cover
Contact Name
Muhammad Ridwan
Contact Email
muhammadridwanjlegong@gmail.com
Phone
+62282-695415
Journal Mail Official
jurnalalmunqidz2@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIIG Cilacap IAIIG Cilacap Jl. Kemerdekaan Barat No.17 Kesugihan Cilacap Kode Pos 53274
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kajian Keislaman
ISSN : 23020547     EISSN : 27158462     DOI : https://doi.org/10.52802/amk.v8i3
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman dengan nomor terdaftar ISSN 2715-8462 (online), ISSN 2302-0547 (cetak) adalah jurnal yang berisi artikel penelitian tentang Kajian Keislaman yang dilakukan oleh dosen, peneliti dan praktisi yang berhubungan dengan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Jurnal Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman merupakan jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Calacap. Fokus dan ruang lingkup penerimaan artikel pada Jurnal Al-Munqidz : Jurnal ini membahas tentang semua kajian terkait ke Islaman Jurnal Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman, dalam setahun terbit tiga kali pada bulan Januari, Mei dan September
Articles 49 Documents
FASAHAH SEBAGAI ASPEK KEMUKJIZATAN DALAM AL-QUR’AN (‘Abd al-Jabbar Dan Pemikirannya) Ridlo, Abdullah
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 8, No 1: Januari (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v8i1.176

Abstract

‘Abd al-Jabbar sebagai tokoh Mu’tazilah yang terkenal sebagai aliran rasional dalam Islam, ia tetap mempertahankan prinsip rasionalitas tersebut. Ia dalam memahami aspek kemukjizatan al-Qur’an terlihat bahwa ia adalah orang yang konsen dan ahli dalam bidang bahasa Arab. Hal ini terlihat dalam upayanya menunjukkan fasahah adalah aspek kemukjizatan al-Qur’an yang sesungguhnya. Karena menurutnya, fasahah itu mencakup seluruh ungkapan tanpa melihat tema atau tujauan, dengan tanpa memandang bentuk, tipe ataupun jenis. Penetapan Fasahah sebagai aspek kemukjizatan al-Qur’an dapat dilihat melalui tiga dimensi dalam struktur bahasa, yaitu, pertama; penggantian yang hanya terjadi pada kata-kata, maksudnya adalah pemilihan kata-kata tertentu yang mungkin cocok untuk dipergunakan dalam konteks tertentu, kedua; posisi yang menjadi monopoli uslub, tentang mendahulukan dan mengakhirkan, ketiga; tentang i’rab yang hanya terjadi pada peristiwa gramatikal dari sebuah kata. ‘Abd al-Jabbar, Linguistik Arab, Fasahah, al-Sarfah, I’jaz al-Qur’an
KONSEPSI GURU MODERN DALAM PENDIDIKAN ISLAM Sarno Hanipudin
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 8, No 3: September (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v8i3.265

Abstract

Education represent major capital to increase excellent human resource of a nation. Teacher is the most determining factor to reach the education excellence. Islam has emphasized the importance of human resource excellence, and the importance of education excellence to reach victorius live. Therefore, Islam place teacher as determinant key factor of education success, as practiced by Rasulullah as teacher with the feature that recently marked as modern teacher’s features.
MEMBUMIKAN DAKWAH DI ERA KINI Wakhiddin, Mukhammad
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v5i1.46

Abstract

Di zaman kini, ilmu pengetahuan mendominasi kehidupan umat manusia. Seiring berjalannya waktu ia semakin berkembang pesat, tidak terkecuali dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi yaitu dengan munculnya internet. Dengan kemajuan tersebut telah memudah masyarakat dalam mengakses setiap hal, terlebih dengan munculnya internet yang membuat dunia seakan berada di genggaman tangan. Dalam pengertian yang luas, dakwah adalah upaya untuk mengajak seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) agar memeluk dan mengamalkan ajaran Islam atau untuk mewujudkan ajaran Islam kedalam kehidupan yang nyata. Dakwah dalam konteks ini dapat bermakna pembangunan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan,memerangi kebodohan dan keterbelakangan serta pembebasan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan. Ada beberapa hal yang mesti menjadi perhatian bersama dalam upaya membumikan dakwah di era kini, yaitu dengan cara menyeimbangkan antara peluang dan tantangan dakwah melalui media internet. Peluang tersebut diantaranya adalah sifat internet yang dapat menjangkau dengan luas dan murah; semakin meningkat pengguna internet setiap tahunnya; dan kesempatan bagi komunikator dakwah untuk berkreatifitas dalam berdakwah. Sedangkan tantangannya ialah masih banyak komunikator dakwah yang belum bisa memaksimalkan dan meningkatkan SDM nya dalam penggunaan internet; Kurangnya pengetahuan atau pemahaman tentang aturan yang berkaitan dengan penggunaan media internet; dan masih kurangnya ketertarikan para pengguna internet terhadap aplikasi maupun konten-konten dakwah. Kata Kunci: Dakwah, Internet, Peluang dan Tantangan
INTEGRASI ANTARA NILAI-NILAI KEHIDUPAN DI ANIME NARUTO DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ni’mah Setya Asih
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 8, No 2: Juli (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v8i2.250

Abstract

The integration between science and Islam is considered to have many advantages. There are many institutions that apply integration between Islam and science, especially educational institutions. There are various kinds of knowledge that can be integrated with Islamic Religious Education, one of integration of scienceand Islam is the integration of Islamic Religious Education with entertainment, Specifically entertainment in this research is the Naruto anime, this research aims to find out the integration between the values of life in the Naruto anime that originates in humanity and the values contained in Islamic Religious Education.This research is a library research by taking the main data sources namely Naruto anime and supporting data in the form of articles and relevant studies. After the data is collected, then the data are analyzed using content analysis methods which are then drawn conclusions using the theory of integration.In this study it was found that there are points of similarity between the values in the life of the Naruto anime with the values in Islamic Religious Education, Following some values can be integrated between the values of life in the Naruto anime with the value of Islamic Religious Education, there are: the spirit of life, courage, compassion, solidarity, sacrifice, love of the homeland, work ethic, learning, self-confidence. These nine values have a common point in terms of both Naruto anime life values and Islamic Religious Education values, which are both teaching about humanity More specifically, the value of Islamic Religious Education integrated with Naruto Anime life values is the value of moral education to fellow humans (hablum minannnar)
HUKUM ADAT DAN PENERAPANNYA DALAM EKONOMI ISLAM Nasrulloh, NFN
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 2, No 2 (2013): Kajian KeIslaman
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v2i2.30

Abstract

Adat/‘Urf ’merupakan suatu hal yang dikenal dan dibiasakan oleh banyak orang, baik berupa ucapan, perbuatan, ataupun meninggalkan sesuatu. ‘Urf terbagi menjadi dua, yaitu ‘urf shahîh dan ’urf fâsid. ‘Urf shahîh merupakan adat kebiasaan masyarakat yang tidak bertentangan dengan dalil syar‘i, sedangkan ‘urf fâsid adalah adat kebiasaan masyarakat yang bertentangan dengan dalil syar’i. ‘Urf shahîhitulah yang bisa dijadikan sebagai hukum Islam karena sesuai dengan ajaran Islam. ‘Urf shahîhyang telah dijadikan sebagai hukum syari’at itu kemudian disebut dengan al-‘Âdah al-Muhakkamah (hukum adat); Atau dengan ungkapan lain al- ‘Âdah al-Muhakkamah adalah hukum syari’at yang dikukuhkan.Ekonomi Islam adalah perbuatan atau kegiatan usaha yang dilaksanakan menurut prinsip Islam. Meliputi bank Islam, lembaga keuangan makro Islam, asuransi Islam, reasuransi Islam, reksadana Islam, obligasi Islam dan surat berharga berjangka menengah Islam, sekuritas Islam, pembiayaan Islam, pegadaian Islam, dana pensiun lembaga keuangan Islam, dan bisnis Islam.Contoh penerapan al-‘Âdah al-Muhakkamah dalam mu’âmalah antara lain sahnya model mu‘âthah (Jw; Ulung-ulungan), yakni jual beli tanpa îjâb qabûl, namun dengan bentuk lain yang searti dengan îjâb qabûl. Contoh lain misalnya kewajiban pencatatan tabungan dan hutang-piutang dalam perbankan Islam.
KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS AL-QUR'AN DAN SIRAH NABAWIYAH DALAM SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA Lutfani Lutfani
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 8, No 1: Januari (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v8i1.188

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangat urgen yang harus selalu dikembangkan mengikuti zaman. Perkembangan zaman yang kian canggih berdampak pada perubahan perilaku moral yang semakin merosot, hal tersebut tentunya menjadi tantangan bagi pendidikan islam sendiri. Pendidikan islam bertujuan membentuk kepribadian yang lebih baik tanpa terpengaruh oleh perubahan zaman. Selain itu pendidikan islam juga harus mampu menyiapkan generasi yang cakap, sehingga mampu mengaplikasikan ajaran-ajaran agama islam dengan baik. Al-Qur’an sebagai pedoman bagi seluruh umat manusia juga harus dijadikan sebagai dasar dalam pelaksanaan pendidikan. Dengan berlandaskan Al-Qur’an, Hadits dan juga Ijtihad para ulama, pendidikan islam diharapkan mampu menjadi solusi atas fenomena-fenomena yang terjadi masa kini, karena pendidikan merupakan suatu faktor yang sangat mendukung bagi kemajuan suatu Negara.
PROBLEMATIKA GENDER DALAM ISLAM (Telaah Pendekatan Kontekstual) Mubarok, Ahmad Sahal; Saekhoni, Saekhoni; Fatoni, Ahmad Sirfi
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 8, No 3: September (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v8i3.273

Abstract

This article examines about gender problem by using a contextual approach. This approach means understanding Islam in accordance with the current situation, in this corridor of course the situation will always change, the situation past, present and future will definitely experience differences. Need to know carefully, until now gender issues still has a serious impact on the global arena. Why is that, because this issue is often clashed with religion dogmas, especially Islam religion which is the tendency to not generalize in its laws has subordinate the woman’s party. It appears in the matter of legacy and testimony distribution. This type of research is a qualitative research which has a descriptive analysis characteristic. As for the research results among others: 1) By using the contextual approach, talking about the relationship between men and women in islam in principle can be considered the same as talking around the parallel between the both of them. Because in the religion of Islam in principle the relationship between the both of sexes is equal before Allah as is evident in the surah Al-Hujura@t verse 13. In addition, the great mission of Islam is rahmatan li al-alamin; 2) The government policies including in the world of work, should pay serious attention to equal opportunities for both men and women in the supply of available employment opportunities regardless of gender construction, so that it will produce a justice without inequality. For example, a green revolution program designed without considering gender aspects, in which to harvest the rice is used by a sickle cutting system, not by ani-ani, even though that tool is attached to the women; 3) The Koran as a reference to the principle of society recognizes that the position of men and women is equal. The both of them are created from one nafs, which is the one has no advantage over the other. Even the Koran doesn’t explicitly explain that Hawa was created from Adam’s rib so that her status was lower. On that basis, the principle of the Koran for men and women is the same, where the right of the wife is recognized as equal to the right of the husband, including inheritance and testimony. The action that must be needed now is to bulid a proportional synthesis between the Koran, classical Islamic literature and modern science in order to reinterpret gender issue in depth which is the majority of his understanding is marginalize the women.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PAI MELALUI PENERAPAN METHODE KOPERATIF JIGSAW LEARNING PADA SISWA KELAS XI IPS 2 SEMESTER1 TAHUN PELAJARAN 2017/2018 SMA NEGERI 2 CILACAP Siti Kuza’emah
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v5i1.51

Abstract

Proses belajar mengajar merupakan inti pendidikan di sekolah. Disini guru sebagai pendidik berperan besar, salah satu faktor pendukung keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam menguasai dan menerapkan metode pembelajaran.Mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu cara melatih memori siswa agar berkembang optimal.Dengan metode belajar aktif, siswa mampu memecahkan masalahnya, yang penting melakukan tugasnya sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki. Metode Jigsaw Learning adalah suatu tipe pembelajaran koopertaif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Jigsaw Learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI IPS 2 Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018 SMA Negeri 2 Cilacap sudah cukup efektif.Kata Kunci: Efektifitas, Metode Jigsaw Learning, Pembelajaran PAI
SISTEM AUGMENTED REALITY (AR) DALAM DAKWAH ISLAM Mochamad T. A. Aziz Zein; Ninik Agustin
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 8, No 2: Juli (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v8i2.255

Abstract

The Use Of Mobile Technology In The Industrial 4.0 Era Is A Must. The Number Of Smartphone Users Continues To Increase Over Time. Contiinum Reality Technology Which Consists Of Both Virtual Reality (VR) And Augmented Reality (AR) Becomes A Portable Technology That Is Easy And Affordable Being Used With A Smartphone. This Study Has An Objective To Determine The Potential Uses Of Augmented Reality (AR) Technology In Modern Islamic Da'wa. This Study Are Counted As A Literature Study Using The Traditional Review Method.AR Applications Have Been Used In Many Fields, Such As Medical, Military, Manufacturing, Visualization, Entertainment And Games, Robotics, Education, Marketing, Navigation, Tourism, Geospatial, Urban Planning And Civil Sciences. Da’wa Requires Attention In Both Truth And Good Ability Of The Preachers. It’s Based On Legal Aspects And The Procedures (Fiqhud-Dakwah). There Was Limited Amount Of Research And AR Products Used In Da'wa. The AR’s Technology That Can Be Applied In Islamic Da'wa Are 1) Playing Cards For Da’wa, 2) Islamic Story Books, 3) Da’wa Brochures / Leaflets / Poster, 4) Islamic History Museum.
PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI MELALUI PRAKTIK PERFORMANCE APPRAISAL YANG ADIL Zulfa, Umi
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 2, No 2 (2013): Kajian KeIslaman
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v2i2.35

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi merupakan urgensi yang mendesak untuk segera dilakukan perbaikan. Pengaruh globalisasi memaksa setiap elemen yang ada di dunia ini untuk berbenah mempersiapkan diri agar tidak tergilas oleh arus globalisasi. Perguruan Tinggi (PT) sebagai satuan dari pendidikan tinggi akan mampu melaksanakan tugas dasar tersebut, jika PT mampu mewujudkan pendidikan yang bermutu tinggi dengan cara memberikan layanan yang bermutu (tinggi). Berbicara tentang mutu PT, berarti berbicara tentang suatu hal yang bersifat dinamis. Karena konsep mutu dari waktu ke waktu mengalami pergeseran. Sesuatu yang dianggap mutu saat ini belum tentu akan disebut mutu di masa yang akan datang. Berdasarkan konsep dasar strategi, maka diperoleh bermacam- macam strategi yang bisa dipergunakan PT untuk meningkatkan mutu diri, yang salah satunya adalah praktik penilaian kinerja dosen (faculty performance appraisal) pada khususnya dan penilaian kinerja SDM PT pada umumnya. Dari sekian banyaknya domain administrasi pendidikan, maka Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) merupakan salah satu domain yang menentukan kesuksesan penyelenggaraan administrasi pendidikan. Suatu organisasi (satuan pendidikan) potensial memiliki keunggulan apabila dapat menciptakan dan menawarkan nilai pelanggan yang lebih (superior customer values) atau kinerjanya yang lebih baik dibandingkan dengan yang lain