cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024)" : 41 Documents clear
INDONESIAN HIGH SCHOOL STUDENTS’ METACOGNITIVE AWARENESS BY GENDER AND GRADE: VALIDATING MAI USING IRT ANALYSIS RUSMANA, AI NURLAELASARI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4089

Abstract

Metacognition is significant in fostering students' academic success and self-regulated learning. This study explores the metacognitive awareness of Indonesian high school students in science learning, with a focus on the effects of gender and grade level. Using the Metacognitive Awareness Inventory (MAI), a widely utilized self-report instrument, data were collected from 185 Indonesian high school students, majoring in science, across 10th and 11th grades in public and private schools. To ensure the validity and reliability of the instrument within this context, the study employed an Item Response Theory (IRT) framework using the TAM package in R. The analysis examined dimensionality, item fit, and reliability metrics, ensuring the suitability of the 19-item MAI subset. Subsequent analyses using two-way ANOVA in IBM SPSS Statistics 29 evaluated differences in metacognitive awareness across gender and grade levels. IRT analysis confirmed the suitability of the MAI for measuring high school students’ metacognitive awareness, identifying two dimensions: knowledge of cognition and regulation of cognition. All items showed good fit to the IRT framework, and item as well as person reliability across dimensions was fair to good categories. With regards to high school students’ metacognitive awareness, female students generally demonstrated higher awareness than male students, particularly in regulation of cognition dimension. The findings align with prior research emphasizing the influence of biological and social factors on establishing gender differences in metacognition. Additionally, 10th-grade students demonstrated greater metacognitive awareness in the knowledge of cognition dimension than 11th graders, suggesting that younger students may engage more in reflective practices and maintain a stronger innate curiosity, which fosters metacognitive development. ABSTRAKMetakognisi memiliki peranan penting dalam mendorong keberhasilan akademik dan regulasi diri siswa. Penelitian ini mengeksplorasi kesadaran metakognisi siswa SMA di Indonesia dalam pembelajaran sains, dengan fokus pada variabel gender dan tingkat kelas. Dengan menggunakan Metacognitive Awareness Inventory (MAI), salah satu instrumen metakognisi yang paling banyak digunakan, data pada penelitian ini dikumpulkan dari 185 siswa SMA Indonesia jurusan sains di kelas 10 dan 11 dari sekolah negeri dan swasta. Penelitian ini menggunakan kerangka Item Response Theory (IRT) atau teori respon butir untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen ini pada R dengan paket TAM. Analisis validitas mencakup uji dimensi instrumen, kecocokan item, dan uji reliabilitas terhadap 19 butir MAI. Adapun analisis lanjutan menggunakan two-way ANOVA pada IBM SPSS Statistics versi 29 untuk mengevaluasi perbedaan kesadaran metakognisi berdasarkan gender dan tingkat kelas. Hasil analisis IRT mengonfirmasi kesesuaian instrumen MAI untuk mengukur kesadaran metakognisi siswa SMA, dengan mengidentifikasi dua dimensi: pengetahuan tentang kognisi (knowledge of cognition) dan regulasi kognisi (regulation of cognition). Semua item MAI menunjukkan kecocokan dengan kerangka IRT serta indeks reliabilitas item dan person pada setiap dimensi berada dalam kategori cukup hingga baik. Terkait kesadaran metakognisi siswa SMA, siswa Perempuan umumnya menunjukkan kesadaran metakognisi lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki, terutama pada dimensi regulasi kognisi. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti pengaruh faktor biologis dan sosial dalam membentuk perbedaan gender dalam metakognisi. Selain itu, siswa kelas 10 menunjukkan kesadaran metakognisi yang lebih tinggi pada dimensi pengetahuan tentang kognisi dibandingkan siswa kelas 11. Hal ini juga menunjukkan bahwa siswa yang lebih muda cenderung lebih sering terlibat dalam aktivitas reflektif dan mempertahankan rasa ingin tahu yang kuat sehingga mendorong perkembangan metakognisinya.  
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM PENGUASAAN KONSEP TURUNAN FUNGSI PADA MATA KULIAH KALKULUS SULISTYANINGTYAS, ANNISA DWI; WANTIKA, RESTU RIA; RAHAYU, SRI; HADI, SUSILO
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4090

Abstract

Derivatives of functions are one of the teaching materials of the Calculus Course for the Electrical Engineering Study Program at PGRI Adi Buana University, Surabaya. This material is very important to study, especially for engineering students as a basis for mastering calculation concepts in subsequent courses. However, students still experience difficulties in mastering the concepts of the material and solving the questions given. The purpose of this research is to determine the level of difficulty students have in mastering the concept of derivative functions and to determine the causes of these difficulties. This research uses a descriptive qualitative method, where the researcher describes and explains in detail the problem of students' difficulties in studying derivatives of functions in the Calculus course. Data was taken from the results of the Quiz for students in the Electrical Engineering Study Program for the 2024/2025 academic year. The research results showed that 69% of students made Principle Errors (KP) and 32% made Calculation Errors (KH). So, it can be concluded that most students cannot remember existing rules, formulas or theorems and identify material concepts. Furthermore, it is hoped that the results of this research can be used as a basis for improving Calculus I learning, so that learning is more interesting and students are more enthusiastic in participating in the learning. ABSTRAKTurunan fungsi merupakan salah satu materi ajar dari Mata Kuliah Kalkulus bagi Program Studi Teknik Elektro di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Materi tersebut sangat penting untuk dipelajari, khususnya bagi mahasiswa teknik sebagai dasar penguasaan konsep perhitungan di mata kuliah selanjutnya. Namun, mahasiswa masih merasakan kesulitan dalam penguasaan konsep materi dan penyelesaian soal yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesulitan mahasiswa dalam menguasai konsep turunan fungsi dan mengetahui penyebab dari kesulitan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana peneliti menggambarkan dan menjelaskan secara rinci permasalahan kesulitan mahasiswa dalam mempelajari turunan fungsi pada Mata Kuliah Kalkulus. Data diambil dari hasil Quis mahasiswa Program Studi Teknik Elektro tahun akademik 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% mahasiswa melakukan Kesalahan Prinsip (KP) dan 31% melakukan Kesalahan Hitung (KH). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar mahasiswa tidak dapat mengingat aturan, rumus, atau teorema yang ada dan mengidentifikasi konsep materi. Selanjutnya, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat dijadikan dasar untuk perbaikan pembelajaran Kalkulus, sehinggan pembelajaran lebih menarik lagi dan mahasiswa lebih antusias dalam mengikutin pembelajaran tersebut.
PENGARUH MODEL NHT BERBANTUAN MEDIA WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SD NUGRAHENI, YULIANA DIAH; SUTRIYANI, WULAN
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4091

Abstract

The Number Head Together learning model is a learning model that focuses on student activities in the classroom in terms of receiving, processing and communicating information from various sources. The application of the NHT learning model is carried out using the help of wordwall media which is designed to make it easier for teachers to create game-based teaching materials without the need for coding knowledge, and allows customization of teaching materials. This learning media is an official website-based interactive application that functions to create student practice questions which include quizzes, word searches, maze chases, true or false, matching games, correct sentences and others. This study aims to determine the effectiveness of using the NHT learning model on student math learning outcomes. The population in this study were grade IV students of SDN 3 Krapyak as many as 21 students, usirng data collerctiron terchnirquers of rerserarch irnstrumernts, quantirtatirver/artirstirc data analysirs. Ther rersults showerd that ther user of NHT lerarnirng moderl assirsterd by wordwall merdira can sirgnirfircantly irmprover studernts' math lerarnirng outcomers. Judgirng from ther calculatiron of ther SPSS applircatiron program from ther Pairrerd Sampler T-Terst terst rersults that ther averrager valuer irn ther prer-terst irs 62.38 wirth a std.derviratiron of 7.108 and ther averrager valuer irn ther post-terst irs 90.00 wirth a std.derviratiron of 6.519. Whirler sirg. (2-tairlerd) obtairnerd irn ther prerterst and post terst irs 0.00 (0.00 <0.05). Ther coerffircirernt of derterrmirnatiron of 0.140 merans that 14% of math lerarnirng outcomers arer irnfluerncerd by ther NHT lerarnirng moderl assirsterd by wordwall merdira. Whirler ther rermairnirng 86% irs irnfluerncerd by otherr factors not irncluderd irn thirs study. So irt can ber concluderd that therrer irs a sirgnirfircant dirfferrerncer irn ther prer-terst and post terst. ABSTRAKModel pembelajaran Number Head Together merupakan model pembelajaran yang berfokus pada aktivitas siswa di kelas dalam hal menerima, mengolah serta mengkomunikasikan informasi dari berbagai sumber. Penerapan model pembelajaran NHT ini dijalankan dengan menggunakan bantuan media wordwall yang dirancang agar dapat mempermudah guru dalam membuat bahan ajar berbasis permainan tanpa memerlukan pengetahuan coding, serta memungkinkan penyesuaian materi ajar. Media pembelajaran ini merupakan aplikasi interaktif berbasis website resmi yang berfungsi untuk membuat soal-soal latihan peserta didik yang didalamnya terdapat seperti kuis, mencari kata, pengejaran dalam labirin, benar atau salah, permainan pencocokan, benarkan kalimat dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaaan model pembelajaran NHT terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 3 Krapyak sebanyak 21 peserta didik, dengan menggunakan teknik pengumpulan data instrumen penelitian, analisis data yang bersifat kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran NHT yang berbantuan media wordwall dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik secara signifikan. Dilihat dari perhitungan program aplikasi SPSS dari hasil uji Paired Sample T-Test bahwa nilai rata-rata pada pre-test adalah 62,38 dengan std.deviasi 7,108 dan nilai rata-rata pada post-test adalah 90,00dengan std.deviasi 6,519. Sedangkan sig. (2-tailed) yang diperoleh pada pretest dan post test adalah 0,00 (0,00 < 0,05). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,703 artinya bahwa 70% hasil belajar matematika dipengaruhi oleh model pembelajaran NHT berbantuan media wordwall. Sedangkan sisanya 30% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pre-test dan post test.
PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA DI SMP NEGERI 51 SURABAYA AFIDAH, NURUL; SUDIBYO, ELOK
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4121

Abstract

Students' science literacy skills are one of the foundations in developing the competencies and character quality demanded in 21st-century learning, so it is important for teachers to help students improve their science literacy skills by applying appropriate teaching strategies. This study aims to describe students' science literacy skills after participating in learning by applying the guided inquiry model on the topic of Global Warming in the 9th grade at SMP Negeri 51 Surabaya. The one group pretest-posttest design was used with 29 students from class IX C as the research subjects. Research data were collected through a testing method adjusted to the science literacy indicators in the science competency aspect. Data analysis used a dependent sample t-test and N-gain analysis. The research results show a significant improvement in students' science literacy skills, indicated by a sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. This means that H1 is accepted and H0 is rejected, so it can be stated that there is a difference in the average science literacy skills of students before and after the implementation of the guided inquiry model. Additionally, the N-gain analysis shows an average score of 0.75, which falls into the high category. Based on the research results, it can be concluded that the guided inquiry model is capable of improving students' science literacy skills in the aspect of science competence. ABSTRAKKemampuan literasi sains siswa menjadi salah satu pondasi dalam mengembangkan kompetensi dan kualitas karakter yang dituntut pada pembelajaran abad ke-21, sehingga penting bagi guru untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan literasi sains dengan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model inkuiri terbimbing pada materi Pemanasan Global di kelas IX SMP Negeri 51 Surabaya. Desain one group pretest-posttest digunakan dengan menjadikan sejumlah 29 siswa kelas IX C sebagai subjek penelitian. Data penelitian dikumpulkan melalui metode tes yang disesuaikan dengan indikator literasi sains pada aspek kompetensi sains. Analisis data mempergunakan dependent sample t-test dan analisis N-gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi sains siswa yang signifikan, ditunjukkan oleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini memiliki arti H1 diterima dan H0 ditolak, sehingga bisa dinyatakan ada perbedaan rata-rata kemampuan literasi sains siswa sebelum dan sesudah penerapan model inkuiri terbimbing. Selain itu, analisis N-gain menunjukkan skor rata-rata sejumlah 0,75 yang masuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, bisa didapatkan kesimpulan yaitu model inkuiri terbimbing mampu meningkatkan kemampuan literasi sains siswa pada aspek kompetensi sains.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY PADA MATA KULIAH IMUNOLOGI DAN SEROLOGI YULIAWATI, YULIAWATI; PONDAWINATA, MARIZKI; MAIMUM, MAIMUM
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4168

Abstract

As time goes by, technology is becoming an important part of life, including the world of education and work. One technology that can be used as an interesting learning medium is the use of augmented reality. The aim of this research is to test and describe the application of augmented reality-based learning media in Immunology and Serology courses. This research uses a descriptive design with a qualitative approach. The subjects in this research were 64 students of the Pharmacy Study Program at Jambi University who took courses in Immunology and Serology for the 2024 academic year. The results of the research showed that the number of students who met the completion criteria of <70 was 53 people (83%) while the number of students who did not meet the completion criteria of <70 was 11 people (17%). This means that the application of augmented reality makes most students interested and easy to adapt to this learning media. ABSTRAKSemakin berkembangnya zaman, teknologi menjadi suatu suatu bagian penting dalam kehidupan termasuk dunia pendidikan dan pekerjaan. Salah satu teknologi yang dapat difungsikan sebagai media pembelajaran yang menarik yaitu penggunaan augmented reality. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan mendeskripsikan penerapan media pembelajaran berbasis augmented reality pada mata kuliah Imunologi dan Serologi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Jambi yang mengontrak mata kuliah Imunologi dan Serologi tahun ajaran 2024 berjumlah 64 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa yang memenuhi kriteria ketuntasan ³70 adalah sebanyak 53 orang (83%) sedangkan jumlah mahasiswa yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan <70 adalah sebanyak 11 orang (17%). Artinya, pengaplikasian augmented reality membuat sebagian besar mahasiswa tertarik dan mudah beradaptasi terhadap media pembelajaran tersebut.
PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DIKOMBINASIKAN DENGAN NEARPOD UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN SARAGI, FONIMAN; AISYAH, NADHIFA ROHDATUL; SUPRIATNO, BAMBANG; HAMDIYATI, YANTI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4169

Abstract

Science literacy in Indonesia is still a big challenge, as evidenced by the low scores in the latest PISA results. Low science literacy is caused by several factors including learning that is not contextualised and less relevant to everyday life. In addition, student involvement in learning is also very influential on the success of learning. Therefore, this study was conducted to measure the effectiveness of Guided Inquiry learning method combined with Nearpod learning media in improving students' science literacy. The study used a pre-experimental approach with a ‘one group pre-test post-test’ design model. The population in this study was class X students at SMA Negeri 1 Cimahi consisting of 11 classes. The sampling process was carried out randomly (random sampling), namely class X-11 which totalled 29 students. The results showed that the Guided Inquiry learning method combined with Nearpod learning media was effective in improving students' science literacy, especially in the aspects of designing and evaluating scientific investigations on environmental change material. ABSTRAKLiterasi sains di Indonesia masih menjadi tantangan besar, sebagaimana dibuktikan oleh skor yang masih rendah pada hasil PISA terbaru. Rendahnya literasi sains disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah pembelajaran yang tidak kontekstual dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan yang bertujuan untuk mengukur efektivitas metode pembelajaran Guided Inquiry yang dipadukan dengan media pembelajaran Nearpod dalam meningkatkan literasi sains siswa. Penelitian menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan model desain "one group pre-test post-test". Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X di SMA Negeri 1 Cimahi yang terdiri dari 11 kelas. Proses pengambilan sampel dilaksanakan secara acak (random sampling) yaitu kelas X-11 yang berjumlah 29 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran Guided Inquiry dikombinasikan dengan media pembelajaran Nearpod efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa, khususnya pada aspek merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah pada materi perubahan lingkungan.
PROFIL KETERAMPILAN LITERASI DIGITAL PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA FIRDAUS, FIRDA MAULIDA; WAHIDIN, WAHIDIN; RAMDANI, DANI; HERNAWATI, DIANA; BADRIAH , LIAH
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4252

Abstract

This study aims to evaluate the digital literacy skills of students in science learning at SMP Islamiyah Ciawi, using the digital literacy indicators proposed by Gilster (1997). The method used is descriptive, with a population of 198 students and a sample of 122 students. Data were collected through a questionnaire with 35 statements related to four indicators: information search ability, navigation in hypertext networks, content evaluation, and the ability to organize and integrate knowledge. The results show that students' digital literacy skills are at a moderate level, with an average score of 40.9%. The findings indicate that students' digital literacy skills in science learning need improvement. Enhancing digital literacy skills is essential to ensure that students can not only access information easily but also critically analyze and use that information effectively in the learning process. Therefore, technology-based learning should be optimized in science education to strengthen critical thinking and digital literacy skills. One approach is to apply innovative teaching strategies, such as the use of interactive media and project-based learning. By integrating technology into the learning process, it is crucial to prepare students for the challenges of the rapidly evolving digital world. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan literasi digital peserta didik dalam pembelajaran IPA di SMP Islamiyah Ciawi, dengan menggunakan indikator literasi digital yang dikemukakan oleh Gilster (1997). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi sebanyak 198 peserta didik, dan sampel peserta yang berjumlah 122 peserta didik. Data diperoleh melalui angket dengan 35 pernyataan terkait empat indikator, yaitu kemampuan pencarian informasi, navigasi pada jringan hiperteks, evaluasi konten, dan kemampuan menyusun serta mengintegrasikan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan literasi peserta didik berada pada kategori cukup, dengan skor rata-rata 40,9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan literasi digital peserta didik dalam pembelajaran IPA masih perlu ditingkatkan. Peningkatan keterampilan literasi digital sangat penting dalam dilakukan agar peserta didik tidak hanya mampu mengakses informasi dengan mudah, tetapi mampu memilah, menganalisis, dan menggunakan informasi tersebut dengan baik dalam proses pembelajaran. Untuk itu, pembelajaran berbasis teknologi perlu lebih dioptimalkan dalam proses pembelajaran IPA di sekolah agar dapat memperkuat keterampilan berpikir kritis dan keterampilan literasi digital peserta didik. Salah satunya dengan menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif, seperti penggunaan media interaktif dan pendekatan berbasis proyek. Dengan demikian, mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran sangat penting untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS X PADA MATERI ENERGI TERBARUKAN DEVITASARI, MARIA INKA; ELIZABETH, AGUSTINA; AGUNG, BERTOLOMEUS HARYANTO; KITA, YULITA IKA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4284

Abstract

Science literacy is the ability to use scientific information, identify questions, draw conclusions based on scientific knowledge, and make decisions related to nature, as well as human interactions with nature. Science literacy competencies include explaining phenomena scientifically, designing and evaluating scientific investigations, interpreting data and evidence scientifically. This study aims to improve science literacy skills through the application of problem-based learning models with a teaching at the right level approach on renewable energy material. The method used in this research is a qualitative research method that adopts a pre-experimental approach. The population and sample were class X students totaling 48 students. The instrument used in the study was an instrument in the form of an essay question test of science literacy skills in the form of a pre-test and post-test of 5 items.  The results showed that students were able to work on test questions given in each competency with a very high category with an average percentage of 84% with an average percentage of each competency, namely explaining phenomena scientifically 84%, designing and evaluating scientific investigations 78%, interpreting data and evidence scientifically 100%. ABSTRAKKemampuan literasi sains merupakan kemampuan menggunakan informasi ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan, menarik kesimpulan berdasarkan pengetahuan ilmiah, dan membuat keputusan berkaitan dengan alam, serta interaksi manusia dengan alam. Kompetensi literasi sains meliputi menjelaskan fenomena secara ilmiah, merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, menafsirkan data dan bukti secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains melalui penerapan model pembelajaran problem based learning dengan pendekatan teaching at the right level pada materi energi terbarukan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang mengadopsi pendekatan pre-eksperimental. Populasi dan sampel adalah peserta didik kelas X yang berjumlah 48 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah instrumen berupa  soal  essay tes kemampuan literasi sains berupa pre test dan post test sebanyak 5 butir soal.  Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik mampu mengerjakan soal tes yang diberikan pada setiap kompetensi dengan kategori sangat tinggi rata-rata presentase sebesar 84% dengan rata-rata presentase setiap kompetensi yakni menjelaskan fenomena secara ilmiah 84% , merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah 78%, menafsirkan data dan bukti secara ilmiah 100%.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK PENGENALAN ANATOMI GINJAL DAN JANTUNG MANUSIA HUSADA, LUCKY JOPI; SUKIRMAN, SUKIRMAN
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4285

Abstract

The anatomy of the kidneys and heart is one of the topics studied in middle school science (IPA) subjects. However, most of the media used is still in the form of textbooks, which are less interactive and have limited visualization. This research aims to develop Augmented Reality (AR)-based learning media as a solution to these limitations. AR technology was chosen because it can provide interactive 3D visualizations, thereby enhancing students' learning experiences. The development uses the System Development Life Cycle (SDLC) model with a Waterfall approach, which includes needs analysis, planning, modeling, construction, and testing. Testing was conducted on 10 middle school students aged 13–14 years (4 males, 6 females), focusing on functionality, content, and ease of use. Overall, the testing showed that the application system works well, the material is easy to understand, and students did not face difficulties in operating it. Therefore, it can be concluded that this AR-based learning media can be used to study human kidney and heart anatomy. One limitation of this study is the small number of participants involved, so future research could be conducted with a larger sample size.  
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATERI STATISTIKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS VI KARTIKA, SOFIA NUR; MURSITI, ESTHI; MURTIYASA, BUDI; SETYANINGSIH, NINING
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4286

Abstract

This research aims to obtain an overview of students' statistical material abilities in class VI learning at the elementary school level. The research used is qualitative descriptive research. The subjects of this research were all sixth grade elementary school students at MI Muhammadiyah Trangsan Gatak. Data will be collected using observation, interviews and documentation methods. Based on the results of data analysis, it can be seen that the understanding ability of class VI students at MI Muhammadiyah Trangsan in statistics material still needs to be improved. It is said to be low because the majority of students have mastered or not mastered certain sub-materials. It is hoped that the results of this research can be used by various parties who have an interest in the field of education so that they can become a reference for developing better curriculum and teaching methods in mathematics education in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan materi statistika siswa dalam pembelajaran kelas VI tingkat sekolah dasar. Penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah semua siswa kelas VI tigkat sekolah dasar di MI Muhammadiyah Trangsan Gatak. Data akan dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data dapat diperoleh bahwa kemampuan pemahaman siswa kelas VI di MI Muhammadiyah Trangsan pada materi statistika masih perlu ditingkatkan. Dikatakan rendah karena Sebagian besar siswa ada yang menguasai dan tidak menguasai pada sub materi tertentu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam bidang pendidikan supaya menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih baik dalam pendidikan matematika di sekolah dasar.