cover
Contact Name
Rudi Salam Sinaga
Contact Email
jurnaljpkm@gmail.com
Phone
+6281376883177
Journal Mail Official
jurnaljpkm@gmail.com
Editorial Address
Jalan Eka Prasetiya No 61 Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27770486     EISSN : 27767981     DOI : -
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) merupakan jurnal ilmiah yang mengakomodasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di berbagai bidang disiplin ilmu seperti bidang sosial, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, pertanian, biologi dan disiplin ilmu lainnya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) membuka seluas luasnya kesempatan bagi seluruh kalangan di dalam negeri dan luar negeri untuk berpartisipasi sebagai penulis dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
PERAN PEMUDA SETEMPAT DALAM MENJAGA KEAMANAN LINGKUNGAN (Studi Kasus : Kelurahan Rengas Pulau Kota Medan) Riyandi Putra
JPKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Januari
Publisher : LEMBAGA KAJIAN ILMU SOSIAL DAN POLITIK (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemuda merupakan sebuah garda terdepan yang akan berpengaruh besar untuk kesejahteraan dalamlingkungan maupun Negara. Lalu dalam konteks penjagaan keamanan lingkungan, pemuda juga harusturut andil di dalamnya, karena keamanan di sebuah lingkungan mutlak diperlukan untuk menjagaketertiban dan juga kesejahteraan dalam lingkungan tersebut. Berdasarkan observasi dan jugawawancara yang telah penulis lakukan maka terdapat permasalahan yang diteliti oleh penulis yaitubagaimana peran pemuda setempat dalam menjaga keamanan lingkungan? Faktor-faktor apa sajakahyang menghambat para pemuda untuk ikut serta dalam menjaga keamanan lingkungan di Medan Marelan,Kelurahan Rengas Pulau. Ternyata ketika penulis telusuri lebih dalam ada beberapa hambatan yang telahmendominasi di dalam diri pemuda setempat seperti sikap apatis dan juga sikap tak peduli akanlingkungan setempat. Untuk itu perlu adanya pengayoman dan juga pemeliharaan nilai-nilai luhurberkaitan bahwa setiap lingkungan yang kita tempati merupakan tugas dan tanggung jawab kita jugauntuk menjaganya.
PERLINDUNGAN LINGKUNGAN MELALUI PENANAMAN MANGROUVE DI KAWASAN PESISIR DAN PANTAI Nanci Yosepin Simbolon; Lestari Victoria Sinaga; Alusianto Hamonangan; Ria Sintha Devi
JPKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Januari
Publisher : LEMBAGA KAJIAN ILMU SOSIAL DAN POLITIK (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penegakan hukum dalam hal pengawasan dan pengendalian pengelolaan kawasan hutan manggrove di pesisir pantai ternyata masih rendah. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan mangrove terhadap lingkungan perairan. Kawasan pesisir rentan terhadap abrasi membutuhkan pengelolaan berkelanjutan dan perlindungan hutan mangrove. Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kawasan pesisir dan pantai menjadi program terdepan yang dilaksanakan dan dikembangkan di masa depan. Hal ini sebagai bentuk komitmen dan kolaborasi bersama antara akademisi dan masyarakat terhadap upaya perlindungan lingkungan di wilayah pesisir melalui penanaman mangrove.selain itu, kesadaran hukum masyarakat juga muncul secara alamiah dengan pengetahuan dan pemahaman tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara preventif dan represif.
EDUKASI TENTANG MENCUCI TANGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DINAS SOSIAL LANSIA Sondang Sidabutar Sidabutar
JPKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Januari
Publisher : LEMBAGA KAJIAN ILMU SOSIAL DAN POLITIK (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak COVID-19 atau Coronavirus Disease 2019 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 diperkirakan menyebar di antara orang-orang melalui percikan pernapasan yang dihasilkan pada saat batuk dan percikan dari seseorang yang sedang bersin serta didapat dari permukaan benda yang sudah terkontaminasi yang kemudian secara tidak sengaja menyentuh wajah seseorang. Salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi COVID-19 adalah orang lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun keatas. Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar merupakan tempat para lansia hidup tanpa menggantungkan diri pada anak atau keluarganya. Ini merupakan kelompok umur yang sangat rentan dengan penularan COVID-19, sehingga perlu bagi mereka untuk bisa memahami bagaimana cara pencegahan COVID-19. Salah satu cara pencegahan COVID-19 adalah dengan mencuci tangan. Cuci tangan merupakan rutinitas yang murah dan mudah, serta penting dalam prosedur pengontrolan infeksi, dan merupakan metode terbaik untuk mencegah transmisi mikroorganisme. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi tentang mencuci tangan pada masa pandemi COVID-19 di Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar. Hasil pengabdian masyarakat ini akan dapat memberikan edukasi yang luas kepada masyarakat, pengetahuan tentang mencuci tangan pada masa pandemi COVID-19. Kata Kunci : COVID-19, Edukasi, Lansia, Mencuci tangan
PENDAMPINGAN INTENSIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SMK INSAN AQILAH 3 DEPOK MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Dalmeri; Supadi Supadi; Tarmizi Rasul
JPKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Januari
Publisher : LEMBAGA KAJIAN ILMU SOSIAL DAN POLITIK (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berupaya untuk mengelaborasi pendampingan intensif dalam penyusunan proposal penelitian tindakan kelas bagi para guru SMK Insan Aqilah 3 Depok. Mutu pendidikan di suatu lembaga pendidikan dapat tercapai dengan baik jika guru mampu mengidentifikasi permasalahan dengan baik dalam berbagai penelitian tindakan kelas yang dilakukan di lingkungan sekolahnya. Permasalahan yang terjadi dalam kelas, dan dielaborai oleh guru kemudian memberikan pemecahan masalah, mencarikan jalan penyelesaian dengan cepat dan tepat, akan membuat suasana belajar mengajar menjadi lebih dinamis. Identifikasi permasalahan dan solusinya dapat dilakukan dengan melakukan penelitian tindakan kelas, akan membuat guru menjadi lebih kreatif. Melalui penelitian tindakan kelas guru mampu memberikan solusi yang terbaik bagi peserta didik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, kemudian dilanjutkan dengan analisis dan refleksi. Pendampingan intensif dalam penyusunan proposal penelitian tindakan kelas bagi guru SMK Insan Aqilah 3 Depok dimaksudkan agar guru mampu mengidentifikasi masalah dengan baik, masalah yang terjadi dalam kegiatan proses belajar mengajar. Metode pendampingan yang dilakukan dengan memandu serta memonitoring guru dalam memilih dan melaksanakan metode yang tepat dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, Hasilnya guru mampu untuk menyusun sebuah proposal penelitian tindakan kelas sesuai dengan kompetensinya sehingga peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai.
PENYULUHAN TENTANG ANEMIA GIZI PADA REMAJA DI POSYANDU REMAJA KELURAHAN TANJUNG MARULAK HILIR SRI PADANG TEBING TINGGI Hartono Hartono; Dameria; Marlinang Isabella Silalahi; Eva Ellya Sibagariang; Buenita Buenita
JPKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Januari
Publisher : LEMBAGA KAJIAN ILMU SOSIAL DAN POLITIK (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi yang sering dialami remaja adalah kekurangan gizi, kelebihan berat badan (Overweight), kegemukan (obesitas) serta anemia. Remaja putri lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hal itu disebabkan terjadi peningkatan kebutuhan besi karena kehilangan zat besi selama haid, perilaku atau kebiasaan makannya yang salah, karena membatasi setiap asupan makanan. Prevalensi anemia remaja putri 3 kali Riskesdas terus meningkat yaitu Riskesdas 2007 (26,5%), Riskesdas 2013 (22,7%) dan Riskesdas 2018 (48,9%).Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Metode dilakukan di Posyandu Remaja Kelurahan tanjung Marulak Hilir Tebing Tinggi pada tanggal 23 Juni 2021. Jumlah remaja yang berpartisipasi 25 orang. Indikator yang diukur adalah pengatahuan sebelum dan sesudah penyuluhan yang diperoleh secara Tanya jawab. Hasil yaitu Rata-rata remaja meningkat pengetahuaan setelah dilakukan penyuluhan. Status gizi berdasarkan IMT/U dari 25 orang yang diukur diperoleh hasil 23 orang (92%) gizi baik, 1 orang (4%) gizi kurang, dan 1 orang (4% obesitas). Sedangkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) menunjukkan bahwa 76% remaja dengan status gizi normal dan remaja dengan status gizi pendek 24%.
PENYULUHAN TENTANG CEGAH STUNTING KEPADA PETUGAS GIZI DI KABUPATEN SAMOSIR, TOBA, HUMBANG HASUNDUTAN, DAN TAPANULI UTARA Dameria Dameria; Hartono Hartono; Marlinang Marlinang; Eva Ellya; Buenita Buenita; Tariani G
JPKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : LEMBAGA KAJIAN ILMU SOSIAL DAN POLITIK (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai status gizi yang didasarkan pada Indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Kekurangan gizi terjadi sejak bayi berada di dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi dilahirkan. Akan tetapi, kondisi stunting baru akan muncul setelah anak berusia 2 tahun. Balita stunting adalah balita dengan panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB) menurut umurnya (U) dibandingkan dengan standar baku WHOMGRS (Kemenkes RI, 2016). WHO(2017) melalui World Health Assembly (WHA) menargetkan prevalensi stunting pada tahun 2025 menurun sebesar 40% di semua negara yang mempunyai masalah stunting termasuk Indonesia (Kemenkes RI, 2018). Prevalensi stunting di Indonesia sebanyak 24,4%, Sedangkan di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 25,8%.Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan kepada petugas gizi bagaimana upaya dalam penanggulangan stunting. Jumlah peserta yang berpartisipasi sebanyak 55 orang. Setelah selesai penyuluhan ini diharapkan peserta mengetahui apa itu stunting dan bagaimana cara penanggulangannya.

Page 2 of 2 | Total Record : 16