cover
Contact Name
Wahyu Sasongko Putro
Contact Email
wahyuputro@unesa.ac.id
Phone
+62318280009
Journal Mail Official
jurnalteknikelektro@unesa.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS TEKNIK, Kampus Ketintang Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro (JTE)
ISSN : 22525017     EISSN : 29870089     DOI : https://doi.org/10.26740/jte.v14n1
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
Articles 442 Documents
Rancang Bangun PID Controller Dengan Tuning Ziegler Nichols Untuk Pengendalian Posisi Sudut Motor DC Muhammad Nasir Athoillah; Muhammad Syarifuddin Zuhrie
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n2.p537-545

Abstract

Abstrak Motor DC merupakan perangkat motor yang bergerak dengan kecepatan konstan dengan tegangan sumber DC. Disisi lain karena motor dc bergerak konstan maka dibutuhkan sebuah kontroler yang dapat memaksimalkan kinerja motor DC agar bergerak sesuai dengan keinginan atau kebutuhan plant dan lebih efektif. Penelitian ini menggunakan kendali PID posisi sudut pada motor DC, sehingga motor dc dapat bergerak ke posisi sudut yang diberikan.perancangan kontroler ini menggunakan Software Arduino Uno dan GUI (Graphical User-Interface)-nya menggunakan Software Visual Studio. Sensor Potensiometer berhasil terkalibrasi dengan menggunakan teknik regresi linier. Dengan pendekatan metode tuning Ziegler Nichols, didapatkan tuning koefisien parameter PID dengan Kp = 18, = 0.05075 dan = . Pengujian Parameter sudut 20⁰ didapatkan perbaikan respon dengan Td (Time delay)= 0.1242 detik. Tr (Rise time) = 0.2331 detik dan Ts (Settling time ) = 0.3 detik. Sistem mampu mencapai setpoint dengan Ess atau kesalahan steady state sebesar 0 %. Pengujian Parameter sudut 80⁰ didapatkan perbaikan respon dengan Td = 0.30005 detik. Tr = 0.56005 detik, Tp (waktu puncak /time peak) sebesar 0.75005 detik dan Ts = 2.1998 detik, sistem mengalami Overshoot sebesar 7,5 %. Sistem mampu mencapai setpoint dengan Ess sebesar 0 %. Pengujian Parameter sudut 150⁰ didapatkan perbaikan respon dengan Td = 0.48705 detik. Tr = sebesar 0.85955 detik, Tp = 0.99955 detik dan Ts = 4.57715 detik, sistem mengalami Overshoot sebesar 13 %. Sistem mampu mencapai setpoint dengan Ess sebesar 0 %. Kata Kunci : motor DC, parameter PID, error
Rancang Bangun Sistem Positioning Mobile Robot Omnidirectional Wheel Menggunakan STM32 Berbasis Fuzzy Logic Controller Hisyam Muhammad Fuad AL Azka; I Gusti Putu Asto Buditjahjanto; Muhammad Syariffuddien Zuhrie; Lilik Anifah
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n3.p547-555

Abstract

Di penelitian ini memaparkan perancangan sistem kendali fuzzy untuk mobile robot omnidirectional wheel. Menjelaskan tentang struktur kontrol, kinematika dan dinamika dari robot omnidirectional wheel. Metode yang digunakan sebagai pengendali dari possisioning robot ini sendiri yaitu sistem metode logika fuzzy sebagai sistem kontrol gerak roda mobile robot omnidirectional wheel. Kontroller yang disajikan dalam penelitian ini memberi solusi yang optimal untuk diimplementasikan dikehidupan nyata yaitu dengan menggunakan mikrokontroler berupa STM32 yang berfungsi sebagai otak atau pengendali dari sistem possisioning robot dengan 4 roda omni menggunakan STM32 berbasis fuzzy logic controller. Pergerakan robot omnidirectional wheel merupakan kunci utama penentuan tata letak robot sesuai dengan set point yang ditentukan. Namun tanpa menggunakan sensor tambahan, metode ini akan mudah tergelincir yang disebabkan oleh roda omni yang masih bergerak sementara motor penggerak telah berhenti. Untuk mengatasi tergelincir roda yang terjadi pada robot maka digunakanlah sensor rotary encoder yang berfungsi sebagai penentu jarak yang telah dicapai oleh robot dari titik awal menuju titik akhir dengan dilengkapi sensor kompas digital untuk memtukan arah hadap robot tidak berubah dan sesuai dengan posisi yang telah ditentukan. Hasil yang didapatkan pada penelitian positioning mobile robot omnidirectional wheel menggunakan menggunakan rotary encoder memiliki error RMS pada sumbu x sebesar 2,625 cm, dan pada sumbu y sebesar 3,425 cm, dan arah hadap robot menggunakan gyroscope memiliki error RMS sebesar 1,1 derajat. Kata Kunci: gyroscope, omnidirectional, robot, rotary encoder, STM32.
Raise Awareness Trash Can Berbasis Mikrokontroler Arduino Melalui Media SMS (Short Message Service) Achilles Jaka Dewayana Adikara; Lilik Anifah; Lusia Rakhmawati; Nur Kholis
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n3.p557-564

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan pola hidup orang – orang sekarang telah menyebabkan meningkatnya volume penumpukan sampah. Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai macam produk, serta meningkatnya UMKM yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah pasti menyebabkan meningkatnya jumlah sampah yang drastis. Dengan meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan, pengelolaan menjadi perlu. Bila saat mengelola sampah tidak menggunakan cara dan teknik pengelolaan sampah yang efektif tidak hanya berdampak negatif bagi kesehatan, tetapi juga akan sangat menghambat kelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04, sensor load cell HX-711, GSM Shield SIM900, push button, LED, dan Arduino Uno. Nilai error pada pengujian sensor ultrasonik menunjukkan presentase kesalahan antara 0,09% hingga 0,058%, dimana nilai ini menunjukkan bahwa sensor ini berfungsi dengan baik. Nilai error pada pengujian sensor load cell menunjukkan presentase kesalahan sebesar 0%, yang menunjukkan bahwa sensor load cell berfungsi dengan sangat baik. Pengujian pada modul GSM SIM900 menunjukkan respon “OK”, yang menunjukkan bahwa modul ini bisa bekerja dengan baik. Hasil pengujian keseluruhan sistem menunjukkan bahwa Raise Awareness Trash Can bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan. Batas maksimum dari parameter jarak dan berat pada alat ini adalah dengan tinggi maksimal 12 cm dan berat maksimal 271 gram. Saat jarak dan berat belum melebihi batas maksimum, LED hijau akan berada pada kondisi ON dan SIM900 tidak akan mengirimkan SMS. Sedangkan saat jarak dan berat sudah melebih batas maksimum, LED merah akan berada pada kondisi ON dan SIM900 akan mengirimkan SMS. Kata Kunci: Tempat Sampah, Mikrokontroler, Arduino Uno, SMS, Sensor Ultrasonik, Sensor Load Cell, GSM SIM900
Rancang Bangun Sistem Automatic Transfer Switch Antara Listrik PLN Dan PLTS Skala Kecil Untuk Alat Penetas Telur Berbasis Internet Of Things Ilham Farisi Almadani; Subuh Isnur Haryudo; Unit Three Kartini; Joko Joko
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n3.p565-575

Abstract

Listrik yang dihasilkan oleh PLN tidak selamanya kontinu dalam penyalurannya ke konsumen, ketiadaan akan energi listrik tersebut dapat mengganggu keberlangsungan kegiatan konsumen. Dalam industri penetasan telur, membutuhkan listrik dengan ketersediaan yang stabil untuk mengoperasikan alat penetas telur yang berfungsi membantu proses penetasan dengan menghangatkan suhu pada telur melalui media lampu sebagai pengganti pengeraman alami oleh indukan. Upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik yang kontinu, memacu dikembangkannya kebaruan penelitian dengan penggabungan antara listrik PLN sebagai sumber utama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber cadangan. Penggabungan dua sumber listrik dapat dioptimalkan dengan otomatisasi pemindahan sumber listrik yang digunakan dengan menggunakan sistem Automatic Transfer Switch (ATS). Pengawasan parameter suhu alat penetas dapat dimaksimalkan dengan menambahkan sistem monitoring jarak jauh menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sistem ATS antara listrik PLN dan PLTS skala kecil untuk alat penetas telur berbasis IoT, mengetahui kinerja sistem ATS, PLTS serta unjuk kerja alat penetas telur berbasis IoT. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Setelah melakukan penelitian diperoleh hasil penelitian yaitu sistem ATS bekerja dengan baik untuk memindahkan koneksi apabila listrik PLN (utama) gangguan sehingga alat penetas dapat beroperasi menggunakan sumber listrik PLN atau PLTS. Pengujian penggunaan PLTS menghasilkan tegangan dan arus rata-rata sebesar 12,85 V dan 1,37 A. Dalam proses pengisian baterai berbeban, PLTS dapat menaikkan tegangan baterai sebesar 0,2 V. Lama penggunaan PLTS untuk mensuplai listrik adalah 14 jam. Pengawasan parameter data suhu dan kondisi lampu alat penetas dapat dilakukan secara jarak jauh melalui gawai yang terhubung internet. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu industri penetasan telur dalam memperoleh ketersediaan sumber listrik cadangan agar proses penetasan telur tidak mengalami kegagalan. Kata Kunci: Alat penetas Telur, Automatic Transfer Switch, Internet of Things, PLTS
Analisis Kualitas Daya Berdasarkan Keseimbangan Beban Tiga Fasa pada Instalasi Listrik Gedung I8 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya Zahrotul Maulia; Widi Aribowo; Subuh Isnur Haryudo; Joko .Joko
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n3.p619-628

Abstract

Ketidakseimbangan beban merupakan hal yang pasti terjadi pada distribusi tenaga listrik. Sehingga dalam pendistribusian tenaga listrik harus di minimalisir demi mencapai efisiensi penyaluran yang optimal. Pada penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis ketidakseimbangan beban instalasi listrik tiga fasa di Gedung I8 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya, serta mengetahui kelayakan instalasi listrik yang terpasang berdasarkan PUIL 2011 dan menganalisis data yang telah didapatkan. Peneliti menggunakan metode kuantitatif yaitu mengumpulkan referensi beberapa jurnal yang relevan dengan judul yang diteliti. Selanjutnya dilaksanakan pengambilan data penelitian yang dibutuhkan dengan tata cara yang ditentukan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pemasangan beban instalasi listrik pada Gedung I8 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum tidak seimbang, terdapat selisih yang signifikan pada hasil pengukuran arus antara fasa R, fasa S dan fasa T, hal tersebut dapat membahayakan kondisi panel utama, circuit breaker dan juga kabel distribusi yang terpasang pada jaringan instalasi listrik tersebut. Data ketidakseimbangan beban diperoleh persentase sebesar 37% dari pengukuran pada panel utama. Sedangkan kabel hantaran dengan diketahui ukuran luas penampang kabel (mm2) kemudian membandingkan dengan ketentuan berdasarkan PUIL 2011. Data pada ketidakseimbangan beban belum memenuhi syarat ketidakseimbangan beban yaitu kurangdari 20% sesuai IEEE 446-1995, dan untuk kabel yang digunakan telah memenuhi persyaratan sebagaimana yang telah diatur pada PUIL 2011 sehingga tidak perlu dilakukan pengantian sedangkan pada pengaman masing-masing panel Gedung I8 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum tidak perlu dilakukan pergantian karena dari sisa beban masih cukup dan pengaman yang terpasang telah memenuhi syarat PUIL 2011. Kata kunci: Kualitas Daya, Keseimbangan Beban, Tenaga Listrik ,Instalasi
Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Kapasitas 80 WP Untuk Alat Penetas Telur Berbasis Internet of Things As Fiyaa U Suduri; Subuh Isnur Haryudo; Mahendra Widyartono
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n3.p587-596

Abstract

Kebutuhan energi listrik saat ini merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia. Energi listrik saat ini masih menggunakan bahan bakar fosil. Indonesia merupakan negara tropis sehingga mempunyai kelebihan sinar matahari. Pemanfaatan sinar matahari dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu energi terbarukan dimana pemanfaatan cahaya matahari bisa diubah menjadi energi listrik. Intensitas cahaya matahari dan keadaan cuaca dapat mempengaruhi tegangan dan arus listrik yang dihasilkan dari panel surya. Dimana saat ini alat penetas telur masih menggunakan energi listrik konvensional dan pada penelitian ini dilakukan kebaruan dengan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya untuk alat penetas telur. Faktor penting pada penetian alat penetas telur ini adalah untuk menjaga temperatur telur agar mencapai nilai antara 37℃-38℃, sebagai pengawasan parameter suhu alat penetas telur bisa dilihat dari jarak jauh menggunakan sistem Internet of Things (IoT) dengan bantuan aplikasi blynk. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk alat penetas telur berbasis IoT, mengetahui kinerja PLTS sebagai sumber energi listrik, dan mengetahui kinerja dari alat penetas telur berbasis IoT. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dan teknik analisis data berupa deskriptif kuantitatif. Setelah melakukan penelitian diperoleh hasil PLTS dapat digunakan sebagai sumber energi listrik alat penetas telur berbasis IoT, pengujian penggunaan PLTS menghasilkan tegangan dan arus rata-rata sebesar 12,7 V dan 2,7 A dan pengawasan parameter data suhu dapat dilakukan secara jarak jauh melalui gawai yang terhubung internet. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu industri penetas telur dalam memanfaatkan energi listrik dari sinar matahari. Kata Kunci: Panel surya, mikrokontroller, alat penetas telur, Internet of Things.
Literatur Review : Analisa Performa Baterai Lithium-air, Lithium-sulfur, All-Solid-State Battery, Lithium-ion Pada Kendaran Listrik Muhammad Ulumul Khasan; Farid Baskoro; Nur Kholis; Arif Widodo
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n3.p597-607

Abstract

Perkembangan teknologi pada saat ini sangatlah cepat, dimana perkembangan teknologi pada bidang otomotif ikut merasakan dampaknya. Banyak produsen otomotif yang giat mengembangkan kendaraan mereka yang tadinya kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik. Mobil listrik membutuhkan baterai sebagai pemasok energinya, baterai yang paling umum digunakan adalah lithium-ion. Namun ada beberapa masalah pada lithium-ion, melihat dari keadaaan ini pengembang telah meneliti beberapa alternatif jenis baterai yaitu: baterai lithium-air, baterai lithium-sulfur, all-solid-state battery. Literatur ini bertujuan untuk membandingkan performa dari baterai lithium-air, baterai lithium-sulfur, all-solid-state battery yang nantinya dapat menggantikan penggunaan baterai lithium-ion yang banyak digunakan saat ini pada kendaraan listrik. Pada literatur review ini menggunakan metode systematic literatur review (SLR) atau tinjauan pustaka sistematis, dengan mencari, mengumpulkan, dan mengevaluasi dari beberapa sumber yang terkait dengan topik ini. Dari ketiga baterai ini, baterai litihum-sulfur menawarkan energi spesfik yang besar dibandingkan dengan baterai lithium-air, baterai all-solid-state. Baterai lithium-sulfur telah mendapat perhatian lebih sehingga lebih cepat menuju komersialisasi masal daripada baterai lithium-ion maupun baterai all-solid-state. Hasil dari literatur ini adalah pada baterai lithium-sulfur memiliki kepadatan energi sebasar 2.500Wh/kg dan sudah melebihi kepadatan energi baterai lithium-air sebesar 250-1.200Wh/kg, all-solid-state battery sebesar 500Wh/kg, dan baterai lithium-ion sebesar 890Wh/kg. Kepadatan energi ini menyiratkan berapa banyak energi yang dapat ditampung. Perlu adanya pengembangan lebih pada baterai-baterai tersebut agar penggunaannya dapat dirasakan secepatnya. Kata Kunci : Baterai Lithium-air, Baterai Lithium-sulfur, All-Solid-State Battery, Lithium-ion
Rancang Bangun Sistem Pompa Air Tenaga Surya Skala Rumah Tangga Menggunakan Maximum Power Point Tracking (MPPT) dengan Metode Algoritma Perturb dan Observe untuk Memaksimalkan Daya Ilham Cahyo Wibowo Aji; Unit Three Kartini; Subuh Isnur Haryudo; Mahendra Widyartono
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n3.p629-638

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki potensi sumber energi matahari yang melimpah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan menggunakan panel surya. Setiap manusia memanfaatkan air untuk keberlangsungan hidupnya sehingga hampir semua rumah menggunakan pompa air untuk menghisap air dari dalam tanah atau tandon bawah menuju ke bak penampungan air. Ketika sumber listrik dari PLN mengalami blackout maka pompa air tidak dapat digunakan, sehingga dibutuhkan energi alternatif yaitu energi matahari sebagai pembangkit tenaga surya. Energi matahari yang tidak menentu menyebabkan efektivitas panel surya berkurang. MPPT digunakan untuk mencari titik daya maksimum akibat dari perubahan cuaca cerah dan cuaca mendung sehingga titik daya maksimum panel surya berubah sesuai dengan kondisi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk merancang bangun sistem pompa air tenaga surya agar pompa air dapat digunakan setiap saat serta menggunakan MPPT untuk menekan panel surya bekerja pada titik daya maksimumnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data pengujian alat. Tegangan dan arus keluaran panel surya dipengaruhi oleh perubahan cuaca dengan tegangan tertinggi 18.93 V dan arus tertinggi 1.47 pada pukul 12.00 WIB, serta tegangan terendah 11.50 V dan arus terendah 0.1 A pada pukul 17.00 WIB. Algoritma perturb and observe pada buck-boost converter berhasil menjejak dan mempertahanan daya tertinggi dengan daya output terbesar 25.34 W pada pukul 12.00 WIB dan daya output terkecil sebesar 1.68 W pada pukul 06.00 WIB dengan efisiensi rata-rata sebesar 79.11 %. Proses charging aki membutuhkan waktu 10 jam (06.00-17.00) dengan tegangan keluaran charging rata-rata sebesar 13.88 V dan arus rata-rata sebesar 1.31 A. Baterai dapat mensupply energi dengan beban berupa pompa air. Pompa air dan inverter dapat bekerja dengan baik dengan efisiensi inverter rata-rata sebesar 75.55 %. Kata Kunci: Buck Boost Converter, MPPT, Panel Surya, Perturb and Observe, Pompa Air
Perhitungan Nilai Loss of Load Probability (LoLP) Pada PLTG PT Pertamina EP Asset IV Field Sukowati Menggunakan Perhitungan Discrete Distribution dan Cholesky Decomposition Kevin Pranata Putra; Unit Three Kartini; Widi Aribowo; Mahendra Widyartono
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n3.p639-648

Abstract

Pembangkit listrik adalah peralatan yang digunakan untuk membangkitkan listrik dengan cara mengonversi suatu energi menjadi energi listrik. Pada pembangkit listrik perlu diperhatikan keandalan sistem pembangkit dalam pemenuhan kebutuhan suatu beban. Keandalan sistem pembangkit dapat digambarkan dengan indeks keandalan pembangkit. Untuk memperhatikan keandalan sistem pembangkit maka dibutuhkan analisis yang digunakan untuk mengevaluasi indeks keandalan pembangkit tersebut, salah satunya yaitu Loss of Load Probability (LOLP). Pada penelitian ini menyajikan perhitungan nilai LOLP pada PLTG PT Pertamina EP Asset IV Field Sukowati pada tahun 2020. Dalam perhitungan nilai LOLP yaitu dengan menggunakan permodelan matematis seperti Discrete Distribution dan Cholesky Decomposition. Pada PLTG PT Pertamina EP Asset IV Field Sukowati memiliki 4 unit pembangkit dengan masing-masing kapasitas memiliki daya sebesar 800 kW. Tiap unit pembangkit memiliki keandalan yang berbeda. Jika unit pembangkit sering mengalami gangguan maka indeks keandalan sistem pembangkit yang rendah. Durasi gangguan unit pembangkit mempengaruhi nilai Forced Outage Rate (FOR) yang nantinya digunakan untuk mencari probabilitas dari tiap kombinasi unit pembangkit. Dari nilai probabilitas inilah didapatkan nilai LOLP. Pada PLTG PT Pertamina EP Asset IV Field Sukowati didapatkan nilai LOLP sebesar 4,259535 hari/tahun. Sedangkan standar yang ditetapkan PT PLN (Persero) pada RUPTL PLN 2018-2027 sebesar 1 hari/tahun, maka dapat dikatakan indeks keandalan pembangkit di PLTG PT Pertamina EP Asset IV Field Sukowati pada tahun 2020 dalam kategori kurang andal. Kata kunci : PLTG, keandalan, probabilitas, LOLP
Rancang Bangun Trainer Dan Sistem Otomasi Concrete Batching Plant Menggunakan PLC Omron CP1E E30DR-A Satria Riagung Lazuardi; Endryansyah .Endryansyah; I Gusti Putu Asto Buditjahjanto; Puput Wanarti Rusimamto
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n3.p577-585

Abstract

Programmable Logic Controller adalah suatu sistem komputer digital yang banyak digunakan sebagai kontroller pada proses sistem otomasi elektromekanik. Teknologi ini adalah lanjutan dari teknologi yang lebih lama yang biasa disebut "Relay Logic" atau "Wired Logic" yang dahulu digunakan juga dalam sistem otomasi pada industri. Concrete atau beton adalah suatu bahan yang paling penting dalam dunia konstruksi, pada proses pembuatan beton secara manual memerlukan banyak sumber tenaga dan juga waktu yang mana akan menghasilkan gap yang besar antara permintaan dan juga produksi. Intervensi manusia dalam pembuatan beton secara manual membuat ketergantungan akan sumber daya manusia yang tinggi, sebaliknya, bisa menjadikan kualitas dan kuantitas semen yang tidak sesuai dengan harapan. Dalam penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah trainer PLC dan modul Concrete Batch Plant (CBP). Modul yang dibuat menggunakan 15 input dan juga 12 output. input dari modul tersebut adalah toggle switch yang digunakan sebagai kontrol individu actuator pada mode operasi manual dan outputnya adalah actuator yang terdapat pada Concrete Batch Plant akan tetapi pada modul ini diimplementasikan sebagai lampu LED. Sistem ini harus memenuhi kebutuhan akan sistem operasi manual dan otomatis. Manfaat dari pembuatan modul ini adalah sebagai media penunjang bagi mahasiswa agar mendapatkan wawasan yang lebih luas dalam bidang sistem otomasi. Dan hasil penelitiannya adalah bahwa kelayakan Trainer PLC memiliki persentase sebesar 85,95% dan Concrete Batching Plant memiliki persentase 83.85% dan cocok untuk digunakan sebagai pembelajaran Praktikum Sistem Otomasi. Kata Kunci: Concrete, Otomasi, PLC, Plant