Articles
186 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI AKADEMIK DENGAN PERILAKU MENYONTEK PADA SISWA
Tenriumputakbir, Andi Baso;
Aspin, Aspin;
Herik, Eva
Jurnal Sublimapsi Vol 1, No 3 (2020): September
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v1i3.14292
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri akademik dengan perilaku menyontek pada siswa kelas VIII SMPN 10 Kendari. Masalah dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 10 Kendari pernah melakukan perilaku menyontek pada saat ulangan. Subjek penelitian ini berjumlah 102 orang dari kelas VIII. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala konsep diri akademik dari Khafiya yang dimodifikasi oleh peneliti dan juga skala perilaku menyontek dari Sah yang dimodifikasi oleh peneliti. Metode analisis data mengunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi korelasi sebesar 0,000 dan korelasi pearsonsebesar -0,420. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri akademik dengan perilaku menyontek pada siswa kelas VIII SMPN 10 Kendari.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 KENDARI
ashar, dinul sarjana;
Aspin, Aspin Aspin;
Herik, Eva Herik Eva
Jurnal Sublimapsi Vol 1, No 3 (2020): September
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v1i3.13892
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Kendari. Subjek penelitian ini  berjumlah 80 orang dari kelas VIII. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling.Pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosional dan kemandirian belajar dari Dalimunthe yang diadaptasi oleh peneliti. Metode analisis data mengunakan uji analisis regresi sederhana. Hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi korelasi sebesar 0,000 dan R Squere sebesar 0,442. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan emosional terhadap kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Kendari.
Motivasi Mahasiswa Tingkat Akhir dengan Kecemasan Mendapatkan Pekerjaan
Pambudhi, Yuliastri Ambar;
Suarni, Waode;
Alirudin, Alirudin
Jurnal Sublimapsi Vol 2, No 1 (2021): Januari
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v2i1.14696
Kecemasan mendapatkan pekerjaan merupakan respon terhadap situasi tertentu yang ditandai dengan perasaan yang tidak menyenangkan karena banyaknya persaingan Jurusan untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini dapat memberikan dampak kurangnya motivasi menyelesaikan studi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara motivasi menyelesaikan studi dengan kecemasan mendapatkan pekerjaan pada mahasiswa tingkat akhir Jurusan Antropologi Universitas Halu Oleo. Subjek penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa tingkat akhir dijurusan Antropologi yang berjumlah 60 orang dari angkatan 2014-2016 jenis kelamin laki-laki dan perempuan umur 21-26 tahun. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa diukur dengan menggunakan skala motivasi dan kecemasan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Berdasarkan data penelitian maka disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini tidak diterima. Dari hasil analisis data yang ditemukan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,144 yang artinya tidak ada hubungan antara motivasi menyelesaikan studi dengan kecemasan mendapatkan pekerjaan pada mahasiswa Jurusan Antropologi Universitas Halu Oleo. Analisis deskriptif juga menjelaskan bahwa motivasi menyelesaikan studi dan juga kecemasan mendapatkan pekerjaan paling banyak dialami kategori sedang.
Regulasi Emosi dan Kecenderungan Post Power Syndrome
Pusvitasari, Inne;
Bahar, Hartati;
Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v2i2.13588
Setelah memasuki masa pensiun, guru akan mengalami berbagai guncangan psikologis. Hal tersebut akan mempengaruhi terjadinya kecenderungan sindrom pasca kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara regulasi emosi dengan kecenderungan post power syndrome pada guru menjelang pensiun di kota Kendari. Populasi dalam penelitian ini adalah guru PNS dengan masa kerja terlama 1 tahun yang berjumlah 104 guru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 guru. Rumus Slovin digunakan untuk teknik pengambilan sampel. Pengumpulan data menggunakan skala regulasi emosi yang disusun oleh peneliti dan skala kecenderungan post power syndrome yang merupakan skala adaptasi. Metode analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi korelasi (Ï) sebesar 0,005 dan korelasi pearson yang sebesar -0,359. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara regulasi emosi dan kecenderungan post power syndrome pada guru menjelang pensiun di kota Kendari.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Motivasi Kinerja Guru
Maghribi, Janur Aryanti;
Aspin, Aspin;
Sunarjo, Ida Sriwaty
Jurnal Sublimapsi Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v2i2.16708
Guru merupakan figur manusia yang memegang peran 99% dalam pendidikan. Disaat kebanyakan orang mempermasalhkan tentang pendidikan, sosok guru pasti terlibat dalam pembicaraan tersebut apalagi menyangkut persoalan pendidikan langsung di sekolah. Hal tersebut tidak terlepas dari peran seorang kepala sekolah yang menentukan bagi keberhasilan sekolah. Seorang pemimpin seharusnya mempunyai kemampuan yang kuat dalam memimpin suatu sekolah. Seorang atasan, kepala sekolah harus dapat memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan orang yang bekerja sehingga kinerja guru selalu menjadi baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi kinerja guru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 38 guru SMA Negeri 10 Kendari. Subjek diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala kepemimpinan kepala sekolah dan skala motivasi kinerja guru. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan kepala sekolah berperan sangat signifikan terhadap motivasi kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 ≥ 0,01 dan nilai R square sebesar 0,704 maka peran kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi guru sebesar 70,4% sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
Regulasi Emosi terhadap Kecemasan Tahanan
Sari, Silmi Sagita;
Sumarna, Nana;
Kaimuddin, Sitti Mikarna
Jurnal Sublimapsi Vol 2, No 3 (2021): Juli
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/js.v2i3.17898
Hidup dalam Rutan dapat menimbulkan kecemasan bagi tahanan. Kecemasan merupakan bentuk emosi negatif. Kondisi ini merupakan hal yang dapat berdampak buruk bagi tahanan sehingga diperlukan alternatif atau cara dalam mengatur emosi negatif tersebut. Dengan regulasi emosi, tahanan mampu untuk mengatur serta mengelola emosi negatif menjadi emosi positif. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran regulasi emosi terhadap kecemasan tahanan Rutan Kelas IIA Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah  kuantitatif ex-post facto dengan teknik purpossive sampling dengan kriteria subjek dengan usia 20-50 tahun sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 107 subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran skala regulasi emosi dan skala kecemasan. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi untuk melihat peran variabel X terhadap variabel Y. Hasil penelitian menunjukkan regulasi emosi paling banyak dialami pada kategori sedang sebanyak 65% sedangkan kecemasan sebanyak 64%. Koefisien determinasi R square sebesar 17,7% dimana regulasi emosi menyumbang nilai efektif sebesar 17,7%. Koefisien korelasi menunjukan nilai negatif negatif dimana hal ini menjelaskan semakin tinggi regulasi emosi maka semakin rendah kecemasan sehingga pengajuan hipotesis diterima.
PERAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA PERAWAT RSUD KOTA KENDARI
Amin, Ardimin Ramdan;
Suarni, Waode;
Pambudhi, Yuliastri Ambar
Jurnal Sublimapsi Vol 1, No 1 (2020): Jurnal SUBLIMAPSI
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v1i1.10537
Perawat memiliki peran yang begitu besar dalam proses pelayanan kesehatan pada rumah sakit. Salah satunya didukung perilaku perawat yang melebihi tugas yang diberikan rumah sakit. Perilaku ini disebut sebagai organizational citizenship behavior (OCB). OCB akan tumbuh dengan adanya komitmen perawat pada rumah sakit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Apakah terdapat peran komitmen organisasi terhadap organizational citizenship behavior (OCB) pada Perawat RSUD Kota Kendari. (2) Seberapa sumbangan efektif peran komitmen organisasi terhadap organizational citizenship behavior (OCB) pada Perawat RSUD Kota Kendari. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain penelitian ex-post facto. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 112 perawat. Instrumen penelitian ini menggunakan skala komitmen organisasi dan skala OCB. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana.Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi sederhana dengan taraf signifikan p = 0,01 menunjukkan bahwa: (1) Nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai ini lebih kecil dari 0,01. Ini menunjukkan komitmen organisasi berperan sangat signifikan terhadap OCB. (2) Nilai R Square sebesar 0,220, ini menunjukkan sumbangan efektif komitmen organisasi terhadap OCB yaitu sebesar 22%. Dalam hal ini hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Kata kunci : Komitmen Organisasi, OCB
HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS DENGAN KEPRIBADIAN EXTROVERT PADA REMAJA
Hakim, Jefri Effendy;
Jamiludin, Jamiludin;
Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 1, No 1 (2020): Jurnal SUBLIMAPSI
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v1i1.10797
Jefri Effendy Hakim (A1R115050) “Hubungan Pola Asuh Demokratis dengan Kepribadian Extrovert Pada Anak Remaja Di SMPN 10 Kendari†Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII dan IX yang berjumlah 60 orang. Jenis penelitian ini berupa penelitian kuantitatif korelasional. Sumber data penelitian ini adalah siswa diukur dengan menggunakan skala pola asuh demokratis dan skala kepribadian extrovert. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa siswa SMPN 10 Kendari memiliki tingkat pola asuh demokratis yang mayoritas masuk dalam kategori sedang. Tingkat pola asuh demokratis berjumlah 47 siswa atau 78,3%, 8 siswa masuk dalam kategori tinggi dengan persentase 13,3% dan sisanya 5 siswa masuk dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 8,3%. Untuk kepribadian extrovert siswa masuk dalam kategori sedang. Hasil menunjukan bahwa 44 siswa masuk dalam kategori sedang atau 73,3%, 9 siswa masuk dalam kategori tinggi dengan nilai persentase 15,0% dan sisanya sebanyak 7 siswa masuk dalam kategori rendah dengan persentase 11,7%. Hasil korelasi menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara tingkat pola asuh demokratis dengan kepribadian Extrovert pada anak remaja. Kata Kunci : Pola Asuh Demokratis dan Kepribadian Extrovert
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DEMOKRATIS TERHADAP KONSEP DIRI REMAJA DI SMAN 11 KENDARI
Yana, Egidya Chikita Defira;
Aspin, Aspin;
Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 1, No 2 (2020): Jurnal SUBLIMAPSI
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v1i2.12005
ABSTRAK : Pola asuh demokratis adalah suatu bentuk pola asuh yang memperhatikan dan menghargai kebebasan anak, adanya komunikasi yang dialogis antara anak dan orang tua, dan adanya sikap hangat yang ditunjukkan oleh orang tua kepada anaknya. Pola asuh orang tua memiliki peranan penting dalam upaya pembentukan konsep diri, pembentukan konsep diri remaja tidak terlepas dari penerapan pola asuh demokratis, yang menerapkan komunikasi dua arah, sehingga pembentukan konsep diri akan tercipta dari interaksi antara orang tua dengan anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pola asuh demokratis terhadap konsep diri remaja di SMAN 11 Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 117 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sumber data penelitian ini adalah siswa diukur dengan menggunakan skala pola asuh demokratis dan skala konsep diri. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai koefisien korelasi (r) = 0,117 dengan nilai signifikansi (p) = 0.104. Nilai tersebut lebih besar dari 0.05, sehingga dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan antara pola asuh demokratis terhadap konsep diri remaja di SMAN 11 Kendari.  Kata Kunci: Pola Asuh Demokratis, Konsep Diri, Remaja
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA PANTI ASUHAN
Sufi, Madina Ansoria;
Aspin, Aspin;
Silondae, Dodi Priyatmo
Jurnal Sublimapsi Vol 1, No 3 (2020): September
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v1i3.14293
Masa remaja adalah masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. Di mana masa remaja dinilai lebih rawan daripada tahap-tahap perkembangan manusia yang lain. Salah satu tugas perkembangan pada masa remaja yang tersulit adalah hubungan penyesuaian sosial. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penyesuaian sosial adalah kepercayaan diri, dengan adanya kepercayaan diri akan membuat remaja berhasil dalam menjalani suatu proses penyesuaian sosial. Rasa percaya diri pada remaja panti asuhan yang bersekolah di sekolah umum akan memudahkan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekolahnya tanpa adanya hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan kepercayaan diri dengan penyesuaian sosial pada remaja panti asuhan yang bersekolah di sekolah umum di Kota Kendari.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kepercayaan diri dan skala penyesuaian sosial.Responden dalam penelitian ini berjumlah 64 individu remaja yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Hasil analisis korelasi Product Moment Person menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepercayaan diri dengan penyesuaian sosial pada remaja panti asuhan (p=0,002<0,05) dan r = 0,365 yang artinya semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin tinggi pula penyesuaian sosial.