cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 34 Documents clear
GANGGUAN ASTENIK ORGANIK PADA PASIEN GRAVES’ DISEASE DAN STROKE NON-HEMORAGIK: LAPORAN KASUS Permatasari, Intan; Setyawati Kurniawan, Lely; Aju Kusuma Wardani, Ida; Ana Mahardika, I Komang
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4740

Abstract

Graves’ disease is an autoimmune condition that may lead to various neuropsychiatric manifestations, including mood disorders, anxiety, chronic fatigue, and cognitive dysfunction. One underrecognized presentation is organic asthenic disorder (F06.6), which may result from combined endocrine and neurological impairments. To report and analyze a case of organic asthenic disorder in a young female with active Graves’ disease and a history of non-hemorrhagic stroke, emphasizing the importance of identifying secondary psychiatric syndromes in chronic medical conditions. The patient presented with severe fatigue, emotional dysphoria, mixed insomnia, and unexplained physical pain and paresthesia. Laboratory findings confirmed hyperthyroidism, while neurological examination showed right-sided weakness due to prior stroke. The diagnosis of Organic Asthenic Disorder was made based on the clinical and temporal relationship with thyroid and neurological dysfunction. Management involved antithyroid medication, propranolol, low-dose haloperidol, and supportive therapy with family psychoeducation. Organic asthenic disorder represents a significant clinical concern in liaison psychiatry, particularly among patients with overlapping endocrine and neurological disorders. Accurate diagnosis and multidisciplinary management are essential to avoid misdiagnosis and improve psychosocial outcomes. ABSTRAK Graves’ disease merupakan kondisi autoimun yang dapat menimbulkan berbagai manifestasi neuropsikiatri, termasuk gangguan mood, kecemasan, kelelahan kronis, dan disfungsi kognitif. Salah satu bentuk presentasi yang jarang dikenali adalah gangguan astenik organik (F06.6), yang dapat terjadi akibat kombinasi disfungsi endokrin dan neurologis. Melaporkan dan menganalisis satu kasus gangguan astenik organik pada seorang perempuan muda dengan Graves’ disease aktif dan riwayat stroke non-hemoragik, serta menekankan pentingnya identifikasi sindrom psikiatri sekunder dalam kondisi medis kronis. Pasien datang dengan keluhan berupa kelelahan berat, disforia emosional, insomnia campuran, serta nyeri fisik dan parestesia yang tidak dapat dijelaskan secara medis. Pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi adanya hipertiroidisme, sementara pemeriksaan neurologis menunjukkan kelemahan sisi kanan akibat riwayat stroke. Diagnosis Gangguan Astenik Organik ditegakkan berdasarkan hubungan temporal dan klinis dengan disfungsi tiroid dan neurologis. Terapi meliputi pemberian obat antitiroid, propranolol, haloperidol dosis rendah, serta terapi suportif dan psikoedukasi keluarga. Gangguan astenik organik merupakan masalah klinis penting dalam psikiatri liaison, terutama pada pasien dengan komorbiditas endokrin dan neurologis. Diagnosis yang tepat dan penanganan multidisiplin diperlukan untuk mencegah salah diagnosis dan meningkatkan luaran psikososial pasien.
KECANDUAN INTERNET PADA REMAJA: PERAN EXTRAVERSION DAN FEAR OF MISSING OUT Sarah Adiningsih, Dewi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4762

Abstract

Internet addiction is one of the psychological problems that arise due to advances in technology and the internet is getting faster. Internet addiction can be experienced by all individuals, especially teenagers who are currently demanded and required to use the internet in carrying out their daily activities. The purpose of this study is to empirically test the role of extraversion and fear of missing out on internet addiction experienced by adolescents who use the internet. Data for this study was obtained from 118 adolescents who were around 13-21 years old and actively used the internet for at least 4 hours a day. The data analysis technique in this study uses multiple regression tests. The research sampling technique is non-probability sampling. Based on the results of the analysis of the extraversion regression test, fear of missing out and internet addiction in adolescents, the value of r = 0.458 (p < 0.05 was obtained. The results of data analysis showed that extraversion and fear of missing us had an influence on internet addiction in adolescents by 45.8% both individually and collectively. ABSTRAK Kecanduan internet merupakan salah satu masalah psikologis yang timbul akibat kemajuan dibidang teknologi dan internet semakin pesat. Kecanduan internet dapat dialami oleh semua individu khususnya remaja yang pada saat ini tertuntut dan diharuskan menggunakan internet dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Tujuan  pada penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris peran extraversion  dan fear of missing out terhadap kecanduan internet yang dialami oleh remaja yang menggunakan internet. Data Penelitian ini diperoleh dari 118 orang remaja yang berusia sekitar 13-21 tahun dan aktif menggunakan internet minimal 4 jam dalam sehari. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji regresi berganda. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah non-probability sampling. Berdasarkan hasil analisis uji regresi extraversion, fear of missing out dan kecanduan internet pada remaja didapat nilai r = 0.458 (p < 0.05. Hasil analisis data menunjukkan bahwa extraversion dan fear of missing our memiliki pengaruh terhadap kecanduan internet pada remaja sebesar 45.8 % baik secara terpisah maupun secara kolektif.
KONTROL DIRI, POLA ASUH DEMOKRATIS DAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA Saleha Rahmatillah, Puteri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4763

Abstract

Social media addiction is a phenomenon that occurs among teenagers seen from the rapid development of current technology in accessing the internet, especially in the use of social media. This research aims to determine the influence of self-control and democratic parenting on social media addiction in adolescents. This research involved 108 teenage boys or girls who used social media, aged 12-20 years, who accessed social media more than 3 hours a day. Data collection in this research used a questionnaire. The data analysis technique in this research uses multiple regression tests. The results of this study show that there is an influence between self-control and democratic parenting on social media addiction of 38.2%. This research shows that self-control has a stronger influence at 59.6% compared to democratic parenting at 4.5%. This is because individuals have low self-control and social media addiction behavior may be caused by other, stronger factors besides democratic parenting patterns. ABSTRAK Kecanduan media sosial menjadi salah satu fenomena yang terjadi di kalangan remaja dilihat dari berkembang pesatnya teknologi saat ini dalam mengakses internet khususnya dalam penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri dan pola asuh demokratis terhadap kecanduan media sosial pada remaja. Penelitian ini melibatkan 108 orang remaja laki-laki atau perempuan yang menggunakan media sosial, berusia 12-20 tahun, dengan mengakses media sosial lebih dari 3 jam sehari. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kontrol diri dan pola asuh demokratis terhadap kecanduan media sosial sebesar 38,2%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol diri memiliki pengaruh yang lebih kuat sebesar 59,6% dibandingkan dengan pola asuh demokratis sebesar 4,5%. Hal ini dikarenakan rendahnya kontrol diri yang dimiliki individu serta perilaku kecanduan media sosial kemungkinan disebabkan oleh faktor lain yang lebih kuat selain pola asuh orang tua demokratis.
PENGARUH WORK FAMILY CONFLICT DAN STRES KERJA TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN WORK LIFE BALANCE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KARYAWATI BANK X WILAYAH KERJA PEMALANG Kurnia, Irma; Whidiastuti, Hardani; Nusandari, Arumwardhani
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4817

Abstract

This study aims to examine the effect of Work Family Conflict (WFC) and job stress on psychological well-being with Work Life Balance (WLB) as a mediating variable among female employees of Bank X in the Pemalang work area. The research employed a quantitative method with an explanatory approach. The sample consisted of 45 female employees selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and interviews, and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS. The results showed that WFC and job stress negatively affect psychological well-being. Moreover, WLB significantly mediates the relationship between WFC and job stress on psychological well-being. The study concludes that work-life balance plays a crucial role in maintaining mental health among women facing dual roles. The findings suggest that banking organizations should offer flexible working conditions and social support to mitigate the adverse effects of work-family conflict and job stress. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Work Family Conflict (WFC) dan stres kerja terhadap psychological well-being dengan Work Life Balance (WLB) sebagai variabel intervening pada karyawati Bank X wilayah kerja Pemalang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan explanatory. Sampel penelitian ini terdiri dari 45 karyawati yang diambil melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara, serta dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WFC dan stres kerja berpengaruh negatif terhadap psychological well-being. WLB terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara WFC dan stres kerja terhadap psychological well-being. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja memegang peran penting dalam menjaga kesehatan mental karyawati yang menghadapi peran ganda. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya organisasi perbankan memberikan fleksibilitas kerja dan dukungan sosial guna mengurangi dampak negatif konflik kerja-keluarga dan stres kerja.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA GURU Prabasari Nuswantari, Putri; Anugerah Izzati, Umi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4818

Abstract

Subjective well-being for teachers is essential in improving the quality of education for students. Therefore, enhancing subjective well-being, supported by other contributing factors, becomes crucial. This article aims to explore the significant role of teachers’ subjective well-being. The research employs a descriptive research design with a Systematic Literature Review (SLR) approach. This study adopts a systematic review of literature (SLR), utilizing secondary data sourced from previously published and publicly accessible scientific articles. The databases used include Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, and several others, resulting in the selection of 12 relevant articles. Based on the analyzed data, the findings indicate that teachers with high levels of subjective well-being tend to be more motivated, creative, and committed to their profession, ultimately contributing to overall educational success. Therefore, maintaining and enhancing teachers’ subjective well-being is not only an individual concern but also a collective responsibility within the educational system. ABSTRAK Kesejahteraan subjektif bagi guru sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas pendidikan bagi peserta didik, dengan itu pentingnya peningkatan kesejahteraan subjektif dibantu dengan faktor lainnya, artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran penting kesejahteraan subjektif bagi guru. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif dengan pendekatan systematic literature review (SLR). Penelitian ini mengadopsi tinjauan literatur sistematis (SLR). Penelitian ini Memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari artikel ilmiah yang telah di publikasikan dan dapat diakses secara online, database tersebut berupa Google Scholars, ScienceDirect, ResearchGate, dan beberapa database lainnya dan mendapati 12 artikel. Berdasarkan data yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa guru yang memiliki kesejahteraan subjektif tinggi cenderung lebih termotivasi, kreatif, dan berkomitmen terhadap profesinya, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberhasilan pendidikan secara menyeluruh. Oleh karena itu, menjaga dan meningkatkan kesejahteraan subjektif guru bukan hanya menjadi kepentingan individu, tetapi juga merupakan tanggung jawab kolektif dalam sistem pendidikan.
PENGARUH GRIT TERHADAP JOB HOPPING PADA GENERASI Z KOTA BALIKPAPAN Saputro, Edi; Dwi Nur Rahmah, Dian
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4819

Abstract

The phenomenon of frequently changing jobs, commonly referred to as job hopping, began gaining widespread attention in 2023. This phenomenon can be detrimental to companies, as a lack of human resources may lower a company's performance. This study aims to examine the influence of grit on job hopping among Generation Z in Balikpapan City. This research uses a quantitative approach. The subjects of the study were 200 members of Generation Z in Balikpapan City, selected using purposive sampling. The data collection methods used were the job-hopping scale and the grit scale. The data analysis technique employed was simple regression. The collected data was processed using the SPSS program. The results of the study showed that grit has an effect on job hopping among Generation Z in Balikpapan City, with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating that grit has a significant influence on job hopping. Grit affects job hopping among Generation Z in Balikpapan City with an R² value of 14.2%, which falls under the very low category. This research highlights the importance of considering grit in human resource management, especially among Generation Z. This study shows that it is important to pay attention to grit in HR management in order to reduce the intention to change jobs and support the stability of the workforce in the company. ABSTRAK Fenomena tentang suka berpindah-pindah pekerjaan ataau biasa disebut job hopping mulai ramai dibicarakan pada tahun 2023. Fenomena ini dapat merugikan suatu perusahaan dikarenakan kurangnya sdm dapat menurunkan performa suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grit terhadap job hopping pada generasi Z Kota Balikpapan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 200 generasi Z Kota Balikpapan yang dipilih dengan menggunaakan purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala job hopping dan skala grit. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana. Data yaang terkumpul diolah dengan bantuan program spss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh grit terhadap job hopping pada generasi Z Kota Balikpapan dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05) yang berarti grit memiliki pengaruh yang signifikan terhadap job hopping. Grit mempengaruhi job hopping pada generasi Z Kota Balikpapan dengan nilai R2 sebesar 14.2% dengan kategori sangat rendah. Penelitian ini memperlihatkan bahwa pentingnya memperhatikan grit dalam pengelolaan SDM agar mengurangi intensi berpindah kerja dan mendukung stabilitas tenaga kerja di perusahaan.
DAMPAK OVERSTIMULASI KONTEN DIGITAL TERHADAP PEMUSATAN PERHATIAN ANAK Apik Lestari, Citra; Zikrinawati, Khairani; Ikhrom, Ikhrom
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4941

Abstract

This study aims to examine the impact of digital content overstimulation on the attention span of children aged 6 to 12 years. Using a qualitative approach, the study began with the distribution of questionnaires to map gadget usage patterns and initial indications of attention disorders. The questionnaire results served as the basis for in-depth interviews with two children and three parents to gain deeper insights into the effects of digital content on children’s focus. The findings reveal that using gadgets for 3 to 4 hours per day especially for accessing fast-paced, visually stimulating, and interactive content such as YouTube, TikTok, and Netflix contributes to decreased concentration, increased distractibility, and difficulty completing tasks. The children also exhibited signs of irritability, frustration, and a tendency to shift activities without clear direction. The study concludes that digital content overstimulation negatively affects children's attention span and emotional regulation, highlighting the need for parental supervision and mindful management of digital media consumption to support optimal child development. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak overstimulasi konten digital terhadap kemampuan pemusatan perhatian anak usia 6–12 tahun. Pendekatan kualitatif digunakan dengan tahap awal penyebaran kuesioner untuk memetakan pola penggunaan gadget dan indikasi awal gangguan perhatian. Data kuesioner menjadi dasar wawancara mendalam terhadap dua anak dan tiga orang tua guna menggali pemahaman lebih lanjut mengenai pengaruh konten digital terhadap fokus anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget selama 3–4 jam per hari, terutama untuk mengakses konten cepat, mencolok, dan interaktif (misalnya YouTube, TikTok, dan Netflix), berkontribusi pada penurunan konsentrasi, mudah terdistraksi, serta kesulitan menyelesaikan tugas. Anak juga menunjukkan gejala mudah marah, cepat frustrasi, dan sering berpindah aktivitas tanpa arah jelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa overstimulasi konten digital berdampak negatif terhadap pemusatan perhatian dan regulasi emosi anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dalam mengawasi serta mengelola konsumsi media digital secara bijak untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
KONTRIBUSI RELIGIUSITAS DAN KEPUASAN PERKAWINAN TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA WANITA YANG MENIKAH MELALUI TA’ARUF Iswari, Dyah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4950

Abstract

This study aims to identify the influence of religiosity and marital satisfaction on the psychological well-being of women who married through the ta’aruf process. The approach used in this research is quantitative. The sample consists of women who married through ta’aruf and have been married for at least one year. The hypothesis testing results show that religiosity and marital satisfaction have a significant effect on the psychological well-being of women who married through ta’aruf, with a P-value (?0.01) and F = 22.159. The contribution of religiosity and marital satisfaction to psychological well-being is 22.1%, while the remaining 77.9% is influenced by other factors not included in this study. This means that religiosity and marital satisfaction provide a very significant contribution to the psychological well-being of women married through ta’aruf. Therefore, it can be concluded that the higher the level of religiosity and marital satisfaction, the greater their influence on the psychological well-being experienced within the marital relationship. ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh religiusitas dan kepuasan dalam perkawinan terhadap kesejahteraan psikologis pada perempuan yang menikah melalui proses ta’aruf. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sampel yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari wanita yang menikah melalui ta’aruf dan telah menjalani masa pernikahan minimal satu tahunHasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas dan kepuasan perkawinan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pada wanita yang menikah melalui ta’aruf, dengan nilai P (?0,01) dan F = 22,159. Kontribusi religiusitas dan kepuasan perkawinan terhadap kesejahteraan psikologis sebesar 22,1%, sementara 77,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Artinya, religiusitas dan kepuasan perkawinan memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pada wanita yang menikah melalui ta’aruf. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas dan kepuasan perkawinan seseorang, semakin besar pula pengaruhnya terhadap tingkat kesejahteraan psikologis yang dirasakan dalam hubungan pernikahan.
WISDOM (KEBIJAKSANAAN) PADA REMAJA YANG MEMILIKI ORANT TUA PEMUKA AGAMA Stefanny, Stefanny; Sahrani, Riana; Yunithree, Meiske
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4989

Abstract

Wisdom was considered an aspect that will emerge once we become elderly. Wisdom was also thought to be passed on from parents to children. This research aimed to determine the description of wisdom in teenagers who have parents who were religious leaders. This research used qualitative methods. The subject selection technique used was purposive sampling. The data collection process was carried out by interviewing and observing the subjects. The subjects in this research were four teenagers aged around 12-20 years who had parents who were religious leaders. The results of this research show that the four subjects have the potential to develop wisdom in themselves. These four subjects fulfill the three dimensions of wisdom: cognitive, reflective, and affective. The factors forming wisdom are family upbringing and religion. The implication of the intervention is family psychoeducation so that children can develop their wisdom, along with the wisdom of their parents. ABSTRAK Wisdom (kebijaksanaan) dianggap sebagai suatu aspek yang akan muncul begitu kita menjadi lanjut usia (lansia). Kebijaksanaan juga dianggap bisa diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebijaksanaan pada remaja yang memiliki orangtua pemuka agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengetahui secara mendalam kebijaksanaan subyek. Teknik pemilihan subyek yang digunakan adalah purposive sampling. Proses pengambilan data dilakukan dengan mewawancarai dan observasi terhadap subyek. Subyek dalam penelitian ini adalah empat remaja berusia sekitar 12-20 tahun yang memiliki orangtua pemuka agama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat subyek berpotensi untuk mengembangkan kebijaksanaan pada dirinya. Keempat subyek tersebut memenuhi ketiga dimensi kebijaksanaan, yaitu kognitif, reflektif dan afektif. Faktor pembentuk kebijaksanaan yang secara signifikan berpengaruh pada keempat subyek adalah faktor didikan keluarga dan agama. Implikasi intervensi dalam penelitian ini adalah adanya psikoedukasi keluarga agar anak dapat mengembangkan kebijaksanaannya, seiring dengan kebijaksanaan yang ada pada orang tuanya.
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. CARSURIN LABORATORIUM & MARINE DI TANAH GROGOT Duta Jati Kusuma, Erlangga; Dwi Nur Rahmah, Dian
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4990

Abstract

Employees are a vital component for the sustainability of a company. If employees feel uncomfortable, do not receive proper recognition, and are not given opportunities to develop their skills, they may struggle to fully concentrate on their tasks. Such conditions can affect the level of job satisfaction among employees. Compensation has been proven to play a role in determining employee job satisfaction at PT. Carsurin Laboratorium & Marine in Tanah Grogot. This study aims to evaluate the extent to which compensation influences employee job satisfaction at PT. Carsurin Laboratorium & Marine, located in Tanah Grogot.A quantitative approach was applied in this research, involving 40 employees of PT. Carsurin Laboratorium & Marine in Tanah Grogot as the subjects, selected using the total sampling technique. Data collection was conducted through compensation and job satisfaction scale instruments, which were subsequently analyzed using simple linear regression with the assistance of SPSS version 26.0 for Windows.The research findings indicate that compensation plays a role in influencing employee job satisfaction at PT. Carsurin Laboratorium & Marine in Tanah Grogot, as evidenced by an F value greater than the F table and a contribution of 80.3%. Therefore, it is recommended that the company improve its direct compensation system, indirect compensation, and incentive schemes in order to enhance employee job satisfaction. ABSTRAK Karyawan adalah komponen vital bagi kelangsungan sebuah perusahaan. Jika karyawan merasa tidak betah, tidak mendapatkan penghargaan yang layak, serta tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka, mereka akan kesulitan untuk berkonsentrasi sepenuhnya dalam melaksanakan tugasnya. Keadaan tersebut bisa memengaruhi tingkat kepuasan kerja karyawan. Pemberian kompensasi terbukti berperan dalam menentukan kepuasan kerja karyawan di PT. Carsurin Laboratorium & Marine di Tanah Grogot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana kompensasi memengaruhi tingkat kepuasan kerja karyawan di PT. Carsurin Laboratorium & Marine yang berlokasi di Tanah Grogot. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 40 karyawan PT. Carsurin Laboratorium & Marine di Tanah Grogot sebagai subjek, yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen skala kompensasi dan kepuasan kerja, yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26.0 for Windows. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kompensasi berperan dalam memengaruhi kepuasan kerja karyawan PT. Carsurin Laboratorium & Marine di Tanah Grogot, sebagaimana dibuktikan oleh nilai F hitung yang melebihi F tabel dan kontribusi pengaruh sebesar 80,3%. Dengan demikian, perusahaan dianjurkan untuk memperbaiki sistem kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung, serta pemberian insentif guna mendorong peningkatan tingkat kepuasan kerja karyawan.

Page 2 of 4 | Total Record : 34