Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
The STIKes YPIB Majalengka Campus Journal is a peer-reviewed, double-blind and open access academic journal for health issues, particularly in the fields of midwifery and science. This journal is published every 6 months by LPPM, YPIB Faculty of Health Sciences. The STIKes YPIB Majalengka Campus Journal provides a means of continuous discussion on relevant issues including the focus and scope of the journal that can be studied empirically. This journal publishes research articles covering all health issues, especially obstetrics and science branches
Articles
211 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI BIDAN DENGAN PELAKSANAAN STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUKAHAJI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2018
Inna Antriana
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51997/jk.v6i2.16
Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)adalahpembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang pada masa 5 tahun pertama kehidupan. Cakupan SDIDTK di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukahaji pada tahun 2016 dan 2017 mengalami sedikit peningkatan yaitu dari 85,4% menjadi 86,9%, namun masih belum mencapai target (90%). Penelitian ini bertujuan untuk hubungan pengetahuan dan motivasi bidan dengan pelaksanaan SDIDTK. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah bidan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukahaji sebanyak 25 orang. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan kurang dari setengahnya (28,0%) bidan tidakmelaksanakan SDIDTK, sebagian kecil (20,0%) bidan pengetahuannya kurang tentang SDIDTK, kurang dari setengah (32,0%) bidan motivasinya rendah. Ada hubungan pengetahuan bidan ( value = 0,004) dan motivasi bidan ( value = 0,000) dengan pelaksanaan SDIDTK di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukahaji Kabupaten Majalengka Tahun 2018. Upaya untuk meningkatkan pelaksanaan SDIDTK oleh bidan maka pihak puskesmas perlu meningkatkan koordinasi, melakukan pembinaan serta mengadakan kegiatan pelatihan dan seminar. Bagi bidan agar aktif mengikuti kegiatan pelatihan dan seminar tentang pelaksanan SDIDTK.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TEPID SPONGE PADA IBU TERHADAP PENANGANAN DEMAM PADA BALITA DENGAN DIAGNOSI OBSERVASI FEBRIS DI RUANG ADE IRMA SURYANI LANTAI 1 RSUD SEKARWANGI KABUPATEN SUKABUMI
Asmarawanti Asmarawanti;
Tri Chandra Sugihartono
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51997/jk.v6i2.17
Dalam era globalisasi, penyebaran penyakit sangat cepat dan mudah menyerangkhusunya pada balita, salah satu contohnya yaitu penyakit demam. Saat ini orang tua lebih mengedepankan terapi farmakologi karena dianggap lebih memudahkan, namun sebetulnya terdapat terapi fisik yang efektif untuk menangani demam yaitu tepid sponge. Tepid Sponge adalah kompres dengan sistem blok pada pembuluh darah besar. Pendidikan kesehatan merupakan suatu kegiatan yang mampu merubah pengetahuan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok untuk menjadi lebih baik. Penanganan demam dengan teknik tepid sponge merupakan terapi fisik yang efektif untuk mengurangi demam pada balita, sehingga pemberian pendidikan kesehatan penanganan demam tepid sponge merupakan tindakan yang mampu merubah sikap dan perilaku seseorang dalam menangani demam khususnya pada ibu. Penelitian ini menggunakan quasy experiment. Populasi dalam penelitian ini 17responden dan sampel yang diambil sebanyak 17 responden. Penelitian ini menggunakan rumus Uji McNemar. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu p-value = 0.001. penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan pada ibu terhadap penanganan demam pada balita dengan diagnosis observasi febris di Ruang Ade Irma Suryani RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitikedepannya bisa melakukan penelitian dengan judul yang sama namun variabel yang berbeda.
HUBUNGAN USIA MENARCHE DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMERPADA REMAJA PUTRI KELAS VIII DI SMP NEGERI 9 BANJARMASIN
Malisa Ariani
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51997/jk.v6i2.18
Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selamamenstrusi. Angka kejadian dismenore rata-rata lebihdari 50% perempuan di setiap negara mengalami dismenore. Dismenore diklasifikasikan menjadi dua yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Dismenore primer merupakan salah satu penyebab utama terganggunya aktifitas remaja putrid usia sekolah dan menjadi masalah yang sering dialami oleh wanita usia reproduktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia menarche dengan kejadian dismenore primer pada remaja putrikelas VIII di SMP Negeri 9 Banjarmasin. Desain penelitian yang digunakan adalahcross sectional, sampel dalam penelitian ini adalah siswi kelas VIII di SMP Negeri 9 Banjarmasin berjumlah 68 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi.Data dikumpulkanmelaluikuesioner, dianalisis menggunakan uji statistic spearman rank dengan batasan kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara usia menarche dengan kejadian dismenore primer (P value = 0,027 atau P = < 0,05). Hasil penelitian ini disarankan terutama bagi guru-guru bias bekerjasama dengan puskesmas yang membawahi sekolah untuk dapat melakukan penyuluhan atau konseling agar bisa memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KONSEP BHINNEKA TUNGGAL IKA DENGAN SIKAP PEMUDA DALAM MENGHADAPI PERBEDAAN SUKU DI PERUMAHAN BUMI CIKAL ASIH DESA CIKALONG KECAMATAN SUKAHAJI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2017
Ujang Permana
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51997/jk.v6i2.19
Perbedaan antar suku merupakan salah satu ciri khas masyarakat di Indonesia. Dalam esensinya, perbedaan ini tentunya akan menimbulkan sebuah karakteristik kehidupan berbangsa dan bernegara namun di sisi lain dengan keadaan masyarakat yang berbeda-beda suku, adat, kebiasaan dan budaya yang berbeda-beda tersebut dapat menimbulkan konflik, yakni konflik suku, agama, dan ras (SARA). Berdasarkan hal yang disebutkan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan Pengetahuan tentang Konsep Bhinneka Tunggal Ika dengan Sikap Pemuda dalam Menghadapi Perbedaaan suku di Perumahan Bumi Cikal Asih Desa Cikalong Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka pada tahun 2017”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana hubungan pengetahuan konsep Bhinneka Tunggal Ika dengan sikap pemuda dalam menghadapi perbedaan suku di Perumahan Bumi Cikal Asih Desa Cikalong Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka tahun 2017. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat terutama manfaat secara teoritis yang mengembangkan konsep ilmu pendidikan khususnya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang mengkaji tentang nilai moral dan Pancasila, karena membahas pemahaman Bhinneka Tunggal Ika dalam meningkatkan kehidupan yang rukun dan toleransi antar suku dalam menjalin hubungan sosial di masyarakat. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemuda di Perumahan Bumi Cikal Asih Majalengka. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAE sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 64 pemuda. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dijelaskan bahwa terdapat hubungan pengetahuan tentang konsep Bhinneka Tunggal Ika dengan sikap pemuda dalam menghadapi perbedaan suku di Perumahan Bumi Cikal Asih Desa Cikalong Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka Tahun 2017. Dengan baiknya tingkat pengetahuan pemuda tentang konsep Bhinneka Tunggal Ika sangat berpengaruh pada pola sikap mereka dalam menghadapi perbedaan suku di perumahan Bumi Cikal Asih Majalengka.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN ISPA (BATUK NON PNEUMONIA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS DTP MAJA KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2016
Ratih Tri Agustin;
Leni Laelia;
Ayu Idaningsih
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51997/jk.v6i2.20
ISPA termasuk kelompok penyakit yang komplek dan heterogen yang disebabkan oleh berbagai etiologi dan dapat mengenai setiap tempat disepanjang saluranpernafasan. Kejadian batuk non pneumonia paling tinggi di Kabupaten Majalengka pada tahun 2016 terdapat di UPTD Puskesmas DTP Maja yaitu 1.874 (45,5%) kasus dari 4.114 balita dan pencapaian ASI eksklusif baru mencapai 78,93% dari target 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian ISPA (batuk non pneumonia) pada balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas DTP Maja Kabupaten Majalengka Tahun 2016. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh ibu yang mempunyai balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas DTP Maja Kabupaten Majalengka Tahun 2016 sebanyak 4114 anak. Sampelnya sebanyak 98 balita dengan teknik proportional to size. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisisbivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengah (44,9%) balita mengalami ISPA (batuk non pneumonia), Lebih dari setengah (53,1%) balita tidak diberi ASI eksklusif dan ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian ISPA (batuk non pnenumonia) pada balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas DTP Maja Kabupaten Majalengka Tahun 2016 dengan nilai = 0,021. Petugas kesehatan bekerja sama dengan kader agar meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat setiap keluarga termasuk memastikan anaknya mendapatkan ASI secara eksklusif yaitu melalui pemberian informasi dan pemanfaatan kegiatan posyandu untuk meningkatkan pengetahuan tentang ASI secara eksklusif, serta memberikan bimbingan kepada ibu yang bekerja mengenai cara penyimpanan ASI dengan baik dan benar.
PENGARUH PSYCHOEDUCATIONAL PARENTING TERHADAP KECEMASAN ORANG TUA YANG MEMPUNYAI ANAK PENYANDANG THALASSEMIA MAYOR DI RSUD MAJALENGKA
Hera Hijriani
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51997/jk.v5i2.21
Thalassemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dapatmemberikan dampak emosional, psikologis dan ekonomi kepada keluarga. Sekitar 68.000 anak-anak di dunia dilahirkan dengan berbagai sindrom thalassemia setiap tahunnya dan yang paling lazim adalah β-thalassemia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh psychoeducational parenting terhadap kecemasan orang tua yang mempunyai anak penyandang thalassemia mayor. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan menggunakan pendekatan pretest and posttest with control group design.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden yang terdiri dari 21 kontrol dan 21 eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh psychoeducational parenting terhadap kecemasan orang tua yang mempunyai anak penyandang thalassemia mayor (p Value 0,006). Tidak ada pengaruh faktor usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatankeluarga, dan keberadaan anak penyandang thalassemia dalam keluarga terhadap kecemasan orang tua yang mempunyai anak penyandang thalassemia mayor. Pemberian psychoeducational parenting menunjukkan penurunan skor kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan konseling secara konvensional. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu ditingkatkan kemampuan perawat dalam memberikan edukasi kepada orang tua sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anak.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN PEMERIKSAAN IBU HAMIL (K4) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARAN KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2015
Yeti Yuwansyah
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51997/jk.v5i2.22
Cakupan pemeriksaan kehamilan (K4) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Banjaran baru mencapai sebesar 74,11%, masih di bawah target ditetapkan 95%. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam pelayanan pemeriksaan ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Banjaran Kabupaten Majalengka Tahun 2015.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel independen (umur, pendidikan dan masa kerja) dan variabel dependen (kepatuhan bidan).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang tercatat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Banjaran periode bulan Februari sampai dengan maret 2015 dengan menggunakan teknik sampling yaitu total sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan data dokumentasi berupa kinerja bidan dalam kunjungan pemeriksaan kehamilan (K4).Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan chi square.Hasil analisis data diperoleh keseimpulan yaitu kurang dari setengahnya (44%) bidan dengan kinerja kurang baik dalam kunjungan pemeriksaan kehamilan (K4), kurang dari setengahnya (40%) bidan dengan usia dewasa awal, lebih dari setengahnya (60%) bidan dengan masa kerja baru, lebih dari setengahnya (60%) bidan dengan motivasi kerja kurang, ada hubungan antara umur, masa kerja dan motivasi dengan kinerja bidan dalam kunjungan pemeriksaan kehamilan (K4) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Banjaran tahun 2015, value<0,05.Saran-saran yaitu bidan terus meningkatkan kinerjanya dalam kunjungan pemeriksaan kehamilan, bagi bidan dengan umur dewasa awal hendaknya dapat menjalin kerjasama dengan bidan senior sehingga dapat lebih memahami lagi tentang tugas dan fungsi pokok bidan, bidan senior diharapkan dapat membina bidan-bidan pemula sehingga kinerja bidan pemula dapat meningkat.
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MP ASI DENGAN KEJADIAN BAWAH GARIS MERAH (BGM) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUMBERJAYA KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2016
Ayu Idaningsih
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51997/jk.v5i2.23
Kasus balita BGM erat kaitannya dengan status gizi anak. Gangguan gizi pada bayi dan anak adalah kondisi tidak tercukupinya jumlah zat gizi pada makanan yang dikonsumsi oleh seorang bayi atau anak. Puskesmas dengan jumlah kasus balita BGM di Kabupaten Majalengka tahun 2015 paling tinggi terdapat di UPTD Puskesmas Sumberjaya yaitu sebesar 4,08%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian Bawah Garis Merah (BGM) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2016.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan atau desain case control. Sampel pada penelitian ini menggunakan perbandingan 1 : 2 yaitu kasus sebanyak 14 anak BGM dan kontrol sebanyak 28 anak non BGM. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengah (33,3%) anak mengalami BGM, kurang dari setengah (38,1%) anak dengan pola pemberian MP-ASI tidak tepat dan ada hubungan yang bermakna antara pola pemberian MP ASI dengan kejadian Bawah Garis Merah (BGM) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2016 (r value = 0,013 dan OR = 5,4).Upaya untuk mencegah dan menekan angka kejadian Bawah Garis Merah (BGM) yaitu dengan meningkatkan penyuluhan petugas kesehatan kepada ibu tentang MP ASI, membangun kerja sama antara petugas kesehatan dan kader untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu dengan rutin serta melaksanakan kegiatan kunjungan ke rumah ibu untuk memberikan informasi dan motivasi dalam pemberian MP ASI kepada anaknya dengan tepat.
PENERAPAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) PADA IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI KEHAMILAN DAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI UPTD PUSKESMAS LIGUNG KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2017
Desi Evitasari
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51997/jk.v5i2.24
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah kegiatan yang di fasilitasi oleh bidan dalam rangka meningkatkan peran aktif suami, keluarga dan masyarakat untuk memantau perkembangan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) pada ibu hamil dalam pencegahan komplikasi kehamilan dan pemilihan penolong persalinan di UPTD Puskesmas Ligung Kabupaten Majalengka tahun 2017.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan pada penelitian ini sebanyak 10 orang informan kunci dan 10 informan pendukung. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Puskesmas Ligung Kabupaten Majalengka tanggal 27 Maret – 27 April 2017. Instrumen dalam pengumpulan data yaitu panduan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program P4K di UPTD Puskesmas Ligung Kabupaten Majalengka sudah diterapkan namun untuk pemasangan stiker belum seluruhnya dipasang di rumah ibu hamil. Program P4K dapat meningkatkan upaya pencegahan komplikasi kehamilan, karena dengan stiker P4K ibu sudah tahu mengenai tindakan yang harus dilakukan jika mengalami komplikasi yaitu segera datang ke petugas kesehatan. Program P4K di UPTD Puskesmas Ligung dapat meningkatkan pemilihan penolong persalinan oleh tenaga kesehatan karena dengan stiker P4K ibu hamil mengetahui risiko jika bersalin di paraji atau dukun.Petugas kesehatan perlu mempertahankan dan meningkatkan lagi kegiatan penyuluhan kepada masyarakat tentang program P4K dan bagi ibu hamil untuk melakukan kontak dengan petugas kesehatan sesuai dengan jadwal pemeriskaan kehamilan sesuai standar.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU NIFAS DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MOBILISASI DINI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUMBERJAYA KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2017
Yophi Nugraha
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51997/jk.v5i2.25
Mobilisasi Dini ialah kebijakan untuk selekas mungkin membimbing penderita keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas mungkin untuk berjalan. Mobilisasi dini dilakukan oleh semua ibu post partum, baik ibu yang mengalami persalinan normal maupun dengan tindakan.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross sectional dengan sampel penelitian ibu nifas yang melahirkan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka dari bulan Juni sampai dengan Juli tahun 2017 sebanyak 65 responden. Analisis data melalui unvariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi square (α = 0,005)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu nifas dengan pengetahuan ibu tentang mobilisasi dini di UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Periode Juni sampai dengan Juli Tahun 2017.Hasil Penelitian ini menggunakan uji chi square didapatkan Hasil : tidak adanya hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan pengetahuan ibu nifas tentang mobilisasi dini perhitungan statistik diperoleh ρ value = 0,41 (α = 0,005) atau ρ value <α, ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan pengetahuan ibu nifas tentang mobilisasi diniρ value = 0,027 (α = 0,05) atau ρ value <α,ada hubungan yang bermakna antara umur dengan pengetahuan ibu nifas tentang mobilisasi dini hasil Perhitungan statistik diperoleh ρ value = 0,013 (α = 0,05)Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai hubungan karakteristik ibu nifas dengan pengetahuan tentang mobilisasi dini, maka petugas kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya hendaknya lebih meningkatkan bimbingan mobilisasi dini kepada setiap ibu yang bersalin di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumberjaya.