Articles
186 Documents
Perbandingan Kepuasan Kerja Perawat PNS dan Non PNS
Amalia, Sitti Fadilah;
Abas, Muhamad;
Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.17989
Kepuasan kerja perawat merupakan hal positif yang mendorong kinerja perawat dalam bekerja. kurangnya kepuasan dalam bekerja menyebabkan semangat dan produktifitas kerja menurun. jika perawat merasa tidak puas dengan pekerjaannya, maka perawat cenderung tidak semangat bekerja dan tidak melakukan asuhan keperawatan dengan baik. hal ini akan mempengaruhi citra rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerja perawat PNS dan Non PNS di RSUD Kota Kendari. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di ruang rawat inap sebanyak 118 perawat dan sampel sebanyak 68 perawat dengan menggunakan teknik dispropotional stratified random sampling. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain kausal komparatif. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil penelitian , kepuasan kerja perawat PNS diperoleh 8 (23.50%) perawat memiliki kepuasan kerja rendah, 17 (50%) perawat memiliki kepuasan kerja sedang, 5 (14.7%) perawat memiliki kepuasan kerja tinggi, dan 4 (11.8%) perawat memiliki kepuasan kerja sangat tinggi. Pada perawat Non PNS diperoleh 12(35.3%) perawat memiliki kepuasan kerja rendah, 13 (38.2%) perawat memiliki kepuasan kerja sedang, 7 (20.6%) perawat memiliki kepuasan kerja tinggi, dan 2 (5.9%) perawat memiliki kepuasan kerja sangat tinggi. Dengan demikian terdapat perbedaan kepuasan kerja pada perawat PNS dan non PNS di RSUD Kota Kendari.Â
Konsep Diri dan Kenakalan Remaja pada Siswa Sekolah Menengah Atas
Lamuanta, Putri Vebrini;
Suarni, Waode;
Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.20868
Kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran atau perbuatan menyimpang yang dilakukan remaja. Bentuk kenakalan remaja yang sering terjadi yaitu membolos, merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, balapan liar, seks bebas, merusak fasilitas sekolah ataupun umum dan sebagainya. Kenakalan juga terjadi pada siswa SMA Oikumene Kendari, pelanggaran-pelanggaran yang sering dilakukan adalah membolos, merokok, merusak fasilitas sekolah dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kenakalan remaja pada siswa SMA Oikumene Kendari. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 80 siswa SMA Oikumene Kendari, yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan skala konsep diri dan skala kenakalan remaja. Teknik analisis data menggunakan formula korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 23.0. Koefisien korelasi Pearson sebesar -533 dengan nilai signifikansi 0,200. Nilai tersebut menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan kenakalan remaja pada siswa SMA Oikumene Kendari, sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Kontrol Diri Mahasiswa terhadap Kecenderungan Nomophobia
Anugrah, Annisa Rahmi;
Hamid, Rimba;
Pambudhi, Yuliastri Ambar
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.17966
Nomophobia merupakan gangguan di era modern yang mengacu pada perasaan tidak nyaman atau perasaan cemas yang diakibatkan tidak tersedianya smartphone. Banyaknya fitur dan fungsi dari smartphone ini semakin memudahkan seseorang dalam berkomunikasi. Setiap individu memiliki kemampuan untuk mengatur dan mengendalikan dirinya secara sadar agar menghasilkan perilaku yang sesuai dengan situasi agar dapat menyesuaikan dalam penggunaan smartphone yang disebut dengan kontrol diri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat peran kontrol diri terhadap kecenderungan nomophobia dan berapa besar sumbangan efektif kontrol diri tehadap kecenderungan nomophobia pada mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Halu Oleo. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 196 dengan sampel penelitian 45 mahasiswa. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu memainkan smartphone selama 5 jam dalam sehari, cemas dan khawatir jika tidak menggunakan smartphone, serta mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk pembelian kuota. Instrumen penelitian ini menggunakan skala kontrol diri dan skala kecenderungan nomophobia. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif Ex-Post Facto. Data hasil penelitian menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran kpntrol diri terhadap kecenderungan nomophobia pada mahasiswa dengan sumbangan efektif sebesar 18,20%. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat peran kontrol diri terhadap kecenderungan nomophobia.
Kontrol Diri dan Perilaku Kenakalan Remaja
Saranani, Asrun Asri;
Aspin, Aspin;
Herik, Eva
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.21313
Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan peserta didik yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga memiliki kepribadian dan akhlak yang baik. Namun pada kenyataannya, sekolah sebagai tempat menempuh pendidikan masih ditemukan peserta didik atau siswa yang masih melakukan perilaku kenakalan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku kenakalan adalah kontrol diri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan konrtol diri dengan perilaku kenakalan pada remaja di SMK Negeri 2 Kendari. Dengan menggunakan teknik total sampling diperoleh 203 subjek penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala kontrol diri dan skala kenakalan remaja.. Metode analisis data menggunakan uji korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil uji hipotesis kontrol diri dengan kenakalan remaja menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,757 dengan taraf signifikansi 0,000 (Ï<0,05).  Sehingga, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara hipotesis kontrol diri dengan kenakalan remaja.
Konsep Diri Dan Kecemasan Komunikasi
Fatullah, Siti Sari Dewi;
Aspin, Aspin;
Silondae, Dodi Priyatmo
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.18947
Siswa yang memiliki konsep diri positif dapat mengatasi rasa cemasnya ketika dihadapkan dengan situasi yang mengharuskannya berkomunikasi di depan banyak orang. Sedangkan siswa yang memiliki konsep diri negatif tidak dapat mengatasi rasa cemasnya karena kurangnya kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai situasi yang mengharuskannya melakukan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dan kecemasan komunikasi pada siswa SMA Negeri 1 Raha. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 277 siswa. Sampel penelitian berjumlah 52 siswa diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu siswa kelas XI jurusan IPA IPS SMA Negeri 1 Raha, berusia 15-17 tahun dan mengalami kecemasan dalam berkomunikasi. Instrumen penelitian ini menggunakan skala konsep diri dan kecemasan komunikasi. Teknik analisis data menggunakan analisis inferensial meliputi uji normalitas, linearitas dan hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsep diri dengan kecemasan komunikasi pada siswa SMA Negeri 1 Raha yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,004 yang artinya ada hubungan antara konsep diri dengan kecemasan komunikasi pada siswa. Sehingga hipotesis penelitian diterima. Hasil penelitian juga menunjukkan angka koefisien korelasi sebesar 0,420.
Kontribusi Empati Terhadap Perilaku Altruisme
Syahruddin, Anisa;
Marhan, Citra;
Abas, Muhammad
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.21314
Perilaku altruisme adalah tindakan atau bantuan yang dilakukan secara sukarela dengan mementingkan kepentingan orang lain diatas kepentingan pribadi. Salah satu faktor terpenting terbentuknya perilaku altruisme adalah empati, seseorang yang memiliki empati akan menghasilkan motivasi altruis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peran empati terhadap perilaku altruisme pada anggota komunitas 1000 Guru Indonesia Bagian Timur. Populasi pada penelitian ini berjumlah 99 anggota komunitas, Subjek dalam penelitian dipilih menggunakan teknik total sampling. Dengan kriteria merupakan anggota komunitas 1000 Guru Indonesia bagian Timur, pernah mengikuti kegiatan komunitas 1000 Guru. Sampel pada penelitian ini berjumlah 99 orang anggota komunitas 1000 Guru Indonesia Bagian Timur, instrumen pada penelitian ini menggunakan skala empati dan skala altruisme yang disebar secara online dengan menggunakan google form. Jenis penelitian yaitu kuantitatif menggunakan desain penelitian Ex-Post Facto. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 menunjukkan terdapat peran signifikan empati terhadap perilaku altruisme. Nilai R Square sebesar 0,592 artinya sumbangan efektif empati terhadap perilaku altruisme sebesar 59,2%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat  disimpulkan terdapat peran empati terhadap perilaku altruisme.