cover
Contact Name
Richard Palilingan
Contact Email
richardpalilingan@unima.ac.id
Phone
+6289688665956
Journal Mail Official
epidemia@unima.ac.id
Editorial Address
jln Kampus Unima, Kel. tataaran dua, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Epidemia: Jurnal Kesehatan Masyarakat UNIMA
ISSN : -     EISSN : 27746909     DOI : https://doi.org/10.53682/ejkmu.v2i1
Core Subject : Health,
EPIDEMIA merupakan jurnal berkalah ilmiah yang berfokus dalam mempublikasikan artikel dari hasil penelitian yang mencakup berbagai topik pembelajaran di bidang kesehatan masyarakat. Artikel yang dimuat di jurnal ini merupakan artikel yang belum pernah dipublikasikan oleh jurnal lain. Jurnal ini terbit mulai tahun 2020 dengan frekuensi terbit empat kali setahun. EPIDEMIA berisi hasil penelitian pada bidang : Epidemiologi Kesehatan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kesehatan Lingkungan, Gizi Kesehatan Masyarakat, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Biostatistika, Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu dan Anak, Kesehatan Reproduksi, dan Kedokteran Komunitas.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021" : 10 Documents clear
PENGARUH MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN Di PUSKESMAS PAPAKELAN Lingkan Rombon; Beatrix Podung; Prycilia Mamuaja
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1125

Abstract

Kepuasan pasien merupakan cerminan dari kualitas atau mutu pelayanan kesehatan yang diterima. Semakin bermutu pelayanan kesehatan yang diberikan, maka akan semakin tinggi pula kepuasan yang akan dimiliki pasien.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui apakah ada pengaruh mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien di puskesmas papakelan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang diambil melalui metode teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis uji statistik product moment pearson yang hasilnya digambarkan dalam tabel distribusi frekuensi. Dan diperoleh hasil mutu pelayanan p=0,000. Ini menunjukkan Mutu Pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien dan mempunyai thitung = 29,465 lebih besar dari ttabel = 2,048. Dengan demikian, H0 ditolak dan H1 diterima yang mengatakan bahwa Mutu Pelayanan berpengaruh terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Papakelan.
HUBUNGAN POSISI KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PETANI GULA AREN DI DESA RUMOONG ATAS OKTAVIAN RUMANGU; Achmad Paturusi; Mesak Rambitan
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1127

Abstract

Keluhan musculoskeletal disorders (MDSs) merupakan keluhan yang dialami pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan  oleh seseorang muali dari keluhan sangat ringan sampai sangat berat. Postur tubuh saat bekerja juga menjadi pemicu timbulnya keluhan musculoskeletal pada petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif mellui pendekatan cross-Sectional. Sampel penelitian 30 orang dengan menggunakan tenik total..sampling. Hasil data didapatkan dengan cara pengukuran, observasi menggunakan..Rapid..Entire..Body Asessment (REBA)..serta..pengisian..Nordic..Body..Map..(NBM)..oleh petani. Analisis hubungan menggunakan uji produc moment pearson. Hasil analisi menunjukan adanya hubungan antara posisi kerja dengan keluhan musculoskeletal pada petani gula aren di desa Rumoong Atas (p=0,004). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan adanya hubungan antara posisi kerja denagan keluhan musculoskeletal pada petani gula aren di Desa Rumoong Atas Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU AMAN BERKENDARA (SAFETY RIDING) PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI KOTA MANADO Demsi Ilantang Lumente; Agusteivie Telew; Nancy Bawiling
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1129

Abstract

Abstrak Data Global Status Report in Safety Road 2018 menunjukkan jumlah kematian karena kecelakaan lalu lintas terus menigkat mencapai 1,35 juta jiwa pada tahun 2016 dan merupakan penyebab kematian urutan kedelapan bagi orang-orang dengan segala usia di dunia, bahkan kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian untuk anak-anak dan orang dewasa muda 5-29 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku aman berkendara (safety riding) pada pengemudi ojek online di kota manado. Faktor yang dapat mempengaruhi perilaku aman berkendara meliputi peran teman kerja, masa berkendara, kondisi kendaraan dan ketersediaan alat pelindung diri. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin yaitu sejumlah 116 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus dan September 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Data penelitian kemudian diolah dengan uji Chi Square untuk melihat adakah pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Didapatkan hasil variabel yang memiliki pengaruh yaitu Peran Teman Kerja (pValue=0,007), Kondisi Kendaraan (pValue=0,003) dan Variabel yang tidak memiliki pengaruh adalah Masa Berkendara (pValue=0,555), Ketersediaan Alat Pelindung Diri (pValue=0,657). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan ada pengaruh antara faktor peran teman kerja, kondisi kendaraan dan tidak ada pengaruh masa berkendara, ketersediaan apd terhadap perilaku aman berkendara (safety riding) pada pengemudi ojek online di kota manado.
HUBUNGAN PERILAKU PERAWAT DENGAN KEPATUHAN MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI SESUAI STANDARD OPERATING PROCEDUR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NOONGAN Monica G. Maliangkay; Mesak Rambitan; Prycilia Mamuaja
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1130

Abstract

Rumah sakit merupakan sumber infeksi bagi petugas kesehatan, pasien dan juga pengunjung. Risiko infeksi di rumah sakit dikenal dengan istilah infeksi nosokomial merupakan masalah kesehatan global. Infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Healthcare Associated Infection (HAIs) merupakan salah satu masalah global termasuk di Indonesia. Responden dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Umum daerah Noongan. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan desain cross-sectional.Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2020. Data penelitian kemudian diolah menggunakan SPSS 17. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square di peroleh nilai probabilitas p-value = 0,000 lebih kecil dari nilai α=0,05 (p < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku perawat dengan kepatuhan menggunakan alat pelindung diri sesuai standart operating procedur di Rumah Sakit Umum Daerah Noongan.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN MINUM DENGAN KEJADIAN OBESITAS DI SMA NEGERI 1 TOMOHON Silvia Pelealu; Maxi Moleong; Lucyana Pongoh
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1131

Abstract

Abstrak Prevalensi obesitas meningkat sejak 3 periode Riskesdas yaitu pada tahun 2007 10,5%, 2013 14,8% dan meningkat tahun 2018 yaitu 21,8%. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2017, persentase penduduk laki-laki dewasa yang mengalami obesitas sebanyak 18%, sedangkan persentase penduduk wanita dewasa yang mengalami obesitas sebanyak 21% (Dinas Kesehatan Sulawesi Utara, 2017). Peneliti melihat hampir sebagian siswa di SMA Negeri 1 Tomohon memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Obesitas merupakan salah satu penyakit yang dipengaruhi oleh pola makan dan termasuk ke dalam 10 penyakit menonjol di Kota Tomohon.  Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan Pola Makan Dan Minum Dengan Kejadian Obesitas Di SMA Negeri 1 Tomohon. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study yang dilakukan selama bulan Oktober-November 2020. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling yaitu aksidental dengan jumlah sebanyak 69 sampel. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan observasi terhadap variabel pola makan dan minum responden serta melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat ( uji Chi-Square ). Didapatkan hasil  bahwa nilai Chi-Square hitung adalah 7,573 lebih besar dari nilai Chi-Square tabel adalah 5,991 (7,573 > 5,99. Yang berarti ada hubungan antara pola makan dan minum dengan kejadian obesitas. Terdapat hubungan antara pola makan dan minum  di SMA Negeri 1 Tomohon
GAMBARAN PERAWATAN DIRI PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATU KECAMATAN LIKUPANG SELATAN Teressa G Rumbay; Lucyana Pongoh; Prycilia Mamuaja
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1132

Abstract

Salah satu kebutuhan manusia yaitu perawatan diri atau merawat diri sendiri yang dilakukan secara terus-menerus dengan tujuan mempertahankankesehatan dan kehidupan serta untuk penyembuhan dari penyakit juga utuk mengatasi komplikasi yang ditimbulkan.  Aktivitas perawatan diri yang dapat dilakukan yakni : diet,  aktivitas/latihan fisik,  kontrol glukosa darah,  minum obat  secara teratur dan perawatan kaki. Puskesmas Batu merupakan Puskesmas jenis Rawat Inap yang ada Kecamatan Likupang Selatan. Data yang diperoleh dari Puskesmas Batu menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah penderita diabetes melitus dari tahun ke tahun, dimana pada tahun 2017 jumlah penderita tercatat 130 orang, tahun 2018 berjumlah 185 orang dan pada tahun 2019 dari bulan Januari sampai Desember meningkat menjadi 258 penderita (Profil Puskesmas Batu, 2019). Untuk mengetahui Gambaran Perawatan Diri Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Batu Kecamatan Likupang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif survey yang dilakukan selama bulan Oktober-November 2020. Populasi dalam penelitian ini dari 58 populasi menjadi 51 sampel. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan observasi terhadap variabel perawatan diri penderita diabetes melitus. Analisis data dilakukan secara univariat. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Perawatan Diri Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Batu Kecamatan Likupang Selatan melalui hasil penelitian ini adalah kategori buruk 19 orang (37,26%), kategori sedang 30 orang (58,82%) dan kategori baik 2 orang (3,92%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEBERSIHAN PRIBADI SISWA DI SD GMIM 2 TONDANO KABUPATEN MINAHASA Claudia Onibala; Mesak Rambitan; jilly Toar
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1137

Abstract

ABSTRACT Menurut World Health Organization (WHO) 2014 setiap tahun ada sekitar 2,2 juta jiwa di Negara berkembang terutama anak – anak meninggal dunia akibat berbagai penyakit yang disebabkan oleh  kurangnya air minum yang aman sanitasi hygiene yangburuk. Pelayanan sanitasi yang tidak memadai, persediaan yang tidak memadai, persediaan air yang tidak aman, system pembuangan sampah yang tidak memadai dapat meningkatkan angka kematian akibat diare sampai 65%, serta penyakit lainnya sebanyak 26%.Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tatanan lingkungan sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, dan mampu memperlakukan PHBS. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode survey analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebesar 45 responden dan sampel yang didapatkan sebesar 45 responden.Data di kumpulkan menggunakan kuesioner, pengukuran berat badan dan tinggi badan, kemudian di analisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan kebersihan kulit dengan kebersihan pribadi (p=0.008), terdapat hubungan antara pengetahuan kebersihan kuku dengan kebersihan pribadi (p=0.018), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan berpakaian dengan kebersihan pribadi (p=0.593), terdapat hubungan antara pengetahuan kebersihan gigi dan mulut dengan kebersihan pribadi (p=0.003), dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan kebersihan membuang sampah dengan kebersihan pribadi (p=0,911). ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO) 2014 every year about 2.2 million people in developing countries, especially children - children die from various diseases caused by the lack of safe drinking water sanitation hygiene is bad. Inadequate sanitation services, inadequate supplies, unsafe water supply, inadequate waste disposal system can reduce the death rate from diarrhea by 65%, and other diseases by 26%. Clean and healthy living behavior (PHBS) school environment setting is an effort to empower students, teachers, and the school environment community to know, and be able to treat PHBS. This type of research is quantitative with analytical survey methods and cross sectional approach. The population in this study was 45 respondents and the sample obtained was 45 respondents. The data was collected using questionnaires, weight and height measurements, then analyzed. The results of this study showed that there is a meaningful relationship between knowledge of skin hygiene and personal hygiene (p=0.008), there is a relationship between knowledge of nail hygiene and personal hygiene (p=0.018), there is no relationship between the knowledge of dressing and personal hygiene (p=0.018), there is no relationship between the knowledge of dressing and personal hygiene (p=0.593), there is a relationship between knowledge of dental and oral hygiene with personal hygiene (p=0.003), and there is no relationship between knowledge of cleaning waste and personal hygiene (p=0.911).  
HUBUNGAN ANTARA POSISI KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA NELAYAN DI DESA GEMEH KECAMATAN GEMEH KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Arsi Lambek; Richard Andreas Palilingan; I Wayan Gede Suarjana
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1144

Abstract

ABSTRAK Nelayan adalah sebagian orang yang aktivitas kerjanya mencari atau melakukan penangkapan ikan. Aktivitas nelayan saat bekerja sering menggunakan posisi tubuh yang tidak alamiah dengan keluhan pada leher, bahu, punggung, pinggang, lengan dan pantat. Keluhan musculoskeletal merupakan gangguan atau keluhan yang dirasakan seperti pegal-pegal, rasa sakit, dan rasa nyeri pada bagian otot. Posisi-posisi kerja yang tidak ergenomis akan mengakibatkan keluhan-keluhan pada anggota tubuh salah satunya keluhan musculoskeletal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan posisi kerja dengan keluhan musculoskeletal pada pekerja nelayan di Desa Gemeh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Dengan menggunakan OWAS dalam menilai posisi kerja dan NBM untuk mengukur keluhan musculoskeletal. Lokasi penelitian dilaksanakn di Desa Gemeh Kecamatan Gemeh Kabupaten Talaud pada bulan juni-juli 2020. Total sampel pada penelitian ini yaitu 27 responden. Uji statistik yang digunakan yaitu uji rank spearman dengan tingkat kemaknaan a=0,05. Hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara posisi kerja dengan keluhan musculoskeletal p value=0,024 dengan nilai r value= 0,906 yang berarti kekuatan hubungan antara variabel posisi kerja dengan keluhan musculskeletal sangat kuat dan searah. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut pekerja nelayan diharuskan memperhatikan posisi kerja yang baik dan jika pekerja nelayan menggunakan posisi kerja yang buruk diharuskan segera mengubah posisi tersebut agar tidak mengakibatkan cidera, kecelakaan dan keluhan yang kelak dapat membahayakan tubuh. Kata Kunci : Posisi Kerja, Keluhan Muskuloskeletal, Nelayan ABSTRACT Welavan is that some of his violent activities seek or make fising. Fising on the job often uses unnaturally located posture with complaints on the shoulders of the backs of arms and buttocks. Musculoskeletal compleints are complex or complex grievance like muscle aches and muscle aches. A less ergonomic position would leade to complaints in the limbs of one of them musculoskeletal complaints. The purpose of this research was to analyze the working relationship with musculoskeletal complaints on the fishermen in gemeh village. The type of research used in this study is analytic observation with a sectional cross approach. By using OWAS methods assess work positions and NBM to measure musculoskeletal complaints. The research location is carried out in the Gemeh distric of Talaud in june-july 2020. Total sample in the study is 27 respondents. The statistical test was used at rank spearman with prosperity rate of 0,05. Statistical test revealed a significant link between the working posistion and a musculosceletal p value=0,024 with an r value 0=906. The resulting work required attention to good work posistions and that if the fishermen’s work used a poor work position was required to change the the position immediately so as not to cause accident injuries and complainst that could later harm the body. Key Words: Work Position, Musculoskeletal Complaints, Fishermen
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA MEROKOK DI KALANGAN REMAJA DESA SIMBEL KECAMATAN KAKAS BARAT Grily Fijinia Lokas; Maxi Moleong; jilly Toar
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1160

Abstract

Menurut Laporan BPOM Depkes RI mencatat jumlah perokok di Indonesia 70%  atau 6.5 juta jiwa dari penduduk Indonesia adalah perokok dan 20%nya perokok pada usia 15 – 18 tahun pada ekonomi lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu sampai dimana tingkat pengetahaun para remaja tentang bahaya merokok di kalangan remaja di desa simbel kecamatan kakas barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang diuraikan secara deskriptif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 40 orang yang diambil melalui metode total sampling. Populasi pada penelitian ini sebesar 40 responden dan sampel yang didapatkan sebesar 40 responden. Data di kumpulkan menggunakan kuesioner  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa responden yang mempunyai tingkat pengetahuan bahaya merokok dengan kategori tinggi hanya 5 responden (12.5%), sedangkan mayoritas responden sebanyak 24 responden (60%) mempunyai tingkat pengetahuan bahaya merokok dengan kategori cukup tinggi. Sisanya sebanyak 9 responden (22.5%) kategori rendah dan kategori sangat rendah 2 responden (5%).
FAKTOR –FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN LALULINTAS DI WILAYAH KERJA POLSEK KAKAS KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Ira Habibu; Marnex Berhimpong; Agusteivie Telew
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1189

Abstract

Abstrak Kecelakaan lalulitas merupakan salah satu jenis penyakkit, yang tergolong dalam penyakit tdak mnular, juga merupakan salaah satu penyebab kematia di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor akibat Manusia yang presentasenya paling tinggi dengan kejadian kecelakaan lalulintas di wilayak kerja polsek Kakas kabupaten Minahasa provinsi Sulawesi Utara. Penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian kuantitatif melalui pendekatan deskriptif. Responden dalam penelitian ini ialah menggunakan populasi sebagai sampel sebanyak 60 kasus kecelakaan dari tahun 2017 – 2019. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara checklist BAP kecelakaan polsek Kakas, kemudian menggunakan analisis Univariat. Faktor Manusia sebagai penyebab antara lain faktor mengantuk, mabuk, lengah dan kurang pengalaman. Berdasarkan kesimpulan mengantuk memiliki 21,7%, mabuk 40%, lengah 21,7% dan kurang pengalaman memiliki 16,6% kasus kecelakaan lalulintas di wilayah kerja Polsek Kakas Kabupaten Minahasa provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini merupaakan informasi dan gambaran tentang kejadian kecelakaan lalu lintas terlebih khusus bagi penngguna kendaraan di wilayah kerja polsek kakas,kabupaten Minahasa.Kata Kunci : Kecelakaan lalulintas polsek kakas Abstract  Taffic accidents are a type of disease, which are classified as on – communicable diseases, and are also one of the causes of tdeath in Indnesia.This study aims to determine human – induced factors which have the highest percentage of traffic accidents in the working area of the Kakas police in Minahasa District, North Sulawesi Province. The research used is a type of quantitative research through a descriptive approach. Respondents in this study were to use population as a sample of 60 accident cases from 2017 – 2019. The data collection method was carried out by means of an accident checklist for the Kakas Police Precinct, then using univariate analysis. Human factors as causes include drowsiness, drunkenness, carelessness and inexperience. Based on the conclusion drowsiness has 21,7 %, drunk 40 %, inattentive 21,7 % and inexperience have 16,6 % of traffic..accidents in the working area of the Kakas Police, Minahasa District, North Sulawesi Province. This research is an information and description about the incidence of traffic accident. Especially for vehicle users in the working area of the Kakas Police, Minahasa Regency. Keywoards : Traffic Accident, Police kakas

Page 1 of 1 | Total Record : 10