cover
Contact Name
Yuanita FD Sidabutar
Contact Email
jurnalpotensi@univbatam.ac.id
Phone
+628163175262
Journal Mail Official
jurnalpotensi@univbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Abulyatama No 5 Batam Center, Kel.Belian, Batam 29464
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Potensi
Published by Universitas Batam
ISSN : 27989062     EISSN : 27989119     DOI : 10.37776
Jurnal Potensi adalah Jurnal peer-review yang dikelola oleh Program Studi Magister Perencanaan Wilayah Universitas Batam. Jurnal Potensi bertujuan untuk menyebarluaskan informasi ilmiah yang berasal dari riset para mahasiswa, dosen, peneliti dan pemerhati masalah-masalah yang terkait dengan bidang Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) yang diantaranya adalah Perencanaan, Pengembangan Kota dan Wilayah dalam segala aspek kehidupan dan sistem yang berjalan dalam kota/wilayah, seperti dari segi aspek kependudukan, fisik kota/wilayah, pertanian, spasial, transportasi, ekonomi, sosial budaya, hukum, infrastruktur, kebencanaan, dan teknologi. Topik dan ruang lingkup jurnal potensi meliputi Cyber Notary; Perencanaan Kota; Pengembangan Wilayah Pedesaan; Pembangunan Wilayah (lingkungan fisik, spasial, teknologi, ekonomi dan pertanian); Preservasi dan konservasi kawasan; Kebijakan Publik dan Pengelolaan; Integrasi Kebijakan dan Perencanaan; Ekonomi Spasial dan regional; Kelembagaan dan pembiayaan Pembangunan; Perencanaan dan Evaluasi Proyek; Warisan Budaya dan Pariwisata; Kualitas Lingkungan dan Pembinaan; Infrastruktur dan Transportasi Wilayah; Sumber Daya dan Analisis Dampak
Articles 64 Documents
FENOMENA PENGENDALIAN EKOSISTEM DAN ABRASI PANTAI PULAU PUTRI UNTUK MENGANGKAT NILAI CITRA KAWASAN DALAM MENDUKUNG WISATA BAHARI DI KECAMATAN NONGSA KOTA BATAM Pramono; Basana; Yuanita FD Sidabutar; Ully Irma Maulina Hanafiah
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i1.1335

Abstract

Kepulauan Riau merupakan provinsi yang terletak di daerah terluar Barat Indonesia dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Nongsa merupakan daerah Kecamatan berpotensi sebagai daerah Kawasan wisata bertaraf international. Tersedia sarana transportasi laut dan pelabuhan feri international serta bandara Internasional Hang Nadim. Pulau putri memiliki potensi besar sebagai daerah wisata bahari. Kondisi Pulau Putri perlu dirawat serta kembangkan secara detail dan terencana. Pulau Putri kaya akan sumber daya alam dan ekosistemnya. Pulau putri memiliki hamparan pasir putih landai, selain itu bagian sisi lain pulau Putri memiliki area bebatuan. Kondisi abrasi Pulau Putri tahun 2016 akibat pengaruh dari pemanasan global sehingga dan reklamasi luas pulau berkurang drastis yaitu luas awal 131.374 m2 dan menjadi 24.266 m2. Rusaknya bibir pantai menurunkan nilai jual Pulau Putri sebagai daerah wisata mengakibatkan kerusakan berkepanjangan di seluruh penjuru Pulau Putri. Metode kajian dengan metode diskriptif kualitatif berdasarkan strengths, weaknesses, oppurtunities, threats. Kekuatan daya tarik wisata maritim dan konservasi laut. Kelemahan berupa sarana transportasi dan keberadaan pulau terpencil. Demikian peluang menuju pengembangan wisata bahari unggul diperhatikan. Hal ini membutuhkan pengawasan dari pihak berwajib dari segi memonitoring kondisi limbah. Kebijakan Pemerintah, peran serta masyarakat maupun upaya penduduk lokal sangat dibutuhkan dalam pengembangan dan penataan pariwisata Pulau Putri kecamatan Nongsa Kota Batam
KAJIAN PENGEMBANGAN DESA WISATA KAMPUNG TERIH DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS KAWASAN WISATA NONGSA KOTA BATAM Riswanto Agung Sedayu; Yuanita FD Sidabutar; Ismael MP Sinaga; Dedi Hantono
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i1.1336

Abstract

Kota Batam memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik wisatawan mancanegara maupun domestik, Kota Batam dinilai sebagai penyumbang wisatawan peringkat kedua setelah Bali. Kawasan Nongsa merupakan bagian dari kecamatan Nongsa yang dalam rencana tata ruang wilayah pembangunan Pulau Batam, ditetapkan peruntukkannya bagi pengembangan wisata. Kawasan Nongsa saat ini telah dikembangkan secara terbatas sebagai kawasan wisata/ resort dengan daya tarik wisata pantai dan lapangan golf. Pengembangan Desa Wisata Kampung Terih, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam merupakan upaya memberikan alternatif tujuan wisata di Kawasan Nongsa. Pengembangan desa wisata dapat memberikan manfaat ekonomi dan pendapatan bagi masyarakat desa, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Desa Wisata Kampung Terih memiliki peluang cukup besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Potensi alam, budaya, dan masyarakat setempat dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai produk dan jasa wisata yang menarik bagi wisatawan. Adapun kajian ini di jabarkan dalam metode penelitian deskripsi kualitatif menggunakan analisis strength, weakness, opportunity, threats Kajian penelitian ini meninjau potensi wilayah dalam kekuatan yang dimiliki oleh Kampung Terih adalah potensi alam, budaya, dan partisipasi masyarakat untuk mengembangkan berbagai produk dan jasa wisata. Pengembangan Desa Wisata Kampung Terih juga memiliki kelemahan, seperti aksesibilitas kurang memadai, sarana dan prasarana perlu ditingkatkan, dan pengembangan produk wisata perlu didiversifikasi.
PENINGKATAN AKSESIBILITAS WISATA ALAM PANTAI SENGGILING DALAM MENDUKUNG KEBERADAAN POTENSI WILAYAH DI TELUK SEBONG KABUPATEN BINTAN KEPULAUAN RIAU Rio Andrian Saputra; Yuanita FD Sidabutar; Nurhaida; Raflis Tanjung
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i1.1337

Abstract

Bintan merupakan pulau terbesar di provinsi kepulauan riau dengan memiliki potensi wisata alam yang menarik sehingga dikategorikan kawasan industri pariwisata. wisatawan negara singapura salah satu negara tetangga yang tinggi intensitas berkunjung pertahunnya. pengunjung dapat masuk melalui pelabuhan bandar bentan telani yang merupakan pelabuhan khusus yang dibangun untuk menunjang kebutuhan kawasan khusus lagoi dan sekitarnya, bisa juga melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura yang terletak di kota tanjungpinang. Lokasi wisata pantai senggiling ini berada di kelurahan sri bintan, tepatnya di desa senggiling di utara pulau bintan kecamatan teluk sebong kabupaten bintan. desa senggiling ini berdekatan dengan beberapa tempat wisata terpadu di bintan seperti bintan lagoon resort. Dari pelabuhan bandar bintan telani wisatawan bisa menempuh perjalanan 23,9 Km atau sekitar 41 menit untuk dapat sampai kelokasi pantai, sedangkan dari pusat kota tanjungpinang wisatawan dapat menempuh jarak 47 km atau sekitar 60 menit dan hanya dapat di lalui dengan kendaraan roda 2, jalanan yang akan di lewati adalah perkebunan orang lokal atau milik perusahaan. Diperlukan keseriusan pengembangan aksesibilitas ke sektor pariwisata di desa senggiling seperti tertuang dalam visi pembangunan kepariwisataan Kabupaten Bintan yaitu Terwujudnya Bintan sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang berdaya saing tinggi, berkelanjutan, serta mampu mendorong pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PENERAPAN WATER SENSITIVE URBAN DESAIN (WSUD) SEBAGAI PERWUJUDAN KONSEP SPONGE CITY DI KAWASAN PERKOTAAN IBUKOTA NEGARA Ida Hamida; Syahyudes Rina; Desiree M Kipuw; Cathelya YH Silaen
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i1.1338

Abstract

Prinsip pengembangan Ibu Kota Negara terdiri dari 3 (tiga) konsep besar. Pertama, kota hutan yang didominasi oleh bentang alam dengan struktur hutan yang berfungsi sebagai ekosistem untuk menciptakan kehidupan bersama alam. Kedua, kota spons yang dibangun dengan meningkatkan daya serap air untuk mengurangi risiko banjir, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas air bersih. Ketiga, kota pintar yang dibangun dengan dinamis dan inklusif. Kota ini didukung oleh teknologi sebagai akselerator untuk peningkatan produktivitas dan kualitas hidup. Dari ketiga prinsip pengembangan tersebut, kota spons merupakan salah satu konsep yang memerlukan penerapan lebih lanjut, terutama terkait penanganan terhadap air bersih dan air limpasan. Salah satu pendekatan alternatif yang mungkin dapat mengakomodir konsep tersebut adalah Water Sensitive Urban Design (WSUD). WSUD merupakan salah satu konsep konservasi air, melalui pendekatan infrastruktur hijau, dimana tujuan utamanya adalah menerapkan pengelolaan air lingkungan perkotaan dan konsep perencanaan untuk meminimalisir dampak dari air limpasan permukaan dengan menyediakan ruang terbuka hijau untuk menciptakan ruang kota yang lebih sehat dan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan arahan konsep dalam menerapkan konsep infrastruktur hijau di kawasan perkotaan Ibu Kota Negara, agar limpasan air dapat dikumpulkan dan diserap, serta dialirkan kembali sesuai dengan sifat alamiahnya, menyerap masuk kedalam tanah sehingga keseimbangan ekologis tetap terjaga. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review atau literature research). Sifat dari metode penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu penguraian serta penjelasan secara teratur data yang telah diperoleh Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode analisis data sekunder tanpa melakukan pengumpulan data secara langsung seperti wawancara, survei dan observasi lapangan. Sumber data sekunder yang digunakan berasal dari sumber terpercaya seperti BPS, BMKG, Bappenas, pemerintah daerah maupun laporan kajian terkait.
KAJIAN DAMPAK PENINGKATAN RUAS JALAN TENGKU SULUNG TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH KECAMATAN BATAM KOTA Ali Akbar; Yuanita FD Sidabutar; Raflis Tanjung
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i2.1491

Abstract

Pembangunan infrastruktur merupakan prioritas pembangunan di Kota Batam dimana jalan merupakan infrastruktur utama penghubung antar kawasan. Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam memberi perhatian besar terhadap pembangunan infrastuktur jalan dengan sumber pembiayaan dari APBD dan APBN sesuai dengan kewenangannnya masing-masing. Jalan Tengku Sulung merupakan jalan sekunder yang menghubungkan beberapa kawasan perumahan dan permukiman di Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota. Saat ini Jalan Tengku Sulung belum menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batam. Padahal jalan tersebut merupakan jalur rute terpadat di Kecamatan Batam Kota. Permasalahan saat ini yang dihadapi adalah kemacetan yang timbul karena adanya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan disepanjang jalan, terdapat bahu jalan yang digunakan sebagai lahan komersil warga sekitar serta kondisi kontur jalan dan drainase yang mengakibatkan genangan dan banjir. Diharapkan dengan adanya peningkatan ruas jalan yang ada, dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kecamatan Batam Kota. Analisis metode SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Threats) merupakan metode identifikasi secara sistematik terhadap faktor-faktor yang menentukan kondisi suatu kegiatan serta penentuan alternatif strategi pengembangan yang sesuai dengan kondisi tersebut. Analisis ini didasarkan pada logika bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimumkan kekuatan dan peluang (S,0) dan pada saat yang bersamaan akan meminimumkan kelemahan dan ancaman (W,T). Dari analisa ini dapat memberi gambaran tentang dampak peningkatan ruas Jalan Tengku Sulung terhadap pengembangan wilayah di Kecamatan Batam Kota
OPTIMALISASI PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG POTENSI FASILITAS WILAYAH KECAMATAN BELAKANG PADANG KOTA BATAM Leonar Rowardi; Muda Andrian Oktama; Yuanita FD Sidabutar; Alpano Priyandes
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i2.1493

Abstract

Kota Batam memiliki potensi yang luar biasa dan berkelanjutan dengan meningkatkan tampilan wisata agar menarik kunjungan wisatawan yang datang. Sebagai kota pesisir dengan pantai yang indah, posisi kota batam yang strategis berada di jalur perdagangan internasional di selat Malaka berbatasan langsung dengan Singapura. Belakang Padang mempunyai potensi wilayah yang terus dipertahankan dan dikembangkan. Peran masyarakat dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan adalah sebagai subjek dan objek. Masyarakat yang berkualitas menjadikan pengolahan dan pengelolaan potensi sumber daya dapat dilakukan dengan baik. Dampak positif dari pengembangan potensi wilayah disuatu daerah yaitu dapat memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, terpeliharanya kebudayaan setempat dan dikenalnya kebudayaan setempat oleh wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wilayah di Kecamatan Belakang Padang dan merumuskan strategi pengembangan kawasan dalam mengoptimalisasi potensi wilayah di Kecamatan ini. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif. Peneliti menggunakan teknik analisa SWOT. Analisa SWOT merupakan suatu teknik analisa yang digunakan untuk menyusun suatu strategi diperoleh dengan cara menganalisa faktor internal dan eksternal untuk mengetahui Strength, Weakness, Opportunity dan Threat yang dimiliki oleh lokasi studi. Berdasarkan hasil analisis SWOT, peran serta masyarakat dalam pengoptimalisasi potensi wilayah adalah mengoptimalisasi potensi wilayah tersebut yaitu potensi wisata kuliner, perdagangan, sosial budaya masyarakat dan ruang terbuka. Itu bisa dilakukan dengan mendukung pengembangan dan mempromosikan wisata kuliner melalui pemanfaatan sosial media dan brosur wisata, menambah jumlah armada transportasi laut dan perbaikan pasar induk, menjaga dan melestarikan lingkungan sosial budaya dengan ikut serta dalam mendukung aktifitas budaya, ruang terbuka yang ada dirancang dan dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
IDENTIFIKASI PERDAGANGAN, JASA REKREASI DAN USAHA JASA PARIWISATA MENDUKUNG AKTIVITAS PENGEMBANGAN WILAYAH KELURAHAN SUNGAI JODOH KECAMATAN BATU AMPAR KOTA BATAM Suhar; Fahin Winukaryahan; Yuanita FD Sidabutar; Alpano Priyandes
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i2.1494

Abstract

Penggerak ekonomi Kota Batam adalah industri, perdagangan, jasa, konstruksi, pariwisata dan alih kapal. Kota Batam memiliki beberapa kawasan perdagangan dan jasa, salah satunya adalah Kelurahan Sungai Jodoh. Kelurahan Sungai Jodoh merupakan kawasan yang paling awal dikembangkan sebagai pusat perdagangan dan jasa dibandingkan dengan kawasan perdagangan dan jasa lainnya di Kota Batam. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas perdagangan, jasa rekreasi dan usaha jasa wisata di Kelurahan Jodoh. Metode yang digunakan dalam penulisan adalah metode deskriptif dan analisis SWOT. Perwako Kota Batam Nomor 60 Tahun 2021 tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Nongsa, Bengkong, Batu Ampar, Lubuk Baja, Sekupang dan Batu Aji Kota Batam Tahun 2021-2041, Kelurahan Jodoh Peruntukan Ruang di dominasi oleh zona campuran, perdagangan dan jasa. Hal tersebut sesuai dengan aktivitas perdagangan dan jasa yang telah terbentuk. Aktivitas perdagangan, jasa rekreasi dan usaha jasa pariwisata yang terdapat di Kelurahan Sungai Jodoh antara lain pasar tradisional, mall, hiburan malam, karaoke, hotel dan agen perjalanan. Kondisi saat ini masih terdapat kendala dalam pelaksanaan aktivitas perdagangan dan jasa di Kelurahan Sungai Jodoh. Kendala tersebut berupa sarana transportasi umum yang belum memadai, sarana pejalan kaki yang belum memadai dan daerah kumuh yang disebabkan oleh pedagang kaki lima. Untuk mengatasi kendala tersebut maka di lakukan analisis SWOT yang bertujuan untuk mejabarkan berbagai kemungkinan dari faktor internal maupun external terhadap aktivitas perdagangan, jasa rekreasi dan usaha jasa pariwisata di Kelurahan Sungai Jodoh. Penyelesaiaan masalah transportasi umum, sarana pejalan kaki dan kesan kumuh akibat pedagang kaki lima dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung, sehingga dapat memicu perkembangan aktivitas perdagangan, jasa rekreasi dan jasa pariwisata dimasa yang akan datang.
PENGARUH KEBUTUHAN AIR BERSIH TERHADAP JUMLAH PENDUDUK PULAU KARIMUN BESAR (STUDI KASUS: PDAM TIRTA KARIMUN) Rizal, Riko; Herliza, Kiki
Jurnal Potensi Vol. 1 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v1i2.769

Abstract

The problem of providing clean water is currently a very serious problem on Karimun Besar Island. The need for clean water has increased every year while the availability of clean water is increasingly limited, due to the narrowing of infiltration areas, exploitation of raw water sources that do not pay attention to the sustainability of water sources, and the amount of reservoir discharge which is influenced by the climate on Karimun Besar Island. In order to avoid water shortages, it is necessary to maintain and preserve existing water sources, efficiency in water use and the search for new alternative sources. The purpose of this study is to analyze whether there is an effect of clean water needs on the population and to find out whether the water reservoir of the Sei Bati reservoir is in accordance with the Spatial Planning of Karimun Regency by using secondary data as reference from PDAM Tirta Karimun
KEARIFAN LOKAL MELAYU SEBAGAI IDENTITAS KOTA BATAM Danuwidjojo, Jusuf; Iood, Fandy; Sidabutar, Yuanita FD
Jurnal Potensi Vol. 1 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v1i2.770

Abstract

Indonesia is a country rich in local wisdom spread from Sumatera to Papua. The local wisdom has guided the community to live and survive in life. The local wisdom possessed by Indonesia is diverse, ranging from local wisdom in the field of Indonesian language and literature, the field of community life, agriculture and animal husbandry, the culinary field, the economic field, to the tourism sector. However, there are still many local wisdoms that have not been explored or recognized by the Indonesian people, especially the younger generation of the nation's successors. Describe Malay local wisdom as the identity of Batam City. The approach used is qualitative with descriptive analysis method. Malay local wisdom is at the core of the Malay tradition, a cultural strength and an important source of its human identity. Without local wisdom, Malays will lose their identity.
KAJIAN HAK KEPEMILIKAN PROPERTI OLEH WARGA NEGARA ASING DI INDONESIA Aulia, Asa; Hantono, Dedi
Jurnal Potensi Vol. 1 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v1i2.771

Abstract

In developing the Indonesian state, a large amount of money is required. One of the financing comes from investment or capital invested by foreign parties with an investment permit of 30-60 years. The impact of this period causes foreigners to need housing facilities that can support their activities and streamline their business in the context of PMA. In response to these conditions, the government issued Government Regulation No. 41/1996. Based on such regulatory conditions, foreigners generally get a house by renting. This allows foreigners to apply for a rental period of more than 10 years for Indonesians who own the house. However, in practice there are many houses whose conditions, room arrangement, layout, environment, or so on do not suit the tastes of foreigners. In addition, the condition of ownership of property on a lease basis also prevents foreigners from being able to renovate space. According to the UUPA, foreigners are not allowed to own HGB and can only obtain usage rights. This needs to be revised to adapt to the current and more dynamic investment climate conditions. In other countries the right to use property reaches 99 years. The proposal to extend the right to use housing for foreigners will contribute foreign exchange for the country.