cover
Contact Name
Yuanita FD Sidabutar
Contact Email
jurnalpotensi@univbatam.ac.id
Phone
+628163175262
Journal Mail Official
jurnalpotensi@univbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Abulyatama No 5 Batam Center, Kel.Belian, Batam 29464
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Potensi
Published by Universitas Batam
ISSN : 27989062     EISSN : 27989119     DOI : 10.37776
Jurnal Potensi adalah Jurnal peer-review yang dikelola oleh Program Studi Magister Perencanaan Wilayah Universitas Batam. Jurnal Potensi bertujuan untuk menyebarluaskan informasi ilmiah yang berasal dari riset para mahasiswa, dosen, peneliti dan pemerhati masalah-masalah yang terkait dengan bidang Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) yang diantaranya adalah Perencanaan, Pengembangan Kota dan Wilayah dalam segala aspek kehidupan dan sistem yang berjalan dalam kota/wilayah, seperti dari segi aspek kependudukan, fisik kota/wilayah, pertanian, spasial, transportasi, ekonomi, sosial budaya, hukum, infrastruktur, kebencanaan, dan teknologi. Topik dan ruang lingkup jurnal potensi meliputi Cyber Notary; Perencanaan Kota; Pengembangan Wilayah Pedesaan; Pembangunan Wilayah (lingkungan fisik, spasial, teknologi, ekonomi dan pertanian); Preservasi dan konservasi kawasan; Kebijakan Publik dan Pengelolaan; Integrasi Kebijakan dan Perencanaan; Ekonomi Spasial dan regional; Kelembagaan dan pembiayaan Pembangunan; Perencanaan dan Evaluasi Proyek; Warisan Budaya dan Pariwisata; Kualitas Lingkungan dan Pembinaan; Infrastruktur dan Transportasi Wilayah; Sumber Daya dan Analisis Dampak
Articles 64 Documents
PDAM TIRTA KEPRI SEBAGAI SANITASI DI WILAYAH DI KOTA TANJUNGPINANG Sutrisno, Tri; Henry, OK
Jurnal Potensi Vol. 1 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v1i2.772

Abstract

Water is a basic human need that must be met every day. This results in the provision of water to be carried out even though the availability of raw water is limited. The limited availability of raw water is caused by the reduced water catchment area due to land conversion, the reservoir environment that has not been optimally conserved, and the reservoir as a reservoir for raw water which is not sufficient in number, even though the raw water in Tanjungpinang City comes from rainfall, so it is necessary to for the construction of a new reservoir. This research was conducted with the aim of knowing the management of resources by PDAM Tirta Kepri. This is because PDAM Tirta Kepri as a company engaged in the management, supply, and distribution of water to the community, thus has the responsibility to manage water resources. PDAM Tirta Kepri is a company that manages clean water which has been consumed by the people of Tanjungpinang. Even though it has been running so far, PDAM Tirta Kepri still needs to maximize the number of sales in order to meet the water needs of the people of Tanjungpinang city.
NILAI KARAKTERISTIK PULAU DOMPAK SEBAGAI “CITRA PUSAT PEMERINTAHAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU” DI KOTA TANJUNGPINANG Purwasih, Hari Dewi; Wartono, Wartono; Indera, Edi
Jurnal Potensi Vol. 1 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v1i2.773

Abstract

Tanjungpinang City is an autonomous city that was formed in 2004 and designated as the Capital of the Riau Islands Province. The development of Tanjungpinang City has been growing rapidly since the construction of the Riau Islands Province government center, which is located on Dompak Island. The development resulted in rapid changes in land use, so that the fulfillment of urban facilities and infrastructure was needed to support all activities that were developing and to improve services for activities that already existed. Dompak Island can be a micro-economic commodity for local residents by considering that Dompak Island has adequate facilities, there are universities, Grand Mosques, beaches, historical sites, interesting spots according to Malay culture.
IMPLEMENTASI STRATEGI INFRASTRUKTUR BERBASIS KEARIFAN LOKAL MENJADI POTENSI EKONOMI MASYARAKAT DI KAMPUNG TUA J.I., Danuwidjojo Yusuf; Yuanita, Sidabutar FD
Jurnal Potensi Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v2i1.829

Abstract

Pembangunan infrastruktur di kota Batam yang demikian pesat merupakan strategi Pemerintah Kota Batam dalam rangka pengembangan Kota Batam menjadi Bandar Dunia yang modern dan sejahtera. Dengan demikian diharapkan seluruh masyarakat kota Batam dapat hidup sejahtera, termasuk penduduk asli kota Batam yang  berada di kampung tua. Beberapa isu terkait kondisi infrastruktur kampung tua saat ini antara lain : 1). belum ditetapkannya status lahan kampung tua di kota Batam sehingga pemerintah kota Batam belum mempunyai legalitas untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur pada kawasan kampung tua secara maksimal. 2). Tersedianya infrastruktur kawasan maka masyarakat dapat mengembangkan potensi lingkungan, budaya yang telah ada di kampung tua. 3). Dengan demikian secara berkelanjutan kearifan lokal Melayu di Kampung tua akan terjaga keberlanjutannya, Hasil penelitian diharapkan akan menjadi pedoman pada kebijakan pengembangan kampung tua secara berkelanjutan seiring dengan pengembangan kota Batam Sebagai Bandar Dunia Madani yang Modern dan Sejahtera.
IMPLEMENTASI PUBLIC-PRIVATE-PARTNERSHIP (PPP) DALAM PELESTARIAN KAWASAN CAGAR BUDAYA PERKOTAAN Christin, Dameria; Petrus, Indradjati Natalivan
Jurnal Potensi Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v2i1.831

Abstract

Once the central of economic, urban heritage has been experiencing physical degradation thus abandoned. However, urban heritage conservation is almost impossible if relying on government resources solely. Public-Partner-Partnership (PPP) has been seen as the right approach to solve the problem. This paper argues that the partnership should be carefully reviewed when implemented in the urban heritage conservation context. Other than the size of the program is smaller and specific, the partnership must also consider the area context, the vulnerability of the area, and the presence of people who live and carry out activities in the area. Therefore, there are requirements when adopting PPP in the urban heritage conservation context, namely: (1) entrepreneurial government, as a public sector, who can create an efficient and adaptive bureaucracy, must also have strong leadership in managing conflict of interest among the stakeholder, especially due to the involvement of profit oriented private sectors; (2) market orientation of the private sector must appreciate the cultural significant values of urban heritage and place the community as more than just consumers; (3) the community, as the third sector, must have a clear position in the partnership and be accompanied by a mediator who can also protect the interest of the community. 
DESAIN PENGEMBANGAN KAMPUNG MELAYU NONGSA SEBAGAI IDENTITAS WISATA PESISIR KOTA BATAM Sutrisno, Tri; Sidabutar, Yuanita FD
Jurnal Potensi Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v2i1.817

Abstract

Salah satu wilayah pesisir dan laut yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata khususnya pariwisata adalah kampong melayu nongsa yang berasa di batu besar kecamatan nongsa kota batam. Kawasan wisata pesisir kampung melayu nongsa adalah salah satu potensi wisata yang dimiliki oleh kota batam yang terletak di kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa. Berdasarkan. Potensi ini masih belum dimanfaatkan dan dikembangkan secara maksimal dan masih belum memiliki keterkaitan antar potensi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi wisata tersebut. Tahapan pada penelitian ini, yaitu mengidentifikasi potensi wisata, menganalisa keterkaitan antar potensi, faktor pendukung pengembangan wisata, kriteria pengembangan wisata dan konsep pengembangan wisata. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif analisis .Penelitian ini menghasilkan tiga zona pengembangan, yaitu zona inti, pendukung dan konservasi. Dengan penanganan konsep pariwsata yang harus dilakukan antara lain meningkatkan daya tarik utama dengan penambahan jenis sajian atraksi wisata khususnya di zona inti wisata, mempertahankan kelestarian lingkungan dengan rehabilitasi kerusakan lingkungan, ketersediaan fasilitas pendukung dan penunjang khususnya di zona pendukung wisata serta menjalin linkage kawasan dengan obyek wisata lain yang dilakukan kerja sama antara masyarakat dengan wisatawan agar obyek wisata yang belum berkembang mendapatkan dampak dari wisata utamanya.
IMPLEMENTASI PUBLIC-PRIVATE-PARTNERSHIP (PPP) DALAM PELESTARIAN KAWASAN CAGAR BUDAYA PERKOTAAN Dameria, Christin; Indradjati, Petrus Natalivan
Jurnal Potensi Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v2i1.819

Abstract

Once the central of economic, urban heritage has been experiencing physical degradation thus abandoned. However, urban heritage conservation is almost impossible if relying on government resources solely. Public-Partner-Partnership (PPP) has been seen as the right approach to solve the problem. This paper argues that the partnership should be carefully reviewed when implemented in the urban heritage conservation context. Other than the size of the program is smaller and specific, the partnership must also consider the area context, the vulnerability of the area, and the presence of people who live and carry out activities in the area. Therefore, there are requirements when adopting PPP in the urban heritage conservation context, namely: (1) entrepreneurial government, as a public sector, who can create an efficient and adaptive bureaucracy, must also have strong leadership in managing conflict of interest among the stakeholder, especially due to the involvement of profit oriented private sectors; (2) market orientation of the private sector must appreciate the cultural significant values of urban heritage and place the community as more than just consumers; (3) the community, as the third sector, must have a clear position in the partnership and be accompanied by a mediator who can also protect the interest of the community. 
IMPLEMENTASI STRATEGI INFRASTRUKTUR BERBASIS KEARIFAN LOKAL MENJADI POTENSI EKONOMI MASYARAKAT DI KAMPUNG TUA Danuwidjojo, Yusuf; Sidabutar, Yuanita FD
Jurnal Potensi Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v2i1.818

Abstract

Pembangunan infrastruktur di kota Batam yang demikian pesat merupakan strategi Pemerintah Kota Batam dalam rangka pengembangan Kota Batam menjadi Bandar Dunia yang modern dan sejahtera. Dengan demikian diharapkan seluruh masyarakat kota Batam dapat hidup sejahtera, termasuk penduduk asli kota Batam yang  berada di kampung tua. Beberapa isu terkait kondisi infrastruktur kampung tua saat ini antara lain : 1). belum ditetapkannya status lahan kampung tua di kota Batam sehingga pemerintah kota Batam belum mempunyai legalitas untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur pada kawasan kampung tua secara maksimal. 2). Tersedianya infrastruktur kawasan maka masyarakat dapat mengembangkan potensi lingkungan, budaya yang telah ada di kampung tua. 3). Dengan demikian secara berkelanjutan kearifan lokal Melayu di Kampung tua akan terjaga keberlanjutannya, Hasil penelitian diharapkan akan menjadi pedoman pada kebijakan pengembangan kampung tua secara berkelanjutan seiring dengan pengembangan kota Batam Sebagai Bandar Dunia Madani yang Modern dan Sejahtera.
PENGEMBANGAN EKONOMI KERAKYATAN KAMPUNG TUA MELAYU NONGSA SEBAGAI PENUNJANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS Lood, Fandy; Sinaga, Ismael P
Jurnal Potensi Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v2i1.821

Abstract

Pengembangan ekonomi kerakyatan adalah salah satu poin yang strategis dalam mewujudkan bangsa yang mandiri dan berdaya saing tinggi. Salah satu sektor pendukung ekonomi Indonesia adalah ekonomi kerakyataan tak terkecuali keberadaan provinsi kepri kota batam khususnya kampung tua melayu nongsa.Kota Batam yang dikhususkan menjadi salah satu daerah perekonomian dengan Kawasan ekonomi khusus menjadikan seluruh daerah kota batam termasuk kampung tua nongsa menjadi penunjang Kawasan ekonomi khusus. Saat ini Kawasan Kabil yang berbatasan dengan kampung tua nongsa telah ditetapkan menjadi Kawasan ekonomi khusus sehingga kampung tua nongsa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif sebagai penunjang kebutuhan- kebutuhan yang bermanfaat baik dalam sektor ekonomi, social, budaya dan integrasi antar Kawasan ini dapat memberi peluang berkembangan nya sektor ekonomi rakyat kampung tua nongsa dengan tetap mengutamakan kearifan lokal yang ada.
SINKRONISASI PROGRAM PEMANFAATAN RUANG (SPPR) BERBASIS RENCANA TATA RUANG DI KABUPATEN BINTAN SEBAGAI PEDOMAN DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH KABUPATEN BINTAN Riawan, Weldy Anugra
Jurnal Potensi Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v2i1.820

Abstract

Sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang bahwa Pemerintah Daerah perlu melakukan sinkronisasi program pemanfaatan ruang (SPPR) dengan mengacu sinkronisasi program yang telah dilakukan oleh Pemerintah. Output kegiatan tersebut dapat menjadi masukan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan menjadi masukan dalam penyusunan visi misi Kepala Daerah dan RPJMD. Pelaksanaan keterpaduan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bintan masih mengalami berbagai permasalahan antara lain belum fokusnya sasaran kewilayahan yang akan didorong pembangunan infrastrukturnya, belum sinergisnya program pembangunan infrastruktur antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan serta belum efektifnya sistem penganggaran pembangunan infrastruktur. Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, maka perlu dilakukan sinkronisasi program pemanfaatan ruang tahunan/jangka pendek yang merupakan dokumen integrasi antara rencana pembangunan daerah Kabupaten Bintan Tahun 2023 mendatang dengan rencana spasial sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan infrastruktur bagi OPD agar sesuai dengan dokumen RTRW Kabupaten Bintan. Hal ini dilakukan agar fokus sasaran kewilayahan dan sinergitas program pembangunan infrastruktur dapat tercapai.  
RESPON MASYARAKAT TERHADAP DAMPAK REVITALISASI KAWASAN MONUMEN NASIONAL BAGI LINGKUNGAN SEKITAR Ria Purnamasari; Wawan Septiawan; Dedi Hantono
Jurnal Potensi Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v2i2.1012

Abstract

Monas merupakan ikon sebuah kota sekaligus tempat bersejarah yang mempunyai banyak arti yang digunakan untuk mengenang perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasanatau tempat yang dulunya pernah vital/hidup akan tetapi kemudian mengalami ke munduran/degradasi, proses revitalisasi mencakup perbaikan aspek fisik, aspek ekonomi dan aspek sosial. Pada kawasan Monas kini sedang terjadi revitalisasi yang berlangsung sejak 12 November 2019 tujuan dari revitalisasi pada kawasan Monas ini bertujuan untuk mengembalikan Monas pada fungsinya tetapi terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh Pemprov DKI seperti penebangan pohon yang terlalu berlebih, menyebabkan menuai banyak kecaman dari masyarkat pasalnya terjadi pengurangan ruang terbuka hijau pada kawasan Monas sementara itu lahan terbuka pada wilayah DKI Jakarta kurang dari 30% dengan adanya penebangan pohon pada kawasan Monas pasti akan mengurangi lagi lahan terbuka hijau diwilayah DKI Jakarta, sejauh ini indek standar pencemaran udara pada wilayah DKI Jakarta masih pada ambang batas normal, tetapi kita tidak tahu kedepanya akan bangaimana yang terjadi. Penelitian ini dilakuakan bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap revitalisasi pada kawasan Monas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif dengan mengkaitkan hasil responden melalui data kuisione. Metode komparatif tersebut membandingkan antara hasil dari data responden melalui kuesioner dan kualitas udara di wilayah DKI Jakarta. Analisis data yang dilakukan dengan mengumpulkan hasil pengisian kuesioner oleh para responden dan dilakukan penarikan kesimpulan dari data yang telah didapatkan. Dari hasil analisis menghasilkan kesimpulan bahwa ruang terbuka merupakan elemen yang sangat penting bagi sebuah kota karena ruang terbuka memiliki fungdi seperti penyerapan air tanah, penguarangan polutan udaran dan lain-lain