cover
Contact Name
-
Contact Email
didin@untag-sby.ac.id
Phone
+6281249846916
Journal Mail Official
prajajurnal@gmail.com
Editorial Address
Nginden Intan Timur XV No.11 Surabaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik
ISSN : -     EISSN : 27970469     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
PRAJA Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, e- ISSN: 2797-0469 ini diterbitkan oleh Departemen Aksiologi, Community of Research Laboratory Surabaya, Indonesia sebagai media komunikasi dan diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah di bidang Administrasi Publik; Manajemen Publik; Pelayanan Publik; Kebijakan Publik; Governance; Local Government; Lembaga Internasional; dan Pembangunan. Redaksi PRAJA observer sangat terbuka menerima artikel dan resensi buku terkait ruang lingkup kami di bidang administrasi publik.
Articles 437 Documents
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS MASYARAKAT COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DESA CANDI PARI KECAMATAN PORONG KABUPATEN SIDOARJO Ramadhani, Khofifah Andhiatama; Widiyanto, M. Kendry; Ismail, Hasan
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 06 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i06.2539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program pengembangan Community Based Tourism di Kabupaten Sidoarjo serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program pengembangan Wisata Candi Pari di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, yang berdasarkan 5 Aspek Dimensi menurut teori Suansri (2003). Lima aspek dimensi ini terdiri dari Dimensi Ekonomi, Dimensi Sosial, Dimensi Lingkungan, Dimensi Budaya, Dimensi Politik. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kualitatif, dengan menggabungkan sumber data primer dan sekunder. Data diperoleh melalui teknik pengumpulan seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul akan dianalisis melalui tahap pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menujukan bahwa pengembangan Community Based Tourism (CBT) tentang penyelenggaraan kepariwisataan sebagai upaya pengembangan sektor wisata di Kabupaten Sidoarjo telah berjalan dengan cukup baik. Pengembangan tersebut telah memberikan dampak positif yang signifikan, seperti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, perbaikan fasilitas pariwisata Candi Pari, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan potensi destinasi pariwisata untuk peningkatan ekonomi dengan cara berjualan oleh-oleh khas Candi Pari di daerah tersebut. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa hambatan yang perlu diatasi guna meningkatkan efektivitas dan dampak positif dari pengembangan tersebut. Hal ini termasuk kesenjangan dalam distribusi manfaat, perlunya pengelolaan sumber daya yang lebih efektif, dan peningkatan responsivitas pengembangan terhadap perubahan dan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa sementara pengembangan sektor wisata Candi Pari di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo telah mencapai beberapa keberhasilan, masih ada ruang untuk perbaikan. Dengan mengatasi hambatan-hambatan ini dan terus melakukan evaluasi serta penyesuaian sesuai dengan dinamika dan kebutuhan yang berkembang, diharapkan pengembangan ini dapat memberikan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan bagi pengembangan pariwisata di Desa Candi Pari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo.
DAMPAK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT “GRESIK SEHATI” DALAM ASPEK SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT: Studi Kasus di Desa Slempit Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Jawa Timur Haryana, David; Murti, Indah; Radjikan
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 06 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i06.2541

Abstract

Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Gresik Sehati di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, merupakan bentuk pemenuhan akses kesehatan dan bagian dari program prioritas pemerintah daerah. Kehadiran rumah sakit ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga memunculkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dampak pembangunan rumah sakit tersebut terhadap masyarakat Desa Slempit, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan rumah sakit memberikan dampak individu berupa peningkatan rasa aman, ketenangan psikologis, peluang kerja, dan perubahan perilaku kesehatan masyarakat. Dampak lingkungan terlihat melalui perubahan fisik kawasan dan meningkatnya aktivitas sosial-ekonomi di sekitar rumah sakit. Dampak organisasional tercermin dari terjalinnya kolaborasi antara rumah sakit dengan organisasi masyarakat desa, meskipun intensitasnya belum optimal. Dampak masyarakat terlihat dari meningkatnya mobilitas ekonomi, bertambahnya UMKM baru, serta meningkatnya akses layanan kesehatan. Sementara itu, dampak terhadap sistem sosial menunjukkan adanya peningkatan keterbukaan masyarakat terhadap perubahan serta penguatan kepercayaan terhadap lembaga publik. Faktor pendukung meliputi lokasi strategis, kebutuhan kesehatan masyarakat yang tinggi, dan dukungan pemerintah desa. Adapun faktor penghambat meliputi masih terbatasnya sosialisasi, persaingan usaha, serta belum meratanya manfaat ekonomi bagi seluruh warga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembangunan Rumah Sakit Gresik Sehati memberikan dampak sosial-ekonomi yang mayoritas positif, namun masih memerlukan optimalisasi agar manfaatnya lebih merata dan berkelanjutan.
PENERAPAN PROGRAM SMART CITY PADA KONSEP SMART ENVIRONMENT: Studi di Kecamatan Bubutan Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur Sari, Vera Kartika; Rochim, Achluddin Ibnu; Radjikan
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 06 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i06.2542

Abstract

Penerapan kerangka Smart City pada sektor lingkungan merupakan upaya strategis pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan. Berangkat dari konteks kebijakan tersebut, penelitian ini menganalisis implementasi program Smart Environment di Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Mazmanian dan Sabatier sebagai landasan analitis. Teori ini memungkinkan pengkajian secara sistematis terhadap karakteristik kebijakan, termasuk kejelasan tujuan dan kemampuan operasionalisasi program variabel non peraturan yang mempengaruhi proses implementasi, seperti kondisi sosial, politik, dan kelembagaan; serta tahapan implementasi kebijakan pada level administrasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen, dengan analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Smart Environment memiliki tujuan yang relatif jelas dan selaras dengan roadmap Smart City Surabaya. Namun, keterbatasan sumber daya, kesiapan teknologi, dan variasi kapasitas teknis pada tingkat kecamatan menghambat kejelasan operasionalnya. Faktor non-statutori, terutama ketimpangan literasi teknologi masyarakat, lemahnya integrasi kelembagaan, serta variabilitas komitmen pemangku kepentingan, turut memengaruhi efektivitas implementasi. Meskipun sejumlah inovasi digital seperti sistem informasi persampahan berbasis web, perangkat real-time monitoring kualitas lingkungan, dan platform pelaporan masyarakat telah diadopsi, proses implementasi masih berjalan secara terfragmentasi antar-tahapan administrasi. Kondisi ini menempatkan penerapan Smart Environment pada fase transisional yang memerlukan penguatan koordinasi antarinstansi, peningkatan kapasitas birokrasi, serta perluasan partisipasi publik agar sesuai dengan kriteria efektivitas implementasi menurut Mazmanian dan Sabatier.
IMPLEMENTASI PROGRAM REHABILITASI PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL PADA LANJUT USIA DI DINAS SOSIAL KABUPATEN NGADA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Paba, Maria Theresia; Rochim, Achluddin Ibnu; Radjikan
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 06 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i06.2543

Abstract

Peningkatan jumlah lanjut usia di Kabupaten Ngada berdampak pada meningkatnya permasalahan kesejahteraan sosial, khususnya bagi lansia yang tergolong miskin dan terlantar. Pemerintah melalui Dinas Sosial Kabupaten Ngada melaksanakan Program Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) bagi lanjut usia sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan keberfungsian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program rehabilitasi PMKS pada lanjut usia di Dinas Sosial Kabupaten Ngada. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sumber data primer dan sekunder. Analisis penelitian menggunakan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn yang meliputi standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, disposisi pelaksana, komunikasi antarorganisasi, serta lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program rehabilitasi PMKS bagi lanjut usia telah berjalan, namun belum optimal. Program memiliki tujuan yang jelas, tetapi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya, keterlambatan penyaluran bantuan, lemahnya komunikasi kepada masyarakat sasaran, serta belum adanya regulasi daerah khusus. Kesimpulannya, keberhasilan program dipengaruhi oleh dukungan kebijakan pusat, namun memerlukan penguatan sumber daya, komunikasi, dan kebijakan daerah agar pelaksanaannya lebih efektif dan merata.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA PANTAI PASIR PUTIH SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR DI DESA REMEN KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN Sutria, Siti; Puspaningtyas, Anggraeny; Basyar, Muhammad Roisul
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 06 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i06.2544

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi potensi dan dinamika pengembangan Pantai Pasir Putih Remen sebagai destinasi wisata berbasis komunitas di Kabupaten Tuban. Fokus analisis meliputi keunggulan alam, peluang ekonomi-sosial bagi masyarakat lokal, peran komunitas dalam pengelolaan, serta tantangan lingkungan dan sosial yang mungkin muncul. Hasil menunjukkan bahwa pantai memiliki daya tarik alam pasir putih, garis pantai, dan laguna air tenang yang mendasari peluang usaha lokal seperti warung, kios, jasa wisata, dan akomodasi sederhana. Keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam penyediaan layanan dan pengelolaan wisata memperkuat rasa memiliki dan keberlanjutan sosial. Namun, risiko seperti degradasi lingkungan, fluktuasi kunjungan, dan potensi ketimpangan ekonomi tetap membutuhkan strategi pengelolaan terpadu. Dengan pengembangan fasilitas, partisipasi masyarakat, diversifikasi produk wisata, dan penerapan konservasi lingkungan, pantai ini memiliki peluang menjadi destinasi unggulan yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis bagi komunitas lokal.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PENERTIBAN HEWAN DI KABUPATEN NAGEKEO Nuwa, Marianus Waghi; Rochim, Achluddin Ibnu; Radjikan
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 06 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i06.2546

Abstract

Peraturan Daerah Kabupaten Nagekeo Nomor 7 Tahun 2016 tentang Penertiban Hewan (Ternak) diterbitkan sebagai upaya menciptakan ketertiban umum dan mencegah gangguan aktivitas masyarakat akibat hewan ternak yang berkeliaran. Namun dalam praktiknya, implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana, hingga lemahnya pengawasan serta penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan penertiban hewan ternak serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, serta studi dokumentasi pada Dinas Peternakan dan Satpol PP Kabupaten Nagekeo. Teori implementasi Van Meter dan Van Horn digunakan sebagai analisis utama dengan melihat aspek standar kebijakan, sumber daya, komunikasi antarorganisasi, karakteristik pelaksana, kondisi sosial ekonomi, serta sikap pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perda belum optimal. Faktor penghambat utama meliputi minimnya jumlah personel Satpol PP, kurangnya fasilitas kandang penampungan, budaya beternak secara bebas, serta kemampuan ekonomi masyarakat. Sementara itu, faktor pendukung berasal dari regulasi yang jelas dan dukungan sebagian aparat pelaksana. Penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan sosialisasi, penegakan hukum yang lebih tegas, serta penyediaan fasilitas pendukung untuk mewujudkan ketertiban hewan ternak di Kabupaten Nagekeo.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN POTENSI DAERAH MENGGUNAKAN PENDEKATAN LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT DI KABUPATEN SIDOARJO Amalia, Rezki; Murti, Indah; Puspaningtyas, Anggraeny
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 6 No. 01 (2026): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v6i01.2605

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan pengembangan potensi daerah menggunakan pendekatan Local Economic Development (LED) di Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada empat indikator LED menurut Edward J. Blakely (1989): lokalitas, model berbasis ekonomi, sumber daya ketenagakerjaan, dan sumber daya komunitas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dari Bappeda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, DPMPTSP, PT. Kerta Rajasa Raya, dan masyarakat, serta observasi dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman (1994) meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan komponen lokalitas mencerminkan konsep lama LED dengan penekanan pada keunggulan lokasi fisik strategis; komponen bisnis dan basis ekonomi menunjukkan transformasi menuju klaster industri terintegrasi dengan dominasi sektor industri pengolahan (48,54% PDRB) yang berorientasi ekspor; komponen sumber daya ketenagakerjaan menghadapi kesenjangan antara program pelatihan dengan kebutuhan industri modern meskipun memiliki bonus demografi 67,42% usia produktif; serta komponen sumber daya komunitas menunjukkan kemitraan kolaboratif multipihak melalui APINDO, Export Coaching Program, dan musrenbang, meskipun koordinasi antar-stakeholder masih perlu diperkuat untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.