Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA POSISI KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA NELAYAN DI DESA GEMEH KECAMATAN GEMEH KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Arsi Lambek; Richard Andreas Palilingan; I Wayan Gede Suarjana
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1144

Abstract

ABSTRAK Nelayan adalah sebagian orang yang aktivitas kerjanya mencari atau melakukan penangkapan ikan. Aktivitas nelayan saat bekerja sering menggunakan posisi tubuh yang tidak alamiah dengan keluhan pada leher, bahu, punggung, pinggang, lengan dan pantat. Keluhan musculoskeletal merupakan gangguan atau keluhan yang dirasakan seperti pegal-pegal, rasa sakit, dan rasa nyeri pada bagian otot. Posisi-posisi kerja yang tidak ergenomis akan mengakibatkan keluhan-keluhan pada anggota tubuh salah satunya keluhan musculoskeletal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan posisi kerja dengan keluhan musculoskeletal pada pekerja nelayan di Desa Gemeh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Dengan menggunakan OWAS dalam menilai posisi kerja dan NBM untuk mengukur keluhan musculoskeletal. Lokasi penelitian dilaksanakn di Desa Gemeh Kecamatan Gemeh Kabupaten Talaud pada bulan juni-juli 2020. Total sampel pada penelitian ini yaitu 27 responden. Uji statistik yang digunakan yaitu uji rank spearman dengan tingkat kemaknaan a=0,05. Hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara posisi kerja dengan keluhan musculoskeletal p value=0,024 dengan nilai r value= 0,906 yang berarti kekuatan hubungan antara variabel posisi kerja dengan keluhan musculskeletal sangat kuat dan searah. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut pekerja nelayan diharuskan memperhatikan posisi kerja yang baik dan jika pekerja nelayan menggunakan posisi kerja yang buruk diharuskan segera mengubah posisi tersebut agar tidak mengakibatkan cidera, kecelakaan dan keluhan yang kelak dapat membahayakan tubuh. Kata Kunci : Posisi Kerja, Keluhan Muskuloskeletal, Nelayan ABSTRACT Welavan is that some of his violent activities seek or make fising. Fising on the job often uses unnaturally located posture with complaints on the shoulders of the backs of arms and buttocks. Musculoskeletal compleints are complex or complex grievance like muscle aches and muscle aches. A less ergonomic position would leade to complaints in the limbs of one of them musculoskeletal complaints. The purpose of this research was to analyze the working relationship with musculoskeletal complaints on the fishermen in gemeh village. The type of research used in this study is analytic observation with a sectional cross approach. By using OWAS methods assess work positions and NBM to measure musculoskeletal complaints. The research location is carried out in the Gemeh distric of Talaud in june-july 2020. Total sample in the study is 27 respondents. The statistical test was used at rank spearman with prosperity rate of 0,05. Statistical test revealed a significant link between the working posistion and a musculosceletal p value=0,024 with an r value 0=906. The resulting work required attention to good work posistions and that if the fishermen’s work used a poor work position was required to change the the position immediately so as not to cause accident injuries and complainst that could later harm the body. Key Words: Work Position, Musculoskeletal Complaints, Fishermen
PERSEPSI DAN SIKAP MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI KEBIASAAAN BARU NEW NORMAL SAAT PANDEMI CORONA VIRUS (COVID-19) DI DESA PONOMPIAAN KECAMATAN DUMOGA Injillia Jacobis; Richard Andreas Palilingan; Nancy Bawiling
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 3. AGUSTUS Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1639

Abstract

New normal dimaknai sebagai perubahan perilaku masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal dan sebagai skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan sikap masyarakat dalam menghadapi kebiasaan baru (new normal) di Desa Ponompiaan, Kecamatan Dumoga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan terdiri dari Kepala Desa, Ketua BAMAG, Ketua Karangtaruna, Guru, dan Masyarakat Biasa. Hasil penelitian menunjukkan di Desa Ponompiaan sebagian besar masyarakat Desa Ponompiaan sudah memiiki persepsi yang cukup baik mengenai pola hidup new normal pada masa pandemi COVID-19. Sebagian kecil masih memiliki persepsi yang kurang terhadap pola hidup tersebut dan Sikap masyarakat dalam menghadapi new normal saat pandemi COVID-19 berjalan kurang optimal. Hal ini ditunjukkan dengan kepatuhan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan tidak sesuai dengan anjuran dari pemerintah. Selain itu, kurangnya ketegasan Pemerintah Desa dalam pelaksanaan new normal mengakibatkan longgarnya kegiatan new normal di Desa Ponompiaan
HUBUNGAN KELELAHAN KERJA DENGAN STRESS KERJA PADA KARYAWAN DI SPBU KABUPATEN MINAHASA Venansya Dayoh; Richard Andreas Palilingan; Mesak Rambitan
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 1. FEBRUARI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKelelahan kerja adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat, namun kelelahan tersebut dapat juga beresiko bila tidak ada penanganan secara lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kelelahan kerja dengan stress kerja pada karyawan di SPBU Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian Analitik Observasional dengan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Petugas SPBU yang ada di kabupaten Minahasa. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan bermakna antara kelelahan kerja dengan stress kerja dengan nilai p<0,05 yaitu 0,003 < 0,05 terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara kelelahan kerja dengan stress kerja pada karyawan di SPBU Kabupaten Minahasa. Kesimpulan dari penelitian ini Terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan stress kerja pada karyawan SPBU Kabupaten Minahasa.Kata Kunci : Kelelahan Kerja, Stress Kerja, Karyawan SPBU AbstractWork fatigue is a protective mechanism of the body so that the body avoids further damage so that recovery occurs after rest, but fatigue can also be risky if there is no further treatment. This study aims to determine whether there is a relationship between work fatigue and job stress on employees at gas stations in Minahasa Regency. This study uses quantitative methods with analytical observational research design with cross sectional. The sample in this study amounted to 30 respondents. Gas station officers in Minahasa district. The instrument used is a questionnaire and data analysis using the chi square test. The results of this study indicate that there is a significant relationship between work fatigue and work stress with a p value of <0.05, namely 0.003 <0.05. There is a significant and positive relationship between work fatigue and work stress on employees at gas stations in Minahasa Regency. The conclusion of this study is that there is a relationship between work fatigue and work stress on employees of gas stations in Minahasa Regency.Keywords: Work Fatigue, Work Stress, Gas Station Employees
Hubungan Usia dan Masa Kerja dengan Keluhan Otot Rangka Pekerja Kacang Sangrai di Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa Richard Andreas Palilingan
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua orang memiliki resiko yang harus ditanggung dalam pekerjaannya, baik yang berefek pada eksekusi pekerjaan ataupun kesehatan pekerja. Resiko tersebut berdasar pada jenis dan lingkungan kerja pelakunya. Keluhan otot rangka adalah salah satu resiko kesehatan yang dialami oleh banyak pekerja. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan pengaruh usia dan masa kerja dengan keluhan otot rangka pekerja sangrai kacang di kecamatan Kawangkoan, kabupaten Minahasa, provinsi Sulawesi utara. Peneliti mengaplikasikan kombinasi cross-sectional study dan observasi analitik sebagai desain penelitian. Purposive sampling digunakan dalam studi ini. Dari teknik tersebut, 40 responden yang sehat dan bermasa kerja >1 tahun menjadi objek dalam penelitian ini. Peneliti mendapatkan data melalui lembar observasi, kuesioner Nordic Body Map, serta kuesioner umum. Sementara, uji Spearman menjadi piranti untuk menganalisa data. Penelitian ini menemukan adanya pengaruh yang signifikan dari usia pekerja pada keluhan otot mereka, dibuktikan dengan nilai p-value = 0.002 (p-value ?0.05), nilai r= 0.575 atau korelasi kuat dengan arah hubungan positif (+). Kemudian, peneliti juga mendapat nilai p-value = 0.001 (p-value ?0.05), nilai r= 0.524 atau korelasi kuat dengan arah hubungan positif (+) untuk variabel masa kerja. Alhasil, terdapat korelasi pada usia dan masa kerja dengan keluhan otot rangka pada pekerja kacang sangrai di kecamatan Kawangkoan.
Impact of Work from Home on Work Stress Symptoms in Employees X of North Sulawesi Province I Wayan Gede Suarjana; Suehartono Syam; Bastian Rikardo Parhusip; Richard Andreas Palilingan; Dewo Agung Nugroho Narosaputra; Siti Fathimah; Anne Indiarti Banjar Nahor
International Journal of Science and Society Vol 4 No 1 (2022): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v4i1.434

Abstract

Work stress is an imbalance of task demands with a person's work ability that creates tension through physical and emotional responses. The purpose of this study was to find out the impact of Work from Home on the symptoms of worker work stress. The research method used is quantitatively descriptive with cross-sectional design. The sample in this study was 63 employees who had filled out research instruments. The research intrusion used is an online questionnaire filled out through Google Form through the WhatsApp Group platform. Variable Work from Home uses two indicators, namely the work environment factor and workload. Using a statistical analysis of multiple linear regression statistics, researchers stated that the work environment had no significant effect on employee work stress symptoms and that work had a positive and significant effect on employee work stress symptoms during Work from Home.
ANALISIS GEJALA STRESS KERJA PADA SAAT WORK FROM HOME I Wayan Gede Suarjana; Suehartono Syam; Bastian Rikardo Parhusip; Richard Andreas Palilingan
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.297 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18522

Abstract

Stress kerja merupakan ketidakseimbangan tuntutan tugas dengan kemampuan kerja seseorang yang menimbulkan ketegangan melalui respon fisik dan emosional. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis gejala stress kerja pekerja pada saat work from home. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 Pegawai yang telah mengisi instrument penelitian. Intrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner online yang diisi melalui Google Form melalui platform WhatsAppGroup. Variabel gejala stress menggunakan dua indicator stressor yaitu faktor lingkungan kerja dan beban kerja. Tingkat stress dengan kategori tinggi dirasakan oleh responden dengan umur 50 tahun keatas dengan stressor rerata 3,83 untuk stressor beban kerja, dan lingkungan kerja sebesar 3,57, dan yang memiliki pendidikan Strata 2 (S2) dengan kategori tingkat stress tinggi memiliki rerata 3,8 untuk stressor lingkungan kerja dan rerata 3,83 untuk stressor beban kerja.
Peran Disiplin dan Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan Perdagangan Oli dan Pipa Nasional Hendy Tannady; Joseph MJ Renwarin; Arief Nuryana; Mudasetia Mudasetia; Nawiyah Nawiyah; Fahrina Mustafa; Ilham Ilham; Richard Andreas Palilingan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.797 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3712

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada salah satu perusahaan yang bergerak dalam perdagangan oli dan pipa. Dua variabel independen dengan satu variabel dependen yang akan dibahas menggunakan penelitian kuantitatif, sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 orang. Skala pengukuran dalam penelitian ini menggunakan google form. Analisis data menggunakan persamaan regresi linier berganda, uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.Kata Kunci: Disiplin Kerja, Stres Kerja, Kinerja Karyawan AbstractThis study aims to determine the effect of work discipline and work stress on employee performance at one of lubricant and pipe trading company. Two independent variables with one dependent variable will be discussed using quantitative research, the sample in this study was 43 people. The measurement scale in this study uses google form. Data analysis using multiple linear regression equation, test the coefficient of determination (R2). The results of this study indicate that work discipline has no significant effect on employee performance, work stress has a significant effect on employee performance.Keyword: Work Discipline, Work Stress, Employee Performance
PERANCANGAN FASILITAS KERJA ERGONOMI MENGGUNAKAN DATA ANTROPOMETRI UNTUK MENGURANGI BEBAN FISIOLOGIS I Wayan Gede Suarjana; Moh. Fikri Pomalingo; Richard Andreas Palilingan; Bastian Rikardo Parhusip
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i2.17755

Abstract

Filosofi dasar dari sebuah perancangan fasilitas kerja adalah membuat desain fasilitas kerja yang mengarah pada kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan fisik pekerja.Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang desain fasilitas kerja berupa meja kerja berdasarkan data antropometri peserta untuk mengurangi gangguan-gangguan fisiologis pada peserta pelatihan pengelasan di LPKA Kelas II Tomohon Sulawesi Utara.Penelitian dilakukan di LPKA Kelas II Tomohon menggunakan metode deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah 14 orang peserta pelatihan. Waktu penelitian Mei-Juni 2021. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data antropometri, keluhan musculoskeletal, dan kelelahan subjektif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu, Antropometer, Nordic Body Map empat skala likert, dan 30 items of rating scales of general fatique lima Skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan IBM SPSS Versi 25 MacOs dan Microsoft Excel. Hasil penelitian beban fisiologis dilihat dari keluhan musculoskeletal p0 sebesar 55,82, p1 sebesar 41,72. Sedangkan untuk kelelahan subjektif pada p0 sebesar 46,19, p1 sebesar 40,66. Rancangan fasilitas kerja berupa meja kerja ergonomis yang sesuai dengan data antropometri operator/peserta. Spesifikasi perancangan meja kerja yaitu tinggi meja 100,8 cm berdasarkan tinggi siku berdiri, lebar meja 65 cm berdasarkan panjang jangkauan pekerja, panjang meja 120 cm berdasakan duakali lebar bahu pekerja, dan level rak bawah dengan tinggi 46,5 cm berdasarkan tinggi lutut pekerja. Perancangan fasilitas kerja sesuai dengan antropometri peserta mampu menurunkan tingkat keluhan musculoskeletal sebesar 59%. Dan melalui perancangan fasilitas kerja sesuai dengan data antropometri peserta mampu mengurangi kelelahan kerja sebesar 11,9%.
Effect of Occupational Health on Employee Performance Chevy Herli Sumerli A; Poppy Hidayat; Wiwi Rumaolat; Muhammad Asir; Richard Andreas Palilingan
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 4 (2022): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i4.7232

Abstract

Human resources are one of the important components in the role of advancing and developing a company. Without human resources with good quality, the company will find it difficult to run optimally. Therefore, human resources must be managed properly in order to produce a quality performance in achieving company goals. The purpose of this study is to analyze effect of occupational health on employee performance. This research uses explanatory research. The population of this study are all employees of CV Total Listrik Perkasa which consisted of 50 employees. From a population consisting of 50 employees contained in CV Total Listrik Perkasa, this study took all samples from that population. This study uses data analysis of partial test (t). The results show that occupational health has a positive and insignificant effect on employee performance.
Pemberian Istirahat Pendek Mampu Menurunkan Kelelahan Subjektif Pekerja Petani Kelapa I Wayan Gede Suarjana; Maxie Moleong; Richard Andreas Palilingan; Glorya Rumerung; Hairil Akbar
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.316 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i1.9184

Abstract

ABSTRACT Each process and stage in processing coconut into copra has a different and unnatural work attitude and is carried out for a long time and can cause subjective fatigue symptoms and create a risky workload for copra farmer workers in the coconut husk stripping section. This study aims to determine the effect of giving short breaks on the work fatigue of kopra (coconut) farmer workers in Elusan Village. The research method used a quasi-experimental design with a non-equivalent pre-post control-group design. The sampling technique in this study is non-probability sampling using a purposive sampling technique. The samples in the study totaled 13 samples in each group. The study time is from November – December 2022. The research instrument used to assess work fatigue is from the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Data analysis using SPSS v.25 with Parametric Independent T-Test. The results showed that the subjective fatigue variable in the control group showed no meaningful difference (p>0.05) with a value of t = 6.72 and a value of p = 5.08. Subjective fatigue analysis in the intervention group showed that results differed meaningfully (p<0.05) with t values = 18.44 and p values = 0.00 and difference values before and after work = 13.00 (-54.07%). This means giving short breaks can lower subjective fatigue in copra farmers. Thus, it can be concluded that the research hypothesis is accepted and there is an effect of short breaks on the work fatigue of copra farmer workers in Elusan Village Keywords: Ergonomics, Work Physiology, Subjective Fatigue, A Coconut Farmer ABSTRAK Setiap proses dan tahapan dalam pengolahan kelapa menjadi kopra ini memiliki sikap kerja yang berbeda-beda dan tidak alamiah dan dilakukan dalam waktu yang cukup lama dan dapat menyebabkan gejala kelelahan subjektif dan menimbulkan beban kerja yang beresiko bagi pekerja petani kopra bagian pengupasan sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian istirahat pendek terhadap kelelahan kerja pekerja petani kopra (kelapa) di Desa Elusan. Metode penelitian yang digunakan quasi-eksperimen design dengan rancangan non-equivalent pre-post control-group design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian berjumlah 13 sampel pada masing-masing kelompok. Waktu penelitian pada Bulan November – Desember 2022. Instrumen penelitian yang digunakan untuk menilai kelelahan kerja yaitu dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Analisis data menggunakan SPSS v.25 dengan uji Parametrik Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kelelahan subjektif pada kelompok kontrol menunjukkan hasil tidak berbeda bermakna (p>0,05) dengan nilai t = 6,72 dan nilai p = 5,08. Analisis kelelahan subjektif pada kelompok intervensi menunjukkan bahwa hasil berbeda bermakna (p<0,05) dengan nilai t = 18,44 dan nilai p = 0,00 dan nilai selisih sebelum dan sesudah bekerja = 13.00 (-54,07%).  Pemberian istirahat pendek dapat menurunkan kelelahan subjektif pada petani kopra. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima dan terdapat pengaruh istirahat pendek terhadap kelelahan kerja pekerja petani kopra di Desa Elusan. Kata Kunci: Ergonomi, Fisiologi Kerja, Kelelahan Subjektif, Petani Kelapa