cover
Contact Name
Prasena Arisyanto
Contact Email
prasenaarisyanto@upgris.ac.id
Phone
+6285227258778
Journal Mail Official
wawasanpendidikanupgris@gmail.com
Editorial Address
Gedung Utama Lt.2, Jalan Sidodadi Timur no. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Wawasan Pendidikan
ISSN : 28075714     EISSN : 28074025     DOI : https://doi.org/10.26877/wp.v1i1.9208
Core Subject : Education,
Jurnal Wawasan Pendidikan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan. Terbit dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus dengan fokus jurnal pada pembelajaran dan pendidikan di jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, dan pendidikan inklusi. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian yang ditulis dalam bahasa Indonesia ataupun Inggris.
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2026)" : 37 Documents clear
IMPLEMENTASI PEMBIASAAN KARAKTER DISIPLIN MELALUI ANALISA KONSEP HABITUS DAN ARENA PIERRE BOURDIEU PADA SISWA SEKOLAH DASAR Anjarwati, Dwi; Kusumawati, Dian; Muslim, Rachmat Imam
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25887

Abstract

This study aims to analyze the implementation of habituation of discipline character in grade V students of SDN Kalisari through the concept of habitus and arena Pierre Bourdieu. A qualitative approach with phenomenological design is used to delve deeply into the experiences of principals, teachers, and students towards the habituation practices that take place. Data was collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed inductively based on the Miles and Huberman steps. The results of the study showed that routinely habitual practices such as morning prayers, Asmaul Husna readings, dhuha and dzuhur prayers, flag ceremonies, gymnastics, and class pickets succeeded in forming an automatic pattern of disciplined behavior. This process occurs through the gradual internalization of values so that the discipline evolves from external obedience to internal awareness. The difference in the level of discipline between students is influenced by variations in initial habitus, especially family support and home environment. Habituation has proven to be more effective than the reward-punishment approach  because it is able to instill values, strengthen self-regulation, and reproduce cultural capital through the example of teachers and the structure of school activities. The novelty of this research lies in the use of Pierre Bourdieu's concept of habitus and arena as an analytical framework to explain the process of internalizing the character of discipline through habituation in elementary schools which has been studied more normatively and descriptively.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI MEDIA VIRTUAL MATHEMATICS EDU Hafiz, Derana Arisda Safira; Kurniawati, Rissa Prima; Kusumawati, Naniek
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.23840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa sekolah dasar melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan media Virtual Mathematics Edu. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus di kelas V SDN Glonggong 04 dengan subjek 15 siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi modul ajar, lembar observasi, soal pre-test dan post-test, serta dokumentasi kegiatan. Proses pelaksanaan mengacu pada tahapan PTK yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Learning Cycle 5E berbantuan media Virtual Mathematics Edu efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata dari pra siklus sebesar 57,33 menjadi 68,67 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 87,33 pada siklus II. Selain itu, aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif yang tepat dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPAS PESERTA DIDIK KELAS III SD NEGERI TEGALARUM 2 Kegshi, Niken Condro; Saputra, Henry Januar; Reffiane, Fine
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.23808

Abstract

“Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Kelas III SD Negeri Tegalarum 2”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Universitas PGRI Semarang. 2025.Latar Belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya kreativitas dan hasil belajar siswa. Hal tersebut disebabkan kurangnya pembelajaran dalam mengoptimalkan kreativitas dan kemampuan siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa pada mata Pelajaran IPAS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kreativitas dan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran PjBl.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Tegalarum 2 Tahun Pelajaran 2024/2025. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Pada siklus I, rata-rata hasil observasi aktivitas peserta didik mencapai 69,00%, dan meningkat menjadi 96,6% pada siklus II. Peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 27,6%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berhasil meningkatkan kreativitas dan hasil belajar IPAS siswa.Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah supaya model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dapat digunakan sebagai salah satu alternatif guru mengajar.Kata Kunci: Model Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Proyek, Kreativitas, IPAS
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA ASPEK PEMAHAMAN KONSEP MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN CACAH DI SD NEGERI LEMPONGSARI Afiyani, Ayu Nur; Setianingsih, Eka Sari; Sulianto, Joko
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.24795

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran matematika pada materi operasi hitung bilangan cacah. Permasalahan ini disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. sehingga menimbulkan kejenuhan dan berdampak pada hasil belajar yang belum memenuhi kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep siswa kelas experiment dengan kelas kontrol dengan mengimplementasikan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) keranjang materi operasi hitung bilangan cacah pada SD Negeri Lempongsari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi ekperimen. Sampel penelitian dari dua kelas III SD Negeri Lempongsari yaitu kelas III B sebagai kelas ekperimen yang menggunakan model Problem Based Learaning (PBL) dan kelas III A sebagai kelas kontrol yang menggunakan konvensional. Pengumpulan data meliputi tes pemahaman konsep, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi. Analisis data dilakukakn dengan uji T untuk mengetahui perbedaan hasil post-test antara kelas ekperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Kelas yang mendapatkan model Problem Based Learning(PBL) menunjukan peningkatan pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan kelas yang menggunakan konvensional. Nilai tersebut terlihat pada kelas yang konvensional memperoleh nilai dengan rata-rata 73,8 sedangkan kelas yang menggunakan model pembelajarn memiliki nilai rata-rata 81,1. Hasil perhitungan diperoleh nilai sig.(2-tailed) 0,007 yang berarti lebih kecil dari 0,05, Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif secara signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep materi operasi hitung bilangan cacah pada mata pelajaran matematika.
Analisis manajemen program literasi terhadap peningkatan minat dan kemampuan membaca siswa di SDK Mater Carmeli Fatin, Angelusia Amanda
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.24913

Abstract

This research aims to analyze the management of reading literacy program development in efforts to improve students' reading interest and ability at SDK Mater Carmeli. This research uses a descriptive qualitative method with research subjects consisting of students, teachers, and the principal of SDK Mater Carmeli. Data were collected through interviews, document studies, and observations, and analyzed using interactive model Miles and triangulation techniques.The research results show that the management of reading literacy program development at SDK Mater Carmeli includes the stages of planning, implementation, and program evaluation. In the planning stage, the school identifies student needs and develops appropriate literacy program strategies. Program implementation is carried out through various activities such as reading corners, literacy activities before learning begins, and integration into learning. Program evaluation is conducted periodically to measure the effectiveness and impact of the program on improving students' reading interest and ability.Research findings indicate that the developed reading literacy program successfully increased students' reading interest, and students' reading abilities showed improvement in several aspects such as better ability to understand reading content, increased interest and motivation to read, and critical thinking skills in analyzing texts. Factors supporting the program's success include the principal's commitment, active teacher involvement, adequate infrastructure availability, and parental support.This research recommends the importance of implementing systematic management in developing reading literacy programs, enhancing collaboration between schools and parents, and developing innovations in literacy learning methods to create a conducive learning environment for improving students' reading abilities.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA MELALUI MEDIA VIRTUAL INTERACTIVE LEARNING Noviana, Nia Andina; Kurniawati, Rissa Prima; Kusumawati, Naniek
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.23839

Abstract

AbstrakKemampuan kognitif siswa kelas VA SDN Grobogan 02 tergolong rendah, terlihat dari hasil belajar yang menunjukkan hanya 6 dari 17 siswa (35,29%) yang mencapai KKM. Hal ini disebabkan oleh kurang optimalnya proses pembelajaran, seperti penyampaian materi tanpa media, minimnya interaksi, serta tidak adanya pengulangan materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif siswa, serta aktivitas guru dan siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan media virtual interactive learning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas VA. Instrumen yang digunakan meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 65,00 (pra siklus) menjadi 72,35 (siklus I) dan 87,35 (siklus II). Persentase ketuntasan juga meningkat dari 35,29% menjadi 52,94%, lalu mencapai 94,12%. Aktivitas guru dan siswa meningkat dari kategori cukup menjadi sangat baik. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran AIR berbantuan media virtual interactive learning efektif meningkatkan kemampuan kognitif siswa.
Analisis Nilai-Nilai Karakter Siswa dalam Pembelajaran Matematika di Kelas 3 SD Muhammadiyah 17 Semarang Ayun, Anaya; Cahyadi, Fajar; Kiswoyo, Kiswoyo
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.23863

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai karakter siswa dalam pembelajaran matematika di kelas 3 SD Muhammadiyah 17 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter siswa dalam pembelajaran matematika di kelas 3 SD Muhammadiyah 17 Semarang meliputi nilai karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, ramah atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Berdasarkan penelitian ini saran yang disampaikan adalah lebih memperhatikan nilai-nilai karakter dalam diri siswa, memperjelas nilai-nilai karakter dalam pembelajaran matematika, peserta didik hendaknya mampu mengikuti mempelajaran matematika dengan kondisi kelas yang lebih kondusif serta menerapkan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran matematika untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Irfani, Khairani Fina; Nurwahidin, Muhammad; Izzatika, Amrina; Erni, Erni
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.26212

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif peserta didik sekolah dasar masih tergolong rendah akibat pembelajaran IPAS yang cenderung berpusat pada pendidik dan minim aktivitas reflektif. Kondisi tersebut menuntut penerapan model pembelajaran inovatif yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas IV pada pembelajaran IPAS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu melalui desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 56 peserta didik yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan uji effect size. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan berpikir kreatif pada kelas eksperimen dengan nilai signifikansi 0,0002 (p 0,05) dan nilai Cohen’s d sebesar 0,673 yang termasuk kategori sedang. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator berpikir kreatif, terutama fluency dan flexibility, yang dipengaruhi oleh tahapan connecting dan organizing dalam model CORE. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran CORE mampu mendorong pengembangan ide, refleksi konsep, serta penerapan pengetahuan secara kontekstual. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa model CORE dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran IPAS untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kreativitas di sekolah dasar.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis STEAM dalam Pembelajaran IPAS Kelas V “Siklus Air” di Sekolah Dasar Fathin, Rosyita Sheila; Wijayanti, Arfilia; Patonah, Siti
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25890

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media pembelajaran yang lebih interaktif dan terintegrasi STEAM secara menyeluruh. Wawancara dengan guru menunjukkan pembelajaran masih dominan ceramah dan media terbatas pada buku serta video, sedangkan integrasi STEAM hanya 52% pada media yang ada. Media yang dikembangkan mengintegrasikan lima unsur STEAM secara menyeluruh dengan fitur interaktif yang belum tersedia pada media lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik media pembelajaran interaktif berbasis STEAM pada materi siklus air kelas V, menilai kevalidannya melalui ahli materi dan media, serta menilai kepraktisannya melalui respons guru dan siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (RD) dengan model ADDIE. Instrumen meliputi lembar validasi ahli materi dan media, serta angket respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan media yang dikembangkan memiliki karakteristik sebagai media digital interaktif dengan unsur STEAM menyeluruh. Kevalidan media berada pada kategori “Sangat Valid”, dengan persentase penilaian ahli materi sebesar 96,5% dan ahli media sebesar 94,2%. Kepraktisan media berada pada kategori “Sangat Praktis”, dengan persentase penilaian respon guru sebesar 98,67% dan respon siswa sebesar 94,2%. Berdasarkan hasil penelitian, media yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas V di sekolah dasar.
KETIMPANGAN KOMPOSISI GENDER DALAM PARTISIPASI AKADEMIK SISWA KELAS V SD Suprikhatin, Okta; Kusumawati, Dian; Primadoni, Ade Bagus
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25824

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan partisipasi akademik antara siswa laki-laki dan siswa perempuan di kelas V SD Muhammadiyah Limpung yang memiliki komposisi gender tidak seimbang, serta menganalisis persepsi guru dan strategi pedagogis yang digunakan untuk menciptakan pemerataan keterlibatan siswa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi berulang, wawancara mendalam, dan dokumentasi nilai semester yang memberikan gambaran objektif mengenai capaian akademik siswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa siswa perempuan menunjukkan dominasi verbal dan inisiatif yang lebih tinggi dalam diskusi, presentasi, dan kerja kelompok, sementara siswa laki-laki lebih pasif meskipun memiliki kemampuan akademik yang setara. Ketimpangan ini dipengaruhi oleh tekanan psikososial sebagai kelompok minoritas, rasa kurang percaya diri, dan norma kelas yang terbentuk berdasarkan gaya interaksi mayoritas perempuan. Guru memandang kondisi tersebut sebagai tantangan yang perlu ditangani, sehingga menerapkan strategi responsif gender seperti pengelompokan heterogen, pembagian peran bergilir, penguatan positif, aturan pemerataan kesempatan berbicara, serta aktivitas pra-diskusi untuk mendukung kesiapan siswa laki-laki. Berbagai intervensi tersebut terbukti mampu meningkatkan keberanian dan partisipasi verbal siswa laki-laki, sekaligus menciptakan proses pembelajaran yang lebih inklusif dan seimbang. Temuan ini menegaskan bahwa ketimpangan partisipasi bukanlah akibat perbedaan kemampuan, melainkan fenomena sosial-pedagogis yang dapat diatasi melalui desain pembelajaran yang sensitif gender dan konsisten.

Page 3 of 4 | Total Record : 37