upaya meningkatkan pelayanan tambahan pada masa nifas serta sebagai treatment untuk mengatasi masalah kelancaran ASI pada masa nifas. Kata Kunci: Ibu menyusui, Pijat endorphin, Kelancaran ASI.
Intervensi Keperawatan Berbasis Komplementer Pada Pasien yang Mengalami Nyeri Asam Urat: Studi Kasus
Reza Indra Wiguna;
Lidya Wardani;
Aoladul Muqarrobin
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.677
Prevalensi asam urat di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 11,9%, di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kejadian asam urat cukup tinggi hingga mencapai 30% jauh melebihi prevalensi nasional. Sedangkan di kabupaten Lombok Timur kejadian asam urat sebanyak 30,046 orang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan analisis deskriptif, lokasi penelitian studi kasus di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Haji Desa Kertasari Kabupaten Lombok Timur, NTB. Responden yang dilibatkan ditentukan berdasarkan kriteria purposive sampling, dengan melibatkan 5 responden. Intervensi keperawatan berbasis komplementer terdiri dari kompres hangat dan aromaterapi lavender dilakukan selama 3 hari dengan durasi 20 menit setiap harinya. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa sebelum diberikan kompres hangat dan aromaterapi lavender sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (4-6) sebanyak 4 responden (80%) dan sebagian kecil mengalami nyeri berat (7-10) sebanyak 1 responden (20%), kemudian mayoritas skala nyeri setelah diberikan intervensi yaitu skala nyeri ringan sebanyak 4 responden (80%). Studi kasus ini berfokus pada penerapan evidence based nursing practice (EBNP) berupa terapi komplementer kompres hangat dan aromaterapi lavender pada penderita asam urat dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan skala nyeri penderita asam urat setelah diberikan kompres hangat dan aromaterapi lavender.
Hubungan Ketepatan Triase Dengan Keberharhasilan Penatalaksanaan Tindakan Keperawatan Kegawatdaruratan Ruang IGD Di Rumah Sakit Daerah Tulungagung
Manggar Purwacaraka;
Rio Ady Erwansyah;
Shulhan Arief Hidayat;
Farida Farida
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/phj.v5i2.681
Emergency is a critical situation that requires prompt action to save lives. Triage in the Emergency Department (ED) is a crucial step in managing patients with emergency conditions. Emergency nurses must possess triage skills both in the pre-hospital phase and within the hospital setting. The success of patient management in the hospital significantly depends on the accuracy of triage implementation. This research aims to determine the relationship between triage accuracy and the success of emergency nursing care management in the ED of Tulungagung Regional Hospital. The study employs a correlational analytic quantitative approach with a cross-sectional design, involving a sample of 52 nurses from both Type B and Type C Hospitals in Tulungagung. Data are analyzed through univariate and bivariate analyses using the Chi-Square Test. The results indicate that out of the total respondents (52 individuals), 38 (73.1%) successfully conducted accurate triage, and 42 (80.8%) succeeded in emergency care management. The statistical test results yield a p-value of 0.000 (Pvalue> 0.05), concluding that there is a significant relationship between triage accuracy and the success of emergency nursing care management in the ED of Tulungagung Regional Hospital. The precision of triage by nurses directly impacts the effectiveness of emergency care management
Perbandingan Efektifitas Aktivator Mol Air Nasi Basi Dan Mol Ragi Dalam Pembuatan Kompos Dari Sampah Organik Dengan Metode Takakura
La Ode Tasrun;
Ririn Teguh Ardiansyah;
Bromo Kusuma Achmad
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 4 No 2sp (2023): Special Issue June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abtract Organic waste is an environmental pollution problem that requires the most dominant treatment. Due to the lack of organic waste treatment to change its shape into something beneficial, organic wastes processing becomes compost by adding local microorganisms to the takakura method.The problem with the study is whether the water distribution of stale rice and yeast moles in a dose of 30 ml [10 ml], 40 ml [12 ml] and 50 ml (each of the same doses) is effective in organic garbage treatment to make up the purpose of the study to know the dosage of stale rice and yeat-grown yeast lags in organic waste processing become compos. The design of this research is a preexperimental one by giving two different activators at organic litter with mol actuators of stale rice and yeast mole in the organic garbage treatment into composing. Using univariable data analysis. Research indicates that the yeast mole activation by a dose of 30 ml [12 ml], 40 ml. And 50 ml [5 ml] has a faster and more efficient time for producing organic waste than the actual dose of stale rice mole release. It was determined that the more microorganisms contained in the material of mole activation that was used, the faster it would take to become organic compost. It is recommended to the public to make good use of organic garbage by using the natural ingredients of yeast and rice-based local microorganisms in the pumping process.