cover
Contact Name
Gabriela Laras Dewi Swastika
Contact Email
gabriela.swastika@ciputra.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalcalathufikom@ciputra.ac.id
Editorial Address
School of Communication Science and Media Business UC Tower Building 14th Floor, Universitas Ciputra Surabaya CitraLand CBD Boulevard, Made, Sambikerep, Surabaya City, East Java 67219
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 26562057     EISSN : 26568519     DOI : https://doi.org/10.37715/calathu
Core Subject : Education,
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi membuka peluang bagi para peneliti untuk menuliskan naskah hasil penelitian dalam lingkup ilmu komunikasi, topik tidak dibatasi dan beragam, mulai dari kajian media dan budaya, periklanan, penyiaran, jurnalisme, humas, komunikasi pemasaran terpadu, ekonomi politik komunikasi, etika dan filsafat komunikasi, literasi media, komunikasi politik, komunikasi pariwisata, komunikasi lintas budaya, komunikasi kebijakan publik, komunikasi visual, komunikasi interpersonal dan organisasi, maupun studi khalayak. Naskah diharapkan mengikuti perkembangan ilmu komunikasi dan mampu mendorong pertumbuhan pengetahuan dalam bidang keilmuan.
Articles 86 Documents
Membangun Citra di Tengah Krisis: Strategi Media Relations Garuda Indonesia Kasus Kehilangan Handphone Salsabila, Kania; Nova Shafira; Yani Hendrayani
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2025): Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : School of Communication Science and Media Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/calathu.v7i2.5909

Abstract

Pada era komunikasi digital yang serba cepat seperti sekarang ini, krisis perusahaan sudah bukan lagi hanya soal penyelesaian secara tekniks. Melainkan juga bagaimana perusahaan merespons secara strategis dan manusiawi, penelitian ini menganalisis strategi media Relations Garuda Indonesia dalam menangani kejadian kehilangan ponsel milik penumpang pada penerbangan dengan no GA716 yang berkembang menjadi krisis persepsi publik. Menggunakan metode kualitatif dan studi literatur ditemukan jika strategi yang dilakukan oleh Garuda Indonesia tekanan pada klarifikasi institusional dan kerja sama investigatif sebagai bentuk tindakan korektif. Akan tetapi, respons ini belum menyentuh sisi emosional masyarakat yang menuntut empati dan nilai tanggung jawab. Teori SCCT dan Image Restoration dapat digunakan untuk menilai efektivitas strategi komunikasi krisis yang diterapkan. Hasil pada penelitian ini menunjukkan, reputasi Garuda Indonesia relatif terjaga, namun citra emosional di ruang publik digital masih rentan. Pentingnya membangun komunikasi yang tidak hanya logistik melainkan juga sentuhan dimensi afeksi, karena pada akhirnya kepercayaan yang dibangun bukan sekedar fakta melainkan dari ketulusan serta keterlibatan komunikasi secara manusiawi.
Nilai, Struktur, dan Perlawanan dalam Relasi Kerja Agensi Kreatif Tobing, Grace
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2025): Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : School of Communication Science and Media Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/calathu.v7i2.5944

Abstract

This study explores labor relations within the creative industry, focusing on a creative agency in Bandung, Indonesia. Using Robert E. Stake’s multiple case study approach and qualitative methods through semi-structured interviews, the study examines how organizational values and work culture are shaped, socialized, and negotiated in daily practices. Drawing on Antonio Gramsci’s theory of hegemony, the analysis demonstrates how symbolic consensus and managerial language operate as persuasive rather than coercive forms of power. This study examines how organizational values are disseminated and internalized, how the structure of work shapes worker consciousness and behavior, and how workers respond to symbolic domination embedded in daily work practices. Employing a qualitative approach and multiple case study method, the research involves semi-structured interviews with creative workers. The findings reveal that workplace hegemony operates not only through coercion but also through persuasion, by normalizing ideals such as passion, loyalty, and flexibility. However, various forms of resistance emerge through micro-practices, meaning negotiation, and emotional distancing from corporate values. This research contributes to critical perspectives on hidden power relations in the seemingly free and fun culture of creative labor.
Kekerasan Komunikasi Verbal Dalam Bentuk Emosional Keluarga Pada Perilaku Anak Wijayanti, Vera; Marisa Puspita Sary; Maulina Larasati Putri; Hanna Shasyi Martina; Hana Naf'atun Sholihah; Luthfi Khairullah
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2025): Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : School of Communication Science and Media Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/calathu.v7i2.6036

Abstract

Kekerasan komunikasi verbal dalam keluarga sering kali tidak disadari, namun memiliki dampak yang signifikan terhadap perkemangan perilaku anak. Penlitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk memahami pengalaman anak yang mengalami Tindakan kekerasan komunikasi verbal dalam bentuk emosional dari anggota keluarganya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan empat informan yang memiliki latar belakang berbeda dan pernah mengalami bentuk kekerasan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan verbal seperti hinaan, bentakan, dan pelabelan negative berdampak pada munculnya perilaku agresif, sikap tertutup, ketidakpercayaan terhadap orang lain, serta kesulitan dalam membangun hubungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dibutuhkan edukasi mengenai pola komunikasi yang sehat dalam keluarga, penerapan pola asuh yang positif, serta dukungan menyeluruh guna mendorong perkembangan perilaku anak yang sehat.
Implementasi Public Speaking dalam Program Spirit Pagi: Studi Kasus di SMA St. Familia Wae Nakeng tuhana, veki
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2025): Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : School of Communication Science and Media Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/calathu.v7i2.6047

Abstract

Kemampuan Public Speaking merupakan keterampilan penting di era global, namun belum seluruh siswa memiliki keberanian dan keterampilan tersebut. Program Spirit Pagi di SMAS St. Familia Wae Nakeng yang telah dilaksanakan sejak tahun 2002 menjadi sarana latihan rutin berbicara di depan umum dalam dua bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program Spirit Pagi dalam meningkatkan keterampilan Public Speaking siswa serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi siswa dalam prosesnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma interpretif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 13 informan, meliputi siswa kelas XI dan XII, guru penginisiasi, serta guru piket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah terstruktur dan memberi dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri, berpikir kritis, dan kemampuan retorika siswa. Kendala seperti gugup, hambatan bahasa, dan kurangnya persiapan masih ditemukan, namun dapat diatasi melalui bimbingan guru dan lingkungan yang mendukung.
Social Media Credibility and Consumer Behavior: SOR Analysis of TikTok Content @dokterdetektif on Gen Z's Skincare Product Choices Wulandari, Anita Agustina; Sari, Deassy Ratna Juwita; Oktarina, Riesta Ayu; Sari, Ratna Puspita
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2025): Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : School of Communication Science and Media Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/calathu.v7i2.6051

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana keputusan konsumen Gen Z tentang produk perawatan kulit dipengaruhi oleh kredibilitas media sosial, khususnya pada konten TikTok akun @dokterdetektif. Pendekatan yang digunakan adalah model Stimulus–Organisme–Respon (SOR), yang menjelaskan bagaimana konten digital sebagai stimulus memengaruhi proses psikologis pengguna (organisme) dan menghasilkan respons berupa tindakan konsumtif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis konten dan wawancara mendalam dengan lima informan Gen Z yang aktif menggunakan TikTok dan telah melakukan pembelian produk perawatan kulit berdasarkan konten yang mereka tonton. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konten akun @dokterdetektif, yang dicirikan oleh tulisan berbasis sains, komunikasi yang kredibel, dan visual yang menarik, memberikan banyak stimulasi pada Gen Z. Persepsi kredibilitas yang kuat menghasilkan peningkatan kepercayaan, kewaspadaan, dan literasi terhadap isi produk. Hal ini berdampak pada perubahan perilaku konsumsi, di mana Gen Z menjadi lebih kritis, selektif, dan mengandalkan sumber informasi yang kredibel sebelum membuat keputusan pembelian. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya media sosial sebagai sumber informasi utama dalam membentuk perilaku konsumen muda, serta relevansi model SOR dalam menganalisis pengaruh komunikasi digital di era modern.
Self-Disclosure on Personal Information in Virtual Rental Relationships on Telegram Putro, Reggina; Lady Joanne Tjahyana; Felicia Goenawan
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2025): Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : School of Communication Science and Media Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/calathu.v7i2.6066

Abstract

The phenomenon of boyfriend or girlfriend rental services, which initially emerged in Japan, has now expanded to Indonesia, driven by globalization and advances in technology. However, this rental concept has evolved beyond just hiring a boyfriend or girlfriend–it now includes the option to rent family members, friends, siblings, cosplay partners, and even types of relationships previously unimaginable. Within these virtual rental relationships, interactions can develop into emotionally intimate and meaningful connections, despite their transactional nature. Telegram, as a platform, offers advantages such as large-scale community features, bots, customizable forms, and group chats, which support the growth of this practice. This study identifies specific rental communities on Telegram that cater to users seeking rental services across Indonesia. The research focuses on the process of self disclosure, particularly how individuals share personal information within the context of virtual rental relationships on Telegram. Using a qualitative case study approach, this study involved two informants who are active members of rental communities and are currently occupied in rental sessions with partner(s). The findings reveal that motivation, gradual strategy, topic variation, emotional impact and risks all significantly influence how self disclosure is carried out, as well as how much and how deep personal information is shared.