cover
Contact Name
Ervi Suminar
Contact Email
ijpn@umg.ac.id
Phone
+6285730793038
Journal Mail Official
ijpn@umg.ac.id
Editorial Address
Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gresik Jl Proklamasi No 54 Gresik » Tel / fax : (031)3951414 / (031)3952585
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Journal of Professional Nursing (IJPN)
ISSN : 27465799     EISSN : 2747156X     DOI : 10.30587
Core Subject : Health,
IJPN is Indonesian Journal of Professional Nursing The purpose of this journal is to facilitate Nurse, Scientist, and Researcher to publish research articles or articles reviews. This journal basically contains of topics on Nursing, and Health. This journal is managing by health faculty Nursing study program University of Muhammadiyah Gresik.
Articles 110 Documents
Hubungan Perilaku Ibu Dalam Pemberian Makan Dengan Sulit Makan Pada Anak Usia 3-5 Tahun Dini Setiarsih; Rizal Habibi
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i2.2288

Abstract

Perilaku ibu dalam pemberian makan yang baik dan benar mempunyai peranan besar dalam pola makan anak. Pola pemberian makan oleh ibu meliputi cara menyiapkan makanan untuk anak, mengatur makanan yang dimakan anak dan membiasakan anak makan tepat waktu. Pola pemberian makan yang kurang baik dapat menyebabkan terjadinya sulit makan pada anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan perilaku ibu dalam pemberian makan dengan kejadian sulit makan pada anak usia 3-5 tahun di TK Nurul Hikmah Pamekasan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah 73 anak di TK Nurul Hikmah Pamekasan. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis dengan uji Lambda. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu berperilaku kurang dalam pemberian makan (83,5%). Mayoritas anak mengalami kejadian sulit makan (89%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku ibu dalam pemberian makanan dengan kejadian sulit makan pada anak (p < 0,05). Semakin kurang perilaku ibu dalam pemberian makan maka semakin besar peluang anak dalam mengalami kejadian sulit makan.
HUBUNGAN HARGA DIRI DAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA Dini Setiarsih; Izzah Syariyanti
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2015

Abstract

Lansia mengalami proses penuaan yang mengakibatkan penurunan fungsi tubuh salah satunya fungsi kognitif. Harga diri dan interaksi sosial merupakan faktor yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan harga diri dan interaksi sosial dengan fungsi kognitif pada lansia Di RW 05 Kelurahan Kraton Kecamatan Bangkalan. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia berusia 60 tahun ke atas dan besar sampel sebanyak 36 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel independen adalah harga diri dan interaksi sosial sedangkan variabel dependen adalah fungsi kognitif. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Berdasarkan uji statistik spearman rank didapatkan p=0.000 (<0.05), berarti ada hubungan yang bermakna antara harga diri dengan fungsi kognitif. Dan didapatkan p=0.004 (<0.05), berarti ada hubungan yang bermakna antara interaksi sosial dengan fungsi kognitif. Terdapat hubungan positif dengan tingkat korelasi kuat antara harga diri dengan fungsi kognitif pada lansia. Artinya semakin baik nilai harga diri maka fungsi kognitif akan semakin utuh. Sementara itu interaksi sosial dengan fungsi kognitif menunjukkan hubungan positif namun tingkat korelasinya sedang. Artinya semakin baik nilai interaksi sosial maka fungsi kognitif akan semakinutuh.
Perbedaan Tingkat Depresi Pada Lansia Sebelum Dan Sesudah Diberikan Terapi Musik Keroncong Roufuddin Roufuddin; Nurul Masruroh; Virki Widoyanti
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v2i1.2775

Abstract

Memasuki usia tua akan mengalami kemunduran baik secara fisik, psikologis, maupun biologis. Kemunduran psikologis yang sering dijumpai pada lansia salah satunya adalah depresi. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat depresi lansia adalah menggunakan terapi musik keroncong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat depresi pada lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi musik keroncong di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya. Metode yang digunakan adalah penelitian analitik pre experimental pre test post test design. Populasinya sebanyak 40 orang lansia dengan sampel sebanyak 36 responden di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon RankTest. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan tingkat depresi pada lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi musik keroncong di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya denganangkasignifikan p value=0,000 lebih rendah dari α=0,05 (p<α). Sebelum perlakuan, sebagian besar lansia mengalami tingkat depresi ringan sebanyak 11 responden (30,6%) dan setelah perlakuan sebagian besar lansia mengalami tingkat depresi ringan sebanyak 16 responden(44,4%). Ada perbedaan tingkat depresi pada lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi musik keroncong di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya. Untuk itu, terapi musik dapat menjadi pilihan untuk menurunkan skor depresi pada lansia di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya.
Perbedaan Pengetahuan Lansia Sebelum Dan Sesudah Diberikan Penyuluhan Kesehatan Tentang Arthritis Rheumatoid Wiwik Widiyawati; Faidatul Nikmah
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i2.2311

Abstract

Arthritis rheumatoid dapat terjadi pada semua jenjang umur dari kanak-kanak sampai lansia. Kejadian arthritis rheumatoid pada lansia dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Tujuan penelitian mengetahui perbedaan pengetahuan lansia sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang arthritis rheumatoid di Desa Kelbung Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan design cross sectional dengan one grup pra-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang memilki riwayat arthritis rheumatoid sebanyak 38 lansia denngan besar sampel 35 lansia dengan menggunakan simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa data mengunakan wilcoxon sign rank test Penelitian diperoleh bahwa lansia sebelum diberikan penyuluhan kesehatan sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebanyak 15 lansia (42,9%). Sedangkan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan memiliki pengetahuan kurang 6 lansia (17,1%). Ada perbedaan pengetahuan lansia sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang arthritis rheumatoid di Desa Kelbung Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PEDICULOSIS CAPITIS Amilatus Sholihah; Diah Fauzia Zuhroh
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2024

Abstract

Pediculosis capitis adalah infeksi kulit atau rambut kepala yang disebabkan oleh infestasipediculus humanus var. capitis. Prevalensi penyakit ini cukup tinggi terutama pada siswi. Penyakit inidisebabkan oleh banyak faktor. Diantaranya adalah tingkat pendidikan ibu dan personal hygiene.Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dan personal hygiene dengankejadian pediculosis capitis pada siswi di SDN Bulangan Branta Pegantenan Kabupaten PamekasanMadura.Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metodepengambilan sampel dengan teknik proportional sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswidari kelas dua sampai kelas enam di SDN Bulangan Branta Pegantenan Kabupaten Pamekasan,dengan jumlah sampel 30 siswi. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasikemudian dianalisis menggunakan uji statistik korelasi lambda dengan tingkat signifikasi (α)  0,05.Dari hasil uji korelasi lambda hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian pediculosiscapitis diperoleh nilai signifikasi p<α (0.032<0.05) dan hubungan personal hygiene dengan kejadianpediculosis capitis diperoleh hasil signifikasi p<α (0.003<0.05).Ada hubungan tingkat pendidikan ibu dan personal hygiene dengan kejadian pediculosis capitispada siswi di SDN Bulangan Branta Pegantenan Kabupaten Pamekasan Madura.
Monitoring Saturasi Oksigen Menggunakan SPO2 MAX 3010 Berbasis Android Agoes Santika Hyperastuty; Yanuar Mukhammad
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v2i1.2718

Abstract

Pandemi COVID 19 melanda 188 negara dunia menyebabkan krisis global di tahun 2020. Salah satu fenomena yang terjadi adalah munculnya gejala happy hypoxia yang diduga membuat sejumlah pasien COVID-19 di Indonesia meninggal tanpa menunjukkan tanda-tanda sama sekali. Pulse oximetry merupakan suatu metode non-invasive untuk memonitor persentase saturasi oksigen dalam darah sehingga dapat mendeteksi dini kondisi hipoksia sebelum terjadi keadaan fatal dan dapat dengan segera mendapat pertolongan. Penelitian ini menggunakan sensor Max 30100 sebagai pengambilan data. Peneliti melakukan pengambilan data sebanyak 5 kali pada 5 responden. Sensor Max30100 melakukan penyadapan Spo2 kemudian data tersebut diproses menggunakan WeMos D1 Mini serta ESP8266 yang nantinya akan ditampilkan pada LCD serta terdapat aplikasi blynk untuk mengirimkan data menuju android. Hasil penelitian didapatkan nilai yang bervariasi pada responden dikarenakan fluktuasi pembacaan sensor terus berjalan sehingga terjadi naik turun nilai namun tidak terlalu signfikan. Tingkat keakuratan alat bisa dilihat dari nilai yang hasilkan dan juga nilai yang terbaca antara kadar oksigen pada responden ke 1 hingga ke 5. Sensor dapat mendeteksi dengan baik kadar oksigen dalam darah dan sensor max30100 dapat mendeteksi kadar oksigen dalam darah dengan tingkat keakuratan yang baik sehingga hasil pengukuran pada responden 1 hingga 5 setiap orangnya tidak terlalu jauh.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Siswa Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Sofa Qurrata A'yun; Ervi Suminar; Fardah Etsa Maulani
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i2.2289

Abstract

PHBS di sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Anak usia sekolah rentan terhadap masalah kesehatan dan perubahan, masalah ini kurang diperhatikan oleh orang tua dan pihak sekolah. Padahal peranan mereka mempengaruhi kualitas hidup anak di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa tentang PHBS. Dalam penelitian ini rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimental dengan one-group pre test-post test design, populasinya semua siswa di SDN Kraton 5 Bangkalan sebanyak 207 siswa, sedangkan sampel yang di ambil sebanyak 136 siswa secara simple random sampling. Variabel penelitiannya adalah PHBS dan pendidikan kesehatan. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan siswa sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebagian besar adalah kurang sebanyak 63 siswa (46,2%) dan pengetahuan siswa setelah dilakukan pendidikan kesehatan sebagian besar adalah baik yaitu sebanyak 58 siswa (50%). Pada analisa Wilcoxon Signed Rank menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa tentang PHBS di SDN Kraton 5 Bangkalan (p = 0.000 < a = 0.05). Berdasarkan hasil penelitian, maka diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat mendekatkan pelayanan dengan mengaktifkan kunjungan ke sekolah dan memberikan pendidikan kesehatan yang berkala khususnya tentang PHBS agar siswa mengerti dan dapat menerapkan kebiasaan dalam melaksanakan PHBS.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN BICARA DAN BAHASA ANAK USIA 3-5TAHUN Anggun Pranessia Anggrasari; Rasi Rahagia
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2016

Abstract

Gadget merupakan salah satu perkembangan teknologi dan komunikasi yang tanpa disadaritelah mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia, termasuk anak-anak. Ketika menggunakangadget, anak menjadi kurang bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Hal tersebutmenyebabkan anak kurang optimal mendapatkan stimulus yang tepat sehingga mengalamiketerlambatan dalam aspek perkembangan bicara dan bahasa. Selama tahun 2013 sampai pertengahantahun 2015 terjadi peningkatan masalah keterlambatan tumbuh kembang pada anak yang ditemukanmelalui Deteksi Dini Tumbuh Kembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisispengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 3-5 tahun.Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey analitik menggunakan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian berjumlah 60 responden dimana keseluruhannya akan menjadi sampelpenelitian (total sampling). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penggunaan gadget danKPSP. Data Yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dngan kriteriasignifikan p-value< 0,05.Dari hasil analisis diperoleh nilai p-value 0,001 (p-value< 0,05) yang berarti terdapat pengaruhyang signifikan antara penggunaan gadget terhadap perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia3-5 tahun. Hal ini mendasari bahwa pentingnya memberikan permainan edukatif kepada anak danmemberikan stimulasi selama mereka bermain.
Pengaruh Kompres Hangat Jahe Terhadap Intensitas Nyeri Rheumatoid Arthritis Pada Lansia Diah Jerita Eka Sari; Masruroh Masruroh
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v2i1.2793

Abstract

Nyeri sendi merupakan keluhan utama yang sering dirasakan setiap penderita rheumatoid arthritis. Nyeri dapat ditangani dengan penatalaksanaan non farmakologis yaitu dengan kompres hangat jahe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompres hangat jahe terhadap intensitas nyeri rheumatoid arthritis. Penelitian ini menggunakan desain Pra-Experimental dengan rancangan One Group Pre-Post Test Design. Populasi sebanyak 48 lansia, jumlah sampel sebanyak 43 lansia, menggunakan teknik purposive sampling. Dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank test (p < 0,05). Sebelum diberikan kompres hangat jahe, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang yaitu sebanyak 23 orang (53%), sedangkan sesudah diberikan kompres hangat jahe, sebagian besar responden mengalami nyeri ringan yaitu sebanyak 29 orang (67%). Statistik menunjukkan bahwa p = 0,000 sehingga Hi diterima. Ini berarti kompres hangat jahe memiliki efek yang signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri rheumatoid arthritis. Ada pengaruh pemberian kompres hangat jahe terhadap intensitas nyeri rheumatoid arthritis pada lansia.
Perbedaan Kejadian Insomnia Pada Lansia Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Terapi Air Hangat Pada Kaki Jaoharo Feralisa; Widiharti Widiharti
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i2.2314

Abstract

Gejala insomnia sering terjadi pada lansia, bahkan hampir setengah dari jumlah lansia mengalami kesulitan memulai tidur dalam mempertahankan tidurnya. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis Perbedaan Kejadian Insomnia Pada Lansia Sebelum dan Sesudah Dilakukan Terapi Air Hangat Pada Kaki Di Dusun Bukabu Sumenep. penelitian yang digunakan adalah Pra Eksperimen, dengan jenis penelitian One Grup Pre-Post Test Design. Populasinya adalah semua lansia yang mengalami insomnia. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian analisis menunjukkan bahwa hampir setengahnya tingkat insomnia sebelum diberikan terapi air hangat adalah sedang sebanyak 38 lansia (48%), sebagian besar tingkat insomnia lansia sesudah dilakukan terapi air hangat adalah ringan 42 lansia (53%). Hasil analisis perbedaan tingkat insomnia sebelum dan sesudah dilakukan terapi air hangat diperoleh nilai p value (0,000) < (0,05) yang berarti Ho ditolak Ha diterima. Terapi air hangat dapat digunakan sebagai alternativ untuk mengurangi insomnia lansia.

Page 2 of 11 | Total Record : 110